cover
Contact Name
Ludovikus Bomans Wadu
Contact Email
actualinsight21@gmail.com
Phone
+6281233597270
Journal Mail Official
jurnaldecive@gmail.com
Editorial Address
Jalan Abdurahman Saleeh Blok GJ2 Kedungkandang Kota Malang Jawa Timur, Malang, Provinsi Jawa Timur, 65148
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Published by Actual Insight
ISSN : 27765040     EISSN : 27756009     DOI : https://doi.org/10.56393/decive.v1i12.274
De Cive: Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan merupakan jurnal yang menerbitkan hasil penelitian dalam bidang, Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Pancasila, Pendidikan Nilai, Pendidikan Moral, Pendidikan Politik, Pendidikan Hukum, Pendidikan Anti Korupsi, Pendidikan Multikultural, Pendidikan Karakter dan berbagai bidang lainnya yang mendukung pengembangan pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Jurnal ini diterbitkan duabelas kali dalam setahun yang menampung berbagai naskah hasil penelitian dari para guru, dosen, mahasiswa maupun peneliti yang tertarik dalam bidang penelitian dan pembelajaran.
Articles 260 Documents
Membangun Perilaku Berkeadaban Bagi Siswa Dalam Bermedia Sosial Sebagai Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Adinda Dyah Permata; Dinie Anggraeni Dewi
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 5 (2021): Mei
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v1i5.228

Abstract

Secara teoritis, artikel ini dimaksudkan untuk menambah wawasan terkait upaya membangun perilaku berkeadaban bagi siswa dalam bermedia sosial sebagai implementasi nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode kualitatif yang menjadikan studi kepustakaan sebagai metode untuk mencari, mengumpulkan, dan menganalisis data-data. Sumber data yang dijadikan referensi penelitian berasal dari artikel jurnal yang relevan dengan topik pembahasan. Setelah melaksanakan penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa guru harus selalu mendidik siswa untuk berpedoman kepada Pancasila baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Beberapa cara yang dapat dilakukan diantaranya ialah memberikan pendidikan kewarganegaraan, menumbuhkan sikap kerukunan, persatuan, dan kasih sayang antar siswa dan guru, memberikan pemahaman mengenai dampak negatif media sosial, mengenalkan Undang-Undang Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), serta bermusyawarah dengan orangtua siswa untuk membatasi siswa dalam berkomunikasi di media sosial. Rekomendasi peneliti yaitu negara membutuhkan penerus yang berpegang teguh terhadap nilai-nilai Pancasila yang dilakukan dengan memiliki pengetahuan dan penguasaan dengan menyaring informasi yang penting agar dapat memahami keadaban di media sosial.
Toleransi Pada Warga Negara di Indonesia Berlandaskan Sila Ketuhanan Yang Maha Esa Azka Aulia Azzahrah; Dinie Anggraeni Dewi
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 6 (2021): Juni
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v1i6.229

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan toleransi yang ada pada warga negara di Indonesia. Deskripsi tersebut berlandaskan pada sila pertama dalam Pancasila yaitu ketuhanan yang maha esa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh karena situasi kerukunan umat beragama di Indonesia menjadi satu persoalan yang urgen terkait dengan adanya intoleransi dalam agama. Maka dari itu, pada artikel ini membahas mengenai toleransi warga negara di Indonesia yang dikaji dalam metode kualitatif dengan studi kepustakaan. Temuan penelitian memuat dua poin penting, pertama konflik antar agama terjadi karena adanya perdebatan, salah tafsir, mudah terprovokasi, kurang menghormati agama lain, adanya kecurigaan, dan kurangnya saling pengertian dalam menghadapi masalah perbedaan pendapat. Poin kedua, toleransi merupakan elemen dasar yang dibutuhkan untuk menumbuhkembangkan sikap saling memahami serta menghargai perbedaan yang ada. Agama merupakan hak yang paling asasi diantara hak asasi lainnya. Dalam menjalin hubungan yang baik antar pemeluk agama, untuk saling toleran diperlukan kekuatan yang bersifat kultural agar diterima oleh semua agama.
Kajian Deskriptif tentang Pendidikan Kewarganegaraan dalam Membentuk Pola Berpikir Kritis Mahasiswa Benedicta Dwi Adventyana; Dinie Anggraeni Dewi
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 7 (2021): Juli
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v1i7.264

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan Pendidikan Kewarganegaraan dalam membentuk pola berpikir kritis mahasiswa. Situasi yang terjadi dalam dunia pendidikan, seseorang sangat menjadi sorotan yang paling penting. Apabila hal ini hilang, makna pendidikan pun akan mulai pudar. Pendidikan kewarganegaraan adalah kunci di mana hal ini bisa terkontrol dengan baik. Pendidikan kewarganegaraan semestinya mengajarkan hak dan kewajiban mahasiswa dalam konteks menjadi warga negara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode ini lebih menganalisis Pendidikan kewarganegaraan dengan apa yang harus dimiliki oleh seorang mahasiswa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hasil penelitian menemukan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan dilakukan dengan pengajaran dan pelatihan dengan memberi ruang-ruang pertanyaan bagi mahasiswa. Dengan memiliki dan melatih kemampuan bertanya, karakter dan perilaku mahasiswa bisa bersikap kritis. Namun, sikap kritis tersebut memerlukan norma sebagai pengendali agar mahasiswa tidak jatuh pada bentuk skeptisisme dan arogansi. Arahan dalam pembelajaran dan pelatihan bagi mahasiswa untuk bersikap kritis dipergunakan untuk memperjuangkan keadilan agar keadaan negara menjadi lebih baik.
Kolektivitas dalam Nomenklatur Pendidikan Moral di Korea Selatan Diaz Putri Amelia; Dinie Anggraeni Dewi
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 8 (2021): Agustus
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v1i8.266

Abstract

Pada dasarnya, setiap negara di dunia akan selalu mengembangkan konsep terbaik untuk mewujudkan cita-cita dan aspirasi bangsa, termasuk di bidang Pendidikan Kewarganegaraan. Pendidikan kewarganegaraan di setiap negara berbeda karena dipengaruhi oleh perkembangan sejarah, latar belakang, kondisi budaya, sistem sosial, ekonomi masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pendidikankKewarganegaraan di Korea Selatan. Pemilihan Korea Selatan sebagai objek penelitian dilatarbelakangi karena pendidikan di Korea Selatan telah diakui dunia sebagai sistem yang unggul. Jenis penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan di Korea Selatan mengadopsi konsep Pendidikan Kewarganegaraan di Asia. Korea Selatan menerapkan pendidikan nilai dan moral dengan menggunakan pendekatan terpisah yang berasal dari budaya dan religius. Budaya di sini yang dimaksud yaitu kolektivisme yang berasal dari Konfusianisme dan keyakinan yang merupakan agama leluhur. Warga Korea Selatan secara umum sering memperhatikan pendidikan guru-guru karena mereka meyakini bahwasannya kualitas dari pendidikan moral juga sangat ditentukan oleh kualifikasi pendidikan para guru.
Deskripsi Konseptual tentang Perkembangan Pendidikan Kewarganegaaran Untuk Misi Pengembangan Moral Dina Amaria Sembiring; Dinie Anggraeni Dewi
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 9 (2021): September
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v1i9.267

Abstract

Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) adalah sebuah misi pendidikan moral bangsa, membentuk warga negara yang cerdas, demokratis, dan berakhlak mulia, yang secara konsisten melestarikan dan mengembangkan cita-cita demokrasi dan membangun karakter bangsa. Pendidikan Kewarganegaraan sebagai mata kuliah pasal 37 undang-undang 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional menyatakan pendidikan kewarganegaraan bertujuan membentuk para mahasiswa menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Tujuan umum Pendidikan Kewarganegaraan memberikan pengetahuan dan kemampuan dasar kepada mahasiswa mengenai hubungan antara warga negara dengan negara. Adapun tujuan khususnya ialah memahami dan melaksanakan hak dna kewajiban secara santun, jujur, dan demokratis, lalu agar menjadi warga negara yang memiliki komitmen terhadap nilai-nilai Hak Asasi. Pendidikan kewarganegaraan mengalami pengembangan disetiap negara namun setiap pengembangan yang terjadi tidak beda jauh antar satu dengan yang lainnya suatu negara. Dan setiap dengan negara tersebut memiliki tujuan yang sama ialah menjadikan masyarakatnya yang patuh terhadap aturan pemerintah yang berlaku
Kedudukan Bhineka Tunggal Ika untuk Memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia di Masa Pandemi Lesi Oktiani Putri; Dinie Anggraeni Dewi
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 10 (2021): Oktober
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v1i10.269

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memberi gambaran mengenai kedudukan Bhineka Tunggal Ika di Masa Pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan kajian studi pustaka.  Informasi yang diambil berupa hal-hal yang berkaitan dengan konsep kebhinnekaan dan pandemi Covid-19. Penulis menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan menelusuri sumber buku, jurnal, dan sumber internet yang relevan. Sebagai bangsa yang memegang teguh semboyan Bhinneka Tunggal Ika sudah sepatutnya bisa mengamalkan semboyan tersebut dalam berbagai hal situasi yang mengancam robohnya persatuan dan kesatuan bangsa. Kebajikan warga negara dalam bentuk mengamalkan dan mengetahui kedudukan Bhinneka Tunggal Ika di kalangan masyarakat dapat dicapai dengan pengetahuan dan kepedulian masyarakat itu sendiri. Kedudukan Bhinneka Tunggal Ika sangat berperan penting dalam memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Negara Republik Indonesia di masa pandemi seperti ini. Dengan menerapkan konsep Bhinneka Tunggal Ika dengan kebersamaan tanpa membeda-bedakan, diharapkan kita dapat bersama-sama melawan Covid-19 tanpa membedakan golongan ataupun latar belakang pekerjaan
Kajian Deskriptif tentang Identitas Nasional Untuk Integrasi Bangsa Indonesia Raisa Ayu Luthfia; Dinie Anggraeni Dewi
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 11 (2021): November
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v1i11.270

Abstract

Kajian tentang Identitas Nasional Bangsa Indonesia sebagai esensi pemersatu bangsa hal yang nyata karena pada dasarnya jati diri bangsa Indonesia melekat sebagai ciri dan otoritas untuk keberlanjutan persatuan dalam masyarakat Indonesia. Perbedaan Indonesia itu telah menjadikan Indonesia sebagai negara yang mewarisi berbagai kekayaan alam, kekayaan hayati,dan kekayaan keragaman sosial budaya, sehingga Indonesia dijuluki sebagai pecahan surga dunia. Identitas nasional bangsa Indonesia merupakan sesuatu yang harus dijaga dilestarikan karena jati diri bangsa Indonesia merupakan hakikat dalam perwujudannya Persatuan Nasional. Keragaman budaya inilah yang membuat indra masyarakat Indonesia kebersamaan dari satu daerah ke daerah lain karena mengalami nasib dan penderitaan yang samamempersatukan bangsa Indonesia dengan segala kekayaan yang ada di dalamnya.
Urgensi Pemenuhan Hak dan Kewajiban Warga Negara Dalam Pelaksanaannya Berdasarkan Undang-Undang Septi Yunita; Dinie Anggraeni Dewi
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 12 (2021): Desember
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v1i12.274

Abstract

Penelitian ini bertujuan memberi gambaran tentang pemenuhan hak dan pelaksanaan kewajiban warga negara terhadap negara. Karena tidak sedikit warga negara yang menuntut pemenuhan hak sebagai warga negara tanpa melaksanakan kewajiban sebagai warga negara. Metode penelitian menggunakan telaah pustaka dengan beberapa metode studi kasus. Sumber penelitian berasal dari beberapa buku elektronik, jurnal ilmiah serta sumber lain yang telah dipastikan keakuratannya dengan teknik pengumpulan data berupa studi dokumen. Hasil penelitian menunjukan masih banyak warga negara yang menuntut haknya kepada negara tanpa melaksanakan kewajibannya. Dilihat masih banyaknya warga negara yang belum taat dalam membayar pajak namun mereka  menuntut hak-hak nya sebagai warga negara. Hal tersebut bisa terjadi karena masalah pemenuhan hak oleh negara belum terealisasi dengan baik, sehingga dalam pelaksanaan kewajiban, warga negara tidak melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab. Untuk tercapainya hak dan kewajiban negara dan warga negara, keduanya harus seimbang dalam pemenuhan hak masing masing agar segala hak dan kewajiban dapat terpenuhi.
Survei Pemetaan Isu Politik Indonesia Pada Mahasiswa Rekayasa Pertanian, Institut Teknologi Bandung Nanda Shofiyah Ulfa; Amanda Sagita Putri; Vanadisya Nurfaza Prastianti; Rahmalia Hidayanti
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 2 (2021): Februari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v1i2.284

Abstract

Penelitian ini diintensikan untuk memetakan isu politik Indonesia yang ada pada mahasiswa rekayasa pertanian dengan menggunakan teknik survei. Situasi penelitian ini didasarkan pada gagasan bahwa mahasiswa berperan sebagai generasi yang memiliki kesadaran politik. Kesadaran politik dimengerti dalam aras dasar pemikiran ketatanegaraan dan sebagai wahana tindakan di ruang publik. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif, yaitu pengumpulan data dilakukan dengan survei pemetaan pada para mahasiswa rekayasa pertanian di Institut Teknologi Bandung (ITB). Temuan penelitian didasarkan pada survei yaitu: ada dua pemetaan pada isu politik, yaitu dimensi pemahaman dan adanya dampak dari dimensi tersebut bagi mahasiswa rekayasa pertanian. Ada 88,2% dari keseluruhan responden memilih untuk mengikuti isu politk yang sedang ramai atau diminati saja, 7,4% tidak memahami isu politik yang terjadi mengikuti setiap isu politik dan 4,4% mengikuti setiap isu yang ada. Pemahaman pada isu politik mencakup politik keseharian ataupun politik dalam urusan ketatanegaaraan. Rekomendasi penelitian yaitu membuat platform yang mengemas isu politik menjadi menarik dan mensosialisasikan melalui media sosial.
Tren Kuliner Seblak Sebagai Faktor Pendukung Perekonomian Masyarakat di Era Milenial Stefanie Priskilla Atteng; Rahayu Setio Asih; Izma Aliyyatussaadah; Rossa Kamila; Fransiska Maria Aprilya Nana
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 3 (2021): Maret
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v1i3.289

Abstract

Seblak merupakan singkatan kata segak dan nyegak bermakna menyengat dengan cikur salah satu bahan utama pembuatannya. Seblak sebagai salah satu kuliner khas Bandung dikenal dan ada di beberapa daerah di Indonesia dan diminati oleh generasi milenial dan berdampak ke sektor perekonomian masyarakat. Penelitian ini bertujuan menentukan pengaruh Seblak terhadap perekonomian masyarakat di era milenial. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif melalui kuesioner dan pustaka. Intensitas konsumsi Seblak setiap bulannya yaitu 1 kali 23,9%, 2 kali 13%, 3 kali 13% dan 50,1% lain-lain. Kisaran harga yaitu 41,3% antara Rp5.000 - Rp 10.000, 34.8% antara Rp 10.000 - Rp 15.000, 21,7% antara Rp15.000 - Rp 20.000 dan 2,2% antara Rp 5.000 - Rp 20.000. Selain itu, 93,5% menyatakan Seblak berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat dan 6,5% menyatakan tidak berpengaruh. Kaum milenial yang pernah mengkonsumsi Seblak 92% dan belum pernah 8%. Tren kuliner Seblak memberikan pengaruh karena dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan daya tarik kaum milenial terhadap kuliner daerah.

Page 2 of 26 | Total Record : 260


Filter by Year

2021 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 Tahun 2025 Vol. 5 No. 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2025 Vol. 5 No. 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025 Vol. 5 No. 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2025 Vol. 4 No. 12 (2024): Desember Vol. 4 No. 11 (2024): November Vol. 4 No. 10 (2024): Oktober Vol. 4 No. 9 (2024): September Vol. 4 No. 8 (2024): Agustus Vol. 4 No. 7 (2024): Juli Vol. 4 No. 6 (2024): Juni Vol. 4 No. 5 (2024): Mei Vol. 4 No. 4 (2024): April Vol. 4 No. 3 (2024): Maret Vol. 4 No. 2 (2024): Februari Vol. 4 No. 1 (2024): Januari Vol. 3 No. 12 (2023): Desember Vol. 3 No. 11 (2023): November Vol. 3 No. 10 (2023): Oktober Vol. 3 No. 9 (2023): September Vol. 3 No. 8 (2023): Agustus Vol. 3 No. 7 (2023): Juli Vol. 3 No. 6 (2023): Juni Vol. 3 No. 5 (2023): Mei Vol. 3 No. 4 (2023): April Vol. 3 No. 3 (2023): Maret Vol. 3 No. 2 (2023): Februari Vol. 3 No. 1 (2023): Januari Vol. 2 No. 12 (2022): Desember Vol. 2 No. 11 (2022): November Vol. 2 No. 10 (2022): Oktober Vol. 2 No. 9 (2022): September Vol. 2 No. 8 (2022): Agustus Vol. 2 No. 7 (2022): Juli Vol. 2 No. 6 (2022): Juni Vol. 2 No. 5 (2022): Mei Vol. 2 No. 4 (2022): April Vol. 2 No. 3 (2022): Maret Vol. 2 No. 2 (2022): Februari Vol. 2 No. 1 (2022): Januari Vol. 1 No. 12 (2021): Desember Vol. 1 No. 11 (2021): November Vol. 1 No. 10 (2021): Oktober Vol. 1 No. 9 (2021): September Vol. 1 No. 8 (2021): Agustus Vol. 1 No. 7 (2021): Juli Vol. 1 No. 6 (2021): Juni Vol. 1 No. 5 (2021): Mei Vol. 1 No. 4 (2021): April Vol. 1 No. 3 (2021): Maret Vol. 1 No. 2 (2021): Februari Vol. 1 No. 1 (2021): Januari More Issue