cover
Contact Name
BAYU YONI SETYO NUGROHO
Contact Email
johhs@fkes.dinus.ac.id
Phone
+6285728693585
Journal Mail Official
johhs@fkes.dinus.ac.id
Editorial Address
Prodi S1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan, UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Jl.Nakula I/5-11 Gedung D lantai 1 Semarang Tel/Fax: (024) 3549948
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal Occupational Health Hygiene and Safety
ISSN : 29868491     EISSN : 29875652     DOI : 10.60074/johhs.v1i1
Core Subject : Health,
JOHHS (Journal Occupational Health Hygiene And Safety) Peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Udinus fokus pada rumpun ilmu kesehatan masyarakat termasuk ranah Keselamatan, Kesehatan Dan Lingkungan Kerja yang menerbitkan artikel asli, literatur review dan laporan kasus Lingkup keilmuwan Jurnal K3 Udinus mencakup: 1.Toksikologi Industri, 2.Higiene Industri, 3.Kesehatan Kerja, 4.Keselamatan Kerja, 5.Psikologi Industri, 6.Ergonomi, 7.Manajemen Risiko (Penilaian Risiko, Manajemen Risiko, Komunikasi Risiko)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 37 Documents
Analisis Deskriptif Faktor Risiko Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Pada Bagian Filing Rsud Kraton Pekalongan Tahun 2021 Sari, Yayik Emalia; Widianawati, Evina
Journal Occupational Health Hygiene and Safety Vol. 1 No. 1 (2023): JULI 2023
Publisher : Health Science Udinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/johhs.v1i1.8463

Abstract

Terdapat keluhan ketidaknyamanan petugas di bagian filling RSUD Kraton Kota Pekalongan yang di akibatkan oleh ketidakergonomisan sarana tempat duduk, meja, rak dan lingkungan kerja .Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui faktor resiko kesehatan dan keselamatan kerja pada bagian filing di RSUD Kraton Pekalongan 2021. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif, dengan metode penelitian observasi. Variabel yang diteliti yaitu rak filing, workspace, jenis DRM, debu dan suhu. Berdasarkan hasil penelitian di ketahui bahwa bahan DRM yang di gunakan adalah kertas Art karton berukuran A4 berat 70 gram sudah sesuai standar, dan skala debu di ruang filling berskala 2 yang artinya debu sedikit atau tidak terlalu banyak. Suhu di ruangan berkisar antara 28oC sesuai standar 29oC. Luas area kerja masing masing staf 1,4m2 kurang dari standar. Tinggi rak 203 cm melebihi jangkauan tangan ke atas P5 petugas filling 178,8 cm sehingga menimbulkan keluhan pada saat bekerja yaitu petugas perlu menggunakan kursi untuk mengambil DRM bagian atas. Sebaiknya tinggi rak filling memperhatikan antropometri petugas serta menyiapkan sarana kursi atau tangga yang aman untuk menjangkau DRM di bagian atas rak filling
Hubungan Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Kerja terhadap Produktivitas Kerja Pekerja Fabrikasi A di PT. X Kota Batam Tahun 2023 Rahmadani, Alivia; Dewi, Fitri Sari; rizal, chandra
Journal Occupational Health Hygiene and Safety Vol. 1 No. 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Health Science Udinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/johhs.v1i2.9229

Abstract

Kesehatan dan keselamatan kerja adalah upaya untuk menjamin keutuhan kerja agar terhindar dari kecelakaan kerja, menyediakan lingkungan kerja yang sehat agar terhindar dari gangguan kesehatan seperti penyakit akibat kerja, sehingga secara tidak langsung dapat meningkatkan atau mempertahankan produktivitas kerja. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan implementasi K3 dan lingkungan kerja terhadap produktivitas kerja pekerja fabrikasi A di PT. X Kota Batam Tahun 2023. Jenis penelitian ini merupakan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi ini adalah pekerja fabrikasi A di PT. X Kota Batam dengan jumlah sampel 53 pekerja. Instrumen penelitian ini berupa kuesioner sebagai alat ukur dengan menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan signifikan antara implementasi K3 terhadap produktivitas kerja (P-value = 0,023). Di mana dapat disimpulkan P-value < ? = 0,05 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat diartikan bahwa implementasi K3 memiliki hubungan signifikan terhadap produktivitas kerja. Saran untuk perusahaan tetap menjaga manajemen implementasi K3 dengan baik dan meningkatkan lingkungan kerja agar produktivitas kerja juga ikut meningkat dengan cara mentaati setiap peraturan yang telah dibuat oleh Perusahaan.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kecelakaan Kerja Terhadap Pekerja Mebel Sektor Informal Di Kecamatan Tembalang Kota Semarang Tahun 2021 Maulana, Ilham; Nugroho, Bayu Yoni Setyo
Journal Occupational Health Hygiene and Safety Vol. 1 No. 1 (2023): JULI 2023
Publisher : Health Science Udinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/johhs.v1i1.7371

Abstract

Work accidents are unexpected and unexpected events that can cause casualties or loss of property. Furniture workers in the informal sector in Tembalang District, Semarang City still ignore the importance of using PPE, such as masks, gloves and other supporting PPE. Workers often experience incidents such as slipping, electrocution, cuts, falling objects, etc. The purpose of this study was to analyze the relationship between age, working period, role of co-workers, knowledge, use of PPE, and work accidents on informal sector furniture workers in Tembalang sub-district, Semarang City. Methods This research uses quantitative research with cross sectional method. Sampling in this study using Total Sampling or the population is the informal sector furniture workers with a total of 35 respondents. This data was collected using a questionnaire, and processed using Rank Spearman. Based on the results of the study, it showed that Age, Working Period, Role of Coworkers, Knowledge, and the use of PPE had no relationship with work accidents. P-value (age = 0.697), P-value (service period = 0.522), p-value (role of co-workers = 0.411), p-value (knowledge = 0.522). P-value (use of PPE = 0.505) for furniture workers in the informal sector, Tembalang district, Semarang city. The number of accidents is still categorized as high even though it was a minor accident. It is expected that business owners are able to provide supervision and provide information about work accidents and their prevention, provide PPE according to standards and complete. Meanwhile, workers are better off using PPE
Gambaran Fasilitas Sanitasi Gereja di Jawa Tengah Fitriani, Adela Deswita; Putri, Aldina Berliana; Kamal, Firda Fajrin; Febri Nurul Huda, Luthfia Andarie
Journal Occupational Health Hygiene and Safety Vol. 1 No. 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Health Science Udinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/johhs.v1i2.8758

Abstract

Tempat umum biasanya menjadi tempat penyebaran sumber segala penyakit, terutama penularan penyakit melalui makanan, minuman, udara dan air. Sarana sanitasi di tempat umum harus memenuhi persyaratan kesehatan untuk melindungi, memelihara, dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Gereja adalah suatu tempat termasuk fasilitasnya yang dipakai untuk berkumpul oleh masyarakat umum, pada waktu waktu tertentu guna untuk melakukan ibadah agama Kristen. Oleh karena itu, sarana dan bangunan umum dinyatakan memenuhi syarat kesehatan lingkungan apabila memenuhi kebutuhan fisiologis, psikologis dan dapat mencegah penularan penyakit antar pengguna, penghuni dan masyarakat sekitarnya, selain itu harus memenuhi persyaratan dalam pencegahan terjadinya kecelakaan. Metode penelitian ini adalah penelititian kuantitatif dengan menggunakan metode observasi pada 4 gereja yang berada di wilayah Provinsi Jawa Tengah. Pengumpulan data menggunakan alat ukur berupa checklist observasi yang berdasarkan Kep. Menkes 288/Menkes/SK/III/2003 Tentang Pedoman Penyehatan Sarana dan Bangunan Umum. Dari hasil observasi pada beberapa gereja didapatkan adanya konstruksi dan sanitasi yang kurang baik, tidak memiliki tempat pengumpulan sampah yang cukup tertutup dan masih ada sampah yang berserakan. Dengan ini, diharapkan untuk dilakukannya renovasi dan pengawasan secara berkala untuk meperbaiki konstruksi bangunan gereja, selalu memperhatikan kebersihan dan disediakannya tempat sampah yang sesuai kebutuhan juga terdapat tutup di masing-masing tempat sampah. dilakukannya renovasi dan pengawasan secara berkala untuk meperbaiki konstruksi bangunan gereja, selalu memperhatikan kebersihan dan disediakannya tempat sampah yang sesuai kebutuhan juga terdapat tutup di masing-masing tempat sampah.
Hubungan Status Gizi, Stres Kerja, dan Beban Kerja dengan Kelelahan Kerja pada Pekerja di PT. X Kota Batam Tahun 2023 Hidayati, Sukma; Hendarta, Agung Sundaru Dwi; Dewita, Trisna
Journal Occupational Health Hygiene and Safety Vol. 1 No. 1 (2023): JULI 2023
Publisher : Health Science Udinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/johhs.v1i1.8706

Abstract

Kelelahan kerja merupakan penyakit akibat kerja yang sudah umum didunia kerja, faktor penyebabnya yaitu usia, status gizi, beban kerja, stres kerja, lingkungan kerja, dll. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui hubungan status gizi, stres kerja, dan beban kerja dengan kelelahan kerja pada pekerja di PT. X Kota Batam Tahun 2023. Jenis penelitian ini merupakan kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini merupakan pekerja PT.X Kota Batam dengan jumlah sampel sebanyak 36 responden. Instrumen penelitan ini berupa kuesioner dan pengukuran dengan menggunakan uji statistik chi square. Hasil penelitian ini terdapat hubungan signifikan antara status gizi dengan kelelahan pada pekerja (P-value = 0,017), terdapat hubungan signifikan antara stres kerja dengan kelelahan kerja pada pekerja (P-value = 0,024), dan terdapat hubungan signifikan antara beban kerja dengan kelelahan kerja pada pekerja (P-value = 0,024). Disimpulkan dimana P-value < ? 0,05 sehingga dapat diartikan bahwa semua variabel terdapat hubungan signifikan antara status gizi, stres kerja, dan beban kerja dengan kelelahan kerja. Saran untuk perusahaan lebih memperhatikan status gizi pekerja, beban kerja, dan membangun manajemen stres kerja agar terhindar dari kelelahan kerja.
Analisis Impelementasi Sistem Manajemen Keselamatan Kerja PP 50 Tahun 2012 Pada Perusahaan Garmen elya, ismi; Lestari, Sri
Journal Occupational Health Hygiene and Safety Vol. 1 No. 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Health Science Udinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/johhs.v1i2.9527

Abstract

ABSTRACTGarment companies are the largest contributor to industrial foreign exchange in Indonesia with a high potential danger of work accidents which are basically like an iceberg, it look small on the top but have a big impact on it. The majority of work accidents that occurred were minor (87,1%), and major accident cases (12,9%). Physical hazards of exposure to noise, thermal environment, and light. Trigger factors are highly frequent work accidents and optimization in the application of SMK3 and the SMK3 reporting system is still low. This research aims to describe the implementation of SMK3 in Jepara garment companies. This research method uses a qualitative approach by using a cross-sectional. The informants in this study consisted of HSE Coordinators, HSE deputy managers, Site managers and Supervisors, and K3 Experts. The research location for garment companies in Jepara took place in October-February 2023. The research instrument was a questionnaire contained on pp 50 of 2012. Data collection techniques are more on observation, in-depth interviews, checklist instruments, and documentation. The results showed that company commitments and policies, hazard identification planning, and SMK3 audits had been carried out, the lack of optimal implementation of SMK3 lies in evaluation and follow-up. SMK3 is a form of effort to increase worker awareness to minimize work accidents.  INTISARIPerusahaan garmen merupakan penyumbang devisa industry terbesar di Indonesia dengan memiliki potensi bahaya tinggi terjadinya kecelakaan kerja yang pada dasarnya seperti gunung es, tampak kecil diatas namun berdampak pada kerugian besar didalamnya. Mayoritas kecelakaan kerja yang terjadi minor (87,1%), kecelakaan kerja mayor (12,9%). Bahaya fisik paparan kebisingan, suhu kenyamanan, pencahayaan. Faktor pemicu seringnya terjadi kecelakaan kerja tinggi dan optimalisasi dalam penerapan SMK3 dan sistem pelaporan SMK3 masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan penerapan SMK3 pada perusahaan garmen Jepara. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan studi cross sectional. Informan pada penelitian ini terdiri dari HSE Coordinator, wakil manajer HSE, Site manager dan Supervisor, Ahli K3. Lokasi penelitian pada perusahaan garmen di jepara berlangsung pada bulan oktober-februari 2023. Instrumen penelitian merupakan kuesioner yang tertuang dalam poin pp 50 tahun 2012. Teknik pengumpulan data lebih banyak pada observasi, wawancara mendalam, checklist instrumen dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komitmen dan kebijakan perusahaan, perencanaan identifikasi bahaya dan audit SMK3 sudah dilakukan, kurangnya optimal penerapan SMK3 terletak pada evaluasi dan tindak lanjut. Untuk meminimalisir kecelakaan kerja, SMK3 merupakan suatu bentuk upaya meningkatkan kesadaran pekerja dalam berbudaya K3 dan pemenuhan peraturan pemerintah dalam pelaksanaan SMK3 di perusahaan.  
Analisis Sanitasi di Pasar Tradisional Tersono Kecamatan Tersono Kabupaten Batang Tahun 2020 Nugraha, Satria Adhi
Journal Occupational Health Hygiene and Safety Vol. 1 No. 1 (2023): JULI 2023
Publisher : Health Science Udinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/johhs.v1i1.7242

Abstract

Pasar merupakan salah satu tempat umum bagi banyak orang untuk melakukan kegiatan jual beli yang dapat menimbulkan penyakit menular. Pasar ini menghasilkan banyak sampah setiap harinya sebagai akibat dari aktivitas manusia di dalamnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sistem pengelolaan sampah, serta sanitasi yang diterapkan di Pasar Tradisional Tersono. Populasi seluruh pedagang di Pasar Tradisional Tersono sebanyak 266 pedagang, penentuan jumlah sampel sesuai peraturan SNI 19-3964-1944 dan diperoleh sebanyak 19 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata jumlah sampah sekitar 3,8495 m3/hari. Pengelolaan sampah dilakukan oleh empat orang pekerja dan diangkut menggunakan motor roda tiga berkapasitas ± 3,2 m3. Dalam transportasi terkadang melebihi volume tempat sampah sehingga banyak berserakan. Sedangkan terkait penilaian sanitasi, diperoleh skor 1620 untuk memenuhi kriteria pasar baik. Namun toilet di pasar tradisional Tersono masih belum layak karena laki-laki dan perempuan masih menggunakan toilet. Dalam meningkatkan sanitasi yang baik perlu menjaga kebersihan fasilitas umum seperti mushola dan kamar mandi. Sedangkan dalam pengelolaan sampah perlu penambahan armada pengangkutan sampah.
Pengaruh Pelatihan Pemadam Kebakaran terhadap Peningkatan Pengetahuan terkait Pemadaman Kebakaran pada Mahasiswa Peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Sifai, Izzatul Alifah; Songraya, Lena Aurumia; Permatasari, Indah; Nugroho, Bayu Yoni Setyo
Journal Occupational Health Hygiene and Safety Vol. 1 No. 1 (2023): JULI 2023
Publisher : Health Science Udinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/johhs.v1i1.9021

Abstract

Firefighter training aims to increase knowledge and skills regarding fire early warning systems so that participants who take part in the training are expected to have the right knowledge and attitude in rescue efforts in the event of a fire. Occupational safety and health students are able to identify and deal with fires. The training is carried out under the guidance of a firefighting instructor. This study aims to examine the effect of fire fighting training on the knowledge of students specializing in Occupational Safety and Health. This research is quantitative in nature and uses a quasi-experimental pretest-posttest design without a control group. The sample in this study were 74 respondents who were selected based on total sampling. Data analysis using the Wilcoxon test showed results (p = 0.000). These results show a difference after receiving firefighting training. The conclusion in this study is that firefighting training has an impact on knowledge related to firefighting among occupational safety and health students.
Systematic Literature Review: Penerapan Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas Pradana PH, Firmansyah Kholiq
Journal Occupational Health Hygiene and Safety Vol. 1 No. 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Health Science Udinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/johhs.v1i2.9921

Abstract

The research evaluates the implementation of Occupational Safety and Health (K3) in Indonesian Community Health Centers (Puskesmas), with a focus on risk management, standard preventive measures, and fatal work accidents. Despite efforts to implement an Occupational Safety and Health Management System (SMK3), research shows gaps in the understanding and awareness of Community Health Center officers regarding standard preventive measures. Fatal accidents, such as electric shocks and fires, highlight the need for holistic risk management. Recommendations include regular training, equipment maintenance, and ongoing evaluation to improve OSH practices in these health facilities. These measures support the quality of healthcare and patient safety. This research was conducted using a systematic literature review guided by the PICO Framework to formulate specific and focused research questions. This research shows that careful planning has a key role in the successful implementation of Occupational Safety and Health (K3) in Community Health Centers, with the use of technology such as web-based reporting systems to increase efficiency. Continuous evaluation is an important instrument for identifying successes and challenges in K3 implementation, while external involvement and support is needed to overcome internal and external obstacles. Constraints such as lack of resources are the main focus, but evaluation also opens up opportunities for improvement, especially in the implementation of K3 policies and procedures. Optimizing K3 planning strategies is the key to increasing compliance and effectiveness of K3 management at the Community Health Center level, with an expanded focus on continuous supervision and monitoring.
Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Penyakit Dermatitis Pada Pekerja Mebel Di Kelurahan X Jepara Afifah, Aniqotul -; Sifai, Izzatul Alifah
Journal Occupational Health Hygiene and Safety Vol. 1 No. 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Health Science Udinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/johhs.v1i2.10039

Abstract

Dermatitis merupakan respon pada kulit yang mengalami gangguan pada lapisan kulit terluar yang disebabkan oleh hazard tertentu baik dari faktor internal atau faktor eksternal yang menyebabkan kerusakan pada kulit.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji hubungan antara usia, lama kontak, masa kerja, praktik perawatan diri dari pekerja dan penggunaan alat pelindung diri (APD) pada pekerja mebel dengan penyakit dermatitis di kelurahan X Jepara.    Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional dengan desain cross sectional pada 45 pekerja mebel dengan pendekatan teknik total sampling. Data penelitian diambil menggunakan kuesioner dan pemeriksaan tenaga medis. Analisis Bivariat menggunakan uji chi square. Terdapat hubungan antara penyakit dermatits dengan usia (p-value = 0.03), lama kerja (p-value = 0.02), praktik perawatan diri (p-value = 0.04) APD (p-value = 0.02) dan tidak ada hubungan antara masa kerja (p-value = 0.09) pada pekerja mebel di Kelurahan X Jepara. Kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan ini yaitu terdapat hubungan antara usia, lama kerja, praktik perawatan diri, penggunaan APD terhadap penyakit dermatitis. Sedangkan tidak terdapat hubungan mengenai masa kerja pada pekerja mebel di Kelurahan X Jepara. Saran yang akan diberikan kepada pekerja mebel yaitu agar pemilik industri dapat menertibkan para pekerja untuk menghindari dari penyakit akibat kerja.

Page 2 of 4 | Total Record : 37