cover
Contact Name
Rusman
Contact Email
rusman.dty@uim-makassar.ac.id
Phone
+6285399696477
Journal Mail Official
junomefar@uim-makassar.ac.id
Editorial Address
Jl. Perintis Kemerdekaan No.9, RW.29, Tamalanrea Indah, Kec. Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90245
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Novem Medika Farmasi
ISSN : 29629276     EISSN : 29629276     DOI : https://doi.org/10.59638/junomefar
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Novem Medika Farmasi (JUNOMEFAR) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Makassar yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas & kuantitas penelitian di bidang sains farmasi dan farmasi klinis yang didasari oleh tingginya kebutuhan informasi yang scientific di bidang ini.
Articles 108 Documents
Toksisitas Subkronis Ekstrak Biji Alpukat (Persea americana Mill) Terhadap Kadar Bilirubin Tikus Putih (Rattus norvegicus) Farliani, Amanda; Agus sangka
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 5 No. 1 (2026): volume 5 issue 1 2026
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i3.1889

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi toksisitas subkronis akibat pemberian berulang ekstrak etanol dari biji alpukat (Persea americana Mill) secara oral. Biji alpukat diketahui mengandung senyawa kimia aktif seperti flavonoid, alkaloid, fenol, dan tanin. Penelitian ini difokuskan untuk mengamati reaksi atau pengaruh ekstrak tersebut pada dosis 700 mg/kg BB, 850 mg/kg BB, dan 1000 mg/kg BB terhadap kadar bilirubin total pada tikus putih (Rattus norvegicus). Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Sebanyak 20 ekor tikus dipisah ke dalam empat kelompok. Kelompok pertama sebagai kontrol negatif diberi Na-CMC 1%, sedangkan tiga kelompok lainnya menerima ekstrak biji alpukat sesuai dosis yang ditentukan selama 28 hari berturut-turut secara oral. Kadar bilirubin total dianalisis menggunakan alat Clinical Analyzer PENTRA 400. Hasil menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol biji alpukat pada ketiga dosis tersebut tidak menimbulkan efek toksik subkronis yang signifikan terhadap kadar bilirubin total, karena nilainya setara dengan kelompok kontrol negatif.
Uji Aktivitas Ekstrak Rempah Masakan Coto Makassar Terhadap penurunan Tekanan Darah Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Zalsa, Regina; Irfayanti, Nur Alfia; Iqbal, Muhammad
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4 Issue 2 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i2.1923

Abstract

Uji aktivitas antihipertensi dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi potensi senyawa tanaman obat dalam menurunkan tekanan darah tinggi. Tanaman yang biasa dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional adalah jahe, lengkuas, bawang merah, bawang putih, sereh, ketumbar, lada, pala, dan jintan, yang merupakan komposisi dari bumbu masakan coto makassar. Tanaman ini banyak manfaat karena mengandung senyawa seperti flavonoid, allicin, dan piperin. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui efek penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik pemberian ekstrak etanol 70% rempah-rempah masakan coto makassar dengan melihat penurunan tekanan darah pada tikus putih (Rattus norvegicus). Metode penelitian ini menggunakan metode prepost design dengan metode ekstraksi refluks yang menggunakan pelarut etanol 70%. Hewan uji yang digunakan adalah tikus putih sebbanyak 15 ekor, dibagi menjadi 5 kelompok yang diinduksi prednison dan NaCl selama 14 hari secara oral. Kelompok I, II, III, masing-masing diberi ekstrak etanol 70% rempah-rempah masakan coto makassar dengan konsentrasi 1%, 5%, dan 10%. pemerian dilakukan dengan dosis berulang selama 7 hari, kelompok IV diberi captopril sebagai control positif dan kelompok V diberi Na-CMC sebagai control negative. Tekanan darah diukur menggunakan alat Tail Cuff. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol 70% rempah-rempah coto makassar konsentrasi 1%, 5%, dan 10% dapat menggunakan tekanan darah pada tikus putih.
Skrining Fitokimia, Analisis Kadar Fenolik Total dan Flavonoid Total yang Berpotensi sebagai Antihipirtensi pada Daun Kelapa (Cocos nucifera L) Ramadhani, Wafiq Azisah; Alim, Nur; Iqbal, Muhammad
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 3 (2025): volume 4 issue 3 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i3.1982

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder pada daun kelapa (Cocos nucifera L) melalui skrining fitokimia, serta menentukan kadarfenolik dan flavonoid total yang berpotensi sebagai antihipertensi. Metode ekstraksi yang digunakan adlah maserasi dengan pelarut etanol 70%. Uji skrining fitokimia dilakukan terhadap alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid, terpenoid, fenolik dan glikosida menggunakan pereaksi spesifik masing-masing. Analisis kadar fenolik total ditetapkan dengan metode spektrofotometri UV-Vis menggunkan pereaksi Folin-Ciocalteu dengan asam galat sebagai standar, sedangkan kadar flavonoid total ditentukan dengan metode kompleksasi AlCl3 menggunakan kuarsetin sebagai standar. Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya kandungan flavonoid,tanin, saponin, steroid, fenolik dan glikosida. Hasil analisis fenolik total menunjukkan kadar sebesar 44,2282 mgGAE/g ekstrak, sedangkan kadar flavonoid total sebesar 17,4359 mgQE/g ekstrak. Keberadaan senyawa fenolik dan flavonoid ini berpotensi memberikan aktivitas biologis sebagai antihipertensi melalui mekanisme antioksidan dan vasodilatasi. Penelitian ini memperkuat pemanfaatan daun kelapa sebagai sumber senyawa bioaktif yang mendukung perkembangan obat herbal antihipertensi. Kata Kunci: Antihipertensi, Cocos nucifera, Fenolik total, Flavonoid total, Skrining fitokimia
Skrining Fitokimia dan Analisis Kadar Zat Besi (Fe) Daun Gedi (Abelmoschus manihot L. Medik) menggunakan Metode Spektrofotometri Serapan Atom Humaerah, Zahrah; Alim, Nur; Jummah, Nurul
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 3 (2025): volume 4 issue 3 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i3.1983

Abstract

Anemia defisiensi besi merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi tinggi pada remaja putri dan ibu hamil. Daun gedi (Abelmoschus manihot L. Medik) digunakan secara tradisional sebagai sayuran bergizi dan obat herbal, namun data ilmiah terkait kadar zat besinya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengetahui kandungan fitokimia dan kadar zat besi daun gedi menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Penelitian ini merupakan studi eksperimental laboratorik. Sampel daun gedi diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%. Skrining fitokimia dilakukan terhadap alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, fenolik, steroid, terpenoid, dan glikosida. Analisis kadar zat besi dilakukan melalui destruksi basah dan pengukuran dengan SSA. Hasil menunjukkan ekstrak daun gedi positif mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, fenolik, steroid, dan glikosida, dengan rendemen ekstrak sebesar 71,4%. Kandungan zat besi rata-rata adalah 160,9 µg/g atau setara 16,09 mg/100 g serbuk kering. Nilai ini mendekati angka kecukupan gizi harian zat besi (15,4 mg). Dengan demikian, daun gedi berpotensi sebagai sumber zat besi alami yang dapat mendukung pencegahan anemia sekaligus mengandung senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Kata Kunci : Abelmoschus Manihot L. Medik, Daun Gedi, Fitokimia, SSA, Zat Besi
Uji Iritasi Krim Ekstrak Rumput Laut Merah (Eucheuma cottonii) pada Kelinci (Oryctolagus cuniculus) dengan Variasi Konsentrasi Emulgator Trietanolamin dan Asam Stearat Azzahra, Rifqa Nurga; Zam Zam, Andi Nur; Irafayanti, Nur Alfiah
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 3 No. 3 (2024): volume 3 Issue 3 2024
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v3i3.1281

Abstract

Rumput laut mengandung banyak manfaat, salah satunya jenis rumput laut merah (Eucheuma cottonii) merupakan jenis rumput laut penghasil karagenan. Karagenan merupakan bahan kosmetik yang dapat digunakan dalam produk krim di wajah. Evaluasi keamanan kosmetik, salah satunya yaitu uji iritasi. Tujuan penelitian ini untuk mengtahui efek iritasi dari krim dengan variasi konsentrasi emulgator TEA dan asam stearat pada kulit kelinci (Oryctolagus cuniculus). Metode penelitian ini diawali dengan mengekstraksi sampel dengan cara maserasi dengan pelarut etanol 96% hingga diperoleh ekstrak yang dilanjutkan formulasi krim dengan variasi konsentrasi emulgator TEA dan asam stearat yaitu pada F1 (1:3); F2 (2:2); F3 (3:1) menghasilkan krim dengan tipe M/A, dilakukan uji iritasi menggunakan metode Drize test dengan mengamati eritema dan edema pada jam ke 24, 48 dan 72. Hasil penelitian dari metode uji Drize test pada F1, F2 dan F3 diperoleh nilai indeks iritasi primer yaitu 0, hal ini menunjukkan bahwa sediaan krim ekstrak rumput laut merah dengan variasi konsentrasi TEA dan asam stearat tidak menyebabkan reaksi eritema dan edema pada kulit kelinci sehingga tergolong ke dalam ketogeri tidak mengiritasi.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol 70% Bunga Kemangi (Ocimum sanctum L. ) Asal pinrang terhadap Staphylococcus aureus Zhafirah, Nur; Jasmiadi, Jasmiadi; Iqbal, Muhammad
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 3 No. 3 (2024): volume 3 Issue 3 2024
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v3i3.1318

Abstract

Masyarakat Indonesia telah memanfaatkan tumbuh-tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat untuk berbagai macam penyakit, salah satu tanaman yang dipergunakan oleh masyarakat Indonesia pada saat ini sebagai bahan obat-obatan adalah tanaman kemangi. Penelitian sebelumnya telah membuktikan bahwa daun kemangi mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus sehingga perlu dikembangkan dengan menguji pada bagian bunga pada tanaman kemangi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana aktivitas dari ekstrak bunga kemangi terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Metode penelitian ini meliputi ekstraksi bunga kemangi secara maserasi menggunakan pelarut etanol 70% dan pengujian aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan metode difusi agar yang menggunakan kertas cakram dengan konsentrasi 20%, 50%, 75%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bunga kemangi yang diekstraksi dengan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70% diperoleh ekstrak sebanyak 53,60 gram dengan persentasi rendamen sebesar 26,8%. Ekstrak etanol 70% bunga kemangi memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan metode difusi agar memiliki diameter zona hambat yaitu untuk konsentrasi 20% sebesar 10,11mm; kemudian 50% sebesar 12,79mm; dan konsentrasi 75% sebesar 17,48mm. Pengujian aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% bunga kemangi memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Kata Kunci: Bunga Kemangi (Ocimum sanctum L.); Bakteri Staphylococcus aureus; Antibakteri
Aktivitas Antipiretik Ekstrak Etanol Daun Pacar Kuku (Lawsonia inermis L.) Pada Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Farah, Farahnida Kamdayani; Noer, Sitti Fauzia; Mustainah, Mustainah
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 3 No. 3 (2024): volume 3 Issue 3 2024
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v3i3.1330

Abstract

Penelitian uji aktivitas antipiretik ekstrak etanol daun pacar kuku (Lawsonia inermis L.) pada tikus putih (Rattus norvegicus) galur wistar yang diinduksi pepton 5% telah dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antipiretik dari ekstrak etanol daun pacar kuku (Lawsonia intermis L.) dengan dosis 50 mg/kg BB, 100 mg/kg BB dan 150 mg/kg BB pada tikus jantan (Galur wistar) yang diinduksi pepton 5%. Metode penelitian terdiri atas serbuk simplisia daun pacar kuku diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Hewan uji yang digunakan adalah tikus putih sebanyak 15 ekor yang dibagi dalam 5 kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 3 ekor tikus putih lalu diukur suhu tubuh tikus putih pada rektal sebagai suhu awal. Kemudian diinduksikan dengan menggunakan larutan pepton 5% secara intraperitonial, perlakuan diberikan secara oral. Kemudian suhu tubuh tikus putih diukur menggunakan termometer digital tiap 60 menit hingga menit ke-180. Berdasarkan hasil penelitian, analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun pacar kuku (Lawsonia inermis L.) dosis 100 mg/kg BB memiliki aktivitas antipiretik yang sangat signifikan dan dosis 150 mg/kg BB memiliki aktivitas antipiretik yang tidak signifikan atau sama dengan kontrol positif tablet paracetamol. Kata Kunci: Antipiretik; Daun pacar kuku (Lawsonia inermis L.); Etanol 96 %
Uji Aktivitas Antijamur Dan Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol 70% Daun Keladi Tikus (Typhonium flagelliforme) Asal Nusa Tenggara Timur Terhadap Jamur Candida albicans. MD Toro, Nurweintia; Ida, Nur; Iqbal, Muhammad
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 3 (2025): volume 4 issue 3 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i3.1744

Abstract

Candida albicans merupakan jamur oportunistik penyebab didiasis, sariawan, lesi pada kulit, kandiduria bahkan dapat menjadi komplikasi kanker. Tumbuhan keladi tikus (Typhonium flagelliforme) merupakan tumbuhan yang tergolong dalam kelompok herbal kecil dengan tinggi maksimal hingga 40 cm dan umbinya berbentuk bulat dengan diameter hingga 2 cm. Skrining fitokimia merupakan cara untuk mengidentifikasi bioaktif yang belum tampak melalui suatu tes atau pemeriksaan yang dapat dengan cepat memisahkan antara bahan alam yang tidak memiliki kandungan fitokimia tertentu. Kandungan kimia dari keladi tikus yaitu alkaloid, steroid, flavonoid, glikodisa dan saponin. Pengujian aktivitas antijamur dilakukan dengan menggunakan piper disk didalam media agar yang telah diinokulasikan dengan jamur. Kata Kunci: Candida albicans,kandidiasis,keladi tikus,skrining fitokimia. Hasil penelitian didapatkan daya hambatan yang terbentuk pada ektrak daun keladi tikus: 16,53 mm, kontrol positif: 19,22 mm dan kontrol negatif: 5,33 mm.
Uji Kadar Fenolik Total Ekstrak Etanol Daun Galoba (Hornstedtia alliacea (K.Schum.) Valeton) nursyahadah, isni; Pratama, Agus Sangka
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 5 No. 1 (2026): volume 5 issue 1 2026
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v5i1.1757

Abstract

Galoba merupakan salah satu tumbuhan yang mengandung senyawa fenolik dan dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar fenolik total ekstrak etanol daun galoba. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Metode yang dilakukan terdiri dari pengambilan sampel, pengolahan sampel, pembuatan ekstrak, skrining fitokimia senyawa fenolik, dan penetapan kadar fenolik menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Analisis data kualitatif senyawa fenolik menggunakan pereaksi spesifik, analisis kadar fenolik total menggunakan spektrofotometer Uv-Vis pada panjang gelombang 770 nm. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa proses ekstraksi sampel daun galoba diperoleh persen rendemen ekstrak etanol 70% sebesar 12,43% dan hasil uji kualitatif senyawa fenolik dari ekstrak etanol daun galoba menunjukkan bahwa positif mengandung senyawa fenolik sedangkan hasil pengujian kadar fenolik total pada ekstrak etanol 70% daun galoba sebesar 28,0570 mg GAE/g 2,8057%
Aktivitas Infusa Buah Beligo (Benincasa hispida (Thunb.) Cogn.) Terhadap Tekanan Darah Tikus (Rattus norvegicus) Purnama, Andi Nurseptia; Nur alim; agus sangka pratama
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 5 No. 1 (2026): volume 5 issue 1 2026
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v5i1.1911

Abstract

Buah beligo dimanfaatkan sebagai bahan dalam pengobatan tradisional yang dapat mengobati penyakit tipes, aprodisiak, antihipertensi dan penyakit kelainan darah lainnya dengan cara direbus daging buahnya. Buah beligo memiliki bahwa kandungan kimia yang berpotensi sebagai antihipertensi yang tinggi dari buah beligo antara lain flavanoid, alkaloid, tanin, saponin dan kandungan kaliumnya yaitu sebesar 270 mg/ 100g. Tujuan penelitian untuk mengetahui aktivitas anthipertensi infusa buah beligo (Benincasa hispida (Thunb.) Cogn.) berdasarkan pengukuran tekanan darah tikus putih (Rattus norvegicus). Metode penelitian terdiri atas ekstraksi menggunakan metode infusa dan uji antihipertensi berdasarkan pengukuran menggunakan alat tail-cuff. Hewan uji dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kontrol normal (Aquadest), kontrol (-) (Prednison dan NaCl), kontrol (+) (Spironolakton) dan kelompok infusa buah beligo masing-masing dosis 255 mg/kgBB, 450 mg/kgBB dan 900 mg/kgBB. Hasil penelitian diperoleh persen penurunan natrium dan kenaikan kalium kadar masing-masing: kontrol normal ((-13%) & (-3%)), kontrol (-) ((-29.5% & 0%), kontrol (+) (198,32% & 138,62%), infusa buah beligo dosis 225 mg/kgBB (250,77% & 177,69%), dosis 450 mg/kgBB (211,37% & 137,99%) dan dosis 900 mg/kgBB (192,63% & 153,05%). Kesimpulannya, infusa buah beligo memiliki aktivitas antihipertensi dalam menurunkan tekanan darah yang berbeda nyata dengan kelompok kontrol negatif dan tidak berbeda nyata dengan kelompok kontrol positif.

Page 10 of 11 | Total Record : 108