cover
Contact Name
Muladi Putra Mahardika
Contact Email
muladimahardika@yahoo.com
Phone
+6285327061300
Journal Mail Official
parapemikir@poltektegal.ac.id
Editorial Address
Jalan Mataram No 9 Kota Tegal
Location
Kota tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
Parapemikir Jurnal Ilmiah Farmasi
ISSN : 20895313     EISSN : 25495062     DOI : 10.30591
Core Subject : Health, Science,
Parapemikir journals based on the results of research in the field of Pharmacy science and community covering Social Behavior and Pharmacy Administration including Pharmacy, Biopharmaceuticals, Drug Submission Systems, Physical Pharmacy, Pharmaceutical Technology, Microbiology and Biotechnology Pharmacy, Pharmacology and Toxicology, Pharmacokinetics, Pharmaceutical Chemistry , Pharmaceutical Chemistry, Biological Pharmacy, Community and Clinical Pharmacy, Pharmaceutical Marketing, Alternative Medicine, Pharmacy Management, Farmakoekonomi, Farmakoepidemiology, Social Pharmacy, Pharmacy Policy.
Articles 343 Documents
GAMBARAN TINGKAT KEPATUHAN PENGOBATAN PASIEN ASMA DI RSUP SURAKARTA Risma Sakti Pambudi; Oktaria Pratama Dewi; Khotimatul Khusna
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 3 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v12i3.5162

Abstract

Asma merupakan penyakit kronis saluran pernapasan yang ditandai oleh adanya inflamasi, peningkatan reaktivitas terhadap berbagai stimulus, dan penyempitan saluran napas yang bisa kembali secara spontan atau dengan pengobatan yang sesuai. Di Indonesia pada tahun 2016 prevalensi asma mengalami kenaikan 0,5%, sedang pada tahun 2018 prevalensi penyakit asma mencapai 2,4% dan di jawa tengah mencapai 1,77%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan pada pengobatan pasien asma di Rumah Sakit Umum Pusat Surakarta. Penelitian ini termasuk penelitian observasional deskriptif dengan jumlah sampel penelitian 90 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan metode kuesioner MMAS-8. Teknik analisa data yan digunakan adalah analisa deskriptif dengan menghitung skor total jawaban yang menunjukkan nilai total kepatuhan tinggi ≥ 8, kepatuhan sedang 6-7, kepatuhan rendah ≤ 6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakterisitk responden, berdasarkan usia mayoritas berusia 41-60 tahun 44,4%, mayoritas berjenis kelamin perempuan 66,7%, mayoritas berpendidikan SMA 60%, mayoritas ibu rumah tangga 37,8%, mayoritas memiliki penyakit penyerta rhinitis 10%. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa responden dengan tingkat kepatuhan tinggi sebanyak 25,6%, tingkat kepatuhan sedang sebanyak 51,1% dan tingkat kepatuhan rendah sebanyak 23,3%.
Formulasi dan Uji Iritasi Spray Gel Ekstrak Kulit Kayu Manis (Cinnamomum burmanii Ness. Bl. Syn) Pada Kelinci Jantan Galur New Zealand Tris Harni Pebriani; Wulan Kartika Sari; Rika Sebtiana Kristantri
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 1 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v12i1.4385

Abstract

Kulit Kayu manis mengandung minyak atsiri sinamaldehide yakni senyawa polifenol yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan, dengan cara menghambat aktivitas radikal bebas. Ekstrak kulit kayu manis diformulasikan ke dalam sediaan spray gel dengan konsentrasi 10%, 20% dan 30% kemudian diaplikasikan pada permukaan kulit kelinci untuk mengetahui tingkat iritasi sediaa spray gel kulit kayu manis pada kelinci jantan dewasa galur New Zealand. Sediaan diaplikasikan pada kulit punggung kelinci yang telah dibersihkan dari bulunya kemudian dibagi menjadi 5 bagian, yaitu bagian pertama tanpa perlakuan sediaan, bagian kedua diaplikasikan basis spray gel, bagian ke-3 diaplikasikan spray gel ekstrak 10%, ke-4 diaplikasikan spray gel ekstrak 20%, dan ke-5 diaplikasikan spray gel ekstrak 30%. Pengamatan dilakukan terhadap adanya bercak kemerahan (eritema) dan pembengkakan atau adanya cairan (edema) setelah sediaan diaplikasikan pada kulit punggung kelinci selama 24 jam, 48 jam dan 72 jam. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sediaan spray gel ekstrak kulit kayu manis 10%, 20% dan 30% secara berturut-turut memiliki indeks iritasi primer 0,04; 0,02 dan 0,00. Indeks iritasi tersebut termasuk ke dalam kategori respon iritasi sangat ringan (negligible). Kata kunci – Kulit Kayu Manis, Spray Gel, Uji Iritasi, Kelinci
PENGGUNAAN OBAT DIABETES MELLITUS PADA PASIEN RAWAT JALAN YANG MENJALANKAN HEMODIALISA Erna Prasetya Ningrum
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 2 (2022): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v11i2.3236

Abstract

Kidney dysfunction causes diseases including chronic kidney failure (CKD), where the state of decreased kidney function in the body is quite severe. CKD is permanent or irreversible damage, the damage that occurs cannot be repaired or returned to normal [12]. Based on the cause, kidney failure is caused by several diseases, including diabetes mellitus by 44% [12]. One of the main causes of chronic kidney failure in people with diabetes mellitus, the existence of a hyperglycemic state where several co-morbidities appear including disorders of the retina of the eye, cardiovascular, neuro [10]. The purpose of the study was to determine the number of kidney failure patients who underwent hemodialysis who received antihyperglycemic drugs, classes, and doses. The research method, the data collection was done retrospectively, the sample was taken by purposive sampling. The results showed that based on the sex of men as much as 31.58% and women by 68.42%, ages 46-55 years as many as 84.21%, single drug use by 81%, use of glycuidon dose of 30 mg by 33%. Conclusion of the data obtained The use of the drug glycuidone is relatively safe to use for patients with diabetes mellitus with kidney complications who are undergoing hemodialysis. The use of insulin in DM-complicated CKD patients will affect the state of blood insulin
PENENTUAN NILAI SPF ( SUN PROTECTION FACTOR) EKSTRAK DAN FRAKSI DAUN KECOMBRANG (ETLINGERA ELATIOR) SECARA IN VITRO MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI Oktariani Pramiastuti
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 1 (2019): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v8i1.1281

Abstract

Sunlight is needed by all living things to their survival. One of the benefits of sunlight is as sources of energy and making healthy skin and bones. Kecombrang leaf contains phenolic compound which is able to give protection for UV light and have potentially sunscreens. The research aimed to determine of SPF of water extract, n-hexane fraction, and ethyl acetate fraction of kecombrang leaf. The research was in vitro by using spectrophotometry UV-Vis method. The absorbance of extract and fraction of kecombrang leaf was measured at a UV-B light wave length of 290-320 nm. Determination of SPF was based on Mansur equation. Phytochemical test in TLC of water extract, n-hexane fraction, and ethyl acetate fraction was positive for phenol in each. The result showed that water extract of kecombrang leaf had the highest SPF at concentration of 300 ppm numbered 7.30±0.62 with level of extra sunscreens ability; n-hexane fraction of kecombrang leaf had the highest protection activity in a SPF of 17.57±2.49 with level of ultra-sunscreens ability in a concentration of 300 ppm; while ethyl acetate fraction had the highest SPF namely 2.65±0.12 with the minimum protection. The data analysis stated that there was a significant difference between water extract of kecombrang leaf and fractions of n-hexane and ethyl acetate. To sum up, n-hexane fraction of kecombrang leaf had the highest SPF so that it had potentially as sunscreens for UV-B light protectionKeywords: Kecombrang Leaf, SPF, Water Extract, n-hexane fraction, ethyl acetate fraction 
PERBANDINGAN RENDEMEN SENYAWA PIPERIN PADA LADA HITAM (Piperis nigri fructus) DAN LADA PUTIH (Piperis albi fructus) DENGAN METODE SOXHLETASI Suriti .
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2, No 4 (2013): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v2i4.63

Abstract

Lada diperlukan untuk industri makanan, industri obat-obatan dan kosmetika. Butir-butir lada yang kita kenal, baik lada hitam (Piperis nigri fructus) maupun lada putih adalah buah dari tanaman Piper nigrum L. Lada yang biasa digunakan sebagai bumbu dapur mempunyai khasiat sebagai stimulan pengeluaran keringat, pengeluaran angin, peluruhan air kencing, peningkatan nafsu makan, peningkatan aktivitas kelenjar-kelenjar pencernaan, dan percepatan pencernaan zat lemak.Penelitian dilakukan di Laboratorium Farmasi Politeknik Harapan Bersama Tegal, mengenai perbandingan hasil rendemen piperin hasil soxhletasi pada lada hitam (Piperis nigri fructus) dan lada putih (Piperis albi fructus). Pada penetapan rendemen senyawa piperin simplisia lada hitam (Piperis nigri fructus) dan lada putih (Piperis albi fructus) ini digunakan metode soxhletasi. Metode ini dipilih dengan alasan cairan penyari yang digunakan lebih sedikit dan dapat diperoleh hasil yang lebih pekat.Penelitian ini menghasilkan bahwa pada lada hitam (Piperis nigri fructus) lebih banyak menghasilkan kristal piperin. Ini dapat dilihat dengan rata-rata rendemen kristal sebesar 2,44% dari pada lada putih (Piperis albi fructus) yang memperoleh rata-rata rendemen kristal lebih sedikit yaitu sebesar 0,54%. Rata-rata hasil Rf dari piperin yang didapat adalah pada lada hitam (Piperis nigri fructus) 0,57 dengan hRf 57 dan lada putih (Piperis albi fructus) 0,61 dengan hRf 61. Kata kunci : Lada Hitam (Piperis nigri fructus), Lada Putih (Piperis albi fructus), Piperin, Soxhletasi, Kromatografi Lapis Tipis.
ANALISA ANTOSIANIN PADA MINUMAN OLAHAN BUNGA TELANG (Clitoria Ternatea L) DENGAN METODE pH DIFFERENSIAL Herlina Herlina; Syauqul Jannah; Elly Mulyani; Meilinda Sembiring
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 2 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v12i2.5138

Abstract

Bunga telang (Clitoria Ternatea L) memiliki warna ungu serta biru karena bunga telang mengandung antosianin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah olahan minuman bunga telang seperti sirup, teh, air seduh bunga telang segar dan kering mengandung antosianin serta untuk mengetahui perbandingan kadar antosianinya. Dalam penelitian ini mengidentifikasi adanya antosianin pada olahan minuman bunga telang menggunakan pereaksi HCl 2M dan NaOH 2M. Adapun untuk penetapan kadar antosianin menggunakan metode pH differensial menggunakan spektrofotometri visible dengan  panjang gelombang 510 nm dan 700 nm, sampel bunga telang dilarutkan pada pH 1,0 dan 4,5. Dari penelitian yang sudah dilakukan pada olahan minuman bunga telang (Clitoria Ternatea L) semuanya terbukti mengandung antosianin dengan pereaksi HCl 2M terbentuknya warna merah tidak berubah mantap dan pereaksi NaOH terbentuknya warna merah berubah menjadi hijau biru memudar perlahan. Hasil dari penetapan kadar antosianin olahan minuman bunga telang yang di dapat pada bunga telang segar sebesar 15,028 mg/L, bunga telang kering 9,017 mg/L, teh sebesar 8,794 mg/L dan sirup 1,446 mg/L.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera, L) DAN DAUN KEMUNING (Murraya paniculata (L.) Jack) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli PENYEBAB DIARE SECARA IN VITRO Amalia Eka Putri
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 3 (2022): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v11i3.3972

Abstract

Diare merupakan salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia, karena tingginya angka kematian yang ada. Diare disebabkan oleh mikroorganisme patogen seperti bakteri Escherichia coli. Tanaman yang berpotens sebagai antidiare antara lain tanaman kelor dan kemuning kerena memiliki senyawa seperti flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kelor dan kemuning memiliki kandungan senyawa flavonoid, saponin, tanin, dan alkaloid. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram dengan konsentrasi 1:1, 1:2, dan 2:1 dengan kontrol positif kloramphenikol dan kontrol negative DMSO 5%. Hasil uji aktivitas antibakteri tidak terbentuik zona hambat pada kontrol negatif, sedangkan kontrol positif 34,50 mm. perbandingan  1:1 sebesar 14,2 mm pada perbandingan 1: 2 sebesar 12,00 mm pada perbandingan 2:1 sebesar 13,5 mm dan semua memiliki kategori zona hambat kuat.  Kata kunci: Antidiare, Daun Kelor dan Daun Kemuning, Escherichia coli
FORMULASI LILIN AROMATERAPI MINYAK ATSIRI DAUN KEMANGI SEBAGAI ANTISTRESS Erni Murniningsih; Eka Trisnawati; Mila Ulfaturro’iqoh
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 1 (2022): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v11i1.2863

Abstract

Stress is a condition of the reality of life from life changes that cannot be avoided. Prolonged exposure to stress causes a decrease in the immune system. Stress prevention using natural aromatherapy needs to be researched. Basil (Ocimum basilicum) is one of the plants that can be used for aromatherapy because it is rich in essential oils. Candles are easily able to vaporize the compounds they contain. This study aims to formulate aromatherapy candles of basil essential oil as an antistress. The method of detecting antistress is the forced swim test with a Post-test control group design approach. Data were analyzed using ANOVA. Candles are made with essential oil concentrations (K: 0%; F1:2%, F2:4%, and F3:6%). It produces white wax and has a distinctive aroma of essential oils that meets SNI standards. Candles F2 and F3 are the best formulas as antistress compared to K and F1 with a Sig value. 0.00 (0.05).
Aktivitas Analgetik dan Antiinflamasi Gel Ubi Jalar Merah (Ipomoea batatas Lamk.) Anasthasia Pujiastuti
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 1 (2022): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v11i1.2523

Abstract

Penggunaan obat tradisional di Indonesia selama ini hanya berdasarkan pengalaman secara turun temurun. Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional adalah ubi jalar merah (Ipomoea batatas Lamk.) dengan memanfaatkan kandungan beta karoten sebagai obat analgetik dan anti inflamasi. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimental dengan rancangan penelitian acak lengkap pola searah dengan variabel bebas konsentrasi ekstrak cair ubi jalar merah sebesar 0 %; 20 %; 40 %; 60 %; 80 % dibuat dalam bentuk sediaan gel dan kontrol positif Voltaren Emulgel. Hewan uji yang digunakan tikus putih jantan galur Wistar dengan usia 2 bulan. Data hasil uji dilakukan analisis statistik Anova satu arah dengan taraf kepercayaan 95% untuk melihat distribusi data, jika terjadi perbedaan dilanjutkan uji Least Significant Difference (LSD). Hasil efek analgetik dengan melihat perubahan warna kulit dan efek antiinflamasi dengan melihat penurunan volume udema kaki tikus putih jantan galur Wistar setelah kaki kanannya di injeksi dengan suspensi karagenin 1 % sebanyak 0,05 mL secara intraplantar. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahawa ekstrak cair ubi jalar merah (Ipomoea batatas Lamk.) dalam bentuk sediaan gel dapat memberikan efek analgetik dan anti inflamasi terhadap hewan uji. Sediaan gel ubi jalar merah (Ipomoea batatas Lamk.) dengan konsentrasi 60% yang memberikan efek analgetik dan anti inflamasi paling baik.
AKTIVITAS ANTIHIPERURESEMIA KOMBINASI EKSTRAK RIMPANG LENGKUAS (Alpinia galanga L.) DAN ALLOPURINOL PADA MENCIT PUTIH JANTAN GALUR SWISS Devi Ika Kurnianingtyas Solikhati; Endang Istriningsih
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 1 (2020): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v9i1.1847

Abstract

Hyperuresemia is an elevated level of uric acid in the blood above normal. Allopurinol is a drug that is often used to treat hyperuresemia, but at high levels it can cause various side effects, one of which is hepatotoxic. Giving galangal rhizome extract combination which has been proven as a hepatoprotector and antihyperuresemia, is expected to reduce the side effects of allopurinol and provide a synergistic effect in reducing uric acid levels in the blood. This study used Group I which gave a negative suspension which was given a 0.5% Na CMC suspension; Kempok II was given allopurinol 10 mg / kg BW; Group III was given galangal rhizome extract at a dose of 9.1 mg / 20 g BW and group IV was given a combination of galangal rhizome extract dose of 4.55 mg / 20 g BW and allopurinol 5 mg / kg BW. The results of measurement of uric acid levels in the blood showed decreased levels of uric acid in the blood of the negative control group, allopurinol, galangal, and a combined combination - contributing were 6.48 mg / dl; 30mg / dl; 30.96 mg / dl; and 59.52mg / dl. The post hoc test results showed a decrease in the levels of uric acid in the combined blood and the single group showed a difference, this showed a synergistic effect of the administration of a combination of allopurinol and galangal extract. This synergistic effect is related to the content of galangal extract which can inhibit allopurinolKeyword – Antihyperuresemia, Gout, Alpinia Galanga L., Allopurinol

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 3 (2025): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 14, No 2 (2025): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 14, No 1 (2025): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 3 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 2 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 1 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 3 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 2 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 1 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 3 (2022): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 2 (2022): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 1 (2022): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 2 (2021): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 1 (2021): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 2 (2020): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 1 (2020): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 2 (2019): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 1 (2019): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 2 (2018): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 1 (2018): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 6, No 2 (2017): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 6, No 1 (2017): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 5, No 2 (2016): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 5, No 1 (2016): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 4, No 2 (2015): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 4, No 1 (2015): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 3, No 2 (2014): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 3, No 1 (2014): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2, No 4 (2013): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2, No 3 (2013): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 1, No 2 (2012): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 1, No 1 (2012): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi More Issue