cover
Contact Name
Adinda Juwita Sari
Contact Email
adindajuwitasari@poltekkes-tjk.ac.id
Phone
+6281369445898
Journal Mail Official
jkm@poltekkes-tjk.ac.id
Editorial Address
Jl. Brigjend. Soetiyoso No. 1 Kota Metro
Location
Kab. lampung selatan,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
ISSN : 1979469X     EISSN : 26571390     DOI : https://doi.org/10.26630
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai E-ISSN 2657-1390 and P-ISSN 19779-469X is published by the Midwifery Department, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Metro City, Indonesia. The Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai was first published in December 2008 as print media. Since 2016, the Journal has been published in print and online twice a year (June and December). All manuscripts submitted will go through double-blind peer review and editorial before being given acceptance for publication. The scope is midwifery, public health, nursing, nutrition, complementary and alternative medicine (CAM), and education in health.
Articles 185 Documents
Increasing Incidence and Risk Factors for Transmission of Covid-19 in Brebes Community Health Center, Indonesia Sutaip, Sutaip; Sutiningsih, Dwi; Adi, Mateus Sakundarno; Diyana, Sutra; Azzahra, Nur Azizah; Bailai, Puti Andalusia Sarigando; Giyantolin, Giyantolin
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkmsaw.v16i1.3861

Abstract

Introduction: Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is an infectious disease caused by Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Now, COVID-19 is still a problem in Central Java. COVID-19 cases in Central Java rank third highest in Indonesia, one of which is Brebes Regency, where there have been confirmed cases leading to death, with the highest cases at the Brebes Community Health Center. Purpose: The purpose of the study was to determine the risk factors for the occurrence of COVID-19 in the work area of the Brebes CHC, Central Java. Method: This quantitative study uses an analytical observational design and a cross-sectional approach. The data is carried out using exclusion and inclusion criteria so that it is based on the desired research focus. The sample in this study amounted to 78 respondents using purposive sampling. Univariate, bivariate (Chi-square test), and multivariate data analysis were performed. Results: The results of this study were that gender, occupation, contact history, and habit of wearing masks had a significant relationship with COVID-19 cases, with a p-value of 0.046, 0.035, 0.019l, and 0.026, respectively. Meanwhile, education has no relationship with the incidence of COVID-19 (p-value = 0.379). Conclusion: Risk factors that increase the incidence of COVID-19 in the Brebes district Public Health Centre area are consistent with other studies, namely gender, occupation, contact history, and habit of wearing masks. Prevention and control of COVID-19 cases by paying attention to these risk factors and other health protocols, washing hands using soap, maintaining distance and implementing a One-Health approach through cross-sector collaboration. Latar Belakang: Penyakit Coronavirus 2019 (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Sindrom Pernafasan Akut Parah Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Hingga saat ini, COVID-19 masih menjadi masalah di Jawa Tengah. Kasus COVID-19 di Jawa Tengah menduduki peringkat ketiga tertinggi di Indonesia salah satunya Kabupaten Brebes yang telah terkonfirmasi kasus meninggal dunia dengan kasus tertinggi di Puskesmas Brebes. Tujuan: Mengetahui faktor risiko terjadinya COVID-19 di wilayah kerja Puskesmas Brebes Jawa Tengah. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik dengan pendekatan Cross-Sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 78 responden dengan menggunakan random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat (uji Chi-square), dan multivariat. Hasil: Hasil penelitian ini adalah jenis kelamin, pekerjaan, riwayat kontak, dan kebiasaan memakai masker memiliki hubungan yang bermakna dengan kasus COVID-19, dengan p-value 0,046; 0,035; 0,019l; dan 0,026, masing-masing. Sedangkan pendidikan tidak ada hubungan dengan kejadian COVID-19 (p-value = 0,379). Simpulan: Faktor risiko yang meningkatkan insiden COVID-19 di wilayah Pusat Kesehatan Masyarakat kabupaten Brebes konsisten dengan studi lain, yaitu jenis kelamin, pekerjaan, riwayat kontak, dan kebiasaan memakai masker. Pencegahan dan pengendalian kasus COVID-19 dengan memperhatikan factor risiko tersebut, selain protocol Kesehatan lain, cuci tangan menggunakan sabun, jaga jarak dan menerapkan pendekatan One-Health melalui kolaborasi lintas sektor.
SENAM HAMIL METODE PILATES MENURUNKAN NYERI MUSKULOSKELETAL DALAM KEHAMILAN Ika Oktaviani; Martini Martini
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 9, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v9i2.1751

Abstract

Musculoskeletal complaint that often reported in third trimester pregnancy including back pain and waist pain. Others musculoskeletal complaint like rib pain, symphysis pain, if not get right handling, even the beginning as physiological changes but can impacted to phatological, like moving inability, hamper the supply nutrition to fetus. Can’t do per-vagina labor cause inability of relaxing when straining, and some other complications. Musculoskeletal disruption situation not only has correlation with shape and weight of mother. Pain complaint of musculoskeletal can’t be allowed without caring to decrease and solved it. Exercise along pregnancy can solve inconvenience in pregnancy. Superiority of pilates pregnancy exercise if compare to pregnancy exercise that have done that’s circulation exercise always do in every movement steps of pilates exercise. Pilates exercise is combine flexibility exercise, body strength, circulation and relaxation.  
Pengaruh Pendidikan Kesehatan TerhadapTingkat Ansietas Klien Hipertensi Anton Surya Prasetya
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 7, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v7i1.541

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 972 juta jiwa atau 31,7%. Provinsi Lampung pada tahun 2009 sebanyak 49.960 jiwa dan dipuskesmas Bernung sebanyak 1365 jiwa.Klien hipertensi rentan mengalami ansietas,yaitu saat klien didiagnosis hipertensi serta mengetahui prognosis penyakitnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pendidikan kesehatan terhadap tingkat ansietas klien hipertensi di Puskesmas Bernung kabupaten Pesawaran Lampung.Metode:Metode penelitian ini adalah quasi experiment, desain pre-post test design with control group. Sampel penelitian secara purposive sampling berjumlah 64 responden, terdiri 32 responden kelompok intervensi dan 32 responden kelompok kontrol. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS).Hasil:Hasil penelitian  menunjukkan adanya penurunan yang bermakna tingkat ansietas sesudah intervensi (p value 0,005). Kelompok intervensi lebih tinggi penurunan tingkat ansietas dibanding kelompok kontrol yang tidak mendapat terapi yaitu selisih 2,44 poin.Simpulan: Pendidikan kesehatandapat menurunkan tingkat ansietas klien dengan hipertensi. Pentingnya  menjadikan pendidikan kesehatan sebagaistandar intervensi klien hipertensi pada program pengobatan dan kesehatan jiwamasyarakat di Puskesmas.
Preeklampsi-eklampsi sebagai Faktor Dominan yang Berpengaruh terhadap Kejadian Asfiksia Neonatorum
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 11, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v11i2.1771

Abstract

Background: Asphyxia neonatorum in Metro city is the main cause of infant mortality. Purpose: This study aims to determine the most dominant factors that influence the incidence of neonatal asphyxia.. Methods: The design of this study was a case control study with retrospective direction dimensions. The case was neonatal asphyxia in newborns at Mardi Waluyo Metro City Hospital, which was sourced from medical records. Case and control groups with a ratio of 62: 62 (1: 1). Data collection using questionnaire check list form. The research variables analyzed consisted of asphyxia neonatorum (dependent variable), pre-eclampsia / eclampsia, hypertension, pregnancy anemia, antepartum hemorrhage, history of poor obstetrics and delivery of action (independent variable). Data analysis used multivariate analysis with multiple logistic regression tests. Results: Based on the final multivariate model, the pre-eclampsia-ecalmpsia factor was the most influential determinant of neonatal asphyxia (p = 0.005; ORadjusted = 9.1924; 95% CI 1.924-43.934), after being controlled by other variables. Conclusion: The incidence of pre-eclampsia / eclampsia in pregnant women statistically provides a 9 times chance of babies born asphyxia neonatorum. Prevention efforts for preeclampsia / eclampsia with regular pregnancy care are needed, so that the incidence of neonatal asphyxia can be prevented.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN IMUNISASI CAMPAK PADA ANAK USIA 12 BULAN DI DESA BUMI RESTU WILAYAH KERJA PUSKESMAS TATAKARYA LAMPUNG UTARA Kusrini Katharina
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 7, No 2 (2014): JURNAL KESEHATAN METRO SAI WAWAI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v7i2.559

Abstract

Imunisasi dalam sistem kesehatan nasional adalah salah satu bentuk intervensi kesehatan yang sangat efektif dalam upaya menurunkan angka kematian bayi dan balita, sementara cakupan imunsasi campak di Indonesia hanya 80,1% masih dibawah target UCI tahun 2014 95% artinya angka dibeberapa daerah masih rendah, di Lampung 89,3%, di desa Bumi Restu dalam kurun waktu tiga tahun terahkir cakupan imunisasi campak mengalami penurunan tahun 2011 79%, tahun 2012 64,9% dan tahun 2013 57,8%. Dibandingkan dengan desa lainnya,angka cakupan tersebut adalah yang paling rendah dan belum memenuhi target nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan dukungan suami dengan  pemberian imunisasi campak pada bayi. Hasil penelitian didapatkan proporsi ibu yang tidak melakukan pemberian imunisasi campak 41,79%, proporsi pengetahuan kurang 50,75%, proporsi sikap tidak mendukung 35,82%, dan proporsi suami tidak mendukung 47,76%. Hasil analisis bivariate hubungan pengetahuan dengan pemberian imunisasi campak diperoleh p-value = 0,000, hubungan sikap dengan  pemberian imunisasi campak diperoleh p-value =0,000 dan hubungan dukungan suami dengan pemberian imunisasi campak diperoleh p-value = 0,000. Kesimpulan ada hubungan pengetahuan, sikap dan dukungan suami dengan pemberian imunisasi campak. Saran kepada petugas kesehatan di Puskesmas Tatakarya khususnya pustu Bumi Restu hendaknya dapat meningkatkan program promosi kesehatan khususnya tentang imunisasi campak pada ibu ibu saat melakukan posyandu untuk menambah pengetahuan ibu tentang  pentingnya pemberian imunisasi campak.
Efek Pemberian Jus Nanas (Ananas comosus (L.) Merr) Mampu Mempercepat Penurunan Tinggi Fundus Uteri pada Ibu Postpartum Margareta Rinjani; Dela Melia Inggriani; Iin Wahyuni
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 12, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v12i2.2137

Abstract

Latar belakang: Proses involusi yang tidak normal dapat menimbulkan kegagalan uterus kembali normal dan berakibat proses pengecilan uterus terhambat dan terjadi perdarahan post partum. Buah nanas dapat membantu mempercepat involusi uteri. Tujuan: membuktikan efek pemberian  jus nanas (ananas comosus (L)Merr) terhadap penurunan tinggi fundus uteri (TFU) pada ibu post partum. Metode: Jenis penelitian ini merupakan studi quasi eksperimental dengan nonequivalent control group design. Kelompok eksperimen adalah ibu hamil post partum normal berjumlah 34 dan kelompok kontrol sebagai populasi penelitian dengan sampel atau kelompok eksperimen 34 orang dan kelompok kontrol 34 orang. Sampel dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Intervensi diberikan kepada kelompok eksperimen pada ibu setelah post partum 6-8 jam dengan konsumsi jus nanas konsentrasi 100% sebanyak 200 cc selama 7 hari. Analisis data bivariat menggunakan paired t-test dan analisis multivariat dilakukan uji regresi linier. Hasil: Hasil analisis menunjukkan rerata penurunan TFU pada kelompok eksperimen sebesar 7,78 cm dan pada kelompok kontrol sebesar 6,95 cm dengan selisih mean 0,83 dan terdapat penurunan TFU sesudah pemberian jus nanas (ananas comosus (L.)Merr) (p=0,000) pada kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol. Simpulan: Pemberian jus nanas efektif menurunkan atau mengecilkan tinggi fundus uteri pada ibu post partum. Ibu post partum dianjurkan minum jus untuk mempercepat TFU kembali seperti ukuran sebelum hamil.
HUBUNGAN HIPERTENSI DAN KEHAMILAN POSTTERM DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM Yoga Triwijayanti; Martini Martini
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 6, No 1 (2013): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v6i1.711

Abstract

Abstrak Angka Kematian Neonatal (AKN) berdasarkan penelitian WHO tahun 2008 di seluruh dunia sebesar 10.000.000 jiwa per tahun dan sekitar 23% disebabkan oleh asfiksia neonatorum. Kejadian asfiksia neonatorum menduduki urutan ke-6 penyebab kematian bayi baru lahir. Bayi baru lahir di negara berkembang 3% diantaranya meninggal pada usia 0-28 hari dan 900.000 bayi baru lahir dengan asfiksia yang merupakan penyebab kematian kedua di Indonesia. di Provinsi Lampung, penyebab terbesar kematian bayi karena BBLR 31,94, Asfiksia 30,38 %,  Pneumonia 4,51 %, Diare 1,56 %, Tetanus Neonatorum 5,38% dan lain-lain 26,22 % (Profil Dinas Kesehatan Lampung, 2008:49). Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Metro jumlah kasus kematian bayi pada tahun 2010 sebesar 10,2 per 1000 kelahiran hidup. Asfiksia menjadi penyebab kematian bayi kedua terbanyak setelah BBLR di Kota Metro. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kehamilan postterm dan hipertensi dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Ahmad Yani Metro Tahun 2011-2012. Penelitian menggunakan Metode analitik dengan rancangan case control. Populasi penelitian adalah jumlah seluruh persalinan hidup periode tahun 2011-2012 sejumlah 1529 bayi, terdiri dari 268 dengan asfiksia neonatorum dan sisanya 1261  tidak asfiksia. Jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 90 kasus dan 90 kontrol. Cara ukur yang digunakan dengan lembar checklist yang dianalisa secara univariat dengan tabel persentase dan bivariat dengan analisa chi square. Hasil penelitian menunjukkan proporsi hipertensi sebanyak 18%, proporsi kehamilan postterm 22,7%. Uji bivariat hubungan kehamilan postterm dengan asfiksia di peroleh p value sebesar 0,02, hipertensi dengan asfiksia di peroleh p value 0,000.  Kesimpulan penelitian bahwa terdapat hubungan antara kehamilan postterm dan hipertensi dengan asfisia neonatorum di RSU Ahmad Yani Metro tahun 2012. Berdasarkan hasil tersebut maka penting bagi ibu hamil untuk memeriksakan kehamilan secara teratur untuk mencegah dan mendeteksi terjadinya kehamilan postterm dan hipertensi
Efektifitas Prenatal Yoga dalam Penanganan Kehamilan Sungsang Novita Rudiyanti Rudiyanti
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 14, No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v14i1.2664

Abstract

Latar belakang : Sekitar 3-4% bayi berada dalam posisi sungsang ketika lahir. Penatalaksanaan kehamilan sungsang ada  dua cara yaitu knee chest position (posisi dada-lutut) pada ibu dan versi luar . Selain knee chest , saat ini berkembang latihan fisik atau senam yang bisa dilakukan ibu hamil untuk menciptakaan ruang abdomen yang luas buat janin yaitu melakukan gerakan-gerakan prenatal yoga. Tujuan : untuk efektifitas Prenatal Yoga dalam penanganan Kehamilan Sungsang. Metode : Jenis Penelitian yaitu kuantitatif (analitik) dengan desain quasi eksperimental  dengan two group dengan Pre test and Post Test Design. Populasi adalah semua ibu hamil dengan sungsang usia 28 minggu. Waktu penelitian Juni-Desember 2020, alat pengumpulan data adalah ceklist. Analisis data adalah univariat, bivariat menggunakan t-test. Hasil : presentasi janin sebelum perlakuan sebagian besar adalah bokong murni (50%) pada kelompok intervensi dan 43,7% pada kelompok kontrol , dan presentasi janin setelah perlakuan sebagian besar presentasi kepala yaitu 81,2% pada kelompok intervensi dan 43,7% pada kelompok kontrol. Berdasarkan waktu yang diperlukan untuk merubah presentasi janin dari bokong ke kepala sebagian besar berada pada rentang waktu 8-14 yaitu 37,5% pada kelompok intervensi dan 21 hari yaitu 43,7% pada kelompok control. P-Value sebesar 0,024. Simpulan :  ada perbedaan rata-rata waktu yang diperlukan untuk merubah presentasi janin dari presentasi bokong ke presentasi kepala pada ibu hamil yang melakukan prenatal yoga dan posisi knee chest Saran bagi tenaga kesehatan untuk dapat menerapakan prenatal yoga dalam penanganan kehamilan sungsang sehingga proses persalinan dapat berlangsung pervaginam dan menurunkan komplikasi pada janin.
HUBUNGAN PIJAT BAYI DENGAN LAMA WAKTU TIDUR PADA BAYI Angestu Erlawati; Ika Oktaviani; Yuliawati Yuliawati
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 10, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v10i1.1336

Abstract

Sleeping has a great effect on mental health, emotional, physical and immune systems. Ineffective quality infant sleeping casuses the baby to experience sleep disturbance. Sekartini research results (2004) 44.2% of babies experience sleep disorders as often awakened at night. Pre-survey results in the Okta Midwife Private Practice in January 2017 showed 75% of babies awake at night and 42% of babies sleep 11 hours per day. One effort that can be done to help improve the quality and quantity of baby's sleep is a baby massage. The purpose of this study was to determine the relationship of infant massage with duration of sleep in infants aged 3-6 months. This type of research is pre experimental with one group pretest post test approach. The instrument of data collection using questionnaires. The sampling used nonprobability sampling technique with consecutive sampling method with 25 respondents. Univariate analysis used mean, median and bivariate analysis using dependent nonparametric statistical test Wilcoxon signed ranks test. The result of the research shows that the average length of baby's sleep before the treatment of baby massage is 12,88 hours. The average length of baby sleep after the baby massage treatment was 14.32 hours. The result of statistical test of infant massage relationship with duration of sleep in babies aged 3-6 months obtained p value 0,000. There is a relationship of infant massage with sleep duration in babies aged 3-6 months. Efforts in increasing the adequacy or enough of quality and quantity sleeping babies can be done by the way of early midwives teaching on how to massage the baby to a post partum woman in order to have a good quality and quantity sleeping.
FAKTOR RESIKO YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN PRE EKLAMPSI PADA IBU HAMIL Rosmadewi Rosmadewi
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 5, No 2 (2012): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v5i2.1435

Abstract

Pre eklampsia dapat terjadi pada kelompok tertentu  yaitu mereka yang mempunyai predisposing: usia muda, kehamilan pertama, keturunan, riwayat preeklampsia, riwayat hypertensi, dan keturunan .  Masalah dalam penelitian ini kasus yang dirujuk dengan preeklampsia lebih banyak dibandingkan perdarahan dan infeksi. Tujuan penelitian ingin mengetahui faktor resiko yang mempengaruhi kejadian pre eklampsia pada ibu hamil di wilayah Puskesmas Kota Bandar Lampung tahun 2009.Rancangan penelitian ini menggunakan studi kasus kontrol. Wanita hamil dengan preeklampsia sebagai kasus dan  wanita  hamil normal sebagai kontrol yang masing-masing jumlahnya 121 orang. Kasus mapun kontrol dicari faktor resikonya dengan penelusuran waktu ke belakang. Pengumpulan data menggunakan data sekunder. Alat yang digunakan cheklist. Analisa data univariat, bivariat dan menghitung besar resiko dengan menggunakan analisis regresi logistik ganda.Hasil penelitian didapatkan variabel yang mempengaruhi kejadian pre eklampsia yaitu paritas nilai p = 0,001, riwayat pre ekalmpsia nilai p = 0,001dan riwayat hypertensi nilai p = 0,024. Kesimpulan variabel yang mempunyai resiko terjadinya pre eklampsia adalah paritas,  riwayat pre eklampsia dan riwayat hypertensi.  Sedang variabel yang paling dominan adalah riwayat preeklamsi.

Page 6 of 19 | Total Record : 185


Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 18 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 15 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 15, No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 14, No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 14, No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 13, No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 13, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 12, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 12, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 11, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 11, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 10, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 9, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 9 No. 1 (2016): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 8, No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 8, No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 7, No 2 (2014): JURNAL KESEHATAN METRO SAI WAWAI Vol 7, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 6, No 2 (2013): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 6, No 1 (2013): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 5, No 2 (2012): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 5, No 1 (2012): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 4, No 2 (2011): JURNAL KESEHATAN METRO SAI WAWAI Vol 4, No 1 (2011): JURNAL KESEHATAN METRO SAI WAWAI More Issue