cover
Contact Name
Abdul Muis
Contact Email
muis@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
bambang.bs@unram.ac.id
Editorial Address
Jln. Pendidikan No. 62 Mataram Fakultas Pertanian Universitas Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : 28303431     DOI : https://doi.org/10.29303/jima.v1i3
JIMA (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek merupakan media jurnal elektronik ilmiah yang dikelola oleh Fakultas Pertanian Universitas Mataram. JIMA sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi atau tugas akhir mahasiswa yang diterbitkan sebanyak tiga periode, yaitu pada Maret, Juli, dan November. Focus JIMA, pada publikasi hasil penelitian, kajian, dan gagasan pengembangan ilmu pengetahuan bidang agrokomplek (agroekoteknologi, agribisnis, ilmu tanah, ilmu kehutanan, dan budidaya perikanan serta ilmu kelautan). JIMA, menerima artikel yang belum pernah dipublikasi dalam bentuk media publikasi apapun. Tim Redaksi JIMA berhak memperbaiki tata tulis artikel tanpa merubah isi tulisan. Artikel dimuat setelah melalui tahap editing dan reviewing.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 429 Documents
Analisis Kelayakan Usahatani Kubis (Brassica oleracea L.) di Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur Gina Aryani; Rizal Ahmadi; Rini Endang
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/anq5g422

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis biaya produksi, pendapatan, dan kelayakan usahatani kubis di Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan data primer yang dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Analisis dilakukan menggunakan perhitungan biaya total, penerimaan, pendapatan, dan R/C ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya produksi tercatat sebesar Rp12.299.904 per LLG, sedangkan nilai produksi sebesar Rp38.880.000 per LLG. Pendapatan bersih yang dilaporkan mencapai Rp22.692.996 per LLG atau Rp81.046.413 per ha, dengan nilai R/C ratio sebesar 1,84. Nilai R/C ratio yang lebih besar dari satu menunjukkan bahwa usahatani kubis secara ekonomi layak diusahakan. Temuan ini memberikan informasi praktis bagi petani dalam pengendalian biaya produksi dan bagi pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan usahatani kubis.
Pengujian Lima Bioinsektisida terhadap Hama Oteng-oteng (Aulacophora sp.) pada Budidaya Melon Berkelanjutan Uswatun Hasanah; M. Sarjan; Wahyu Astiko
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/dt1yeb24

Abstract

Melon (Cucumis melo L.) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi, tetapi produktivitasnya sering terhambat oleh serangan hama oteng-oteng (Aulacophora sp.) yang merusak daun, bunga, dan buah muda. Ketergantungan petani pada pestisida sintetis berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan, serta menghambat akses ke pasar produk organik. Berbeda dari penelitian sebelumnya yang umumnya menguji satu jenis bioinsektisida secara terpisah, penelitian ini menghadirkan kajian komparatif terhadap lima jenis bioinsektisida sekaligus dalam satu rancangan percobaan, guna menganalisis pengaruhnya terhadap populasi dan intensitas serangan Aulacophora sp., serta menentukan perlakuan paling efektif dalam budidaya melon berkelanjutan. Penelitian dilaksanakan di Desa Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, pada September–Desember 2025, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan enam perlakuan dan empat ulangan. Data dianalisis menggunakan ANOVA taraf 5%, uji BNJ 5%, dan regresi linear sederhana. Hasil menunjukkan bahwa seluruh perlakuan bioinsektisida secara nyata menekan populasi imago dan intensitas serangan Aulacophora sp. dibandingkan dengan kontrol yang tidak diberi perlakuan. Bubuk mimba dan Beauveria bassiana menunjukkan efektivitas paling konsisten, dengan populasi imago dan intensitas serangan terendah di antara seluruh perlakuan yang diuji. Analisis regresi menunjukkan hubungan yang kuat antara populasi imago dan intensitas serangan (R = 0,873; R² = 0,762). Dengan demikian, mimba dan Beauveria bassiana berpotensi menjadi alternatif bioinsektisida yang efektif dan ramah lingkungan untuk mengendalikan hama oteng-oteng pada budidaya melon berkelanjutan. Kajian komparatif lima bioinsektisida ini memberikan dasar empiris yang lebih komprehensif bagi petani dalam memilih agen pengendali hayati yang paling sesuai untuk pengendalian hama terpadu pada budidaya melon.
Evaluasi Preferensi Konsumen Kopi Arabika Gayo Specialty pada Coffee Shop and Roastery di Kota Medan Sylvia Gara Dhita
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/5q5qkk03

Abstract

Kopi Arabika Gayo Specialty merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia dengan karakteristik sensori khas dan semakin diminati oleh konsumen. Meningkatnya konsumsi kopi specialty mendorong coffee shop and roastery untuk memahami preferensi dan tingkat kepuasan konsumen sebagai dasar dalam menyusun strategi pengembangan produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi preferensi dan tingkat kepuasan konsumen terhadap Kopi Arabika Gayo Specialty pada coffee shop and roastery di Kota Medan. Penelitian menggunakan metode survei dengan teknik purposive sampling terhadap 120 konsumen. Analisis data dilakukan menggunakan Multiatribut Fishbein, Customer Satisfaction Index (CSI), dan Importance Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aftertaste merupakan atribut yang paling berpengaruh dalam membentuk preferensi konsumen. Nilai Customer Satisfaction Index (CSI) menunjukkan bahwa tingkat kepuasan konsumen berada pada kategori sangat puas terhadap kualitas Kopi Arabika Gayo Specialty, sedangkan hasil Importance Performance Analysis (IPA) mengidentifikasi aroma sebagai atribut yang menjadi prioritas utama untuk ditingkatkan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas aroma pada coffee shop and roastery perlu diprioritaskan melalui pengendalian mutu coffee beans, konsistensi proses roasting, teknik penyeduhan, serta mempertahankan kualitas cita rasa, aftertaste, dan keasaman untuk meningkatkan kepuasan sekaligus memperkuat preferensi konsumen terhadap Kopi Arabika Gayo Specialty.
Efektivitas beberapa Bioinsektisida (Nabati dan Hayati) terhadap Perkembangan Hama Kumbang Epilachna sp. pada Budidaya Melon (Cucumis melo L.) secara Berkelanjutan Padia Rahmayani; M. Sarjan; M. Taufik Fauzi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/qh7w5142

Abstract

Kerusakan daun akibat kumbang Epilachna sp. merupakan salah satu kendala pada budidaya melon, sementara penggunaan insektisida sintetis secara intensif berpotensi menimbulkan resistensi hama dan pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh dan efektivitas beberapa bioinsektisida nabati dan hayati terhadap populasi serta intensitas serangan Epilachna sp. dan menentukan perlakuan yang paling efektif. Kebaruan penelitian ini terletak pada perbandingan langsung tiga bioinsektisida nabati dan dua agens hayati dalam satu percobaan pada tanaman melon di Sembalun. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan enam perlakuan dan empat ulangan, yaitu kontrol (P0), ekstrak daun paitan (P1), Beauveria bassiana (P2), ekstrak kulit batang tembakau (P3), Bacillus thuringiensis (P4), dan mimba (P5). Parameter yang diamati meliputi populasi hama dan intensitas serangan. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), uji Beda Nyata Jujur (BNJ) taraf 5%, dan regresi linear sederhana. Seluruh perlakuan bioinsektisida menghasilkan populasi dan intensitas serangan yang lebih rendah dan berbeda nyata dibandingkan kontrol. Perlakuan mimba (P5) menghasilkan nilai terendah pada kedua parameter dan menunjukkan efektivitas terbaik dalam menekan intensitas serangan. Analisis regresi menunjukkan hubungan positif antara populasi hama dan intensitas serangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mimba berpotensi digunakan sebagai alternatif pengendalian Epilachna sp. yang lebih ramah lingkungan pada budidaya melon.
Peran Gen Padi (Oryza sativa L.) Hasil Persilangan IPB 3S x Beaq Ganggas dan Resiproknya I Gusti Ayu Putu Noveliana Pratiwi; I Gusti Putu Muliarta Aryana; I Wayan Sudika
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/4dthtp50

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran gen serta pengaruh resiprokal pada karakter kuantitatif F1 hasil persilangan varietas IPB 3S dan padi beras merah lokal Beaq Ganggas. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari hingga Juni 2025 di Narmada, Lombok Barat, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 4 perlakuan (IPB 3S, Beaq Ganggas, F1 IPB 3S x Beaq Ganggas, dan F1 Resiprok) dengan 6 ulangan. Data dianalisis menggunakan perhitungan nisbah potensi (hp) untuk mengidentifikasi aksi gen, serta pengujian rerata karakter kuantitatif menggunakan uji-t untuk melihat adanya pengaruh efek maternal. Hasil penelitian menunjukkan karakter kuantitatif yang diamati pada F1 IPB 3S x Beaq Ganggas dan resiproknya pada karakter tinggi tanaman, jumlah anakan produktif per rumpun, jumlah anakan non produktif per rumpun, luas daun, panjang malai dan berat 100 butir dikendalikan oleh aksi gen dominan sebagian, karakter umur berbunga pada resiproknya dikendalikan oleh aksi gen dominan sempurna, karakter tinggi tanaman, jumlah anakan non produktif per rumpun, luas daun, panjang malai, jumlah gabah berisi per malai, jumlah gabah hampa per malai, berat 100 butir, berat gabah per rumpun, umur berbunga dan umur panen dikendalikan oleh aksi gen overdominan, dan pada umur panen resiproknya tidak terdapat dominansi. Karakter tinggi tanaman, jumlah anakan produktif per rumpun, panjang malai, jumlah gabah berisi per malai, berat 100 butir, berat gabah per rumpun dan umur berbunga menunjukkan adanya pengaruh tetua betina (maternal effect), sedangkan pada karakter jumlah anakan non produktif per rumpun, luas daun, dan jumlah gabah hampa per malai tidak menunjukkan adanya pengaruh tetua betina (maternal effect).
Evaluasi Implementasi Kebijakan Layanan Ruang Terbuka Hijau di Kota Mataram: Perspektif Masyarakat dan Pemangku Kepentingan Amir Fauji
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/2kdgxn75

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan komponen vital dalam menjaga keseimbangan ekologis dan kualitas hidup di kawasan perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi kebijakan layanan RTH di Kota Mataram berdasarkan gambaran hubungan antara distribusi RTH dan sebaran kawasan permukiman. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap 10 informan purposive sampling, observasi lapangan, studi dokumen kebijakan, serta pemetaan visual overlay menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total RTH Kota Mataram tercatat seluas 1.079,73 ha (17,61% dari luas kota), namun komposisinya masih didominasi oleh RTH perkebunan/pertanian seluas 963,69 ha. Sementara itu, ketersediaan RTH publik aktif seperti taman (27,45 ha) dan lapangan (29,94 ha) sangat terbatas serta tidak sebanding dengan luas kawasan permukiman yang mencapai 2.789,79 ha. Secara spasial, RTH publik cenderung mengelompok pada koridor utama dan pusat kota, sehingga memicu ketimpangan dan kesenjangan aksesibilitas (spatial inequity) bagi masyarakat di kantong-kantong permukiman padat. Kendala utama implementasi kebijakan bersumber dari laju urbanisasi, alih fungsi lahan, keterbatasan anggaran, serta perencanaan tata ruang daerah yang masih berfokus pada target luasan agregat kota dibanding pemerataan jangkauan lokasi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penetapan target indikator RTH per kecamatan yang operasional, pemanfaatan lahan pemda mangkrak untuk pocket parks, serta penguatan kolaborasi Quadruple Helix.
Indeks Kompetisi Gulma Teki (Cyperus rotundus L.) dan Kehilangan Hasil Bawang Merah di Lahan Kering Ni Luh Shanti Adriani; I Ketut Ngawit; I Wayan Sutresna
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/b2adnp69

Abstract

Penelitian eksperimental dengan model percobaan aditif bertujuan untuk mengetahui pengaruh kerapatan populasi teki terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah, indeks kompetisi dan kehilangan hasil bawang merah akibat kompetisi teki. Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri atas 7 perlakuan tanaman bawang merah mengalami saingan gulma teki dengan kerapatan 0, 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 rumpun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan populasi teki berpengaruh signifikan terhadap Relative Growth Rate tinggi tanaman⁻¹, jumlah daun, jumlah anakan, bobot biomassa kering dan bobot umbi konsumsi bawang merah. Bawang merah mengalami tekanan pertumbuhan dan hasil secara signifikan setelah mendapat saingan teki dengan kerapatan populasi 2-3 rumpun tanaman⁻¹, sehingga pertumbuhan dan hasil bawang merah tidak bisa diselamatkan setelah mendapat saingan teki 4 - 6 rumpun tanaman⁻¹. Indeks kompetisi teki terhadap bawang merah umur 28, 56 dan 84 HST sebesar 0,1779, 0,1945 dan 0,2055. Akibatnya, kehilangan hasil bawang merah mencapai 28,00%, 45,00% dan 58,00%. Hasilini relevan dengan prediksi kehilangan hasil bawang merah yang dihitung dengan parameter dominansi terbobot, yaitu 27,857%, 45,045% dan 58,126%. Populasi teki yang dapat ditolerir kehadirannya pada tanaman bawang merah 1 rumpun tanaman⁻¹. Keberadaan gulma teki pada tanaman bawang merah harus segera disiangi jika jumlah populasinya telah mencapai 2 rumpun tanaman⁻¹.
Interaksi Herbisida dan Pupuk Kandang Sapi terhadap Efektivitas Pengendalian Gulma dan Persistensi pada Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) Irgunawan; Baidhawi; Laila Nazirah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/cpfh6940

Abstract

Pengendalian gulma dengan meminimalisasi pengolahan tanah merupakan strategi penting dalam mendukung sistem budidaya kedelai berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis interaksi jenis herbisida dan dosis pupuk kandang sapi terhadap efektivitas pengendalian gulma, perubahan aktivitas biologis herbisida selama periode pengamatan, serta bobot biji dan hasil kedelai. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah jenis herbisida pada tiga taraf, yaitu J0 = tanpa herbisida, J1 = metolachlor, dan J2 = pendimethalin. Faktor kedua adalah pupuk kandang sapi pada tiga taraf, yaitu P0 = 0, P1 = 10, dan P2 = 15 ton/ha, masing-masing setara dengan 0, 6, dan 9 kg/plot. Hasil menunjukkan adanya interaksi sangat nyata antara jenis herbisida dan pupuk kandang sapi terhadap populasi gulma pada 42 HST, bobot kering gulma pada 21 dan 42 HST, bobot biji per petak, dan hasil produksi per hektar, serta interaksi nyata terhadap populasi gulma pada 21 HST. Kombinasi J2P2 menghasilkan bobot biji dan hasil produksi tertinggi, masing-masing 91,60 g per petak dan 1,83 ton/ha. Efektivitas pengendalian gulma menurun dari 21 ke 42 HST pada perlakuan herbisida. Dengan demikian, perubahan aktivitas herbisida selama pengamatan ditafsirkan secara terbatas berdasarkan respons bioassay dan bukan sebagai pengukuran residu kimia secara langsung.
Pertumbuhan dan Hasil Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.) pada Hidroponik Wick dengan AB-Mix dan POC Air Cucian Beras Septiarini Zuliati; Safrizal; Nazimah; Almuna Ramadhani; Amar Jaya S
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/8zz84j13

Abstract

Bayam merah (Amaranthus tricolor L.) merupakan sayuran bergizi tinggi dengan permintaan pasar yang meningkat, tetapi produksi nasionalnya menurun. Sistem hidroponik sumbu (wick system) dengan kombinasi nutrisi AB-Mix dan pupuk organik cair (POC) air cucian beras berpotensi menjadi alternatif budidaya yang efisien pada lahan terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh konsentrasi AB-Mix, dosis POC, serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil bayam merah. Percobaan dilaksanakan di Greenhouse Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh, Aceh Utara, pada Desember 2025–Februari 2026 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi AB-Mix (600, 800, dan 1.000 ppm), sedangkan faktor kedua adalah dosis POC (10, 20, dan 30 mL/L). Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi AB-Mix berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar, bobot kering, dan kandungan klorofil, dengan hasil terbaik pada 1.000 ppm (tinggi tanaman 40,40 cm; bobot segar 19,77 g; kandungan klorofil 8,82 CCI). Pemberian POC secara tunggal hanya berpengaruh nyata terhadap jumlah daun pada 28 HST, dengan hasil terbaik pada dosis 30 mL/L. Interaksi nyata teramati pada tinggi tanaman, jumlah daun, dan bobot akar segar, dengan kombinasi terbaik AB-Mix 1.000 ppm + POC 30 mL/L. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nutrisi anorganik dan organik dapat meningkatkan efisiensi budidaya bayam merah pada sistem hidroponik sumbu. Kombinasi AB-Mix 1.000 ppm dengan POC 30 mL/L direkomendasikan sebagai acuan praktis untuk budidaya rumah tangga maupun komersial.