cover
Contact Name
Rusman
Contact Email
rusman.dty@uim-makassar.ac.id
Phone
+6285399696477
Journal Mail Official
junomefar@uim-makassar.ac.id
Editorial Address
Jl. Perintis Kemerdekaan No.9, RW.29, Tamalanrea Indah, Kec. Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90245
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Novem Medika Farmasi
ISSN : 29629276     EISSN : 29629276     DOI : https://doi.org/10.59638/junomefar
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Novem Medika Farmasi (JUNOMEFAR) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Makassar yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas & kuantitas penelitian di bidang sains farmasi dan farmasi klinis yang didasari oleh tingginya kebutuhan informasi yang scientific di bidang ini.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1: Volume 2 Issue 1" : 8 Documents clear
Analisis Kualitatif Senyawa Metabolit Sekunder Dan Uji Qualitative Analysis of Secondary Metabolite Compounds and Antioxidant Activity Test of Ethanol Extract of Dandang Gendis (Clinacanthus nutans Burm.f.) Leaves from Kaledupa, Southeast Sulawesi Using the DPPH Method Yulandari, Veny
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 2 No. 1: Volume 2 Issue 1
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v2i1.697

Abstract

Penelitian analisis kualitatif senyawa metabolit sekunder dan uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun dandang gendis (Clinacanthus nutans Burm. f.) asal Kaledupa Sulawesi Tenggara dengan metode DPPH telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dan aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun dandang gendis dengan metode DPPH. Metode penelitian meliputi ekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70% dilanjutkan dengan analisis senyawa metabolit sekunder dan uji aktivitas antioksidan mengunakan metode DPPH. Hasil skrining fitokimia positif mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, terpenoid dan saponin. Aktivitas antioksidan terhadap radikal DPPH dianalisis menggunakan spektrofotometer visibel pada panjang gelombang 505 nm. Hasil analisis menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun dandang gendis sangat lemah dengan nilai IC50 sebesar 514,013 µg/mL dan pada asam askorbat yang digunakan sebagai pembanding diperoleh nilai IC50 sebesar 2,077±0,048 µg/mL. Kemampuan aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun dandang gendis yaitu 0,004 kali dibanding asam askorbat. Kata kunci: Antioksidan, Dandang Gendis, Metabolit Sekunder.
Uji Aktivitas Antihipertensi Dekokta Daun Cocor Bebek (Kalanchoe pinnata (Lmk.) Pers.) Asal Bulukumba pada Tikus Putih (Rattus norvegicus): Uji Aktivitas Antihipertensi Dekokta Daun Cocor Bebek (Kalanchoe pinnata (Lmk.) Pers.) Asal Bulukumba pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Basri, Fara Zilla
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 2 No. 1: Volume 2 Issue 1
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v2i1.698

Abstract

ABSTRAK Senyawa aktif pada daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata (Lmk.) Pers.) yang memiliki aktivitas dalam menurunkan tekanan darah salah satunya adalah flavonoid berupa flavanol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antihipertensi dekokta daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata (Lmk.) Pers.) asal Bulukumba pada tikus putih (Rattus norvegicus). Metode penelitian yang digunakan metode ekstraksi secara dekokta. Dilakukan pengukuran awal tekanan darah, kemudian diinduksi NaCl 2% dan prednisone, kemudian diukur tekanan darah setelah induksi dengan menggunakan metode tail-cuff Non invasive dengan alat dan diamati. Hasil penelitian dianalisis secara statistk menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Hasil rata-rata penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik pada kelompok I kontrol negatif (3,58/5,47%); II dosis 50 mg/kg BB (43,79/40,46%); III dosis 100 mg/kg BB (45,42/50,28%); IV dosis 150 mg/kg BB (52,37/33,62%) dan kontrol positif (41,47/27,39%). Berdasarkan hasil analisis lanjutan dengan uji Duncan menunjukan bahwa dekokta daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata (Lmk.) Pers.) dengan dosis 50 mg/kg BB, 100 mg/kg BB dan 150 mg/kg BB memiliki aktivitas dalam menurunkan tekanan darah sistolik yang tidak berbeda nyata dengan kontrol positif furosemid dan ada perbedaan nyata dengan kontrol negative aquadest, dan untuk tekanan darah diastolik pada dosis 50 mg/kg BB dan 150 mg/kg BB memiliki aktivitas menurunkan tekanan darah yang tidak berbeda nyata dengan kontrol positif furosemid sedangkan pada dosis 100 mg/kg BB ada perbedaan nyata dengan kontrol positif dan perbedaan sangat nyata dengan kontrol negatif aquadest. Kata Kunci: Antihipertensi; Kalanchoe pinnata (Lmk.) Pers.; Rattus norvegicus
Uji Aktivitas Antifungi Ekstrak etanol kayu secang (Caesalpinia sappan L.) Terhadap Candida albicans: Uji Aktivitas Antifungi Ekstrak Etanol Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) terhadap Candida albicans Asmita, Asmita; Rusli; yasnidar Yasir
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 2 No. 1: Volume 2 Issue 1
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v2i1.702

Abstract

  ABSTRAK Tanaman kayu secang mengandung aklaloid, flavonoid, fenol, saponin dan brazilin yang mempunyai aktivitas sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antijamur ekstrak etanol kayu secang (Caesalpini sappan L.) dan untuk menentukan konsentrasi yang efektif terhadap jamur Candida albicans. Kayu secang diekstraksi secara masearasi menggunakan etanol 96%. Hasil persen rendamen yang diperoleh yaitu 12,92%. Pengujian aktivitas antijamur ekstrak etanol kayu secang menggunakan metode dilusi cair dan difusi agar. Hasil penelitian yang diperoleh dari nilai KHM terhadap jamur Candida albicans yaitu 3,2%. Uji aktivitas dengan metode difusi agar menggunakan kertas cakram. Hasil uji aktivitas antijamur ekstrak etanol kayu secang diperoleh dengan konsentrasi 3,2% yaitu 9,9 mm; konsentrasi 4,6% yaitu 12,86 mm; dan konsentrasi 12,8% yaitu 14,47 mm. Hasil penelitian menyatakan bahwa ekstrak etanol kayu secang memiliki aktivitas antijamur terhadap Candida albicans. Kata Kunci: Antijamur; Candida albicans; Kayu Secang (Caesalpini sappan L.)
Activity Test of Ethanol Extract of Java Wood Leaf (Lannea coromandalica (Houtt.) Merr) From Bone District on Streptozotocin Induced Diabetic Rats Dewi, Rina Tiana; rusman; andi nur zam zam
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 2 No. 1: Volume 2 Issue 1
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v2i1.704

Abstract

ABSTRAK Antidiabetes adalah obat-obat atau golongan obat yang memiliki aktivitas menurunkan atau mengurangi kenaikan kadar glukosa darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas Ekstrak Etanol Daun Kayu Jawa (Lannea coromandalica (Houtt.) Merr) terhadap Tikus (Rattus norvegicus) Diabetes yang diinduksi Streptozotocin. Serbuk simplisia Daun Kayu Jawa diekstraksi secara maserasi menggunakan etanol 70% dan diperoleh randemen esktrak 6,025%. Pengujian aktivitas antidiabetes dilakukan menggunakan alat glukometer digital pada tikus putih (Rattus norvegicus). Sebanyak 15 ekor yang dibagi dalam 5 kelompok perlakuan, tiap kelompok terdiri dari 3 ekor. Kelompok I diberi Na-CMC 1% sebagai kontrol negatif, kelompok II diberi ekstrak daun kayu jawa dosis 200 mg/kg BB, kelompok lll diberi ekstrak daun kayu jawa dosis 300 mg/kg BB, kelompok IV tablet glibenklamid sebagai kontrol positif dan kelompok V diberi ekstrak daun kayu jawa dengan dosis 400 mg/kg BB. Data hasil penelitian rata-rata presentase penurunan kadar glukosa darah secara berturut-turut yaitu -0,43%, 26,27%, 44,22%,50.83%, 59,25%. Hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun kayu jawa Dengan dosis dan dosis 200 mg/kg BB, 300 mg/kg BB dan 400 mg/kg BB tikus memiliki aktivitas tidak berbeda nyata dengan kontrol positif (Glibenklamid) dan dosis 200 mg/kg BB, 300 mg/kg BB dan 400 mg/kg BB memiliki aktivitas yang sangat berbeda nyata terhadap kontrol negatif (Na-CMC 1%) dalam menurunkan kadar glukosa darah KATA KUNCI: Daun Kayu Jawa (Lannea coromandalica (Houtt.) Merr).;Antidiabetes; Streptozotocin; Rattus norvegicus ABSTRACT Antidiabetics are drugs or classes of drugs that have the activity of lowering or reducing the increase in blood glucose levels. The purpose of this study was to determine the activity of the ethanol extract of Java Wood Leaf (Lannea coromandalica (Houtt.) Merr) against Streptozotocin- induced Diabetes Rats (Rattus norvegicus). Jawa Wood Leaf simplicia powder was macerated using 70% ethanol and obtained 6.025% extract ration. Antidiabetic activity testing was carried out using a digital glucometer device on white rats (Rattus norvegicus). A total of 15 rats were divided into five treatment groups where each group consisted of 3 heads. Group I was given 1% Na-CMC as a negative control, group II was given Jawa wood leaf extract at a dose of 200 mg/kg BW, group III was given Jawa wood leaf extract at a dose of 300 mg/kg BW, group IV was given glibenclamide tablets as a positive control and group V was given Jawa wood leaf extract at a dose of 400 mg/kg BB. The data showed an average percentage of reduction in blood glucose levels respectively, namely -0,43%, 26,27%, 44,22%,50.83%, 59,25%. It can be concluded that Jawa wood leaf extract at doses of 200 mg/kg BW, 300 mg/kg BW and 400 mg/kg BW rats have activity not significantly different from the positive control (Glibenclamide). Further, doses of 200 mg/kg BW, 300 mg/kg BW and 400 mg/kg BW have very different activity significantly against negative control (Na-CMC 1%) in lowering blood glucose levels KEYWORD: Jawa Wood Leaf (Lannea coromandalica (Houtt.) Merr).; Antidiabetes:Streptozotocin; Rattus norvegicus
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol 70% Biji Pepaya (Carica papaya L) Dengan Metode DPPH: Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol 70% Biji Pepaya (Carica papaya L) Dengan Metode DPPH Mustawil, Nur Inayah; tahira hasan; mustaina
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 2 No. 1: Volume 2 Issue 1
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v2i1.713

Abstract

Telah dilakukan penelitian uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol 70% biji pepaya (carica papaya L.) dengan metode DPPH. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antoksidan ekstrak etanol 70% biji pepaya dengan metode DPPH. Metode penelitian meliputi ekstraksi simplisia biji pepaya yang dilakukan secara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH menggunakan spektrofotometer visibel pada panjang gelombang 505 nm. Hasil meserasi mendapatkan ekstrak biji pepaya sebanyak 7,74 gram dengan rendamen 2,58%. Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol 70% biji pepaya diperoleh nilai IC50 sebesar 83,790 ppm menggunakan pembanding asam askorbat dengan nilai IC50 sebesar 2,074 ppm. kemampuan aktivitas antioksidan ekstrak biji pepaya 0,024 kali dibandingkan aktivitas antioksidan asam askorbat. Kata Kunci: Biji Pepaya (Carica papaya L.); Antioksidan; Etanol 70%; DPPH
Testing the antidiarrheal activity of ethanol extract Leaves of Senggani (Melastoma Malabathricum L.) from Pangkep in rats (Rattus Norvegicus) Induced Castor Oil (Oleum Ricini): Uji Aktivitas Antidiare Ekstrak Etanol Daun Senggani (Melastoma Malabathricum L.) Asal Pangkep Pada Tikus (Rattus Norvegicus) Yang Diinduksi Minyak Jarak (Oleum Ricini) Vera, Vera Andani
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 2 No. 1: Volume 2 Issue 1
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v2i1.746

Abstract

Daun senggani mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, tannin, fenolik dan triterpenoid. Senyawa tanin yang terkandung pada daun senggani yang dapat digunakan sebagai antidiare. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antidiare ekstrak etanol daun Melastoma malabathricum L.) asal Pangkep pada tikus (Rattus norvegicus) yang diinduksi minyak jarak (Oleum ricini). Daun senggani diekstraksi secara maserasi menggunakan etanol 96%. Penelitian ini menggunakan tikus (Rattus norvegicus) sebanyak 15 ekor yang dibagi dalam 5 kelompok perlakuan, tiap kelompok terdiri dari 3 ekor tikus. Kelompok I diberi Na CMC 1% (Kontrol negatif), Kelompok II diberi Loperamid (Kontrol positif), kelompok III, IV dan V diberi ekstrak etanol daun senggani dosis 200 mg/kg BB, 400 mg/kg BB dan 600 mg/kg BB. Metode pengujian diare yang digunakan yaitu metode proteksi diare dengan mengamati awal terjadinya diare, frekuensi diare dan lama terjadinya diare. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa awal terjadinya diare pada kelompok I terjadi pada menit ke-48,33 kelompok II menit ke-58,33, kelompok III menit ke-71,33, kelompok IV menit ke-55 dan kelompok V menit ke-55. Frekuensi diare pada kelompok I terjadi 10 kali, kelompok II terjadi 4,66 kali, kelompok III terjadi 8 kali, kelompok IV terjadi 6,33 kali dan kelompok V terjadi 5,33 kali. Lama terjadinya diare pada kelompok I terjadi pada menit ke-220, kelompok II menit ke-124,33, kelompok III menit ke-186,66, kelompok IV menit ke-168,33 dan kelompok V menit ke-140. Berdasarkan data hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun senggani (Melastoma malabathricum L.) memiliki aktivitas antidiare pada dosis 400 mg/kg dan 600 mg/kg yang tidak berbeda nyata dengan Loperamid.
Analisis Kandungan Omega-3 dan Omega-6pada Ekstrak Kulit BUah Naga Merah(Hylocereus polyrhizus Lem.) ANDI AISYAH, ANDI AISYAH ASRIA SAFITRI; muhammad iqbal
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 2 No. 1: Volume 2 Issue 1
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v2i1.754

Abstract

Analisis kandungan omega-3 dan omega-6 pada ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus Lem.) telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan asam lemak omega-3 dan omega-6 pada kulit buah naga merah. Metode penelitian meliputi ekstraksi secara sokhletasi menggunakan pelarut n-heksan, analisis kadar asam lemak omega-3 dan omega-6 menggunakan metode Gas Chromatografi (GC). Hasil analisis menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah naga merah memiliki kandungan asam lemak omega-3 sebesar 4,06% yang terdiri dari asam arakidat 0,27% asam linolenat 3,04%, asam eikosadienoat 0,10%, asam eikosatrienoat 0,35% dan asam dokosadienoat 0,30% dan omega-6 terdapat asam linoleat sebesar 14,95%.
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Buah Kelor (Moringa Oleifera Lamk) Asal Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang Dengan Metode DPPH: Ethanol Extract Antioxidant Activity Test Moringa Fruit (Moringa Oleifera Lamk) From Suppa District, Pinrang Regency Using the DPPH Method Fahmi, Muhammad
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 2 No. 1: Volume 2 Issue 1
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v2i1.902

Abstract

Antioxidants are chemical compounds that can provide one or more electrons to free radicals, so that these free radicals can be reduced. This research aims to determine the antioxidant activity of ethanol extract of Moringa fruit (Moringa oelifera Lamk.) from Suppa District, Pinrang Regency using the DPPH method. Moringa fruit simplicia is extracted using 70% ethanol by maceration. Testing for antioxidant activity against free radicals was analyzed using a visible spectrophotometer at a wavelength of 515 nm. The results of the analysis show that the antioxidant activity of the ethanol extract of Moringa fruit (Moringa oleifera Lamk.) from Pinrang Regency, Suppa District has an IC50 value of 1183.0914 μg/mL.

Page 1 of 1 | Total Record : 8