cover
Contact Name
BAYU YONI SETYO NUGROHO
Contact Email
johhs@fkes.dinus.ac.id
Phone
+6285728693585
Journal Mail Official
johhs@fkes.dinus.ac.id
Editorial Address
Prodi S1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan, UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Jl.Nakula I/5-11 Gedung D lantai 1 Semarang Tel/Fax: (024) 3549948
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal Occupational Health Hygiene and Safety
ISSN : 29868491     EISSN : 29875652     DOI : 10.60074/johhs.v1i1
Core Subject : Health,
JOHHS (Journal Occupational Health Hygiene And Safety) Peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Udinus fokus pada rumpun ilmu kesehatan masyarakat termasuk ranah Keselamatan, Kesehatan Dan Lingkungan Kerja yang menerbitkan artikel asli, literatur review dan laporan kasus Lingkup keilmuwan Jurnal K3 Udinus mencakup: 1.Toksikologi Industri, 2.Higiene Industri, 3.Kesehatan Kerja, 4.Keselamatan Kerja, 5.Psikologi Industri, 6.Ergonomi, 7.Manajemen Risiko (Penilaian Risiko, Manajemen Risiko, Komunikasi Risiko)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 39 Documents
Penggunaan Metode HIRADC untuk Analisis Bahaya dan Penilaian Risiko di Ruang Tindakan Gawat Darurat UPTD Puskesmas Bulu Lor Semarang Utara Fatihah, Salmaa; Widya Astuti, Catur
Journal Occupational Health Hygiene and Safety Vol. 2 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Health Science Udinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/johhs.v2i2.11773

Abstract

Puskesmas Bulu Lor sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama memiliki berbagai risiko bahaya, terutama di Ruang Tindakan Gawat Darurat (RTGD) yang menangani kasus darurat medis. Risiko kerja di ruang ini cukup kompleks, mencakup bahaya yang dapat mempengaruhi tenaga medis maupun pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat potensi bahaya dan risiko K3 di RTGD Puskesmas Bulu Lor menggunakan metode HIRADC. Metode ini digunakan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, mengevaluasi risiko, serta memberikan rekomendasi pengendalian yang tepat. Penelitian ini bersifat deskriptif observasional dan dilakukan pada bulan September hingga Oktober 2024. Data primer diperoleh melalui observasi langsung, wawancara, serta studi dokumen, kemudian dianalisis menggunakan formulir HIRADC. Analisis dilakukan dengan menghitung nilai kemungkinan (likelihood) dan keparahan (severity) untuk menentukan level risiko serta memberikan rekomendasi pengendalian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi bahaya utama di RTGD meliputi ketiadaan jalur triase, ruang yang terbatas, penempatan peralatan medis yang tidak aman, serta paparan bahan kimia dan biologis. Setelah pengendalian dilakukan, tingkat risiko berhasil dikurangi secara signifikan. Pengendalian mencakup penerapan sistem triase, pengaturan tata ruang, penggunaan alat pelindung diri (APD), dan pelatihan tenaga medis. Secara keseluruhan, pengendalian yang diterapkan mampu menurunkan risiko dari kategori tinggi menjadi sedang atau rendah, sehingga menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman bagi pelayanan medis.
Analisis Identifikasi Bahaya Dengan Metode HIRADC Dalam Meningkatkan Keselamatan & Kesehatan Kerja Di UPTD Puskesmas Miroto Kota Semarang Zahra, Auliya; Fitri Hapsari, Nadia
Journal Occupational Health Hygiene and Safety Vol. 2 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Health Science Udinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/johhs.v2i2.11775

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja yaitu langkah dalam mewujudkan kondisi kerja yang tentram serta nyaman bagi pekerja, sehingga dapat meningkatkan produktivitas mereka di tempat kerja. Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan, puskesmas harus melihat aspek kesehatan dan keselamatan pekerja guna mengurangi potensi insiden kerja dan penyakit serta melindungi semua pekerja, pasien, dan pengunjung puskesmas. Puskesmas Miroto adalah salah satu puskesmas non-rawat inap yang berada di Kecamatan Semarang Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi risiko K3 di Puskesmas Miroto dengan mengidentifikasi bahaya yang ada di ruang pelayanan puskesmas menggunakan metode HIRADC. Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional deskriptif. Data dikumpulkan  dengan mengobservasi langsung di lapangan serta wawancara dengan tenaga kerja, yang mencakup pencatatan insiden K3, perilaku pekerja, serta pengamatan terhadap objek yang ada selama kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat di Puskesmas Miroto. Proses identifikasi risiko dilakukan pada ruang poli gigi dan mulut, di mana potensi bahaya tertinggi yang teridentifikasi meliputi bahaya ergonomis, risiko penularan infeksi penyakit dari pasien, serta kemungkinan terjadinya pemadaman listrik. Pengendalian risiko perlu diterapkan untuk mencegah dan mengurangi kecelakaan di puskesmas
Analisis Penerapan K3 Laboratorium Berdsarkan Permenkes No 43 Tahun 2013 Di Laboratorium RS X. Di Kota Batam Tahun 2024 ayu martini; Rizqi Ulla Amaliah; Krismadies Krismadies
Journal Occupational Health Hygiene and Safety Vol. 3 No. 1 (2025): Juli 2025
Publisher : Health Science Udinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/johhs.v3i1.11349

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) Laboratorium ialah Segala kegiatan yang dilakukan untuk menjamin dan melindungi sumber daya manusia di fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk pasien, pendamping pasien, karyawan, dan pengunjung rumah sakit. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui standar penerapan K3 di Laboratorium Rumah Sakit X Kota Batam. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif (wawancara mendalam) dan tringulasi data . Informan dalam penelitian ini berjumlah 10 orang yaitu Direktur Rumah Sakit, Tim K3RS, Ka Laboratorium Rumah Sakit, Laboratorium analyst. Hasil penelitian ini adalah adanya komitmen dan kebijakan manajemen secara tertulis dan secara perencanaan terhadap standar penarapan K3 Sumber daya manusia, dana, sarana penunjang K3 di Laboratorium Rumah Sakit hanya saja belum terimplementasi sepenuhnya Dalam penerapan standar K3 di Laboratorium Rumah Sakit X sudah ada yang dijalankan, seperti kegiatan, prinsip ergonomi, kesehatan berkala, perilaku hidup bersih , pengelolaan peralatan medis aspek K3, pengelolaan limbah B3, pengendalian penyakit akibat kerja dan dan kecelakaan akibat kerja. Saran untuk manajemen rumah sakit tetap mempertahankan penerapan standar K3 yang sudah terlaksana dan bertambahnya program-program K3.
Hubungan Karakteristik Individu, Kepribadian Hardiness, dan Dukungan Sosial terhadap Stres Kerja pada Pengendara Ojek Online Regita Bungah Adalia; Yuliani Setyaningsih; Ida Wahyuni
Journal Occupational Health Hygiene and Safety Vol. 3 No. 1 (2025): Juli 2025
Publisher : Health Science Udinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/johhs.v3i1.11390

Abstract

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, budaya, dan teknologi bersamaan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat, maka terjadi perubahan pada aktivitas sehari-hari dan pekerjaan di masyarakat yang menciptakan pekerjaan baru, salah satunya adalah ojek online yang merupakan perkembangan transportasi berbasis aplikasi. maraknya penggunaan transportasi online berpotensi menimbulkan permasalahan keselamatan dan kesehatan kerja bagi pengemudi ojek online yakni stres kerja. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara karakteristik individu yang terdiri atas usia, tingkat pendidikan, dan masa kerja, kepribadian hardiness, dan dukungan sosial terhadap stres kerja pada pengendara ojek online di Kawasan Cibubur. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling yang jumlahnya ditentukan berdasarkan method linear time function dan diperoleh hasil sebanyak 72 responden. Instrumen penelitian yang digunakan antara lain lembar identitas responden untuk karakteristik individu, angket Skala Occupational Hardiness untuk kepribadian hardiness, dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support untuk dukungan sosial. Pengolahan data menggunakan aplikasi SPSS dengan uji statistik Rank Spearman dan Pearson Product Moment. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan antara kepribadian hardiness (p=0,002) dengan stres kerja, serta tidak ada hubungan antara usia (p=0,906), tingkat pendidikan (p=0,985), masa kerja (p=0,515), dan dukungan sosial (p=0,713) terhadap stres kerja.
Analisis Implementasi Keselamatan,Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) dalam Pelaksanaan Praktik Di Workshop Politeknik Gajah Tunggal Angga Barus
Journal Occupational Health Hygiene and Safety Vol. 3 No. 1 (2025): Juli 2025
Publisher : Health Science Udinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/johhs.v3i1.12140

Abstract

Research conducted at the Gajah Tunggal Polytechnic aims to explore the implementation of safety, health, security and environmental (K3L) practices in mechanical engineering workshops. The results show that students have a good understanding of work safety, with 96.8% of them aware of the potential dangers that exist in the workshop environment. Even though the majority of students, namely 82.25%, use personal protective equipment (PPE) during practicum, there are still 17.75% who do not use it. However, even though awareness of safety is quite high, some students still experience accidents. This indicates the need to improve safety standards and compliance with existing procedures. Of the students who had accidents, 75.8% received medical attention, but more intensive monitoring and a quicker first aid response were needed. Furthermore, 63.1% of students carried out equipment checks before using them, which is an important step to maintain applicable safety, indicating the need for additional education to increase student compliance levels. Overall although there is a good level of awareness and compliance with safety practices, this research shows that there are gaps that need to be addressed to create a better workshop environment for students. Therefore, further efforts in education and evaluation are needed
Tinjauan Literatur: Dampak Kesehatan Akibat Paparan Fly Ash dari Pembakaran Batu Bara pada Pekerja Industri Rina Widya Astuti; Izzatul Alifah Sifai2
Journal Occupational Health Hygiene and Safety Vol. 3 No. 1 (2025): Juli 2025
Publisher : Health Science Udinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/johhs.v3i1.12654

Abstract

Over the past three decades, global coal consumption has increased significantly. Indonesia has become one of the largest consumers in the ASEAN region. One of the primary by-products of coal combustion is fly ash, a fine particulate material that contains various heavy metals such as lead, arsenic, chromium, and cadmium. Although the concentrations are relatively low, long-term exposure to fly ash poses serious health risks. This study aims to examine the health impacts of fly ash exposure on industrial workers, particularly those working in coal-fired industry. The method used is a narrative literature review by analyzing articles from databases such as Google Scholar, PubMed, and ScienceDirect, published between 2015 and 2025. The results show that fly ash exposure can lead to various health issues, including contact dermatitis, elevated blood lead levels, DNA damage, hemolysis, and apoptosis of bronchial cells. The severity of these impacts is influenced by particle size, chemical composition, duration of exposure, and the use of personal protective equipment (PPE). Therefore, further research and stricter occupational safety policies are needed to protect the health of industrial workers.
The Impact of Workplace Stretching on Reduction of Low Back Pain Complaints Among Undip Library Staff Herna Yunita F Br Ginting; Yuliani Setyaningsih; Suroto Suroto
Journal Occupational Health Hygiene and Safety Vol. 3 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Health Science Udinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/johhs.v3i2.14816

Abstract

Low Back Pain (LBP) is a musculoskeletal disorder characterized by pain in the lower back. Office workers engaged in prolonged static sitting are at risk of developing LBP, particularly when adopting non-ergonomic positions. A preliminary study on two staff members of the Library Technical Implementation at Diponegoro University (UNDIP) indicated they were at risk of experiencing low back pain. Prolonged sitting with minimal movement causes muscle tension, reduced joint flexibility, and impaired blood circulation in the lower back, triggering LBP onset. This study analyzed the effect of workplace stretching on reducing low back pain complaints among UPT Library staff at UNDIP. Using a quantitative approach with pre-experimental design and total sampling method, all 30 UPT Library staff members participated. Data were collected using the Modified Oswestry Low Back Pain Disability Questionnaire. The Wilcoxon test results showed that workplace stretching interventions significantly reduced low back pain complaints, with p = 0.001. The majority of library staff experienced LBP, with 22 individuals (73.3%) reporting symptoms. Most older respondents suffered from LBP, accounting for 19 individuals (95.0%). Two variables were significantly associated with LBP: age (p = 0.001) and years of service (p = 0.007). Meanwhile, Body Mass Index (BMI) (p = 0.657) and working duration (p = 0.222) showed no significant relationship. The findings demonstrate that workplace stretching is an effective intervention for reducing low back pain among office workers performing prolonged sedentary tasks.
Analysis of Physical Environmental Factors Related to Tuberculosis Occurrence in Elementary Schools in North Semarang Sub-District MG Catur Yuantari; Ami Salwa Nafisah
Journal Occupational Health Hygiene and Safety Vol. 3 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Health Science Udinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/johhs.v3i2.15577

Abstract

Tuberculosis (TB) is a contagious infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis. It is one of the leading causes of death in the world. The increase in tuberculosis cases continues to rise. Tuberculosis is an environmentally-based disease; tuberculosis bacteria can be transmitted under certain environmental conditions. Physical environmental factors are thought to be risk factors that have a role in triggering the transmission of tuberculosis bacteria. The aim of the study was to analyze the relationship between physical environmental factors and the incidence of tuberculosis in elementary schools in North Semarang District. The study used quantitative observational analysis with cross sectional research design. This study was conducted in elementary schools in North Semarang District in September 2023 - January 2024. The population in this study was all elementary schools in North Semarang District, which amounted to 33 elementary schools. Sampling using total sampling. This research instrument uses an observation sheet, a luxmeter, a thermohygrometer, and a roll meter. Data were processed with the Chi-Square test. The results showed that there was an association between the variables of lighting (p-value=0.0001), humidity (p-value=0.027), and temperature (p-value=0.0001) with the incidence of tuberculosis in elementary schools in North Semarang District. Meanwhile, the variables of ventilation area (p-value=1.000), and occupancy density (p-value=0.455) had no association with the incidence of tuberculosis in elementary schools in North Semarang Subdistrict. The suggestion in this study is that elementary schools in North Semarang Subdistrict are expected to conduct early prevention and implement tuberculosis control programs so that this disease does not become more widespread.
The Relationship between Individual Internal Factors and Work Fatigue among Employees of the Semarang City Health Office Tiara Bethari Pramudya; Febriyanti Harianja; Siti Endah Wahyuningsih; Bayu Yoni Setyo Nugroho
Journal Occupational Health Hygiene and Safety Vol. 3 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Health Science Udinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/johhs.v3i2.15603

Abstract

Work fatigue is a physical and mental condition that leads to reduced work capacity and endurance and is often influenced by individual and job-related factors. This study aimed to analyze the association between individual internal factors (age, nutritional status, and length of service) and work fatigue among employees of the Public Health Division at the Semarang City Health Office. An analytical quantitative method with a cross-sectional design was employed in December 2025, involving all 31 employees as respondents. The independent variables were age, nutritional status measured by Body Mass Index (BMI), and length of service, while the dependent variable was the level of work fatigue measured using a reaction timer. Data were analyzed using the Spearman rank correlation test with a significance level of p < 0.05. The results showed that length of service (p = 0.020) and age (p = 0.030) had significant positive associations with work fatigue, whereas nutritional status (p = 0.257) was not significantly associated. Employees with longer tenure and older age tended to experience higher levels of work fatigue. In conclusion, work fatigue appears to be more strongly influenced by duration of employment and aging processes than by nutritional status. These findings highlight the importance of monitoring workload, providing periodic rest breaks, and managing job rotation to minimize fatigue and maintain employee productivity.

Page 4 of 4 | Total Record : 39