cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalcendekia123@gmail.com
Phone
+6281917456446
Journal Mail Official
jpkmcendekia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Simpang 4 By Pass BIL Tandek, Labulia, Kec. Jonggat, Kab. Lombok Tengah, Prov. NTB
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM)
ISSN : 29876591     EISSN : 29876605     DOI : https://doi.org/10.61116/jpkm.v1i2.229
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pengabdian masyarakat
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 30 Documents
Pencegahan Penularan HIV/AIDS pada Komunitas Kunci di Surabaya Abdul Kohar Mudazkir; Yenny Puspitasari
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Vol. 3 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jpkm.v3i1.486

Abstract

Indonesia berada pada peringkat ketiga di antara negara Asia Pasifik yang memiliki pertumbuhan dan penyebaran HIV dengan jumlah kasus sebanyak 46.000 kasus. Provinsi Jawa Timur ditetapkan sebagai wilayah dengan prevalensi HIV yang terkonsentrasi bersama lima provinsi lainnya, yaitu DKI Jakarta, Papua, Bali, Riau dan Jawa Barat. Pengetahuan menjadi salah satu faktor predisposisi dalam deteksi dini penyakit HIV, serta perilaku beresiko yang dapat menyebabkan penularan HIV/AIDS. Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada komunitas kunci sebagai upaya meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan dan penularan HIV/AIDS. Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan dengan mengukur peningkatan pengetahuan responden melalui pretest dan postes setelah dilakukan intervensi. Intervensi berupa pemberian edukasi terkait pengetahuan pencegahan penularan HIV/AIDS. Intervensi yang akan dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan tentang perilaku seks yang aman serta pencegahan penularan HIV/AIDS akan dilakukan dengan melakukan edukasi pencegahan penularan HIV/AIDS di komunitas kunci di yayasan Mahameru terhadap 40 orang responden. Perilaku seksual berisiko seperti berhubungan seksual dengan pasangan tidak tetap, tidak menggunakan kondom saat berhubungan seksual, melakukan hubungan seksual di bawah pengaruh alkohol dan narkoba masih dilakukan oleh komunitas kunci. Tingkat pengetahuan terkait perilaku seksual berisiko, cara penularan HIV/AIDS dan cara pencegahan HIV/AIDS sebelum dilakukan edukasi masih rendah. Mayoritas responden belum memahami bahwa HIV dapat ditularkan secara paternal dari Ibu ke anak. Tingkat pengetahuan tentang kondom dan kegunaannya meningkat signifikan setelah kegiatan edukasi. Tingkat pengetahuan tentang penularan dan pengendalian HIV/AIDS meningkat signifikan setelah kegiatan edukasi.
Sosialisasi Aktivitas Fisik pada Lansia di Lombok Tengah Lalu Sapta Wijaya Kusuma; Jamaludin, Jamaludin; Subakti, Subakti; Nazalus Syobri
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Vol. 3 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jpkm.v3i1.488

Abstract

Kesehatan lansia merupakan isu penting dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama di wilayah pedesaan seperti Lombok Tengah. Kurangnya aktivitas fisik menjadi salah satu faktor risiko utama penurunan kesehatan pada lansia, termasuk penurunan fungsi kognitif, kekuatan otot, serta peningkatan risiko penyakit degeneratif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lansia mengenai pentingnya aktivitas fisik dalam menjaga kesehatan dan kemandirian. Metode yang digunakan adalah sosialisasi secara langsung melalui penyuluhan, diskusi interaktif, dan demonstrasi senam lansia yang mudah diikuti. Kegiatan ini dilaksanakan di beberapa posyandu lansia di Lombok Tengah dengan melibatkan tenaga kesehatan dan kader posyandu setempat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman lansia mengenai manfaat aktivitas fisik serta antusiasme dalam mengikuti latihan fisik yang dianjurkan. Diharapkan kegiatan ini dapat mendorong keberlanjutan praktik aktivitas fisik secara mandiri maupun dalam kelompok, serta menjadi model penguatan program promotif dan preventif bagi lansia di daerah lain.
Pemahaman Fenomena Migrasi: Sosialisasi dan Pembekalan di SMAN 4 Pekanbaru Ahmad Jamaan; Aulya Yulianti; Kanaya Adia Zahrani; Lucia Natasya Agatha; Ghatisya Revita; Thessa Natalia Laila; Ryndi Aida Permata; Mutiara Ananda Rizqi; Martcha Olivia Hutagalung; Magdalena Wati Tamba; Gratiana Br Manik; Purwasandi, Purwasandi
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Vol. 3 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jpkm.v3i1.489

Abstract

Migrasi merupakan fenomena yang sudah tidak asing lagi di dunia internasional maupun nasional. Orang yang melakukan migrasi memiliki berbagai macam alasan, mulai dari masalah ekonomi, faktor pernikahan, bahkan karena keterpaksaan yang disebabkan oleh keadaan di tempat asalnya yang tidak memungkinkan. Pengetahuan dasar mengenai migrasi menjadi dasar pelaksanaan pengabdian masyarakat di SMAN 4 Pekanbaru untuk membahas pengetahuan siswa mengenai fenomena migrasi secara menyeluruh. Pemahaman mengenai fenomena migrasi diperoleh melalui penelusuran dokumen, baik data primer maupun data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 14 dari 39 siswa belum pernah mendengar fenomena migrasi. Setelah kegiatan sosialisasi, 54% mahasiswa menyatakan ingin bermigrasi, sedangkan 46% menyatakan tidak ingin bermigrasi dengan beberapa alasan, seperti ekonomi, biaya yang tinggi, dan lingkungan tempat tinggal yang baik. Perbedaan pendapat di antara para siswa ini dikaji lebih lanjut melalui kegiatan sosialisasi seperti pemberian materi, menonton film pendek, dan berdiskusi tentang kegiatan migrasi.
Peningkatan Pemahaman Mahasiswa mengenai Isu Migrasi melalui Focused Group Discussion Bersama International Organization for Migration Yusnarida Eka Nizmi; Arif Wicaksa; Umi Oktyari Retnaningsih; Yessi Olivia; Syahroni Alby; Rahmi Yulia; Umunnisa Hidayati; Purwasandi, Purwasandi; Tuah Kalti Takwa
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Vol. 3 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jpkm.v3i1.491

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Riau mengenai isu migrasi melalui Focused Group Discussion bersama International Organization for Migration (IOM). FGD melibatkan dosen, mahasiswa dari komunitas HI Mengajar, dan perwakilan IOM untuk menggali perspektif teoritis, respons kritis, dan solusi praktis terkait penanganan pengungsi di Pekanbaru. Metode FGD dipilih untuk memfasilitasi diskusi tentang kompleksitas isu migrasi, mulai dari dilema politik hukum Indonesia sebagai negara non-pihak Konvensi Pengungsi 1951 hingga dampak sosial-ekonomi di tingkat lokal. Hasil FGD menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami peningkatan kesadaran akan relevansi isu global dalam konteks lokal, serta menghasilkan aksi konkret berupa program sit-in perkuliahan bagi pengungsi remaja. Kolaborasi ini tidak hanya memperkaya pembelajaran akademis, tetapi juga menjadi model inovatif-kolaboratif dalam mengintegrasikan Tridharma Perguruan Tinggi. Program sit-in, meskipun menghadapi tantangan seperti hambatan bahasa dan integrasi sosial, menawarkan solusi jangka pendek yang bermakna bagi pemenuhan hak pendidikan pengungsi. Kegiatan ini menjadi momentum bahwa pendekatan multi-pihak dapat lebih memasyarakatkan studi HI dengan menyentuh masalah nyata di masyarakat, sekaligus membuka peluang kolaborasi berkelanjutan antara akademisi, praktisi, dan mahasiswa.
Sosialisasi Pemanduan Bakat Olahraga pada Anak Usia Dini di Lombok Timur Lukman, Lukman; Nurdin, Nurdin; Lalu Hulfian; Sekar Pudak Wangi; Fitry Nachamory Oemar
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Vol. 3 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jpkm.v3i1.492

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemanduan bakat olahraga pada anak usia dini, khususnya di wilayah Lombok Timur. Anak-anak usia dini memiliki potensi yang sangat besar dalam pengembangan bakat olahraga, namun sering kali kurang mendapatkan perhatian atau fasilitas yang memadai untuk menumbuhkan minat dan bakat mereka. Melalui kegiatan sosialisasi yang melibatkan orang tua, pendidik, dan masyarakat setempat, program ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan tentang pentingnya deteksi dini bakat olahraga, serta memberikan keterampilan dasar dalam melakukan pendekatan yang tepat terhadap pengembangan potensi anak. Kegiatan ini melibatkan pelatihan, diskusi, dan simulasi yang difokuskan pada teknik-teknik pemanduan bakat olahraga yang sesuai dengan usia dan perkembangan anak. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pemanduan bakat olahraga dan penerapan metode yang lebih efektif dalam mendukung tumbuh kembang anak di bidang olahraga. Di samping itu, kegiatan ini juga memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan bakat olahraga di wilayah Lombok Timur.
Workshop Komunikasi Pemasaran yang Ramah Lingkungan untuk Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Yuni Tresnawati; Sri Mulyati Sari Nasution
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Vol. 3 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jpkm.v3i2.550

Abstract

Seiring meningkatnya kesadaran lingkungan, keputusan pembelian konsumen kini tidak hanya didorong oleh harga dan kualitas, tetapi juga dampak lingkungan produk. Fenomena ini menuntut perhatian khusus terhadap perilaku konsumsi generasi muda, terutama siswa SMKN 49 Jakarta Utara. Banyak dari siswa yang belum sepenuhnya memahami pentingnya memilih produk ramah lingkungan dan cenderung terpengaruh oleh tren media sosial tanpa mempertimbangkan aspek keberlanjutan. Oleh karena itu, penting untuk memberikan edukasi mengenai pemasaran berkelanjutan yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang pemasaran ramah lingkungan dan dampak konsumsi terhadap lingkungan, serta membekali siswa dengan keterampilan untuk membuat keputusan pembelian yang lebih sadar ekologis. Selain itu, siswa diharapkan dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekitar dengan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya keberlanjutan. Luaran yang diharapkan mencakup peningkatan pengetahuan siswa tentang konsep pemasaran berkelanjutan, kemampuan untuk menganalisis pesan pemasaran yang berfokus pada keberlanjutan, dan perubahan perilaku konsumsi menuju pilihan yang lebih ramah lingkungan. Program ini juga bertujuan untuk menciptakan kesadaran yang lebih luas di kalangan siswa dan masyarakat Jakarta Utara mengenai pentingnya menjaga lingkungan hidup melalui keputusan pembelian yang lebih bijak dan bertanggung jawab.
Inovasi Penanggulangan Sampah Plastik melalui Metode Ecobriks Intan primayanti; Baiq Satrianingsih; Tiassari Janjang Suminar; Indri Susilawati
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Vol. 3 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jpkm.v3i2.629

Abstract

Penggunaan plastik telah hampir ke seluruh bidang indonesia. Berbagai produk dan peralatan di hasilkan dari bahan ini karena di nilai lebih ekonomis,tidak mudah pecah,fleksibel,dan ringan.salah satu produk yang sering di gunakan masyarakat yaitu kantong plastik,terutama di Desa Bangket Parak ini penggunaan sampah plastik sangat banyak,dengan bertambahnya sampah yang di hasilkan oleh masyarakat dapat menyebabkan lingkungan kotor terutama di Desa Bangket Parak. Oleh karena itu, tim KKN-T kelompok 39 telah menemukan cara untuk mengurangi dampak dari penggunaan sampah plastik yaitu melakukan progran 3R (reduce,re-use,dan recicle).prongram ini memerlukan sedikit  kreatifitas terutama dalam hal recycle (daur ulang).Tim KKN-T kelompok 39 mengsosialisasikan kepada  masyarakat untuk mengenalkan pembuatan bak sampah dari bahan ecobriks.dengan pemamfaatan sampah plastik terutama botol plastik dapat membatu masyarakat untuk mengurangi sampah plastik dan dapat menambah wawasan masyarakat berkreatifitas lebih tinggi bahwa dari bahan sampah terutama botol plastil dapat membuat kerajinan bermutu tinggi salah satunya pembuatan bak sampah dari bahan ecobriks yang ramah lingkungan. Mahasiswa KKN-T kelompok 39 berharap agar masyarakat Desa Bangket Parak dapat mengetahui bahwa sampah plastik dapat bermamfaat dan bernilai mutuh tinggi dengan membuat kerajinan seperti pembuatan bak sampah dari bahan ekobriks yang dapat membantu masyarakat untuk mengatasi sampah yang berserahkan terutama botol plastik.
Pemanfaatan Ruang Terbuka untuk Anak dalam Pelestarian Olahraga Tradisional Lalu Hulfian; Mujriah, Mujriah; Jamaludin, Jamaludin; Niqsanding Sanrijaya
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Vol. 3 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jpkm.v3i2.630

Abstract

Seiring dengan kemajuan zaman, semua kegiatan kini telah tergantikan dengan adanya teknologi digital, tak terkecuali dengan kegiatan permainan. Banyak anak-anak di desa tersebut yang asing dengan permainan tradisional di Indonesia khususnya di Desa Bangket Parak, karena mereka lebih tertarik dengan game online yang sudah tersedia di gadget. Fenomena tersebut berdampak pada keberadaan permainan tradisional yang semakin terlupakan oleh generasi muda. Oleh karena itu, tim KKN-T kelompok 39 memulihkan kembali kebudayaan dan meningkatkan kreativitas anak-anak di desa tersebut. Tim KKN-T kelompok 39 mengajak mereka untuk belajar dan bermain permainan tradisional. Program ini berlangsung pukul 03.00-04.00. Adapun permainan yang bisa dipilih yaitu cepra kali dan lompat karet. Namun sebelum pelaksanaan permainan tradisional, tim KKN-T kelompok 39 mengarahkan anak-anak untuk mengikuti kegiatan olahraga tradisional bersama. Sebanyak 10 peserta hadir dalam kegiatan ini berumur 7–15 tahun. Permainan ini terdiri dari anak anak yang dilakukan secara bergantian dengan waktu yang belum tentu di setiap pemainan yang melakukan kesalahan akan di ganti dengan pemain yang lain. Mahasiswa KKN-T kelompok 39 berharap agar anak-anak Desa Desa Bangket Parak dapat mengenal permainan tradisional yang tidak kalah menarik dari game online. Dengan begitu, permainan tradisional dapat dimainkan lagi oleh mereka.
Peran Perempuan dalam Ketahanan Pangan: Sosialisasi dan Identifikasi di Desa Banjar Seminai Kabupaten Siak Yusnarida Eka Nizmi; Umi Oktyari Retnaningsih; Yessi Olivia; Arif Wicaksa; Tuah Kalti Takwa; Umunnisa Hidayati; Purwasandi, Purwasandi; Syahroni Alby; Rahmi Yulia
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Vol. 3 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jpkm.v3i2.631

Abstract

Perubahan iklim termasuk persoalan yang mengancam ketahanan pangan masyarakat pedesaan yang bergantung pada sektor pertanian, seperti di Desa Banjar Seminai, Kabupaten Siak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pada sosialisasi ketahanan pangan bagi perempuan khususnya ibu rumah tangga, yang memegang peran kunci dalam pengelolaan pangan domestik. Metode partisipatif melalui Focus Group Discussion (FGD) digunakan untuk mengelaborasi pemahaman, kerentanan, dan kebutuhan penguatan kapasitas masyarakat, dengan kerangka konseptual Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 2. Hasil FGD mengungkapkan bahwa meskipun praktik ketahanan pangan telah dilakukan secara turun-temurun, pemahaman konseptual masyarakat masih terbatas pada aspek ketersediaan dan keterjangkauan pangan, belum mencakup pemanfaatan pangan yang bergizi dan beragam. Masyarakat juga cenderung memandang ketahanan pangan sebagai daya beli, sehingga rentan terhadap guncangan eksternal seperti fluktuasi harga dan dampak iklim. Di sisi lain, potensi komoditas lokal salak pondoh dan modal sosial yang kuat menjadi aset berharga. Pendekatan kedaulatan pangan dengan mengoptimalkan sumber daya lokal dinilai paling tepat. Intervensi difokuskan pada identifikasi proses diversifikasi olahan salak untuk meningkatkan nilai ekonomi dan ketahanan pangan. Kegiatan ini berhasil menjembatani pengetahuan akademis dengan kearifan lokal, memperkuat peran perempuan, dan menawarkan model ketahanan pangan yang adaptif dan berkelanjutan bagi masyarakat di tengah tantangan perubahan iklim. Keberlanjutan program bergantung pada penguatan kelembagaan lokal dan dukungan akses ekonomi.
Sosialisasi Pencegahan Seks Bebas pada Remaja sebagai Persiapan Generasi Muda menuju Indonesia Emas 2045 Subakti, Subakti; Sukarman, Sukarman; Johan Wahyudi; Nur Tajuddin
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Vol. 3 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jpkm.v3i2.632

Abstract

Desa Bangket Parak, sebuah desa pemekaran di Lombok Tengah yang berdiri sejak tahun 2010 dan secara filosofis berarti "areal produktif" (sawah dan tambak), menjadi lokasi KKN Tematik dengan fokus utama pada isu sosial mendesak: pencegahan pergaulan bebas di kalangan Remaja Dusun Sakung. Permasalahan ini didiagnosis berakar dari berbagai faktor, termasuk ketidakharmonisan keluarga, kegagalan penyerapan norma, dan kurangnya pengawasan orang tua, yang mendorong remaja pada perilaku menyimpang seperti penyalahgunaan zat. Merespons tantangan tersebut, program KKN mengusulkan solusi melalui pengalihan energi remaja ke aktivitas positif dan terstruktur seperti olahraga, kerja bakti, dan diskusi kelompok, dengan tujuan menciptakan lingkungan yang mendukung, membimbing remaja menuju perilaku bertanggung jawab, dan mempersiapkan remaja sebagai Generasi Indonesia Emas.

Page 3 of 3 | Total Record : 30