cover
Contact Name
Rusman
Contact Email
rusman.dty@uim-makassar.ac.id
Phone
+6285399696477
Journal Mail Official
junomefar@uim-makassar.ac.id
Editorial Address
Jl. Perintis Kemerdekaan No.9, RW.29, Tamalanrea Indah, Kec. Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90245
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Novem Medika Farmasi
ISSN : 29629276     EISSN : 29629276     DOI : https://doi.org/10.59638/junomefar
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Novem Medika Farmasi (JUNOMEFAR) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Makassar yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas & kuantitas penelitian di bidang sains farmasi dan farmasi klinis yang didasari oleh tingginya kebutuhan informasi yang scientific di bidang ini.
Articles 102 Documents
Aktivitas Hasil Fraksinasi Daun Karamunting (Melastoma malabathricum L.) terhadap Escherichia coli dan Shigella dysenteriae Penyebab Diare Uni, Andi sri wahyuni ishak; Jasmiadi
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 3 (2025): volume 4 issue 3 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i3.1872

Abstract

Karamunting (Melastoma malabathricum L.) merupakan tumbuhan liar yang berada di tempat yang terkena cukup sinar matahari. Adanya kandungan senyawa glikosida, terpenoid, flavonoid, alkaloid, saponin dan tanin menunjukkan aktivitas sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas antibakteri hasil fraksinasi daun karamunting pada Shigella dysenteriae dan Escherichia coli penyebab diare. Metode yang dipakai pada penelitian ini yakni metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%, lalu dilanjutkan dengan fraksinasi yaitu metode ECC (Ekstraksi Cair-Cair), Pengujian Minimum Inhibitory Concentration (MIC) dan Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan ciprofloxacin sebagai kontol positif. Hasil penelitian pada bakteri Escherichia coli menunjukkan bahwa fraksi N-Heksan konsentrasi 15% dengan diameter zona hambat 16,50 mm, fraksi Etil Asetat pada konsentrasi 15% dengan diameter zona hambat 14,42 mm sedangkan fraksi N-Butanol pada konsentrasi 15% dengan diameter zona hambat 14,05 mm. Pada bakteri Shigella dysentreriae yaitu pada fraksi N-Heksan konsentrasi 15% dengan diameter zona hambat 18,04 mm, fraksi Etil Asetat pada konsentrasi 15% dengan diameter zona hambat 13,44 mm sedangkan fraksi N-Butanol pada konsentrasi 15% dengan diameter zona hambat 11, 79 mm. Hal ini menunjukkan fraksi daun karamunting memilki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli dan Shigella dysenteriae.
Pengaruh Lama Penggunaan Obat Anti Diabetik Oral Terhadap Fungsi Ginjal Pasien di Fasilitas Kesehatan Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar Amir, Nurfadillah; rusman; ayu wandira A Baso Amri
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 3 (2025): volume 4 issue 3 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i3.1873

Abstract

Penggunaan obat anti diabetik oral dalam jangka lama menimbulkan kekhawatiran masyarakat terkait dengan isu terjadi penurunan fungsi ginjal, sebanyak 537 juta orang dewasa di seluruh dunia menderita diabetes dengan perkiraan peningkatan sebesar 45% yang setara dengan 783 juta pasien pada tahun 2045. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lama penggunaan obat anti diabetik oral terhadap fungsi ginjal pasien di fasilitas kesehatan kecamatan biringkanaya kota Makassar. Metode pengambilan sampel yaitu teknik non probability sampling dengan pendekatan purposive sampling berdasarkan pasien yang mengonsumsi obat anti diabetik oral di bagi menjadi 3 kelompok ada yang lama penggunaan obat selama 1-4 tahun, 5-9 tahun, dan 10-14 tahun penderita diabetes mellitus di fasilitas kesehatan kecamatan biringkanaya dengan menggunakan analisis uji regression mendapatkan hasil penelitian kelompok 1 (1-4 tahun), kelompok 2 (5-9 tahun), dan kelompok 3 (10-14 tahun) didapatkan hasil p value 0,059 lama penggunaan obat terhadap nilai GFR dan p value 0,961 obat anti diabetik oral terhadap nilai GFR keduanya menunjukkan hasil yang tidak signifikan dimana lama penggunaan obat tidak berpengaruh terhadap fungsi ginjal.
Formulasi Dan Uji Mutu Fisik Sediaan Patch Ekstrak Etanol Daun Gedi (Abelmoschus manihot L. Medik) Darajat S, Zakia
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 3 (2025): volume 4 issue 3 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i3.1877

Abstract

Tanaman gedi (Abelmoschus manihot L. Medik) secara empiris sering digunakan oleh masyarakat di indonesia sebagai obat mengurangi peradangan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi ekstrak etanol daun gedi (Abelmoschus manihot L. Medik) dalam sediaan patch yang memenuhi syarat evaluasi mutu fisik. Penelitian ini menggunakan metode maserasi dengan variasi konsentrasi ekstrak daun gedi F0 (tanpa ekstrak), F1 (0,5%), F2 (1%) dan F3 (1,5%). Selanjutnya dilakukan pengujian mutu fisik meliputi uji organoleptik dan uji keseragaman bobot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun gedi (Abelmoschus manihot L. Medik) yang diformulasi dalam bentuk sediaan patch memenuhi syarat uji mutu fisik meliputi uji organoleptik dan uji keseragaman bobot.
Formulasi dan Uji Mutu Fisik Patch Lengkuas Merah (Alphinia purpurata K. Schum) Sebagai Antiinflamasi Qhalbi, Sulfiah; Arfiani Arifin; Nurul Jummah
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 3 (2025): volume 4 issue 3 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i3.1880

Abstract

Lengkuas merah (Alphinia purpurata K. Schum) merupakan salah satu spesies dari famili zingiberaceae. Tujuan penelitian ini untuk memformulasi ekstrak lengkuas merah (Alphinia purpurata) dalam bentuk sediaan patch yang memenuhi syarat uji mutu fisik sebagai antiinflamasi. Metode penelitian ini menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%, selanjutnya diformulasi dalam bentuk sediaan patch. Pengujian mutu fisik meliputi uji organoleptik dan uji ketebalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak lengkuas merah yang diformulasi dalam bentuk sediaan patch memenuhi syarat uji mutu fisik meliputi uji organoleptik dan uji ketebalan
oksisitas Subkronis Biji Alpukat (Persea Americana Mill) Terhadap Kadar SGOT, SGPT Tikus Putih (Rattus norvegicus) Safitri, Pipit; nur alfia Irfayanti; Musdalifa
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 3 (2025): volume 4 issue 3 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i3.1886

Abstract

Tanaman alpukat (Persea americana Mill) adalah salah satu tanaman tropis dari family lauraceae yang bersal dari amerika tengah. Biji alpukat mengandung senyawa metabolit sekunder golongan flavonoid, steroid, terpenoid, saponin,tannin, alkaloid, sedangkan senyawa metabolit primer yaitu magnesium, kalsium, vitamin C dan vitamin E. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui penggunaan biji alpukat dalam jangka waktu yang panjang maka perlu dilakukan pengujian untuk memastikan efek toksisitas dari ekstrak etanol biji alpukat dengan variasi dosis 700 mg/kgBB, 850 mg/kgBB dan 1000 mg/kgBB selama pemberian 28 hari secara berturut-turut pada tikus putih untuk melihat efek toksik yang ditimbulkan dengan melihat peningkatan parameter kadar SGOT dan SGPT. Metode maserasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70%. Hewan uji yang digunakan yaitu tikus putih sebanyak 20 ekor dan dibagi dalam 4 kelompok y aitu kelompok 1 Na-CMC 1% dan 2,3,4 diberi dosis perlakuan 700 mg/kgBB, 850 mg/kgBB, 1000 mg/kgBB. Hasil penelitian yang telah dilakukan setelah pemberian ekstrak etanol biji alpukat selama 28 hari pada tikus putih tidak menimbulkan efek toksisitas terhadap kadar SGOT dan SGPT tidak berbeda secara signifikan dengan dosis pemberian kontrol negatif Na-CMC 1%.Kata Kunci: Ekstrak, Alpukat, Subkronis, SGOT, SGPT
Efektivitas Antidiabetes Kombinasi Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata L.) Dan Daun Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) Terhadap Tikus (Rattus norvegicus) Sahruni, Dian; Musdalifa; mustainah
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 3 (2025): volume 4 issue 3 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i3.1887

Abstract

Daun sirsak (Annona muricata L.) mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, saponin dan alkaloid. Daun kacang panjang (Vigna sinensis L.) mengandung senyawa flavonoid, kalium, vitamin C, dan efektif sebagai menurunkan kadar glukosa darah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui Efektivitas Antidiabetes Kombinasi Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata L.) dan Daun Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) pada kombinasi berapa yang paling efektif pada Tikus (Rattus norvegicus). Metode yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Hewan uji dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (Na-CMC 1%), kontrol positif (Insulin), Ekstrak etanol daun sirsak dan daun kacang panjang dengan konsentrasi 25:75, 50:50, 75:25. Sebelum perlakuan tikus diinduksi dengan Aloksan secara intraperitoneal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sirsak dan daun kacang panjang menunjukkan efektivitas antidiabetes pada tikus dengan konsentrasi 50:50 dan 75:25 yang memberikan efektivitas antidiabetes yang paling efektif dan tidak berbeda nyata dengan pemberian larutan insulin sebagai kontrol positif.
Toksisitas Ekstrak Biji Alpukat (Persea americana Mill.) Terhadap Fungsi Ginjal tikus (Rattus norvegicus) Mustaeja, Eja; nur alfia Irfayanti; ayu wandira A Baso Amri
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 3 (2025): volume 4 issue 3 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i3.1888

Abstract

Biji alpukat merupakan salah satu tanaman dalam keluarga lauraceae. Biji alpukat mengandung senyawa Flavonid, tanin, fenol dan alkaloid. Tujuan penelitian untuk mengetahui keamanan biji alpukat dalam penggunaan jangka panjang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Hewan uji dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (Na-CMC 1%), kelompok II dosis 700, kelompok III dosis 850, dan kelompok IV dosis 1000. Ekstrak biji alpukat dengan dosis 700, 850 dan 1000. Perlakuan tikus diinduksi dengan ekstrak biji alpukat selama 28 hari berturut-turut secara peroral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol biji alpukat tidak memiliki efek toksisitas subkronik yang dapat dilihat dari parameter pengujian kadar kreatinin, ureum dan BUN.
Toksisitas Subkronis Ekstrak Biji Alpukat (Persea americana Mill) Terhadap Kadar Bilirubin Tikus Putih (Rattus norvegicus) Farliani, Amanda; Agus sangka
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 3 (2025): volume 4 issue 3 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i3.1889

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi toksisitas subkronis akibat pemberian berulang ekstrak etanol dari biji alpukat (Persea americana Mill) secara oral. Biji alpukat diketahui mengandung senyawa kimia aktif seperti flavonoid, alkaloid, fenol, dan tanin. Penelitian ini difokuskan untuk mengamati reaksi atau pengaruh ekstrak tersebut pada dosis 700 mg/kg BB, 850 mg/kg BB, dan 1000 mg/kg BB terhadap kadar bilirubin total pada tikus putih (Rattus norvegicus). Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Sebanyak 20 ekor tikus dipisah ke dalam empat kelompok. Kelompok pertama sebagai kontrol negatif diberi Na-CMC 1%, sedangkan tiga kelompok lainnya menerima ekstrak biji alpukat sesuai dosis yang ditentukan selama 28 hari berturut-turut secara oral. Kadar bilirubin total dianalisis menggunakan alat Clinical Analyzer PENTRA 400. Hasil menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol biji alpukat pada ketiga dosis tersebut tidak menimbulkan efek toksik subkronis yang signifikan terhadap kadar bilirubin total, karena nilainya setara dengan kelompok kontrol negatif.
Toksisitas Ekstrak Biji Alpukat (Parsea americana Mill) Terhadap Histopatologi Hepar Ginjal Tikus (Rattus norvegicus) Putri, Virgi Amallia; nur alfia Irfayanti; mustainah
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 3 (2025): volume 4 issue 3 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i3.1895

Abstract

Alpukat termasuk salah satu tumbuhan dari keluarga lauraceae biji alpukat mengandung tanin, flavonoid dan antosianin. Tujuan penelitian untuk melihat adanya gangguan kerusakan seperti degenerasi, steatosis, nekrosis, inflamasi, kongesti, dan fibrosis. Metode penelitian menggunakan metode maserasi menggunakan pelarut 70%. Hewan coba dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan, kelompok kontrol negative (Na-CMC 1%), kelompok dosis 700 mg/kg BB, kelompok dosis 850 mg/kg BB, kelompok dosis 1000 mg/kg BB. Tikus sebelum perlakuan diinduksi selama 28 hari dengan ekstrak biji alpukat. Hasil penelitian pemberian perlakuan Na-CMC (kontrol negatif), ekstrak biji alpukat dengan dosis 850 mg/KgBB dan 1000 mg/KgBB tidak memberikan efek terhadap toksisitan kerusakan hepar dan ginjal yang ditandai rata-rata skor toksisitas bekisaran 0-2 (tidak signifikan).
Uji Aktivitas Ekstrak Rempah Masakan Coto Makassar Terhadap penurunan Tekanan Darah Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Zalsa, Regina; nur alfia Irfayanti; muhammad Ikbal
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4 Issue 2 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i2.1923

Abstract

Uji aktivitas antihipertensi dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi potensi senyawa tanaman obat dalam menurunkan tekanan darah tinggi. Tanaman yang biasa dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional adalah jahe, lengkuas, bawang merah, bawang putih, sereh, ketumbar, lada, pala, dan jintan, yang merupakan komposisi dari bumbu masakan coto makassar. Tanaman ini banyak manfaat karena mengandung senyawa seperti flavonoid, allicin, dan piperin. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui efek penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik pemberian ekstrak etanol 70% rempah-rempah masakan coto makassar dengan melihat penurunan tekanan darah pada tikus putih (Rattus norvegicus). Metode penelitian ini menggunakan metode prepost design dengan metode ekstraksi refluks yang menggunakan pelarut etanol 70%. Hewan uji yang digunakan adalah tikus putih sebbanyak 15 ekor, dibagi menjadi 5 kelompok yang diinduksi prednison dan NaCl selama 14 hari secara oral. Kelompok I, II, III, masing-masing diberi ekstrak etanol 70% rempah-rempah masakan coto makassar dengan konsentrasi 1%, 5%, dan 10%. pemerian dilakukan dengan dosis berulang selama 7 hari, kelompok IV diberi captopril sebagai control positif dan kelompok V diberi Na-CMC sebagai control negative. Tekanan darah diukur menggunakan alat Tail Cuff. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol 70% rempah-rempah coto makassar konsentrasi 1%, 5%, dan 10% dapat menggunakan tekanan darah pada tikus putih.

Page 10 of 11 | Total Record : 102