cover
Contact Name
Wulan Purnama Sari
Contact Email
wulanp@fikom.untar.ac.id
Phone
+6281584336003
Journal Mail Official
kiwari@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No.1 Gedung Utama Lantai 11 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Kiwari
ISSN : -     EISSN : 28278763     DOI : 10.24912/ki
Core Subject : Humanities, Social,
Kiwari (EISSN: 2827-8763) merupakan jurnal hasil karya tulis dari mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara. Jurnal ini menjadi forum publikasi bagi hasil karya mahasiswa. Artikel yang diterbitkan masih jauh dari sempurna dan terbuka untuk saran serta kritik yang membangun. Kiwari menerbitkan artikel hasil penelitian dalam bidang ilmu komunikasi, yang meliputi komunikasi politik, komunikasi antar budaya, komunikasi bisnis, komunikasi digital, komunikasi antar pribadi, komunikasi organisasi, dll.
Articles 421 Documents
Strategi Komunikasi Pemilik Kucing Selebriti dalam Membangun Personal Branding Nurkholis Majid; Suzy S. Azeharie
Kiwari Vol. 2 No. 1 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i1.23070

Abstract

In this study, we analyze the communication strategy for using social media TikTok as a forum for building a personal branding for a celebrity cat owner on the TikTok account @kingvodkagentolet. Personal branding is important for a celebrity to be able to maintain a characteristic that can always be remembered by the public. Therefore, one of the communication strategies helps to maximize the formation of the branding that he builds. The communication strategy is important to be able to communicate the messages conveyed by these celebrities so that the public recognizes them as individuals who have good personal branding. TikTok is an entertainment social media as a means of self-expression for celebrity cat owners to upload all their daily activities with their cats so that this is considered entertaining by the public. Therefore, the purpose of this study is to find out how the communication strategies used by celebrity cat owners can make their cats famous and many big brands invite collaboration through them. This study uses qualitative research methods, with social media theory, TikTok, TikTok celebrities, authentic personal branding, and the circular model of SoMe for Social communication strategy. From the results of the analysis of this study, it is felt that using the TikTok application is easier to get engagement than other applications, the use of TikTok also helps to be recognized by the public more quickly so that it can be said that the use of the TikTok application is considered more effective in getting a wide reach by the owner of a celebrity cat, namely Angelia Dinata. Dalam penelitian ini menganalisis strategi komunikasi penggunaan media sosial TikTok sebagai wadah untuk membangun sebuah personal branding pada seorang pemilik kucing selebriti pada akun TikTok @kingvodkagentolet. Personal branding penting bagi seorang selebriti untuk bisa mempertahankan ciri khas untuk bisa selalu diingat oleh khalayak. Oleh karena itu salah satu strategi komunikasi membantu untuk memaksimalkan pembentukan branding yang ia bangun. Strategi komunikasi merupakan hal penting untuk bisa mengkomunikasikan pesan yang disampaikan oleh selebriti tersebut sehingga khalayak mengenali sebagai individu pemilik personal branding yang baik. TikTok adalah salah satu media sosial hiburan sebagai sarana ekspresi diri sang pemilik kucing selebriti untuk mengunggah segala aktivitas keseharian bersama kucingnya sehingga hal tersebut dinilai menghibur oleh khalayak. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini ialah mengetahui bagaimana strategi komunikasi yang digunakan oleh sang pemilik kucing selebriti untuk bisa membuat kucingnya menjadi terkenal dan banyak jenama besar yang mengajak kerja sama melalui dirinya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan teori media sosial, TikTok, selebriti TikTok, authentic personal branding, dan strategi circular model of SoMe for Social communication.
Komunikasi Verbal Body Shaming di Media Sosial Twitter terhadap Kepercayaan Diri Remaja Shavira Shavira; Roswita Oktavianti
Kiwari Vol. 2 No. 1 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i1.23071

Abstract

Bullying of body shaming is increasingly prevalent on Twitter. With the existence of social media, bullying often occurs in cyberspace. Verbal communication is communication that is carried out orally or in writing. Verbal communication on Twitter uses writing. Body shaming is bullying that targets body shape, skin color, and body hair. Meanwhile, what is meant by self-confidence is a strong feeling of trust in one's own abilities. The purpose of this study was to find out if there was any influence of verbal body shaming communication on Twitter social media on adolescent self-confidence. The independent variable in this study is verbal communication and the dependent variable is self-confidence. The approach used for this research is a quantitative approach using a questionnaire method that is spread on social media Twitter. The results of this study show that there is no influence between verbal communication on Twitter social media and adolescent self-confidence. Usually, the perpetrator of body shaming only sees from 1 post that does not represent the overall state of the victim. There are also not a few Twitter users who use pseudonymous identities. What's more, Twitter is limited to 240 characters per tweet. Perundungan (bully) body shaming semakin marak di Twitter. Dengan adanya media sosial, perundungan sering terjadi di dunia maya. Komunikasi verbal merupakan komunikasi yang dilakukan secara lisan maupun tulisan. Komunikasi verbal di Twitter menggunakan tulisan. Body shaming merupakan perundungan yang menargetkan bentuk tubuh, warna kulit, dan rambut tubuh. Sedangkan yang dimaksud dengan kepercayaan diri adalah perasaan percaya yang kuat terhadap kemampuan diri sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh komunikasi verbal body shaming di media sosial Twitter terhadap kepercayaan diri remaja. Variabel independen dalam penelitian ini adalah komunikasi verbal dan variabel dependennya adalah kepercayaan diri. Pendekatan yang digunakan untuk penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode kuesioner yang disebarkan di media sosial Twitter. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh antara komunikasi verbal di media sosial Twitter dengan kepercayaan diri remaja. Biasanya, pelaku body shaming hanya melihat dari 1 unggahan yang tidak mewakili keadaan korban secara keseluruhan. Juga tidak sedikit pengguna Twitter yang menggunakan identitas samaran. Terlebih, Twitter dibatasi hanya 240 karakter setiap tweetnya.
Analisis Naratif Lovecraftian Horror dalam Cerita Manga Berserk Alfath Marzuki; Suluh Gembyeng Ciptadi
Kiwari Vol. 2 No. 2 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i2.23886

Abstract

Manga is a type of media in the form of text and images that can be studied in communication science using a text analysis approach. One type of manga that has a major influence on manga culture is berserk. Howard Philips Lovecraft's work called lovecraftian became a style of horror writing in literature and became one of the most influential genres in manga culture. The purpose of this research is to describe the lovecraftian horror narrative in Berserk manga by using Todorov's narrative level which consists of equilibrium, disruption, recognizing the disruption, attempt to repair damage, and new equilibrium to see lovecraftian horror elements consisting of sense of dread, the existence of the unfathomable, and human feelings as insignificant living beings. This study uses a qualitative approach. The unit of analysis is the Berserk manga chapters 3 – 8, 18 – 21, 89 – 105. The data collection technique is carried out by studying documents consisting of books or scientific journal articles related to research, and documentation in the form of Berserk manga screenshots. The results of the study show that the Berserk manga has lovecraftian horror elements consisting of a sense of dread, the existence of the unfathomable, and human feelings as insignificant living beings. Manga adalah salah satu produk media berupa teks dan juga gambar yang dapat diteliti dalam ilmu komunikasi dengan menggunakan pendekatan analisis teks. Salah satu jenis manga yang memiliki pengaruh besar dalam kultur manga adalah berserk. Karya Howard Philips Lovecraft yang disebut lovecraftian menjadi gaya penulisan horror dalam literatur dan menjadi salah satu genre yang berpengaruh dalam kultur manga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan narasi lovecraftian horror dalam manga Berserk dengan menggunakan tingkatan naratif Todorov yang terdiri atas equilibrium, disruption, recognizing the disruption, attempt to repair damage, dan new equilibrium untuk melihat elemen lovecraftian horror yang terdiri dari sense of dread, the existence of the unfathomable, dan perasaan manusia sebagai makhluk hidup yang insignifikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun unit analisisnya adalah manga Berserk chapter 3 – 8, 18 – 21, 89 - 105. Teknik pengambilan data dilakukan dengan studi dokumen yang terdiri dari buku atau artikel jurnal ilmiah yang terkait dengan penelitian, dan dokumentasi berupa screenshot manga Berserk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manga Berserk memiliki elemen lovecraftian horror yang terdiri dari sense of dread, the existence of the unfathomable, dan perasaan manusia sebagai makhluk hidup yang insignifikan.
Aktivitas Komunikasi Kelompok Pemuda Wardul dalam Menciptakan Kegiatan Sosial Abdul Rijwan; Septia Winduwati
Kiwari Vol. 2 No. 2 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i2.23994

Abstract

Group communication activities among youth hang out at roadside coffee shops, sometimes people have a negative view of gathering activities carried out by young people, hanging out or gathering activities make people feel restless, and make the environment they live in unsafe because they are worried about children. -children hanging out will cause problems such as fights between groups, drinking, drugs, and so on. The purpose of this study is to provide a different view that there are other groups when hanging out they don't do negative things, even this group makes positive social activities for people who can't afford it. The pattern of communication that exists in this group creates several other positive activities when they get together. The results of the study were that the communication activities of children hanging out at the Wardul coffee shop made several positive activities, from chatting at the Wardul coffee shop the group members sparked ideas to carry out several activities including carrying out sports activities, developing talents by playing musical instruments and band together, doing trips to Sukabumi. and take social action for the community. Aktivitas komunikasi kelompok pada Pemuda nongkrong di warung kopi pinggir jalan terkadang masyarakat memiliki pandangan yang negative terhadap aktivitas berkumpul yang dilakukan anak-anak muda, aktivitas nongkrong atau berkumpul membuat masyarakat menjadi resah, dan mebuat lingkuangan yang mereka tempati menjadi tidak aman karena mereka khawatir dengan anak-anak yang nongkrong akan membuat masalah seperti tawuran antar kelompok, mabuk-mabukan, narkoba, dan lain sebagainya. Tujuan penelitian ini ingin memberikan pandangan yang berbeda bahwa ada kelompok lain saat nongkrong tidak melakukan hal-hal negatif bahkan kelompok ini membuat kegiatan sosial positif pada masyarakat yang tidak mampu. Pola komunikasi yang terjalin di kelompok ini menciptakan beberapa kegiatan positif lainnya saat mereka berkumpul. Hasil penelitian adalah aktivitas komunikasi anak nongkrong di warung kopi Wardul membuat beberapa kegiatan positif, dari kegiatan mengobrol di warung kopi Wardul para anggota kelompok mencetuskan ide untuk melakukan beberapa kegiatan diantaranya melakukan aktivitas olahraga, mengembangkan bakat dengan bermain alat musik dan ngeband bareng, melakukan trip sukabumi dan melakukan aksi sosial untuk masyarakat.
Representasi Bullying dalam Film The Emoji Movie Aletheia Imanuel; Septia Winduwati
Kiwari Vol. 2 No. 2 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i2.23996

Abstract

The Emoji Movie is a 2017 Sony Pictures animated film directed by Tony Leondis. The purpose of this study is to dissect the representation of bullying in the form of discrimination and intimidation and the search for identity in the main character in The Emoji Movie and to find out the message that The Emoji Movie wants to convey to the audience. This study uses a qualitative approach using Roland Barthes' semiotic analysis technique in which there are elements of verbal bullying that trigger the search for the main character's identity in The Emoji Movie. The results obtained from this research are that in this film the meaning of bullying is constructed, where bullying should have a negative meaning but becomes a positive meaning in this film, as the starting point for triggering the formation of the main character's self-confidence in the search for his identity. But, basically a person's resilience and the meaning of bullying for each individual is different. Other people's opinions on our behavior in society can be positive or negative depending on our response and our meaning. The Emoji Movie merupakan film animasi produksi Sony Pictures tahun 2017 disutradarai oleh Tony Leondis. Tujuan dari penelitian ini untuk membedah representasi bullying dalam bentuk diskriminasi dan intimidasi dan pencarian jati diri pada tokoh utama dalam film The Emoji Movie dan untuk mengetahui pesan yang ingin disampaikan melalui film The Emoji Movie kepada penonton. Penelitian ini menggukan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis semiotika Roland Barthes yang di dalamnya terdapat unsur-unsur bullying verbal yang menjadi pemicu pencarian jati diri tokoh utama dalam film The Emoji Movie. Hasil dari penelitian ini yaitu film ini mengkonstruksikan makna bullying, dimana bullying yang seharusnya bermakna negatif tetapi menjadi makna positif dalam film ini, sebagai awal mula pemicu terbentuknya kepercayaan diri tokoh utama dalam pencarian jati dirinya. Tetapi pada dasarnya resiliensi seseorang dan pemaknaan bullying untuk setiap individu berbeda-beda. Pendapat orang lain atas perilaku kita di masyarakat dapat menjadi hal yang positif maupun negatif tergantung respon kita dan pemaknaan kita.
Penerapan Strategi Public Relations dalam Mempertahankan Citra Baik Perusahaan (Studi terhadap Helios Capital Asia) Angeline Angeline; Yugih Setyanto
Kiwari Vol. 2 No. 2 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i2.23997

Abstract

A company needs the role of Public Relations (PR) or what is usually known as Public Relations (PR), which of course has a quite important and influential role. Public Relations of Helios Capital Asia has a very important role to help maintain the good image of the company. In this research, the authors started to observe the Public Relations strategy implemented by Helios Capital Asia, after which the authors conducted interviews to validate and confirm the truth of the author's observations. The strategy adopted by the company is successful in maintaining its good image by using social media as a place of publication, by having regular CSR events held by the company every year, and by maintaining good relations with the public and clients. Lastly, the suggestion that the author wants to convey is that the use of social media is more extensive and advanced, and the company's Public Relations strategy can be prepared even more optimally for the future. Sebuah perusahaan membutuhkan peranan Hubungan Masyarakat (Humas) atau yang biasanya dikenal dengan Public Relations (PR), yang tentunya memiliki peran cukup penting dan berpengaruh. Public Relations Helios Capital Asia memiliki peran yang sangat penting untuk membantu mempertahankan citra baik yang dimiliki oleh perusahaannya. Dalam peneitian ini, penulis memulai untuk mengobservasi strategi Public Relations yang dilaksanakan oleh Helios Capital Asia, setelah itu penulis melakukan wawancara untuk memvalidasi dan mengkonfirmasi kebenaran dari hasil observasi penulis. Strategi yang dilakukan perusahaan berhasil dalam mempertahankan citra baiknya dengan menggunakan media sosial sebagai tempat publikasi, adanya acara rutin CSR yang dilaksanakan perusahaan setiap tahunnya, dan dengan cara perusahaan dalam menjaga hubungan baik dengan publik ataupun klien. Terakhir untuk saran yang ingin penulis sampaikan yaitu, lebih dikembangkan lagi penggunaan sosial media yang semakin luas dan maju, dan strategi Public Relations perusahaan dapat dipersiapkan lebih maksimal lagi untuk kedepannya.
Komunikasi Internal Generasi X dan Z di PT. Arita Prima Indonesia Tbk Asy Syifa Arya Chika Maida; Yugih Setyanto
Kiwari Vol. 2 No. 2 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i2.23999

Abstract

Communication is something that definitely happens and cannot be avoided in everyday life. In an organization or institution, communication between human resources is one of the important instruments in an organization or institution to achieve its goals. In a company there must be many differences that mix in one institution and work together to achieve company goals. Differences that exist within the company can be in the form of gender, race, ethnicity, religion and age. Communication between generation X which is the adult generation in the world of work and generation Z which has just entered the world of work, two generations that have quite a large age difference, provide a very significant difference in the pattern of the two generations which can have an impact on the internal communication process within the company. . PT. Arita Prima Indonesia Tbk has an extensive network that causes PT. Arita Prima Indonesia Tbk has many human resources from various generations. Therefore, this study examines internal communication across generations, between Generation X and Generation Z at PT. Arita Prima Indonesia Tbk. Komunikasi merupakan hal yang pasti terjadi dan tak bisa dihindari dalam kehidupan sehari hari. Dalam sebuah organisasi atau institusi, komunikasi antar sumber daya manusia merupakan salah satu instrumen penting dalam sebuah organisasi atau institusi untuk mencapai tujuannya. Dalam sebuah perusahaan pasti memiliki banyak perbedaan yang bercampur dalam satu institusi dan bekerjasama untuk mencapai tujuan perusahaan. Perbedaan yang ada dalam perusahaan bisa berupa gender, ras, suku, agama dan usia. Komunikasi antar generasi X yang merupakan generasi dewasa dalam dunia kerja dan generasi Z yang baru saja memasuki dunia kerja, dua generasi yang memiliki pautan usia yang cukup jauh memberikan perbedaan yang sangat signifikan terhadap pola dua generasi tersebut yang dapat memberikan dampak terhadap proses komunikasi internal dalam perusahaan. PT. Arita Prima Indonesia Tbk memiliki jejaring yang luas hal itu menyebabkan PT. Arita Prima Indonesia Tbk memiliki banyak sumber daya manusia dari berbagai generasi. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji tentang komunikasi internal komunikasi lintas generasi, antar Generasi X dan Generasi Z di PT. Arita Prima Indonesia Tbk.
Analisis Persepsi Generasi Milenial Terkait Fast Food Rendah Kalori Catherine Gisela; Wulan Purnama Sari
Kiwari Vol. 2 No. 2 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i2.24000

Abstract

The millennial generation tends to consume fast food every day and experiment with new recipes on weekends, this is due to limited time. The high level of fruit and vegetable consumption is a trend change during the millennial generation. Fastfit is a fastfood restaurant that provides low-calorie fast food but can still be enjoyed by all people, one of which is the millennial generation. Perception is an internal process in which a person selects, organizes, and interprets stimuli in his environment and the processes that affect his condition. Quantitative method Researchers can find out how the millennial generation perceives low-calorie fast food by distributing questionnaires. The data analysis technique is quantitative descriptive by distributing it to 100 millennial generation respondents in Jakarta who know Fastfit restaurants. The results of the perception of the millennial generation towards low-calorie fast food, namely knowing the Fast Fit brand as a low-calorie fast food restaurant, and Fast Fit being an option if you want to consume low-calorie food and Fast Fit is a restaurant that is in demand among the millennial generation with distributing questionnaires to the first 30 respondents. Generasi milenial cenderung setiap harinya mengkonsumsi makanan siap saji dan berkeksperimen dengan resep baru pada akhir pekan, hal ini dikarenakan waktu yang terbatas. Tingginya tingkat konsumsi buah dan sayur merupakan perubahan tren pada masa generasi milenial Fastfit merupakan restoran cepat saji yang menyediakan fast food rendah kalori namun tetap bisa dinikmati disemua kalangan salah satu nya adalah generasi milenial. Adapun tujuan dari penelitian yang dilakukan peneliti yaitu untuk mengetahui persepsi generasi milenial terhadap Fast Food rendah kalori Persepsi merupakan proses internal dimana seseorang memilih, mengatur, dan menafsirkan rangsangan di lingkungannya dan proses yang mempengaruhi kondisinya Metode kuantitatif peneliti dapat mengetahui bagaimana persepsi generasi milenial terhadap fast food rendah kalori dengan menyebarkan kuesioner. Teknik analisis data yang adalah kuantitatif deskriptif dengan menyebarkan ke 100 responden generasi milenial di Jakarta yang mengetahui restoran FastFit. Hasil dari persepsi generasi milenial terhadap fast food rendah kalori yaitu mengetahui brand Fast Fit sebagai restoran fastfood rendah kalori, dan Fast Fit dijadikan pilihan jika ingin mengkonsumsi makanan rendah kalori serta Fast Fit merupakan restoran yang diminati dikalangan generasi milenial dengan menyebarkan kuesioner ke 30 responden pertama.
Strategi Personal Branding Kreator Konten TikTok dalam Mengembangkan Citra Diri Positif Cynthia Dora Moudy; Septia Winduwati
Kiwari Vol. 2 No. 2 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i2.24001

Abstract

In this technological era, we are no strangers to social media. One of the most popular social media lately is Tiktok. With the rise of Tiktok, many new Content Creator have appeared and made the competition between creators even fiercer. Therefore, every creator must have good personal branding that can have a good impact on Tiktok followers and users who watch their content. Strong personal branding is very important for a Content Creator because it can affect the application of personal branding strategies in any content or live streaming that creators do on social media. The author uses the theory of mass and persuasive communication, personal branding, social media and Content Creator as well as a qualitative approach using the case study method. The data and information obtained from this research are through in-depth interviews, documentation, and literature studies. The results of research on the personal branding strategy carried out by TikTok Content Creator in carrying out active interactions, as well as implementing personal branding elements that must be owned by a Content Creator are quite effective for viewers and followers in building relationships, increasing trust and developing a positive self-image. Di era teknologi ini, kita sudah tidak asing lagi dengan yang namanya media sosial. Salah satu media sosial yang paling banyak diminati akhir – akhir in ialah Tiktok. Dengan melejitnya Tiktok, banyak kreator konten baru bermuculan dan membuat persaingan antar kreator semakin sengit. Oleh karena itu, setiap kreator harus memiliki personal branding yang baik yang dapat berdampak baik pada pengikut serta pengguna Tiktok yang menonton konten - konten mereka. Personal branding yang kuat sangat penting bagi seorang kreator konten, karena hal tersebut dapat mempengaruhi pengaplikasian strategi personal branding dalam setiap konten atau live streaming yang dilakukan kreator pada media sosial. Penulis menggunakan teori komunikasi massa dan persuasif, personal branding, media sosial dan Kreator Konten serta pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dan informasi yang diperoleh dari penelitian ini adalah dengan melalui wawancara mendalam, dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil peneliatian strategi personal branding yang dilakukan oleh Kreator Konten Tiktok dalam melakukan interaksi yang aktif, serta mengimplementasikan elemen personal branding yang harus dimiliki oleh seorang kreator konten cukup efektif terhadap penonton dan pengikutnya dalam membangun hubungan, meningkatkan kepercayaan serta mengembangkan citra diri yang positif.
Interpretasi Personal Branding Ian Hugen dalam Menyuarakan Citra Positif Transgender di Media Sosial Instagram Daniel Dwi Fabian; Septia Winduwati
Kiwari Vol. 2 No. 2 (2023): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v2i2.24002

Abstract

Humans are social beings who live side by side and depend on one another. Humans live in groups and humans who live in groups in an area are called communities. However, there is a group of people who are not part of society. An example is the LGBT community, the LGBT community often gets treatment from society. The LGBT community is considered to have a negative stigma because it is against religious law. Because of this, the LGBT community often receives treatment in their environment and on social media. However, in the midst of the LGBT community, there is a transgender figure who has good personal branding. That figure was Ian Hugen. Ian Hugen is a public figure who is also a transgender person and Ian Hugen often insults self-love on social media so that he often receives praise from netizens. In this study the authors used the concepts/theories of communication, meaning, transgender, image, and social media. This study used qualitative research methods. The results of this study are informants on the meaning of Ian Hugen's personal branding in positive image deception which is dominated by the position of meaning. This is reinforced by the 8 elements of personal branding fulfilled by Ian Hugen. Manusia merupakan makhluk sosial yang hidup berdampingan dan bergantung satu sama lain. Manusia hidup secara berkelompok dan manusia yang hidup secara berkelompok pada suatu daerah disebut masyarakat. Akan tetapi, ada sekelompok manusia yang tidak menjadi bagian dari masyarakat. Komunitas LGBT kerap kali mendapatkan diskriminasi dari masyarakat. Komunitas LGBT dianggap memiliki stigma yang negatif karena berlawanan dengan hukum agama. Oleh karena itu, komunitas LGBT kerapkali mendapatkan diskriminasi dilingkungannya maupun di media sosial. Namun, ditengah-tengah komunitas LGBT, terdapat sosok transgender yang memiliki personal branding yang baik. Ian Hugen sebagai seorang public figure yang juga transgender dan sering kali menyuarakan tentang self-love di media sosial. Pada penelitian ini penulis menggunakan konsep/teori komunikasi, pemaknaan, transgender, citra, dan media sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ian Hugen memenuhi delapan elemen personal branding menurut Montoya. Hal tersebut diperkuat dengan pemaknaan informan terhadap personal branding Ian Hugen dalam menyuarakan citra positif transgender melalui media sosial Instagram yang di dominasi dengan posisi pemaknaan Dominan.