cover
Contact Name
Muladi Putra Mahardika
Contact Email
muladimahardika@yahoo.com
Phone
+6285327061300
Journal Mail Official
parapemikir@poltektegal.ac.id
Editorial Address
Jalan Mataram No 9 Kota Tegal
Location
Kota tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
Parapemikir Jurnal Ilmiah Farmasi
ISSN : 20895313     EISSN : 25495062     DOI : 10.30591
Core Subject : Health, Science,
Parapemikir journals based on the results of research in the field of Pharmacy science and community covering Social Behavior and Pharmacy Administration including Pharmacy, Biopharmaceuticals, Drug Submission Systems, Physical Pharmacy, Pharmaceutical Technology, Microbiology and Biotechnology Pharmacy, Pharmacology and Toxicology, Pharmacokinetics, Pharmaceutical Chemistry , Pharmaceutical Chemistry, Biological Pharmacy, Community and Clinical Pharmacy, Pharmaceutical Marketing, Alternative Medicine, Pharmacy Management, Farmakoekonomi, Farmakoepidemiology, Social Pharmacy, Pharmacy Policy.
Articles 343 Documents
Evaluasi Granul Effervescent dari Berbagai Ekstrak Retty Handayani; Nazmi Syaqib; Aji Najihudin
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 1 (2021): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v10i1.2095

Abstract

Granul effervescent merupakan suatu produk granul atau serbuk kasar yang didalamnya mengandung  obat dalam campuran kering, ketika ditambahkan dengan air, akan bereaksi antara asam dan basa yang membebaskan karbondioksida dan menghasilkan buih sehingga akan memberikan efek yang segar. Review artikel ini dibuat dengan tujuan untuk mereview atau merangkum dan memberikan informasi terkait formulasi dan evaluasi granul effervescent dari berbagai ektrak tumbuhan dengan variasi metode granulasi basah dan granulasi kering. Metode yang digunakan  dalam pengumpulan data yaitu melalui instrument  pencarian online terbitan Nasional ataupun Internasional. Hasil dari review beberapa artikel ini diketahui perbedaan penggunaan metode menghasilkan evaluasi yang berbeda diantaranya waktu air, waktu larut, kadar air dan kandungan lembab
AKTIVITAS FRAKSI etanol daun sirsak (Annona muricata Linn.) SEBAGAI PENGHAMBATasetilkolINesterase Antonius Padua Ratu; Siswa Setyahadi; Partomuan Simanjuntak
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 6, No 2 (2017): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v6i2.586

Abstract

Alzheimer Disease  (AD) adalah jenis penyakit yang umum dari dimensia  yang menggambarkan kondisi ketika sel-sel saraf (neuron) di otak mati dan tidak lagi berfungsi normal. Kematian dan kerusakan neuron menyebabkan perubahan memori, perilaku dan kemampuan berpikir jernih.Penhambatan asetilkolinesetrase (AChE) dapat dinaikkan jumlah neurotransmitter dan fungsinya. Ini menjadi dasar bahwa peningkatan ketersediaan asetilkolin (ACh) di reseptor acetilkolin dalam otak, menyebabkan neuron  mudah ditranspor sehingga meningkatkan fungsi kognitif. Penelitian aktivitas dari fraksi aktif daun sirsak  in vitro sebagai penghambat AChE dan kinetika penghambatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mempunyai aktivitas penghambatan AChE dan kinetikannya dalam pengobatan AD.Pengujian aktivitas penghambatan AChE dilakukan berdasarkan metode Ellman.Metode ini menggunakan prinsip hidrolisis reaksi substrat ATCh oleh AChE dengan DNTB yang memberikan warna kuning dan diukur serapannya pada panjang gelombang 410 ± 5 nm. Hasil pengujian  penghambatanAChE menunjukkan bahwa Fr.Etanol dari daun Annona muricata Linn. memberikanpenghambatan tertinggi dengan nilai IC50  sebesar 69.927 mg/L. Hasil fraksinasi Fr.Etanol.1.2.1 mempunyai nilai penghambatan AChE tertinggi dengan nilai IC50 3.651 mg/L.  Sementara itu, positif kontrol donepezil HCl dengan nilai IC50 sebesar 0.016 mg/L. Kinetika Fr.Etanol.1.2.1 terhadap penghambatan AChEadalah kompetitif. Kata kunci : Alzheimer, Annona muricata Linn., Asetilkolin, Asetilkolinesterase,  Kinetika 
OPTIMASI FORMULA MATRIKS PATCH TRANSDERMAL EKSTRAK BIJI MAHONI (Swietenia Mahagoni L.) MENGGUNAKAN SIMPLEX LATTICE DESIGN Nurista Dida Ayuningtyas; Felisia Bani
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 1 (2019): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v8i1.1307

Abstract

Background: Mahogany seed extract has been widely studied to overcome blood sugar levels in mice in 50 mg / KgBB. The effectiveness of mahogany seed extracts in reducing sugar levels can be used in transdermal patch matrix preparations. Objective: This study is to manufacture preparations of mahogany seed transdermal matrix patches. Method: create a transdermal patch matrix created by optimizing PVA, HPMC, and PVP with the Design Expert version 10 software using the Simplex Lattice Design method. Evaluation formulas include visual index, thickness (cm), net weight (%), shrinkage drying (%), and drug content (%). Results: completion of the Expert Tool version 10 design analysis obtained 14 run. Each formula is optimized and obtained 13-16 visual values, thickness of 0.1007-0.1030 cm, weight of 0.1415-1461 grams, shrinkage of 9.28-15.25%, content medication 60, 28-94.44%. ANOVA analysis produces significant numbers between averages on visual measurements and weights, formulas for optimal determination. The results of the optimal formula formula obtained by the formula PVA: HPMC: PVP with a concentration of 4.92: 1.02: 0.55% and the desire value 0.829. The results of the validation test using the openstat software t test obtained the equation obtained is valid with p value of 0.787 (p 0.05).Keywords: Mahogany seeds, patches, optimization, simplex lattice design
PENGARUH PENGGUNAAN UMBI PATI GARUT (MARANTA ARUNDINACEAE,L) SEBAGAI BAHAN PENGIKAT TERHADAP KEKERASAN TABLET ANTALGIN Dwi Sari Astuti
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 3, No 2 (2014): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v3i2.215

Abstract

Pati garut merupakan pati yang berasal dari tanaman umbi garut (Maranta arundinaceae, L) yangmempunyai daya jendal jika ditambah air dan dapat digunakan sebagai bahan pengikat tablet. Tujuan penelitianini untuk mengetahui kemampuan pati Garut sebagai bahan pengikat tablet Antalgin.Dalam penelitian ini dibuattiga formula tablet antalgin dengan pati garut sebagai bahan pengikat yang dibedakan konsentrasinya yaitu10%b/b, 15% b/b dan 20% b/b. Tablet dibuat dengan metode granulasi basah, granul diuji kadar air, sifat alir,sudut diam dan pengetapannya sedangkan tablet diuji sifat fisiknya yaitu keseragaman bobot,kekerasan,kerapuhan dan waktu hancur.Hasil penelitian menunjukkan bahwa patigarut pada konsentrasi 10% – 20% dapat digunakan sebagaibahan pengikat tablet antalgin. Semakin besar konsentrasi bahan pengikat pati garut yang digunakan, semakinbesar juga kekerasannya.Kata kunci : Pati Garut (Maranta arundinaceae, L), bahan pengikat, dan tablet antalgin.
HUBUNGAN PERILAKU DAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DALAM PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI DESA TELUK TAMBA KECAMATAN TABUKAN KALIMANTAN SELATAN Rini Ardila Ipnas; Saftia Aryzki; Erlina Syamsu
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 3 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v12i3.5648

Abstract

Di Indonesia, pengetahuan masyarakat dalam penggunaan antibiotik sering tidak tepat. Hal tersebut dapat menyebabkan angka resistensi antibiotik meningkat. Hasil RISKESDAS 2013 menunjukkan Kalimantan Selatan memiliki angka proporsi rumah tangga menyimpan antibiotika tanpa resep sebanyak 90,6 %, hal ini menunjukkan masyarakat tidak menggunakan antibiotik secara tepat. Penggunaan antibiotik dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu, perilaku dan pengetahuan sehingga tujuan penelituan ini untuk melihat hubungan perilaku dan pengetahuan masyarakat dalam penggunaan antibiotik di Desa Teluk Tamba Kecamatan Tabukan Kalimantan Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik non eksperimental (kuantitatif analitik) dengan metode cross-sectional. Sampelnya adalah masyarakat Desa Teluk Tamba dengan umur diatas 17 tahun dan berjumlah 91 orang. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner perilaku dan pengetahuan. Data dianalisis menggunakan uji spearman rank dengan program spss versi 26.  Hasil penelitian menunjukan masyarakat di Desa Teluk Tamba memiliki tingkat perilaku penggunaan antibiotik dalam kategori kurang (82,41%). Tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik dalam kategori kurang (75,82%). Hasil spearman rank menunjukan adanya hubungan signifikan yang searah antara perilaku dan pengetahuan sebesar (0,000) dan nilai koefisien korelasi (0,588) dengan arah korelasi positif, kekuatan korelasi dari kedua variabel tersebut berada dalam tingkat hubungan sedang. Kesimpulan terdapat hubungan perilaku dan pengetahuan dalam penggunaan antibiotik
Perbandingan Pemakaian Antibiotik Amoxilin Dan Antibiotik Siprofloksasin Di Puskesmas Jatinegara Pada Bulan Januari-Maret 2010 Lies Faozah Farmasi
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 1, No 1 (2012): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v1i1.24

Abstract

Antibiotik (anti=lawan, bios=hidup) adalah zat-zat kimia yang di hasilkan oleh fungsi dan bakteri, yang memiliki khasiat mematikan atau menghambat pertumbuhan kuman, sedangkan toksisitasnya pada manusia relatif kecil. Turunan zat-zat ini yang di buat secara sintesis, juga begitu pula semua senyawa sintesis.Data penelitian di puskesmas jatinegara menunjukan bahwa antibiotik amisisilin sejumlah 8643 kaplet dan antibiotik siprofloksasin sejumlah 1478, antibiotik amoksisilin pada bulan januari sebanyak 134 kaplet, pada bulan Februari sebanyak 3849 kaplet dan pada bulan Maret sebanyak 4651 kaplet dan antibiotik siprofloksasin pada bulan Januari sebanyak 583 kaplet, pada bulan Februari sebanyak 352 kaplet dan pada bulan Maret sebanyak 543 kaplet. DEngan demikian antibiotik yang paling banyak di gunakan adalah antibiotik amoxisilin dari pada siprofloksasi, dengan adanya masalah kurangnya pasokan antibiotik amoxsisilin yang di kirimke puskesmas jatinegara maka penggunaan antibiotik amoxisilin di ganti dengan antibiotik siprofloksasin Kata Kunci :    Antibiotika, Toksisitas, Amoksisilin, Ciprofloksasin
FORMULASI SEDIAAN FACEMIST ANTIBAKTERIAL DAN IDENTIFIKASI MINYAK ATSIRI BUNGA KENANGA (Cananga odorata) MENGGUNAKAN GC-MS Annisa Nurlaila Sari; Bangkit Riska Permata; Desy Ayu Irma Permatasari
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 3 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v12i3.5524

Abstract

Bunga kenanga memiliki minyak atsiri yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Untuk meningkatkan kepraktisan dalam penggunaan, minyak atsiri bunga kenanga diformulasikan dalam bentuk sediaan facemist. Penelitian ini bertujuan mengetahui randemen minyak atsiri dari bunga kenanga, mengetahui komponen minyak atsiri yang diidentifikasi dengan GC-MS, mengetahui evaluasi fisik sediaan facemist dan mengetahui aktivitas antibakteri facemist terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923. Bunga kenanga (Cananga odorata) didestilasi menggunakan metode destilasi uap. Minyak atsiri diidentifikasi senyawanya menggunakan alat GC-MS dan diformulasikan kedalam sediaan facemist dan dilakukan uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923. Hasil dari penelitian didapatkan randemen minyak atsiri bunga kenanga sebesar 0,33%. Hasil dari identifikasi komponen minyak atsiri terdapat 4 senyawa tertinggi β-Caryophyllene, Germacrene-D, Benzyl benzoate dan α-caryophyllene. Hasil uji aktivitas antibakteri sediaan facemist pada formula 1 (10%), formula 2 (15%) dan formula 3 (20%) dengan daya hambat rata-rata sebesar 9,26 mm, 11,16 mm dan 11,83 mm. Hasil evaluasi fisik dari keempat formulasi sediaan facemist menujukkan semua nya memenuhi standar mutu fisik yang baik dan berdasarkan hasil uji iritasi sediaan facemist tidak menunjukkan adanya iritasi pada kulit.
Penentuan Kadar Total Fenol Fraksi N-Heksan, Etil Asetat, Dan Air Herba Pegagan (Centella asiatica (L) Urban) Nur Malita Aprilianti; Purgiyanti Purgiyanti; Akhmad Aniq Barlian
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 1 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v12i1.4348

Abstract

Herba pegagan (Centella aciatica (L) Urban) merupakan salah satu jenis herba yang memiliki manfaat yang sangat luas dan beragam. Herba ini mengandung senyawa bioaktif yaitu flavonoid, tanin dan fenolik. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui dari pelarut mana yang paling besar mengandung kadar total fenol. Herba pegagan diekstraksi menggunakan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dengan perbandingan 1:3 yang dilakukan selama 3×24 jam. Ekstrak yang diperoleh kemudian di ekstraksi menggunakan metode fraksinasi bertingkat dengan pelarut non polar (n-heksan), pelarut semi polar (etil asetat), dan pelarut polar (air). Hasil ekstraksi kemudian dilakukan identifikasi ekstrak dengan uji kualitatif yaitu uji warna dan untuk penentuan kadar fenol total menggunakan spektrofotometri Uv-vis menggunakan reagen Folin-Ciocalteau dimana hasilnya dinyatakan dalam ekuivalen Gallic Acid Equivalent (mg GAE/100 gram). Berdasarkan hasil penelitian dari ketiga fraksi menunjukkan fraksi etil asetat memiliki kandungan fenol sebesar 10,73 mg GAE/g, fraksi n-heksan sebesar 2,03 mg GAE/g  dan fraksi air paling rendah kadar fenolnya yaitu sebesar 0,53 mg GAE/g. Penelitian ini menunjukkan bahwa fraksi etil asetat memiliki kadar fenol yang paling besar dibandingkan dengan fraksi lainnya. 
Analisis Pengaruh Obat Antituberkulosis Terhadap Nilai Sgpt dan Sgot pada Pasien Penderita Tuberkulosis Paru Nur Hasanah; Dede Rival Novian
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 2 (2020): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v9i2.1881

Abstract

Tuberculosis (TB) is a direct infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis. Anti-tuberculosis drugs have a hepatotoxic effect that causes extensive liver injury and harvesters. The parameter to determine the presence or absence of liver damage is to look at SGPT and SGOT levels. The purpose of this study was to determine the effect of drugs on SGPT and SGOT values based on age and sex classification. The method is carried out with a retrospective approach. The results showed that the effect of drugs on the value of SGPT with a high value of 35 as much as 6.25%, on the value of SGOT with a high value 35 as much as 12.5%. Whereas at the age of 56-65 years the SGPT value was 2.5% and SGOT was 3.75%, at the age of 17-25 years the SGOT value was 3.75%. sex with a high SGPT score of 5%. While the SGOT value is equal to 6.25%. Then it can be concluded that the administration of anti-tuberculosis drugs to the value of SGPT and SGOT has an effect on the value of SGPT and SGOT based on age is productive age which is 15-49 years whereas based on gender is men.
KOMUNIKASI NON VERBAL PADA PEMULIHAN PASIEN MELAHIRKAN SECARA BEDAH CAESAR Agus Susanto
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 5, No 2 (2016): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v5i2.388

Abstract

Proses pemulihan pasien melahirkan secara bedah Caesar lebih lama dibandingkan dengan melahirkan normal. Proses pemulihan tersebut tidak hanya tergantung pada pemberian obat-obatan semata namun diperlukan adanya komunikasi. Selain komunikasi verbal, komunikasi non verbal perlu dilakukan dalam membantu pasien untuk segera pulih kondisinya. Penelitian ini ditujukan untuk memberikan gambaran tentang bentuk komunikasi non verbal dalam pemulihan pasien melahirkan secara bedah Caesar di RSKB Cinta Kasih Tzu Chi Jakarta Barat. Penelitian dilaksanakan berdasarkan metode kualitatif dan bersifat deskritif dengan mengadakan wawancara kepada 5 pasien melahirkan secara bedah Caesar dan observasi di lingkungan rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tim medis (dokter dan perawat)  dan keluarga berperan dalam membangun komunikasi non verbal untuk membantu pemulihan pasien. Bentuk dari komunikasi yang paling banyak muncul adalah komunikasi dengan menggunakan bahasa tubuh, sentuhan dan intonasi. Pendampingan suami merupakan bentuk komunikasi non verbal yang paling diperlukan oleh pasien selama proses kelahiran sampai dengan pemulihan pasien melahirkan di rumah sakit. Kata Kunci : komunikasi  non verbal, bedah caesar dan pemulihan

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 3 (2025): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 14, No 2 (2025): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 14, No 1 (2025): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 3 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 2 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 1 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 3 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 2 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 1 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 3 (2022): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 2 (2022): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 1 (2022): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 2 (2021): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 1 (2021): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 2 (2020): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 1 (2020): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 2 (2019): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 1 (2019): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 2 (2018): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 1 (2018): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 6, No 2 (2017): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 6, No 1 (2017): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 5, No 2 (2016): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 5, No 1 (2016): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 4, No 2 (2015): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 4, No 1 (2015): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 3, No 2 (2014): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 3, No 1 (2014): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2, No 4 (2013): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2, No 3 (2013): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 1, No 2 (2012): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 1, No 1 (2012): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi More Issue