cover
Contact Name
Ludovikus Bomans Wadu
Contact Email
actualinsight21@gmail.com
Phone
+6281233597270
Journal Mail Official
jurnaldecive@gmail.com
Editorial Address
Jalan Abdurahman Saleeh Blok GJ2 Kedungkandang Kota Malang Jawa Timur, Malang, Provinsi Jawa Timur, 65148
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Published by Actual Insight
ISSN : 27765040     EISSN : 27756009     DOI : https://doi.org/10.56393/decive.v1i12.274
De Cive: Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan merupakan jurnal yang menerbitkan hasil penelitian dalam bidang, Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Pancasila, Pendidikan Nilai, Pendidikan Moral, Pendidikan Politik, Pendidikan Hukum, Pendidikan Anti Korupsi, Pendidikan Multikultural, Pendidikan Karakter dan berbagai bidang lainnya yang mendukung pengembangan pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Jurnal ini diterbitkan duabelas kali dalam setahun yang menampung berbagai naskah hasil penelitian dari para guru, dosen, mahasiswa maupun peneliti yang tertarik dalam bidang penelitian dan pembelajaran.
Articles 260 Documents
Peran Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Dalam Membangun Disiplin Belajar Peserta Didik Sifa Fauziah; Tarpan Suparman; Nadya Putri Saylendra
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 8 (2021): Agustus
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v1i8.407

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan bagaimana membangun disiplin peserta didik dengan guru PPKn dan membangun disiplin belajar peserta didik dalam pembelajaran PPKn kelas VIII SMP IT Gita Wira Bangsa Gintungkerta Klari Karawang. Metode dalam penelitian ini mengguanakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek pada penelitian ini yakni guru PPKn dan siswa SMP IT Gita Wira Bangsa Karawang. Hasil penelitian menunjukan bahwa guru PPKn telah membangun disiplin belajar peserta didik melalui pembelajaran PPKn, meskipun terdapat beberapa hambatan seperti salah satunya peserta didik kurang memahami dalam pembelajaran PPKn akan tetapi peserta didik dapat berinteraksi dalam pelaksanaan belajarnya dengan baik, sehingga suasana belajar dapat berjalan dengan lebih aktif dari biasanya. Sebelum belajar guru memberikan game agar peserta didik memiliki semangat dalam belajar dan pada saat pembelajaran berlangsung peserta didik dapat beriskusi dengan teman-teman sekelasnya secara langsung. Adapun rekomendasi yang dapat penulis sampaikan untuk guru dan peneliti selanjutnya yaitu, agar dapat terciptanya pembelajaran yang efektif kiranya seorang guru menumbuhkan dulu kedisiplinan peserta didik dan untuk peneliti yang akan melakukan penelitian dengan judul yang sama kiranya harus lebih mendalami lagi masing-masing karakter peserta didik supaya tingkat kedisiplinan peserta didik dapat meningkat dengan pesat.
Kajian Ilmu Kewarganegaraan pada Masa Pemilihan Umum di Era Covid-19 Yumi Oktavina
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 3 (2021): Maret
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v1i3.457

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengkaji mengenai studi kasus pemilihan umum yang dibahas dalam ilmu kewarganegaraan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan studi kepustakaan. Studi kepustakaan dimaksudkan untuk memahami beragam literatur yang terkait. Studi kepustakaan merupakan langkah yang penting dimana setelah seorang peneliti menetapkan topik penelitian, langkah selanjutnya adalah melakukan kajian yang berkaitan dengan teori yang berkaitan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menemukan bahwa ilmu kewarganegaraan yang didasarkan pada program riset ilmiah dapat dikatakan merupakan sebuah langkah metodologis ke arah teori ilmiah, hal ini termasuk salah satu wacana yang paling populer di bidang sains. Lakatos berupaya melakukan revisi atas pemikiran Popper melalui langkah-langkah metodologis, terutama heuristik negatif dan heuristik positif. Lapisan konseptual bagi pengembangan ilmu, yang tidak saja memberikan ruang bagi tradisi dan budaya ilmiah, tetapi juga tersedia posisi asumsi tak terbantahkan, yang menjadi bagian tak terpisahkan dalam bangunan keilmuan. Asumsi tak terbantahkan itu merupakan prinsip-prinsip dan nilai-nilai keyakinan, termasuk keyakinan keagamaan.
Partisipasi Pemuda Dalam Pembangunan di Desa Inuai Kecamatan Passi Barat Kabupaten Bolaang Mongondow Ratika Mokoagow; Apeles Lexi Lonto; Theodorus Pangalila
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 4 (2021): April
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v1i4.466

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada pemuda tentang perannya dalam pembangunan desa, tentang faktor-faktor penyebab rendahnya partisipasi pemuda dalam pembangunan di Desa Inuai. Dengan subjek penelitian adalah pemuda yang ada di Desa Inuai Kecamatan Passi Barat Kabupaten Bolaang Mongondow. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menyebabkan rendahnya partisipasi pemuda dalam pembangunan di Desa Inuai Kecamatan Passi Barat Kabupaten Bolaang Mongondow. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatf, dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemuda yang ada di Desa Inuai Kecamatan Passi Barat Kabupaten Bolaang Mongondow belum berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan desa, rendahnya partisipasi pemuda ini dikarenakan, pertama: faktor pendidikan. Hal ini menyebabkan rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya partisipasi pemuda dalam pembangunan desa. Kedua, faktor ekonomi, karena minimnya ekonomi keluarga hal ini yang menyebabkan pemuda lebih memilih bekerja dibandingkan melanjutkan pendidikan. sehingga mereka sulit untuk ikut serta secara langsung dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan di desa.
Studi Kasus Pergaulan Remaja Dalam Masyarakat di Tomohon Barat Lisa C Rombon; Apeles Lexi Lonto; Maxi Ventje Keintjem
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 5 (2021): Mei
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v1i5.467

Abstract

Usia remaja mengalami situasi rentan, karena ada kegagalan dalam perjalanan kehidupan. Bila masa remaja ini diisi dengan penuh kesuksesan, kegiatan yang sangat produktif dan berhasil guna dalam menyiapkan diri untuk memasuki tahap selanjutnya, kemungkinan manusia itu akan mendapat kesuksesan dalam perjalanan hidupnya. Masa remaja bisa menjadi kunci kesuksesan dalam memasuki tahapan kehidupan selanjutnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pergaulan yang di lakukan oleh remaja di Kelurahan Taratara Satu Kecamatan Tomohon Barat. Dalam penelitian ini rumuan masalah yang diangkat adalah bagaimana pergaulan remaja di masyarakat kelurahan Taratara Satu Kecamatan Tomohon Barat. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data dalam penelitian kualitatif dikumpulkan bukan angka-angka, akan tetapi berupa kata-kata atau gambaran. Hasil penelitian dan pembahasan pergaulan remaja dalam masyarakat di kelurahan Taratara Satu Kecamatan Tomohon Barat yaitu pergaulan remaja yang dipengaruhi oleh media teknologi yang semakin mengikuti perkembangan zaman. Selain itu, temuan yang ada adalah kurangnya perhatian orang tua dalam mendidik anak.
Peran Serta Warga Negara Muda Pada Kegiatan Kemanusiaan Eka Ristu Nur Amalia; Fera Febriyanti; Ketut Agus Setiawan; Muthia Sabrina; Satrio Alpen Pradana; Vina Lestari; Wiwin Winarningsih
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 9 (2021): September
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v1i9.505

Abstract

Nilai kemanusian selalu ada pada diri manusia agar manusa menjadi makhluk yang berbudi luhur sesuai dengan harapan para pendiri bangsa. Indonesia. Penelitian ini dibuat dengan tujuan agar dapat mengetahui hubungan antara warga negara muda pada kegiatan kemanusiaan dan juga peran dari warga negara muda dalam kegiatan kemanusiaan. Warga negara muda merupakan elemen terpenting dalam sebuah bangsa yang besar dan berdaulat. Warga negara muda merupakan penerus perjuangan bangsa di masa depan, jika kita kaitkan dengan kasus-kasus pelanggaran nilai-nilai kemanusiaan warga negara muda sangat memiliki peran penting di dalam menyelesaikan permasalahan bangsa. Hasil penelitian yaitu bahwa fenomena yang menghambat warga negara muda memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan adalah sikap apatisme. Sikap tersebut menyebabkan kurangnya peran aktif masyarakat untuk memperjuangkan hal yang dianggap penting bagi seluruh rakyat Indonesia. Maka, hakikatnya jika menginginkan peradaban bangsa yang lebih baik maka diperlukan pendidikan karakter bagi warga negaramuda dengan menekankan warga negara muda untuk terus terlibat dalam kegiatan sosial salah satunya kegiatan kemanusiaan.
Pendidikan Anti Korupsi: Dari Edukasi, Industri, Hingga Televisi Yonanda Pratama; Ade Arif Abdillah; Dewi Oktaviani Hidayat; Fatimahtuz Zahra Asy Sopha
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 10 (2021): Oktober
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v1i10.506

Abstract

Ranah afektif dan ranah psikomotorik ini sangatlah penting untuk melakukan penerimaan materi berupa tentang pemahaman pendidikan anti korupsi yang nanti pada akhirnya akan memberikan dampak pada siswa berupa akhlak untuk memahami tentang anti cara mencegah tindakan korupsi, dalam proses pembelajaran yang dilakukan di lingkungan sekolah ini juga memberikan dampak yang signifikan terutama pada aspek kejujuran, aspek kedisiplinan, dan aspek bertanggung jawab yang kesemuanya ini akan membentuk siswa agar tidak melakukan tindak korupsi walaupun sedikit. Salah satu mata pelajaran yang berisi tentang pendidikan anti korupsi adalah pendidikan kewarganegaraan yang dalam hal ini membentuk siswa yang mempunyai sikap bertanggung jawab, sikap kejujuran dan sikap bertanggung jawab, proses pembelajaran pendidikan kewarganegaraan biasanya menggunakan pembelajaran konstekstual di dalam penerapaan ini pembelajarannya dapat berjalan dengan baik dan dapat beralan secara efektif. Pendidikan anti korupsi yang tertuang dalam mata pelajaran PKn ini dapat di dasarkan pada esensi yang mengandung bahwa pengetahuan adalah hasil yang sangat konkret untuk membangun manusia dalam kognitifnya dan pengalaman yang ada di sekitarnya ini akan membawa dampak positif bagi individu.
Peran Warga Negara Muda Dalam Upaya Pengembangan Konsep Go Green Untuk Masa Depan Bangsa Ahman Tosy Hartino; Ayuning Bhetari; Desi Ratna Suri; Fifi Octaviani; Nina Karerina; Purnianingsih Purnianingsih
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 11 (2021): November
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v1i11.507

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran warga negara muda dalam mengupayakan konsep go green. Hal ini dilakukan untuk menjaga lingkungan global demi masa depan bangsa Indonesia. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan literatur. Hasil penelitian mencakup tiga hal yang perlu diperhatikan warga negara muda dalam membuat gerakan go green yaitu: reduce, reuse, recycle. Ketiga dasar gerakan go green tersebut jika dilakukan oleh warga negara muda secara berkala agar mempunyai tempat tinggal layak huni yang nyaman dan bersih untuk seluruh warga negara. Selain itu, warga negara muda mempunyai sikap untuk menilai lingkungan yang saat ini menjadi tempat tinggal. Sikap warga negara muda terhadap kepeduliannya terhadap lingkungan hidup merupakan penentu baik buruknya kondisi lingkungan. Sikap peduli lingkungan dibiasakan pada generasi muda sebagai bekal untuk mengelola lingkungan hidup. Rekomendasi penelitian, warga negara muda harus mempunyai upaya dan rencana ke depan untuk membuat lingkungan menjadi layak huni, sesuai dengan tiga gerakan go green.
Signifikansi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Memaksimalkan Kompetensi Warga Negara Berchah Pitoewas; Muhammad Mona Adha; Eska Prawisudawati Ulpa; Rohman Rohman; Ahman Tosy Hartino; Rhosita Rhosita
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 12 (2021): Desember
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v1i12.508

Abstract

Pendidikan Kewarganegaraan merupakan salah satu mata pelajaran yang menjadi peran utama dalam pengembangan nilai pengetahuan, nilai karakter, dan nilai moral etika. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dimana penelitian ini menghasilkan informasi berupa catatan dan data deskriptif yang terdapat di dalam teks yang diteliti. Hasil penelitian memaparkan bahwa materi pendidikan kewarganegaraan memuat tentang pembelajaran salah satunya tentang pembentukan karakter peserta ternyata PPKn tidak hanya membahas tentang pengetahuan saja, namun juga adanya pembelajaran tentang karakter dan nilai yang mana tidak dipelajari seluruhnya dimata pelajaran lainnya. Mata pelajaran PPKn sering kali seorang pendidik hanya menekankan pada ranah kognitif siswa saja tanpa menekankan ranah afektif dan psikomotorik sehingga siswa hanya mampu memahami tentang pengetahuan tentang kewarganegaraan. Tetapi, tidak mampu mengimplementasikan kewarganegaraan dalam kehidupan sehari hari. Oleh sebab itu seorang pendidik dituntut untuk mampu menyeimbangkan antara ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik harus saling seimbang dan selaras agar tujuan dari mata pelajaran kewarganegaraan itu tercapai.
Efektivitas Pelaksanaan Pembelajaran Daring terhadap Pembentukan Keadaban Peserta Didik pada Mata Pelajaran PPKn Wiwin Winarningsih; Muhammad Mona Adha; Abdul Halim
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 1 (2022): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v2i1.512

Abstract

Pembentukan watak serta peradaban bangsa yang bermartabat merupakan tujuan dari pendidikan nasional. Salah satu langkah untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan dihadirkannya mata pelajaran PPKn sebagai mata pelajaran yang diharapkan dapat membentuk keadaban peserta didik. Namun pada saat pembelajaran daring dilakukan, untuk sekedar memberikan materi pelajaran pun kesulitan karena banyaknya kendala yang menjadi penghambat. Oleh karena itu, penelitin ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis efektivitas pelaksanaan pembelajaran daring terhadap pembentukan keadaban peserta didik pada mata pelajaran PPKn di SMA Negeri 1 Warunggunung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data di lapangan dilakukan dengan cara observasi, dokumentasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran daring di SMA Negeri 1 Warunggunung belum berjalan efektif dikarenakan keterbatasan teknologi diantaranya yaitu fasilitas yang tidak mendukung, jaringan internet yang tidak stabil, serta tidak adanya kuota. Hal tersebut berpengaruh pada proses pembelajaran mata pelajaran PPKn, yang mana keadaban peserta didik menjadi sulit untuk dibentuk karena interkasi antara pendidik dan peserta didik sangat terbatas.
Penanaman Pendidikan Karakter Dalam Mengembangkan Warga Negara Pada Era Generasi Milenial Soni Ariatama; Aldy Prayoga; Fatimahtuz Zahra Asy Sopha; Mey Shin Anggraini; Wulan Handayani
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 2 (2022): Februari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v2i2.513

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kemampuan berpikir kritis dan mengetahui cara mendidik karakter generasi milenial agar menjadi generasi yang cerdas dan berkarakter sehingga mamapu bersaing dengan masyarakat global di era globalisasi saat ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini bersifat studi pustaka. Proses analisis data yang digunakan peneliti adalah reduksi data, display data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa karakter yang baik berkaitan dengan mengetahui yang baik (knowing the good), mencintai yang baik (loving the good), dan melakukan yang baik (acting the good). Ketiga ideal ini satu sama lain sangat berkaitan. Agar tercapainya karakter yang baik maka ini bukan hanya menjadi tugas guru Pendidikan Kewarganegaraan dalam membentuk karakter tersebut, melainkan ini menjadi kewajiban bagi semua tenaga kerja pendidik untuk menciptakan generasi milenial yang tidak hanya cerdas tetapi juga memiliki karakter yang baik, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara berpikir kritis dan konsep diri dengan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan.

Page 5 of 26 | Total Record : 260


Filter by Year

2021 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 Tahun 2025 Vol. 5 No. 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2025 Vol. 5 No. 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025 Vol. 5 No. 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2025 Vol. 4 No. 12 (2024): Desember Vol. 4 No. 11 (2024): November Vol. 4 No. 10 (2024): Oktober Vol. 4 No. 9 (2024): September Vol. 4 No. 8 (2024): Agustus Vol. 4 No. 7 (2024): Juli Vol. 4 No. 6 (2024): Juni Vol. 4 No. 5 (2024): Mei Vol. 4 No. 4 (2024): April Vol. 4 No. 3 (2024): Maret Vol. 4 No. 2 (2024): Februari Vol. 4 No. 1 (2024): Januari Vol. 3 No. 12 (2023): Desember Vol. 3 No. 11 (2023): November Vol. 3 No. 10 (2023): Oktober Vol. 3 No. 9 (2023): September Vol. 3 No. 8 (2023): Agustus Vol. 3 No. 7 (2023): Juli Vol. 3 No. 6 (2023): Juni Vol. 3 No. 5 (2023): Mei Vol. 3 No. 4 (2023): April Vol. 3 No. 3 (2023): Maret Vol. 3 No. 2 (2023): Februari Vol. 3 No. 1 (2023): Januari Vol. 2 No. 12 (2022): Desember Vol. 2 No. 11 (2022): November Vol. 2 No. 10 (2022): Oktober Vol. 2 No. 9 (2022): September Vol. 2 No. 8 (2022): Agustus Vol. 2 No. 7 (2022): Juli Vol. 2 No. 6 (2022): Juni Vol. 2 No. 5 (2022): Mei Vol. 2 No. 4 (2022): April Vol. 2 No. 3 (2022): Maret Vol. 2 No. 2 (2022): Februari Vol. 2 No. 1 (2022): Januari Vol. 1 No. 12 (2021): Desember Vol. 1 No. 11 (2021): November Vol. 1 No. 10 (2021): Oktober Vol. 1 No. 9 (2021): September Vol. 1 No. 8 (2021): Agustus Vol. 1 No. 7 (2021): Juli Vol. 1 No. 6 (2021): Juni Vol. 1 No. 5 (2021): Mei Vol. 1 No. 4 (2021): April Vol. 1 No. 3 (2021): Maret Vol. 1 No. 2 (2021): Februari Vol. 1 No. 1 (2021): Januari More Issue