cover
Contact Name
Adinda Juwita Sari
Contact Email
adindajuwitasari@poltekkes-tjk.ac.id
Phone
+6281369445898
Journal Mail Official
jkm@poltekkes-tjk.ac.id
Editorial Address
Jl. Brigjend. Soetiyoso No. 1 Kota Metro
Location
Kab. lampung selatan,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
ISSN : 1979469X     EISSN : 26571390     DOI : https://doi.org/10.26630
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai E-ISSN 2657-1390 and P-ISSN 19779-469X is published by the Midwifery Department, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Metro City, Indonesia. The Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai was first published in December 2008 as print media. Since 2016, the Journal has been published in print and online twice a year (June and December). All manuscripts submitted will go through double-blind peer review and editorial before being given acceptance for publication. The scope is midwifery, public health, nursing, nutrition, complementary and alternative medicine (CAM), and education in health.
Articles 185 Documents
Dukungan Informasi dan Karakteristik Wanita Usia Subur Mempengaruhi Prilaku Deteksi Dini Kanker Serviks Yoga Tri Wijayanti
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 14, No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v14i1.2675

Abstract

Background: The diagnosis of cervical cancer is often too late, so its treatment does not provide effective results. Early detection of cervical cancer is a determinant of efforts to manage all types of cervical cancer because it can reduce the prevalence of cervical cancer patients found at an advanced stage. Purpose: This study is to determine the factors that most influence the behavior of early detection of cervical cancer using the Visual Inspection of Acetic Acid in Metro City. Methods: This type of research is quantitative with a cross-sectional design. The population in this study is women of childbearing age who are married in Metro City with a total sample of 94 people with proportional random sampling technique. Data was collected by distributing questionnaires in the East Metro and West Metro. Data analysis was carried out in stages starting from univariate analysis, bivariate analysis, and multivariate analysis of multiple logistic regression tests. Results: The study obtained the results of factors related to the behavior of early detection of cervical cancer are family income, attitudes, mother's knowledge, and access to information with. Meanwhile, the results of multivariate analysis showed that the most influential factor was access to information. Conclusion: Insufficient access to information is the most influential factor in the behavior of women of childbearing age who come to health facilities to perform a Visual Inspection of Acetic Acid. Dissemination of information related to the Visual Inspection of Acetic Acid for early detection of cervical cancer needs to be increased again and the community is proactive in seeking information, either asking health workers or looking on social media or the internet. Thus, the behavior of early detection of cervical cancer in women of childbearing age can be realized by visiting health facilities, both free and paid.AbstrakLatar Belakang: Diagnosis kanker serviks masih sering terlambat diketahui, sehingga penangganannya tidak memberikan hasil yang efektif. Deteksi dini kanker serviks merupakan penentu upaya penatalaksanaan semua jenis kanker serviks, karena dapat mengurangi prevalensi jumlah penderita kanker serviks yang ditemukan pada stadium lanjut. Tujuan: Studi ini untuk mengetahui faktor yang paling berpengaruh terhadap perilaku deteksi dini kanker serviks menggunakan metode Inspeksi Visual Asam Asetat di Kota Metro. Metode: . Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan cross Sectional. Populasi dalam penelitian adalah wanita usia subur yang berstatus menikah di Kota Metro dengan jumlah sampel 94 orang teknik pengambilan sampel proporsional random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan angket di Metro Timur dan Metro Barat. Analisis data dilakukan bertahap mulai dari analisis univariat, analisis bivariat dan analisis multivariat uji regresi logistik ganda. Hasil: Penelitian memperoleh hasil faktor yang berhubungan dengan perilaku deteksi dini kanker serviks adalah penghasilan keluarga, sikap, pengetahuan ibu dan akses informasi dengan. Sedangkan, hasil analisis multivariat menunjukkan faktor yang paling berpengaruh adalah akses informasi. Simpulan: Akses informasi yang kurang menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap prilaku wanita usia subur datang ke fasilitas kesehatan melakukan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam asetat. Penyebaran informasi terkait pemeriksaan Inspeksi Visual Asam asetat untuk deteksi dini kanker serviks perlu ditingkatkan kembali dan masyarakat proaktif mencari infromasi baik bertanya ke petugas kesehatan maupun mencari di media sosial atau internet. Sehingga, prilaku deteksi dini kanker serviks  pada wanita usia subur dapat terwujud dengan mendatangi fasilitas kesehatan baik gratis maupun bayar.
PENGARUH ENDORPHIN MASSAGE TERHADAP PENGELUARAN ASIPADA IBU POST PARTUM Masning Masning; Firda Fibrilla; Martini Fairus
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 10, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v10i1.1339

Abstract

Breastfeeding is good for infants. Expenditure breastfeeding is under the influence of various endocrine glands, especially the pituitary hormone prolactin and oksitosin. The coverage of exclusive breastfeeding in punggur areas health center, Lampung Tengah only 21.3 % than that specified by 80%. One of the efforts to help expenditure breastfeeding on the post partum mother arewith the methods and endorphin massage.Research purposes to know endorphin massage influence over outlays breastfeeding on the post partum in the Midwife private practicein the  working areas of health center punggur, Lampung Tengah. Thetype of the research is quantitative research. The design used quasi experimental design research static comparison group. The sample collection technique using nonprobabilitysampling method of sample with 34 people, which divided in the intervention group and control.The measuring instrument on this research using a checklist by means of measuring instrument observation. An analysis of the data used univariate analysis and bivariate uses mann whitney.The result of research shows that the expenditure brestmilk in endorphine message faster than the one which didn’t with 94,12% and the average expense is two days faster.Test results show of mann whitney p value worth 0,000 where the p value (0.05) so it can be inferred that there is the influence of androgen massage against expenditure on mother breast-fed post partum in the working area the midwife private practiceinpunggur health center, Lampung Tengah. The results of this research shows that endorphin massage expected to be used as non-farmakologis one alternative which safe and effective in efforts to overcome the expenditure on mother breast-fed post partum.
FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN GIZI LEBIH PADA ANAK BALITA DI KABUPATEN LAMPUNG UTARA TAHUN 2012 Rina Mariani
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 6, No 2 (2013): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v6i2.1350

Abstract

Gizi lebih merupakan salah satu faktor risiko utama terjadinya penyakit degenarif, seperti jantung dan hipertensi. Angka prevalensi gizi lebih yang terus meningkat yang terjadi pada anak-anak merupakan peringatan bagi pemerintah dan masyarakat luas bahwa gizi lebih atau obesitas dengan segala implikasinya sudah merupakan ancaman yang serius bagi masyarakat Indonesia. Di Kabupaten Lampung Utara kejadian gizi lebih pada anak balita lebih juga meningkat yaitu sebanyak 92 orang pada tahun 2010 meningkat menjadi 96 orang balita pada tahun 2011. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian gizi lebih pada anak balita di Kabupaten Lampung Utara 2012. Jenis penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan case control. Populasi seluruh balita yang ada di Lampung Utara Tahun 2012, sampel berjumlah 129 balita dengan perbandingan 1 : 2 yaitu 43 kasus dan 86 kontrol. Teknik sampling purposive sampling dengan pemilihan kasus melalui case finding. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan cara wawancara, recall 24 jam dan pengukuran BB/U. Analisis data menggunakan analisis univariat, analisis bivariat dengan uji chi square dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian diperoleh ada hubungan yang signifikan antara masing-masing variabel independen yaitu pengetahuan ibu (p value 0,003, OR = 5,49, CI:1,79-16,8), keturunan (p value 0,000, OR = 11,21, CI: 4,36-28,77), pola makan (p value 0,08, OR = 5,46, CI: 1,47-19,30), aktivitas fisik (p value 0,015, OR = 2,713, CI: 0,27-5,76) dan asupan makanan (p value 0,023, OR = 2,85, CI: 1,22-6,67) dengan kejadian gizi lebih pada anak balita di Kabupaten Lampung Utara tahun 2012. Hasil multivariat yang paling dominan berhubungan dengan kejadian gizi lebih adalah variabel keturunan (p value 0,000, OR = 18,09, CI: 5,465-59,884). Kesimpulan didapatkan dari 5 variabel yang diteliti, setelah masuk pemodelan akhir multivariat didapatkan 4 variabel yaitu pengetahuan ibu, keturunan, pola makan, dan aktivitas fisik. Untuk itu saran dalam penelitian ini adalah melakukan penimbangan balita sampai usia 5 tahun agar kejadian gizi lebih dapat diketahui lebih awal dan sesegera dilakukan intervensi untuk menurunkan berat badan.
Dukungan Keluarga, Pengetahuan, dan Sikap Menurunkan Kecemasan Lansia dalam Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19: Studi Cross Sectional Heltty, Heltty; Nazaruddin, Nazaruddin
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 15 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkmsaw.v15i2.3594

Abstract

Latar Belakang: Vaksinasi COVID-19 sebagai salah satu upaya pemerintah untuk menekan angka penyebaran COVID-19. Sementara, efek samping vaksinisasi COVID-19 menjadi salah satu penyebab kecemasan pada lansia. Dampak kecemasan dapat mempengaruhi lansia untuk memberikan keputusan untuk tidak melakukan vaksinasi COVID-19. Penting mengkaji kemungkinan faktor risiko kecemasan lansia yang diberikan vaksinasi COVID-19. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji beberapa faktor risiko kecemasan pada lansia, antara lain dukungan keluarga, pengetahuan, dan sikap dalam pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Perumnas Kecematan Kadia. Hasil studi diharapkan dapat memberikan kontribusi alternatif pengembangan intervensi lansia yang cemas menghadapi vaksinasi COVID-19 berdasarkan faktor risiko. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 57 responden lansia yang berusia 64 – 75 tahun. Data hasil penelitian dianalisis secara univariat maupun bivariat. Hasil: Penelitian menemukan hasil 82,5% lansia mengalami cemas untuk diberikan vaksinasi COVID-19. Faktor risiko pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga mempunyai hubungan yang bermakna dengan kecemasan lansia melakukan vaksinasi COVID-19 (p-value > 0,05). Simpulan: Kecemasan lansia dalam vaksinasi COVID-19 dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: pengetahuan, dukungan keluarga, dan sikap lansia terhadap vaksinasi COVID-19. Lansia agar tidak cemas hendaknya tidak terpengaruh isu-isu negatif tentang vaksinasi COVID-19 dan lebih mempercayai informasi dari pihak pemerintah tentang informasi vaksinasi COVID-19. Abstract: Family Support, Knowledge, and Attitudes Reduce Elderly Anxiety in the Implementation of COVID-19 Vaccination: Cross-Sectional Study Background: Background: Vaccination against COVID-19 is one of the government's efforts to reduce the spread of COVID-19. Meanwhile, the side effects of COVID-19 vaccination are one of the causes of anxiety in the elderly. The impact of anxiety can influence the elderly to make a decision not to vaccinate against COVID-19. It is important to examine possible risk factors for anxiety in the elderly given the COVID-19 vaccination. Purpose: This study aims to examine several risk factors for anxiety in the elderly, including family support, knowledge, and attitudes in carrying out the COVID-19 vaccination in the Working Area of the Perumnas Health Center, Kadia District. The results of the study are expected to provide an alternative contribution to the development of interventions for the elderly who are anxious about facing COVID-19 vaccination based on risk factors. Methods: This research is a quantitative study using a cross-sectional approach. The sampling technique used proportional random sampling with a total sample of 57 elderly respondents aged 64-75 years. Research data were analyzed using univariate or bivariate. Results: The study found that 82.5% of the elderly experienced anxiety about being given the COVID-19 vaccination. Knowledge, attitude, and family support risk factors have a significant relationship with the anxiety of the elderly doing the COVID-19 vaccination (p-value > 0.05). Conclusion: The elderly's anxiety about the COVID-19 vaccination is influenced by several factors, including knowledge, family support, and the attitude of the elderly toward the COVID-19 vaccination. So that the elderly are not worried, they should not be influenced by negative issues regarding COVID-19 vaccination and trust information from the government about COVID-19 vaccination information.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kinerja Perawat Pelaksana di Rumah Sakit Daerah HM Ryacudu Kotabumi Tahun 2011 Sono Sono; Lisa Suarni
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 5, No 1 (2012): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v5i1.1410

Abstract

Kinerja perawat merupakan unjuk kerja yang ditampilkan oleh setiap perawat saat memberikan layanan keperawatan kepada pasien baik langsung maupun tidak langsung. Penampilan hasil kerja tidak terbatas pada personel pemangku jabatan fungsional tetapi juga struktural. Rumah Sakit Daerah HM Ryacudu sebagai organisasi pelayanan kesehatan, wajib memberikan layanan terbaik bagi masyarakat, sehingga kepuasan pemakai jasa dapat terpenuhi dengan baik. Seringkali rumah sakit mendapat komplain masyarakat terkait dengan layanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja perawat. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara persepsi, desain pekerjaan, sarana prasarana, kebijakan motivasi dan gaji dengan kinerja perawat pelaksana di RSD HM Ryacudu Kotabumi. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan teknik pengambilan data cross sectional, dengan jumlah sampel sebanyak 110 perawat pelaksana. Hasil analisis secara bivariat, dengan menunjukkan bahwa desain pekerjaan, sarana dan prasarana, kebijakan, supervisi dan gaji berhubungan dengan kinerja. Penelitian ini peneliti memberikan rekomendasi agar pihak manajemen rumah sakit senantiasa memberikan perhatian yang lebih terutama pada aspek psikologis perawat dan aspek organisasi seperti, memberikan pekerjaan yang lebih variatif (rooling pegawai), kebijakan yang lebih akomodatif, gaji serta supervisi yang terprogram.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KELAHIRAN BAYI PREMATUR Ratna Ningsih; Nelly Indrasari
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 5, No 2 (2012): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v5i2.1438

Abstract

Angka kejadian persalinan prematur di Provinsi Lampung tahun 2006 berjumlah 1207 kasus, meningkat menjadi 1297 kasus tahun 2007 dan tahun 2008 turun menjadi 1153 kasus. Di Kota Metro pada tahun 2009 kasus kematian bayi per 1000 kelahiran lebih besar jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lainya, yaitu 11,1%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan persalinan prematur ruang kebidanan Rumah Sakit Umum Daerah Jendral Ahmad Yani Metro tahun  2010. Jenis penelitian analitik dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini ibu bersalin berjumlah 385, sampel jumlah 80, teknik sampling menggunakan simple random sampling. Data yang dipergunakan data primer, pengumpulan data dengan menggunakan angke. Analisis data menggunakan analisa univariat dan  bivariat dengan uji Chi Square. Hasil penelitian berdasarkan bivariat dari 7 variabel, 5 variabel berhubungan secara signifikan dengan persalinan prematur yaitu status ekonomi  (p value = 0.010), anemia dalam kehamilan (p value = 0,007), komplikasi obsetri (p value = 0,033), paritas (p value = 0,004), pengetahuan (p value = 0,011), sedangkanvariabel yang tidak berhubungan adalah usia dan perawatan ante nata.Saran bagi tenaga kesehatan adalalah menjaga kualitas pelayanan petugas kesehatan bekerja selalu mengacu stándar pelayanan kebidanan yang telah ditentukan.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PREMENSTRUAL SYNDROMA PADA REMAJA PUTRI Yoga Tri Wijayanti
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 8, No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v8i2.172

Abstract

Pre-menstrual syndrome pada wanita Indonesia menurut hasil penelitian WHO terdapat 23% orang.  Prevalensi Pre-menstrual syndrome pada remaja putri SMAN 1 dan SMKN 3 Purworejo adalah 24,6% orang dan pada remaja putri di SMA Hang Tuah 1 Surabaya menunjukkan adanya peningkatan dari 27,80% pada tahun 2010 menjadi  45,45% pada tahun 2011. Hasil studi pendahuluan di MAN 1 Metro Lampung Timur pada bulan Juni 2014 terhadap 20 remaja puteri terdapat 9 (45%) mengalami Pre-menstrual syndrome. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan hubungan stress, obesitas, dan kebiasaan olahraga dengan kejadian Pre-menstrual syndrome  pada remaja putri di MAN 1 Metro Lampung Timur tahun 2014. Studi ini menggunakan rancangan cross sectional yang dilakukan pada bulan November dan Desember 2014 di MAN 1 Metro Lampung Timur Sampel berjumlah 124 remaja putri yang diperoleh dengan teknik simple random sampling. Data yang terkumpul dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik chi square. Hasil analisis memperoleh gambaran kejadian PMS sebesar 31,5% remaja putri. Hasil penelitian menyimpulkan terdapat hubungan  stress, obesitas dan kebiasaan olahraga dengan kejadian Pre-menstrual syndrome pada remaja putri di MAN 1 Metro Lampung Timur. Pentingnya upaya meningkatkan penyuluhan mengenai Pre-menstrual syndrome dan gizi seimbang di sekolah, menambah jam kegiatan ekstrakurikuler olah raga, dan pengukuran berat badan dan tinggi badan secara berkala di sekolah.
KUALITAS PERTUMBUHAN PADA MASA BAYI TERHADAP PENCAPAIAN PERKEMBANGAN PADA ANAK PRA SEKOLAH Firda Fibrila
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 9, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v9i2.1749

Abstract

Golden age is important time to caring of children growth and development carefully so abnormality can be detected earlier. Abnormality that often happen in growth and development period is nutrition status problem as indicator of development. The most dangerous growth failure happen in 6-18 month years old. This study purpose is to know growth quality in baby period to development achievement in pre-school children period.  This study plan is descriptive and explorative. Sample of this study are mother and 3-5 years old children that have no special needs and registered as student in pertiwi 7 ECD Batanghari east lampung in mei-july 2015 that total 33 students. Data are get use weight and height measurement, interview with mom and child, documentation study and observation. Instrument of this study are checklist, interview guide and KPSP questionnaire. Data is process use univariate. Study result is known proportion quality of baby period growth largely in not good group that is 67,7%, development growth in pre-school children period largely in suitable development group that is 67,7%, respondent proportion with good growth quality with suitable development achievement is 90%. Suggested to teachers to can applied KPSP in ECD so the result can be consideration object to give stimulation to ECD children in study process to increase students motor. 
Analisis Determinan Kejadian Demam Berdarah Dengue dan Upaya Penanggulangannya Di Kota Metro Yoga Tri Wijayanti; Sri Lestariningsih
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 7, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v7i1.307

Abstract

Kota Metro merupakan salah satu kota di Provinsi Lampung yang menjadi daerah endemis Demam Berdarah Dengue . Pada tahun 2012 CFR DBD mengalami peningkatan menjadi 1,28% dibandingkan tahun sebelumnya dan jumlah Inciden Rate sebanyak  261/ 100.000 penduduk, yang berarti lebih tinggi dari target CFR nasional sebesar 1% dan IR nasional 20/100.000 penduduk. Selama periode Januari - Juni 2013 di Kota Metro sudah ditemukan 404 kasus DBD, dan 51 kasus diduga DBD, dan ditemukan kematian akibat DBD sebanyak 5 orang pada bulan Januari- Februari 2013. Tujuan penelitian ini  untuk menganalisis determinan kejadian DBD ditinjau dari aspek karakteristik penduduk (umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan dan pendapatan keluarga) dan perilaku penduduk yang terkait dengan DBD sehingga diketahui upaya penanggulangannya di Kota Metro. Penelitian berdesain case control. Jumlah sampel 136  responden warga kota Metro yang dibedakan dalam 2 kelompok, yaitu terpapar DBD dan tidak terpapar DBD  masing-masing 68 responden. Teknik pengambilan sampel secara  consecutive sampling untuk kelompok kasus dan sistematik random sampling untuk kelompok kontrol. Data dianalisis secara dengan regresi logistik ganda model prediksi. Hasil Penelitian Menunjukkan sebagian besar responden (91,9%) berumur 15 tahun ke atas, bekerja (78,7%),dan berpendidikan tinggi (68,4%). Perilaku responden dalam melakukan 3M Plus, sebagian besar 71,3% menutup TPA,dan 86% menguras TPA. Hasil analisis  menunjukkan ada hubungan antara variabel pengetahuan tentang DBD, penutupan TPA, Penguburan barang bekas, penggunaan obat nyamuk, penggunaan kelambu saat tidur, dan penggunaan kassa nyamuk dengan kejadian DBD. Sedangkan umur adalah variabel yang paling dominan memberikan efek terhadap kejadian DBD dibandingkan dengan variabel lainnya, dengan meningkatkan resiko sebesar 7,13 kali. Saran untuk pemerintah daerah kota metro agar lebih aktif menyosialisasikan informasi multisektor pada segenap lapisan masyarakat di Metro untuk melakukan kegiatan pencegahan DBD, pemberantasan sarang nyamuk dan penanganan kasus DBD.
Pengurangan Nyeri Dismenore Primer pada Remaja Putri dengan Kompres Hangat Retno Hayu Pangesti; Gangsar Indah Lestari; Riyanto Riyanto
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jkm.v10i2.1769

Abstract

Background: The incidence of dysmenorrhea in the world is very high. On average more than 50% of women in each country experience dysmenorrhea. Purpose:: This study aims to determine the effect of warm compresses on reducing primary dysmenorrhea pain in adolescent girls at SMA Negeri 4 Metro City in 2017. Methods: This research study is a one group pretest posttest design experiment conducted in April 2017. Warm compresses as a variable intervention and pain dysmenorrhea as effect variables. The study population was all young women who experienced primary dysmenorrhea with a sample of 23 people taken by consecutive sampling technique. Data collection by observation. Bivariate analysis using non parametric dependent statistical tests with Wilcoxon test. Results: The results showed the average of primary dysmenorrhea pain before a warm compress with a scale of 7.48, after a warm compress with a scale of 4.74 and there is an effect of a warm compress on the reduction of primary dysmenorrhea pain. Conclusions: The study conclusions there is a reduction in primary dysmenorrhea with warm compresses. The need for young women to use warm compresses as a way to treat primary dysmenorrhea early.

Page 11 of 19 | Total Record : 185


Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 18 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 15 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 15, No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 14, No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 14, No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 13, No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 13, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 12, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 12, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 11, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 11, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 10, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 9, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 9 No. 1 (2016): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 8, No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 8, No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 7, No 2 (2014): JURNAL KESEHATAN METRO SAI WAWAI Vol 7, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 6, No 2 (2013): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 6, No 1 (2013): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 5, No 2 (2012): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 5, No 1 (2012): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol 4, No 2 (2011): JURNAL KESEHATAN METRO SAI WAWAI Vol 4, No 1 (2011): JURNAL KESEHATAN METRO SAI WAWAI More Issue