cover
Contact Name
Abdul Muis
Contact Email
muis@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
bambang.bs@unram.ac.id
Editorial Address
Jln. Pendidikan No. 62 Mataram Fakultas Pertanian Universitas Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : 28303431     DOI : https://doi.org/10.29303/jima.v1i3
JIMA (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek merupakan media jurnal elektronik ilmiah yang dikelola oleh Fakultas Pertanian Universitas Mataram. JIMA sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi atau tugas akhir mahasiswa yang diterbitkan sebanyak tiga periode, yaitu pada Maret, Juli, dan November. Focus JIMA, pada publikasi hasil penelitian, kajian, dan gagasan pengembangan ilmu pengetahuan bidang agrokomplek (agroekoteknologi, agribisnis, ilmu tanah, ilmu kehutanan, dan budidaya perikanan serta ilmu kelautan). JIMA, menerima artikel yang belum pernah dipublikasi dalam bentuk media publikasi apapun. Tim Redaksi JIMA berhak memperbaiki tata tulis artikel tanpa merubah isi tulisan. Artikel dimuat setelah melalui tahap editing dan reviewing.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 409 Documents
Peningkatan Produktivitas dan Mutu Benih Mentimun (Cucumis sativus L.) Hibrida TJS-A01 dengan Teknik Pemangkasan Pucuk dan Pemeliharaan Cabang Cristiani Pereira Carlos; Suharno; Sari Megawati; Ari Wibowo
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/s1q5jq29

Abstract

Mentimun merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak dikonsumsi masyarakat di Indonesia. Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengetahui interaksi serta pengaruh teknik pemangkasan pucuk dan pemeliharaan cabang terhadap produktivitas dan mutu benih mentimun (Cucumis sativus L.) Hibrida TJS-A01. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2025 hingga April 2026 di Teaching Factory Celeban dan Laboratorium Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 4 × 3 Faktor yang diuji meliputi pemeliharaan cabang (C0, C1, C2, C3) dan pemangkasan pucuk (P0, P1, P2). Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf nyata 5% dan 1%, kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi nyata antara pemangkasan pucuk dan pemeliharaan cabang terhadap umur berbunga, diameter buah, panjang buah, bobot buah per tanaman, dan kadar air benih. Kombinasi C2P2 menghasilkan diameter buah tertinggi (59,77 mm), panjang buah tertinggi (12,02 cm), dan bobot buah per tanaman tertinggi (511,33 g). Perlakuan C1P1 menghasilkan kadar air benih terendah sebesar 5,31%. Sementara itu, umur panen, jumlah biji per buah, bobot benih per tanaman, bobot 1.000 butir, kemurnian fisik, dan daya berkecambah tidak berbeda nyata antar perlakuan. Secara umum, kombinasi pemeliharaan dua cabang produktif dan pemangkasan pucuk pada ruas ke-6 (C2P2) memberikan respons terbaik terhadap komponen produksi mentimun hibrida TJS-A01.
Peran Perempuan dalam Pengambilan Keputusan Usahatani Kedelai dan Implikasinya terhadap Strategi Pengembangan di Desa Ketara Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah Rismawati Sudarsih; Taslim Sjah; Hayati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/e1xn5661

Abstract

Perempuan memegang peran substansial dalam usahatani kedelai lahan kering, namun keterlibatannya dalam pengambilan keputusan jarang didokumentasikan secara sistematis. Penelitian ini bertujuan mengukur tingkat partisipasi perempuan pada empat tahapan keputusan usahatani, menganalisis peran perempuan dalam pengambilan keputusan, mengidentifikasi faktor internal dan eksternal, dan merumuskan strategi pengembangan usahatani kedelai. Penelitian menggunakan metode survei terhadap lima perempuan tani kedelai yang dipilih secara purposive sampling di Desa Ketara, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Partisipasi diukur menggunakan 21 indikator dengan skala Likert lima titik, sedangkan faktor strategis dikuantifikasi melalui matriks IFAS-EFAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi perempuan secara keseluruhan mencapai skor 3,96 pada kategori tinggi, dengan keterlibatan tertinggi pada tahap perencanaan dan terendah pada tahap produksi. Analisis IFAS-EFAS menempatkan posisi usahatani kedelai pada Kuadran II matriks Internal-Eksternal, yang menunjukkan kapasitas internal kuat namun berhadapan dengan ancaman eksternal yang dominan. Matriks TOWS menghasilkan strategi diversifikasi sebagai prioritas utama, yang berfokus pada pengolahan produk kedelai bernilai tambah dan penguatan kelompok wanita tani. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengintegrasian pengukuran partisipasi perempuan per tahapan keputusan dengan analisis strategis SWOT-IFAS-EFAS-TOWS pada usahatani kedelai lahan kering yang belum pernah dikaji di Lombok Tengah. Temuan ini mengimplikasikan bahwa pemberdayaan perempuan pada usahatani kedelai lahan kering memerlukan konsolidasi kekuatan internal untuk mengantisipasi ancaman pasar dan iklim.
Uji Fisiologi dan Komponen Produksi Akibat Pemberian Dosis Pupuk Nitrogen pada Beberapa Jenis Padi Lokal Aceh (Oryza sativa L.) Raudhatul Fauza; Laila Nazirah; Jamidi; Halim Akbar; Baidhawi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/2v8yrm10

Abstract

Provinsi Aceh merupakan daerah yang sangat kaya akan plasma nutfah padi yang tersebar di berbagai kabupaten yang ada di Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon fisiologi dan komponen produksi beberapa jenis padi local Aceh akibat pemberian dosis pupuk nitrogen. Penelitian ini menggunakan rancangan petak terbagi dalam rancangan acak kelompok pola faktorial yang terdiri dari dua kombinasi perlakuan yaitu faktor 1 sebagai Petak Utama (Nitrogen): N0 (kontrol, N1 = 150 kg/ha), N2 (300 kg/ha), dan faktor 2 sebagai Anak Petak (Jenis Padi) G1 (Padi Siam-siam), G2 (Padi CBD-08), G3 (Padi Romb balap), G4 (Padi Sigunca), G5 (Padi Ciherang) (kontrol). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi dosis pupuk nitrogen dan jenis padi lokal Aceh terhadap uji fisiologi dan komponen produksi memberikan pengaruh sangat nyata terhadap umur berbunga, panjang daun bendera, persentase gabah hampa, dan berpengaruh nyata terhadap persentase gabah berisi dan hasil gabah (ton/ha). Sedangkan pemberian dosis nitrogen berpengaruh sangat nyata terhadap panjang akar tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap berat 1000 butir dan pada perlakuan jenis padi berpengaruh nyata terhadap berat 1000 butir dan berpengaruh sangat nyata terhadap panjang akar. Hasil terbaik didapatkan pada kombinasi perlakuan dosis nitrogen 150 kg/ha dan Padi Sigunca.
Respon Pemberian Pupuk Anorganik dan Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Padi (Oryza sativa L.) Muhammad Assiddiqi; Jamidi; Laila Nazirah; Halim Akbar; Nilahayati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/7vn5g285

Abstract

Peningkatan produktivitas padi nasional saat ini menghadapi berbagai kendala, seperti penurunan kualitas lingkungan, rendahnya efisiensi penggunaan input produksi, serta adanya cekaman biotik dan abiotik yang dapat menurunkan hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pemberian pupuk anorganik dan organik terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa varietas padi. Penelitian ini menggunakan metode rancangan petak terbagi (RPT) dalam RAK dengan dua faktor perlakuan yaitu jenis pupuk (P) dan varietas (V). Faktor 1 Jenis Pupuk terdiri dari 4 taraf yaitu, P1 (Pupuk NPK 40 g/plot), P2 (Pupuk kandang sapi 4 kg/plot), P3 (Pupuk kandang ayam dosis 4 kg/plot), P4 (Pupuk kandang kambing 4 kg/plot) dan Faktor 2 Varietas terdiri dari 4 taraf yaitu, V1 (Varietas Cigeulis), V2 (Varietas Ciherang), V3 (Varietas Inpari 32), V4 (Varietas Mustajab). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jenis pupuk menunjukkan perbedaan pertumbuhan dan produksi tanaman padi. Hal tersebut dapat dilihat peningkatan jumlah anakan umur 40 HST-panen, luas daun umur 20 HST-panen, jumlah daun umur 20 HST-panen, berat gabah per rumpun, dan produksi gabah kering. Hasil terbaik didapatkan pada perlakuan pupuk NPK 40 gram/plot. Penggunaan varietas menunjukkan perbedaan pertumbuhan dan produksi tanaman padi. Hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan tinggi tanaman umur 20-80 HST, jumlah anakan umur 20 HST-panen, luas daun umur 20 HST, berat gabah per rumpun, bobot 1000 butir gabah, dan produksi gabah kering. Hasil terbaik didapatkan pada perlakuan varietas Mustajab.
Respons Pertumbuhan, Produktivitas, dan Kualitas Nutrisi Tomat (Solanum lycopersicum L.) terhadap Optimasi Dosis Pupuk Kalium pada Kondisi Defisit Air Terkontrol Riswanda Sukma Hanifa; M. Taufik Fauzi; A.A. Sudharmawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/zxgth311

Abstract

Kelangkaan air akibat perubahan iklim global menjadi salah satu kendala utama dalam produksi tomat (Solanum lycopersicum L.), khususnya pada lahan kering tropis, karena tanaman ini memiliki nilai ekonomi tinggi namun sensitif terhadap keterbatasan air. Artikel ini bertujuan mengkaji respons fisiologis dan agronomis tomat terhadap interaksi defisit air dan pemupukan kalium, meliputi status hidrasi tanaman melalui kandungan air relatif, pertumbuhan vegetatif, komponen hasil buah, serta kualitas nutrisi berdasarkan nilai total padatan terlarut (°Brix). Kajian dilakukan menggunakan metode narrative review melalui penelusuran literatur pada basis data Scopus dan SINTA terhadap artikel ilmiah periode 2018-2025 dari berbagai penerbit internasional, yang menghasilkan 17 artikel terpilih untuk dianalisis dan disintesis dalam empat tabel komparasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa peningkatan tingkat cekaman air secara umum menurunkan kandungan air relatif daun, tinggi tanaman, jumlah buah, dan bobot buah, sedangkan nilai °Brix cenderung meningkat pada cekaman ringan hingga moderat akibat peningkatan konsentrasi senyawa terlarut dalam buah. Aplikasi kalium berperan dalam mengurangi dampak negatif kekeringan melalui pengaturan keseimbangan osmotik, peningkatan aktivitas antioksidan, pengendalian stomata, serta mendukung distribusi fotosintat menuju organ generatif. Kombinasi defisit air moderat (50-80% kapasitas lapang) dengan ketersediaan kalium optimal mampu mempertahankan performa tanaman pada berbagai parameter, sedangkan cekaman berat menyebabkan penurunan produktivitas meskipun kalium tersedia. Oleh karena itu, strategi pengelolaan air melalui defisit irigasi terkontrol yang dipadukan dengan pemupukan kalium secara tepat dosis dan waktu berpotensi meningkatkan ketahanan serta produktivitas tomat pada lahan kering tropis, dengan efektivitas yang tetap dipengaruhi oleh faktor genotipe, fase pertumbuhan, dan kondisi lingkungan.
Analisis Rantai Nilai pada Agroindustri Tahu di Kota Mataram Difika Hari Setiani; Tajidan Tajidan; Ni Made Nike Zeamita Widiyanti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/nx5y4q91

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis margin dan nilai tambah saluran pemasaran pada agroindustri tahu di Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan agroindustri tahu sebagai unit analisis. Lokasi penelitian ditentukan dengan purposive sampling, dengan jumlah responden yang ditetapkan melalui quota sampling sebanyak 30 unit usaha. Responden dipilih menggunakan accidental snowball sampling. Data dikumpulkan melalui survei, wawancara, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan 2 (dua) saluran pemasaran, yaitu saluran I yang melibatkan pemasok kedelai, produsen tahu, dan konsumen akhir; serta saluran II yang melibatkan pemasok kedelai, produsen tahu, pedagang pengecer, pedagang olahan makanan, dan konsumen. Margin pemasaran kedelai pada kedua saluran sama, yaitu Rp 1.100/kg. Namun, margin pemasaran tahu pada saluran II berbeda antara pedagang pengecer dan pedagang olahan makanan, masing-masing sebesar Rp 12.829/kg dan Rp 7.486/kg, sehingga harga jualnya lebih tinggi. Saluran I lebih efisien karena merupakan saluran pemasaran langsung, karena tidak ada margin pemasaran. Nilai tambah dalam pemasaran tahu bervariasi pada setiap lembaga. Produsen tahu memperoleh nilai tambah terbesar, sementara pengolahan makanan memperoleh nilai tambah paling kecil.
Pemetaan Zona Potensial Penangkapan Ikan Pelagis Besar Menggunakan Citra Satelit Aqua Modis di Perairan Kabupaten Mamuju Wiwi Satriani; Haryanto Asri; Israwahyudi; Binayanti; Ilham
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/r2469f93

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjembatani kebutuhan informasi lokasi penangkapan bagi nelayan dengan pemanfaatan teknologi oseanografi satelit, melalui pemetaan zona potensial penangkapan ikan pelagis besar di perairan Kabupaten Mamuju berdasarkan sebaran suhu permukaan laut dan klorofil-a. Kebaruan penelitian ini terletak pada penyediaan peta Zona Potensial Penangkapan Ikan (ZPPI) berbasis citra satelit Aqua MODIS yang divalidasi secara spasial dengan titik tangkapan nelayan di lapangan, khusus untuk perairan Kabupaten Mamuju yang sejauh ini belum banyak dikaji dibandingkan wilayah pemetaan ZPPI lain di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan data primer dan data sekunder berupa sebaran suhu permukaan laut dan klorofil-a yang diperoleh dari citra satelit Aqua MODIS, kemudian diolah untuk memetakan zona potensial penangkapan ikan pelagis. Data koordinat hasil tangkapan ikan pelagis besar tuna, tongkol, dan cakalang (TCT) yang diperoleh dari aktivitas nelayan dimanfaatkan sebagai data pendukung dalam proses validasi zona potensial penangkapan ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zona potensi penangkapan ikan pelagis besar di perairan Kabupaten Mamuju tersebar pada beberapa wilayah yang memiliki kombinasi suhu permukaan laut dan konsentrasi klorofil-a yang sesuai.
Strategi Pengembangan Ekowisata dan Dampaknya terhadap Ekonomi Lokal: Studi Kasus Pantai Tapandullu, Desa Wisata Malawwa, Kabupaten Mamuju Irnamahmud; Khusnul Khatimah Hasrun; Haryanto Asri; Ilham
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ckdw2264

Abstract

Pantai Tapandullu di Desa Wisata Malawwa, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, menyimpan potensi alam pesisir yang besar namun belum dikelola secara optimal sehingga manfaat ekonominya bagi masyarakat lokal belum maksimal. Berbeda dari kebanyakan studi ekowisata di Sulawesi Barat yang umumnya hanya menganalisis kelayakan atau strategi pengembangan destinasi secara terpisah, penelitian ini menawarkan keterbaruan dengan mengintegrasikan analisis strategi pengembangan (SWOT/IFAS-EFAS) dan analisis dampak ekonomi berbasis persepsi tiga kelompok stakeholder (masyarakat lokal, pelaku UMKM, dan wisatawan) secara bersamaan dalam satu kajian, sehingga strategi yang dihasilkan tidak hanya berorientasi pada aspek pengelolaan destinasi, tetapi juga berpijak pada bukti empiris dampaknya terhadap ekonomi warga desa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Rencana awal melibatkan 50 responden purposive sampling (pengelola, UMKM, masyarakat lokal, Pokdarwis, wisatawan), namun pada pelaksanaannya komposisi berubah: unsur pengelola bergabung dengan kelompok UMKM dan data Pokdarwis tidak diperoleh, sehingga total responden menjadi 45 orang (UMKM, masyarakat lokal, dan wisatawan). Hasil analisis SWOT menempatkan strategi pengembangan pada kuadran W-O, yang berorientasi memperbaiki kelemahan internal—fasilitas, promosi, dan kelembagaan pengelola untuk memanfaatkan peluang eksternal. Hasil analisis dampak ekonomi menunjukkan keberadaan ekowisata berdampak positif, dengan skor tertinggi pada kelompok UMKM, diikuti wisatawan dan masyarakat lokal, meski pemerataan manfaat ekonomi bagi seluruh warga desa masih menjadi catatan penting. Penelitian ini merekomendasikan perbaikan fasilitas dasar, penguatan promosi digital, dan penguatan kelembagaan Pokdarwis sebagai prioritas strategi pengembangan ekowisata yang berkelanjutan dan inklusif.
Respons Produksi Padi Gogo (Oryza sativa L.) terhadap Pemberian Pupuk NPK dan Pupuk Hayati Mikoriza Lutfi Henderlan Harahap; Salman Alfarisi; Miyarnis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/vwf1zt66

Abstract

Padi gogo berpotensi memperluas produksi beras pada lahan kering, tetapi produktivitasnya sering dibatasi oleh rendahnya ketersediaan dan efisiensi serapan hara. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi respons produksi padi gogo terhadap pupuk NPK dan pupuk hayati mikoriza serta menentukan kombinasi perlakuan yang memberikan bobot gabah tertinggi. Penelitian dilaksanakan pada Juni–September 2025 di lahan pertanian Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia, Deli Serdang, Sumatera Utara. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial 3 × 3 dengan tiga ulangan sehingga terdapat 27 satuan percobaan. Faktor pertama ialah dosis NPK 0, 10, dan 20 g tanaman⁻¹, sedangkan faktor kedua ialah dosis pupuk hayati mikoriza 0, 50, dan 100 g tanaman⁻¹. Parameter produksi meliputi bobot gabah basah dan bobot gabah kering per tanaman. Data dianalisis dengan analisis ragam pada taraf 5% dan dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test apabila berpengaruh nyata. Faktor NPK berpengaruh nyata terhadap kedua parameter, sedangkan faktor mikoriza dan interaksi kedua faktor tidak berpengaruh nyata. Dosis NPK 20 g tanaman⁻¹ menghasilkan bobot gabah basah 85,67 g tanaman⁻¹ dan bobot gabah kering 83,37 g tanaman⁻¹, masing-masing meningkat 24,79% dan 21,65% dibandingkan kontrol. Kombinasi NPK 20 g tanaman⁻¹ dan mikoriza 50 g tanaman⁻¹ memberikan bobot gabah basah tertinggi secara numerik (85,85 g tanaman⁻¹), tetapi tambahan mikoriza pada dosis NPK tersebut tidak meningkatkan bobot gabah kering secara nyata. Pada kondisi penelitian, NPK 20 g tanaman⁻¹ merupakan dosis paling efektif, sedangkan manfaat mikoriza perlu dioptimalkan melalui evaluasi kolonisasi akar dan ketersediaan hara tanah.