cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalcendekia123@gmail.com
Phone
+6281917456446
Journal Mail Official
jpkmcendekia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Simpang 4 By Pass BIL Tandek, Labulia, Kec. Jonggat, Kab. Lombok Tengah, Prov. NTB
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM)
ISSN : 29876591     EISSN : 29876605     DOI : https://doi.org/10.61116/jpkm.v1i2.229
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pengabdian masyarakat
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 30 Documents
SOSIALISASI PENGGUNAAN ALAT PENCACAH RUMPUT SERTA PENCEGAHAN PENYAKIT MULUT DAN KUKU PADA TERNAK DI DESA BEJIJONG KABUPATEN MOJOKERTO MUHAMMAD ROISUL BASYAR; GHULAM MAULANA ILMAN; DENOK PRAMUTHIAS KHUSUMA WARDHANI
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Vol. 2 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jpkm.v2i1.217

Abstract

Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto merupakan salah satu desa yang memiliki potensi peternakan yang cukup besar. Namun, produktivitas ternak di desa tersebut masih belum optimal. Salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah penggunaan pakan ternak yang kurang efisien. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas ternak di Desa Bejijong melalui sosialisasi penggunaan alat pencacah rumput dan sosialisasi pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK). Kegiatan pengabdian masyarakat ini telah memberikan hasil yang positif. Para peternak di Desa Bejijong telah mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru tentang penggunaan alat pencacah rumput dan pencegahan PMK. Dengan menggunakan alat pencacah rumput, para peternak dapat menghemat waktu dan tenaga dalam menyiapkan pakan ternak. Selain itu, dengan mengetahui cara pencegahan PMK, para peternak dapat mencegah penyebaran penyakit tersebut. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini, direkomendasikan agar pemerintah desa dan instansi terkait dapat memberikan bantuan alat pencacah rumput kepada para peternak di Desa Bejijong. Selain itu, direkomendasikan agar pemerintah desa dan instansi terkait dapat memberikan pelatihan dan sosialisasi pencegahan PMK secara berkelanjutan.
PENDAMPINGAN KADER POSYANDU DALAM PENGGUNAAN APLIKASI SISTEM INFORMASI DI DESA SADANANYA KABUPATEN CIAMIS ALIFA MAULA ADZANI; AINI ZULFA ALAWIYAH; LUTFIA NISA NURHIDAYAH; BAYU ADI LAKSONO
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Vol. 2 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jpkm.v2i1.230

Abstract

Kabupaten Ciamis merupakan salah satu kabupaten yang telah memiliki inovasi dalam sistem pengarsipan data Posyandu. Inovasi ini memiliki tujuan untuk memberdayakan Kader Posyandu dalam hal tertib administrasi. Hadirnya aplikasi SIPOCIS ini menjadi solusi untuk mencegah hilangnya arsip data manual yaitu berupa buku Sistem Informasi Posyandu yang rentan terbakar dan hilang. Tujuan Penelitian ini adalah Pendampingan Kader Posyandu dalam Penggunaan Aplikasi Sistem Informasi Posyandu Ciamis (SIPOCIS) di desa Sadananya. Menggunakan metode Kualitatif model pendekatan dan strategi Alkin yang dapat disesuaikan sebagai wadah dalam mengevaluasi program sosialisasi dan pendampingan penggunaan aplikasi Sipocis kepada kader Posyandu dengan tahapan berupa respon pelaksanaan program, keselarasan pelaksanaan program, dan keberhasilan setelah pelaksanaan program. Pada saat pelaksanaan metode yang digunakan adalah cermah, diskusi, dan implementasi. Penyampaian materi dialkukan dengan metode ceramah dan diskusi karena memberikan kesempatan bertanya kepada kader Posyandu. Hasil pendampingan yang dilakukan pada para kader posyandu Desa Sadananya dengan 6 responden bahwa dengan mengetahui aplikasi SIPOCIS mereka sangat antusias dan ingin tahu bagaimana sistem ini bekerja, melihat sarana dan prasarana mendukung proses pendampingan sebab mereka memahami penggunaan teknologi dan memahami, namun ketika melakukan registrasi beberapa dari mereka terkendala dengan email yang sulit dihubungkan dengan handphone yang digunakan.
PERAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN DESA ADAT KARANG BAJO KECAMATAN BAYAN KABUPATEN LOMBOK UTARA MOH. ARI RAFANDI; RIDHO ZIKRIMAULLA; MURIANTO, MURIANTO
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Vol. 1 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jpkm.v1i2.397

Abstract

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan deskriptif kualitatif metode. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini bersumber dari hasil wawancara dari pihak-pihak terkait pemberdayaan masyarakat di desa wisata Karang Bajo. Peneliti menggunakan analisis data yaitu reduksi data, data presentasi, dan menarik kesimpulan. Dari semua data yang dimiliki telah diolah dan dianalisis tentunya mendapatkan hasil riset. Peran masyarakat di desa wisata Karang Bajo meliputi pelestarian budaya dan tradisi dalam bentuk diadakannya event-event kebudayaan. Pengambilan keputusan bersama menciptakan produk yaitu perda pengakuan dan perlindungan masyarakat hukum adat yang disahkan menjadi perda no. 6 tahun 2020 tentang masyarakat adat. Pendidikan budaya dibentuknya lembaga pranata adat serta sekolah adat. Partisipasi Masyarakat dalam kegiatan dan upacara adat berupa masyarakat ikut serta menjadi penggagas maupun penggerak upacara adat. Kemitraan yang dilakukan dengan menggaet beberapa pihak contoh, INCODEN (Indonesian Ecotourism Network), NGO (Non-Goverment Organization), KOMPAK (Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi), dan AMAN (Asosiasi Masyarakat Adat Nusantara).
SOSIALISASI BISNIS SPORT MASSAGE UNTUK PENGELOLA WISATA ARUNG JERAM BAHBOLON KABUPATEN SERDANG BEDAGAI MAWARDINUR, MAWARDINUR; FILLI AZANDI; AGUNG NUGROHO; ADE EVRIANSYAH LUBIS
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Vol. 2 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jpkm.v2i1.398

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan dasar mengenai bisnis sport massage kepada para pengelola wisata arung jeram di Sungai Bahbolon, Kabupaten Serdang Bedagai. Potensi wisata alam yang tinggi di daerah ini belum sepenuhnya dimanfaatkan dalam sektor pelayanan pendukung, khususnya di bidang kebugaran dan pemulihan fisik pasca kegiatan ekstrem seperti arung jeram. Melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan yang melibatkan pendekatan partisipatif dan praktik langsung, peserta diperkenalkan pada konsep dasar sport massage, manfaatnya bagi pelaku olahraga ekstrem, serta peluang usaha yang dapat dikembangkan dari layanan ini. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta terhadap sport massage serta munculnya minat untuk menjadikan layanan ini sebagai unit usaha baru di kawasan wisata tersebut. Dengan demikian, program ini diharapkan mampu mendukung diversifikasi layanan wisata dan meningkatkan perekonomian lokal.
SOSIALISASI PROGRAM LATIHAN FISIK UNTUK PEMANDU WISATA ARUNG JERAM BAHBOLON KABUPATEN SERDANG BEDAGAI FILLI AZANDI; MAWARDINUR, MAWARDINUR; AGUNG NUGROHO; ADE EVRIANSYAH LUBIS
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Vol. 2 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jpkm.v2i1.399

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para pemandu wisata arung jeram Bahbolon, Kabupaten Serdang Bedagai, mengenai pentingnya latihan fisik dalam menunjang keselamatan, daya tahan, serta performa kerja mereka di lapangan. Mengingat medan arung jeram yang menuntut kekuatan fisik, koordinasi, dan ketahanan tubuh yang optimal, maka diperlukan suatu program latihan fisik yang sistematis dan sesuai dengan kebutuhan tugas mereka. Kegiatan ini dilaksanakan melalui metode sosialisasi, pelatihan, dan demonstrasi langsung kepada para peserta yang terdiri dari para pemandu arung jeram aktif. Materi yang disampaikan mencakup pemanasan, latihan kekuatan, daya tahan, fleksibilitas, serta pencegahan cedera. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme dan partisipasi yang tinggi dari para peserta, serta adanya peningkatan pemahaman tentang pentingnya latihan fisik secara rutin. Diharapkan program ini dapat menjadi panduan awal dalam membentuk budaya latihan yang berkelanjutan dan mendukung profesionalisme para pemandu wisata arung jeram di wilayah tersebut.
SOSIALISASI PENANGANAN DAN PENANGGULANGAN STUNTING DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR HIDAYATUL RAHMANI; MAULIDIN, MAULIDIN; LALU HULFIAN
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Vol. 2 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jpkm.v2i2.400

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Stunting mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak. Anak stunting juga memiliki risiko lebih tinggi menderita penyakit kronis di masa dewasanya. Bahkan, stunting dan malnutrisi diperkirakan berkontribusi pada berkurangnya 2-3% Produk Domestik Bruto (PDB) setiap tahunnya. Prevalensi stunting selama 10 tahun terakhir menunjukkan tidak adanya perubahan yang signifikan dan ini menunjukkan bahwa masalah stunting perlu ditangani segera. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan 30,8% atau sekitar 7 juta balita menderita stunting. Masalah gizi lain terkait dengan stunting yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat adalah anemia pada ibu hamil (48,9%), Berat Bayi Lahir Rendah atau BBLR (6,2%), balita kurus atau wasting (10,2%) dan anemia pada balita. Penurunan stunting memerlukan intervensi yang terpadu, mencakup intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif. Sejalan dengan inisiatif Percepatan Penurunan Stunting, pemerintah meluncurkan Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi (Gernas PPG) yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 42 tahun 2013 tentang Gernas PPG dalam kerangka 1.000 HPK. Selain itu, indikator dan target penurunan stunting telah dimasukkan sebagai sasaran pembangunan nasional dan tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 dan Rencana Aksi Nasional Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 2017-2019. Sebagai bentuk komitmen tinggi pemerintah pusat, Wakil Presiden Republik Indonesia telah memimpin Rapat Koordinasi Tingkat Menteri untuk penurunan stunting pada tanggal 12 Juli 2017. Rapat tersebut memutuskan bahwa penurunan stunting penting dilakukan dengan pendekatan multi-sektor melalui sinkronisasi programprogram nasional, lokal, dan masyarakat di tingkat pusat maupun daerah. Penurunan stunting ditetapkan sebagai program prioritas nasional yang harus dimasukkan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP).
PERAN SERTA INSEMINASI BUATAN DALAM MENDUKUNG PROGRAM SIKOMANDAN (SAPI DAN KERBAU KOMODITI UTAMA DALAM NEGERI) ERZAN A. SYAHROWI; MAULIDIN, MAULIDIN; LALU HULFIAN
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Vol. 2 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jpkm.v2i2.401

Abstract

Program SIKOMANDAN (Sapi dan Kerbau Komoditi Andalan Negeri) merupakan inisiatif strategis pemerintah dalam rangka meningkatkan populasi dan produktivitas ternak sapi dan kerbau di Indonesia. Salah satu pendekatan utama dalam mendukung program ini adalah penerapan teknologi inseminasi buatan (IB) yang terbukti efektif dalam mempercepat perbaikan genetik dan reproduksi ternak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui sosialisasi, pelatihan teknis, serta pendampingan langsung kepada peternak di desa mitra. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peternak mengenai manfaat dan teknik inseminasi buatan, sekaligus mendorong partisipasi aktif mereka dalam program SIKOMANDAN. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan minat peternak terhadap IB, serta peningkatan jumlah ternak yang berhasil diinseminasi secara buatan. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk sinergi yang kuat antara pemerintah, peternak, dan tenaga teknis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional berbasis ternak lokal.
PENDAMPINGAN DAN PERANCANGAN MEDIA PROMOSI PROPERTI PERUMAHAN BERBASIS 3 DIMENSI ANSHARI ARRASYID; MAULIDIN, MAULIDIN; LALU HULFIAN
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Vol. 2 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jpkm.v2i2.402

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dan perancangan media promosi berbasis teknologi tiga dimensi (3D) kepada tim pemasaran Perumahan Ketejer Residence. Selama ini, promosi properti masih didominasi oleh media dua dimensi (2D) seperti brosur konvensional, yang memiliki keterbatasan dalam menyampaikan visualisasi produk secara menyeluruh. Melalui kegiatan ini, dilakukan beberapa tahapan, mulai dari pengumpulan data dan referensi desain rumah, penyusunan model 3D menggunakan perangkat lunak desain arsitektur, hingga integrasi hasil visualisasi ke dalam media promosi berupa brosur. Hasil akhir menunjukkan bahwa penggunaan media promosi berbasis 3D mampu memberikan gambaran produk yang lebih realistis dan informatif kepada calon konsumen tanpa harus melakukan kunjungan langsung ke lokasi proyek. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan peningkatan kapasitas tim pemasaran dalam memahami dan memanfaatkan teknologi digital dalam strategi promosi. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal transformasi digital di sektor pemasaran properti, khususnya untuk pengembang berskala kecil dan menengah.
SOSIALISASI PROGRAM AKTIVITAS FISIK UNTUK CALON ATLET USIA DINI KOTA MEDAN MAWARDINUR, MAWARDINUR; FILLI AZANDI
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Vol. 2 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jpkm.v2i2.403

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi mengenai pentingnya aktivitas fisik yang terstruktur bagi calon atlet usia dini di Kota Medan. Aktivitas fisik yang sesuai dengan tahap perkembangan anak sangat berperan dalam membentuk dasar kemampuan motorik, meningkatkan kebugaran jasmani, serta mempersiapkan anak untuk mengikuti pembinaan prestasi olahraga di masa depan. Kegiatan ini dilaksanakan melalui penyuluhan, demonstrasi latihan dasar, dan diskusi interaktif yang melibatkan pelatih, orang tua, serta anak-anak usia 6–12 tahun. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sosialisasi ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta mengenai konsep latihan fisik yang aman, menyenangkan, dan sesuai usia. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya peran orang tua dan pelatih dalam mendampingi proses perkembangan fisik anak. Diharapkan, program ini dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan ekosistem pembinaan atlet usia dini yang lebih sistematis dan berkelanjutan di Kota Medan.
SOSIALISASI PROGRAM SELF-MASSAGE UNTUK NELAYAN DI KABUPATEN SERDANG BEDAGAI ADE EVRIANSYAH LUBIS; AGUNG NUGROHO; MUHAMMAD SYALEH
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Vol. 2 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jpkm.v2i2.404

Abstract

Nelayan merupakan kelompok masyarakat yang memiliki risiko tinggi terhadap gangguan muskuloskeletal akibat aktivitas kerja fisik yang berat dan berulang dalam jangka waktu lama. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan para nelayan di Kabupaten Serdang Bedagai mengenai pentingnya perawatan diri melalui teknik self-massage. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk sosialisasi dan pelatihan langsung yang melibatkan praktisi kesehatan olahraga serta demonstrasi teknik-teknik self-massage sederhana yang dapat dilakukan secara mandiri. Metode pelaksanaan mencakup ceramah edukatif, simulasi, dan sesi tanya jawab interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai manfaat self-massage dalam meredakan ketegangan otot, meningkatkan sirkulasi darah, serta mencegah cedera kerja. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan kesadaran akan pentingnya pemeliharaan kesehatan tubuh bagi nelayan dan dapat direplikasi di wilayah pesisir lainnya.

Page 2 of 3 | Total Record : 30