cover
Contact Name
Ahmad Mukhlasin
Contact Email
hazharialvan2193@gmail.com
Phone
+6285712383804
Journal Mail Official
hazharialvan2193@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kemerdekaan Barat No 17 Kesugihan Kidul Kabupaten Cilacap Jawa Tengah
Location
Kab. cilacap,
Jawa tengah
INDONESIA
Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam
ISSN : -     EISSN : 27751775     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam adalah jurnal berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap. Jurnal ini mengkhususkan diri pada pengkajian bidang dakwah dan komunikasi. Jurnal HUJJAH terbit dua kali dalam setahun.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 55 Documents
PENDEKATAN BEHAVIORISME DALAM DAKWAH USTADZ HANAN ATTAKI DI CHANNEL YOUTUBE UMMAINDONESIA TENTANG URGENSI SHALAT Prasetyo, Muh. Rezki; Muliadi, Mus; Qudratullah
Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 9 No. 2 (2025): Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/hjh.v9i2.1865

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan teori behaviorisme dalam dakwah Ustadz Hanan Attaki terkait urgensi pelaksanaan shalat melalui channel YouTube Ummaindonesia. Dakwah di era digital menuntut pendekatan yang adaptif dan komunikatif, khususnya dalam membentuk perilaku religius generasi muda. Teori behaviorisme, yang menekankan perubahan perilaku melalui mekanisme stimulus, respons, dan reinforcement, menjadi kerangka analisis yang relevan untuk memahami efektivitas metode dakwah Ustadz Hanan Attaki. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), mengumpulkan data dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan video dakwah Ustadz Hanan Attaki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ustadz Hanan Attaki berhasil mengimplementasikan prinsip behaviorisme melalui penggunaan stimulus negatif berupa penekanan konsekuensi meninggalkan shalat, reinforcement positif melalui penjelasan kedudukan shalat sebagai amal pertama yang akan dihisab. Gaya penyampaian yang komunikatif, tidak menghakimi, dan menggunakan bahasa yang dekat dengan keseharian anak muda memperkuat efektivitas dakwah dalam membentuk kesadaran dan kebiasaan shalat pada jamaah. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan behaviorisme dalam dakwah merupakan strategi efektif untuk membentuk perilaku religius yang kuat dan berkelanjutan.
ISLAM NUSANTARA SEBAGAI PARADIGMA MODERASI ISLAM DI ERA GLOBALISASI DAN MODERNISASI Khoeriyah, Wahyu; Saefullah, Aris
Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 9 No. 2 (2025): Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/hjh.v9i2.1871

Abstract

Islam Nusantara merupakan representasi khas praktik keislaman di Indonesia yang menekankan nilai-nilai moderasi, toleransi, dan inklusivitas, sekaligus berakar kuat pada kearifan lokal dan budaya Nusantara. Konsep ini lahir sebagai respons terhadap dinamika sosial-budaya di tengah arus globalisasi dan modernisasi yang menuntut adaptasi nilai keagamaan tanpa menanggalkan identitas budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan untuk menganalisis literatur dan dokumen terkait Islam Nusantara, moderasi Islam, serta pengaruh globalisasi terhadap praktik keberagamaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam Nusantara menegaskan keseimbangan antara ajaran agama dan budaya lokal, memperkuat nilai-nilai toleransi dan inklusivitas, serta berkontribusi terhadap penguatan moderasi beragama dalam masyarakat pluralistik. Selain itu, Islam Nusantara berperan signifikan dalam mencegah radikalisme, memperkuat harmoni sosial, dan memfasilitasi dialog antarbudaya. Dengan demikian, Islam Nusantara dapat diposisikan sebagai paradigma moderasi Islam yang relevan dan strategis dalam menghadapi tantangan global kontemporer.
PENERIMAAN DIRI PASCA KEGAGALAN ANALISIS PESAN KOMUNIKASI AGAMA DALAM MENGATASI RASA BERSALAH DAN SELF BLAME Faikah, Nurul; Edrian; Qudratullah
Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 9 No. 2 (2025): Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/hjh.v9i2.1872

Abstract

Kegagalan adalah bagian dari kehidupan yang sering memicu perasaan bersalah atau menyalahkan diri sendiri, terutama ketika diperumit oleh keyakinan agama yang kaku pandangan bahwa kegagalan mencerminkan dosa moral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi agama (melalui ceramah, nasihat, doa, dan refleksi spiritual) dalam proses penerimaan diri pasca-kegagalan, dengan fokus pada mitigasi rasa bersalah dan menyalahkan diri. Penelitian kualitatif ini melibatkan wawancara mendalam dengan sepuluh dewasa muda yang mengalami kegagalan signifikan (akademik, pekerjaan, hubungan sosial) dan analisis konten cerita agama dari sumber digital seperti khotbah dan artikel dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan komunikasi agama yang berfokus pada pengampunan Tuhan, makna takdir, dan refleksi spiritual secara signifikan mendorong penerimaan diri. Individu belajar melepaskan rasa bersalah melalui mengakui kesalahan, mencari pengampunan, dan memahami esensi kesalahan tersebut. Penerimaan diri, sebagai kunci pemulihan Kebutuhan Penghargaan dan kelanjutan menuju Aktualisasi Diri (berdasarkan kerangka humanistik), dipengaruhi oleh pemahaman agama yang mendalam, dukungan komunitas, dan kompetensi emosional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi agama yang efektif mampu menjadi mekanisme koping yang kuat. Kontribusi penelitian adalah merekomendasikan pemuka agama dan konselor spiritual untuk mengintegrasikan pendekatan psikologi agama dalam dakwah dan konseling spiritual guna mempromosikan literasi agama yang sehat. Studi kuantitatif lebih lanjut diperlukan untuk menguji Kata Kunci: Penerimaan diri, self-blame, rasa bersalah, komunikasi agama, psikologi agama, konseling spiritual Abstract Failure is an inevitable part of life that often triggers feelings of guilt or self-blame, particularly when complicated by rigid religious belief—the view that failure reflects moral sin. This study aims to analyze the role of religious communication (through sermons, advice, prayer, and spiritual reflection) in the process of self-acceptance post-failure, focusing on mitigating guilt and self-blame. This qualitative research employed in-depth interviews with ten young adults who experienced significant failures (academic, occupational, social relationships) and content analysis of religious narratives from digital sources such as sermons and articles. The findings indicate that religious communication messages emphasizing God's forgiveness, the meaning of destiny, and spiritual reflection significantly facilitate self-acceptance. Individuals learn to release guilt by acknowledging their mistakes, seeking forgiveness, and understanding the essence of error. Self-acceptance, identified as the key to restoring Esteem Needs and continuing the path toward Self-Actualization (based on a humanistic framework), is influenced by profound religious understanding, community support, and emotional competence. The study concludes that effective religious communication serves as a powerful coping mechanism. The research contribution is a recommendation for religious leaders and spiritual counselors to integrate approaches from the psychology of religion into their outreach and spiritual counseling to promote healthy religious literacy. Further quantitative studies are needed to test religion-based interventions for self-acceptance. Keywords: self-acceptance, self-blame, guilt, religious communication, psychology of religion, spiritual counseling.
TRADISI KEISLAMAN DALAM BINGKAI MAZHAB: STUDI KOMPARATIF MAROKO DAN INDONESIA BERDASARKAN KONTEN AKUN INSTAGRAM @AQSHOHAZIQ Azrel Pamula, Alma; Ayu Saputri, Isna; Mutsirotunnafisah; Ulfa, Lailatul; Siyono
Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 9 No. 2 (2025): Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/hjh.v9i2.1874

Abstract

This study examines how Islamic traditions in Morocco and Indonesia are represented through the Instagram account @aqshohaziq, and how these representations illustrate the interplay between madhhab, culture, and religious practices. Employing a qualitative descriptive-comparative approach, this research integrates digital ethnography and thematic content analysis to interpret photos, videos, captions, and user interactions related to religious rituals, Qur’anic literacy, and socio-religious structures. The findings indicate that Morocco embodies a highly institutionalized model of religiosity rooted in the Maliki madhhab, Sufi heritage, and state-centered authority, resulting in disciplined and uniform religious expressions. In contrast, Indonesia presents a more community-driven and culturally diverse religious landscape, shaped by the Syafi‘i madhhab and embedded local traditions. The study concludes that social media functions not merely as a documentation platform but also as a dynamic space where Islamic identities are negotiated and represented to a global audience. These insights enrich digital Islamic studies and comparative madhhab research by demonstrating how religious practices adapt, converge, and diverge across different cultural settings.
RESEPSI AUDIENS TERHADAP DAKWAH HUMANIS DI INSTAGRAM: ANALISIS KONTEN REFLEKTIF AKUN INSTAGRAM @SANTOSIM: ANALISIS KONTEN REFLEKTIF AKUN INSTAGRAM @SANTOSIM Artanti, Desnas; Saefullah, Aris
Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 9 No. 2 (2025): Hujjah: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/hjh.v9i2.1910

Abstract

Abstrak Perkembangan media sosial telah mendorong pergeseran dakwah menuju pendekatan yang lebih dialogis dan humanis di ruang digital. Penelitian ini menganalisis resepsi audiens terhadap dakwah humanis yang disampaikan melalui akun Instagram @santosim, yang menonjolkan nilai refleksi, empati, dan spiritualitas keseharian. Menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif melalui analisis isi netnografis, penelitian ini mengamati interaksi audiens pada kolom komentar, like, dan share. Hasil penelitian menunjukkan tiga bentuk resepsi utama: afirmatif, introspektif, dan partisipatoris. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan dakwah humanis tidak hanya ditentukan oleh isi pesan, tetapi oleh kemampuan membangun ruang dialogis yang memungkinkan audiens turut membentuk makna dakwah. Dakwah humanis potensial memperkuat spiritualitas inklusif dan moderasi beragama di media digital. Kata Kunci: dakwah humanis, resepsi audiens, netnografi, media sosial Abstract Social media has encouraged a shift in Islamic preaching toward more dialogical and humanistic approaches in digital public spheres. This study analyzes audience reception of humanistic dakwah conveyed through the Instagram account @santosim, which emphasizes reflection, empathy, and everyday spirituality. Using a qualitative interpretive approach and netnographic content analysis, audience interactions through comments, likes, and shares were examined. The findings reveal three dominant reception types: affirmative, introspective, and participatory. The study highlights that the effectiveness of humanistic dakwah lies not only in message content but in its ability to construct dialogical digital spaces that enable shared meaning-making between creator and audiences. Humanistic dakwah has strategic potential in promoting inclusive spirituality and religious moderation within digital environments. Keywords: humanistic dakwah, audience reception, netnography, social media