cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
cendekiawanmuda@gmail.com
Phone
+6282341891541
Journal Mail Official
jippcendekia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Simpang 4 By Pass BIL Tandek, Labulia, Kec. Jonggat, Kab. Lombok Tengah, Prov. NTB
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (JIPP)
ISSN : 2987579X     EISSN : 29875137     DOI : https://doi.org/10.61116/jipp.v1i4.245
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Ilmu Pendidikan dan psikologi.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 3 (2024): Juli" : 5 Documents clear
DAMPAK PERGANTIAN KURIKULUM MERDEKA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR NOVITA IRIANI BANSOLE
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (JIPP) Vol. 2 No. 3 (2024): Juli
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jipp.v2i3.262

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pergantian Kurikulum Merdeka terhadap hasil belajar siswa di SD Negeri Inpres Doyo Baru, Kabupaten Jayapura, Papua. Pergantian kurikulum merupakan langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, namun implementasinya sering kali menghadirkan tantangan, terutama di daerah-daerah dengan keterbatasan sumber daya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode studi komparatif. Data dikumpulkan melalui analisis nilai hasil belajar siswa sebelum dan sesudah penerapan Kurikulum Merdeka, serta didukung oleh wawancara dengan guru dan kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam hasil belajar siswa setelah penerapan Kurikulum Merdeka, terutama dalam aspek keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep. Namun, tantangan juga ditemukan dalam proses adaptasi guru terhadap pendekatan pembelajaran yang lebih fleksibel dan berpusat pada siswa. Temuan ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pihak sekolah dan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pelaksanaan Kurikulum Merdeka di wilayah Papua.
PROBLEMATIKA ANXIETY DISORDER PADA REMAJA DI ERA MODERN ENCEP MUHAMMAD FAJRI
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (JIPP) Vol. 2 No. 3 (2024): Juli
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jipp.v2i3.302

Abstract

Pada umunya setiap orang pasti pernah mengalami yang namanya gangguan kecemasan. Gangguan kecemasan merupakan gangguan psikologis yang berkaitan dengan masalah kejiwaan yang menyebabkan penderitanya mengalami kecemasan yang hebat atau kecemasan yang berlebihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui preblematika gangguan kecemasan yang terjadi pada remaja di era modern seperti saat ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah study kepustakaan Fokus penelitian kepustakaan adalah pencarian berbagai teori, hukum, postulat, prinsip, pendapat, gagasan, dan lain-lain. Hasil kajian mengemukakan bahwasanya gangguan kecemasan merupakan suatu keadaan cemas yang disebabkan oleh suatu konflik atau kejadian. Gangguan ini bisa dialami 19% dari seluruh populasi yang ada dunia. Gangguan kecemasan terbagi menjadi lima tipe, dan setiap orang memiliki kemungkinan untuk mengidap lebih dari satu tipe anxiety disorder. Banyak sekali faktor yang bisa meyebabkan seseorang mengalami gangguan kecemasan. Gejala yang bisanya dirasakan oleh penderita penyakit ini adalah seperti sakit dada dan kesulitan bernafas. Dalam mengatasi gangguan kecemasan biasanya menggunakan beberapa metode seperti Progressive muscle relaction, Emosional freedom Technique dan Cognitive Behavioral Therapy.
PERAN LINGKUNGAN SOSIAL DALAM PEMBENTUKAN MORALITAS REMAJA: PERSPEKTIF PSIKOLOGI PERKEMBANGAN MELALUI PENDEKATAN KUALITATIF FINA KHILYATU ZAHWA; MA’MUN HANIF
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (JIPP) Vol. 2 No. 3 (2024): Juli
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jipp.v2i3.318

Abstract

Masa remaja merupakan fase kritis dalam perkembangan individu yang ditandai dengan berbagai perubahan fisik, kognitif, dan emosional. Lingkungan sosial, termasuk keluarga, sekolah, teman sebaya, dan masyarakat, memainkan peran signifikan dalam membentuk moralitas remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan pustaka untuk menganalisis pengaruh berbagai elemen lingkungan sosial terhadap pembentukan moralitas remaja dalam perspektif psikologi perkembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga memberikan dasar nilai moral melalui pola asuh dan interaksi sehari-hari, sedangkan sekolah berkontribusi melalui interaksi dengan guru dan teman sebaya. Masyarakat dan media sosial, meskipun memberikan peluang pengembangan nilai positif, juga memiliki potensi untuk mempengaruhi moralitas secara negatif tanpa pengawasan yang memadai. Oleh karena itu, kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat sangat penting untuk mendukung perkembangan moral yang sehat. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi orang tua, pendidik, dan pembuat kebijakan dalam merancang strategi intervensi yang mendukung pembentukan moralitas remaja.
KONSEP LINGKUNGAN PEMBELAJARAN YANG MENDUKUNG KESEHATAN MENTAL SISWA DI SEKOLAH MAULANA ABDILLAH; MA’MUN HANIF
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (JIPP) Vol. 2 No. 3 (2024): Juli
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jipp.v2i3.319

Abstract

Pendidikan seharusnya tidak hanya terfokus pada aspek akademis, tetapi juga memperhatikan kesehatan mental siswa. Menciptakan lingkungan belajar yang mendukung kesehatan mental sangat krusial untuk membangun suasana yang aman, nyaman, dan inklusif, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kesejahteraan emotional dan sosial siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi cara-cara dalam membangun lingkungan belajar yang mendukung kesehatan mental siswa di sekolah. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengidentifikasi elemen-elemen penting yang berkontribusi dalam menciptakan lingkungan tersebut, termasuk peran guru, kebijakan sekolah, dan interaksi sosial antar siswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengembangan program pendidikan sosial-emosional, pelatihan bagi pendidik untuk mengenali gejala gangguan kesehatan mental, serta penyediaan ruang aman bagi siswa untuk mengekspresikan diri adalah faktor-faktor penting yang dapat meningkatkan kesejahteraan mental siswa. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi sekolah dalam merancang kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan kesehatan mental siswa, serta menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan psikologis mereka.
PERAN GURU BIMBINGAN KONSELING DALAM MENDUKUNG PEMULIHAN SISWA YANG MENGALAMI TRAUMA PSIKOLOGIS MEILISA FAUZIA NASTITI; MA’MUN HANIF
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (JIPP) Vol. 2 No. 3 (2024): Juli
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jipp.v2i3.323

Abstract

Guru Bimbingan dan Konseling (BK) memiliki peran strategis dalam mendukung pemulihan siswa yang mengalami trauma psikologis, yang sering kali berdampak signifikan pada perkembangan emosi dan sosial mereka. Artikel ini membahas peran Guru BK dalam memberikan layanan konseling, dukungan emosional, dan intervensi yang sesuai untuk membantu siswa memproses pengalaman traumatis. Dengan pendekatan berbasis empati dan teknik konseling yang terstruktur, Guru BK dapat menciptakan lingkungan yang aman bagi siswa untuk mengekspresikan perasaan mereka. Selain itu, kolaborasi dengan orang tua, guru, dan profesional lainnya menjadi langkah penting untuk memastikan pemulihan yang holistik. Implikasi dari peran ini mencakup peningkatan regulasi emosi, kemampuan sosial, serta pemulihan hubungan interpersonal siswa. Artikel ini merekomendasikan penguatan kompetensi Guru BK melalui pelatihan khusus untuk mendukung siswa yang mengalami trauma dan mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang inklusif dan peduli terhadap kesehatan mental.

Page 1 of 1 | Total Record : 5