cover
Contact Name
Mochamad Sulaiman
Contact Email
mochamad.sulaiman@lecturer.itk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jinsengjournal@itk.ac.id
Editorial Address
Kampus ITK : Jl. Soekarno-Hatta KM. 15, Karang Joang, Balikpapan Utara, Kota Balikapapan.
Location
Kota balikpapan,
Kalimantan timur
INDONESIA
(JINSENG) Journal of Industrial Innovation and Safety Engineering
ISSN : -     EISSN : 29643600     DOI : https://doi.org/10.35718/jinseng.v1i1
(JINSENG) Journal of Industrial Innovation and Safety Engineering adalah jurnal ilmiah akses terbuka yang menerbitkan artikel telaah sejawat teoritis dan empiris, yang berkontribusi untuk memajukan pemahaman fenomena yang terkait dengan semua aspek teknik industri, logistik dan rekayasa keselamatan. Journal of Industrial Innovation and Safety Engineering memiliki E-ISSN : 2964-3600 (Online). Journal of Industrial Innovation and Safety Engineering diterbitkan oleh Institut Teknologi Kalimantan. Terbit berkala sebanyak 2 (dua) kali dalam setahun pada edisi Januari dan Juli. Artikel yang dimuat dalam Journal of Industrial Innovation and Safety Engineering adalah artikel yang telah melalui proses identifikasi plagiarisme melalui Google Scholar dan Checker Online Plagiarism dan review oleh Mitra Bestari (peer-reviewer). Keputusan diterima atau tidaknya suatu artikel ilmiah dalam jurnal ini menjadi hak Dewan Redaksi berdasarkan rekomendasi dari Mitra Bestari. Sejak Januari 2023 (edisi pertama) hingga saat ini, (JINSENG) Journal of Industrial Innovation and Safety Engineering hanya menerima artikel yang berasal dari hasil penelitian. JINSENG mencakup kontribusi, namun tidak terbatas pada, dalam bidang berikut: Pemodelan Sistem Sistem produksi Sistem Manufaktur Ergonomi dan Pekerjaan Desain Sistem Desain produk Logistik dan Manajemen Rantai Pasokan Manajemen industri Optimasi Industri Simulasi Sistem Industri Riset Operasional Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Industri Manajemen Risiko K3 Proses safety management Industrial Hygiene (JINSENG) Journal of Industrial Innovation and Safety Engineering terdaftar di CrossRef dengan prefix Digital Object Identifier (DOI): 10.35718. Naskah dikirimkan melalui: OJS di Jurnal Industrial Innovation and Safety Engineering atau dikirimkan langsung ke email: jinsengjournal@itk.ac.id.
Articles 18 Documents
Penerapan Aturan Asosiasi di Darvina Mart untuk Menentukan Pola Pembelian Pelanggan Feberlian Elisabeth Gulo; Fiqri Ardi Azhari; Landra Setiawan; Lisa A. Pratiwi
Journal of Industrial Innovation and Safety Engineering (JINSENG) Vol 1 No 2 (2023): JINSENG Volume 1 Nomor 2 Juli 2023 (On Progress)
Publisher : Jurusan Teknologi Industri dan Proses

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/jinseng.v1i2.897

Abstract

Pola pembelian para pelanggan memiliki peran yang sangat penting dalam keberhasilan bisnis eceran atau ritel. Dalam upaya untuk menentukan pola pembelian pelanggan, penelitian ini bertujuan untuk menerapkan aturan asosiasi di Darvina Mart, toko ritel yang menjual berbagai macam produk. Tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan dan keterkaitan antara item-item produk atau antar departemen di Darvina Mart yang dibeli oleh pelanggan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data berdasarkan data mining dan aturan asosiasi. Data transaksi pembelian pelanggan dari Darvina Mart dikumpulkan dan dianalisis menggunakan algoritma FP-Growth menggunakan Softwere Rapid Miner untuk menghasilkan aturan asosiasi yang relevan atau sesuai. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan aturan asosiasi di Darvina Mart berhasil mengungkapkan pola pembelian pelanggan yang berguna. Dengan memanfaatkan aturan asosiasi yang ditemukan, Darvina Mart dapat meningkatkan upaya pemasaran dan promise dengan cara yang lebih efektif dan efisien. Selain itu, aturan asosiasi juga dapat membantu dalam penyusunan paket produk yang menarik dan penentuan harga yang strategis. Penerapan aturan asosiasi di Darvina Mart ini juga memberikan wawasan yang berharga tentang selera dan kebutuhan pelanggan. Dengan demikian, penelitian ini membuktikan bahwa penerapan aturan asosiasi di Darvina Mart efektif dalam meningkatkan pola pembelian pelanggan. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini yaitu terdiri dari 14 aturan asosiasi dengan nilai lift ratio > 1, yang menunjukkan bahwa aturan asosiasi tersebut sah. Hasil-hasil ini dapat diterapkan oleh bisnis eceran atau ritel lain sebagai pedoman untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dan meraih keuntungan yang lebih besar melalui strategi pemasaran yang lebih cerdas dan efektif.
PENETUAN SISTEM LAYANAN KESEHATAN KLINIK XYZ MENGGUNAKAN SIMULASI ARENA Aska Nadila Septyani; Mifthahul Janna Rosyid; Yuniar Maharani; Yasmine Wahyuayunda; Christopher Davito Prabandewa Hertadi
Journal of Industrial Innovation and Safety Engineering (JINSENG) Vol 1 No 2 (2023): JINSENG Volume 1 Nomor 2 Juli 2023 (On Progress)
Publisher : Jurusan Teknologi Industri dan Proses

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/jinseng.v1i2.1028

Abstract

Kualitas layanan kesehatan penting untuk ditingkatkan. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan adalah dengan memberikan pelayanan yang sesuai dengan kode etik medis. Pada penelitian ini akan dilakukan analisis terkait pelayanan kesehatan yang berlokasi di Klinik XYZ, Kalimantan Timur dengan jenis pelayanan yang difokuskan yaitu poli umum. Pelayanan ini dianalisis dengan menggunakan ilmu simulasi teori antrian pada bidang ilmu optimasi. Berdasarkan kondisi aktual pada klinik ini, antrian pasien pada klinik ini terjadi penumpukan terbesar pada aktivitas pelayanan dokter, sehingga pasien memerlukan waktu lebih lama untuk mendapatkan pelayanan yaitu dengan total time 2.21 jam atau pada total waiting time sebesar 1.86 jam yang memiliki dampak membuat keterlambatan dalam pemberian pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengoptimalkan antrian pada Klinik XYZ dan memberikan rekomendasi untuk antrian yang optimal yang didapatkan dari hasil pengolahan data dengan menggunakan software Arena. Berdasarkan hasil, didapatkan dua rekomendasi dengan pertimbangan berupa efisiensi antrian, total waktu tunggu pasien, dan utilitas yang paling efisien. Rekomendasi kedua merupakan rekomendasi terbaik dari dua pilihan skenario rekomendasi. Rekomendasi kedua yang dipilih yaitu dengan membagi stage pelayanan dokter menjadi dua server dan stage pelayanan apotek menjadi tiga server. Hasil dari simulasi pada rekomendasi menunjukkan bahwa klinik dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi waktu tunggu pasien, dan mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas mereka dengan rekomendasi ini. Dengan menerapkan rekomendasi kedua, pihak klinik dapat meningkatkan pelayanan mereka kepada pasien dan mencapai tujuan mereka dalam mengelola antrian dengan lebih baik.
Analisis Beban Kerja Mental Menggunakan Metode NASA-TLX Pada Mekanik PT. ABC Kota Balikpapan Ramdani, Muhamad; Zamzani, Muhammad Imron
Journal of Industrial Innovation and Safety Engineering (JINSENG) Vol 2 No 1 (2024): Vol 2 No 1 (2024): JINSENG Volume 2 Nomor `1 January 2024
Publisher : Jurusan Teknologi Industri dan Proses

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/jinseng.v2i1.8481368

Abstract

Dalam melakukan kegiatan kerja tentu banyak aktivitas kerja fisik dan kerja mental yang terjadi pada mekanik PT. ABC Kota Balikpapan. Beban kerja yang berlebihan mampu mengakibatkan terjadinya stress dan menimbulkan reaksi emosional. Oleh sebab itu diperlukan pengukuran beban kerja mental untuk mengetahui kapasitas kerja mekanik telah sesuai standar atau belum. Pengukuran beban kerja mental pada penelitian ini dilakukan dengan metode NASA-TLX (National Aeronautics and Space Administration Task Load Index) karena mampu memberikan kuantifikasi beban kerja yang berdasarkan rating dari 6 indikator terkait Mental Demand (MD), Physical Demand (PD), Temporal Demand (TD), Own Performance (OP), Effort (EF), Frustration Level (FR). Dalam penelitian ini melakukan pengumpulan data primer yang bersumber dari hasil kuesioner dan data hasil wawancara terhadap seluruh mekanik yang berjumlah 9 orang. Pengolahan data dilakukan dengan berdasarkan perhitungan NASA-TLX dan didapatkan hasil masing-masing skor beban kerja mekanik yang didapatkan yaitu 63.00, 69.27, 66.73, 64.33, 67.00, 67.73, 64.80, 68.60, 67.60. Melihat hasil keseluruhan skor akhir dari NASA-TLX maka dapat disimpulkan beban kerja mental para mekanik pada PT. ABC Kota Balikpapan masih tergolong tinggi karena diantara skor 57-79 berdasarkan rekomendasi NASA-TLX.
Analisis Beban Kerja Mental dengan Menggunakan Metode NASA-TLX (Task Load Index) pada Pekerja di PT CPS Lestari, Dea Ayu; Karim, Abdul Alimul
Journal of Industrial Innovation and Safety Engineering (JINSENG) Vol 2 No 1 (2024): Vol 2 No 1 (2024): JINSENG Volume 2 Nomor `1 January 2024
Publisher : Jurusan Teknologi Industri dan Proses

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/jinseng.v2i1.756

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis beban kerja mental pada pekerja di PT. CPS, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa. Beban kerja mental yang berlebihan dapat memengaruhi produktivitas dan kinerja, sehingga penting untuk diukur dan dikelola. Berdasarkan observasi awal, pekerjaan di PT. CPS sangat menuntut fisik dan mental dalam mencapai target produksi yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan pendekatan NASA Task Load Index (NASA-TLX) untuk mengukur beban kerja mental pada tujuh pekerja dengan jenis pekerjaan yang bervariasi. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa beban kerja mental berada pada tingkat yang cukup tinggi, dengan persentase di atas 50% untuk beberapa jenis pekerjaan, seperti sopir, IBC Tank cleaning, admin workshop, dan mekanik. Data dari grafik NASA-TLX lebih lanjut menguatkan temuan ini, di mana beberapa pekerja (P2 dan P5) menunjukkan skor Mental Demand (MD) dan Effort (EF) yang sangat tinggi, mengindikasikan tingginya tekanan kognitif dan upaya yang diperlukan dalam menyelesaikan tugas mereka. Tingginya Frustration Level (FL) pada pekerja P5 juga menyoroti adanya elemen stres dan ketidakpuasan. Berdasarkan temuan ini, diidentifikasi bahwa beban kerja mental yang tinggi menjadi masalah kritis yang perlu ditangani.
Analisis Pengukuran Produktivitas Kerja Karyawan Pada Proses Fabrikasi di Machining Bay dengan Metode Stopwatch Time Study di PT. XYZ Putri, Auliya Aisyah; Karim, Abdul Alimul
Journal of Industrial Innovation and Safety Engineering (JINSENG) Vol 2 No 1 (2024): Vol 2 No 1 (2024): JINSENG Volume 2 Nomor `1 January 2024
Publisher : Jurusan Teknologi Industri dan Proses

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/jinseng.v2i1.769

Abstract

PT. XYZ is a company that engaged in the heavy equipment repair industry. In carrying out the company's business processes, the departments at PT. XYZ is required to be integrated with each other in order to achieve productivity. One of the departments at PT. XYZ is a fabrication department, which consists of a welding bay and a machining bay. This department consists of 3 workers with 1 main operator and 2 helpers. The level of productivity in this department is still below 80% or at a low level. In calculating worker productivity, data was collected using the stopwatch time study method. Furthermore, the data is classified as productive, supporting, and also non-productive activities according to the company's criteria. Then a Pareto Chart is formed to determine the largest percentage of causes from non-productive activities and also supports it along with a fishbone diagram that shows the root cause of the problems in the machining bay department. In the machining bay fabrication process, employee productivity only reaches 42% and support at 30%, and the non-productive rate reaches 28%. Pareto analysis was carried out in the support and non-productive categories, obtained a cumulative percentage of 80% in the support category, namely weekly routine at 33%, discussion at 31%, and clean up at 26%, while in the non-productive category there was rest with 41%, waiting at 24%, and personal time by 22%. Based on the Pareto chart that has been analyzed, the problems that dominate in the machining bay are re-analyzed regarding the root problems that occur at PT. XYZ. Based on the fishbone diagram, the main problems occur in man, method, management, and machine.
Analisis Risiko Kecelakaan Kerja Menggunakan Metode JSA Pada Departemen Pengelasan UPTD Balai Latihan Kerja Industri Balikpapan Fajrian, Fitrah
Journal of Industrial Innovation and Safety Engineering (JINSENG) Vol 2 No 1 (2024): Vol 2 No 1 (2024): JINSENG Volume 2 Nomor `1 January 2024
Publisher : Jurusan Teknologi Industri dan Proses

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/jinseng.v2i1.771

Abstract

UPTD Industrial Work Training Center is an agency engaged in professional training to gain skills or deepen expertise in their respective fields. In these fields, especially in the training department, there are often potential hazards. The results of work accidents in the training process at the Balikpapan Industrial Work Training Center UPTD using the Job Safety Analysis (JSA) method. This method starts from identifying potential hazards, then collecting data directly which aims to obtain information about the hazards that can occur at each step of the activity and solutions as controls. In the welding process there are several stages, namely in the first stage doing bench work practices, manual materials, welding, material cutting then electric welding. The JSA Training found 66 potentially hazardous events including: Bench Work Process as many as 15 potential hazards, manual cutting machines as many as 4 potential hazards, gas welding as many as 18 potential hazards, machine cutting as many as 13 potential hazards, electric welding 10 potential hazards and quality process control as many as 6 potential hazards. In the implementation of the welding training, the most dangerous potential is gas welding with 18 potential hazards, while the quality control stage has the least potential hazard compared to other stages. Hazard management at the UPTD of the Balikpapan Industrial Work Training Center is carried out by Engineering Control, Administration, and using PPE as ways to prevent work accidents.
Analisis dan Usulan Perbaikan Dengan Metode 5S Pada Departemen Fabrikasi PT SPPA Wibowo, Satria Hadi; Karim, Abdul Alimul; Rizalmi, Sigit Rahmat
Journal of Industrial Innovation and Safety Engineering (JINSENG) Vol 2 No 1 (2024): Vol 2 No 1 (2024): JINSENG Volume 2 Nomor `1 January 2024
Publisher : Jurusan Teknologi Industri dan Proses

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/jinseng.v2i1.773

Abstract

PT SPPA is a company that deals with the repair of mining components or heavy equipment. The company serves repairs and inspections of various types of machines, such as generators, welding machines, compressors, water pumps, and tractors. The fabrication department needs improvement in terms of structuring the work environment, especially in the toolkit area. The fabrication department is a part of the company which in carrying out its duties includes fabrication works such as material surface smoothing, component welding, the process of unification between parts in an item. In the area where the toolkit is located, it can be seen that the area is not well-organized, such as a hose that is not properly coiled, equipment collected on a large scale, and also there are still some unused items that give the impression of filling the space area of the toolkit. Therefore, a proposal for improvement is made using the 5S method, namely Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke or can be interpreted as Concise, Neat, Clean, Treat, Diligent. This method can be used to produce a higher quality work area related to these five aspects, so as to reduce or eliminate the time to look for equipment in it. Then, suggestions for improvements through 3D designs are also generated based on previous evaluations regarding the similarity of item functions.
Perancangan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pada Sistem Persediaan di PT. XYZ Cahyani, Pramesta Minfathul; Sulaiman, Mochamad
Journal of Industrial Innovation and Safety Engineering (JINSENG) Vol 2 No 1 (2024): Vol 2 No 1 (2024): JINSENG Volume 2 Nomor `1 January 2024
Publisher : Jurusan Teknologi Industri dan Proses

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/jinseng.v2i1.779

Abstract

The application of performance management is very influential in knowing the performance of a performance system. Standard operating procedures (SOP) can affect the existing performance system in the company. This is because standard operating procedures are intended as a basic reference in the implementation of the production process in the event of an error or violation. The existence of SOPs helps in finding production errors. This research is located at PT. XYZ, which is one of the support offices engaged in the overhaul of heavy equipment components. The preparation of the SOP was motivated by the need to clarify the workflow on updating the gudang inventory system and to emphasize the concept of existing collaboration. The preparation of the SOP uses the swimlane diagram method. Swimlane diagram is an activity diagram to represent an activity by showing the actors involved in it which is described as a swimming pool path. This study uses a qualitative data approach, data collection is done by direct observation in the field, and interviews. The results of the study there are 8 stages of the work process on the inventory system of PT. XYZ and with the preparation of SOPs using swimlane diagrams, there are parties or actors who are directly related to the inventory system of PT. XYZ which consists of 2 pools and 5 lanes. Pool 1 is a production department consisting of 2 lanes, namely the perencanaan team and the demolition department. Pool 2 is an inventory department consisting of 3 lanes, namely gudang team, inventory team, and purchasing.

Page 2 of 2 | Total Record : 18