cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalcendekia123@gmail.com
Phone
+6281917456446
Journal Mail Official
jp3tcendekia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Simpang 4 By Pass BIL Tandek, Labulia, Kec. Jonggat, Kab. Lombok Tengah, Prov. NTB
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian, Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi (JP3T)
ISSN : 29874440     EISSN : 29874459     DOI : https://doi.org/10.61116/jp3t.v1i3.248
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 120 Documents
Pengaruh Latihan Interval terhadap Daya Tahan pada Atlet Karate Sri Warda Yulistiana; Baiq Satrianingsih; Lukman, Lukman
Jurnal Penelitian, Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi (JP3T) Vol. 3 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jp3t.v3i1.998

Abstract

Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan terhadap Karate Dojo Rinjani di SMAN 4 Praya didapatkan permasalahan yakni, atlet dojo karate secara teknik dasar sudah menguasai, tetapi tidak pada kondisi fisik, terlihat dari tenaga yang dikeluarkan masih belum optimal dan mudah lelahnya atlet dojo karate selama latihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh latihan interval terhadap daya tahan atlet Karate Dojo Rinjani di SMAN 4 Praya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen. Desain yang digunakan adalah One group Pre-test-post test design. Sampel penelitian ini dilakukan pada atlet Karate Dojo Rinjani di SMAN 4 Praya yang berjumlah 16 atlet. Instrumen yang digunakan adalah Multistage Fitness Test (MFT) untuk mengukur daya tahan atlet melalui estimasi VO2Max. Teknik analisis data menggunakan uji t berpasangan (paired sample t-test). Berdasarkan hasil penelitian, analisis uji t diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh latihan interval terhadap daya tahan altet Karate Dojo Rinjani di SMAN 4 Praya, dengan besarnya pengaruh yang diberikan sebesar 85,17%. Hal ini membuktikan bahwa latihan interval memberikan pengaruh yang besar terhadap daya tahan atlet Karate Dojo Rinjani di SMAN 4 Praya. Oleh karena itu, latihan ini dapat direkomendasikan untuk ditambahkan sebagai porsi khusus menu latihan bagi atlet karate yang memiliki masalah kapasitas aerobik yang kurang baik.
Pengaruh Latihan Straight Leg Raise terhadap Daya Tahan Otot Tungkai pada Atlet Kabaddi Sulthan Assyauqi; Baiq Satrianingsih; Kurnia Taufik
Jurnal Penelitian, Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi (JP3T) Vol. 3 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jp3t.v3i2.999

Abstract

Berdasarkan pengamatan di lapangan, daya tahan otot tungkai atlet kabaddi Lombok Barat masih belum optimal. Salah satu bentuk latihan yang dinilai efektif untuk meningkatkan daya tahan otot tungkai adalah latihan straight leg raise. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan straight leg raise terhadap peningkatan daya tahan otot tungkai pada atlet kabaddi Lombok Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) menggunakan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 16 atlet kabaddi Lombok Barat yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur daya tahan otot tungkai adalah tes wall sit. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired Sample t-test dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan rata-rata nilai daya tahan otot tungkai setelah diberikan latihan straight leg raise. Hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan straight leg raise terhadap daya tahan otot tungkai atlet kabaddi Lombok Barat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa latihan straight leg raise berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan daya tahan otot tungkai atlet kabaddi Lombok Barat Tahun 2025.
Strategi Promosi Kesehatan dalam Penanggulangan Stunting: Peran Aktivitas Fisik dalam Intervensi Multisektor Muh. Ilham Aksir; Hasmyati Hasmyati
Jurnal Penelitian, Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi (JP3T) Vol. 4 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jp3t.v4i2.1010

Abstract

Stunting merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang masih menjadi tantangan utama di Indonesia dan negara berkembang lainnya. Kondisi ini disebabkan oleh kekurangan gizi kronis yang terjadi dalam jangka panjang serta dipengaruhi oleh berbagai faktor multidimensional, seperti sanitasi, sosial ekonomi, pendidikan, dan pola asuh keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi promosi kesehatan dalam penanggulangan stunting serta mengidentifikasi peran aktivitas fisik dalam intervensi multisektor. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis 20 artikel ilmiah yang relevan dengan topik penelitian. Hasil peneli menunjukkan bahwa penanggulangan stunting memerlukan pendekatan komprehensif yang melibatkan berbagai sektor, seperti kesehatan, pendidikan, dan sanitasi. Strategi promosi kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan perubahan perilaku masyarakat, terutama melalui pendekatan pemberdayaan komunitas. Selain itu, keterlibatan keluarga memiliki peran penting dalam keberhasilan intervensi stunting. Aktivitas fisik juga mulai diidentifikasi sebagai faktor pendukung dalam meningkatkan pertumbuhan dan kesehatan anak, meskipun belum banyak diintegrasikan dalam program intervensi. Dengan demikian, integrasi promosi kesehatan, intervensi multisektor, dan aktivitas fisik menjadi strategi yang potensial dalam meningkatkan efektivitas penanggulangan stunting.
Pemanfaatan Teknologi Wearable dalam Promosi Kesehatan untuk Meningkatkan Aktivitas Fisik Ainul Hidayah; Andi Atssam Mappanyukki
Jurnal Penelitian, Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi (JP3T) Vol. 4 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jp3t.v4i2.1012

Abstract

Inaktivitas fisik merupakan salah satu faktor risiko utama berbagai penyakit kronis yang terus meningkat secara global. Meskipun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya aktivitas fisik cukup tinggi, implementasi perilaku aktif masih tergolong rendah. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam promosi kesehatan yang mampu menjembatani kesenjangan antara pengetahuan dan tindakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan teknologi wearable dalam meningkatkan aktivitas fisik melalui pendekatan tinjauan literatur. Data diperoleh dari berbagai basis data ilmiah internasional dengan fokus pada publikasi tahun 2020–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi wearable, seperti fitness tracker dan smartwatch, efektif dalam meningkatkan aktivitas fisik melalui mekanisme self-monitoring, feedback real-time, serta personalisasi intervensi berbasis data. Integrasi dengan aplikasi mobile health (mHealth) dan telemedicine juga terbukti meningkatkan keterlibatan dan kepatuhan pengguna. Namun demikian, implementasi teknologi ini masih menghadapi tantangan, seperti keterbatasan akses, literasi digital, dan keberlanjutan penggunaan jangka panjang. Kesimpulannya, teknologi wearable memiliki potensi besar sebagai alat inovatif dalam promosi kesehatan, tetapi memerlukan dukungan strategi yang komprehensif agar dapat memberikan dampak yang optimal dan merata.
Optimalisasi Promosi Kesehatan dan Aktivitas Fisik sebagai Strategi Preventif Determinan Stunting Alimin Hamzah; Asri Awal
Jurnal Penelitian, Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi (JP3T) Vol. 4 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jp3t.v4i2.1013

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan utama dalam pembangunan kesehatan, khususnya di negara berkembang termasuk Indonesia. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berpengaruh terhadap perkembangan kognitif, kesehatan jangka panjang, dan produktivitas di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji determinan stunting serta menganalisis peran pendekatan promosi kesehatan dan aktivitas fisik dalam upaya pencegahan dan penanganannya. Metode yang digunakan adalah systematic literature review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA. Pencarian literatur dilakukan melalui database PubMed, Scopus, Web of Science, dan Google Scholar dengan rentang tahun publikasi 2020–2025. Sebanyak 20 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara deskriptif-tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa determinan stunting meliputi faktor langsung seperti asupan gizi dan infeksi, faktor tidak langsung seperti pola asuh, sanitasi, dan akses layanan kesehatan, serta faktor dasar seperti kondisi sosial ekonomi dan pendidikan ibu. Promosi kesehatan terbukti berperan dalam meningkatkan pengetahuan dan perubahan perilaku keluarga terkait gizi dan pengasuhan anak, sementara aktivitas fisik mendukung perkembangan motorik dan kesehatan anak secara keseluruhan. Integrasi antara intervensi gizi, promosi kesehatan, aktivitas fisik, dan perbaikan lingkungan menjadi strategi yang lebih efektif dalam menurunkan prevalensi stunting. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan multisektoral dan berbasis komunitas yang berkelanjutan untuk mengoptimalkan upaya pencegahan stunting.
Pendekatan Biomekanika dalam Pencegahan Cedera pada Sistem Kesehatan: Tinjauan Sistematis tentang Integrasi Klinis dan Manajerial Andi Atssam Mappanyukki; Ainul Hidayah
Jurnal Penelitian, Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi (JP3T) Vol. 4 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jp3t.v4i2.1014

Abstract

Pendekatan biomekanika merupakan salah satu strategi penting dalam pencegahan cedera pada sistem kesehatan, khususnya gangguan muskuloskeletal (Musculoskeletal Disorders/MSDs) yang sering dialami tenaga kesehatan akibat aktivitas kerja yang berat dan tidak ergonomis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi pendekatan biomekanika dalam aspek klinis dan manajerial guna mendukung pencegahan cedera di lingkungan pelayanan kesehatan. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA melalui penelusuran artikel pada database Google Scholar, Scopus, PubMed, ScienceDirect, dan Garuda. Artikel yang digunakan merupakan publikasi tahun 2020–2025 dengan total 20 artikel utama yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama penyebab cedera muskuloskeletal meliputi postur kerja yang tidak ergonomis, aktivitas repetitif, transfer pasien manual, beban kerja fisik yang tinggi, dan durasi kerja yang panjang. Pendekatan biomekanika melalui analisis gerak, penggunaan alat bantu ergonomis, evaluasi postur kerja menggunakan metode REBA, ROSA, OWAS, dan Nordic Body Map, serta penerapan teknologi kesehatan modern terbukti mampu menurunkan risiko cedera dan meningkatkan keselamatan kerja tenaga kesehatan. Selain itu, dukungan manajerial seperti kebijakan ergonomi, pelatihan tenaga kerja, dan penyediaan fasilitas kerja ergonomis juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan pencegahan cedera. Dengan demikian, integrasi biomekanika dalam aspek klinis dan manajerial dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, keselamatan kerja, dan produktivitas tenaga kesehatan secara berkelanjutan.
Dampak Perilaku Sedentari terhadap Kesehatan Masyarakat dan Implikasi bagi Promosi Kesehatan Nur Indah Atifah Anwar; Hasyim Hasyim
Jurnal Penelitian, Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi (JP3T) Vol. 4 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jp3t.v4i2.1039

Abstract

Perilaku sedentari merupakan salah satu faktor risiko utama yang berkontribusi terhadap meningkatnya penyakit tidak menular di masyarakat modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perilaku sedentari terhadap kesehatan masyarakat serta implikasinya bagi promosi kesehatan. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti pedoman PRISMA. Pencarian literatur dilakukan pada database internasional dan nasional dengan rentang tahun 2020–2025, sehingga diperoleh 20 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil analisis menunjukkan bahwa perilaku sedentari berhubungan signifikan dengan berbagai masalah kesehatan, seperti obesitas, penyakit kardiovaskular, diabetes melitus, serta gangguan kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan. Selain itu, perilaku sedentari juga dipengaruhi oleh faktor individu, sosial, dan lingkungan, termasuk penggunaan teknologi digital, pola hidup modern, serta kurangnya aktivitas fisik. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa promosi kesehatan perlu dilakukan secara komprehensif melalui pendekatan edukatif, lingkungan, dan kebijakan untuk mengurangi perilaku sedentari. Intervensi seperti peningkatan aktivitas fisik, pembatasan waktu layar, serta penyediaan fasilitas pendukung aktivitas fisik menjadi strategi penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Dengan demikian, pengendalian perilaku sedentari menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan penyakit tidak menular dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Integrasi Kesehatan Mental dalam Pendidikan Jasmani: Tinjauan Sistematis tentang Peran Aktivitas Fisik terhadap Well-Being Siswa Asri Awal; Alimin Hamzah
Jurnal Penelitian, Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi (JP3T) Vol. 4 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jp3t.v4i2.1040

Abstract

Integrasi kesehatan mental dalam pendidikan jasmani menjadi salah satu pendekatan penting dalam mendukung kesejahteraan psikologis siswa di lingkungan sekolah. Meningkatnya masalah kesehatan mental pada remaja, seperti stres, kecemasan, depresi, dan rendahnya kesejahteraan emosional, menjadikan aktivitas fisik sebagai strategi promotif dan preventif yang relevan dalam sistem pendidikan modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran aktivitas fisik dalam pendidikan jasmani terhadap well-being siswa melalui pendekatan tinjauan literatur (literature review). Literatur diperoleh dari berbagai basis data akademik seperti Google Scholar, ScienceDirect, PubMed, dan jurnal internasional yang relevan dengan topik penelitian. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa aktivitas fisik dan pendidikan jasmani memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental siswa, seperti meningkatkan kesejahteraan psikologis, resiliensi, kemampuan sosial, kualitas tidur, serta mengurangi gejala stres, kecemasan, dan depresi. Program aktivitas fisik berbasis sekolah, pendekatan social-emotional learning, peer support, serta penggunaan teknologi digital dalam aktivitas fisik terbukti mampu meningkatkan keterlibatan siswa dan mendukung kesehatan mental mereka. Selain itu, dukungan lingkungan keluarga, sekolah, dan komunitas juga mempengaruhi efektivitas integrasi kesehatan mental dalam pendidikan jasmani. Namun demikian, implementasi program masih menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan fasilitas, rendahnya literasi kesehatan mental, stigma terhadap gangguan psikologis, dan minimnya pelatihan guru terkait kesehatan mental siswa. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan pendidikan, inovasi pembelajaran, dan kolaborasi lintas sektor agar pendidikan jasmani dapat berfungsi secara optimal sebagai sarana promosi kesehatan mental dan peningkatan well-being siswa secara berkelanjutan.
Manajemen Perubahan Transformasional di Rumah Sakit: Tinjauan Sistematis tentang Faktor Keberhasilan dan Resistensi Organisasi Hasyim Hasyim; Nur Indah Atifah Anwar
Jurnal Penelitian, Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi (JP3T) Vol. 4 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jp3t.v4i2.1041

Abstract

Manajemen perubahan transformasional menjadi aspek penting dalam mendukung keberhasilan transformasi organisasi di rumah sakit, terutama di tengah perkembangan teknologi digital, perubahan sistem pelayanan kesehatan, dan meningkatnya tuntutan kualitas layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor keberhasilan serta resistensi organisasi dalam implementasi manajemen perubahan transformasional di rumah sakit melalui pendekatan tinjauan literatur (literature review). Literatur diperoleh dari berbagai basis data akademik seperti Google Scholar, ScienceDirect, PubMed, dan jurnal internasional yang relevan dengan topik penelitian. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa keberhasilan perubahan transformasional dipengaruhi oleh kepemimpinan transformasional, komunikasi organisasi yang efektif, kesiapan sumber daya manusia, budaya organisasi yang adaptif, serta dukungan teknologi dan infrastruktur digital. Di sisi lain, resistensi organisasi masih menjadi tantangan utama yang muncul dalam bentuk penolakan terhadap perubahan, hambatan budaya kerja, kurangnya keterlibatan pegawai, dan keterbatasan kompetensi sumber daya manusia. Selain itu, transformasi digital dalam layanan kesehatan memerlukan strategi perubahan yang sistematis dan kolaboratif agar implementasi perubahan dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, rumah sakit perlu membangun pendekatan manajemen perubahan yang mampu meningkatkan keterlibatan pegawai, memperkuat budaya inovasi, serta mendukung adaptasi organisasi terhadap perkembangan teknologi dan dinamika pelayanan kesehatan modern.
Transformasi Digital dalam Olahraga: Implikasi terhadap Partisipasi, Performa, dan Kesehatan Hasmyati Hasmyati; Muh. Ilham Aksir
Jurnal Penelitian, Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi (JP3T) Vol. 4 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jp3t.v4i2.1042

Abstract

Transformasi digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi transformasi digital terhadap partisipasi, performa, dan kesehatan melalui metode Systematic Literature Review (SLR). Data dikumpulkan dari berbagai jurnal nasional dan internasional yang dipublikasikan pada tahun 2020–2025 dengan menggunakan pendekatan PRISMA dalam proses seleksi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi digital seperti wearable devices, aplikasi kebugaran, dan kecerdasan buatan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam aktivitas fisik melalui pemantauan real-time dan pendekatan yang lebih interaktif. Selain itu, teknologi digital juga berperan dalam meningkatkan performa atlet melalui analisis data yang akurat, pencegahan cedera, serta optimalisasi program latihan. Dari aspek kesehatan, digitalisasi mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup aktif dan meningkatkan kualitas hidup. Namun demikian, terdapat tantangan seperti risiko perilaku sedentari akibat penggunaan teknologi yang berlebihan serta kesenjangan akses digital. Oleh karena itu, diperlukan pemanfaatan teknologi secara bijak serta dukungan ekosistem yang terintegrasi untuk memaksimalkan manfaat transformasi digital dalam olahraga.

Page 12 of 12 | Total Record : 120