cover
Contact Name
Muladi Putra Mahardika
Contact Email
muladimahardika@yahoo.com
Phone
+6285327061300
Journal Mail Official
parapemikir@poltektegal.ac.id
Editorial Address
Jalan Mataram No 9 Kota Tegal
Location
Kota tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
Parapemikir Jurnal Ilmiah Farmasi
ISSN : 20895313     EISSN : 25495062     DOI : 10.30591
Core Subject : Health, Science,
Parapemikir journals based on the results of research in the field of Pharmacy science and community covering Social Behavior and Pharmacy Administration including Pharmacy, Biopharmaceuticals, Drug Submission Systems, Physical Pharmacy, Pharmaceutical Technology, Microbiology and Biotechnology Pharmacy, Pharmacology and Toxicology, Pharmacokinetics, Pharmaceutical Chemistry , Pharmaceutical Chemistry, Biological Pharmacy, Community and Clinical Pharmacy, Pharmaceutical Marketing, Alternative Medicine, Pharmacy Management, Farmakoekonomi, Farmakoepidemiology, Social Pharmacy, Pharmacy Policy.
Articles 343 Documents
FORMULASI DAN KARAKTERISASI BODY BUTTER EKSTRAK ETANOL DAUN KOPI ARABIKA (Coffea arabica L ) DENGAN COCOA, SHEA, DAN COCONUT BUTTER Yahdian Rasyadi
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 2 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v12i2.5102

Abstract

Penggunaan produk kosmetik untuk mencegah penuaan dini semakin meningkat seiring dengan perkembangan teknologi. Salah satu bahan alam di Indonesia yang mengandung senyawa aktif sebagai antioksidan adalah daun kopi arabika (Coffea arabica L). Salah satu bentuk kosmetik yang dapat dibuat dengan ekstrak daun kopi Arabica adalah adalah body butter. Pada pembuatan body butter dapat digunakan berbagai macam butter sebagai basis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan sediaan body butter yang mengandung daun kopi Arabika 0,1 % dengan variasi basis, F1 (cocoa butter 10 %), F2 (cocoa butter 30 %), F3 (shea butter 10 %), F4 (shea butter 30%), F5 (coconut butter 10 %) dan F6 (coconut butter 30 %). Evaluasi yang dilakukan pada sediaan body butter yaitu pemeriksaan organoleptis, pH, uji viskositas, homogenitas, dan stabilitas. Dari hasil evaluasi diperoleh bahwa semua formula memenuhi persyaratan organoleptis berbentuk body butter, berada pada rentang pH 7,3-7,8, viskositas berkisar antara 4000-5000 cP, homogen dan stabil pada suhu 4°C - 40°C. Dapat disimpulkan bahwa cocoa, shea dan coconut dapat diformulasikan menjadi sediaan body butter ekstrak etanol daun kopi arabika dengan formula yang paling baik adalah F5 (basis coconut butter 10%).
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SERUM ANTI AGING DARI EKSTRAK PEGAGAN (Centella asiatica L Urban) Purgiyanti Purgiyanti
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 3 (2022): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v11i3.3776

Abstract

Pegagan merupakan salah satu tanaman dalam bentuk herba yang sudah banyak dimanfaatkan sebagai obat. Tanaman ini mengandung senyawa metabolit sekunder berupa fenol. Kegunaan senyawa fenol ini salah satunya adalah sebagai antioksidan,yaitu senyawa yang dapat menangkal radikal bebas. Antioksidan dapat berpengaruh terhadap metabolisme dalam tubuh salah satunya adalah sebagai pencegah penuaan pada kulit.Tujuan dari penelitian ini adalah membuat serum anti aging yang akan diuji sifat fisik dan aktivitas antioksidannya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, metode pengumpulan data menggunakan data kualitatif dan kuantitatif dari eksperimen laboratorium. Ekstrak dibuat dengan metode maserasi menggunakan pelarut Etanol 96% dan uji aktivitas antioksidan menggunakan peredaman DPPH dengan instrumen spektrofotometer UV-Vis. Dari hasil sediaan yang dibuat,dilakukan uji fisik terhadap organoleptis, homogenitas, pH, uji daya lekat dan dilakukan juga uji kesukaan dan iritasi. Hasil uji fisik yang diperoleh bahwa sediaan serum memenuhi persyaratan sementara untuk uji daya antioksidan diperoleh hasil IC50 sebesar 191,19 ppm sehingga serum yang dihasilkan mempunyai daya antioksidan yang lemah.
DAYA SERAP ARANG AKTIF BAMBU DAN BATOK KELAPA SEBAGAI PEWARNA MAKANAN YANG DIJUAL DI PASARAN Novriyanti Lubis
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 2 (2021): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v10i2.2437

Abstract

Penggunaan arang aktif bambu dan batok kelapa sebagai pewarna makanan yang dijual di pasaran yang juga sebagai pewarna makanan alternatif semakin menjadi trend, maka perlu dilakukan pengujian untuk mengetahui daya serap arang aktif bambu dan batok kelapa sebagai pewarna makanan yang dijual di pasaran sesuai dengan SNI (Standar Nasional Indonesia). Pengambilan sampel arang aktif dilakukan dengan purposive sampling. Perlakuan awal sampel adalah masing-masing sampel ditimbang 1 gram untuk selanjutnya dianalisis daya serapnya terhadap iodium dengan metode titrasi iodometri. Parameter yang diamatai pada titrasi ini adalah hilangnya warna biru pada larutan sampel. Data perhitungan hasil analisis menunjukan bahwa kemampuan daya serap masing-masing sampel memiliki nilai daya serap 290 mg/gram, 500 mg/gram, 490 mg/gram, 540 mg/gram, 80 mg/gram, dan 48 mg/gram yang berarti seluruhnya tidak memenuhi standar SNI 06-3730-1995 dengan daya serap terhadap iodium minimal 750 mg/gram atau dengan kata lain kualitas semua sampel belum cukup baik
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA AKTIF FRAKSI ETANOL DAUN SIRSAK (Annona muricata Linn) SEBAGAI PENGHAMBAT OKSIDASE XANTHINE Slamet Slamet; Partomuan Simanjuntak
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 1 (2018): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v7i1.742

Abstract

Annona muricata Linn (Sirsak) sudah digunakan masyarakat untuk pengobatan berbagai penyakitseperti kanker, diabetes, gout dan lainnya. Khasiat sirsak juga telah dipelajari adalah sebagai antioksidan,antigout, antibakteri, antimalaria, antimollusca, analgesik, antiinflamasi, antiparasit, antihipertensi, danantidepresi. Gout adalah penyakit degeneratif yang penderitanya sangat terganggu. Gout sangat berkaitanbanyaknya asam urat pada peredaran darah dan pengendapan pada persedian tulang. Prevalensi goutcenderung meningkat di masa depan dan telah menyerang usia muda. Prevalensi gout di Indonesia telahmenyerang usia di bawah 34 tahun yaitu sebesar 32% dan tertinggi terjadi pada populasi di Minahasasebesar 29,2%. Tujuan penelitian ini menentukan aktifitas penghambatan terhadap enzim xantin oksidaseoleh beberapa ekstrak Annona muricata Linn (sirsak ). Ekstrak hasil terbaik dari uji ini dilakukanpemisahan dengan kromatografi kolom dan kromatografi preparatif untuk mendapatkan fraksi dengansenyawa aktif yang lebih sedikit. pada pemisahan terakhir didapat 3 fraksi dan diuji lagi dengan ujiaktivitas penghambatan terhadap xantine oksidase. Hasil pengujian tersebut didapat fraksi E.4.1.3 denganIC50 0,02 ppm. Fraksi E.4.1.3 dilakukan analisa secara LC_MS dan FT-IR untuk menentukan zat yangmenghambat aktivitas xanthine oxidase. Hasil yang diperoleh dan dikaitan dengan data yang ada bahwazat ini diduga Quercetin 3- (2-galloylglucosida
Aktivitas Antihiperurisemia Mikroenkapsulasi Ekstrak Kulit Melinjo (Gnetum gnemon L.) secara In Vivo Dhimas Adhityasmara; Yustisia Dian Advistasari; Bekti Nugraheni
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 1 (2020): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v9i1.1843

Abstract

Hyperuricemicis as an abnormally elevated uric acid level in the blood.Gnetumgnemon, locally known as Melinjo, is one of the Indonesian indigenous plantswhichcan be an alternative source of allopurinol. The peels of Gnetumgnemon, usually be wasted,contains red anthocyanin pigments possessing antioxidant activity owing toits potential for the inactivation of free radicals and peroxyls. However, the anthocyanin will chemically result incompound instability and is easily degraded during the period ofstorage. Encapsulation remains as one of the eminent formulation techniques usedto protect the active pharmaceutical compound through coating ofmainingredient with polymer forming smallersize of particles within micro tonano.This study was aimed at determining the Gnetumgnemonpeel extract in microencapsulated form in inducing antihyperuricemic activity. The male Wistar-strain rats wereused as subjects,groupedinto fivedifferent feeding treatments, i.e. negative group (carboxymethyl cellulose(CMC) Na 0.5%), positive group (allopurinol 12.6 mg/kg BM), andthree doses groups(i.e. 100 mg/kgBM, 200 mg/kg BM, dose group 300 mg/kg BM). Uric acid levels were initially assessed for each group, then every test-animals werefedwith a dose of 300mg/kg BM of potassium oxonate intraperitoneally,and 2.5 mL of chicken liver juiceorally. An hour interval was given for the uric acid levels measurement for each group. The results showed an increase in uric acid levels after the subjectswere treated accordingly with potassium oxonate 300mg/kg BM and 2.5 mL chicken liver juice. At the hour-2, there was a decrease in uric acid levels but showingno significant difference in everygroup (p 0.05). The significant decrease among the groups was found at hour-4and indicates that dose of 200mg/ kgBM is an effective dose in reducing uric acidlevelsKeyword: Gnetumgnemonpeel extract, microencapsulation, antihyperuricemic
SOSIALISASI PENGELOLAAN OBAT DAGUSIBU(DAPATKAN, GUNAKAN, SIMPAN, BUANG) DI KELURAHAN PESURUNGAN KIDUL KOTA TEGAL BERSAMA IKATAN APOTEKER INDONESIA TEGAL Sari Prabandari; Rizky Febriyanti
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 5, No 1 (2016): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v5i1.316

Abstract

Obat, ibarat madu atau racun. Obat disebut sebagai madu karena bisa menghilangkan gejalasakit, atau penyebab sakit. Obat disebut dengan racun karena penggunaan obat yang tidakbenar akanmenyebabkan efek samping yang merugikan kesehatan. Agar terhindar dari dampak negatif penggunaanobat, maka kita perlu menggunakan obat secara benar.Setelah mendapatkan obat dari jalur yang legal, kita perlu mengenal penggunaan obat secarabenar, yang meliputi 3 hal : sebelum menggunakan, pada saat menggunakan dan setelah menggunakanobat. Sebelum menggunakan obat, kita harus memastikan bahwa obat yang akan kita minum sesuaiindikasi, secara fisik baik (homogen, tidak berubah warna), dan belum kadaluarsa. Kita juga perlumemerhatikan peringatan (kontra indikasi) yang ada didalam kemasan obat.Untuk itu kita perlu mengenalprinsip DA GU SI BU, yaitu DApatkan obat secara benar, GUnakan obat secara benar, SImpan obatdengan benar dan BUang obat dengan benar. Dapatkan obat dengan benar, mengandung arti kitamendapatkan obat dengan jalur resmi dan cara yang legal. Obat keras, Psikotropika dan Narkotika dapatdidapatkan di apotek dengan resep dokter, sedangkan obat bebas terbatas dan obat bebas dapat didapatkandi Apotek dan Toko Obat yang berijin.Kata Kunci : DAGUSIBU, Obat.
OPTIMASI FORMULA KRIM EKSTRAK POLIHERBAL SEBAGAI ANTIBAKTERI DENGAN KOMBINASI GLISERIN, SORBITOL DAN PROPILENGLIKOL SEBAGAI HUMEKTAN Santoso, Joko; Herowati, Rina; Murrukhmihadi, Mimiek
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 2 (2018): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v7i2.927

Abstract

Bakteri berperan besar dalam menimbulkan infeksi pada luka diabetik, seperti bakteri Staphylococcus aureus.  Madu, lidah buaya, kunyit, mengkudu dan daun insulin mempunyai senyawa yang berfungsi sebagai antibakteri. Penggunaan humektan dalam krim dapat meningkatkan aktivitas kerja obat dan memberi kenyamanan dalam pemakaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi gliserin, sorbitol dan propilenglikol sebagai humektan terhadap sifat fisik, mengetahui komposisi optimum dan aktifitas  antibakteri.   Ekstrak poliherbal dibuat dengan cara mencampurkan madu, daging lidah buaya, ekstrak rimpang kunyit, ekstrak mengkudu dan ekstrak daun insulin.  Ekstrak poliherbal digunakan sebagai zat aktif sebesar 20% dengan variasi humektan gliserin, sorbitol dan propilenglikol diuji sifat fisik dan antibakteri meliputi organoleptis, pH, daya lekat, daya sebar, viskositas dan antibakteri Staphylococcus aureus. Formula optimum diperoleh dengan metode Simplex Lattice Design (SLD), hasil dianalisis dengan Software Design Expert. Formula optimum diuji sifat fisik kemudian dianalisis menggunakan one-sampel t-test, diuji .                Kombinasi humektan gliserin, sorbitol dan propilenglikol berpengaruh terhadap sifat fisik krim daya lekat dan daya sebar. Daya hambat bakteri paling besar terdapat pada formula 2. Formula optimum krim diperoleh konsentrasi variasi kombinasi gliserin 7%, sorbitol 7% dan propilenglikol 1%.Uji t menunjukkan berbeda tidak signifikan antara respon hasil percobaan dengan prediksi
PENGARUH CARA PENGERINGAN TERHADAP RENDEMEN HASIL SOXHLETASI RIMPANG TEMU GIRING (Curcuma heyneana Val. & V. Zijp) Mutmainah -
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2, No 4 (2013): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v2i4.58

Abstract

Temu Giring merupakan salah satu dari jenis tanaman obat yang digunakan masyarakat. Temu Giring banyak di tanam di perkarangan rumah dan biasanya tanaman ini dikenal masyarakat dapat untuk lulur. Pengeringan merupakan  suatu cara yang dilakukan untuk mendapatkan simplisia yang tidak mudah rusak dan dapat disimpan dalam waktu yang lebih lama.                Penelitian dilakukan di Laboratorium Farmasi Politeknik Harapan Bersama Tegal, mengenai pengaruh cara pengeringan terhadap rendemen hasil soxhletasi rimpang Temu Giring (Curcuma heyneana Val. V. Zijp). Temu Giring dikeringkan dengan tiga cara pengeringan yaitu dengan cara sinar matahari langsung, dengan cara diangin-anginkan, dan dengan cara oven. Pengambilan ekstrak dilakukan dengan metode soxhletasi menggunakan pelarut etanol 96%. Berdasarkan penelitian diperoleh rendemen hasil soxhletasi sebesar 18,14% untuk simplisia dengan cara pengeringan sinar matahari langsung, 7,57% untuk simplisia dengan cara pengeringan diangin-anginkan dan 4,45% untuk simplisia dengan cara pengeringan oven.Kata kunci: Temu Giring , Cara Pengeringan, Soxhletasi, Rendemen Hasil Soxhletasi.
UJI TOTAL FLAVONOID DAN UJI AKTIVITAS EKSTRAK METANOL DAUN JERUJU (Acanthus ilicifolius.L) TERHADAP BAKTERI STREPTOCOCCUS MUTANS Dewi Fitriani Puspitasari
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 2 (2022): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v11i2.3366

Abstract

AbstractThis study aims to determine the antibacterial activity, effective concentration and the effect of increasing the concentration of methanol extract of Jeruju leaves (Acanthus ilicifolius) on the growth inhibition of Streptococcus Mutans bacteria. Extraction was carried out by maceration using methanol as a solvent. Testing of antibacterial activity using agar diffusion method (modified Kirby and Bauer diffusion) by means of wells. The results of the antibacterial activity were analyzed using the One way ANOVA method. Anova data showed that extract concentrations of 8%, 10%, 20%, 30% had given activity inhibiting the growth of the test bacteria, namely 15.74 mm; 20.50 mm; 21.11mm and 21.66mm. The increase in the concentration of jeruju leaf extract showed the larger the diameter of the inhibition zone for bacterial growth. The increase in the diameter of the inhibition zone showed a significant difference in p0.05 at each concentration.
Analisis Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di Rs X Sidoarjo khurin In Wahyuni; Nofrianti Melani Son; Puspita Raras Anindita
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 1 (2021): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v10i1.2144

Abstract

Kepuasan pasien merupakan indikator pertama dari standar suatu rumah sakit dan suatu ukuran mutu pelayanan.Kepuasan pasien yang rendah akan berdampak terhadap jumlah kunjungan dirumah sakit, sedangkan sikap karyawan terhadap pasien juga akan berdampak terhadap kepuasan pasien. kepuasan pasien yang perlu diperhatikan oleh rumah sakit adalah kualitas layanan dengan indikator bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati diberikan petugas kesehatan kepada pasien sehingga  tercipta kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien rawat inap BPJS di Rumah Sakit Anwar Medika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif cross-sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini yaitu 138 dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan pada bulan februari-maret 2020 dengan menggunakan kuisioner. Penelitian ini mendapatkan hasil persentase tingkat kepuasan yaitu kepuasan rendah 0%, kepuasan sedang 88%, dan kepuasan tinggi 18%. Hasil persentase tingkat pelayanan kefarmasian yaitu pelayanan rendah 12%, pelayanan sedang 78%, dan pelayanan tinggi 10%.  Berdasarkan analisis korelasi  Spearman Rank (Rho) antara tingkat kepuasan pasien dengan pelayanan kefarmasian didapatkan p value = 0,000 (0,05) yang berarti terdapat hubungan signifikan antara tingkat kepuasan pasien dengan pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit Anwar Medika

Page 11 of 35 | Total Record : 343


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 3 (2025): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 14, No 2 (2025): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 14, No 1 (2025): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 3 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 2 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 1 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 3 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 2 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 1 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 3 (2022): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 2 (2022): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 1 (2022): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 2 (2021): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 1 (2021): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 2 (2020): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 1 (2020): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 2 (2019): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 1 (2019): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 2 (2018): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 1 (2018): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 6, No 2 (2017): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 6, No 1 (2017): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 5, No 2 (2016): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 5, No 1 (2016): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 4, No 2 (2015): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 4, No 1 (2015): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 3, No 2 (2014): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 3, No 1 (2014): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2, No 4 (2013): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2, No 3 (2013): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 1, No 2 (2012): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 1, No 1 (2012): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi More Issue