cover
Contact Name
Teguh Lesmana
Contact Email
teguhcrbn131@gmail.com
Phone
+6283824046348
Journal Mail Official
edulead.bbc@gmail.com
Editorial Address
https://journal.bungabangsacirebon.ac.id/index.php/edulead/timeditor
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Edulead
ISSN : 26849208     EISSN : 28296311     DOI : 10.47453
Jurnal EDULEAD dibuat sebagai sarana publikasi berbagai bentuk kegiatan ilmiah dosen dan mahasiswa khususnya hasil penelitian bidang manajemen pendidikan dan kepemimpinan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 76 Documents
Usaha Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Teks pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris Kelas VII MTs Negeri 9 Cirebon Semester Genap Tahun Pelajaran 2022/2023 Ayah Aliyah
Edulead : Journal of Education Management Vol 5 No 1 (2023): Edulead : Journal of Education Management
Publisher : LPPM Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edulead.v5i2.1628

Abstract

Penerapan pembelajaran dengan model Pembelajaran Berbasis Teks, peningkatan keaktifan, dan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan observasi untuk mengetahui proses pembelajaran berbasis teks, observasi untuk mengetahui keaktifan siswa, dan tes untuk mengetahui hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran dengan menggunakan model Pembelajaran Berbasis Teks adalah sebagai berikut: Tahap 1: BKOF (Bulding Knowledge of Field) yaitu membangun pengetahuan atau latar belakang pengetahuan peserta didik tentang teks yang akan dibahas, Tahap 2: MOT (Modelling of Text) yaitu pemberian model teks, Tahap 3: JCOT (Join Construction of Text) yaitu implementasi pengetahuan dan pemahaman siswa untuk memproduksi teks secara berkelompok, Tahap 4: ICOT (Independent Construction of Text) yaitu implementasi pengetahuan dan pemahaman siswa untuk memproduksi teks secara mandiri. Pelaksanaannya dari siklus 1 ke siklus 2 mengalami perbaikan. Penelitian ini menunjukkan bahwa keaktifan siswa dari kondisi awal, siklus 1 dan siklus 2 terus mengalami peningkatan. Pada kondisi awal ke siklus 1 dan ke siklus 2 persentase siswa yang keaktifannya dengan kategori rendah terus mengalami penurunan, yakni 53% - 18% - 0%. Sedang yang kategorinya sedang dari 29% - 61% - 11%. Sedang yang kategorinya tinggi dari 18% - 21% - 89%. Penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan setelah dilakukan tindakan. Persentase siswa yang belum tuntas terus mengalami penurunan dari siklus 1 ke siklus 2 (dari 26,47% menjadi 8,82%). Persentase siswa yang sudah tuntas mengalami kenaikan dari siklus 1 ke siklus 2 (dari 73,53% menjadi 91,18%). Indikator keberhasilan PTK ini adalah, bahwa PTK ini dikatakan berhasil jika persentase siswa yang dinilai hasil belajarnya tuntas mencapai minimal 85%. Dari tabel menunjukkan bahwa persentase siswa yang nilainya tuntas sudah mencapai 91,18%, maka PTK ini sudah berhasil.
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN EKONOMI KELAS X SMA NEGERI 4 CIREBON Rifela Sri Hendayani
Edulead : Journal of Education Management Vol 1 No 1 (2019): Edulead : Journal of Education Management
Publisher : LPPM Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edulead.v1i1.543

Abstract

The aims of the study are to determine the response of students to learning Economic using reciprocal teaching learning model, determine differences in cognitive learning outcomes of students in class who use reciprocal teaching learning models with students in the class that uses the lecture model, and know the influence of reciprocal teaching learning model of cognitive learning outcomes of students in the Economics subjects. The study uses quasi-experimental and data collection techniques use the test to determine the effect of reciprocal teaching learning model for cognitive learning outcomes of students in the Economics subject and differences in cognitive learning outcomes of students in the class are using reciprocal teaching learning model with participants students in the class that uses the model of lecture and use a questionnaire to determine the students’ response to learn Economic using reciprocal teaching learning model. The populations are students of class X in SMA Negeri 4 Cirebon are 324 learners. The samples were taken by using simple random sampling technique. The sample in this study is X IIS 1 as an experimental class and X IIS 3 as the control class. The results showed that the class using reciprocal teaching of learning models on the Economics subjects in SMA Negeri 4 Cirebon gets an average value of 82,08. Mean while, the class who did not use reciprocal teaching of learning models gets the average value of 77,08 .The results of hypothesis testing is tcount<ttable (-4,019 <-1,99444) there fore Ho is rejected and Ha is accepted, it’s mean that there are differences in cognitive learning outcomes of students between the experimental class and control class.The average gain of 0,61 obtained experimental class (medium category), and the average gain of 0,54 obtained control class (medium category).Thus, cognitive learning outcomes of students in the experimental class of Economy subjects better than the control class. Based on the regression coefficients X t values obtained arithmetic ≥ t table or ≥ 5,834 1,99444 then Ha is accepted, meaning that the use of reciprocal teaching of learning models significant effect on the value of cognitive learning outcomes of students. Based on this study, the reciprocal teaching learning model can be an option for teachers in implementing the learning so that learners Economic easier to understand the material being taught. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon peserta didik terhadap pembelajaran Ekonomi dengan menggunakan model pembelajaran reciprocal teaching, mengetahui perbedaan hasil belajar kognitif peserta didik dikelas yang menggunakan model pembelajaran reciprocal teaching dengan peserta didik di kelas yang menggunakan model ceramah, dan mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran reciprocal teaching terhadap hasil belajar kognitif peserta didik pada mata pelajaran Ekonomi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu dan teknik pengumpulan data menggunakan tes untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran reciprocal teaching terhadap hasil belajar kognitif peserta didik pada mata pelajaran Ekonomi dan perbedaan hasil belajar kognitif peserta didik di kelas yang menggunakan model pembelajaran reciprocal teaching dengan peserta didik di kelas yang menggunakan model ceramah serta menggunakan angket untuk mengetahui respon peserta didik terhadap pembelajaran Ekonomi dengan menggunakan model pembelajaran reciprocal teaching. Pupolasinya adalah peserta didik kelas X di SMAN 4 Cirebon berjumlah 324 peserta didik. Sampel yang diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah X IIS 1 sebagai kelas eksperimen dan X IIS 3 sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukan bahwa kelas yang menggunakan model pembelajaran reciprocal teaching pada mata pelajaran Ekonomi di SMAN 4 Cirebon mendapatkan nilai rata-rata 82,08. Sedangkan, nilai rata-rata 77,08 di kelas yang tidak menggunakan model pembelajaran reciprocal teaching. Dilihat dari hasil uji hipotesis di dapat -thitung<-ttabel (-4,019<-1,99444) dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat perbedaan hasil belajar kognitif peserta didik antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Rata-rata gain kelas eksperimen didapatkan 0,61 (kategori sedang), dan rata-rata gain kelas kontrol didapatkan 0,54 (kategori sedang). Dengan demikian, hasil belajar kognitif peserta didik pada mata pelajaran Ekonomi kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol. Berdasarkan koefisien regresi X diperoleh nilai thitung ≥ ttabel atau 5,834 ≥ 1,99444 maka Ha diterima, artinya penggunaan model pembelajaran reciprocal teaching berpengaruh signifikan terhadap nilai hasil belajar kognitif peserta didik. Berdasarkan penelitian ini, maka model pembelajaran reciprocal teaching dapat dijadikan pilihan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran Ekonomi agar peserta didik lebih mudah untuk memahami materi yang diajarkan.
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Portofolio dalam Peningkatan Hasil Belajar Matematika Peserta Didik Kelas VIII.C di SMP Negeri 2 Sedong pada Materi Pokok Bangun Ruang Tahun Pelajaran 2022/2023 Aryo Widodo
Edulead : Journal of Education Management Vol 5 No 2 (2023): Edulead : Journal of Education Management
Publisher : LPPM Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edulead.v5i2.1619

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran berbasis portofolio lebih efektif dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional pada pencapaian aspek kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik kelas VIII Semester II SMP NEGERI 2 SEDONG Pada Materi Pokok Bangun Ruang Tahun Pelajaran 2022/2023. Data awal penelitian ini adalah nilai ulangan pada materi logika matematika Dari data tersebut dapat diketahui bahwa sampel berada pada titik awal yang sama. Setelah kelompok eksperimen diberikan pembelajaran portofolio dan kelompok kontrol diberi pembelajaran konvensional, maka kedua kelompok diberikan tes kemampuan pemecahan masalah pada materi pokok trigonometri. Diperoleh rata-rata dari penelitian siklus I hasil belaja rmencapai 74,22 dan pada siklus II hasil belajar mencapai 79,75 sehingga mengalami peningkatan hasil belajar yang signifikan. Mengacu pada hasil penelitian tersebut dapat diajukan beberapa saran yaitu, untuk menerapkan model pembelajaran berbasis portofolio diperlukan waktu yang lebih lama jika dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Hal ini dilakukan untuk menghindari kesalahan peserta didik dalam memahami konsep.
Pengambilan Keputusan Pemimpin Pendidikan Berlandaskan Agama, Filosofi, Psikologi, Dan Sosiologi Cepi Hudaya; Dina Rahmawati; Dani Hamdani; Sofyan Sauri; Faiz Karim Fatkhullah
Edulead : Journal of Education Management Vol 3 No 1 (2021): Edulead : Journal of Education Management
Publisher : LPPM Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edulead.v3i1.382

Abstract

This study aims to determine how educational leaders make decisions based on religion, philosophy, psychology and sociology. The wheels of educational organization will not run smoothly if the decision making does not pay attention to these foundations, especially on complex problems. This study uses a literature method with a descriptive qualitative approach. Islam has provided guidance for an educational leader in making the right decisions, namely through deliberation and obeying government regulations (Laws, Government Regulations, Ministerial Regulations, Regional Regulations etc.). Philosophically, leaders must be able to think critically about the problems at hand, determine problems and root causes accurately, analyze and conclude so that they can be accepted logically by all interested parties in education. Psychologically, the decisions taken must be believed to be true so that they can be accepted and carried out happily by members and stakeholders. Sociologically, the decisions made can establish better ties of cooperation between internal organizations and external organizations, both as users of educational services or as supporters of the educational organization itself. Intakes that use a variety of bases will be more acceptable to all parties. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pengambilan keputusan pemimpin pendidikan berlandaskan agama, filosofi, psikologi dan sosiologi. Roda organisasi pendidikan tidak akan berjalan mulus jika dalam pengambilan keputusan kurang memperhatikan landasan-landasan tersebut terutama pada masalah yang komplek. Penelitian ini menggunakan metode literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Islam telah memberikan petunjuk bagi seorang pemimpin pendidikan dalam pengambilan keputusan yang tepat yaitu melalui musyawarah dan mentaati aturan pemerintah (Undang-undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri, Peraturan daerah dsb). Secara filosofis, pemimpin harus mampu bernalar kritis terhadap masalah yang dihadapi, menentukan masalah dan akar masalah secara akurat, menganalisa dan menyimpulkan agar dapat diterima secara nalar oleh semua pihak yang berkepentingan dalam pendidikan. Secara psikologi, keputusan yang diambil harus diyakini kebenarannya agar dapat diterima dan dijalankan dengan senang hati oleh para anggota dan stakeholder. Secara sosiologis, keputusan yang dibuat dapat menjalin ikatan kerjasama yang lebih baik diantara intern organisasi, dengan ektern organisasi baik sebagai pengguna jasa pendidikan ataupun pendukung organisasi pendidikan itu sendiri. Pengambilan yang menggunakan beragam landasan akan lebih dapat diterima oleh semua pihak.
Manajemen Pendidikan Model Kepemimpinan Transformatif KH. Muh. Musthofa ‘Aqiel dalam Pengembangan Kualitas Pendidikan di Pondok Pesantren Khas Kempek Kabupaten Cirebon Musa Musa; Teguh Lesmana
Edulead : Journal of Education Management Vol 4 No 2 (2022): Edulead : Journal of Education Management
Publisher : LPPM Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edulead.v4i2.1525

Abstract

Pondok pesantren mempunyai peranan penting dalam pembangunan bangsa Indonesia. Secara historis, pesantren sudah ada sebelum penjajahan Belanda. Selain Pusat Penyiaran Islam, beberapa pesantren juga menjadi pusat gerakan nasional melawan penjajah. Hingga saat ini, pesantren merupakan bagian dari subsistem pendidikan negara. Pada umumnya pesantren merupakan lembaga tradisional yang bersifat bebas dan proses perkembangannya hanya bergantung pada kemauan dan kecenderungan para pemimpinnya, sehingga kepemimpinan di pesantren perlu mendapat perhatian yang serius, kemungkinan-kemungkinan yang ada bisa dimanfaatkan untuk mendukung operasional pesantren. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan gambaran tentang berbagai aspek manajemen kepemimpinan transformasional dan upaya peningkatan mutu pendidikan di pesantren. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh data mengenai profil pondok pesantren, profil KH. Muh Mustofa 'Aqiel dan data-data yang berhubungan dengan tempat penelitian. Pemikiran K.H. Muh Mustofa ‘Aqiel dalam mengasuh Pondok Pesantren KHAS Kempek dapat ditelusuri dari beberapa prinsip KH. Muh Mustofa 'Aqiel yaitu: (1) Untuk menjadi pemimpin harus mempunyai wibawa, disiplin, dan berbakti kepada negara dan bangsa, mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan ketika memecahkan masalah yang dihadapi pemimpin dan bawahannya, pemimpin perlu membangun jaringan komunikasi yang baik dengan semua orang, 2) Inisiatif KH. Muh Mustofa 'Aqiel bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui perubahan sistem pendidikan pesantren, khususnya melalui kurikulum modern yang terarah, (3) Model Kepemimpinan Transformatif KH. Muh Mustofa 'Aqiel dapat diimplementasikan dalam empat dimensi: pengaruh ideal, rangsangan intelektual, pertimbangan pribadi, motivasi inspirasional
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI BUDAYA KERJA DI TK ISLAM TERPADU SABILUL HUDA KESAMBI CIREBON Ida Yanti; Dian Widiantari
Edulead : Journal of Education Management Vol 2 No 2 (2020): Edulead : Journal of Education Management
Publisher : LPPM Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya kerja dalam organisasi menunjukkan bagaimana nilai nilai organisasi dipelajari dan diamalkan sehingga nyata dampaknya dalam kehidupan organisasi berupa proses kerja dan hasil kerja yang lebih baik. Penelitianinibertujuanuntukmenganalisisbagaimanaperencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasanimplementasinilai – nilaibudayakerja yang diterapkan di TKIT Sabilul Huda. Desainpenelitian yang digunakan oleh penelititermasukdalamjenispenelitiandeskriptif, denganpendekatankualitatif. Penelitiaberupyamencari dan menggambarkanbagaimanaImplementasi Nilai-Nilai BudayaKerja di TKIT Sabilul Huda dalammenciptakan SDM Sekolahberbasis Islam yang unggul dan berdayasaingtinggi. Hasil penelitiandalampenelitianinimulaidariPerencanaan nilai-nilai budaya kerja yang diterapkanoleh TKIT meliputi manajemen puncak, penetapan nilai dan sosialisasi nilai-nilai budaya kerja; Pengorganisasian nilai-nilai budaya kerjadapatdilihatdariperanmasing-masing unit dalam mewijudkam budaya kerja yang telah ditetapkan, mencakup kepala sekolah, wakil kepala sekolah, bendahara sekolah, kordinator dan wali kelas; Pelaksanaan Nilai-nilai Budaya kerja di TKIT Sabilul Huda mencakup aspek 1) komitmen, 2) profesional, 3) Team work, 4) keteladanan, 5) wawasan yang luas. Pengawasan nilai-nilai budaya kerja dilakukan oleh top manajemen atau kepala sekolah dengan cara memantau seluruh kegiatan yang dilakukan oleh guru dan karyawan, melaklukan pembinaan rutin dan tindak lanjut atas pembinaan yang telah dilaksanakan. Evaluasi implementasi nilai-nilai budaya kerja dilakukan untuk mengembangkan dan meningkatkankualitassumberdayamanusiadenganpenanamannilai-nilaibudayakerjasesuaidenganperencanaan yang telahditetapkan. Hasil evaluasi dari implementasi program penanaman nilai-nilai bduaya kerja ini digunakan sebagai acuan untuk menyempurnakan program, mencakup penyempurnaan rancangan, mekanisme pelaksana, dukungan fasilitas, sumber daya manusia, dan manajemen sekolah terkait dengan implementasi pelaksanaan nilai-nilai budaya kerja di sekolah.
MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI EKSTRAKURIKULER TRIPALA DI PONDOK PESANTREN NURUL HADID Rusita -
Edulead : Journal of Education Management Vol 4 No 1 (2022): Edulead : Journal of Education Management
Publisher : LPPM Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edulead.v4i1.595

Abstract

Pendidikan karakter sudah mulai berkurang di setiap satuan pendidikan, lebih mengutamakan pengetahuan dari pada karakter, sehingga peserta didik banyak yang mempunyai sikap atau karakter yang kurang terpuji. Masih banyak tawuran antara peserta didik sehingga masyarakat merasa terganggu dan tidak nyaman. Minum keras diminum oleh peserta didik tanpa ada pemikiran bisa merusak alat untuk berfikir yaitu otak. Perkembangan teknologi juga dapat mempengaruhi karakter peserta didik yang negatif, seperti sifat individualistik dan informasi yang negatif. Penelitian tentang Manajemen Pendidikan Karakter melalui Ekstrakurikuler Tripala di Pondok Pesantren Nurul Hadid Cirebon merupakan fokus penelitian yang perlu di teliti karena kegiatan ekstrakurikuler Tripala sudah berjalan dengan intensitas yang tinggi dan terorganisir dengan baik. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisa pendidikan karakter melalui ekstrakurikuler Tripala di Pondok Pesantren Nurul Hadid Cirebon pada aspek manajerial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatip dengan metode studi kasus dan sumber data purposive dan snowball sampling meliputi kiyai, ketua Tripala, pembina dan Kepala Sekolah. Instrumen penelitiannya peneliti dengan mengumpulkan data sesuai caranya yaitu wawancara mendalam, observasi, dokumen dan trianggulasi. Analisis data yang dilakukan dengan reduction, display dan conclusion. Keabsahan data dilakukan dengan cara uji kredibilitas, transferabilitas, konfirmabilitas dan dependabilitas. Manajemen Pendidikan Karakter melalui Ekstrakurikuler Tripala di Pondok Pesantren Nurul Hadid Cirebon dilakukan meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. Perencanaan diawali dengan rapat tahunan sebanyak 2 kali, membuat program, jadwal, pemateri, menunjuk ketua Tripala dan pembina, pengurus dan peserta didik yang akan dilatih. Pengorganisasian di pendidikan ekstrakurikuler Tripala meliputi pembagian tanggungjawab mulai dari ketua Tripala, pembina, pengurus dan peserta didik. Pelaksanaan di pendidikan ekstrakurikuler Tripala meliputi lama pendidikan 4-6 bulan, wajib bagi siswa kelas X, pemberian materi, in door dan out door, mempraktekan, dan PHG (Pelatihan Hutan Gunung). Pengawasan dilakukan langsung oleh pembina ke lapangan setiap latihan, baik pengawasan kepada pengurus maupun peserta didik, dan setiap harinya pembina dibantu oleh bagian kedisiplinan untuk mengawasi peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa Manajemen Pendidikan Karakter melalui ekstrakurikuler Tripala mempunyai peran atau berkontribusi dalam membentuk, mengembangkan dan meningkatkan karakter peserta didik di Pondok Pesantren Nurul Hadid Cirebon.
PENGARUH KOMUNIKASI ORGANISASI DAN KEPUASAN KERJA GURU TERHADAP KINERJA GURU DI KELOMPOK KERJA MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI 7 KABUPATEN CIREBON Chaliqotul Karima
Edulead : Journal of Education Management Vol 1 No 1 (2019): Edulead : Journal of Education Management
Publisher : LPPM Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edulead.v1i1.105

Abstract

Teacher has a strategic role in improving the quality of education. However, the teacher’s performance in implementing 2013 curriculum is empirically not optimal in general. This study aimed to describe: Organizational Communication Variabels, Job Satisfaction, and Teacher Performance; Correlation of Organizational Communication with Job Satisfaction; Effect of Organizational Communication on Teacher Performance. This study used a quantitative approach using survey method with associative research types. The data collection technique used a questionnaire with a Likert measurement scale. The data were analysed by Regression Test and followed by Path Analysis. The results showed that Organizational Communication was very good (80.42%), Teacher’s Job Satisfaction was very good (82.94%), and Teacher Performance was good (79.67%). There was a positive and significant correlation between Organizational Communication and Job Satisfaction (r = 0.480). There was a positive and significant effect of Organizational Communication on Teacher Performance (0.380) and from Job Satisfaction with Teacher Performance (0.363). Simultaneously, there was a positive effect (0.532) and significant from Organizational Communication and Job Satisfaction on Teacher Performance. It can be concluded, in order to improve teacher performance in implementing the 2013 Curriculum, good organizational communication and high levels of job satisfaction are needed.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBASIS BLENDED LEARNING DI MASA PANDEMI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK DI SMP EDU GLOBAL SCHOOL DAN BSCD SCHOOL USA Adi Pratama; Jafar Shodiq
Edulead : Journal of Education Management Vol 3 No 2 (2021): Edulead : Journal of Education Management
Publisher : LPPM Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The era of the Covid-19 pandemic has an impact on government policies to carry out learning from home. Students' critical thinking skills make the learning process not optimal, therefore it is necessary to use the Problem Based Learning (PBL) learning model based on Blended Learning as an effort to increase students' critical thinking skills at Edu Global School Middle School and BSCD School USA during the Covid-19 period. . The method used is a qualitative approach. Qualitative research is a research method based on the philosophy of postpositivism, used to examine the actual condition of the object. Qualitative research has two main objectives, namely, first, to describe and reveal (to describe and explore) and second, to describe and explain (to describe and explain). Qualitative research is descriptive. Several studies provide descriptions of complex situations. From these data, it can be concluded that the use of learning model Application of Problem Based Learning (PBL) Model Based on Blended Learning during the pandemic can improve the critical thinking ability of students at SMP Edu Global School and BSCD School USA. Abstrak Era pandemi Covid-19 berdampak pada kebijakan pemerintah untuk melakukan pembelajaran dari rumah. kemampuan berfikir kritis peserta didik membuat proses pembelajaran menjadi tidak optimal, maka dari itu perlu menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Berbasis Blended Learning sebagai upaya peningkatan kemampuan berfikir kritis Peserta Didik di SMP Edu Global School dan BSCD School USA di masa Covid-19. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang sebenarnya. Penelitian kualitatif memiliki dua tujuan utama, yaitu pertama, menggambarkan dan mengungkapkan (to describe and explore) dan kedua, menggambarkan dan menjelaskan (to describe and explain). Penelitian kualitatif bersifat deskriptif. Beberapa penelitian memberikan deskripsi tentang situasi yang kompleks. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) Berbasis Blended Learning di masa pandemi dapat Meningkatkan Kemampuan berpikir kritis Peserta Didik di SMP Edu Global School dan BSCD School USA.
Upaya Peningkatan Hasil Belajar Mata Pelajaran PABP Materi Iman Kepada Rasul-Rasul Allah Swt dengan Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL) Pada Siswa Kelas VIII.A di SMP Negeri 1 Pabedilan Tahun Pelajaran 2022/2023 Sobari Sobari
Edulead : Journal of Education Management Vol 5 No 2 (2023): Edulead : Journal of Education Management
Publisher : LPPM Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edulead.v5i2.1653

Abstract

Peningkatan motivasi belajar PABK setelah diadakan tindakan kelas dengan menggunakan model pembelajaran CTL. Hal itu dapat ditunjukkan dengan meningkatnya notivasi belajar PABK siswa dari sebelum dan sesudah tindakan. Pada Prasiklus diperoleh rata-rata kelas 19,06 (kategori motivasi rendah), Siklus 1 menjadi 25,42 (kategori motivasi cukup) dan Siklus II diperoleh rata-rata kelas 28,08 (kategori motivasi tinggi). Dan berdasarkan hasil belajar siswa pada Prasiklus nilai rata-rata 60,24 setelah pelaksanaan siklus I rata-rata nilai menjadi 67,32 dan pada siklus II rata rata nilai menjadi 82,65. Sedangkan peningkatan presentase ketuntasan belajar klasikal meningkat dari pra Siklus, Siklus I dan Siklus II berturut-turut : 44,44 %, 72,22 %, dan 86,11 %. Dengan demikian dapat diajukan suatu rekomendasi bahwa penerapan model pembelajaran CTL dapat meningkatkan Hasil belajar dan motivasi belajar PABK siswa kelas VIII.A SMP Negeri 1 Pabedilan Tahun Pel;ajaran 2022/2023.