cover
Contact Name
Elok Nur Affah Al Akromi
Contact Email
eloknuraffah44@gmail.com
Phone
+6282117852564
Journal Mail Official
jurnalglobalilmiah@gmail.com
Editorial Address
Greenland Sendang Residence Blok.D No.02, Sendang,Kec. Sumber, Cirebon, Provinsi Jawa Barat, 45611
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Global Ilmiah
ISSN : -     EISSN : 30265207     DOI : -
Jurnal Global Ilmiah merupakan jurnal ilmiah dalam bentuk penelitian dan dapat diakses secara terbuka. Jurnal ini diterbitkan setiap bulan oleh International Journal Labs. Jurnal Global Ilmiah menyediakan sarana untuk diskusi berkelanjutan tentang isu-isu relevan yang termasuk dalam fokus dan ruang lingkup jurnal yang dapat diperiksa secara empiris. Jurnal ini menerbitkan artikel penelitian yang mencakup ilmu-ilmu multidisiplin, termasuk humaniora dan ilmu sosial, pendidikan, ilmu agama, filsafat, ekonomi, ilmu teknik, dan ilmu kesehatan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 332 Documents
Protein Sebagai Senyawa Organik: Studi Pustaka tentang Struktur, Fungsi, dan Pemanfaatannya dalam Berbagai Bidang Ratu Naila Nurfaiza; Desi Ratnasari; Muhammad Faridz Ash Shiddiq; Mokhamad Mahroji
Jurnal Global Ilmiah Vol. 3 No. 11 (2026): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v3i11.411

Abstract

Protein merupakan salah satu senyawa organik yang sangat penting bagi makhluk hidup karena berperan dalam berbagai proses biologis, mulai dari pembentukan jaringan, pengaturan metabolisme, katalisis reaksi biokimia, hingga fungsi transportasi molekul dan pertahanan tubuh terhadap patogen. Secara kimia, protein tersusun atas asam-asam amino yang saling berikatan melalui ikatan peptida membentuk rantai polipeptida dengan struktur yang kompleks, mulai dari struktur primer berupa urutan asam amino, struktur sekunder seperti alpha-helix dan beta-sheet, hingga struktur tersier dan kuartener yang terbentuk melalui pelipatan tiga dimensi. Struktur tersebut menentukan sifat fisik, sifat kimia, serta fungsi biologis protein sesuai perannya masing-masing. Perkembangan ilmu kimia organik dan bioteknologi telah mendorong pemanfaatan protein dalam berbagai bidang, seperti kesehatan melalui produksi antibodi dan hormon rekombinan, farmasi melalui pengembangan protein terapeutik, pangan melalui peningkatan nilai gizi, serta industri melalui pemanfaatan enzim dalam biokatalisis. Kajian ini menggunakan metode studi pustaka dengan mengkaji secara sistematis berbagai buku dan artikel ilmiah yang diterbitkan pada tahun 2020–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa protein memiliki struktur yang sangat menentukan aktivitas biologisnya, di mana perubahan kecil pada struktur dapat berdampak besar terhadap fungsinya. Perubahan struktur akibat suhu, pH, maupun bahan kimia dapat menyebabkan denaturasi, yaitu rusaknya ikatan non-kovalen penopang struktur sekunder dan tersier tanpa memutus ikatan peptida, sehingga fungsi biologis protein menurun. Oleh karena itu, pemahaman mengenai protein sebagai senyawa organik sangat penting untuk menunjang perkembangan ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Implikasi dari pemahaman ini mencakup pengembangan produk bioteknologi, peningkatan kualitas dan keamanan pangan, serta kemajuan farmasi dalam menghasilkan terapi berbasis protein yang lebih efektif.
Hubungan Kehadiran Ayah Dengan Gaya Kelekatan Menghindar Pada Dewasa Awal yang Menjalin Hubungan Pacaran Gusti Ayu Mirah Adi Aprilia; R. Pasifikus Christa Wijaya; Shela Christine Pello
Jurnal Global Ilmiah Vol. 3 No. 11 (2026): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v3i11.412

Abstract

Gaya kelekatan menghindar pada dewasa awal semakin meningkat, yang ditandai dengan ketidaknyamanan dalam hubungan emosional, kecenderungan menjaga jarak dalam interaksi interpersonal, serta kesulitan membangun kedekatan dengan pasangan. Gaya kelekatan menghindar terbentuk dari pengalaman masa kecil, ketika anak kurang mendapatkan respons emosional yang konsisten dari figur pengasuh, termasuk ayah, sehingga individu mengembangkan strategi menghindar sebagai mekanisme perlindungan diri dalam relasi interpersonal saat dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kehadiran ayah dengan gaya kelekatan menghindar pada dewasa awal yang menjalin hubungan pacaran di Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan regresi linear sederhana. Sampel penelitian berjumlah 384 dewasa awal di Kota Kupang yang sedang menjalin hubungan pacaran, dipilih menggunakan teknik quota sampling berdasarkan rumus Lemeshow agar representatif terhadap populasi. Pengumpulan data menggunakan skala Father Presence Questionnaire (FPQ) untuk mengukur kehadiran ayah, serta skala The Experiences in Close Relationship-Revised (ECR-R) subskala menghindar untuk mengukur gaya kelekatan menghindar. Hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan koefisien regresi sebesar -0,029 dengan signifikansi p < 0,001, yang berarti terdapat hubungan negatif signifikan antara kehadiran ayah dengan gaya kelekatan menghindar. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,035 menunjukkan bahwa kehadiran ayah memberikan kontribusi sebesar 3,5% terhadap variasi gaya kelekatan menghindar, sedangkan 96,5% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar variabel yang diteliti. Semakin tinggi kehadiran ayah yang dirasakan, semakin rendah kecenderungan individu memiliki gaya kelekatan menghindar dalam hubungan pacaran. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi pencegahan gaya kelekatan menghindar melalui penguatan peran ayah dalam pengasuhan anak sejak dini, baik melalui edukasi keluarga maupun intervensi psikologis.
Implementasi Manajemen Fatigue Pada Aktivitas Drilling di PT Indodrill Indonesia Site Tumpang Pitu Operation (TBO), Banyuwangi: Analisis Risiko dan Evaluasi Efektivitas Program Achmad Shadiq
Jurnal Global Ilmiah Vol. 3 No. 11 (2026): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v3i11.413

Abstract

Fatigue atau kelelahan kerja merupakan salah satu faktor manusia (human factor) yang berkontribusi signifikan terhadap terjadinya kecelakaan kerja di industri pertambangan, terutama pada aktivitas pengeboran (drilling) yang beroperasi selama 24 jam dengan sistem kerja shift, di mana pola istirahat yang tidak teratur meningkatkan risiko penurunan kewaspadaan pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko fatigue pada aktivitas drilling di PT. Indodrill Indonesia Site Tumpang Pitu Operation (TBO), Banyuwangi, serta mengevaluasi efektivitas implementasi program Manajemen Fatigue dalam mengendalikan risiko tersebut, mengingat tuntutan operasional yang berlangsung tanpa henti. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis risiko berdasarkan standar ISO 31000:2018, prinsip-prinsip Fatigue Risk Management System (FRMS), dan Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP), yang diterapkan secara terpadu. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan supervisor dan petugas HSE, telaah dokumen perusahaan, dan studi literatur, sehingga temuan dapat dikonfirmasi silang secara akurat dari berbagai sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber utama fatigue berasal dari durasi kerja yang panjang, kerja malam, kondisi lingkungan kerja, monotonitas pekerjaan, serta kualitas istirahat pekerja yang kurang memadai, yang saling memperberat apabila terjadi bersamaan. Implementasi program manajemen fatigue yang meliputi pengaturan roster kerja, monitoring jam kerja, toolbox meeting, pemeriksaan fitness for work, edukasi tentang fatigue, dan pengawasan supervisor terbukti mampu menurunkan tingkat risiko fatigue dari kategori tinggi menjadi kategori sedang, yang menunjukkan perbaikan berarti terhadap keselamatan pekerja. Evaluasi menunjukkan bahwa efektivitas program sangat dipengaruhi oleh komitmen manajemen, budaya keselamatan, kepatuhan pekerja, dan keberadaan sistem monitoring yang berkelanjutan, yang menegaskan pengendalian teknis semata tidak cukup tanpa dukungan organisasi konsisten.
Analisis Efektivitas Pengawasan Kesyahbandaran terhadap Kelaiklautan Kapal – Kapal Wisata di KSOP Kelas IV Celukan Bawang Bali Tri Kurnia Putra; Kuncowati; Dedy Kristiawan
Jurnal Global Ilmiah Vol. 3 No. 11 (2026): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v3i11.414

Abstract

Keselamatan pelayaran kapal wisata sangat bergantung pada efektivitas pengawasan kesyahbandaran dalam memastikan kelaiklautan kapal sebelum berlayar, mengingat tingginya risiko kecelakaan di laut apabila aspek ini diabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pengawasan kesyahbandaran terhadap kelaiklautan kapal wisata di wilayah kerja KSOP Kelas IV Celukan Bawang, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi, serta merumuskan upaya peningkatan kepatuhan operator kapal wisata dalam menjamin keselamatan pelayaran. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam terhadap 6 informan (Kepala SHSK, Marine Inspector, Kepala Wilker Pegametan, perwira jaga, pemilik kapal, dan nakhoda), serta dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan teknik sebab-akibat dengan fishbone diagram guna mengidentifikasi berbagai faktor yang mempengaruhi efektivitas pengawasan secara sistematis dan komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan telah berjalan melalui pemeriksaan dokumen, kondisi fisik kapal, alat keselamatan, kompetensi nakhoda, dan kapasitas penumpang sebelum penerbitan Surat Persetujuan Berlayar. Namun, efektivitasnya belum optimal karena masih ditemukan dokumen kedaluwarsa, alat keselamatan usang, nakhoda tanpa Sertifikat Kecakapan Kepelautan (SKK), dan kelebihan muatan penumpang yang berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran. Hambatan utama meliputi keterbatasan sarana patroli, belum adanya pos pengawasan, konsistensi prosedur yang belum seragam antarpetugas, kepatuhan operator yang tidak merata, serta risiko cuaca dan gelombang yang memengaruhi pelaksanaan pengawasan di lapangan. Kesimpulan penelitian ini adalah pengawasan kesyahbandaran perlu diperkuat melalui penyusunan profil risiko kapal, digitalisasi riwayat pemeriksaan, peningkatan kapasitas petugas, program budaya keselamatan, pengadaan sarana patroli, dan penguatan koordinasi lintas instansi untuk mewujudkan pengawasan yang preventif, terukur, dan berkelanjutan, sehingga risiko kecelakaan pelayaran kapal wisata dapat diminimalkan secara signifikan di masa mendatang.
Pemberdayaan Perempuan melalui Pemanfaatan Kearifan Lokal: Analisis Akses, Agensi, dan Pencapaian pada Program CSR Kelompok Herbal Dewi Sri oleh PT Pertamina EP Sukowati Field Muhammad Thirafi Ramadhani; Rohmandaru Lintang Aprillian; Inggit Kunti Prabawati; Aditya Irma Nurfadilla
Jurnal Global Ilmiah Vol. 3 No. 11 (2026): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v3i11.415

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program CSR Kelompok Herbal Dewi Sri telah memenuhi ketiga dimensi pemberdayaan perempuan sebagaimana dikemukakan oleh Kabeer (1999), yaitu resources, agency, dan achievements, yang saling berkaitan dan membentuk proses pemberdayaan secara utuh. Pemanfaatan kearifan lokal melalui pengolahan tanaman herbal terbukti tidak hanya memperluas akses perempuan terhadap pengetahuan, keterampilan, dan peluang ekonomi (resources), tetapi juga memperkuat kapasitas mereka dalam pengambilan keputusan, meningkatkan kepercayaan diri, serta mendorong partisipasi aktif dalam kegiatan ekonomi dan sosial (agency). Penguatan pada dimensi resources dan agency ini menjadi fondasi penting yang memungkinkan perempuan tidak lagi sekadar menjadi objek program, melainkan turut berperan aktif sebagai subjek dalam proses pengambilan keputusan di tingkat kelompok maupun keluarga. Berbagai perubahan tersebut pada akhirnya menghasilkan capaian pemberdayaan (achievements) yang terwujud melalui meningkatnya akses terhadap pelatihan, terbentuknya kelembagaan perempuan yang mandiri, meluasnya jejaring kemitraan antarkelompok, serta bertambahnya pendapatan kelompok dan anggota secara signifikan. Ketiga dimensi tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan yang terjadi bersifat berkelanjutan dan tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi semata, tetapi juga pada penguatan posisi sosial perempuan dalam masyarakat. Secara implikatif, penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan pemberdayaan berbasis kearifan lokal dapat menjadi model strategis dalam pelaksanaan program CSR yang berorientasi pada pembangunan masyarakat yang berkelanjutan, khususnya bagi perusahaan yang beroperasi di wilayah dengan potensi sumber daya alam dan budaya lokal khas. Penelitian ini sekaligus memberikan rekomendasi bagi pemangku kepentingan, baik perusahaan maupun pemerintah daerah, untuk memperkuat aspek legalitas usaha dan regenerasi anggota guna menjamin keberlanjutan program dalam jangka panjang, sehingga manfaat pemberdayaan dapat terus dirasakan oleh generasi perempuan berikutnya.
Performance Evaluation of The Waterflooding System for Revitalizing Zombie Well “ZRC20” in a Heterogeneous Deltaic Reservoir at the “JE” Field Refly Jayven Maarende; Teddy Kurniawan; Nuruddin Kafy El-Ridlo
Jurnal Global Ilmiah Vol. 3 No. 11 (2026): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v3i11.404

Abstract

Oil fields that have been producing over extended periods generally experience gradual performance decline due to the depletion of natural reservoir energy, characterized by decreasing oil production rates, increasing water cut, and declining reservoir pressure until wells reach a depleted or inactive condition, commonly referred to as a zombie well. Well ZRC-20 in Field “JE,” operated by PT Pertamina Hulu Indonesia Regional 3 Zone 9 Sangatta Field, represents such a condition and is located within a layered heterogeneous deltaic reservoir. The characteristics of this deltaic reservoir, including lateral and vertical permeability variations and shale interbeds, create significant challenges for production management and enhanced oil recovery (EOR) implementation. This study aims to analyze the reservoir condition of Well ZRC-20, evaluate the performance of the mature well following Waterflooding injection, and assess the effectiveness of the existing Waterflooding system. The data used consisted of primary and secondary data from Sangatta Field, including production history, reservoir pressure, well log data, and injection data. The analysis was conducted using diagnostic methods, including the Inflow Performance Relationship (IPR), Hall Plot, Thakur’s Production Plot method, and Chan Plot, with an original oil in place (OOIP) of 999,000 STB and a recovery factor of approximately 33%. Following Waterflooding injection through the injection well, reservoir pressure and oil production rates increased. However, further evaluation identified several technical issues limiting the effectiveness of the system, including early water breakthrough, near-wellbore channeling indicated by Chan Plot analysis, and declining injection well injectivity as demonstrated by the Hall Plot. Overall, Waterflooding positively influenced production performance but still requires further optimization through injection rate management, channeling control, and adjustment of the injection pattern to better accommodate the characteristics of the heterogeneous deltaic reservoir.
Analysis of the Addition of Pumpkin Additive on Filtration Loss, Mud Cake, and Drilling Mud Rheology Ahmad syufiadin; M. Nur Mukmi; Markus Lumbaa; Baiq Maulinda Ulfah
Jurnal Global Ilmiah Vol. 3 No. 11 (2026): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v3i11.407

Abstract

Drilling is one of the most crucial processes in the oil and gas industry. Among the various types of drilling fluids used in field operations, Water-Based Mud (WBM) remains one of the most widely applied systems. However, this type of drilling fluid still commonly faces challenges related to rheological instability and excessive filtration loss. The extensive use of synthetic additives as filtration control agents has raised environmental concerns, highlighting the need to explore sustainable alternatives. This study aims to analyze the effect of yellow pumpkin addition on filtration loss, drilling mud rheological properties, and mud cake characteristics in water-based mud systems. The study employed a laboratory-scale experimental approach involving four sample variations: 0 g, 6 g, 8 g, and 10 g of yellow pumpkin additive. Testing parameters included mud weight, filtration loss, mud cake thickness, plastic viscosity, yield point, gel strength, and pH in accordance with API 13A standards. The results demonstrated that pumpkin addition significantly affected drilling mud properties, particularly by reducing filtration loss from 8.3 mL to 5.4 mL with the addition of 10 g of pumpkin additive, representing a 34.94% reduction. In addition, mud cake thickness decreased from 0.33 mm to 0.23 mm at the same concentration. Among the 6 g, 8 g, and 10 g samples, the rheological parameter most significantly affected was yield point, which increased from 15 lb/100 ft² to 44 lb/100 ft², while pH values shifted from 10.7 (alkaline) to 7.05 (neutral). These findings indicate that yellow pumpkin starch, due to its high amylopectin content, has potential as an effective biodegradable filtration control agent for water-based drilling fluids.
Tinjauan Yuridis Akibat Sertipikat Cacat Administrasi pada Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (Studi Kasus Di Desa Kubu, Kalimantan Tengah) Jihan Jawahir Nasution; Novina Sri Indiraharti
Jurnal Global Ilmiah Vol. 3 No. 12 (2026): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v3i12.419

Abstract

Pada pelaksanaan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap tahun 2019 di Desa Kubu, terdapat sertipikat yang didaftarkan dengan Hak Milik di Kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Padahal, kawasan RTH tidak boleh dialihfungsikan, namun justru telah terjadi perbuatan hukum jual-beli dan hibah di kawasan tersebut. Pokok masalah dalam penelitian ini adalah secara yuridis apakah sertipikat-sertipikat tanah di Kawasan RTH pada Desa Kubu menjadi cacat administrasi, serta bagaimana tanggung jawab Kantor Pertanahan Kabupaten Kotawaringin Barat jika ternyata tanah di Kawasan RTH dipindahkan ke pihak lain. Tipe penelitian yang digunakan adalah normatif dengan sifat deskriptif yang dianalisis secara kualitatif atas penarikan kesimpulan secara deduktif. Hasil penelitian menyatakan bahwa perbuatan hukum yang dilakukan di Kawasan RTH merupakan cacat administrasi karena objek jual beli bertentangan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat Nomor 1 Tahun 2018 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2017-2037. Kantor Pertanahan tidak memiliki kewajiban untuk bertanggung jawab dengan memberikan ganti rugi. Upaya yang dapat dilakukan adalah mengubah sistem yang dianut Indonesia menjadi sistem publikasi positif; apabila tetap menggunakan sistem negatif, pemerintah dapat membentuk lembaga sejenis title insurance untuk memberikan perlindungan hukum bagi pemegang hak atas tanah.
Tamponade Jantung sebagai Komplikasi Efusi Perikardium akibat Tuberkulosis: Laporan Kasus Ananda Liza Putri Sarah; Dwi Rosa Eka Agustina; Wahyudi Wahyudi; Rini Istisakinah; Rendi Agustian
Jurnal Global Ilmiah Vol. 3 No. 12 (2026): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v3i12.421

Abstract

Perikarditis tuberkulosa merupakan tuberkulosis ekstraparu yang cukup jarang ditemukan dan berpotensi menimbulkan komplikasi fatal seperti tamponade jantung. Keterlambatan dalam penegakan diagnosis secara signifikan meningkatkan morbiditas dan mortalitas, terutama di negara dengan beban TB tinggi seperti Indonesia. Seorang pria usia 59 tahun datang dengan sesak napas progresif disertai batuk berdahak, demam satu bulan, dan penurunan berat badan. Pemeriksaan fisik menunjukkan peningkatan tekanan vena jugularis dan bunyi jantung melemah. Foto toraks menunjukkan kardiomegali dan efusi pleura kiri. Cairan pleura hasil pungsi bersifat eksudatif limfositik (Rivalta positif, protein 5,3 g/dL, LDH 2407 U/L) dengan GeneXpert positif Mycobacterium tuberculosis. Ekokardiografi menunjukkan efusi perikardial masif dengan swinging heart dan tanda tamponade. Pasien menjalani Video-Assisted Thoracoscopic Surgery (VATS) perikardiotomi dengan hasil histopatologi mendukung tuberkulosis. Terapi OAT diberikan segera setelah diagnosis ditegakkan. Gejala perikarditis TB sering tidak spesifik dan penegakan diagnosisnya memerlukan pendekatan multidisiplin yang terintegrasi. Efusi perikardial masif dengan tanda klinis tamponade jantung merupakan kondisi emergensi yang membutuhkan intervensi segera. Diagnosis definitif dapat dibantu oleh analisis cairan perikardial, termasuk profil biokimia, ADA, dan pemeriksaan molekuler. GeneXpert pada cairan pleura terbukti sangat membantu dalam konfirmasi etiologi TB secara cepat. VATS perikardiotomi menjadi pilihan ideal untuk dekompresi sekaligus diagnostik, dengan tingkat keamanan dan efektivitas yang baik. Penatalaksanaan dengan OAT kategori 1 penting untuk mencegah komplikasi seperti konstriksi perikardium. Perikarditis tuberkulosa dengan tamponade jantung merupakan kondisi kritis yang membutuhkan diagnosis cepat dan penanganan agresif. Integrasi evaluasi klinis, imaging, dan diagnostik molekuler sangat penting dalam menentukan diagnosis dan tatalaksana. Pendekatan multidisiplin yang kolaboratif dapat memperbaiki luaran klinis pasien.
Pengaruh Prone Nesting Positioning terhadap Stabilitas Hemodinamik pada Bayi Berat Lahir Rendah di RSUD Dr. Adhyatma, MPH Destaria Utami Rizky; Witri Hastuti; Boediarsih Boediarsih
Jurnal Global Ilmiah Vol. 3 No. 12 (2026): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v3i12.418

Abstract

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) berisiko mengalami ketidakstabilan hemodinamik akibat belum matangnya organ tubuh, terutama sistem pernapasan dan kardiovaskular. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat menjaga stabilitas fisiologis adalah prone nesting positioning, yaitu kombinasi posisi tengkurap dengan dukungan nesting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh prone nesting positioning terhadap stabilitas hemodinamik pada bayi berat lahir rendah di RSUD dr. Adhyatma, MPH. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experiment one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 31 BBLR yang dipilih melalui total sampling. Data stabilitas hemodinamik (saturasi oksigen, frekuensi nadi, dan frekuensi napas) dikumpulkan menggunakan lembar observasi sebelum dan sesudah intervensi selama 60 menit setiap hari dalam tiga hari berturut-turut, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan, median saturasi oksigen meningkat dari 94% menjadi 98%, sedangkan median frekuensi napas menurun dari 48 kali/menit menjadi 42 kali/menit dan median frekuensi nadi menurun dari 142 kali/menit menjadi 138 kali/menit. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p < 0,05. Ada pengaruh prone nesting positioning terhadap stabilitas hemodinamik (saturasi oksigen, frekuensi napas dan frekuensi nadi) pada bayi berat lahir rendah di RSUD dr. Adhyatma, MPH. Hal ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan penerapan prone nesting positioning sebagai intervensi nonfarmakologis dalam perawatan bayi berat lahir rendah.

Filter by Year

2023 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 3 No. 12 (2026): Jurnal Global Ilmiah Vol. 3 No. 11 (2026): Jurnal Global Ilmiah Vol. 3 No. 10 (2026): Jurnal Global Ilmiah Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Global Ilmiah (Issue in Progress) Vol. 3 No. 9 (2026): Jurnal Global Ilmiah Vol. 3 No. 8 (2026): Jurnal Global Ilmiah Vol. 3 No. 7 (2026): Jurnal Global Ilmiah Vol. 3 No. 6 (2026): Jurnal Global Ilmiah Vol. 3 No. 5 (2026): Jurnal Global Ilmiah Vol. 3 No. 4 (2026): Jurnal Global Ilmiah Vol. 2 No. 12 (2025): Jurnal Global Ilmiah Vol. 2 No. 11 (2025): Jurnal Global Ilmiah Vol. 2 No. 10 (2025): Jurnal Global Ilmiah Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Global Ilmiah Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Global Ilmiah Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Global Ilmiah Vol. 2 No. 9 (2025): Jurnal Global Ilmiah Vol. 2 No. 8 (2025): Jurnal Global Ilmiah Vol. 2 No. 7 (2025): Jurnal Global Ilmiah Vol. 2 No. 6 (2025): Jurnal Global Ilmiah Vol. 2 No. 5 (2025): Jurnal Global Ilmiah Vol. 2 No. 4 (2025): Jurnal Global Ilmiah Vol. 1 No. 12 (2024): Jurnal Global Ilmiah Vol. 1 No. 11 (2024): Jurnal Global Ilmiah Vol. 1 No. 10 (2024): Jurnal Global Ilmiah Vol. 2 No. 3 (2024): Jurnal Global Ilmiah Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Global Ilmiah Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Global Ilmiah Vol. 1 No. 9 (2024): Jurnal Global Ilmiah Vol. 1 No. 8 (2024): Jurnal Global Ilmiah Vol. 1 No. 7 (2024): Jurnal Global Ilmiah Vol. 1 No. 6 (2024): Jurnal Global Ilmiah Vol. 1 No. 5 (2024): Jurnal Global Ilmiah Vol. 1 No. 4 (2024): Jurnal Global Ilmiah Vol. 1 No. 3 (2023): Jurnal Global Ilmiah Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Global Ilmiah Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Global Ilmiah More Issue