cover
Contact Name
Wulan Purnama Sari
Contact Email
wulanp@fikom.untar.ac.id
Phone
+6281584336003
Journal Mail Official
kiwari@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No.1 Gedung Utama Lantai 11 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Kiwari
ISSN : -     EISSN : 28278763     DOI : 10.24912/ki
Core Subject : Humanities, Social,
Kiwari (EISSN: 2827-8763) merupakan jurnal hasil karya tulis dari mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara. Jurnal ini menjadi forum publikasi bagi hasil karya mahasiswa. Artikel yang diterbitkan masih jauh dari sempurna dan terbuka untuk saran serta kritik yang membangun. Kiwari menerbitkan artikel hasil penelitian dalam bidang ilmu komunikasi, yang meliputi komunikasi politik, komunikasi antar budaya, komunikasi bisnis, komunikasi digital, komunikasi antar pribadi, komunikasi organisasi, dll.
Articles 421 Documents
Kegiatan Konferensi Pers dalam Meningkatkan Citra Kejaksaan Agung Republik Indonesia Dea Agatha; Yugih Setyanto
Kiwari Vol. 2 No. 2 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i2.24003

Abstract

Press conferences are one of the government's public relations activities which are always held when there is important news information regarding the institution. Humas hopes journalists will show a neutral attitude and provide news that can form a positive image of the Indonesian Attorney General's office. This study discusses the influence of press conferences on the image of the Attorney General of the Republic of Indonesia. This study uses the theory of two-way asymmetrical and two-way symmetrical communication. Quantitative approach using survey method. Research data collected from questionnaires. Census sampling technique. Methods of data analysis using simple linear regression. The results of the influence of the press conference on the image of the Attorney General's Office of the Republic of Indonesia are in the strong category, which means that the more enhanced the press conference, the image of the Attorney General's Office of the Republic of Indonesia will increase, this is because the source conveying the communication message is a credible person, the content of the communication message is considered important, and the delivery the message is not very fast and easy to understand. Konferensi pers merupakan salah satu kegiatan humas pemerintah yang selalu diselanggarakan ketika ada informasi berita penting terkait institusinya. Humas berharap wartawan menunjukkan sikap netral dan menginformasikan berita yang dapat membentuk citra positif institusi Kejaksaan Agung RI. Penelitian membahas tentang pengaruh konferensi pers terhadap citra Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Penelitian ini menggunakan teori two-way asymmetrical dan two-way symmetrical communication. Pendekatan kuantitatif menggunakan metode survei. Data penelitian dikumpulkan dari kuesioner. Teknik pengambilan sampel secara sensus. Metode analisis data menggunakan regresi linear sederhana. Hasil pengaruh konferensi pers terhadap citra Kejaksaan Agung Republik Indonesia termasuk kategori kuat, yang artinya semakin ditingkatkan konferensi pers maka akan semakin meningkat citra Kejaksaan Agung RI, hal ini dikarenakan narasumber yang menyampaikan pesan komunikasi merupakan orang yang kredibel, konten pesan komunikasinya dinilai penting, dan penyampaian pesannya tidak terlalu cepat dan mudah dimengerti.
Pemasaran Karya Musik Passion Vibe di Era Digital Dennie Setiawan; Nigar Pandrianto
Kiwari Vol. 2 No. 2 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i2.24005

Abstract

The Indonesian music recording industry is currently developing in a different direction. Independent musicians use social media to show their work to the public because it is considered cheap and spreads quickly. This research examines how Passion Vibe implements a marketing communication strategy in the digital era that uses internet media to market its products or works. The method used in this research is a case study. Data collection techniques were carried out by interviews, observation, documentation and library research, in which the validity of the data was studied using the source triangulation method, and in this work data analysis techniques were used which included data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study prove that the marketing strategy for Passion Vibe label music products in the digital era is to use and maximize social media or online marketing strategies such as creating content on social media and conducting direct marketing to get reactions to the songs offered to consumers. Industri rekaman musik Indonesia saat ini berkembang ke arah yang berbeda. Musisi independen menggunakan media sosial untuk menunjukkan karyanya kepada publik karena dianggap murah dan cepat penyebarannya. Penelitian ini mengkaji bagaimana Passion Vibe menerapkan strategi komunikasi pemasaran di era digital yang menggunakan media internet untuk memasarkan produk atau karya-karyanya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dokumentasi dan penelitian kepustakaan, dimana digunakan teknik keabsahan data yang dikaji dengan metode triangulasi sumber, dan dalam pekerjaan ini digunakan teknik analisis data yang didalamnya digunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa strategi pemasaran produk musik label Passion Vibe di era digital adalah dengan menggunakan dan memaksimalkan media sosial atau strategi pemasaran online seperti membuat konten di media sosial dan melakukan pemasaran langsung untuk mendapatkan reaksi terhadap lagu yang ditawarkan kepada konsumen.
Humas dalam Meningkatkan Citra Perguruan Tinggi Melalui Media Sosial Instagram Dhita Wikansari; Yugih Setyanto
Kiwari Vol. 2 No. 2 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i2.24006

Abstract

Image is the most important thing that must be built and maintained by a company. A good image is also a powerful weapon to attract consumers so that they can influence consumer perceptions of the company itself. On the other hand, an institution is also required to build a good image of its college, building an image of an institution is the main task carried out by Public Relations. The current era of globalization has made technology and information more advanced and it cannot be denied that humans, the internet and social media are things that coexist because people have the convenience of getting everything they need with the internet through social media. Understanding the opportunities that exist, Tarumanagara University (Untar) utilizes the social media they have, namely Instagram, Twitter, Facebook, TikTok and Youtube to manage in order to build a good image for the institution they have. The existence of Public Relations is the spearhead to maintain reputation, image, and public trust which will have a positive effect on the institution. Therefore, this study aims to find out how a PR from a private university can build a good image through the social media they manage. This research approach uses qualitative research with data collection methods through observation, interviews, documentation and literature study. Research shows that Untar has taken advantage of technological developments to build a positive image through their social media. The results of this study can be a reference for academic colleagues and practitioners who wish to research or work in the field of social media. Citra merupakan hal terpenting yang harus dibangun dan dipelihara oleh sebuah perusahaan. Citra yang baik juga merupakan senjata yang kuat untuk menarik konsumen agar dapat mempengaruhi presepsi konsumen terhadap perusahaan itu sendiri. Disisi lain, sebuah institusi juga dituntut untuk membangun citra yang baik pada perguruannya, membangun citra pada sebuah institusi merupakan tugas utama yang dikerjakan oleh Humas. Era globalisasi seperti saat ini membuat teknologi dan informasi semakin maju dan tidak bisa dipungkiri bahwa manusia, internet dan media sosial merupakan suatu hal yang hidup berdampingan karena masyarakat mendapat kemudahan untuk memperoleh segala sesuatu yang mereka butuhkan dengan internet melalui media sosial. Paham akan kesempatan yang ada, Universitas Tarumanagara (Untar) memanfaatkan media sosial yang mereka miliki yaitu Instagram, Twitter, Facebook, TikTok serta Youtube untuk dikelola agar dapat membangun citra baik pada institusi yang mereka miliki. Adanya Humas menjadi ujung tombak untuk menjaga reputasi, image, dan kepercayaan publik yang akan memberikan efek positif bagi institusi tersebut. Oleh karenanya, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sebuah Humas dari Universitas Swasta dapat membangun citra yang baik melalui media sosial yang mereka kelola. Pendekatan penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Penelitian menunjukkan bahwa Untar telah memanfaatkan perkembangan teknologi untuk membangun citra positif melalui media sosial yang mereka miliki. Hasil dari penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi rekan-rekan akademik maupun praktisi yang ingin meneliti atau berprofesi pada bidang media sosial.
Strategi Komunikasi Pemasaran Digital dalam Membangun Brand Awareness (Studi Kasus pada Venom Indonesia) Eric Thomsen; Yugih Setyanto
Kiwari Vol. 2 No. 2 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i2.24007

Abstract

In the current generation of globalization, it is very important for companies to adapt by seeking innovation and new thoughts to keep up with the times. Venom Indonesia is an automotive company that sells domestic audio and audio products and services. This study uses qualitative methods and uses a case observation approach. In this study, researchers used the marketing concept and virtual advertising concept. data collection techniques are observation, interviews with several informants, documentation, and literature study. From the results of these observations it can be concluded that Venom Indonesia's advertising communication capabilities help build brand image and brand awareness as well as reach potential consumers on a larger and extra accurate scale. Also, increasing revenue and reaching potential clients about the goods and services provided through the use of social media networks to market your services and products for example Instagram, Tiktok, Facebook, Youtube, and so on. Dalam generasi globalisasi saat ini, sangat penting bagi perusahaan untuk beradaptasi dengan mencari inovasi dan pemikiran baru untuk mengikuti perkembangan zaman. Venom Indonesia adalah perusahaan otomotif yang menjual produk dan layanan audio dan audio dalam negeri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan menggunakan pendekatan observasi kasus. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan konsep pemasaran dan konsep periklanan virtual. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dengan beberapa informan, dokumentasi, dan studi literatur. Dari hasil observasi ini dapat disimpulkan bahwa kemampuan komunikasi periklanan Venom Indonesia membantu membangun brand image dan brand awareness serta menjangkau konsumen potensial dalam skala yang lebih besar dan ekstra akurat serta  meningkatkan pendapatan dan menjangkau  klien potensial tentang barang dan jasa yang disediakan melalui penggunaan jaringan media sosial untuk memasarkan layanan dan produk, misalnya Instagram, Tiktok, Facebook, Youtube, dan lain sebagainya.
Persepsi Perempuan Muda terhadap Komunikasi Nonverbal Artifaktual pada Fenomena Fashion Style Cewek Mamba, Bumi, dan Kue Febriana Agatha; Septia Winduwati
Kiwari Vol. 2 No. 2 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i2.24009

Abstract

Fashion is an inseparable part of everyday life. Nowadays, fashion is not only how we dress or look but also a medium for communication which can represent human expression and self-image. This research aims to find out young women's perceptions of artifactual non-verbal communication, especially in the phenomenon of fashion style cewek mamba, cewek bumi and cewek kue. The communication theory used is artifactual non-verbal communication which includes fashion. In this study, used a descriptive qualitative research approach with a case study method. Based on the analysis conducted with the informants, it can be concluded that the informants' perceptions related to the phenomenon of fashion style cewek mamba, cewek bumi and cewek kue are different. The informants stated that the phenomenon of fashion style of cewek mamba, cewek bumi and cewek kue does not represent the original personality of the individual but is merely a fashion expression that shows the mood and the heart of the individual. Fashion merupakan bagian yang tidak dapat dilepaskan dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini fashion tidak hanya bagaimana kita berbusana atau berpenampilan saja melainkan menjadi medium untuk berkomunikasi dimana dapat menampilkan ekspresi dan citra diri manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi perempuan muda terhadap komunikasi non-verbal artifaktual khususnya pada fenomena fashion style cewek mamba, cewek bumi dan cewek kue. Teori komunikasi yang digunakan adalah komunikasi non-verbal artifaktual yang didalamnya mencakup fashion. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Berdasarkan analisis yang dilakukan dengan para informan dapat disimpulkan bahwa persepsi para informan terkait dengan fenomena fashion style cewek mamba, cewek bumi dan cewek kue berbeda-beda. Para informan menyatakan fenomena fashion style cewek mamba, cewek bumi dan cewek kue tidak mewakili kepribadian asli individu melainkan merupakan ekspresi fashion semata yang menunjukkan mood dan suasana hati pemakai.
Memaknai Kembali Arti Cantik Melalui Iklan Wardah Versi #BeautyMovesYou Fransiska Apriliana; Nigar Pandrianto
Kiwari Vol. 2 No. 2 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i2.24010

Abstract

Advertisements always present a unique culture, one that is often communicated by advertisements is cultural ideology related to beauty. Women are always considered as beautiful persons with white skin, ideal body shape, big eyes, long or tall legs, long hair, and a flat stomach. A beautiful face is very valuable because many women are willing to do everything to get their bodies to be beautiful. This applies to the fact that women who are beautiful and have an ideal body will be valued more. One of the beauty advertisements that has been aired on YouTube is the Wardah advertisement. Wardah is a cosmetic product originating from Indonesia. This study uses a qualitative approach to reveal the meaning of beauty in Wardah advertisements using Roland Barthes' semiotic analysis research method. The subject of this research is Wardah advertisements, and the object is the meaning of beauty in Wardah advertisements. In Wardah advertisements, there are several scenes that show a tendency towards the meaning of a woman's beauty. Iklan selalu menghadirkan budaya yang unik salah satu yang sering dikomunikasikan iklan adalah ideologi budaya yang berkaitan dengan kecantikan. Perempuan selalu dianggap sebagai pribadi yang cantik dengan kulit yang putih, bentuk tubuh ideal, mata yang besar, kaki jenjang atau tinggi , rambut yang panjang, serta perut yang rata. Paras yang cantik sangat berharga oleh karena itu banyak perempuan yang bersedia melakukan segalanya untuk mendapatkan tubuhnya menjadi cantik. Hal ini berlaku fakta bahwa perempuan cantik dan mempunyai badan yang ideal akan lebih dihargai. Salah satu iklan kecantikan yang telah ditayangkan di Youtube yaitu iklan Wardah. Wardah merupakan salah satu produk kosmetik yang berasal dari Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengungkapkan pemaknaan kecantikan pada iklan Wardah dengan menggunakan metode penelitian analisis semiotika Roland Barthes. Subjek penelitian ini adalah iklan Wardah dan objek adalah pemaknaan kecantikan pada iklan Wardah. Dalam iklan Wardah terdapat beberapa scene yang menunjukkan kecenderungan makna kecantikan seorang perempuan.
Perubahan Komunikasi Interpersonal dalam Interaksi Sosial Antarmahasiswa Karena Pandemi Covid-19 Khairunnisa Nabila Cahyani; Lusia Savitri Setyo Utami
Kiwari Vol. 2 No. 2 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i2.24013

Abstract

Interpersonal communication for colleger is very important for college to get the information needed, share experiences, and even to establish relationships between colleger. Interpersonal communication between colleger which is usually done face-to-face changed to Online when the Covid-19 Pandemic appeared in Indonesia. The change from face-to-face to Online has a significant impact on colleger, namely reduced opportunities for face-to-face interpersonal communication. The consequences of these changes can be felt by college in terms of interpersonal communication between colleger. The purpose of this study is to describe changes in interpersonal communication in social interactions between colleger due to the Covid-19 pandemic. This study uses several concepts as a theoretical basis, namely interpersonal communication, social interaction, communication barriers, social change. This research approach is qualitative with the case study method. The author obtains the data and information needed by conducting in-depth interviews, observation, documentation and literature study. The results of the research that has been carried out by writing found changes including the limited topics that can be discussed, a feeling of awkwardness when conducting face-to-face interpersonal communication between colleger, reduced desire to carry out interpersonal communication between colleger. And the relationship between colleger becomes distance when they return to face-to-face meetings. Komunikasi Interpersonal merupakan hal yang sangat penting, untuk mahasiswa mendapatkan informasi yang dibutuhkan, berbagi pengalaman, bahkan untuk menjalin hubungan antarmahasiswa. Komunikasi interpersonal antarmahasiswa yang biasanya dilakukan secara tatap muka berubah menjadi Online ketika Pandemi Covid-19 muncul di Indonesia. Perubahan dari tatap muka menjadi Online memberikan dampak yang berarti bagi mahasiswa yaitu berkurangnya kesempatan untuk melakukan komunikasi interpersonal secara tatap muka. Akibat dari perubahan tersebut dapat dirasakan oleh mahasiswa dalam hal komunikasi interpersonal antarmahasiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah Mendeskripsikan mengenai perubahan komunikasi interpersonal dalam interaksi sosial antarmahasiswa akibat adanya pandemi Covid-19. Dalam penelitian ini menggunakan beberapa konsep sebagai landasan teoritis yaitu komunikasi interpersonal, interaksi sosial, hambatan komunikasi, perubahan sosial. Pendektan penelitian ini adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Penulis memperoleh data dan informasi yang dibutuhkan dengan melakukan wawancara mendalam, observasi, dokumentasi dan studi pustaka. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan oleh penulisan ditemukan adanya perubahan diantaranya terbatasnya topik yang bisa dibicarakan, rasa canggung ketika melakukan komunikasi interpersonal antarmahasiswa secara tatap muka, berkurangnya keinginan untuk melakukan komunikasi interpersonal antar mahasiswa. Dan hubungan antarmahasiswa yang menjadi renggang ketika sudah kembali melakukan tatap muka.
Strategi Menjaga Rating Program Junior MasterChef Indonesia Season 3 oleh Tim Kreatif Rico Saputra; Moehammad Gafar Yoedtadi
Kiwari Vol. 2 No. 2 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i2.24014

Abstract

MasterChef Indonesia is a talent search television program in RCTI focusing in cook. As a form of development of the MasterChef Indonesia program, Junior MasterChef Indonesia has been launched by RCTI. The purpose of this research is to know and understand and analyze the parts related to the role of the creative team in the production of the Junior MasterChef Indonesia Season 3 program in RCTI. With respect to the tasks and roles of the creative team during pre-production, production and post-production. Writer using production television non drama theory by Rusman Latief. Basically all television stations need a creative team in all the production processes of their programs. To develop and provide interesting dishes so that people can enjoy them at home and get a stable rating. Which in this writing is specialized in a type of talent search event. This research uses a descriptive method that is a case study. The study was conducted qualitatively. Data collection techniques were carried out by means of in-depth interviews with all sources (key informants) who are related to the object of writing and are competent in their respective fields. The results of the research conducted by the author found that the role of the creative team during the production of the Junior MasterChef Indonesia Season 3 program at RCTI (pre-production, production, post-production) included: (1) Pre-Production: Composing and developing from the very basics starting from the brainstorming stage, research, and bank challenges. (2) Production: Executes the planned concept and directs all the elements so that the program gets a stable rating (3) Post- Production: creative editing selects images according to the desired concept. MasterChef Indonesia adalah program televisi pencarian bakat memasak yang di stasiun televisi RCTI. Sebagai bentuk pengembangan dari program MasterChef Indonesia, RCTI memunculkan varian Junior MasterChef. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami serta menganalisa bagian yang terkait dengan peran Tim kreatif dalam produksi program Junior MasterChef Indonesia Season 3 di RCTI. Sehubungan dengan tugas dan peran daripada Tim kreatif pada saat pra produksi, produksi dan pasca produksi. Penulis menggunakan teori produksi tv non drama oleh Rusman Latief. Pada dasarnya semua stasiun televisi membutuhkan adanya Tim kreatif di dalam semua proses produksi program acaranya. Untuk mengembangkan dan memberikan sajian yang menarik agar dapat di nikmati masyarakat di rumah dan mendapatkan rating yang stabil. Yang dalam penulisan ini di khususkan dalam suatu jenis acara talent search. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang bersifat studi kasus. Kajian dilakukan secara kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam pada semua narasumber yang berhubung dengan objek penulisan dan berkompeten di bidangnya masing- masing. Hasil penelitian yang dilakukan penulis menemukan bahwa peran Tim kreatif pada saat produksi program Junior MasterChef Indonesia Season 3 Di RCTI (pra produksi, produksi, pasca produksi) di antaranya: (1) Pra Produksi: Menyusun dan mengembangkan dari dasar sekali dimulai dari tahap brainstorming, research, dan bank challenge. (2) Produksi: Menjalankan konsep yang sudah direncanakan dan mengarahkan semua elemen-elemen agar program mendapatkan rating yang stabil (3) Pasca Produksi: kreatif editing melakukan pemilihan gambar yang sesuai dengan konsep yang diinginkan.
Pemanfaatan Media Baru Institusi Gereja ND Rielly Graciela Millennia Suawa; Sinta Paramita
Kiwari Vol. 2 No. 2 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i2.24018

Abstract

The presence of new media makes the people easily get some information from the internet. New media technology from Metaverse and YouTube attracted the attention of ND Church to use this platform during worship activities on Sundays. The purpose of this research is to find out the benefits of new media by ND Church. The research approach used by the author in researching the Utilization of New Media by ND Church is a qualitative approach. The author uses a case study research method as a stage to find out about a case that occurred at a certain time and activity and is related to the data obtained. Qualitative data analysis is carried out by sorting and analyzing data that has been grouped so that it becomes a unit that can be managed. The results of the data are formed until a pattern is created so that it is easier to find what is important and what must be learned. The results of this study show the fact that new media technology is very useful for ND Church in reaching Christians and also helping their growth through new media technology. In addition, social media especially Instagram makes it easier for Christians to find all information about activities organized by the ND Church, and people can also expand their social networks. Hadirnya media baru mempermudah dan mempercepat manusia untuk memperoleh informasi dari internet. Teknologi media baru dari Metaverse dan juga YouTube menarik perhatian ND Church untuk menggunakan platform ini saat berjalannya kegiatan ibadah pada hari minggu. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat media baru yang dilakukan oleh ND Church. Pendekatan penelitian yang digunakan oleh penulis dalam meneliti Pemanfaatan Media Baru Oleh ND Church adalah pendekatan kualitatif. Penulis menggunakan metode penelitian studi kasus sebagai tahap untuk mencari tahu terkait sebuah kasus yang terjadi pada waktu dan kegiatan tertentu, dan dihubungkan dengan data yang diperoleh. Analisis data kualitatif dilakukan dengan memilah dan menganalisis data yang telah dikelompokkan, sehingga menjadi satuan yang dapat dikelolah. Hasil dari data tersebut dibentuk sampai tercipta sebuah pola, agar lebih mudah untuk menemukan apa yang penting dan yang harus dipelajari. Hasil penelitian ini menunjukkan fakta bahwa Teknologi media baru sangat bermanfaat bagi ND Church dalam menjangkau umat Kritsten dan juga membantu pertumbuhan mereka melalui teknologi media baru. Selain itu, media sosial Instagram memudahkan umat Kristen dalam mencari segala informasi mengenai kegiatan-kegiatan yang diselenggarahkan oleh ND Church, dan orang-orang juga bisa memperbanyak jaringan sosial.
Strategi Komunikasi Pemasaran @jasafotoprodukjkt di Instagram Tasya Fitriyani; Muhammad Adi Pribadi
Kiwari Vol. 2 No. 2 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i2.24019

Abstract

Jasa Foto Produk Jakarta is a photo services that located in South Jakarta. It provides photo services for multi-brands and offers photo and video services for indoor even outdoor area. Competition has increased since COVID-19 pandemy in Indonesia. All businesses are operating offline needs to switched the operational to online. Since of then, many of entrepreneurs have started promoting their products or services online. This relates to the theory of management advertising strategy with several elements, namely determining communication objectives, determining target audiences, determining positioning and establishing media strategies. Jasa foto produk Jakarta have several active social media such as Instagram. Instagram created several features so that its users feel closer to other users. This research method uses qualitative methods. The data collection techniques that have been used were interviews, participant observation, and documentation and also including pictures or videos that taken by Jasa Foto Produk Jakarta. And to advertise on social media, Jasa foto produk jakarta must go through several processes first so that the message conveyed is easily understood by the public. Jasa Foto Produk Jakarta adalah jasa foto yang berlokasi di Jakarta Selatan yang menyediakan jasa foto untuk multibrand dan menawarkan jasa pemotretan secara indoor dan outdoor. Jasa Foto Produk Jakarta memiliki tujuan untuk menjadi wadah foto produk perusahaan, tidak menutup kemungkinan persaingan naik, khususnya saat persaingan mengalami peningkatan sejak COVID-19 merajalela di Indonesia (yang sebelumnya seluruh usaha beroperasi secara luring beralih menjadi daring.) Sejak saat itu banyak pengusaha yang mulai mempromosikan produk atau jasa mereka melalui online. Hal ini berhubungan dengan Teori Strategi Periklanan Manajemen dengan beberapa elemen yaitu menentukan tujuan komunikasi, menentukan target audiens, menentukan posisi dan menetapkan strategi media. Jasa Foto Produk memiliki beberapa media sosial yang sangat aktif seperti media sosial Instagram. Instagram menciptakan beberapa fitur agar para pengguna nya merasa makin dekat dengan pengguna lainnya. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Pengambilan gambar atau video yang diambil oleh Jasa Foto Produk Jakarta untuk mengiklankan di media sosial harus melalui beberapa proses terlebih dahulu agar pesan yang disampaikan mudah dipahami oleh khalayak.