cover
Contact Name
Sahri Yanti
Contact Email
sahri.yanti@uts.ac.id
Phone
+628175768735
Journal Mail Official
fagi@uts.ac.id
Editorial Address
Jln. Raya Olat Maras, Batu Alang, Moyo Hulu, Kab.Sumbawa, NTB. 84371
Location
Kab. sumbawa,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Food and Agro-industry (FAGI) Journal
ISSN : -     EISSN : 27465470     DOI : https://doi.org/10.36761/fagi.v4i1.2751
Food and Agro-industry (FAGI) Journal is the journal under the faculty of Agricultural Technology, Universitas Teknologi Sumbawa. The journal is published twin a year (December and July) and contains articles on Food Microbiology, Health and Nutrition, Food Processing, Process Technology, System Engineering, and Environmental Management.
Articles 37 Documents
KAJIAN ILMIAH: KARAKTERISTIK UBI KAYU HASIL PEMULIAAN SEBAGAI SUMBER PANGAN MASA DEPAN Rina Heldiyanti
The Journal of Teknologi Pangan Vol 4 No 1 (2023): Bioprocessing and Sustainable Agricultural Technology
Publisher : Faculty of Agricultural Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/fagi.v4i1.2684

Abstract

Peningkatan produksi ubi kayu perlu dilakukan karena ubi kayu merupakan pilar dalam program diversifikasi pangan untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Permintaan ubi kayu meningkat karena banyak digunakan tidak hanya dalam industri makanan tetapi juga dalam industri pakan, energi dan farmasi. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan dimana penelitian ubikayu diarahkan pada pembentukan dan pemanfaatan kultivar genjah, berdaya hasil tinggi, dan berpati tinggi. Karakteristik ubi kayu yang penting untuk dikembangkan sebagai bahan pangan adalah produktivitas yang tinggi, kandungan pati yang tinggi dan kandungan asam sianida (HCN) yang rendah. Untuk mendapatkan karakter yang diinginkan, program pemuliaan dengan kebutuhan keragaman genetik tanaman yang tinggi perlu dilakukan melalui induksi mutasi menggunakan iradiasi Gamma. Penggunaan sinar gamma akan meningkatkan keragaman karakteristik karena kemampuannya mengubah struktur gen, struktur kromosom dan jumlah kromosom. Kajian literatur ini membedakan potensi ubi kayu dari pemuliaan dengan varietas berbeda sebagai sumber pangan potensial di masa depan berdasarkan karakteristiknya. Kajian ini bertujuan untuk memberikan informasi ideal dari berbagai penelitian mengenai perkembangan dan potensi ubi kayu mutan. Berdasarkan penelitian sebelumnya dapat diketahui bahwa setiap varietas ubi kayu mutan menunjukkan karakteristik yang berbeda dan juga pemanfaatan yang berbeda.
EVALUASI KANDUNGAN ASAM ASKORBAT DAN GULA DALAM SARI BUAH LEMON TAIWAN (Citrus depressa H.) dinar saputri; Sahri Yanti; Hung-Yu Lins2; Wei-Jyun Chien
The Journal of Teknologi Pangan Vol 4 No 1 (2023): Bioprocessing and Sustainable Agricultural Technology
Publisher : Faculty of Agricultural Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/fagi.v4i1.2751

Abstract

This study aimed to determine the content of vitamin C and sugar composition in Citrus depressa H. (CDH) fruit from Taiwan at different levels of ripeness. Analysis of vitamin C was carried out using UV spectrophotometer method, total soluble solid using a brix refractometer, and sugar composition using an HPLC ELSD. The results showed that CDH possess higher amount of vitamin C and lower sugar than other fruits in previous researches. Ripe CDH contains higher vitamin C than unripe fruit. The concentration of the sugar component in unripe CDH is different than the ripe fruit, where the sucrose content increases as the fruit is more ripe.
MASKER WAJAH TRADISIONAL SUMBAWA: KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA PEEL OFF LOTO MOTONG Arsally Saskiarty Ndoen; Ariskanopitasari
The Journal of Teknologi Pangan Vol 4 No 1 (2023): Bioprocessing and Sustainable Agricultural Technology
Publisher : Faculty of Agricultural Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/fagi.v4i1.2764

Abstract

Kulit pada tubuh manusia merupakan lapisan terluar yang melindungi tubuh dari mikroorganisme, sinar matahari, dan senyawa lainnya. Salah satu upaya untuk mempertahankan kesehatan kulit adalah dengan penggunaan skin care. Masyarakat sumbawa menggunakan loto motong sebagai skin care tradisional untuk menjaga kulit dari sengatan sinar matahari dan menjaga kelembaban kulit. Penelitian ini menguji ukuran partikel, homogenitas, daya sebar, daya lekat, kadar air, pH, dan kadar vitamin E masker loto motong peel off yang dicampur menggunakan gelatin. Penelitian ini juga bertujuan untuk menambah alternatif penggunaan masker loto motong oleh masyarakat guna mempertahankan budaya lokal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sediaan peel off loto motong homogen, memiliki ukuran partikel sebesar 0.25 mm, daya sebar 5.30 cm, daya lekat 6.81 detik, kadar air 9.33%, pH 6, dan vitamin E 53.89 ppm. Semua parameter yang diujikan telah memenuhi standar SNI 164399–1996 yang artinya produk layak digunakan dan berpotensi sebagai alternatif pengaplikasian masker tradisional Sumbawa.
PENINGKATAN NILAI GIZI ROTI TAWAR BERBASIS TERIGU DAN MOCAF DENGAN FORTIFIKASI TEPUNG WORTEL Gian Kiswari; Eko Basuki; Siska Cicilia
The Journal of Teknologi Pangan Vol 4 No 1 (2023): Bioprocessing and Sustainable Agricultural Technology
Publisher : Faculty of Agricultural Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/fagi.v4i1.2845

Abstract

This study aims to determine the effect of carrot flour fortification in the making of white bread on nutritional value, physical and organoleptic properties. The method used was experimental in the laboratory with the treatment of wheat flou:mocaf: fortification of carrot flour (W) namely of W1 (100:0:0%), W2 (70:28:2%), W3 (70:26:4%), W4 (70:24:6%), W5 (70:22:8%), dan W6 (70:20:10%). Parameters tested were nutritional value (antioxidant activity, moisture, and ash content), physical properties (swelling volume) and organoleptic properties (taste, color, and texture). Observational data were analyzed using ANOVA and further testing using Honest Significant Difference (HSD) with a level of 5%. The results showed that carrot flour fortification had a significantly different effect on the nutritional value, physical properties, and organoleptic properties of white bread. Carrot flour fortification as much as 10% was recommended as the best treatment in improving the quality of white bread with actual antioxidant activity criteria of 92.10%; moisture content 34.27%; ash content of 2.13%, swelling volume of 53.73% and the taste organoleptic properties were favored by panelists
PERANAN SENYAWA FENOLIK DALAM MENURUNKAN GLUKOSA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 Made Gendis Putri Pertiwi; Firman Fajar Perdhana
The Journal of Teknologi Pangan Vol 4 No 1 (2023): Bioprocessing and Sustainable Agricultural Technology
Publisher : Faculty of Agricultural Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/fagi.v4i1.2856

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit gangguan metabolisme yang umum terjadi di negara maju dan berkembang. Peningkatan jumlah penderita DM terjadi setiap tahunnya. Kondisi stress oksidatif dipercaya sebagai kunci penyebab timbulnya penyakit DM. Ketidakseimbangan jumlah Reactive Oxygen Species (ROS) dengan antioksidan dalam tubuh mendorong terjadinya kerusakan sel beta-pankreas yang dapat mengakibatkan menurunnya sekresi insulin. Di samping pengobatan DM yang dilakukan dengan penyuntikan insulin ataupun obat-obatan oral sintetis, konsumsi makanan yang kaya senyawa fenolik dapat menjadi salah satu alternatif dalam menurunkan glukosa darah. Senyawa fenolik mampu berperan sebagai agen antioksidan yang mencegah dan menghambat pembentukan radikal bebas dari proses peroksidasi lipid sehingga dapat menekan stress oksidatif pada pankreas. Senyawa fenolik juga berpotensi sebagai inhibitor enzim alfa-amilase dan alfa-glukosidase yang dapat menunda proses pencernaan karbohidrat sehingga absorpsi glukosa menurun. Penghambatan enzim tersebut menjadi salah satu cara dalam menjaga kadar glukosa tetap normal terutama setelah makan. Oleh karena itu, konsumsi makanan yang tinggi senyawa fenolik dapat menekan resiko timbulnya penyakit degeneratif terutama diabetes.
JURNAL REVIEW: KONDISI VBNC (viable but nonculturable) PADA BAKTERI PATOGEN PANGAN GRAM NEGATIF Yesica Marcelina Romauli Sinaga; Ratih Dewanti-Hariyadi; Firman Fajar Perdhana; Tri Isti Rahayu
The Journal of Teknologi Pangan Vol 4 No 1 (2023): Bioprocessing and Sustainable Agricultural Technology
Publisher : Faculty of Agricultural Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/fagi.v4i1.2857

Abstract

Bakteri patogen pangan bukan pembentuk spora dapat memasuki kondisi nongrowing ketika berada dalam kondisi yang tidak mendukung pertumbuhannya, seperti kondisi nutrisi rendah, pH rendah, dan suhu rendah. Salah satu bentuk nongrowing bakteri adalah kondisi VBNC (viable but nonculturable). Bakteri dalam kondisi VBNC tidak dapat membentuk koloni pada media agar yang rutin digunakan untuk enumerasi bakteri, meskipun demikian bakteri ini masih memiliki viabilitas (integritas seluler), dan mampu melakukan aktivitas metabolik yang ditandai dengan kemampuan mengekspresikan protein, respirasi, dan adanya aktivitas enzimatik intraseluler. Dalam kondisi VBNC tersebut, bakteri khususnya patogen, yang terdapat di dalam pangan akan menimbulkan bahaya kesehatan. Hal ini mengkhawatirkan, karena metode pengkulturan yang digunakan mengendalikan keamanan pangan diduga tidak mampu mendeteksi bakteri patogen pangan yang berada dalam kondisi VBNC. Estimasi jumlah bakteri patogen pada pangan yang lebih rendah dari sebenarnya, dan kegagalan mengidentifikasi bakteri patogen pada sampel pangan saat dikulturkan pada media agar cawan, menimbulkan bahaya bagi kesehatan, apabila pangan tersebut dikonsumsi. Oleh karena itu, keberadaan kondisi VBNC bakteri patogen pangan perlu dipelajari lebih lanjut.
OPTIMALISASI DOSIS PUPUK NPK PHONSKHA PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BABY CORN JAGUNG MANIS (Zea Mays Saccharata Struth): - Sukmawati
The Journal of Teknologi Pangan Vol 4 No 1 (2023): Bioprocessing and Sustainable Agricultural Technology
Publisher : Faculty of Agricultural Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/fagi.v4i1.2982

Abstract

Baby corn is a vegetable that is widely consumed and in great demand by the public. Baby corn can be produced from any type of corn and does not require special growing conditions. Baby corn can grow and develop in all types of soil, especially in fertile soil. Maximum growth and yield of baby corn is sought by maintaining soil fertility through fertilization. The recommended fertilizer is Phonska NPK fertilizer. This study aims to determine the effect of Phonskha NPK Fertilizer Dosage on the Growth and Yield of Baby Corn Sweet Corn (Zea Mays Saccharata Sturt).                The research design used in this study was a completely randomized design (CRD) with one treatment, namely the dose of NPK Phonska (P) fertilizer which consisted of five treatment levels, namely: P0: Control, P1: 50 kg/ha, P2: 100 kg/ha , P3: 150 kg/ha, P4: 200 kg/ha. Each treatment was repeated 3 times with each experimental unit consisting of 2 sample plants to obtain 30 experimental pots.               The results showed that only the number of leaves parameter was not significantly different from the 4 parameters that were the focus of the experiment. Of the 4 experimental parameters observed, the highest growth and yield of baby corn was indicated by the P4 treatment level (200 kg/ha of Ponskha NPK fertilizer). The application of NPK Phonska fertilizer at 200 kg/ha is optimum for the growth and yield of sweet corn baby corn. Phonska NPK fertilizer dose of 200 kg/ha can increase plant height, fruit diameter, fruit length and fruit weight. The presence of Nitrogen, Phosphorus and Potassium available in Phonska NPK fertilizer greatly supports plant growth and yield (plant height, number of leaves, flowers, fruits and seeds). Plants require balanced N, P and K nutrients for optimal growth. 

Page 4 of 4 | Total Record : 37