cover
Contact Name
Teguh Lesmana
Contact Email
teguhcrbn131@gmail.com
Phone
+6283824046348
Journal Mail Official
edulead.bbc@gmail.com
Editorial Address
https://journal.bungabangsacirebon.ac.id/index.php/edulead/timeditor
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Edulead
ISSN : 26849208     EISSN : 28296311     DOI : 10.47453
Jurnal EDULEAD dibuat sebagai sarana publikasi berbagai bentuk kegiatan ilmiah dosen dan mahasiswa khususnya hasil penelitian bidang manajemen pendidikan dan kepemimpinan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 76 Documents
Manajemen Pendidikan Comparison of Teacher Quality Management in Singapore, Finland and Indonesia Alfian Fahmi Salam; Mohamad Usman; Muhamad Iqbal; Asep Moch Saepuddin
Edulead : Journal of Education Management Vol 4 No 2 (2022): Edulead : Journal of Education Management
Publisher : LPPM Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edulead.v4i2.1524

Abstract

Dalam Perkembangan Pendidikan setiap Negara mempunyai cara sendiri dalam mengatur dan mengembangkan kualitasnya, diantaranya adalah dengan kualitas gurunya. Secara Historis Finlandia, Singapura dan Indonesia merupakan Negara yang telah merdeka dan diakui oleh dunia keberadaannya. Maka untuk menjalankan amanah konstitusinya Negara-negara tersebut mengisinya dengan memberikan pendidikan yang layak bagi setiap warga negaranya. Sebagaimana diketahui bahwa pendidikan tidak akan berkualitas tanpa adanya mutu guru yang berkualitas pula. Maka kebutuhan guru yang berkualitas menjadi prioritas utama untuk suatu negara apabila ingin menghasilkan lulusan yang berkualitas. Metode Penelitian yang dipakai adalah dengan deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang mengkaji atas kajian-kajian yang menjadi obyek melalui jurnal dan kajian pustaka. Dalam kajian peneliti ada perbedaan pengembangan pendidikan ketiga negara tersebut yang kemudian menghasilkan kualitas yang berbeda. Sehingga apabila di rangking Indonesia tidak lebih unggul dari negara Finlandia dan Singapura. Artinya Indonesia mempunyai pekerjaan rumah yang berat untuk bersaing dalam dunia pendidikan secara global yang kemudian menjadi tugas berat pula bagi guru dalam memberikan pengetahuan kepada muridnya.
Peningkatan Keterampilan Menyusun Cerita Inspiratif Menggunakan Strategi Genius Learning Mata Pelajaran Bahasa Indonesia pada Kelas IX-A di SMPN 2 Karangsembung Tahun Pelajaran 2022/2023 Waryo Eddy Fatriyono
Edulead : Journal of Education Management Vol 5 No 1 (2023): Edulead : Journal of Education Management
Publisher : LPPM Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edulead.v5i1.1631

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menyusun Menyusun Cerita Insfiratif siswa kelas IX-A SMPN 2 Karangsembung tahun pelajaran 2022/2023 dengan menerapkan strategi genius learning. Melalui model pembelajaran genius learning, peningkatan dapat dilihat secara proses maupun produk.Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. Pertama, penggunaan strategi genius learning mampu meningkatkan kualitas proses pembelajaran menyusun Menyusun Cerita Insfiratif. Adanya peningkatan proses di aspek situasi belajar, fokus siswa, dan keaktifan, menjadikan perubahan positif sehingga menjadikan pembelajaran menyusun Menyusun Cerita Insfiratif lebih menarik dan menyenangkan. Kedua, pembelajaran menyusun Menyusun Cerita Insfiratif dengan strategi genius learning dapat meningkatkan hasil keterampilan menyusun Menyusun Cerita Insfiratif. Hal ini terlihat dari skor rata-rata keterampilan menyusun Menyusun Cerita Insfiratif sebelum diberi tindakan adalah 64,5 3 sedangkan setelah diberi tindakan siklus II skor rata-rata menjadi 85,00. Hal tersebut menunjukkan adanya peningkatan sebesar 20,47. Secara keseluruhan pada akhir siklus II semua aspek dan kriteria menyusun Menyusun Cerita Insfiratif mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Berdasarkan hasil penelitian di atas, diketahui bahwa penggunaan strategi genius learning berhasil dan dapat meningkatkan keterampilan menyusun Menyusun Cerita Insfiratif siswa kelas IX-A SMPN 2 Karangsembung
STRATEGI PENINGKATAN MUTU MADRASAH MELALUI MANAJEMEN BERBASIS MADRASAH DI MI SWASTA AL WASLIYAH SUMBER Ahmad Fahmi; Amin Haedari
Edulead : Journal of Education Management Vol 2 No 2 (2020): Edulead : Journal of Education Management
Publisher : LPPM Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatanmutulembaga Pendidikan dasaryaitu Madrasah Ibtidayah (MI) tidakdapatdilepaskandenganupayapeningkatanmutupesertadidik. Upayapeningkatanpendidikanmutupendidikantidakakanmemenuhisasaran yang diharapkantanpadimulaidenganpeningkatanmutupesertadidik. Mutuadalahsebuahperubahan yang memerlukanjangkapanjang. Oleh Karena ituuntukmewujudkansebuahlembagapendidikan yang bermutudiawalidaripeningkatankualitassumberdayanya,kususnyatenagapendidik yang memegangperananpentingdalammembentukpesertadidikyang bermutu. Dalammewujudkanpendidikan yang bermutumemerlukanrencana-rencanastrategi. MI Al WasliyahSumbermerupakansekolah/Madrasah yang menerapkanstrategiuntukmenigkatkanmutupendidikan.Fokus penelitian ini adalah (1) Bagaimana perencanaan Kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di MI Al Wasliyah Sumber,(2) Bagaimana implentasi kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di MI Al Wasliyah sumber (3) Bagaimana evaluasi Kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di MI Al Wasliyah Sumber. PenelitianinimenggunakanpendekatanKualitatif,mengambillokasi di MI Al wasliyahsumberKabupatenCirebon.Metodepengumpulan data dilakukandengan (1) Wawancara (2) Observasi (3) Dokumentasi. Analisis data menggunakan model reduksi data penyajian data dan penarikankesimpulan,sedangkanpemeriksaankeabsahan data dilakukandenganperpanjangwaktupenelitian dan pengamatan. Kesimpulan yang diperolehadalahpeningkatanmutupendidikandasar/MI diawalidarikomitmenkepalasekolahdalammeningkatkanmutupendidikan,diikutidenganpeningkatansumberdaya guru dan tenagakependidikan, sarana dan prasarana dan manejemenkepalasekolah.PenerapanStategidalammeningkatkanmutupendidikanmemerlukanketerlibatanseluruhelemenorganisasi,mulaidarikepalasekolah,guru,karyawanataustaf,bahkanpihakpihakeksternalsepertiotangtuawali,siswa,pemerintah,masyarakat dan steakholder.
PENERAPAN MODEL PROBLEM-BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SISWA APHP DI SMK N 63 JAKARTA Valentina Purnama Dewi; Nurhalali Deden As’sari; Hanafiah Hanafiah
Edulead : Journal of Education Management Vol 3 No 2 (2021): Edulead : Journal of Education Management
Publisher : LPPM Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edulead.v3i2.428

Abstract

This study aims to improve critical thinking skills and student learning outcomes of class X Agribusiness Vocational High School (SMK) Agricultural Product Processing in learning Vegetable Agricultural Product Processing through the application of the Problem-Based Learning (PBL) model. This research is classroom action research. The research subjects were students of class X APHP skill competency. Collecting data using the observation method with a checklist instrument and performance test. The data obtained were analyzed descriptively. The results of the study show as follows: (a) the application of the PBL model in the learning of Vegetable Agricultural Products Processing material can improve students' critical thinking skills in learning by 24.2%, (b) critical thinking skills after the application of PBL, namely students with very high thinking skills category. high as many as 20 students (69%), high category as many as 7 students (24.2%), low category as many as 2 students (6.9%) and very high category as many as 0 students (0%), (c) application of PBL can improve student learning outcomes 31.03%, and (d) student learning outcomes by the application of PBL the number of students who achieve KKM as many as 29 students (100%). ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kelas X Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian dalam pembelajaran Pengolahan Hasil Pertanian Nabati melalui penerapan model Problem-Based Learning (PBL). Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas X kompetensi keahlian APHP. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dengan instrumen checklist dan tes unjuk kerja. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: (a) penerapan model PBL dalam pembelajaran materi Pengolahan Hasil Pertanian Nabati dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran yaitu sebesar 24,2%, (b) Keterampilan berpikir kritis siswa setelah penerapan PBL yaitu siswa dengan kategori keterampilan berpikir kritis sangat tinggi sebanyak 20 siswa (69%), kategori tinggi sebanyak 7 siswa (24,2%), kategori rendah sebanyak 2 siswa (6,9%) dan kategori sangat rendah yaitu sebanyak 0 siswa (0%), (c) penerapan PBL dapat meningkatkan hasil belajar siswa sebesar 31,03%, dan (d) Hasil belajar siswa setelah penerapan PBL yakni jumlah siswa yang mencapai KKM sebanyak 29 siswa (100%).
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU Anton Sulaeman
Edulead : Journal of Education Management Vol 1 No 1 (2019): Edulead : Journal of Education Management
Publisher : LPPM Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edulead.v1i1.100

Abstract

Lemahnya kemampuan supervisi dan manajarial kepala sekolah sejalan dengan kinerja guru yang rendah dalam pelaksanaan tugasnya. Kinerja guru dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yaitu; dorongan untuk bekerja, kemajuan dalam karir, pengakuan yang diperoleh, tanggungjawab dalam pekerjaan, minat terhadap tugas, dorongan untuk berprestasi. Faktor eksternal yaitu; hubungan antar pribadi, penggajian/honorarium, supervisi kepala sekolah, kepemimpinan, dan kondisi kerja. Maka dengan harapan dalam penelitian ini akan memberikan dua manfaat pertama, untuk introspeksi diri bagi manajer/kepala sekolah dalam melaksanakan tugas dan fungsinya yang berhubungan dengan kemampuan manajemen dalam kaitanya dengan peningkatan kinerja guru. Kedua, Mampu meningkatkan kinerja guru. Penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan penelitian kuantitatif. Penelitain survei yang dimaksud adalah bersifat menjelaskan hubungan kausal dan pengujian hipotesis. Populasi dalam penelitian ini adalah semua guru Madrasah Ibtidaiyah di Kecamatan Ciawigebang Kabupaten Kuningan Jawa Barat sebanyak 125 guru. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan sampel secara acak (random sampling), sedangkan teknik pengambilan sampel menggunakan rumus dari Taro Yamane atau Slovin[1]
MODEL MANAJEMEN PEMBELAJARAN MATERMATIKA DI ERA PANDEMI COVID-19 Agus Sutiawan
Edulead : Journal of Education Management Vol 3 No 2 (2021): Edulead : Journal of Education Management
Publisher : LPPM Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edulead.v3i2.413

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang manajemen guru dalam pembelajaran Matematika di Era Pandemi Covid-19. Penelitian ini bertolak dari adanya kebijakan pemerintah terkait tuntutan belajardi era pandemi covid-19 yang berbasis online. Kebijakan ini tentunya memberikan berbagai kesulitan, hambatan dan keterbatasan yang dihadapi oleh guru. Melalui penelitian ini diharapkan dapat menemukan formula baru terkait upaya guru dalam mengatur, manajemen pembelajaran Matematika mulai dari tahap perencanaan, pengorganisasaian, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif analisis, dengan instrument pengumpul data yaitu observasi, wawancara dan kuisioner. Sebagai informan penelitian yaitu guru-guru matematika di MGMP Kabupaten Majalangka. Hasil penelitian diperoleh gambaran terkait langkah-langkah guru dalam mengatur pembelajaran Matematika di era pademi yaitu sebagai berikut: pertama, Tahap perencanaan (planning) berupa penyamaan standar ketuntasan, penyusunan materi, pengadaan administrasi pembelajaran dan penyediaan sarana on line sperti WAG, Google Meet dan Goodle Form; Kedua Tahap Pengelolaan (organization) yaitu publikasi dan sosialisasi langkah-langkah yang sudah direncanakan kepada pihak sekolah, guru, orang tua dan siswa melalui on line dan pertemuan terbatas; ketiga, tahap pelaksanaan (actuating) yaitu dengan penyampaian tutorial melalui google meet, pendalaman dan kuis melalaui google form, dan Tanya jawab/ problem solving layanan pembelajaran melalaui WAG; keempat, tahap evaluasi (evalution) yaitu melalui google form dengan bentuk kuis terbatas dan remedial.
Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa dengan Model Pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) dada Mata Pelajaran IPS di Kelas IX.C SMP Negeri 1 Beber Tahun Pelajaran 2023/2024 Nani Srinaningsih
Edulead : Journal of Education Management Vol 5 No 2 (2023): Edulead : Journal of Education Management
Publisher : LPPM Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edulead.v5i2.1622

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Peningkatan minat belajar siswa Kelas IX.C di SMPN 1 Bebermelalui penerapan Pembelajaran Model Kooperatif Team Assisted Individualization (TAI) dalam pelajaran IPS ; (2) Peningkatan prestasi belajar siswa Kelas IX.C di SMPN 1 Bebermelalui penerapan Pembelajaran Model Kooperatif Team Assisted Individualization (TAI) dalam pelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan prosedur penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara kolaboratif.Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas IX.C di SMPN 1 Beber dengan jumlah 36 siswa hanya 32 orang yang hadir.Materi Pembelajaran tentang Perubahan keruangan dan interaksi antarruang negara-negara Asia & benua lainnya. Penelitian ini berlangsung selama 2 siklus, tiap siklus terdiri dari tahap perencanaan (Planning), pelaksanaan tindakan (acting), pengamatan (observing), serta refleksi (reflecting). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, observasi dan tes. Untuk menganalisis data dari lembar observasi, hasil angket dan tes prestasi belajar siswa digunakan analisis statistik deskriptif.
Manajemen Kepemimpinan Berbasis Agama dan Psikologi Supatmin Supatmin; Sugeng Wardoyo; Toto Sunarto; Sofyan Sauri; Faiz Karim Fatkhullah
Edulead : Journal of Education Management Vol 3 No 1 (2021): Edulead : Journal of Education Management
Publisher : LPPM Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edulead.v3i1.378

Abstract

This journal aims to find out how to be a principal for religion and education to find out how to be a leader based psychology at the al-amien, ciater serpong. This is kind of research with fenomenologis. quantitative approach A source of the data obtained by the primary data. Data collection techniques, observation, interview, documentation and triangulation. Data analysis techniques with descriptive, analytical namely by, data was display data and draw conclusion. Among other issues discussed what defines a religion based education leaders as well as being a leader based education psychology at the al-amien, ciater serpong
Pendidikan Komparatif Serta Sistem Pendidikan di Australia Nur Muhammad Iskandar
Edulead : Journal of Education Management Vol 5 No 1 (2023): Edulead : Journal of Education Management
Publisher : LPPM Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edulead.v5i1.1159

Abstract

Komparasi pendidikan dikenal sejak lama berperan dalam perkembangkan pendidikan dunia. Perkembangan tersebut mengakses banyak sekali ruang pembahasan mulai sosial, ekonomi, manajemen, kekuasaan, budaya juga sistem. Australia sebagai Negara maju tidak akan lepas dari pendidikan yang terus melakukan kemajuan syarat akan perencanaan matang. Dengan perencanaan matang hasil akan lebih dekat tercapai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif induktif dengan jenis penelitian literature atau kepustakaan, pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, analisis menggunakan Miles dan Huberman pengumpulan, reduksi, display dan pengambilan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini dilihat banyak hal yang bias diambil dari pendidikan luar negri terhadap peningkatan sistem pendidikan.
PENGEMBANGAN BLENDED LEARNING MELALUI APLIKASI E-CAMPUS INSTITUT AGAMA ISLAM BUNGA BANGSA CIREBON Bambang Firmansyah; Sulaiman Sulaiman
Edulead : Journal of Education Management Vol 2 No 2 (2020): Edulead : Journal of Education Management
Publisher : LPPM Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Generational differences are one of the subjects that arise in the development of the world of education, This has an impact on different beliefs, values, culture, perspectives, hobbies, and skills in life and work. The generation that was born in the 1980s to 1995's when the technology development was so fast was called the Y-generation. Based on data from students of the Institut Agama Islam Bunga Bangsa Cirebon (IAI BBC), 80% are the Y-generation. The characters of this generation are very sensitive to technology and communication, meaning that they have advantages in the field of information and knowledge development. In response to this, IAI BBC is required to innovate in the teaching and learning process in accordance with these characteristics. Combining conventional learning with non-conventional or e-learning is one solution in the framework of Y-generation learning. eCampus application is a platform that provides menus for learning (academic) and non-academic processes. By using the eCampus, students who are accustomed to using technology can access materials, lesson plans, discussions, assignments and exams that have been structured for each meeting so that it can make it easier to achieve the targets to be achieved in learning objectives. The use of e-learning through the eCampus IAI Bunga Bangsa Cirebon is a combination of face-to-face (offline) and online (online) or can be concluded as blended learning. This learning stands on an information technology infrastructure and can be done anytime and anywhere which has the characteristics of being open (open source) to users. ABSTRAK Perbedaan generasi menjadi salah satu subjek yang muncul dalam perkembangan dunia pendidikan, hal ini berdampak terhadap kepercayaan, nilai, budaya, perspektif, kegemaran, dan kemahiran yang berbeda terhadap kehidupan dan pekerjaan. Generasi yang lahir pada 1980 sampai 1995-an saat perkembangan teknologi sedemikian pesatnya disebut dengan generasi-Y. Berdasarkan data mahasiswa Institut Agama Islam Bunga Bangsa Cirebon (IAI BBC) 80% termasuk generasi-Y. Karakter dari generasi ini sangat peka terhadap teknologi dan komunikasi, artinya mereka memiliki keunggulan dalam bidang informasi dan perkembangan pengetahuan. Menyikapi hal tersebut IAI BBC dituntut inovasi dalam proses belajar mengajar yang sesuai dengan karakter tersebut. Mengkombinasikan pembelajaran konvensional dengan non konvensional atau e-learning merupakan salah satu solusi dalam rangka pembelajaran pada generasi-Y. Aplikasi eCampus adalah platfrom yang menyediakan menu-menu untuk proses pembelajaran (akademik) dan non akademik. Dengan menggunakan aplikasi eCampus mahasiswa yang terbiasa menggunakan teknologi dapat mengakses materi, rencana pembelajaran, diskusi, tugas dan ujian yang sudah disusun dengan terstruktur setiap pertemuan sehingga dapat memudahkan dalam mencapai target yang ingin dicapai dalam tujuan pembelajaran. Penggunaan e-learning melalui eCampus IAI Bunga Bangsa Cirebon ini kombinasi tatap muka (luring) dengan online (daring) atau disimpulkan sebagai blended learning. Pembelajaran ini berdiri di atas infrastruktur teknologi informasi dan bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun yang memiliki karakteristik yang terbuka (open source) bagi pengguna.