cover
Contact Name
Adinda Juwita Sari
Contact Email
adindajuwitasari@poltekkes-tjk.ac.id
Phone
+6281369445898
Journal Mail Official
jkm@poltekkes-tjk.ac.id
Editorial Address
Jl. Brigjend. Soetiyoso No. 1 Kota Metro
Location
Kab. lampung selatan,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
ISSN : 1979469X     EISSN : 26571390     DOI : https://doi.org/10.26630
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai E-ISSN 2657-1390 and P-ISSN 19779-469X is published by the Midwifery Department, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Metro City, Indonesia. The Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai was first published in December 2008 as print media. Since 2016, the Journal has been published in print and online twice a year (June and December). All manuscripts submitted will go through double-blind peer review and editorial before being given acceptance for publication. The scope is midwifery, public health, nursing, nutrition, complementary and alternative medicine (CAM), and education in health.
Articles 185 Documents
KETERKAITAN KARAKTERISTIK MOTIVATOR DENGAN PENGGUNAAN METODE VASEKTOMI SEBAGAI ALAT KONTRASEPSI PRIA DI KOTA BANDAR LAMPUNG Yusro Hadi M.
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 6, No 2 (2013): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v6i2.1347

Abstract

Kesertaan pria ber-KB di Indonesia  rendah, baru mencapai 1,5%, dan vasektomi 0,2%. Di kota Bandar Lampung, provinsi Lampung vasektomi ada 0,49%. Penelitian ini dilakukan bulan April sampai September 2010, di kota Bandar Lampung. Tujuannya ingin mengetahui keterkaitan karakteristik motivator dengan penggunaan metode vasektomi sebagai alat kontrasepsi. Penelitian ini merupakan gabungan antara penelitian kuantitatif dan kualitatif. Pada analisa multivariat didapatkan karakteristik motivator; jenis dan umur berhubungan bermakna dengan  penggunaan metode vasektomi. Karakteristik dominan adalah jenis motivator =peserta vasektomi (OR=8,6) dan umur motivator ≥ 40 tahun (OR=2,9). Hubungan pertemanan motivator dengan calon peserta merupakan faktor penting. Hal ini sesuai dengan DIPPRI, BKKBN (2010), dalam upaya peningkatan partisipasi pria ber-KB menggunakan kelompok sebaya sebagai motivator (peer educated) merupakan langkah tepat dalam upaya promosi, sosialisasi, akses informasi dan pelayanan vasektomi. Hubungan anggota kelompok sebaya sangat erat interaksinya dan  saling mempengaruhi. Kelompok sebaya dimaksud adalah kelompok yang anggotanya hampir sama latar belakang kehidupannya, seperti; umur, pendidikan, pekerjaan, jumlah anak, status sosial dan lainnya. Saran penelitian, perlunya meningkatkan kerjasama dengan berbagai pihak terkait, khususnya dengan organisasi sosial dan  kelompok sebaya. Merekrut akseptor vasektomi yang berpengaruh di masyarakat lingkungannya menjadi motivator.
Penggunaan Media Online Youtube dan Media Cetak Booklet pada Masa Pandemic Covid-19 Meningkatkan Pengetahuan Skrining Kanker Serviks pada Wanita Usia Subur Octaviana, Hana Rifa; Pramatirta, Akhmad Yogi; Irianti, Setyorini
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 15 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkmsaw.v15i2.3348

Abstract

Latar Belakang: Kurangnya informasi tentang deteksi dini kanker serviks membuat pengetahuan wanita usia subur. Dampaknya kesadaran untuk skrining kanker serviks rendah. Media online youtube dan media cetak booklet dapat dikembangkan menjadi pilihan pemberian informasi atau edukasi kesehatan. Tujuan: Studi bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pemberian informasi melalui media online dengan media cetak untuk meningkatkan pengetahuan deteksi dini kasus kanker serviks pada wanita usia subur. Peningkatan pengetahuan dapat mempunyai dampak perubahan domain prilaku skrining kanker serviks. Metode: quasi experimental dengan pretest-post test with control grup design sebagai rancangan penelitian ini. Subjek penelitian ini adalah wanita usia subur berusia > 19 tahun berjumlah 106 wanita yang terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok satu penggunaan media online youtube dan kelompok dua penggunaan media cetak booklet. Analisis data menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov, uji Mann-Whitney dan uji Chi-Square. Hasil: Peningkatan skor pengetahuan ibu tentang deteksi dini kanker serviks pada kelompok media cetak lebih rendah dibandingkan dengan kelompok media online (10% : 18,8%). Hasil uji statistik didapatkan penggunaan media online youtube lebih efektif meningkatkan pengetahuan ibu tentang deteksi dini kanker serviks dibandigkan media cetak booklet (RR = 1,44). Simpulan: Pemberian edukasi menggunakan media online youtube terbukti memiliki pengaruh lebih tinggi dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang deteksi dini kanker serviks dibandingkan dengan media cetak pada wanita usia subur. Media online bisa menjadi pilihan metode edukasi kesehatan untuk peningkatan pengetahuan. Abstract: The Use of YouTube Online Media and Booklet Print Media During the Covid-19 Pandemic Increases Knowledge of Cervical Cancer Screening in Women of Reproductive Age. Background: Lack of information about the early detection of cervical cancer makes knowledge of women of childbearing age. The impact of awareness for cervical cancer screening is low. YouTube online media and booklet print media can be developed as an option for providing health information or education. Purpose: The study aims to evaluate the effectiveness of providing information through online and print media to increase knowledge of early detection of cervical cancer cases in women of childbearing age. Methods: quasi-experimental with pretest-posttest with control group design as the design of this study. The subjects of this study were women of childbearing age aged > 19 years, totaling 106 women who were divided into 2 groups, namely group one using the online media YouTube and group two using booklet print media. Data analysis used the Kolmogorov-Smirnov test, Mann-Whitney test, and Chi-Square test. Results: The increase in the score of mothers' knowledge about early detection of cervical cancer in the print media group was lower than that in the online media group (10%: 8.8%). Statistical test results showed that the use of the online media YouTube was more effective in increasing mothers’ knowledge about the early detection of cervical cancer compared to printed booklet media (RR = 1.44). Conclusion: Providing education using the online media YouTube has proven to have a higher effect on increasing mothers’ knowledge about the early detection of cervical cancer compared to print media in women of childbearing age. Online media can be a choice of health education methods to increase knowledge.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kehamilan pada Remaja di Kabupaten Lampung Timur Tahun 2011 M. Ridwan; Yulida Fithri
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 5, No 1 (2012): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v5i1.1407

Abstract

Masa remaja sebagai masa dimana perubahan fisik, mental dan sosial ekonomi terjadi dan merupakan titik rawan karena remaja selalu mempunyai sifat ingin tahu dan mempunyai kecendrungan mencoba hal-hal baru. Kenyataan bahwa kehamilan pada remaja dibawah 20 tahun makin meningkat dan menjadi masalah. Seks pra nikah dan perkawinan remaja menyebabkan terjadinya kehamilan di usia remaja dengan berbagai dampak negatif yang ditimbulkan. Berbagai faktor mempengaruhinya yaitu faktor internal seperti kematangan organ seks yang terlalu cepat, emosi yang belum stabil, rasa ingin tahu dan pengetahuan tentang seks yang kurang atau salah. Sedangkan faktor eksternal seperti pergaulan hidup bebas, faktor lingkungan seperti keluarga, media massa, teman sebaya, permisivitas dan kecerobohan dalam prilaku seks, terbatasnya pelayanan reproduksi untuk kalangan remaja, status sosial ekonomi, dibesarkan dalam keluarga dengan satu orang tua, dan pendidikkan. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kehamilan pada remaja di Kabupaten Lampung Timur. Rancangan penelitian merupakan studi case control. Populasi penelitian adalah seluruh remaja wanita baik yang hamil maupun yang tidak hamil yang ada di Kabupaten Lampung Timur Tahun 2011 dengan sampel berjumlah 270 orang, terdiri dari 135 kelompok kasus dan 135 pada kelompok kontrol. Hasil penelitian menyimpulkan terdapat hubungan antara kehamilan pada remaja dengan pengetahuan tentang seksualitas d(p= 0,000), prilaku seksual (p= 0,000), pengaruh teman sebaya (p= 0,020), pengaruh media informasi (p=0,000).
Media Edukasi berbasis Smarphone: Aplikasi AECAS Edukasi Cegah Anak Stunting dalam Meningkatkan Pengetahuan Ibu - Studi Quasi Eksperimen Berbasis Komunitas Fatimah, Fatimah; Astilia, Astilia; Andriyan, Aric Frendi
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkmsaw.v16i1.3875

Abstract

Introduction: The problem of stunting, handling and prevention has become a global issue. Health problems against stunting have spread both through online and offline applications. However, the use of applications for stunting prevention efforts by increasing maternal knowledge has yet to be achieved, and some mothers' knowledge levels still need to be improved. Purpose: This study evaluates the use of the Prevention of Child Stunting Education Application (AECAS) to increase maternal knowledge in the Sijunjung Health Center Work Area, West Sumatra Province, Indonesia. Methods: A quasi-experiment with one group pre-test and post-test approach was used as the design of this study to measure participants' knowledge levels. They involved 31 participants, mothers whose children are stunted as an intervention group, who were given education about stunting prevention using the AECAS application available online. The AECAS application has passed the validity test. Data analysis used a paired T-test to test the significance level of pre-and post-test knowledge measurement. Results: 31 participants experienced increased knowledge from the sufficient category (mean score 54) to the good category (mean score 90). The statistical analysis results obtained the influence of participants' knowledge level before and after intervention with education on the use of AECAS applications (p-value = 0.001). They increased their knowledge score by 38. Conclusion: Using the AECAS application can increase mothers' knowledge about stunting and its prevention. Clinical nursing in the community can use the AECES application to increase knowledge, reduce the incidence of stunting and prevent stunting. Latar Belakang: Masalah stunting, penanganan dan pencegahan telah menjadi issue global. Promosi kesehatan tentang stunting telah menyebar baik melalui aplikasi online maupun offline. Namun, pemanfatan aplikasi untuk upaya pencegahan stunting dengan meningkatkan pengetahuan ibu belum merapa, sebagian tingkat pengetahuan ibu masih kurang. Tujuan: Studi ini berfokus untuk mengevaluasi pemanfaatan media Edukasi berbasis smarphone menggunakan aplikasi AECAS Edukasi Cegah Anak Stunting terhadap peningkatan pengetahun Ibu di Wilayah Kerja Puskesmas Sijunjung, Provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Metode: Quasi eksperimen dengan pendekatan one group pre test dan post test digunakan sebagai design penelitian ini untuk mengukur tingkat pengetahuan partisipan.  Melibatkan 31 partisipan ibu-ibu yang anaknya stunting sebagai kelompok intervensi diberikan edukasi tentang penceghan stunting menggunakan aplikasi AECAS yang tersedia online. Apliaksi AECES telah lulus uji validitas. Analisis data untuk menguji tingkat kemaknaan pre dan post tets pengukuran pengetahuan digunakan paired T-test. Hasil: Partisipan berjumlah 31 mengalami peningkatan pengetahuan dari kategori cukup (skor mean 54) menjadi kategori baik (skor mean 90). Hasil analisis statistik diperoleh hasil ada pengaruh tingkat pengetahuan partisipan sebelum dan sedudah intervensi dengan edukasi pemanfataan apliaksi AECAS (p-value = 0,001). Peningkatan skor pengetahuan sebesar 38. Simpulan: Penggunaan aplikasi AECAS mampu meningkatkan pengetahuan ibu tentang stunting dan pencegahannya. Keperawatan klinis di komunitas dapat memanfaatkan aplikasi AECAS sebagai upaya peningkatan pengetahuan untuk menurunkan insiden stunting dan mencegah stunting.
FAKTOR TERJADINYA ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI KOTA METRO Weliyati Weliyati; Riyanto Riyanto
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 5, No 2 (2012): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v5i2.1429

Abstract

Anemia pada remaja putri merupakan masalah yang umum dijumpai terutama dinegara-negara berkembang. Hasil Riskesdas 2007 di Provinsi Lampung prevalensi anemia pada perempuan dewasa (≥15 tahun) menurut Riskesdas 2007 masih lebih tinggi (25,9%) di atas angka Nasional (19,7%). Temuan penelitian di salah satu SMA negeri, yaitu SMA Negeri 4 kota Metro sebanyak 49,5% remaja putri mengalami masalah anemia yang diperiksa dengan metode Sahli. Hal ini menunjukkan angka anemia pada wanita usia subur masih tinggi dan tergolong pada masalah kesehatan masyarakat yang berat karena prevalensinya 40%.Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor: asupan suplemen zat besi, pola menstruasi: siklus menstruasi, lama menstruasi, jumlah darah menstruasi, IMT, pengetahuan dan sikap remaja putri tentang anemia, tingkat pendidikan ibu dan peran guruyang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri SMA Negeri di Kota Metro. Rancangan penelitian cross sectional dengan sampel remaja putri di SMA Negeri Kota Metro berjumlah 109 responden. Pengumpulan data primer dengan menggunakan angket dan pemeriksaan darah vena dengan alat sianmethemoglobin. Analisis data  menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi square.Hasil penelitian menemukan prevalensi anemia pada remaja putri di SMA Negeri Kota Metro berjumlah24,1% dengan faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri adalah IMT (p=0,018), lamanya menstruasi (p=0,011 dan POR = 3,37), siklus menstruasi (p=0,046 danPOR = 2,78),dan pengetahuan (p=0,001 dan POR = 0,317), sedangkan faktor yang tidak berhubungan adalah suplemen zat besi, banyaknya perdarahan menstruasi, sikap, pendidikan ibu dan peran guru.Oleh karena itu perlunya memprioritaskan program pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja putri dengan program penyuluhan ke sekolah-sekolah dan program pemberian tablet besi juga diberikan kepada remaja putri untuk menurunkan prevalensi anemaia dan sebagai persiapan menjadi ibu yang sehat saat kehamilan nanti dengan terus-menerus melibatkan peran guru.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT HIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DI RSU HANDAYANI KOTABUMI LAMPUNG UTARA Rina Mariani; Fepi Susilawati
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 8, No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v8i1.163

Abstract

Setiap tahun kejadian hipertensi terus meningkat, tidak hanya di dunia, namun di Indonesia juga terus meningkat. Di kabupaten Lampung Utara kejadian hipertensi dalam dua tahun terakhir mengalami peningkatan pada tahun 2012  tercatat 7.661 kasus dan tahun 2013 tercatat 13.000 kasus.  Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor  yang berhubungan dengan tingkat hipertensi pada pasien hipertensi di RSU Handayani Kotabumi kapupaten Lampung Utara tahun 2014. Metode penelitian menggunakan rancangan cross sectional. Populasi penelitian seluruh pasien hipertensi yang rawat inap. Sampel diperoleh dengan tehnik accidental sampling dengan sampel setelah dihitung berjumlah 68 pasien. Variabel-variabel yang diteliti adalah tingkat hipertensi (variable dependen), factor merokok, olahraga, diet rendah garam dan minum obat (variabelin dependen). Analisis data menggunakan uji chi square diperoleh hasil penelitian faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat hipertensi adalah merokok (p=0,044), diet rendah garam (p=0,013) dan minum obat dengan tingkat hipertensi (p=0,010), sedangkan yang tidak berhubungan adalah factor olahraga (p=0,074).  RSU Handayani Kotabumi disarankan meningkatkan penyuluhan kesehatan, bukan hanya tentang dosis, cara minum obat, namun juga penyuluhan tentang dampak merokok dan asupan rendah garam sebagai upaya tindakan preventif dan menurunkan kejadian hipertensi.
Berat Badan dan Panjang Badan Lahir Meningkatkan Kejadian Stunting Sutrio Sutrio; Mindo Lupiana
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 12, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v12i1.1734

Abstract

Background: Stunting is still a public health problem. The prevalence of stunting in Lampung Province ranks sixth in Indonesia (42.6%). Stunting prevalence based on Nutrition Status Monitoring in 2016 in Pesawaran Regency ranks number four (35.1%). Nutrition student data collection results in Cipadang Village, 12 stunting toddlers (34.3%). Purpose: The study aims to determine the relationship between body weight and birth length with the incidence of stunting in toddlers. Methods: An analytical cross sectional research design was conducted in Cipadang Village, Gedong Tataan Subdistrict, Pesawaran District in 2018. The population was all children under five in the study area with a total sample of 103 people taken by random sampling technique. Data collection was carried out by interview and observation to obtain data on the research variables analyzed, including the incidence of stunting, birth weight and birth length. Data analysis with univariate and bivariate analysis using chi square test. Results: The results showed the prevalence of stunting was 34.9%, LBW 24.3% and low birth length 31.1%. There is a relationship between birth length and birth weight with toddler stunting. Conclusion: Birth weight and birth weight are risk factors for increasing stunting. Increased monitoring of toddler growth on a regular basis in the Posyandu and prevention of LBW should be done to prevent stunting.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA DOSEN DI JURUSAN KEBIDANAN POLTEKKES TANJUNGKARANG Ika Oktaviani; Weliyati Weliyati
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 8, No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v8i2.180

Abstract

Keberhasilan Dosen di institusi pendidikan kebidanan dalam kegiatan belajar mengajar ditentukan oleh kinerja dosen sebagai tenaga pendidik. Jika kinerja dosen baik maka hasil proses belajar mengajar akan baik pula, sehingga berdampak signifikan terhadap mutu lulusan kebidanan yang dihasilkan dan penting dalam mencapai tujuan pembelajaran yang optimal. Tujuan  penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor- faktor yang mempengaruhi kinerja Dosen di Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Tanjungkarang Tahun 2014.  Jenis penelitian analitik dengan desain cross sectional. Populasi adalah  seluruh Dosen di Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang berjumlah 49 orang. Pengambilan sampel menggunakan total populasi. Pengumpulan data menggunakan  kuesioner.  Data dianalisis dengan analisis univariat dan bivariat (pearson correlation). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kinerja Dosen  adalah variabel beban kerja (p= 0,050; koefisien korelasi -0,287), motivasi kerja nilai (p=0,002; koefisien korelasi 0,443) dan kepuasan kerja (p=0,000; koefisien korelasi 0,494). Perlu dilakukan pengurangan beban kerja dan pemerataan beban kerja yang disesuaikan dengan kualifikasi pendidikan dan keahlian, serta upaya peningkatan motivasi dan kepuasan kerja dengan memberikan reward moril, kemudahan peningkatan pendidikan dan kesempatan pelatihan.
Pola Asuh Orang Tua Terhadap Tingkat Kemandirian Anak Retardasi Mental Di Sekolah Luar Biasa Negeri Sukamaju Simpang Propau Kabupaten Lampung Utara Mariani, Rina
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 9 No. 1 (2016): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v9i1.1758

Abstract

Parenting scheme that choosen by parents to guide and educate mental retardation child different with normal child. One of purpose from parenting scheme by parents is to make child become helpful for others and his self. Presurvey that has done in SLBN sukamaju in febuary of 2015, from 7 parents that given question, 4 (57,14%) parents say their child still need help when take a bath, fed when eat, need help when wear clothes, when play need family accompanion. While 3 (42,86%) parents say their child can take a bath, eat, wearing clothes by his self, and only when play their child need to be controlled. Researcher want to know Is there a correlation between parenting scheme and mental retardation child autonomy in SLBN sukamaju propau north lampung in 2015. Design of this study is quantitative analytical and use cross sectional approach. Populations of this study are all of parents that have retardation mental chils that have total 32 parents. Sample and sampling technique are total population. Study variable are independent variable is parenting scheme and dependent variable is child’s autonomy level. Data analysis is univariat analysis and bivariat analysis through chi square test with α = 0,05. Result of the study get from 32 respondents, 7 (21,9%) have otority parenting scheme, and autonomy child from mental retardation child are 12 (37,5%). The bivariat result get nothing correlation between parenting scheme towards retardation mental child autonomy with p value 0,683 (p>0,05). Suggestion for SLB school worker to make prenting school program to optimize parenting scheme towards menta; retardation child autonomy.    
FAKTOR- FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN INVOLUSI UTERUS PADA IBU POST PARTUM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KETAPANG LAMPUNG UTARA Yusro Hadi M.; Martini Fairus
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 7, No 2 (2014): JURNAL KESEHATAN METRO SAI WAWAI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v7i2.548

Abstract

Subinvolusi uterus merupakan  kegagalan uterus kembali pada keadaan tidak hamil. Banyak faktor yang berkontribusi terhadap involusi uterus seperti umur, paritas, Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan mobilisasi dini. Subinvolusi uterus terjadi karena adanya sisa plasenta dan infeksi. Persalinan di RSUD H.M Ryacudu Lampung Utara tahun 2012 dari 719 persalinan terdapat perdarahan postpartum sebesar 12,93%, karena perdarahan sisa plasenta sebesar 35,48% dan infeksi 11%. Kejadian subinvolusi di Puskesmas Ketapang Lampung Utara pada tahun 2013 sebesar 47,5%.Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan  involusi uterus pada ibu postpartum. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan rancangan peneliian cohort. Populasi semua ibu bersalin di Puskesmas Ketapang Lampung Utara pada bulan Juli-September tahun 2014. Sampel ditentukan dengan rumus uji hipotesis beda proporsi diperoleh 23 responden. Sampel terpapar dan tidak terpapar 1:1, total sampel 46 responden, diambil dengan  cara accidental sampling dan pengumpulan data menggunakan check list. Analisis data  univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil  menunjukkan bahwa  hubungan; umur dengan involusi uterus diperoleh p value 0.22; paritas dengan involusi uterus diperoleh p value 1.00, inisiasi menyusu dini dengan involusi uterus diperoleh p value 0.025; dan  mobilisasi dini dengan involusi uterus diperoleh p value 0,008. Simpulan adalah  faktor inisiasi menyusui dini dan mobilisasi dini berhubungan dengan involusi uterus pada ibu postpartum di Wilayah Kerja Puskesmas Ketapang Lampung Utara pada tahun 2014. Saran bagi para bidan perlunya meningkatkan penerapan  IMD dan mobilisasi dini  dalam menolong persalinan normal, dengan melakukan sosialisasi pada ibu dan keluarga sejak pemeriksaan kehamilannya.

Page 8 of 19 | Total Record : 185


Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 18 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 15 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 15, No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 14, No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 14, No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 13, No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 13, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 12, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 12, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 11, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 11, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 10, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 9, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 9 No. 1 (2016): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 8, No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 8, No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 7, No 2 (2014): JURNAL KESEHATAN METRO SAI WAWAI Vol 7, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 6, No 2 (2013): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 6, No 1 (2013): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 5, No 2 (2012): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 5, No 1 (2012): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 4, No 2 (2011): JURNAL KESEHATAN METRO SAI WAWAI Vol 4, No 1 (2011): JURNAL KESEHATAN METRO SAI WAWAI More Issue