cover
Contact Name
BAYU YONI SETYO NUGROHO
Contact Email
johhs@fkes.dinus.ac.id
Phone
+6285728693585
Journal Mail Official
johhs@fkes.dinus.ac.id
Editorial Address
Prodi S1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan, UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Jl.Nakula I/5-11 Gedung D lantai 1 Semarang Tel/Fax: (024) 3549948
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal Occupational Health Hygiene and Safety
ISSN : 29868491     EISSN : 29875652     DOI : 10.60074/johhs.v1i1
Core Subject : Health,
JOHHS (Journal Occupational Health Hygiene And Safety) Peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Udinus fokus pada rumpun ilmu kesehatan masyarakat termasuk ranah Keselamatan, Kesehatan Dan Lingkungan Kerja yang menerbitkan artikel asli, literatur review dan laporan kasus Lingkup keilmuwan Jurnal K3 Udinus mencakup: 1.Toksikologi Industri, 2.Higiene Industri, 3.Kesehatan Kerja, 4.Keselamatan Kerja, 5.Psikologi Industri, 6.Ergonomi, 7.Manajemen Risiko (Penilaian Risiko, Manajemen Risiko, Komunikasi Risiko)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 42 Documents
Perbandingan Perilaku Keamanan Berkendara Dengan Metode Edukasi Audiovisual Pada Siswa SMA Di Kecamatan Semarang Selatan Medias Fadjri A; Hanifa Maher Denny; Daru Lestantyo
Journal Occupational Health Hygiene and Safety Vol. 2 No. 1 (2024): JULI 2024
Publisher : Health Science Udinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/johhs.v2i1.10374

Abstract

Kecelakaan lalu lintas menjadi pemasalahan serius di Indonesia. Tingkat pengetahuan mengenai perilaku berkendara aman yang rendah menjadi hal yang penting untuk segera dilakukan suatu intervensi. Intervensi yang dapat dilakukan salah satunya dengan memberi sosialisasi mengenai Safety Riding. Objek penelitian merupakan Siswa SMA di Kecamatan Semarang Selatan. Tujuan dari penelitian ini guna melakukan analisis perbandingan perilaku keamanan berkendara dengan metode edukasi audiovisual pada siswa SMA di Kecamatan Semarang Selatan sebelum dan sesudah dilakukannya intervensi. Penelitian kuantitatif ini berdesain penelitian eksperimental metode eksperimen semu (Quasi Experiment). Tujuh puluh dua siswa dan siswi menjadi sampel dalam penelitian ini. Sampel dikumpulkan dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah angket. Penelitian diawali dengan pre-test kemudian pemutaran video dan dilakukan post-test dengan angket yang sama. Uji analisis data yang dilakukan adalah uji non parametrik Wilcoxon dan uji parametrik berpasangan sampel T. Hasil analisis uji non parametrik Wilcoxon diperoleh nilai p value sebesar 0,001 dan hasil analisis uji Paired Sample T-test diperoleh angka 0,001 sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh penyuluhan metode audio visual safety riding terhadap pengetahuan, sikap, dan praktik berkendara siswa. Peneliti memberikan saran bagi pihak sekolah untuk melakukan sosialisasi mengenai perilaku safety riding serta aturan-aturan lalu lintas dengan bekerja sama dengan pihak kepolisian satuan lalu lintas
Hubungan Antara Unsafe Action Dan Unsafe Condition Dengan Kejadian Kecelakaan Kerja Pada Pekerja Mebel Di Desa Kancilan Kabupaten Jepara Ratih Pramitasari; Agne Vibia Larasati
Journal Occupational Health Hygiene and Safety Vol. 2 No. 1 (2024): JULI 2024
Publisher : Health Science Udinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/johhs.v2i1.10942

Abstract

Industri mebel adalah satu dari banyaknya bidang industri yang berperan penting bagi kehidupan manusia dalam menyediakan barang rumah tangga. Terjadinya suatu kecelakaan kerja dapat dari faktor manusia seperti unsafe action, lingkungan tidak aman dan faktor lainnya. Secara umum penyebab terbesar kecelakaan kerja di industri disebabkan oleh tindakan tidak aman (unsafe act), sedangkan kondisi tidak aman (unsafe condition) menyumbang angka 10% dan 2% yang tersisa belom dapat diketahui dengan pasti teori ini dikemukakan oleh Heinrich. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan unsafe action dan unsafe condition dengan kecelakaan kerja pada pekerja mebel di Desa Kancilan Kabupaten Jepara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Penelitian ini dilakukan kepada pekerja mebel Di Desa kancilan kabupaten Jepara pada kurun waktu 2 minggu. Populasi pada penelian ini sebanyak 151 pekerja mebel. Sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 109 pekerja. Data dianalisis menggunakan uji rank spearman. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan antara unsafe action dan kecelakaan kerja dengan p value<0,001dengan koefiesien korelasi 0,622 yang menyatakan keeratan hubungan antara dua variabel tersebut memiliki tingkat korelasi kuat. Tidak terdapat hubungan antara unsafe condition dan kecelakaan kerja dengan p value 0,339. Tindakan yang disarankan bagi pekerja adalah meningkatkan kesadaran dalam menggunakan APD saat bekerja, senantiasa menerapkan perilaku K3 di tempat kerja dan fokus ketika bekerja. Untuk pemilik mebel disarankan untuk menyediakan APD yang lengkap berserta tata cara penggunaan dan menyediakan rambu kerja aman.
Pengaruh Postur Kerja terhadap Gangguan Muskuloskeletal pada Pekerja Indonesia; Meta Analisis Ilmidin Ilmidin; Rendi Ariyanto Sinanto; Roviana Nurda Agustina; Riza Nabila; Astika Candra Nirwana
Journal Occupational Health Hygiene and Safety Vol. 2 No. 1 (2024): JULI 2024
Publisher : Health Science Udinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/johhs.v2i1.11120

Abstract

Lebih dari 40% populasi didunia atau sekitar 1,75 miliar menderita gangguan muskuloskeletal atau yang biasa dikenal dengan Musculoskeletal disorder (MSDs), MSDs sendiri sudah memberikan kekhawatiran sendiri pada para pekerja karena dapat membahayakan jika sudah kronis dan membutuhkan biaya yang mahal untuk perawatannya. Postur kerja adalah salah satu faktor risiko dalam MSDs. Beberapa penelitian memang menemukan banyak faktor risiko dari MSDs, namun beberapa lainnya juga mengatakan tidak adanya hubungan pada satu atau lebih faktor risikonya. Tumpang tindih hasil penelitian tersebut membuat peneliti ingin lebih mengetahui pengaruh pada postur kerja terhadap kejadian MSDs dikalangan pekerja Indonesia. Metode penelitian ini adalah sistematik literatur riview yang bersifat meta analisis dengan melaporkan pencarian dan pemilihan artikel menggunakan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analyses (PRISMA), pengolahan data penelitian ini menggunakan aplikasi Jamovi. Hasil pelaporan artikel yang dimasukan pada penelitian ini sebanyak 21 artikel dengan temuan nilai keseluruhan effect size atau pengaruh postur kerja terhadap MSDs sebesar 0,418 dan nilai p value sebesar <.001, artinya postur kerja berpengaruh sedanga terhadap kejadian MSDs, nilai heterogen pada penelitian ini sebesar 76,49% yang berarti bahwa nilai heterogennya tinggi. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan rujukan oleh pekerja dan perusahaan untuk lebih memperhatikan kondisi dan lingkungan pekerjaannya dalam menunjang postur kerja yang lebih baik kedepannya.
Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Rumah Sakit: Evaluasi Sistematis Implementasi dan Strategi Peningkatan Firmansyah Kholiq Pradana PH; Muhammad iqbal
Journal Occupational Health Hygiene and Safety Vol. 2 No. 1 (2024): JULI 2024
Publisher : Health Science Udinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/johhs.v2i1.11271

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi penerapan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di rumah sakit melalui kajian literatur sistematis. Fokus utama penelitian adalah mengidentifikasi tantangan dalam implementasi K3, mengukur efektivitas program yang ada, dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan berkelanjutan. Meskipun rumah sakit telah melakukan berbagai upaya untuk mengimplementasikan Sistem Manajemen K3 (SMK3), hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan dalam pemahaman dan penerapan oleh petugas kesehatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan literatur sistematis dengan panduan Framework PICO untuk merumuskan pertanyaan penelitian yang spesifik dan terfokus. Data dikumpulkan dari berbagai sumber, termasuk artikel jurnal dan publikasi terkait dari tahun 2019 hingga 2024. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelatihan rutin, pemeliharaan peralatan, dan evaluasi berkelanjutan adalah faktor kunci untuk meningkatkan praktik K3 di rumah sakit. Selain itu, penggunaan teknologi seperti sistem pelaporan berbasis web dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas manajemen K3. Kendala utama yang diidentifikasi dalam implementasi K3 meliputi kurangnya sumber daya, infrastruktur, dan pemahaman petugas kesehatan terhadap tindakan pencegahan standar. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan frekuensi pelatihan, penyediaan fasilitas yang memadai, serta pengembangan modul pelatihan yang lebih terstruktur. Evaluasi rutin dan keterlibatan eksternal juga diperlukan untuk mengatasi hambatan dan memastikan keberhasilan program K3 di rumah sakit. Secara keseluruhan, penelitian ini menekankan pentingnya perencanaan yang matang dan evaluasi berkelanjutan dalam implementasi K3 di rumah sakit. Optimalisasi strategi perencanaan dan penggunaan teknologi adalah kunci untuk meningkatkan kepatuhan dan efektivitas manajemen K3, yang pada akhirnya akan mendukung kualitas layanan kesehatan dan keselamatan pasien di rumah sakit
Faktor Yang Berhubungan Dengan Tekanan Darah Pada Masyarakat Pekerja Di Wilayah Desa Penadaran Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan Mutiara Dwi Rahayuni; Izzatul Alifah Sifai; Ratih Pramitasari
Journal Occupational Health Hygiene and Safety Vol. 2 No. 1 (2024): JULI 2024
Publisher : Health Science Udinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/johhs.v2i1.11294

Abstract

Tekanan darah merupakan sistem sirkulasi darah didalam tubuh yang memiliki peranan penting. Namun, tidak semua tekanan darah individu berada dalam batas normal sehingga munculnya gangguan pada tekanan darah yang biasa disebut hipertensi dan hipotensi. Individu dapat dikatakan hipertensi atau tekanan darah tinggi jika memiliki tekanan darah diastole melebihi 140 mmHg dan tekanan darah sistole melebihi 90 mmHg. Peningkatan tekanan darah tinggi sering terjadi pada pekerja karena beberapa faktor yaitu usia, jenis kelamin, pekerjaan, riwayat keluarga, perilaku merokok, kebiasaan makan, status gizi, aktivitas fisik, beban kerja, dan lainnya. Tujuan penelitian yaitu mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tekanan darah pada masyarakat pekerja di Desa Penadaran. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental sampling dan data diperoleh menggunakan kuesioner. Penelitian dilakukan di Desa Penadaran dengan responden yaitu masyarakat pekerja yang ada di desa tersebut. lingkup waktu penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2023. Total populasi sebanyak 2161 dengan sampel 120 orang responden. Teknik analisis data menggunakan uji statistik Rank Spearman. Hasil penelitian ini yaitu mayoritas responden bekerja sebagai petani. Ada hubungan antara usia (p=0.001), status gizi IMT (p=0.021), dan aktivitas fisik di tempat kerja (p=0.003) dengan tekanan darah pada masyarakat pekerja. Tidak ada hubungan antara jenis kelamin (p=0.914), pekerjaan (p=0.324), riwayat keluarga hipertensi (p=0.095), perilaku merokok (p=0.847), dan gizi Keluarga (p=0.847) dengan tekanan darah pada masyarakat pekerja. Saran dalam penelitian ini adalah masyarakat pekerja khususnya yang memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi) agar lebih sadar dan memantau tekanan darahnya serta waspada terhadap gejala yang dialami tubuh sebagai awal timbulnya penyakit.
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Praktik Higiene Sanitasi Makanan Pada Pedagang Kaki Lima MG Catur Yuantari; Emilia Aditiyani Pramitasari
Journal Occupational Health Hygiene and Safety Vol. 2 No. 1 (2024): JULI 2024
Publisher : Health Science Udinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/johhs.v2i1.11297

Abstract

Penjamah makanan atau food handler merupakan seseorang yang melakukan kontak secara langsung dengan makanan serta kontak dengan peralatan yang di pergunakan untuk menyajikan maupun mengolahnya. Faktor yang menentukan higiene sanitasi makanan adalah faktor pengolah makanan, maka dari itu higiene sanitasi makanan dan minuman penting dilakukan oleh setiap pedagang & penjamah kuliner, mulai dari proses pemilihan bahan baku hingga makanan atau minuman tersebut layak dikonsumsi ke dalam tubuh manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan praktik hygiene sanitasi makanan pada pedagang kaki lima martabak di Kecamatan Semarang Tengah. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2022-Juni 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah pedagang kaki lima martabak di Kecamatan Semarang Tengah dan sampel yang diambil yaitu keseluruhan populasi yang ada yaitu sebanyak 50 responden. Analisis data yang digunakan adalah uji normalitas, univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Rank Spearman (p(sig) = <0.05). Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara umur p(sig) = 0.342, pengetahuan p(sig) = 0.962, sikap p(sig) = 0.893 (sig>0.05) dengan praktik hygiene sanitasi makanan, dan ada hubungan signifikan antara fasilitas dengan praktik hygiene sanitasi makanan pada pedagang kaki lima martabak di Kecamatan Semarang Tengah p(sig) = 0.003 (sig<0.05). Saran untuk pedagang diharapkan dapat meningkatkan dan menerapkan pemahaman yang baik dan benar mengenai praktik hygiene sanitasi makanan
Scoping Review: Manfaat Penerapan Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) dalam Meningkatkan Keamanan dan Mutu Produk Makanan Dewi Mulyawati, Sita
Journal Occupational Health Hygiene and Safety Vol. 2 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Health Science Udinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/johhs.v2i2.11348

Abstract

HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points) merupakan system manajemen keamanan pangan yang melindungi konsumen dari risiko atau penyakit yang berhubungan dengan bawaan pangan serta memiliki dampak yang signifikan terhadap kesehatan masyarakat pada industri pangan. Sistem HACCP memastikan bahwa produk pangan aman untuk dikonsumsi dengan melakukan identifikasi dan pengelolaan potensi bahwa pada setiap tahap proses produksi. Tujuan dari artikel ini adalah memberikan gambaran yang komprehensif tentang bagaimana HACCP dapat digunakan untuk meningkatkan keamanan dan mutu produk makanan, serta memberikan saran untuk perbaikan dalam implementasi sistem HACCP. Metode yang digunakan adalah teknik scoping literature review dengan mendapatkan data pencarian dari PubMed dan Science Direct dengan kriteria inklusi jurnal telah terpublikasu dalam kurun waktu 5 tahun (2020 – 2024). Berdasarkan analisis 5 artikel didapatkan hasil penerapan Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) memiliki dampak yang positif dan signifikan dalam meningkatkan keamanan dan mutu produk makanan. Pada penelitian ini penerapan HACCP dapat mengurangi kontaminasi pada proses produksi dan mengurangi kasus keracunan makanan. Pada tinjauan scoping literature review ini, terdapat beberapa keterbatasan dalam penelitianannya, yaitu lima artikel jurnal yang digunakan memiliki desain dan konteks yang berbeda-beda. Oleh karena itu, hasil penelitian tidak dapat diterapkan secara menyeluruh dan konsisten dalam berbagai situasi. Selain itu, penelitian ini hanya fokus pada wilayah dan sektor tertentu, sehingga mungkin tidak memperhatikan tren masalah dan tantangan yang lebih luas di bidang manajemen keamanan pangan. Namun, penerapan HACCP sangat penting untuk meningkatkan keamanan pangan dan melindungi masyarakat dari penyakit bawaan pangan.
Identifikasi Bahaya Dan Penilaian Risiko Dengan Metode Hiradc Pada Lingkungan Kerja Puskesmas Kedungmundu Alodia Hidayatillah, Tara; Khasbiyah, Khasbiyah
Journal Occupational Health Hygiene and Safety Vol. 2 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Health Science Udinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/johhs.v2i2.11755

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja di era globalisasi sudah menjadi salah satu kebutuhan dalam setiap aktivitas kerja, baik pekerjaan lapangan maupun pekerjaan di dalam ruangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan dan memahami tingkat bahaya serta risiko K3 guna melakukan perbaikan dan pemeliharaan lingkungan kerja puskesmas dengan metode HIRADC (Hazard Identification Risk Assessment and Determining Control) serta memberikan rekomendasi kepada Puskesmas Kedungmundu untuk mencegah dan mengendalikan kecelakaan kerja. Metode yang digunakan dalam penelitian deskriptif adalah mengumpulkan data dengan melakukan observasi di lapangan dan menganalisis kondisi lingkungan kerja Puskesmas berdasarkan OHSAS 18001. Hasil observasi telah dilakukan pada bulan September 2024, dan ditemukan 9 potensi bahaya yang masing-masing berada pada tempat pendaftaran, koridor ruangan puskesmas, gudang dan kolam ikan. Hasil pemeringkatan diperoleh dengan menggunakan matriks tingkat risiko yang menunjukkan bahwa terdapat 3 potensi bahaya yang memiliki risiko ekstrem, yaitu tidak semua karyawan menggunakan masker saat bekerja, tidak ada daftar periksa APAR rutin, dan tidak semua panel listrik memiliki rambu bahaya. Kemudian terdapat dua jenis kecelakaan dan penyakit akibat kerja ekstrem, yaitu penyakit menular dan kebakaran.
Identifikasi Potensi Risiko dan Penilaian Bahaya Menggunakan Metode HIRADC di Puskesmas Lebdosari Kota Semarang Misakon Hilda; Hani Oktarina
Journal Occupational Health Hygiene and Safety Vol. 2 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Health Science Udinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan dan keselamatan kerja sangat dibutuhkan pada tempat kerja manapun untuk membantu mengurangi masalah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Puskesmas salah satu tempat kerja yang banyak memiliki potensi risiko bahaya dari fisik, biologi, kimia, maupun ergonomi. Terlebih puskesmas merupakan fasilitas pelayanan Kesehatan yang tentunya mengedepankan kualitas pelayanan pada masyarakat. Puskesmas memiliki potensi bahaya yang beragam, dari fisik, biologi, kimia, dan ergonomi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bahaya potensi risiko di Puskesmas dan memberikan rekomendasi untuk pengendalian risiko yang ada di Puskesmas Lebdosari. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif, dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara maupun observasi tempat kerja. Penilaian risiko dilakukan dengan metode HIRADC. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Lebdosari Kota Semarang pada November 2024. Hasil penelitian ini yaitu bahwa di Puskesmas Lebdosari masih terdapat tempat yang memiliki risiko bahaya yang tinggi. terdapat 11 tempat yang memiliki faktor risiko bahaya. 5 tempat dengan faktor risiko ekstreme, 10 tempat dengan faktor risiko tinggi (high), 6 tempat dengan faktor risiko sedang, dan 4 tempat dengan faktor risiko rendah (low). Perlu diadakan keterkaitan pengendalian dengan K3. Maka diberikan pengendalian dan pencegahan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai k3 pada pekerja. Sehingga akan minim dari faktor risiko bahaya dan mengurangi tingkat kecelakaan kerja serta terciptanya tempat kerja yang aman.
Analisis Potensi Bahaya dan Upaya Pengurangan Tingkat Risiko Kecelakaan Kerja Menggunakan Metode HIRADC Pada Poli KIA UPTD Puskesmas Candilama Kota Semarang Diona, Diona; Sifai, Izzatul Alifah; Anto, Arif Mahatma
Journal Occupational Health Hygiene and Safety Vol. 2 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Health Science Udinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/johhs.v2i2.11768

Abstract

Puskesmas merupakan tempat kerja yang memiliki potensi terjadinya kecelakaan kerja seperti tertusuk jarum hingga korsleting aliran listrik penyebab kebakaran. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi bahaya yang terdapat di poli KIA UPTD Puskesmas Candilama Kota Semarang serta memberikan usulan rekomendasi upaya pengendalian untuk menurunkan tingkat risiko. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Data primer didapat melalui observasi dan wawancara. Teknik pengolahan data dengan menggunakan metode HIRADC. Hasil observasi ditemukan 15 potensi bahaya pada 5 ruangan yang terdapat di poli KIA. Potensi bahaya terdiri dari 9 bahaya fisik, 1 bahaya ergonomi, 2 bahaya kimia, 2 bahaya biologi serta 1 bahaya psikososial. Penilaian risiko pada kondisi awal bahaya dengan kategori low risk sebesar 20%, kategori medium risk dan high risk masing- masing sebesar 33,3% dan extreme risk sebesar 6,66%. Setelah dilakukan usulan rekomendasi pengendalian risiko kemudian terjadi perubahan yang signifikan yaitu potensi bahaya dengan kategori low risk sebesar 93,3% dan medium risk  sebesar 6,7%. Rekomendasi upaya pengendalian risiko diberikan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan dan hierarki pengendalian antara lain memberikan pelatihan kepada petugas dalam menggunakan jarum suntik dan alat medis lainnya, mengedukasi penerapan budaya 5R, menjadwalkan safety patrol serta mengatur ulang pemasangan stop kontak dan kabel sesuai standar