cover
Contact Name
Adinda Juwita Sari
Contact Email
adindajuwitasari@poltekkes-tjk.ac.id
Phone
+6281369445898
Journal Mail Official
jkm@poltekkes-tjk.ac.id
Editorial Address
Jl. Brigjend. Soetiyoso No. 1 Kota Metro
Location
Kab. lampung selatan,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
ISSN : 1979469X     EISSN : 26571390     DOI : https://doi.org/10.26630
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai E-ISSN 2657-1390 and P-ISSN 19779-469X is published by the Midwifery Department, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Metro City, Indonesia. The Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai was first published in December 2008 as print media. Since 2016, the Journal has been published in print and online twice a year (June and December). All manuscripts submitted will go through double-blind peer review and editorial before being given acceptance for publication. The scope is midwifery, public health, nursing, nutrition, complementary and alternative medicine (CAM), and education in health.
Articles 185 Documents
Status Gizi dan Keterpaparan Media Meningkatkan Kejadian Menarche Dini pada Siswi Sadiman Sadiman; Islamiyati Islamiyati
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 12, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v12i1.1778

Abstract

Background: The more children who experience early menarche, the greater the risk of children experiencing malignancy, including cancer, especially breast cancer. Excessive nutrition and media exposure are factors that trigger early menarche. Purpose: This study is to determine the analysis of factors associated with the incidence of early Mmenarche. Methods: This study used a cross sectional design with a population of students of SMP Negeri 4 Metro. The sample size of the study was 167 students taken by the symple random sampling technique. Variables measured by observations and questionnaires included the occurrence of early menarche (dependent variable) and nutritional status, the age history of maternal menarche and mass or electronic media exposure (independent variable). Data analysis using chi-square test. Results: The results showed that factors related to early menarche were nutritional status (p = 0.009; POR = 2.45) and electronic media exposure (p = 0.046; POR = 2.49). Conclusions: Factors of nutritional status and exposure to electronic media increase the incidence of early menarche. Efforts are needed to prevent early menarche among others by maintaining good nutritional status and reducing the brightness of electronic media.
HUBUNGAN JARAK KEHAMILAN DAN KEPATUHAN MENGKONSUMSI TABLET Fe DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS RUMBIA LAMPUNG TENGAH TAHUN 2011 Meilina Budiarti; Sadiman Sadiman; Lider Umar
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 4, No 1 (2011): JURNAL KESEHATAN METRO SAI WAWAI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v4i1.700

Abstract

Abstrak. Tingginya angka kematian  di Indonesia yang disebabkan oleh anemia yaitu sebesar 20-40%. Di Provinsi Lampung pada tahun 2004 tercatat ibu hamil dengan anemia sebanyak 69,7%, di Kabupaten Lampung Tengah pada tahun 2008 kejadian anemia sebesar 70%, sedangkan di Puskesmas Rumbia anemia pada ibu hamil adalah 25% dan mengalami peningkatan di tahun 2009 mencapai 39% dan pada tahun 2010 mencapai 50%. Faktor yang dapat menyebabkan anemia adalah usia, pendidikan, paritas, jarak kehamilan, kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jarak kehamilan dan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Rumbia Lampung Tengah tahun 2011. Jenis penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik cross sectional. Populasi adalah seluruh ibu hamil Trimester II dan Trimester III. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode teknik total sampling berjumlah 135 ibu hamil.  Pengumpulan data menggunakan data primer dengan alat ukur kuisioner dan check list. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian didapat proporsi kejadian anemia pada ibu hamil penderita anemia sebanyak 87 ibu hamil (64,4%). Proporsi jarak kehamilan 2 tahun sebanyak 54,1%, dan proporsi tidak patuh mengkonsumsi tablet Fe sebesar 60,7%. Hasil analisis hubungan jarak kehamilan dengan kejadian anemia diperoleh nilai p value = 0.002 ≤ α (0,01), dan Hubungan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia diperoleh nilai p value = 0.000 ≤ α (0.001). Kesimpulan ada hubungan jarak kehamilan dengan kejadian anemia dan ada hubungan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Perlunya peningkatan penyuluhan tentang manfaat dan tujuan ber KB, melibatkan keluarga dalam memberikan motivasi ibu hamil agar patuh mengkonsumsi tablet Fe setiap hari.
Keefektifan Buah Nanas dalam Meningkatkan Haemoglobin Pada Wanita Usia Subur dengan Anemia Mugiati Mugiati; Rosmadewi Rosmadewi
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 13, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v13i1.2162

Abstract

Abstracts                                                                                       Background: Women of childbearing age tend to suffer from anemia due to women having menstruation every month and it becomes aggravated if iron intake from daily food is low. Purpose: This study aims to determine the effectiveness of pineapple in the absorption of iron to trigger an increase in hemoglobin levels in female workers of childbearing age. Methods: This study used a quasi-experimental design with a pre-test and post-test control group design. The research sample consisted of 90 people who were divided into 3 groups, the first group received 100 mg/day fresh pineapple intake for 30 days and Fe tablets once per week, group 2 got 100 mg/day pineapple intake without Fe tablets, the third group only got Fe alone. no pineapple added. Data analysis was univariate and bivariate to test the differences in 3 variables using the Independent T-Test statistical test. Results: The results showed that there was an increase in Hb levels before and after being given 100 gr fresh pineapple fruit and Fe tablet for 1 month of 0.98 gr/dl. There was a significant effect between before and after giving 100 gr of fresh pineapple fruit and Fe tablets and giving Fe tablets only (p-value 0.047). Conclusion: The consumption of pineapple in women of childbearing age and Fe tablets can increase hemoglobin levels when consumed regularly and regularly at a minimum dose of 100 g / day. Pineapple can be selected as a daily fruit intake to increase iron absorption.AbtraksLatar Belakang: Wanita usia subur cenderung menderita anemia disebabkan wanita mengalami menstruasi setiap bulan dan menjadi diperberat jika asupan zat besi dari makanan sehari-hari rendah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas buah nanas dalam penyerapan zat besi guna memicu kenaikan kadar haemoglobin pada pekerja wanita usia subur. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimental  dengan pre test and post test control group design. Sampel penelitian berjumlah 90 orang yang dibagi menjadi 3 kelompok, kelompok pertama mendapat asupan nanas segar 100 mg/hr selama 30 hari dan tablet Fe 1x/pekan, kelompok 2 mendapat asupan nanas 100 mg/hr tanpa  tablet Fe, kelompok ketiga hanya mendapat Fe saja tanpa tambahan nanas. Analisis data secara univariat dan bivariat untuk menguji perbedaan 3 variabel dengan menggunakan uji statistic Independent T-Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kadar Hb sebelum dan sesudah diberikan buah nanas segar 100 gr dan tablet Fe selama 1 bulan sebesar 0,98 gr/dl. Ada pengaruh yang signifikan antara sebelum dan sesudah pemberian buah nanas  segar 100 gr dan tablet Fe  maupun pemberian tablet Fe saja (p-value 0,047). Simpulan: Konsumsi buah nanas pada wanita usia subur dan tablet Fe mampu peningkatan kadar haemoglobin bila dikonsumsi rutin dan teratur minimal dengan dosis 100 gr/hari. Nanas dapat dipilih sebagai asupan buah sehari-hari dalam meningkatkan absorbsi zat Fe. Anemia; Buah nanas; Zat besi; Wanita usia subur.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI VASEKTOMI (MOP) DI KECAMATAN PUNGGUR KABUPATEN LAMPUNG TENGAH SRI NOWO RETNO
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 4, No 2 (2011): JURNAL KESEHATAN METRO SAI WAWAI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v4i2.1158

Abstract

Peningkatan partisipasi pria dalam keluarga berencana (KB) dan kesehatan reproduksi (KR) merupakan salah satu iisue penting dalam kesehatan reproduksi. Partisipasi pria dalam KB dan KR di Indonesia masih di ukur melalui kesertaannya dalam ber KB yang saat ini kurang dari 5 persen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor  yang mempengaruhi penggunaan kontrasepsi vasektomi di Kec.Punggur Lampung Tengah.Rencana penelitian adalah analitik kuantitatif metode case control dengan akseptor vasektomi/ MOP sebanyak 186  responden. Besar sampel pada kelompok kasus dan kontrol masing-masing berjumlah 78 orang (besarnya sama dengan sampel kasus).Hasil uji statistik ada hubungan pengetahuan dengan penggunaan MOP diperoleh nilai p value 0,000 (p value α 0,005) dan nilai OR 13,6. Ada hubungan umur dengan penggunaan MOP diperoleh nilai p value 0,000 ( pα 0,05) dan nilai OR 45,57. Tidak ada hubungan pendidikan dengan penggunaan MOP diperoleh nilai p value 0,211 ( p α 0,05). Ada hubungan jumlah anak dengan penggunaan MOP diperoleh nilai p value 0,000 ( pα 0,05) dan nilai OR 83,3. Ada hubungan tempat pelayanan dengan penggunaan MOP diperoleh nilai p value 0,000 ( pα 0,05) dan nilai OR 71,8. Ada hubungan dukungan istri dengan penggunaan MOP diperoleh nilai p value 0,024 ( pα 0,05) dan nilai OR 20,3. Ada hubungan dukungan teman dengan penggunaan MOP diperoleh nilai p value 0,000 ( pα 0,05) dan nilai OR 21,43. Ada hubungan kebijakan dengan penggunaan MOP diperoleh nilai p value 0,000 ( pα 0,05) dan nilai OR 99,28.Kesimpulan variabel yang paling dominan terhadap penggunaan MOP adalah dukungan istri (OR=9,792), berarti suami yang menggunakan alat kontrasepsi vasektomi/MOP mempunyai peluang 9,792 kali untuk menggunakan alat kontrasepsi dibanding suami yang tidak mendapat dukungan istri, setelah dikontrol oleh variabel akses pelayanan dan kebijakan pemerintah.
Kejadian ISPA Pneumonia dan Faktor Risiko yang Meningkatkan pada Bayi dan Balita Riyanto Riyanto; Herlina Herlina
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 14, No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v14i1.2709

Abstract

Introduction: Acute respiratory infection or Pneumonia is one of the causes of morbidity and mortality in children under five years old, especially in developing countries. In Indonesia, pneumonia cases are the main cause of death in children under five. Global estimates show that every hour 71 children in Indonesia contract pneumonia. Purpose: To analyze the risk factors for the occurrence of ARI Pneumonia in infants and toddlers at the Metro City Health Center in 2020. Methods: This study used a case-control study design with a retrospective approach. The research sample was infants and toddlers who visited the Puskesmas with a diagnosis of Acute respiratory infection Pneumonia or pneumonia in the working area of the Metro City Health Center. The number of samples with a ratio of 1: 1 or 46 case groups and 46 control groups. The location of the research was carried out in the working area of the Metro City Health Center. Data was collected by looking at the medical records of the case and control groups, followed by structured interviews to retrospectively look at the risk factors for the occurrence of ARI Pneumonia. Bivariate data analysis using chi-square test. Results: This study found that there was an association between exposure to cigarette smoke (OR = 8,945), exclusive breastfeeding (OR = 2,179), and vitamin A administration (OR = 2,095) with the incidence of ARI Pneumonia, while the unrelated variable was status nutrition and history of asphyxia. Conclusion: Exposure to cigarette smoke, exclusive breastfeeding, and vitamin A increased the incidence of acute respiratory infection Pneumonia in infants and toddlers. It is necessary to increase the movement of smoke-free areas in the house, in addition to offices and public places and exclusive breastfeeding, and the administration of vitamin A.AbstrakPendahuluan: ISPA Pneumonia merupakan salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas anak berusia dibawah lima tahun terutama di negara berkembang. Di Indonesia kasus Pneumonia menjadi penyebab kematian utama pada balita. Estimasi global menunjukkan bahwa setiap satu jam ada 71 anak di Indonesia yang tertular pneumonia. Tujuan: menganalisis faktor-faktor risiko terjadinya ISPA Pneumonia pada bayi dan balita di Puskesmas kota Metro tahun 2020. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan studi kasus kontrol dengan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian adalah bayi dan balita yang berkunjung ke Puskesmas dengan didiagnosis ISPA pneumonia di wilayah kerja wilayah Puskesmas kota Metro. Jumlah sampel dengan perbandingan 1 : 1 atau 46 kelompok kasus dan 46 kelompok kontrol. Lokasi penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Kota Metro. Pengumpulan data dilakukan dengan melihat rekam medik kelompok kasus dan kontrol, dilanjutkan dengan wawancara terstruktur untuk melihat secara retrospektif faktor-faktor risiko terjadinya ISPA Pneumonia. Analisis data bivariat menggunakan uji chi square. Hasil: Penelitian ini memperoleh hasil  ada hubungan asosiasi antara paparan asap rokok (OR = 8,945), pemberian ASI eksklusif (OR = 2,179), dan pemberian vitamin A (OR= 2,095) dengan kejadian ISPA Pneumonia, sedangkan  variabel yang tidak berhubungan adalah status gizi dan riwayat asfiksia. Simpulan: Paparan asap rokok, pemberian ASI eksklusif dan pemberian vitamin A meningkatkan kejadian ISPA Pneumonia pada bayi dan balita. Perlu meningkatkan gerakan kawasan tanpa rokok (KTR) di dalam rumah, selain kantor dan tempat-tempat umum dan pemberian ASI eksklusif serta pemberian vitamin A.
Kejadian Anemia Berdasarkan Status Gizi, Pengetahuan dan Pola Minum Teh pada Remaja Putri di Pondok Pesantren Riyanto Riyanto; Gangsar Indah Lestari
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v10i2.1342

Abstract

Anemia in adolescent girls is a common problem especially indeveloping countries. Purpose: The purpose of this study was to determine therelationship between factors of nutritional status, knowledge and patterns ofdrinking tea with the incidence of anemia in young women. Methods: The studydesign using a cross sectional study was carried out in November 2016. Thestudy population was young women in Tuma'ninah Yasin Islamic BoardingSchool in Metro City with a total sample of 69 taken with total populationtechniques. Data collection was done by examining peripheral blood, height,weight and distributing questionnaires. Data analysis was carried out in stages,namely univariate analysis and bivariate analysis using the chi square test.Results: The results of the analysis showed the incidence of anemia inadolescents amounted to 68.1%. Risk factors that increased the incidence ofanemia in adolescent boys, namely nutritional status or BMI (p = 0.32; POR =3.096) and knowledge (p = 0.050; POR = 3.083). Conclusions: Factors of pooror excessive nutritional status and lack of knowledge increase the incidence ofanemia in adolescent girls. The importance of health education efforts aboutanemia to young women to increase knowledge and consume Fe tablets,especially young women with good and poor nutritional status.
Efektivitas Konsumsi Jus Nanas dan Madu terhadap Penyembuhan Luka Perineum pada Ibu Post Partum Nurlaila Nurlaila; Nurchairina Nurchairina; IGA Mirah Widhi Sastri
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 15, No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkmsaw.v15i1.3327

Abstract

Latar Belakang: Latar belakang: Robekan perineum terjadi pada hampir semua persalinan pertama dan tidak jarang juga pada persalinan berikutnya. Jika penanganan luka perineum tidak adequate dapat menimbulkan komplikasi infeksi nifas seperti vulvitis, vaginitis, servisitis, endometritis. Penatalaksanaan dengan terapi komplementer madu dan konsumsi jus nanas dapat membantu penyembuhan luka perineum. Tujuan: Membuktikan efektivitas konsumsi jus nanas dan madu terhadap lamanya penyembuhan luka perineum pada ibu post partum di Tempat Praktik Mandiri Bidan.  Metode: Penelitian yang digunakan adalah quasy experiment two group postest only design. Populasi penelitian ini adalah semua ibu post partum yang melahirkan spontan dengan luka laserasi dan jahitan perineum dengan dua kelompok intervensi yang diberikan konsumsi jus nanas (n=16) dan kelompok intervensi dua diberikan konsumsi madu (n=16) selama 7 hari atau lebih sampai luka perineum sembuh. Pengamatan hasil intervensi kesembuhan luka perineum menggunakan instrumen pengukuran dengan pemeriksaan luka jahitan skala REEDA (1-3). Analsisi bivariat menggunakan uji t-independent. Hasil: Hasil penelitian menemukan rerata penyembuhan luka perineum yang diberikan jus nanas diperoleh mean = 1,813 atau penyembuhan luka perineum ≤ 7 hari. Sedangkan, kelompok yang diberikan madu diperoleh mean = 1,563 atau penyembuhan luka perineum 7 hari. Hasil analisis bivariat menunjukkan pemberian jus nanas lebih efektif membantu penyembuhan luka perineum pada ibu post partum. Simpulan: Pemberian jus nanas pada ibu post partum dengan luka laserasi dan jahitan perineum membantu mempercepat penyembuhan kurang dari 7 hari. Implikasi studi ini memberikan kontribusi praktik klinis pada ibu post partum dengan luka perineum lebih cepat sembuh pada ibu yang dianjurkan mengkonsumsi jus nanas.Background: Perineal tears occur in almost all first deliveries and not infrequently also in subsequent deliveries. If the perineal wound is not treated adequately, it can lead to complications of puerperal infections such as vulvitis, vaginitis, cervicitis, and endometritis. Management with complementary therapy of honey and consumption of pineapple juice can help heal perineal wounds. Purpose: To prove the effectiveness of pineapple juice and honey consumption on the duration of perineal wound healing in postpartum mothers at the Midwife Independent Practice Center. Methods: The study used was a quasi-experimental two-group posttest only design. The population of this study was all postpartum mothers who gave birth spontaneously with lacerations and perineal sutures with two intervention groups given pineapple juice consumption (n=16) and the second intervention group given honey consumption (n=16) for 7 days or more until the perineum wound was healed. Observation of the results of the two-group perineal wound healing intervention using a measurement instrument with theexamination of the REEDA scale (1-3). Data analysis using the t-independent test. Results: The results found that the mean of perineal wound healing given pineapple juice was 1.813 or perineal wound healing was 7 days. Meanwhile, the group that was given honey had a mean = 1,563 or perineal wound healing 7 days. The results of the bivariate analysis showed that the administration of pineapple juice was more effective in helping the healing of perineal wounds in postpartum mothers. Conclusion: Giving pineapple juice to postpartum mothers with lacerations and perineal sutures helps accelerate healing in less than 7 days. The implication of this study is to contribute to clinical practice in postpartum mothers with perineal wounds healing faster in mothers who are recommended to consume pineapple juice.
Determinan Kematian Ibudi Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2008-2010 Weliyati Weliyati
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 5, No 1 (2012): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v5i1.1402

Abstract

Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) merupakan ukuran bagi kemajuan derajat kesehatan suatu negara, khususnya yang berkaitan dengan masalah kesehatan ibu dan anak. AKI di kabupaten Lampung Tengah mengalami peningkatan pada kurun  waktu 3 tahun terakhir (2008-2010), pada tahun 2008 turun menjadi 13 kasus kematian, tahun  2009  mengalami peningkatan terdapat 17 kasus kematian ibu dan tahun 2010 menjadi 20 kasus kematian ibu. Tujuan penelitian untuk mengetahui besar resiko (determinan) kematian ibu: komplikasi kehamilan, komplikasi persalinan, riwayat penyakit ibu, usia, paritas, dan jarak kelahiran di kabupaten Lampung Tengah tahun 2007-2010. Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan rancangan studi kasus kontrol (case control) secara retrospektif. Besar sampel 132 orang dengan perbandingan kasus dan kontrol adalah 1:1 atau 66:66. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan wawancara. Analisis data dilakukan menggunakan analisis multivariat dengan menggunakan uji regresi logistik berganda (multiple regresi logistik). Hasil penelitian memperoleh kesimpulan bahwa pengaruh yang paling besar terhadap kematian ibu adalah riwayat penyakit (p=0,000) dengan nilai OR=47,531; 95% CI: 9,487-238,141, kemudian diikuti variabel komplikasi persalinan (p=0,000) dengan nilai OR=46,870; 95% CI: 11,677-188,128, dan jarak kelahiran (p=0,001) dengan nilai OR= 10,677; 95% CI: 2,635-43,178. Adapun variabel yang secara statistik tidak menunjukkan pengaruh terhadap kematian ibu adalah variabel komplikasi kehamilan, faktor usia ibu dan paritas. Oleh karena itu perlunya peningkatan upaya pelayanan KIA untuk mendeteksi dini riwayat penyakit ibu sebagai resiko tinggi kehamilan dan komplikasi kehamilan atau persalinan serta penanganannya sehingga kemarian maternal dapat dicegah atau diminimalkan.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Pelaksanaan Kewaspadaan Umum pada Pelayanan Kebidanan di RSUD Ahmad Yani Metro Tahun 2011 Yuliawati Yuliawati; Septi Widiyanti; Sumiyati Sumiyati
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 5, No 1 (2012): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v5i1.1413

Abstract

Pedoman Kewaspadaan Umum (KU) pada pelayanan kebidanan merupakan cara yang efektif untuk mengurangi kejadian penularan infeksi seperti HIV, HBV, dan HCV terhadap tenaga kesehatan dan pasien. Prevalensi HIV, HBV, dan HCV yang meningkat, meningkat risiko tenaga kesehatan yang tertular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pelaksanaan KU pada pelayanan kebidanan di RSUD Ahmad Yani Metro. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan rancangan analitik cross sectional. Populasi adalah seluruh petugas kesehatan yang melakukan pelayanan kebidanan. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan sampling jenuh yaitu sebanyak 30 orang yang diperoleh dari Ruang Kebidanan, Poli kebidanan, dan Kamar Operasi. Pengumpulan data dengan cara observasi dan wawancara. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menyimpulkan terdapat pengaruh kepatuhan pelaksanaan KU pada pelayanan kebidanan secara bermakna dengan faktor-faktor: usia (p value 0,000 dan OR-0,038), lama bekerja (p value 0,001 dan OR=21,7), pengetahuan (p value 0,014 dan OR=7,7), pelatihan (p value 0,000 dan OR=3,69), dan faktor yang tidak terdapat pengaruh adalah jenis profesi (p value -,141). Perlunya RSUD Jendral Ahmad Yani Metro meningkatkan pengetahuan tentang KU dengan cara sosialisasi atau pelatihan tentang KU. Petugas Kesehatan perlu meningkatkan kepatuhan pelaksanaan KU pada prosedur tindakan cuci tangan pada prosedur pengelolaannlmbah serta sanitasi tuangan sebagai prinsip utama yaitu menjaga hygiene individu, hygiene sanitasi ruangan dan sterilisasi peralatan.
Improved Family Coping Caring for Autistic Disorder Children with Knowledge Education: A Cross-Sectional Study Setyoadi, Setyoadi; Dwioktaviani, Indri Putri; Ahsan, Ahsan
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkmsaw.v16i1.3785

Abstract

Background: Cognitive, communication, social interaction, behavior patterns, and activity limitations in autistic children become a source of stress for parents. Parents' negative assessment of autistic children leads to maladaptive coping and results in inappropriate parenting behavior. Objective: This study focuses on evaluating parents' knowledge of autistic disorders and their relationship to coping in caring for children with autism. Method: Cross-sectional study is the design of this study. Involving 22 respondents, namely parents of children with autism whose children attend education at Special Schools (SLB) in Malang City. The data collection instrument was developed based on the Knowledge about Childhood Autism Among Health Workers (KCAHW) questionnaire to obtain data on family knowledge variables. Family coping variables using McCubbin's F-COPES questionnaire. Both questionnaires are tools that have been tested for reliability. Analystsare statisticians using the Spearman Rank test with a significance of 5%. Results: 64% of Parisipans had high knowledge of autism and 14% of parents had maladaptive coping. The results of statistical tests found that the level of knowledge about autism was related to family coping mechanisms in children with autisme disorder (p-value 0.003; r 0.599). Conclusion: Adaptive coping of families with autistic disorder children increases with good parental knowledge. Therefore, health education about autism and its care is always informed to the public to prevent maladaptive coping in the care of children with autism disorders in the family. Latar belakang: Keterbatasan kognitif, komunikasi, interaksi sosial, pola perilaku, dan aktivitas pada anak autis menjadi sumber stres bagi orang tua. Penilaian negatif orang tua terhadap anak autis menyebabkan koping maladaptif dan berdampak pada perilaku pengasuhan yang tidak tepat. Tujuan: Penelitian ini berfokus pada evaluasi pengetahuan orang tua tentang gangguan autis dan hubungannya dengan koping dalam merawat anak autisme. Metode: Studi cross sectional merupakan rancangan penelitian ini. Melibatkan 22 responden, yaitu orang tua dari anak dengan Autis yang anaknya mengikuti Pendidikan di Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kota Malang. Instrument pengumpulan data dikembangkan berdasarkan kuesioner Knowledge about Childhood Autism Among Health Workers (KCAHW) untuk memperoleh data variabel pengetahuan keluarga. Variabel koping keluarga menggunakan kuisioner F-COPES McCubbin. Kedua kuesioner tersebut merupakan alat yang sudah diuji reabilitasnya. Analisis statistik menggunakan Rank Spearman test dengan signifikansi 5%. Hasil: Partisipan sebanyak 64% memiliki pengetahuan yang tinggi tentang gangguan autism dan masih terdapat orang tua yang memiliki koping maladaptif 14%,. Hasil uji statistik menemukan bahwa tingkat pengetahuan tentang autisme berhubungan dengan mekanisme koping keluarga pada anak dengan gangguan autisme (p-value 0,003; r 0,599). Simpulan: Koping adaptif keluarga yang memiliki anak gangguan autis meningkat dengan pengetahuan orang tua yang baik. Edukasi tentang autisme dan perawatannya perlu selalu diinformasikan kepada masyarakat untuk mencegah koping maladaptif dalam perawatan anak dengan gangguan autisme di keluarga.

Page 9 of 19 | Total Record : 185


Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 18 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 15 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 15, No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 14, No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 14, No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 13, No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 13, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 12, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 12, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 11, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 11, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 10, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 9, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 9 No. 1 (2016): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 8, No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 8, No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 7, No 2 (2014): JURNAL KESEHATAN METRO SAI WAWAI Vol 7, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 6, No 2 (2013): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 6, No 1 (2013): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 5, No 2 (2012): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 5, No 1 (2012): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 4, No 2 (2011): JURNAL KESEHATAN METRO SAI WAWAI Vol 4, No 1 (2011): JURNAL KESEHATAN METRO SAI WAWAI More Issue