Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM PEMBELAJARAN MELALUI PENDEKATAN TEMATIK DI KELAS RENDAH PADA SDN 1 BILAS KECAMATAN UPAU Sadiman, Sadiman
Tarbiyah Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Tarbiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of study are to determine the activity of teacher, student activity and student learning outcomes in learning changes in living organisms through a thematic approach. The data of this study in the form of data learning process and outcome measures of data obtained from direct observation and communication. Sources of data in this study are the students and teachers in the learning process changes in living organisms by using descriptive methods. The first instrument of this study is the researchers themselves who act as data collectors using a supporting instrument observation sheet. Data analysis was performed by following the flow of data analysis that includes data collection, data reduction, data display, and conclusion. The results of the implementation of learning action settlement problems by using the thematic approach in each cycle is always an increase in the first cycle an average of 60% indicator and the second cycle an average of 89% indicator. The conclusion that is expected to improve the performance of professional teachers and improve the quality of learners activities with the implementation of thematic learning.Key words: Thematic approach, activity, learning outcomes
Pendekatan Saintific Quantum dalam Memahami Perjalanan Isra’ Nabi Muhammad SAW (Teori Saintifik Modulasi Quantum Isra’) Sadiman, Sadiman; Karolina, Asri
FOKUS Jurnal Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : STAIN Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jf.v2i2.326

Abstract

Abstract This paper examined the journey of Isra Prophet Muhammad SAW with the Quantum Scientific Approach. In this paper, the theory of Isra’s Quantum scientific modulation is used with deep discussion through theoretical, empirical, scientific and modulation also quantum verification. The result of this paper explained that Isra Miraj was the event of Prophet Muhammads execution in the evening which was aimed to pick up the five-hour prayer commands consisting of 17 Raka’ats according to the letter of Al-Isra [17] verse 1. This event examined our faith in God because if we use logically thinking without faith it is difficult to make a sense, furthermore, it is as wisdom for man that God, in giving orders is using the laws of cause and effect (sunatullah). Therefore, the journey of Isra performed by Prophet Muhammad SAW was accompanied by Gabriel with Buraq. Theoretically, this journey was supported by the quantum theory of light, Einsteins relativity, light wave modulation and the theory of annihilation and teleportation theory. These theories reinforce the power of Allah SWT in giving the command to his prophets is always in accordance with the nature of his irodat that prevailed in the universe. In accordance with the approach and material review with the scientific verification of the quantum, this theory is called the Isra’ Quantum Modulation Theory. Although, in empirically it can be proved, but this journey remains a secret of God that cannot be solved by reason and human science, because the experiment it’s only done on electrons and protons that are very small and lifeless, whereas inanimate objects and humans it has not been able to prove, so the journey of Isra and Miraj of the Prophet Muhammad remains us a miracle that cannot be obtained by others. Keywords: Scientific, Quantum, Isra, Modulation
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Dismenorhea Sadiman, Sadiman
Jurnal Kesehatan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.846 KB) | DOI: 10.26630/jk.v8i1.392

Abstract

Dismenorhea cause women can’t doing activity normally and need medicine. That situation make quality life of women decreased. Incident rate of primary dismenorhea in Indonesia is 54,89%, while the rest is dismenorhea secondary type. Preface study showed that 63% students at Metro Midwifery Study Program had dismenorhea (47 students of 74 student), and from 47 students that ever experience the dismenorhea, there were 9% (4 students) who not join to lecture because dismenorhea. This study was to know factors that have correlation with dismenorhea. It was an analytic study with case control design. Population were all of students of Metro Midwifery Study Program, total were 280 students. Sample of this study was determined by Lemeshow formula. Total of Case samples were as same as control samples, each had 53 students. Sampling technique was random sampling. Incident analysis of dismenorhea were used chi square with α=0,05, there were no correlation between menarche age and dismenorhea (p-value=0,301). There were correlation of family history and long menstruation with dismenorhea (p-value=0,032 and 0,000). Effort to decrease dismenorhea pain, students need to applied health lifestyle like doing physical exercise regularly, fulfill balance nutrition, not consume caffeine beverage and more consumtion water.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN AIR SUSU IBU (ASI) EKSKLUSIF DI PT GPM BANDAR MATARAM KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Sadiman Sadiman; Islamiyati Islamiyati; Sri Lestariningsih
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 7, No 2 (2014): JURNAL KESEHATAN METRO SAI WAWAI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v7i2.552

Abstract

Tingkat pemberian ASI eksklusif di PT  GPM (Gula Putih Mataram) Bandar Mataram Lampung Tengah sebesar 32,12% dan angka ini masih di bawah target Lampung Tengah tahun 2012 yaitu sebesar 70%. Faktor yang mempengaruhi pemberian ASI ekslusif yaitu perubahan sosial budaya, faktor psikologis, faktor fisik ibu, faktor kekurangan petugas kesehatan, meningkatkan promosi susu kaleng sebagai pengganti ASI. Berdasarkan hasil wawancara di PT GPM diperoleh 70% ibu lebih senang memberikan Makanan Pengganti Air Susu Ibu dengan alasan ASI yang tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi bayinya, dan belum ada informasi tentang pemenuhan ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif di PT GPM tahun 2014. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan rancangan penelitian cross secsional yaitu untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif. Variabel independentnya adalah pengetahuan, kesiapan fisik dan mental, dukungan suami, dukungan petugas kesehatan, pekerjaan ibu dan promosi susu kaleng, variabel dependennya yaitu pemberian ASI eksklusif. Sampel sebanyak 64 ibu diambil dengan teknik random sampling dari populasi seluruh ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan di PT GPM 2014. Waktu pelaksanaan penelitian dilakukan Bulan Mei – Juni 2014. Hasil penelitian tentang analisis hubungan pemberian ASI eksklusif dengan pengetahuan, kesiapan fisik dan mental dan dukungan petugas menunjukkan p value 0,000, hubungan pemberian ASI eksklusif dengan dukungan suami menunjukkan p value 0,231, hubungan pemberian ASI eksklusif dengan pekerjaan p value 0,032 dan hubungan pemberian ASI eksklusif dengan promosi susu kaleng p value 0,796. Simpulan ada hubungan pemberian ASI eksklusif dengan pengetahuan, kesiapan fisik dan mental, dukungan petugas kesehatan dan pekerjaan.
HUBUNGAN JARAK KEHAMILAN DAN KEPATUHAN MENGKONSUMSI TABLET Fe DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS RUMBIA LAMPUNG TENGAH TAHUN 2011 Meilina Budiarti; Sadiman Sadiman; Lider Umar
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 4, No 1 (2011): JURNAL KESEHATAN METRO SAI WAWAI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v4i1.700

Abstract

Abstrak. Tingginya angka kematian  di Indonesia yang disebabkan oleh anemia yaitu sebesar 20-40%. Di Provinsi Lampung pada tahun 2004 tercatat ibu hamil dengan anemia sebanyak 69,7%, di Kabupaten Lampung Tengah pada tahun 2008 kejadian anemia sebesar 70%, sedangkan di Puskesmas Rumbia anemia pada ibu hamil adalah 25% dan mengalami peningkatan di tahun 2009 mencapai 39% dan pada tahun 2010 mencapai 50%. Faktor yang dapat menyebabkan anemia adalah usia, pendidikan, paritas, jarak kehamilan, kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jarak kehamilan dan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Rumbia Lampung Tengah tahun 2011. Jenis penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik cross sectional. Populasi adalah seluruh ibu hamil Trimester II dan Trimester III. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode teknik total sampling berjumlah 135 ibu hamil.  Pengumpulan data menggunakan data primer dengan alat ukur kuisioner dan check list. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian didapat proporsi kejadian anemia pada ibu hamil penderita anemia sebanyak 87 ibu hamil (64,4%). Proporsi jarak kehamilan 2 tahun sebanyak 54,1%, dan proporsi tidak patuh mengkonsumsi tablet Fe sebesar 60,7%. Hasil analisis hubungan jarak kehamilan dengan kejadian anemia diperoleh nilai p value = 0.002 ≤ α (0,01), dan Hubungan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia diperoleh nilai p value = 0.000 ≤ α (0.001). Kesimpulan ada hubungan jarak kehamilan dengan kejadian anemia dan ada hubungan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Perlunya peningkatan penyuluhan tentang manfaat dan tujuan ber KB, melibatkan keluarga dalam memberikan motivasi ibu hamil agar patuh mengkonsumsi tablet Fe setiap hari.
Upaya Mempercepat Proses Involusi Uterus dan Memperlancar Asi Dengan Pijat Oksitosin Yuliawati Yuliawati; Yetti Anggraini; Sadiman Sadiman
Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Volume 1 Nomor 1 April 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jpk.v1i1.18

Abstract

Data Kemenkes pada 2015 tercatat ada 305 ibu meninggal per 100 ribu orang. Menurut WHO (2008) seperempat dari seluruh kematian ibu di tahun 2016, 32 persen diakibatkan perdarahan antepartum dan post partum, sementara 26 persen diakibatkan hipertensi yang menyebabkan terjadinya kejang, keracunan kehamilan, sehingga menyebabkan ibu meninggal (Kemenkes RI, 2013). Salah satu penyebab perdarahan adalah terjadinya sub involusi uterus. Sub involusi uterus adalah keadaan menetap atau terjadinya retardasi involusi. Proses normalnya menyebabkan uterus kembali ke bentuk semula. Akan tetapi, fenomena di lapangan, masih banyak ditemukan ibu nifas hari ketiga dengan TFU masih satu jari dibawah pusat, padahal seharusnya sudah tiga jari dibawah pusat. Hal ini mengindikasikan masih banyak ibu nifas yang mengalami keterlambatan penurunan TFU. Pemberian ASI eksklusif juga masih rendah, berdasarkan hasil Riset Kesehatan Daerah (RISKESDAS) (2013) pemberianASI ekslusif pada bayi selama enam bulan hanya 40,6% jauh dari target nasional yang mencapai 80%. Upaya untuk mengatasi hal tersebut salah satunya dengan pijat oksitosin. Pijat oksitosin adalah pemijatan pada sepanjang tulang belakang (vertebrae) sampai tulang costae kelima-keenam dan merupakan usaha untuk  merangsang  hormon  prolaktin  dan  oksitosin  setelah  melahirkan. Manfaat pijat  oksitosin  adalah memberikan  kenyamanan  pada ibu, mengurangi bengkak (engorgement), mengurangi sumbatan ASI, proses involusi, merangsang pelepasan hormon oksitosin, mempertahankan produksi ASI ketika ibu dan bayi sakit. Pengabmas ini bertujuan untuk memberikan informasi dan penyuluhan tentang pijat oksitosin untuk mempercepat proses inivolusi dan memperlancar ASI. Kegiatan pengabmas ini melatih kader dan  ibu menyusui untuk dapat melakukan pijat oksitosin secara mandiri. Metode pemecahan masalah yang dilakukan berupa penyuluhan tentang pijat oksitosin, dengan langsung  mendemonstrasi dan kemudian mempraktikkan langsung pada ibu-ibu menyusui langkah-langkah pijat oksitosin sesuai dengan procedural. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa ada pengaruh pijat oksitosin terhadap perubahan tinggi fundus uteri dan kelancaran pengeluaran  ASI pada ibu post partum normal, ada pengaruh pijat oksitosin terhadap perubahan tinggi fundus uteri dan kelancaran pengeluaran ASI pada ibu post SC.  Pengabmas ini diharapkan bidan dapat mensosialisasikan teknik-teknik komplementer dimulai dari ibu hamil, ibu bersalin, dan ibu nifas, khususnya pijat oksitosin pada ibu  nifas  yang bertujuan untuk mempercepat proses involusi uterus dan memperlancar pengeluaran ASI.
[RETRACTION] Peningkatkan Berat Badan, Kualitas Tidur yang Baik dan Kelancaran Buang Air Besar Dengan Pijat Bayi Yetti Anggraini; Sadiman Sadiman; Firda Fibrila; Islamiyati Islamiyati
Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Volume 1 Nomor 1 April 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jpk.v1i1.26

Abstract

Pijat bayi sebagai salah satu bentuk bahasa sentuhan ternyata memiliki efek yang positif untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Berdasarkan informasi pendahuluan yang didapatkan penulis bahwa budaya pijat bayi di wilayah Kota Metro masih cukup dilestarikan dan hal ini dilakukan oleh dukun bayi. Pelaksanaan pijat bayi oleh dukun pijat bayi banyak yang tidak sesuai dengan teknik yang terdapat dalam pedoman pemijatan menurut kesehatan. Pijat bayi sebaiknya dilakukan oleh orang yang terdekat dengan bayi dalam hal ini ibu bayi dalam rangka meningkatkan sentuhan fisik seperti belaian, pelukan dan pijatan lembut yang akan meningkatkan  ikatan kasih sayang antara ibu dan bayi. Bayi yang dipijat akan mengalami peningkatan tonus nervus vagus (saraf otak ke 10) yang membuat kadar enzim penyerapan gastrin dan insulin meningkat  sehingga penyerapan sari makanan menjadi lebih baik, penyerapan makanan yang lebih baik akan menyebabkan bayi cepat lapar dan karena itu bayi akan lebih sering menyusu. Pemijatan juga mengoptimalkan tumbuh kembang bayi dengan resiko tinggi, yakni bayi-bayi yang dalam proses kehamilan dan kelahirannya mempunyai faktor-faktor resiko yang dapat mengganggu tumbuh kembangnya. Misalnya, berat lahir kurang dari 2000 gram. Pijat bayi dapat digolongkan sebagai aplikasi stimulasi sentuhan karena dalam pijat bayi terdapat unsur sentuhan berupa kasih sayang, perhatian, suara, pandangan mata, gerakan dan pijatan. Stimulasi ini akan merangsang perkembangan struktur dan fungsi sel- sel otak. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi dan penyuluhan tentang pijat bayi dapat meningkatkan berat badan, meningkatkan kualitas tidur, dan melancarkan buang ai besar pada bayi, serta melatih kader dan  ibu bayi usia 3-6 bualn dalam menerapkan teknik komplementer pijat bayi secara mandiri. Metode pemecahan masalah yang dilakukan berupa penyuluhan tentang pentingnya pijat bayi, demonstrasi pijat dengan phantom bayi, serta langusng mempraktikkan langkah-langkah pijat bayi sesuai dengan langkah-langkah dan prosedural yang benar. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa efektifitas pijat bayi terhadap peningkatan berat badan bayi baik pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol ada perbedaan yang bermakna dengan p value 0,000, terhadap peningkatan waktu tidur baik kelompok perlakuan dan juga kelompok kontrol ada pebedaan yang bermakna dengan p value kelompok perlakuan 0,000 dan kelompok kontrol 0,003, dan terhadap peningkatan frekuensi BAB kelompok perlakuan ada perbedaan yang bermakna dengan p value 0,025 dan pada  kelompok kontrol tidak ada pebedaan yang bermakna dengan p value 0,655. Diharapkan bidan sebagai pemberi pelayanan dapat mensosialisasikan dan atau pelatihan pijat bayi kepada para bidan desa maupun kader-kader yang ada disetiap posyandu di wilayah kerjanya, dan para ibu-ibu menyusui dapat melakukannya sendiri dirumah.
Peningkatan Kapasitas Kader Bina Keluarga Balita Dalam Stimulasi Tumbuh Kembang Balita Islamiyati, Islamiyati; Sadiman, Sadiman; Wijayanti, Yoga Tri
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Dedikasi 2024
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v2i1.26

Abstract

Kader merupakan kelompok kegiatan masyarakat yang terdapat di dalam kegiatan penyuluhan Bina Keluarga Balita (BKB). Perannya sangat penting dalam memberi penyuluhan dan memberikan solusi terhadap semua permasalahan yang dihadapi para peserta Bina Keluarga Balita (BKB). Para kader dituntut menguasai berbagai ilmu terkait balita agar pelaksanaan BKB efektif dan tidak mendapat kendala. Metode pelalsanaan pengabdian masyarakat dengan memeberikan ceramah,demonstrasi dan aplikasilangsung ke posyandu dalam melakukan stimulasi tumbuh kembang balita. Evaluasi hasil kegiatan dengan memantau kegiatan BKB di posyandu pada tiap bulan dalam pelaksanaan posyandu. Didapatkan hasil peningkatan rata-rata pengetahuan kader BKB sebesar 30,07 dengan sebagian besar (89%) kader BKB memiliki pengetahuan yang sangat baik. Selain itu terjadi peningkatan keterampilan kader BKB dari sebelumnya belum melakukan stimulasi menjadi 45% baik dan 33% sangat baik. Selain itu terbentuk forum komunikasi kader BKB di Desa Saptomulyo dan pembagian tugas kader BKB setiap posyandu.
Differences In The Effectiveness Of Binahong Leaf Boiled Compresses And Red Betel Leaf Boiling For Healing Perineal Wounds In Post Partum Mothers Islamiyati, Islamiyati; Sadiman, Sadiman; Yuliawati, Yuliawati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i11.18268

Abstract

Latar Belakang: Ruptur perineum merupakan perlukaan jalan lahir yang terjadi saat kelahiran bayi baik menggunakan alat maupun tidak menggunakan alat. Dampak apabila luka perineum tidak dirawat dengan baik adalah terjadi infeksi pada ibu nifas. Infeksi pada ibu nifas merupakan salah satu penyebab kematian pada ibu post partumTujuan: Untuk melihat perbedaan efektifitas penyembuhan luka perineum dengan menggunakan air rebusan daun binahong dan air rebusan sirih merah di TPMB Kiswari Kota MetroMetode: Penelitian quasi experiment dengan rancangan Non equivalent control group design. Populasi semua ibu nifas dengan robekan perineum  dengan sampel 12 orang tiap kelompok intervensi diambil secara random. Analisis Bivariat akan menggunakan uji t test independenHasil: Terdapat perbedaan efektivitas air rebusan binahong dan air rebusan sirih merah dalam penyembuhan luka robekan perineum dengan p value sebesar 0,002Kesimpulan: Penggunaan kompres air rebusan binahong lebih efektif dibandingkan dengan kompres air rebusan sirih merah dalam penyembuhan luka robekan perineumSaran : kepada bidan praktik mandiri agar mulai menggunakan terapi non farmakologi dalam penyembuhan luka robekan perineum terutama menggunakan kompres air rebusan binahongKata Kunci : Luka Robekan Perineum, Binahong, Sirih Merah ABSTRACT Background: Perineal rupture is a birth canal injury that occurs during the birth of a baby, whether using tools or not using tools. The impact if the perineal wound is not treated properly is that infection occurs in the postpartum mother. Infection in postpartum mothers is one of the causes of death in postpartum mothersPurpose: To see the difference in the effectiveness of healing perineal wounds using boiled water from binahong leaves and boiled water from red betel at TPMB Kiswari Metro CityMethod: Quasi experimental research with a non-equivalent control group design. The population of all postpartum mothers with perineal tears with a sample of 12 people per intervention group were taken randomly. Bivariate analysis will use the independent t testResults: There is a difference in the effectiveness of binahong boiled water and red betel boiled water in healing perineal lacerations with a p value of 0.002Conclusion: Using binahong boiled water compresses is more effective than red betel boiled water compresses in healing perineal lacerationsSuggestion: for independent practicing midwives to start using non-pharmacological therapy in healing perineal lacerations, especially using binahong boiled water compresses  Keywords: Perineal Tears, Binahong, Red Betel 
Analysis Of The Relationship Between Factors Of Providing Complementary Foods, Exclusive Breastfeeding, And Immunization With Stunting Yuliawati, Yuliawati; Putri, Reza Resinta; Widiyanti, Septi; Sadiman, Sadiman
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i11.18254

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan kondisi tinggi badan anak lebih pendek dari standar usianya. Prevalensi stunting di Kota Metro tahun 2021 sebesar 7,29% dan meningkat menjadi 10,4% pada tahun 2022. Di Puskesmas Yosomulyo, prevalensi stunting mencapai 11% pada tahun 2021 dan tetap sama pada tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian MP-ASI, ASI Eksklusif, dan imunisasi lengkap dengan stunting.Metode: Penelitian ini menggunakan desain case-control dengan total sampel 66 responden, terdiri dari 33 kasus stunting dan 33 kontrol. Pengambilan sampel dilakukan dengan accidental sampling, dan data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji Chi-Square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan signifikan antara MP-ASI dengan nilai p=0,047), ASI Eksklusif dengan nilai p=0,013, dan imunisasi dengan nilai p=0,023 dengan kejadian stunting. Simpulan: ada hubungan antara pemberian MP-ASI tidak sesuai, ASI Eksklusif, dan imunisasi tidak lengkap dengan stunting.Saran: Health workers, especially midwives, can increase the role of mothers by increasing the provision of breast milk, complementary feeding, and complete immunization according to age. Kata kunci: ASI Eksklusif, Imunisasi, Makanan Pendamping ASI, dan Stunting. ABSTRACT Background: Stunting is a condition where a child's height is shorter than the standard for their age. The prevalence of stunting in Metro City in 2021 was 7.29% and increased to 10.4% in 2022. At the Yosomulyo Health Center, the prevalence of stunting reached 11% in 2021 and remained the same in 2022. This study aims to determine the relationship between the provision of complementary feeding, exclusive breastfeeding, and complete immunization with stunting. This study used a case-control design with a total sample of 66 respondents, consisting of 33 stunting cases and 33 controls. Sampling was carried out by accidental sampling, and data were collected through interviews and documentation.Method: This study used a case-control design with a total sample of 66 respondents, consisting of 33 stunting cases and 33 controls. Sampling was done by accidental sampling.  Data analysis used the Chi-Square test.Data analysis used the Chi-Square test.Results: The results showed a significant relationship between complementary feeding with a p value = 0.047), exclusive breastfeeding with a p value = 0.013, and immunization with a p value = 0.023 with the incidence of stunting.Conclusion: There is a relationship between the provision of inappropriate complementary feeding, exclusive breastfeeding, and incomplete immunization with stunting Keywords: Exclusive Breastfeeding, Immunization, Complementary Foods, and Stunting.