cover
Contact Name
Sahri Yanti
Contact Email
sahri.yanti@uts.ac.id
Phone
+628175768735
Journal Mail Official
fagi@uts.ac.id
Editorial Address
Jln. Raya Olat Maras, Batu Alang, Moyo Hulu, Kab.Sumbawa, NTB. 84371
Location
Kab. sumbawa,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Food and Agro-industry (FAGI) Journal
ISSN : -     EISSN : 27465470     DOI : https://doi.org/10.36761/fagi.v4i1.2751
Food and Agro-industry (FAGI) Journal is the journal under the faculty of Agricultural Technology, Universitas Teknologi Sumbawa. The journal is published twin a year (December and July) and contains articles on Food Microbiology, Health and Nutrition, Food Processing, Process Technology, System Engineering, and Environmental Management.
Articles 37 Documents
ANALISIS KELAYAKAN KONSUMSI PRODUK NATA DE SOYA DARI LIMBAH CAIR PRODUK TAHU muhammad Iqbal
The Journal of Teknologi Pangan Vol 3 No 1 (2022): Food Innovation, Hazard and Agro-industry Development
Publisher : Faculty of Agricultural Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri tahu merupakan industri kecil yang banyak ditemukan di kota maupun di pedesaan.Limbah yang dihasilkan dari pembuatan tahu diantaranya ada limbah cair dan limbah padat. Pengolahan limbah tahu masih belum optimal, bahkan limbah tahu sering dibuang ke lingkungan oleh produsen. Limbah cair tahu jika dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat maka menjadi sumber penghasilan tambahan, karena di dalam limbah cair tahu terdapat protein, lemak, dan karbohidrat. Untuk itu diperlukan penanganan berupa pengolahan limbah cair tahu menjadi produk nata de soya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pH, ketengikan, volume dan warna dari produk nata de soya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktor yang digunakan yaitu konsentrasi Acetobacter xylinum dan pupuk ZA. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) menggunakan software SPSS. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa nilai derajat keasaman (pH) 3,65; 3,69; 3,62; 3,72; 3,63 dan 3,66. Nilai tingkat ketengikan 6,16; 6,72; 6,32; 6,04; 6,16 dan 6,20. Nilai volume 300 ml; 378 ml; 388 ml; 278 ml; 360 ml dan 400 ml dan nilai organoleptik warna 1,72; 1,60; 1,96; 1,48; 2,00 dan 1,44 dengan range warna kuning.
VARIASI LAMA WAKTU FERMENTASI TERHADAP pH, ORGANOLEPTIK DAN KANDUNGAN ANTIOKSIDAN TEH KOMBUCHA DAUN KERSEN DENGAN EKSTRAK MANGGA: Indonesia haerilindrawan eril
The Journal of Teknologi Pangan Vol 3 No 1 (2022): Food Innovation, Hazard and Agro-industry Development
Publisher : Faculty of Agricultural Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kombucha tea is a beverage that is produced from symbiotic culture activity which is activated in the ingredients used as raw materials by fermentation. This study aims to determine the effect of fermentation time on the pH value, organoleptic and antioxidant content of cherry leaf kombucha tea with mango extract. This study used a completely randomized design (CRD) research method using 1 factor, namely the length of fermentation consisting of 5 treatments with 3 replications in order to obtain 15 experimental units. The results showed the average value of the hedonic test results for the color of kombucha tea ranged from 2.29 to 2.67 which means the color was less favored to preferred, the average value of the pH test of kombucha drinks in a row at P1 to P5 was 4.99, 4.35, 4.11, 3.88 and 3.58, and the antioxidant content of kombucha drink increased with increasing fermentation time. Kombucha drink antioxidant levels ranged from 34.9-36.8%. The best treatment for long fermentation time to produce cherry leaf kombucha drink is 3 days with a characteristic green-brown color, slightly sour fresh taste, a distinctive mango aroma, pH 4.11 and antioxidant content of 36.30%.
- Analisis Mutu Fisik Pada Teh Herbal Rambut Jagung (Zea Mays L.) Dengan Penambahan Serbuk Kulit Buah Naga (Hylocereus Polyrhizus) Sebagai Pewarna Alami: Bahasa Indonesia silvia mimi
The Journal of Teknologi Pangan Vol 3 No 1 (2022): Food Innovation, Hazard and Agro-industry Development
Publisher : Faculty of Agricultural Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan rambut jagung untuk olahan pangan sudah pernah dilakukan salah satunya minuman herbal the rambut jagung. The rambut jagung merupakan produk minuman yang memilki warna kurang menarik. Sehingga di perlukan penambahan variasi warna terhadap minuman herbal rambut jagung. Ada pun salah satu pewarna alami yang aman untuk dikonsumsi adalah kulit buah naga. Kulit buah naga mengandung antosianin yang merupakan pembentuk dasar pigmen warna merah, ungu dan biru pada tanaman, terutama sebagai bahan pewarna bunga dan buah-buahan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh konsentrasi penambahan serbuk kulit buah naga pada minuman herbal rambut jagung terhadap mutu fisik warna menggunakan aplikasi (Color Analisis) dan sifat organoleptik minuman herbal rambut jagung. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal yaitu dengan konsentrasi serbuk kulit buah naga A0 (0%), A1 (40%), A2 (60%) dan A3 (80%) dengan 3 kali ulangan. Sampel kemudian dianalisis mutu fisik warna dan sifat organoleptik. Data dianalisis menggunakan menggunakan ANOVA dengan tarafnyata 5% serta dilanjutkan dengan uji Duncan apabila terdapat bedanyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan serbuk kulit buah naga dengan konsentrasi 0%, 40%, 60%, dan 80% berpengaruh terhadap warna secara fisik menggunakan Aplikasi (color Analysis) minuman herbal rambut jagung dengan menghasilkan nilai °Hue menghasilkan warna merah kecoklatan ( Brown Red). Nilai kesukaan warna tertinggi terdapat pada penambahan estrak kulit buah naga 80% (3,8) dengan kriteriasuka. Nilai kesukaan aroma tertinggi terdapat pada penambahan serbuk kulit buah naga 80% (3,44) dengan criteria agak suka. Nilai kesukaan rasa tertinggi terdapat pada penambahan serbuk kulit buah naga 60% (3,48) dengan criteria agak suka.
PENGARUH KONSENTRASI GLUKOMANAN SEBAGAI EDIBLE COATING TERHADAP KADAR AIR DODOL RUMPUT LAUT SELAMA PENYIMPANAN: Bahasa Indonesia Rina Heldiyanti; Riezka Zuhriatika Rasyda; Destiana Adinda Putri
The Journal of Teknologi Pangan Vol 3 No 1 (2022): Food Innovation, Hazard and Agro-industry Development
Publisher : Faculty of Agricultural Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Glukomanan akan membentuk lapisan tipis mirip gel jika dilarutkan dalam air panas. Sifat ini berpotensi untuk dikembangkan sebagai kemasan pangan yang bersifat edible coating. Dodol rumput laut merupakan pangan semi basah. Penurunan mutu dodol rumput laut dapat diindikasikan dari penurunan kadar airnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi glukomanan sebagai edible coating terhadap kadar air dodol rumput laut selama penyimpanan. Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan konsentrasi glukomanan (M1: 0%, M2: 1%, M3: 1,5%, M4: 2% dan M5: 2,5%) sebagai faktor tunggal dengan 3 kali ulangan. Data dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) pada taraf nyata 5% sedangkan uji lanjut menggunakan uji BNJ (Beda Nyata Jujur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa glukomanan 2% merupakan konsentrasi terbaik untuk edible coating dodol rumput laut, yaitu dapat mencegah penurunan kadar air menjadi hanya 10% selama 14 hari penyimpanan.
PENGARUH VARIASI EKSTRAK JAHE TERHADAP KECERAHAN WARNA, KADAR AIR, DERAJAT KEASAMAN (pH) DAN MUTU ORGANOLEPTIK PERMEN JELLY SARI BUAH JAMBU METE (Anacardium occidentale L.): Bahasa Indonesia Defi Karmila
The Journal of Teknologi Pangan Vol 3 No 1 (2022): Food Innovation, Hazard and Agro-industry Development
Publisher : Faculty of Agricultural Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan jambu mete menjadi produk pangan belum optimal, oleh karena itu perlu pengolahan yang tepat yaitu dengan dilakukan penelitian mengenai pembuatan permen jelly sari buah jambu mete dengan penambahan ekstrak jahe. Analisis pengaruh penambahan ekstrak jahe terhadap kecerahan warna (L*), kadar air, derajat keasaman (pH), dan mutu organoleptik permen jelly sari buah jambu mete. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan variasi ekstrak jahe yaitu, A1 (tanpa ekstrak jahe), A2 (40 ml ekstrak jahe), A3 (60 ml ekstrak jahe), dan A4 (80 ml ekstrak jahe). Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan ANOVA dan apabila terdapat pengaruh perlakuan dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak jahe tidak berpengaruh nyata terhadap kecerahan warna (L*), kadar air, mutu organoleptik rasa dan tekstur hedonik, serta aroma hedonik dan skoring. Tetapi berpengaruh nyata terhadap derajat keasaman (pH), mutu organoleptik warna hedonik dan skoring, serta rasa dan tekstur skoring permen jelly sari buah jambu mete. Perlakuan terpilih yaitu perlakuan A2 (40 ml ekstrak jahe), dimana kadar air sebesar 18,5% dan derajat keasaman (pH) sebesar 5,25 (asam), kecerahan warna sebesar 31,375, mutu organoleptik meliputi warna hedonik dengan nilai 3,24 (suka), warna skoring sebesar 2,56 (kuning kecoklatan), rasa hedonik sebesar 3,08 (suka), rasa skoring sebesar 2,4 (manis kurang pedas), tekstur hedonik sebesar 3,12 (suka), tekstur skoring sebesar 3,44 (agak kenyal), aroma hedonik sebesar 2,6 (tidak suka), dan aroma skoring sebesar 2,16 (beraroma mete).
ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE HAZOP DI PT. ASA: Bahasa Indonesia Cyrilla Oktaviananda; Rahel Margareta
The Journal of Teknologi Pangan Vol 3 No 1 (2022): Food Innovation, Hazard and Agro-industry Development
Publisher : Faculty of Agricultural Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberlanjutan bisnis suatu perusahaan merupakan salah satu hal yang menjadi perhatian baik pengusaha maupun tenaga kerja. Untuk mewujudkan tujuan ini salah satu aspek yang perlu menjadi perhatian manajemen perusahaan adalah kesehatan dan keselamatan kerja. Metode Hazard and Operability Study (HAZOP) merupakan salah satu tools yang dapat digunakan untuk menganalisis risiko kecelakaan kerja. PT. ASA sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan kulit yang memiliki lebih dari 200 tenaga kerja wajib menerapkan prinsip-prinsip kesehatan dan keselamatan kerja. Untuk mewujudkan perusahaan dengan zero accident, analisis risiko kecelakaan kerja adalah kegiatan yang harus dilakukan. Analisis risiko kecelakaan kerja dilakukan terhadap bidang kesehatan kerja, kelembagaan dan keahlian, K3 kebakaran, lingkungan kerja, dan K3 bahan kimia berbahaya. Hasil penelitian berdasarkan metode HAZOP didapatkan hasil bahwa bidang lingkungn kerja serta kelembagaan dan keahlian memiliki level risiko tinggi. Rekomendasi yang diberikan untuk meminimalkan risiko ini adalah dengan menyelenggarakan pelatihan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) secara konsisten kepada tenaga kerja. Untuk bidang kelembagaan dan keahlian direkomendasikan untuk mengikutsertakan operator forklift dalam pelatihan agar memiliki Surat Izin Operasi (SIO) yang diakui.
SIMULASI PEMETAAN PERODUK PERTANIAN PERDIODE TANAM JANUARI HINGGA MARET DESA BARU TAHAN KABUPATEN SUMBAWA MENGGUNAKAN DIAGRAM SANKEY: Bahasa Indonesia Shafwan Shafwan
The Journal of Teknologi Pangan Vol 3 No 1 (2022): Food Innovation, Hazard and Agro-industry Development
Publisher : Faculty of Agricultural Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumbawa Regency is a fairly large area. Agricultural products are one of the strengths of the district. So, in this study, data analysis on the potential of agricultural products was carried out and mapped the potential of agricultural products as well assimulation of production and consumption lines in Baru Tahan Village, Sumbawa Regency. Based on the results of the study, it was obtained data that the total productionof up to 330,600 kg during the period of the study. Based on the paddy produced, 302,600 kg of paddy were sold intact. While 26,250 kg of the production is consumed. The rest isbolted as rice seedlings again, which is 1750 kg. Meanwhile, to increase the selling value, 302,600 kg was modified first with a 5 kg packing process. The existence of an additional process like this can provide added value by increasing the price of rice from Rp. 8,000/kg to Rp. 13,000/kg. In corn products, the process of making corn flour is carried out first in order to increase the selling value. The resulting corn flour product is about 5,000 kg. This innovation can increase the selling value of corn from IDR 5,000 to IDR 57,000. In addition, the process of making tomato sauce is carried out for 5,000 kg of tomatoesbefore being sold. So that this innovation can increase the price of tomatoes from Rp. 2,000/kg to Rp. 15,000/kg. For green beans itself, the process of making 2,000 kg of greenbean juice is carried out.
REVIEW: EVALUASI KUALITAS FISIK ROTI YANG DIPENGARUHI OLEH PENAMBAHAN TEPUNG KOMPOSIT : Bahasa Indonesia Destiana Adinda Putri
The Journal of Teknologi Pangan Vol 3 No 1 (2022): Food Innovation, Hazard and Agro-industry Development
Publisher : Faculty of Agricultural Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas roti merupakan salah satu faktor yang paling mempengaruhi penerimaan oleh konsumen. Penambahan tepung komposit pada roti dapat meningkatkan nilai gizi dan memberikan manfaat kesehatan bagi konsumen sebaliknya mempengaruhi kualitas fisik roti baik yang diinginkan maupun tidak diinginkan. Beberapa literatur menunjukkan bahwa penambahan berbagai jenis tepung komposit yang bersumber dari tanaman dapat mempengaruhi sifat fisik dan tekstur dari roti, yaitu meningkatkan hardness, gumminess, chewiness, dan menyebabkan penurunan volume spesifik, volume roti, springiness, cohesiveness, resilience dan selain itu juga mempengaruhi warna, ukuran sel/diameter sel dari roti yang dihasilkan. Pengaruh penambahan jenis tepung komposit pada kualitas roti dibahas secara rinci.
POTENSI UMBI KENTANG HITAM (Coleus tuberosus) SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL: REVIEW Husnita Komalasari
The Journal of Teknologi Pangan Vol 3 No 1 (2022): Food Innovation, Hazard and Agro-industry Development
Publisher : Faculty of Agricultural Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang memiliki SDM dan SDA yang tinggi. Salah satu SDA dibidang pertanian adalah umbi-umbian, termasuk ke dalamnya adalah umbi kentang hitam. Umbi kentang hitam (Coleus Tuberosus) merupakan salah satu tanaman pangan sumber karbohidrat non-beras yang memiliki nilai gizi yang tinggi. Saat ini umbi kentang hitam telah diolah menjadi berbagai jenis produk pangan seperti roti tawar, beras analog, kue, Sohun dan crackers. Selain memiliki kandungan gizi tinggi, umbi kentang hitam juga mengandung senyawa bioaktif seperti fitosterol, asam triterpenoat (asam maslinat, asam ursolat, asam oleanolat), fenol, flavonoid, stigmasterol, beta-sitosterol dan kampesterol. Senyawa bioaktif ini dapat memberikan berbagai dampak yang baik bagi kesehatan tubuh seperti meningkatkan aktivitas antioksidan seluler, menurunkan kadar glukosa darah, menurunkan kolesterol dan anti-poliferasi sel kanker in-vitro. Sehingga dapat disimpulkan bahwa umbi kentang hitam memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pangan fungsional. Hasil review ini diharapkan dapat digunakan sebagai rujukan pembaca untuk penelitian selanjutnya serta dapat mengetahui manfaat mengonsumsi kentang hitam.
KAJIAN WAKTU PASTEURISASI TERHADAP KADAR AIR, KADAR pH, ORGANOLEPTIK DAN MASA SIMPAN SAMBAL TUK-TUK. Nila Nasution; Ihlana Nairfana; Veni Rori Setiawati
The Journal of Teknologi Pangan Vol 3 No 2 (2022): Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering
Publisher : Faculty of Agricultural Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sambal tuk tuk adalah sambal tradisional khas Suku Batak yang berasal dari Tapanuli, Sumatera Utara. Proses pembuatan sambal tuk tuk yang tergolong sangat singkat namun belum ada yang meneliti pengolahan lebih lanjut agar sambal dapat awet dengan umur simpan yang lebih lama. Dalam hal ini komersialisasi sambal tuk tuk sangat diperlukan untuk memperkenalkan sambal khas tersebut ke masyarkat luas. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui proses pengemasan sambal dengan optimasi waktu pasteurisasi terhadap kadar air, kadar pH, organoleptik dan masa simpan sambal tuk tuk. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimental yang dilakukan di laboratorium dan dirancang dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 1 faktor yaitu variasi lama pasteurisasi (P1: 0 menit, P2: 10 menit, P3: 20 menit, P4: 30 menit dan P5: 40 menit). Data dianalisis menggunakan SPSS 25 dan untuk semua perlakuan yang berpengaruh diuji lanjut dengan Duncan Multiple Range Test. Hasil yang diperoleh yaitu lama pasteurisasi tidak berpengaruh terhadap kadar air sambal tuk tuk dengan nilai rata-rata kadar air sambal antara 60,30-62,70%, warna (skoring), aroma (skoring) dan umur simpan. Perlakuan lama pasteurisasi berpengaruh terhadap kadar pH (nilai antara 5-6), uji organoleptik rasa (hedonik dan skoring), warna {skoring) dan aroma {skoring). Karakteristik sambal tuk-tuk yang di pasteurisasi memiliki warna merah kecokelatan, aroma khas sambal, umur simpan yang bervariasi antara 11-62 hari.

Page 2 of 4 | Total Record : 37