cover
Contact Name
Rusman
Contact Email
rusman.dty@uim-makassar.ac.id
Phone
+6285399696477
Journal Mail Official
junomefar@uim-makassar.ac.id
Editorial Address
Jl. Perintis Kemerdekaan No.9, RW.29, Tamalanrea Indah, Kec. Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90245
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Novem Medika Farmasi
ISSN : 29629276     EISSN : 29629276     DOI : https://doi.org/10.59638/junomefar
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Novem Medika Farmasi (JUNOMEFAR) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Makassar yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas & kuantitas penelitian di bidang sains farmasi dan farmasi klinis yang didasari oleh tingginya kebutuhan informasi yang scientific di bidang ini.
Articles 102 Documents
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien Tuberkulosis di RSUD Banten Murtisiwi, Lusia
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 3 No. 3 (2024): volume 3 Issue 3 2024
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v3i3.1283

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular kronis yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium Tuberculosis. Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi keberhasilan terapi tuberkulosis adalah kepatuhan pasien dalam meminum obat. Meski demikian dari beberapa penelitian masih ada pasien yang tidak patuh dalam meminum obat anti-tuberkulosis. Ketika pasien tidak patuh dalam meminum obat dapat menyebabkan kegagalan terapi yang dapat mengakibatkan terjadinya Multi Drug Resistant Tuberculosis (MDR-TB). Pengetahuan pasien tentang penyakit tuberkulosis menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kepatuhan pasien dalam mengkonsusmsi obat sesuai aturan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kepatuhan pada pasien TB. Penelitian merupakan penelitian analitik korelatif dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien tuberkulosis di RSUD Banten dan sample yang digunakan adalah pasien tuberkulosis yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi dengan teknik purposive sampling sebanyak 41 pasien. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Spearman-rank. Menunjukkan bahwa 24 pasien (58,5%) mempunyai tingkat pengetahuan tinggi, 17 pasien (41,5%) mempunyai tingkat pengetahuan sedang dan tidak ada pasien dengan pengetahuan rendah. Sebanyak 30 pasien (73,8%) memiliki kepatuhan tinggi, 11 pasien (26,8%) memiliki kepatuhan sedang dan tidak ada pasien memiliki kepatuhan rendah.
Uji Aktivitas Ekstrak Akar Manis (Glycyrrhiza glabra L.) Sebagai Inhibitor Enzim Alfa Glukosidase Secara In Vitro Fira, Firawati; Agus sangka; nur aAlfia
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 3 No. 3 (2024): volume 3 Issue 3 2024
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v3i3.1309

Abstract

Penyakit dengan gangguan metabolisme yang ditandai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein akibat kerusakan pada sekresi insulin dan kerja insulin disebut diabetes melitus. Akar manis merupakan tanaman dengan polong-polongan yang berasal dari famili Fabaceae . Tujuan penelitian untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol akar manis ( Glycyrrhiza glabra L.) terhadap enzim alfa glukosidase secara in vitro. Metode penelitian ini diawali dengan penyiapan sampel dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96% lalu dilakukan uji penghambatan enzim alfa glukosidase menggunakan p-Nitrofenil-α-D-glukopiranosida (pNPG) dan akarbose sebagai pembanding. Potensi suatu senyawa dalam menghambat aktivitas enzim dapat diketahui melalui perhitungan IC 50 . Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol akar manis ( Glycyrrhiza glabra L.) memiliki nilai IC 50 sebesar 470,354 g/mL dan nilai IC 50 akarbose sebesar 0,241 g/mL. Kata Kunci: Akar Manis; Alfa Glukosidase; IC50
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol 70% Bunga Kemangi (Ocimum sanctum L. ) Asal pinrang terhadap Staphylococcus aureus Zhafirah, Nur Zhafirah; jasmiadi
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 3 No. 3 (2024): volume 3 Issue 3 2024
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v3i3.1331

Abstract

Masyarakat Indonesia telah memanfaatkan tumbuh-tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat untuk berbagai macam penyakit. Keadaan perekonomian Indonesia merupakan salah satu penyebab harga obat-obatan modern menjadi sangat mahal Oleh karena itu, salah satu pengobatan alternatif yang dilakukan adalah meningkatkan penggunaan tumbuh-tumbuhan yang berkhasiat obat di kalangan masyarakat Indonesia. Salah satu tanaman yang dipergunakan oleh Masyarakat Indonesia pada saat ini sebagai bahan obat-obatan adalah tanaman kemangi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana aktivitas dari ekstrak bunga kemangi terhadap Staphylococcus aureus. Metode penelitian ini meliputi ekstraksi bunga kemangi secara maserasi menggunakan pelarut etanol 70% dan pengujian aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan metode difusi agar yang menggunakan kertas cakram dengan konsentrasi 20%, 50%, 75%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bunga kemangi yang diekstraksi dengan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70% diperoleh ekstrak sebanyak 53,60 gram dengan persentasi rendamen sebesar 26,8%. Ekstrak etanol 70% bunga kemangi memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan metode difusi agar memiliki diameter zona hambat yaitu untuk konsentrasi 20% sebesar 10,11 mm; kemudian 50% sebesar 12,79 mm; dan konsentrasi 75% sebesar 17,48 mm. Pengujian aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% bunga kemangi memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Kata Kunci: Bunga Kemangi (Ocimum sanctum L.); Staphylococcus aureus; Antibakteri
Aktivitas Antipiretik Ekstrak Etanol Daun Pacar Kuku (Lawsonia inermis L.) Pada Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Farah, Farahnida Kamdayani
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 3 No. 3 (2024): volume 3 Issue 3 2024
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v3i3.1363

Abstract

Penelitian uji aktivitas antipiretik ekstrak etanol daun pacar kuku (Lawsonia inermis L.) pada tikus putih (Rattus norvegicus) galur wistar yang diinduksi pepton 5% telah dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antipiretik dari ekstrak etanol daun pacar kuku (Lawsonia intermis L.) dengan dosis 50 mg/kg BB, 100 mg/kg BB dan 150 mg/kg BB pada tikus jantan (Galur wistar) yang diinduksi pepton 5%. Metode penelitian terdiri atas serbuk simplisia daun pacar kuku diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Hewan uji yang digunakan adalah tikus putih sebanyak 15 ekor yang dibagi dalam 5 kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 3 ekor tikus putih lalu diukur suhu tubuh tikus putih pada rektal sebagai suhu awal. Kemudian diinduksikan dengan menggunakan larutan pepton 5% secara intraperitonial, perlakuan diberikan secara oral. Kemudian suhu tubuh tikus putih diukur menggunakan termometer digital tiap 60 menit hingga menit ke-180. Berdasarkan hasil penelitian, analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun pacar kuku (Lawsonia inermis L.) dosis 100 mg/kg BB memiliki aktivitas antipiretik yang sangat signifikan dan dosis 150 mg/kg BB memiliki aktivitas antipiretik yang tidak signifikan atau sama dengan kontrol positif tablet paracetamol. Kata Kunci: Antipiretik; Daun pacar kuku (Lawsonia inermis L.); Etanol 96 %
Uji Aktivitas Antioksidan dan Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Rumput Laut Merah (Eucheucma cottonii) Asal Kabupaten Polewali Mandar Hanisa, Nur
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 3 No. 3 (2024): volume 3 Issue 3 2024
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v3i3.1371

Abstract

Rumput Laut Merah (Eucheuma cottonii) merupakan salah satu rumput laut merah yang berpotensi sebagai sumber antioksidan alami. Antioksidan merupakan suatu senyawa yang dapat menyerap atau menetralisir radikal bebas sehingga mampu mencegah penyakit. Senyawa di dalam rumput laut merah yang dapat bersifat sebagai antioksidan adalah flavonoid. Tujuan dari penelitian ini yaitu melakukan skrining fitokimia dan menentukan aktivitas antioksidan ekstrak etanol 70% dan 90% rumput laut merah (Eucheuma cottonii). Yang diperoleh dari perairan Desa Ujung, Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar. Metode Penelitian meliputi ekstraksi dengan metode maserasi, dilanjutkan skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang visible 505 nm. Hasil uji skrining fitokimia menggunakan pelarut etanol 70% dan 90% positif mengandung golongan senyawa alkaloid, flavanoid, fenolik, saponin, dan triterpenoid diperoleh hasil rendemen ekstrak etanol 70 yaitu 10,45% dan 90 yaitu 11,68%. Uji aktivitas antioksidan ekstrak sampel masing-masing didapatkan nilai IC50 yaitu 11,553 ppm dan 9,045 ppm dikategorikan sebagai antioksidan sangat kuat. Kemampuan aktivitas antioksidan tertinggi diperoleh pada ekstrak etanol rumput laut merah (Eucheuma cottonii) dengan konsentrasi 90%.
Pengaruh Metode Ekstraksi Terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Biji Alpukat (Persea americana Mill.) hasan, siti hajar puaq tudeq; Nur alim
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 3 No. 3 (2024): volume 3 Issue 3 2024
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v3i3.1372

Abstract

Biji alpukat (Persea Americana Mill.) merupakan salah satu bagian tanaman yang dapat dijadikan sebagai sumber antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dan membandingkan nilai IC50 ekstrak biji alpukat berdasarkan perbedaan metode ekstraksi. Metode penelitian meliputi ekstraksi secara maserasi dan refluks menggunakan pelarut etanol 70% dan uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 505 nm. Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak biji alpukat secara maserasi dan refluks di peroleh nilai IC50 masing-masing sebesar 38.857 ± 0.1937 μg/mL dan 35.946 ± 0.1225 μg/mL. Kemampuan aktivitas antioksidan ekstrak etanol biji alpukat secara maserasi dan refluks 0.0570 dan 0.0617 kali asam askorbat dengan nilai IC50 sebesar 2.219 ± 0.0028 μg/mL
Uji Akativitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Senggani (Melastoma Malabathricum L.) Terhadap Bakteri Escerichia Coli Dan Shigella Dysenteriae gusman, Aswi warfa gusman; rusman; Jasmiadi
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 3 No. 3 (2024): volume 3 Issue 3 2024
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v3i3.1381

Abstract

Senggani (Melastoma malabathrium L.) merupakan tumbuhan yang memiliki khasiat sebagai obat diare dan mengandung senyawa fitokimia berupa tanin yang berpoten sisebagai antibakteri. Tujuan penelitian untuk menentukan aktivits antibakteri ekstrsk etanol daun senggani terhadap bakteri Escherichia coli dan Shigella dysenteriae. Metode penelitian menggunakan kuantitatif dengan cara difusi agar dan menggunakan 3 konsentrasi yaitu 25%, 50%, dan 75%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstral etanol daun senggani memiliki aktivitas antibakteri terhadap E. coli dan S. Dysenteriae yang ditandai dengan adanya zona hambat yang terbentuk di sekitar kertas cakram. Pada bakteri E. coli masing-masing memiliki zona hambat yaitu 12,83 mm, 14,63 mm, dan 20,14 mm. sedangkan bakteri S. dysenteriae masing-masing mamiliki zona hambat yaitu 11,56 mm, 13,09 mm, dan 25,51 mm. dapat disimpulkan bahwa semua konsentrasi ekstrak daun senggani memiliki kepekaan daya hambat terhadap pertumbahan E. coli dan S. Dysenteriae dengan katergori kuat.
Uji aktivitas antioksidan isolat bakteri endofit biji kopi robusta (Coffea canephora L.) dengan metode ABTS Sangadji, Rahima; Rusman, Rusman
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 3 No. 3 (2024): volume 3 Issue 3 2024
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v3i3.1412

Abstract

Biji kopi robusta mengandung senyawa asam kloregenat yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri dan aktioksidan. Tujuan penelitian untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan antioksidan dari bakteri endofit biji kopi robusta. Tahap yang dilakukan meliputi isolasi yang ditanam dimedium Nutrient Agar, Fermentasi isolat dengan medium Nutrient Broth, Uji aktivitas antioksidan dengan metode ABTS. Kekuatan antioksidan ditentukan berdasarkan pembanding antara IC50 dari sampel ekstrajk bakteri endofit biji kopi robusta dengan asam askorbat. Hasil pengujian aktivitas amyioksidan menunjukan bahwa isolate bakteri endofit memnili nilai IC50 sebesar 39, 451 g/Ml. sedangkan asam askorbat memiliki nilai IC50 sebesar 2.022 g/Ml. Hal ini menunjukan bahwa aktivitas antioksidan ekstrak bakteri endofit biji kopi robusta cukup baik tidak lemah dibandingkan dengan asam askorbat. Kata Kunci: Antioksidan; Bakteri Endofit, Kopi Robusta; ABTS
Uji Efektivitas Antiinflamasi Ekstrak Etanol daun Paku Sayur (Diplazium escelentum Swartz) Pada Tikus(Rattus norvegicus) Rasmiana, Rasmiana; fauzia Noer
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 3 No. 3 (2024): volume 3 Issue 3 2024
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v3i3.1613

Abstract

ABSTRAK Inflamasi merupakan suatu respon perlindungan normal terhadap luka jaringan yang disebabkan oleh trauma fisik, zat kimia yang merusak atau zat mikrobiologi. Tujuan penelitian yaitu mengetahui efektivitas antiinflamasi ekstrak etanol daun paku sayur (Diplazium escelentum Swartz) pada tikus putih (Rattus norvegicus) yang di induksi karagenan. Penelitian ini menggunakan metode maserasi dengan cairan penyari etanol 70%. Hewan uji diadaptasi selama satu minggu dan dibagi menjadi 5 kelompok, kemudian diukur volume awal edema. Setelah itu di induksi karagen 1% diamkan selama 30 menit lalu di ukur volume edema setelah induksi, diberikan perlakuan sesuai kelompok lalu di ukur volume edema kaki tikus setiap 30 menit hingga 180 menit. Berdasarkan hasil, analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun paku sayur (Diplazium escelentum Swartz) pada dosis 175 mg/kg BB, 350 mg/kg BB dan 525 mg/kg BB memiliki efektivitas antiinflamasi yang tidak berbeda nyata (sama) dengan kontrol positif natrium diklofenak.   Kata Kunci: Antiinflamasi; Daun Paku Sayur (Diplazium escelentum Swartz); Karagen; menyenangkan  
Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Adam Hawa (Rhoeo discolor L'her) Terhadap Penurunan Glukosa Darah pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) yang Diinduksi Aloksan Jumadin, Aidah; siti fauziah noer; nur alfia Irfayanti
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 4 No. 1 (2025): Volume 4 issue 1 2025
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v4i1.693

Abstract

ABSTRAK Daun adam hawa (Rhoeo discolor L’her) mengandung senyawa flavanoid berupa antosianin yang dapat menghambat peningkatan kadar glukosa darah dan meningkatkan sensitivitas insulin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol daun adam hawa (Rhoeo discolor L’her) terhadap penurunan glukosa darah pada tikus putih (Rattus norvegicus) yang diinduksi aloksan. Metode penelitian ini meliputi ekstraksi serbuk simplisia secara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Penelitian ini menggunakan tikus putih (Rattus norvegicus) sebanyak 15 ekor yang dibagi dalam 5 kelompok perlakuan, tiap kelompok terdiri dari 3 ekor tikus, kelompok I diberi Na-CMC 1% sebagai kontrol negatif, kelompok II,III,IV diberi ekstrak daun adam hawa (Rhoeo discolor L’her) dengan masing-masing dosis 100 mg/kg BB, 200 mg/kg BB, dan 400 mg/kg BB dan kelompok V diberi glibenklamid 0,09 mg/kg BB, pengukuran kadar glikosa darah dilakukan pada menit ke-30,60 dan 90 setelah perlakuan dengan menggunakan alat pengukuran glukosa darah yaitu glukometer, data hasil penelitian dianalisis statistik menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan uji Duncan. Hasil Penelitian menunjukkan bahawa ekstrak etanol daun adam hawa (Rhoeo discolor L’her) memberikan aktivitas terhadap penurunan kadar glukosa darah dengan dosis 100 mg/kg BB, 200 mg/kg BB, dan 400 mg/kg BB yang berbeda sangat nyata dengan kontol negatif Na-CMC 1% dan tidak ada perbedaan nyata dengan glibenklamid 0,09 mg/kg BB. Kata Kunci: Glukosa darah; Daun Adan Hawa (Rhoeo discolor L’her); Tikus Putih (Rattus norvegicus)

Page 7 of 11 | Total Record : 102