cover
Contact Name
Teguh Lesmana
Contact Email
teguhcrbn131@gmail.com
Phone
+6283824046348
Journal Mail Official
edulead.bbc@gmail.com
Editorial Address
https://journal.bungabangsacirebon.ac.id/index.php/edulead/timeditor
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Edulead
ISSN : 26849208     EISSN : 28296311     DOI : 10.47453
Jurnal EDULEAD dibuat sebagai sarana publikasi berbagai bentuk kegiatan ilmiah dosen dan mahasiswa khususnya hasil penelitian bidang manajemen pendidikan dan kepemimpinan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 76 Documents
Peran Komunikator KH. Abdul Mujib Pengasuh Pondok Pesantren Tarbiyatul Banin Kaliwadas Sumber Cirebon Sri Wanayati Aidin
Edulead : Journal of Education Management Vol 4 No 1 (2022): Edulead : Journal of Education Management
Publisher : LPPM Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edulead.v4i1.582

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Cara KH. Abdul Mujib sebagai pengasuh Pondok Pesantren Tarbiyatul Banin berkomunikasi dengan masyarakat, peran komunikasi KH. Abdul Mujib di Masyarakat, dan persepsi masyarakat terhadap peran KH. Abdul Mujib. Peran Kyai Menurut Sulton Mashud : Sebagai visioner (mempunyai visi kedepan), komunikator (mempengaruhi masyarakat melalui komunikasi langsung dengan menekankan pentingnya nilai-nilai, asumsi, komitmen dan keyakinan serta tekad untuk mancapai tujuan bersama dengan mempertimbangkan moral dan etika, motivator menginspirasi masyarakat), innovator (mendorong pencarian cara-cara kerja baru yang lebih efektif untuk mencapai tujuan bersama ), edukator ( pendidik ) Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi naratif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara mendalam, observasi participant, dan dokumentasi. Alat pengumpulan data yang digunakan yaitu panduan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini meliputi Ustadz, santri, dan warga masyarakat. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa cara KH. Abdul Mujib berkomunikasi dengan masyarakat yaitu : Melalui interaksi dalam keseharian KH. Abdul Mujib, melalui berbagai acara keagamaan maupun sosial kemasyarakatan di masyarakat, dan dengan mengundang masyarakat untuk hadir dalam acara-acara Pondok Pesantren Tarbiyatul Banin. Peran komunikasi KH. Abdul Mujib di Masyarakat meliputi bidang-bidang sebagai berikut : keagamaan, pendidikan, sosial, ekonomi, kebangsaan, politik dan hubungan dengan pemerintahan. Persepsi masyarakat terhadap peran komunikasi KH. Abdul Mujib pada umumnya menganggap positif. Persepsi masyarakat yaitu peran komunikasi Kyai Abdul Mujib sangat penting di masyarakat Kesimpulan Penelitian yaitu KH. Abdul Mujib berkomunikasi dengan masyarakat dengan beberapa cara yaitu Melalui interaksi dalam keseharian, melalui berbagai acara keagamaan maupun sosial kemasyarakatan di masyarakat, dan dengan mengundang masyarakat untuk hadir dalam acara-acara Pondok Pesantren Tarbiyatul Banin. Peran komunikasi KH. Abdul Mujib di masyarakat sangat beragam meliputi bidang keagamaan, pendidikan, sosial, ekonomi, kebangsaan, dan politik serta hubungan dengan pemerintahan. Persepsi masyarakat terhadap peran komunikasi KH. Abdul Mujib umumnya positif dan menganggap penting. Kata Kunci: Peran, Komunikator, Pesantren
PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DAN BUDAYA KERJA TERHADAP KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DI MADRASAH IBTIDAIYAH SE KECAMATAN SUMBER KABUPATEN CIREBON Busaeri Busaeri
Edulead : Journal of Education Management Vol 1 No 1 (2019): Edulead : Journal of Education Management
Publisher : LPPM Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edulead.v1i1.101

Abstract

Posisi strategis guru sebagai pendidik menentukan keberhasilan pendidikan. Tuntutan akan profesionalitas guru saat ini menjadi hal yang niscaya, setidaknya empat kriteria tenega pendidik yang diamanatkan oleh UU nom 20 tahun 2003 menjadi mutlak untuk dapat dipenuhi. Lantas sudahkan semua kriteria itu terpenuhi. Sementara pada aspek pengelolaan kepemiminan kepala sekolah merupakan kunci dari keberhasilan proses lembaga pendidikan. Penelitian ini memberikan ganbaran real terhadap keberadaan guru di indonesia, atau setidaknya diwilayah Cirebon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah metode korelasional yang bertujuan untuk mengkaji tingkat keterkaitan antara variasi suatu faktor dengan variasi faktor lain berdasarkan koefisien korelasi. Adapun jenis metodenya adalah metode survei. Berdasarkan observasi peneliti ada permasalahan dengan profesionalitas guru menyangkut penguasaan materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu dan kemampuan mengembangkan keprofesionalan melalui tindakan yang reflektif masih relatif rendah. Pada aspek penguasaan materi, struktur, kosep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu 25% (17 guru) masuk kategori rendah dan 75% (51guru) masuk kategori sedang, sedangkan pada aspek mengembangkan keprofesionalan melalui tindakan yang reflektif 40% (27 guru) masuk kategori rendah dan 60% (41 guru) sedang. Penelitian ini berupaya mencari besarnya pengaruh kepempinan kepala madrasah dan budaya kerja terhadap kompetensi profesional guru di Madrasah Ibdidaiyah se Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode korelasional yang bertujuan untuk mengkaji tingkat keterkaitan antara variasi suatu faktor dengan variasi faktor lain berdasarkan koefisien korelasi. Hasil penelitian menunjukkan korelasi antara kepemimpinan kepala madrasah dan budaya kerja terhadap kompetensi profesional guru sebesar 0.452 dengan angka koefisien determinasinya sebesar 0.205. Artinya kedua variabel tersebut menyumbang sebesar 20.5% terhadap kompetensi profesional guru dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Nilai F sebesar 7.072 dengan sig 0.002<0.05 sehingga Ho ditolak. Artinya terdapat pengaruh kepemimpinan kepala madrasah dan budaya kerja terhadap kompetensi profesional guru.
MEMBANGUN PRESTASI SEKOLAH MELALUI BENCHMARKING TEKNOLOGI TEPAT GUNA: STUDY KASUS SMK PGRI SUBANG Abdullah Abdullah; Nurudin Nurudin; Syaefuddin Syaefuddin
Edulead : Journal of Education Management Vol 3 No 2 (2021): Edulead : Journal of Education Management
Publisher : LPPM Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edulead.v3i2.514

Abstract

This best practice is motivated by complex issues, among others, SMK PGRI Subang is the only SMK PGRI Subang in Subang Regency that has an ISO certificate. In addition, the education unit level curriculum document as a reference in the implementation of learning and education is fully structured. This can be seen from the learning evaluation documents and assessments that are completely administered. Likewise with the conditions and characteristics of students, most of whom have UN scores according to school quality standards. To form a school that excels, the school is improving in every way. One of the efforts made is to apply the "Appropriate Technology" strategy (Problem Response, Motivation, Communication and Spirituality) which aims to improve school achievement. This research was carried out in four steps, namely problem response, motivation, communication and spirituality. The impact of the Appropriate Technology strategy is (1) students are enthusiastic in learning, (2) are able to move teachers to implement innovative learning, (3) for schools are public interest, are trusted by stakeholders, refer to other schools and receive assistance from stakeholders. Abstrak Best Practice ini dilatarbelakangi oleh persoalan yang kompleks, antara lain SMK PGRI Subang merupakan satu-satunya SMK PGRI Subang di Kabupaten Subang yang memiliki sertifikat ISO. Selain itu, dokumen kurikulum tingkat satuan pendidikan sebagai acuan dalam penyelenggaraan pembelajaran dan pendidikan tersusun secara lengkap. Hal itu terlihat dari dokumen evaluasi belajar dan penilaian yang diadministrasikan dengan lengkap. Begitu pula dengan kondisi dan karakteristik siswa yang sebagian besar memiliki nilai UN sesuai standar mutu sekolah. Untuk membentuk sekolah yang berprestasi, sekolah berbenah dalam segala hal. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menerapkan strategi “Teknologi Tepat Guna” (Tanggap Masalah, Motivasi, Komunikasi dan Spiritual) yang bertujuan untuk meningkatkan prestasi sekolah. Penelitian ini dilaksanakan dalam empat langkah, yaitu tanggap masalah, motivasi, komunikasi dan spiritualitas. Adapun dampak dari strategi Teknologi Tepat Guna adalah (1) siswa antusias dalam belajar, (2) mampu menggerakkan guru untuk menerapkan pembelajaran inovatif, (3) bagi sekolah adalah diminati masyarakat, dipercaya stakeholder, rujukan sekolah lain dan mendapat bantuan dari pemangku kepentingan.
Upaya Peningkatan Hasil Belajar Melalui Model Pembelajaran Kooperatif dengan Model Pembelajaran Student Teamachievement Division(STAD) Pada Siswakelas IX A SMPN 1 Astanajapura Tahun Pelajaran 2023/2024 Siti Azyzah
Edulead : Journal of Education Management Vol 5 No 2 (2023): Edulead : Journal of Education Management
Publisher : LPPM Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edulead.v5i2.1623

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotor pada siswa kelas IX A SMPN 1 Astanajapura Tahun Pelajaran 2023/2024. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas IX A SMPN 1 Astanajapura Tahun Pelajaran 2023/2024 yang berjumlah 31 siswa. Penelitian dilakukan dalam 2 siklus dan setiap siklus terdiri dari 2 sampai 3 kali pertemuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, tes kognitif, tes unjuk kerja, pencatatan lapangan dan dokumentasi. Sedangkan instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, lembar wawancara, soal, lembar instrumen unjuk kerja, dan catatan lapangan. Aspek yang diteliti meliputi kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor siswa. Tindakan yang diberikan oleh guru sebagai indikator keterlaksanaan dan peningkatan pembelajaran dengan metode pembelajaran Student Teams Achievement Divison (STAD) berupa evaluasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, paparan data dan penyimpulan.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN PENDIDIKAN BERBUDAYA LINGKUNGAN UNTUK MENUMBUHKAN KARAKTER CINTA LINGKUNGAN CINTA LINGKUNGN DI SMA NEGERI 3 KUNINGAN Uu Nur Syam
Edulead : Journal of Education Management Vol 3 No 1 (2021): Edulead : Journal of Education Management
Publisher : LPPM Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edulead.v3i1.390

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisa implementasi manajemen pendidikan berbudaya lingkungan untuk menumbuhkan karakter cinta lingkungan cinta lingkungn di SMA Negeri 3 Kuningan, dalam kajian ini digunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif, Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 3 Kuningan. Penelitian ini dilakukan mulai Januari sampai dengan Mei 2019. penelitian lapangan (field research), dalam pengumpulan data, penelitian ini menggunakan metode wawancara secara mendalam, studi dokumen. Data primer, dalam penelitian ini sumber data primernya yakni sumber data yang diperoleh dan dikumpulkan langsung dari informan yang terdiri dari guru guru SMA N 3 Kuningan. data sekunder untuk penelitian ini diambil dari buku penunjang dan data hasil observasi yang berkaitan dengan fokus penelitian, penelitian ini berkesimpulan bahwa, Manajemen Pendidikan Berbudaya lingkungan dilakukan baik dalam tataran planning atau perencanaan dalam upaya menumbuhkan karakter cinta lingkungan di SMA Negeri 3 Kuningan.
KOMPARASI SISTEM PENDIDIKAN MESIR, AMERIKA, DAN JEPANG SEBAGAI PENUNJANG PERBAIKAN PENDIDIKAN DI INDONESIA DALAM TINJAUAN MUTU LULUSAN Lia Emalia
Edulead : Journal of Education Management Vol 5 No 1 (2023): Edulead : Journal of Education Management
Publisher : LPPM Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edulead.v5i1.1185

Abstract

Education as a system means a series of long processes of knowledge transfer. Therefore it can be said as a complex process, both from teachers, students, curriculum to supporting facilities. In improving the quality of graduates, the education system in Indonesia needs improvement in each of its elements. To examine the education system, the drafting team used a literacy study approach in comparing education systems in several developed countries, namely Egypt, the United States and Japan. The results of the literature review concluded that the Egyptian education system excels in religious education, the United States excels in realizing educational goals for a multi-cultural country and Japan in implementing character from an early age.
MANAJEMEN PEMBELAJARAN BERBASIS LINGKUNGAN DI MI NURUL HUDA DAN SDIT KH ABDURRAHMAN MAHMUD KABUPATEN CIREBON Siti Qoriah; Huriyah Huriyah
Edulead : Journal of Education Management Vol 2 No 2 (2020): Edulead : Journal of Education Management
Publisher : LPPM Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan perencanaan pembelajaran berbasis lingkungan hidup, siapa yang dilibatkan dalam perencanaan pembelajaran berbasis lingkungan hidup, hambatan serta upaya penanganan hambatan perencanaan pembelajaran berbasis lingkungan hidup di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda dan Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) KH Abdurrahman Mahmud Kabupaten Cirebon. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dan menggunakan pendekatan Deskriptif. Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah Kepala Sekolah / Kepala Madrasah, Pendidik, Wali Kelas, Siswa dan Pedagang. Hasil penelitian ini menunjukkan Pembelajaran berbasis lingkungan di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda dan Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) KH Abdurrahman Mahmud Kabupaten Cirebon berjalan sangat baik. Pelaksanaan manajemen pembelajaran berbasis lingkungan pada dua sekolah ini berjalan dengan cukup optimal terutama di MI Nurul Huda. Sedangkan di SDIT KH Abdurrahman Mahmud meninggalkan beberapa catatan. Dengan Program Gerik ini, seluruh komponen yang ada di MI Nurul Huda bergerak bersama didukung dengan geografis yang cukup mendukung, salah satunya adanya kantin di dalam lingkungan madrasah. Sehingga, Kepala Madrasah dan Pendidik terutama yang menjabat wali kelas bisa mengontrol program ini dengan baik. Sedangkan beberapa catatan untuk SDIT KH Abdurrahman Mahmud adalah tidak seluruh komponon yang ada di SDIT KH Abdurrahman Mahmud satu visi dan Misi. Catatan yang kedua adalah letak geografis yang kurang mendukung yaitu para pedagang berada di luar pagar sekolah karena sekolah tidak menyediakan lahan untuk mereka. Ini menyulitkan kepala sekolah dan pendidik terutama yang menjabat wali kelas untuk mengontrol program gerik ini. Faktor penghambatnya yaitu peserta didik yang kurang peduli dan sikap serta perilaku peserta didik yang sulit diubah. Upaya-upaya yang dilakukan dalam mengatasi hambatan yaitu dengan mengadakan sosialisasi dengan wali murid, memberikan edukasi kepada peserta didik dengan kegiatan-kegiatan berbasis lingkungan, memberikan himbauan-himbauan berupa poster untuk menjaga lingkungan, dan running text. Kesimpulan dari hasil penelitian adalah implementasi manajemen pembelajaran berbasis lingkungan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Huda dilakukan dengan baik dan berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan sedangkan manajemen pembelajaran berbasis lingkungan di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) KH Abdurrahman Mahmud meninggalkan beberapa catatan.
Manajemen Pendidikan PENGARUH KOMPETENSI DAN KOMPENSASI FINANSIAL TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA GURU SMK SWASTA SE-KABUPATEN INDRAMAYU H. Priyanto; Cecep Sumarna; Dian Widiantari; Teguh Lesmana
Edulead : Journal of Education Management Vol 4 No 1 (2022): Edulead : Journal of Education Management
Publisher : LPPM Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edulead.v4i1.1519

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh kompetensi terhadap produktivitsa kerja, pengaruh kompensasi finansial terhadap roduktivitas kerja dan pengaruh kompetensi dan terhadap kompensasi finansial terhadap roduktivitas kerja guru SMK Swasta di Kabupaten Indramayu. Sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 41 guru sebagia responden. Adapun variabel dalam penelitian ini terdiri dari dari dua variabel yaitu variabel bebas (kompetensi dan kompensasi finansial) dan variabel terikat (produktivitas kerja). Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan tingkat pengukuran skala likert. Hasil penelitian perhitungan SPSS 25 menunjukan bahwa 1). terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kompetensi terhadap produktivitas kerja. Dibuktikan dengan angka thitung > ttabel yaitu 3,110 > 2,023 dan nilai pvalue sebesar 0,003 sehingga p value<5% (0,003<0,05 dan besarnya pengaruh kompetensi terhadap produktivitas kerja adalah sebesar 19,9%. Adapun sisanya sebesar 81,1% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. 2). Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kompensasi finansial terhadap produktivitas kerja. Dibuktikan dengan angka thitung > ttabel yaitu 3,202 > 2,023 dan nilai pvalue sebesar 0,003 sehingga p value<5% (0,003<0,05). Besarnya pengaruh kompensasi finansial terhadap produktivitas kerja adalah sebesar 20,8%. Adapun sisanya sebesar 79,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. 3). Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kompetensi dan kompensasi finansial secara bersama-sama terhadap produktivitas kerja. Dibuktikan dengan angka fhitung > ftabel yaitu 8,266 > 3,243 dan nilai pvalue sebesar 0,001 sehingga p value<5% (0,001<0,05, besarnya pengaruh kompetensi kompensasi finansial terhadap produktivitas kerja adalah sebesar 26,6%. Adapun sisanya sebesar 73,4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini.. Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kompetensi terhadap kompensasi finansial dengan besarnya pengaruh kompetensi terhadap kompensasi finansial adalah sebesar 11,7%. Adapun sisanya sebesar 88,3% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini.
EVALUASI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PRAMUKA DALAM MENINGKATKAN KARAKTER SISWA Siti Ramdhoni
Edulead : Journal of Education Management Vol 1 No 1 (2019): Edulead : Journal of Education Management
Publisher : LPPM Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edulead.v1i1.109

Abstract

Ada empat komponen evaluasi yakni; 1) Evaluasi Context (konteks) yang secara keseluruhan sudah cukup maksimal, hal ini dilihat dari perencanaan, tujuan dan kesiapan sarana dan prasarana yang digunakan untuk kegiatan pramuka. 2) Evaluasi Input (masukan) yang mana ektrakurikuler pramuka di MTs Al-Ishlah Panambangan Kecamatan Sedong Kabupaten Cirebon di ikuti oleh siswa kelas VII yang berjumlah 93 siswa. 3) Evaluasi Process (pelaksanaan) dimana kegiatan pramuka rutin dilaksanakan setiap hari jumat dengan materi, permainan yang sangat sesuai dengan kepanduan dan kegiatan yang dilaksanakan tahunan adalah perkemahan. 4) Evaluasi Product (hasil) dapat dilihat dari perubahan sikap dan juga pembentukan karakter siswa melalui kegiatan pramuka yang cukup besar dampaknya sesuai dengan besarnya prosentase mengenai dampak kegiatan pramuka yang mana siswa dapat mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung kedalam kehidupan sehari-hari baik di sekolah maupun diluar sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi proses implementasi kegiatan ekstrakurikuler pramuka sebagai salah satu media untuk meningkatkan dan mengembangkan karakter siswa di MTs Al-Ishlah Panambangan Kecamatan Sedong Kabupaten Cirebon.Teknik analisis data menggunakan teknik trianggulasi data.
Upaya Supervisi Kepala Sekolah Untuk Meningkatkan Mutu Pembelajaran Di SMK NU Kaplongan Lisyanti Lisyanti; Titin Suprihatin; Trisna Trisna
Edulead : Journal of Education Management Vol 3 No 2 (2021): Edulead : Journal of Education Management
Publisher : LPPM Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edulead.v3i2.527

Abstract

Research in the field that the supervision carried out by the principal in improving the quality of teacher learning on the indicators of coaching starts from planned recruitment. Recruitment is carried out as input for qualified teachers. Strategies in improving the quality of teacher learning are carried out in collaboration with the industrial world so that knowledge and technical abilities can be increased to increase competitiveness. Monitoring indicators are carried out by monitoring teacher performance by making visits to each class on a scheduled basis to see the presence of teachers in theory classes and practical classes to ensure the continuity of the teaching and learning process according to the planned schedule. In the evaluation indicator, teacher performance evaluation is carried out every year using a special tool for teacher performance assessment. If the performance is considered good, then they are allowed to continue teaching and are given additional hours/performance bonuses, if the performance is poor, they are given coaching in the form of reduced hours so that they are not given teaching hours. The results of the comparison with Singapore's ITE College Center schools are the same both through coaching, monitoring, and evaluation.. Abstrak Penelitian di lapangan bahwa supervisi yang dilakukan kepala sekolah dalam peningkatan mutu pembelajaran guru pada indikator pembinaan dimulai dari rekruitmen yang terencana. Rekruitmen dilakukan sebagi input guru yang berkualitas. Strategi dalam peningkatan mutu pembelajaran guru dilakukan melalui kerja sama dengan dunia industry sehingga pengetahuan dan kemampuan teknis dapat meningkat untuk meningkatkan daya saing. Pada indikator pemantauan dilakukan dengan Pemantauan terhadap kinerja guru dengan melakukan kunjungan ke tiap kelas secara terjadwal untuk melihat keberadaan guru di dalam kelas teori dan kelas praktik untuk memastikan keberlangsungan proses belajar menagajar sesuai jadwal yang direncanakan. Pada indicator evaluasi yaitu evaluasi kinerja guru dilakukan setiap tahun dengan menggunakan perangkat khusus penilaian kinerja guru. Apabila kinerjanya dinilai baik maka dibiarkan untuk lanjut mengajar dan diberi tambahan jam/bonus kinerja, kalau kinerjanya buruk maka diberi pembinaan berupa pengurangan jam hingga tidak diberi jam mengajar. Hasil komparasi dengan sekolah ITE College Centre Singapura terdapat hal yang sama baik melalui pembinaan, pemantauan, dan evaluasi.