cover
Contact Name
Sahri Yanti
Contact Email
sahri.yanti@uts.ac.id
Phone
+628175768735
Journal Mail Official
fagi@uts.ac.id
Editorial Address
Jln. Raya Olat Maras, Batu Alang, Moyo Hulu, Kab.Sumbawa, NTB. 84371
Location
Kab. sumbawa,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Food and Agro-industry (FAGI) Journal
ISSN : -     EISSN : 27465470     DOI : https://doi.org/10.36761/fagi.v4i1.2751
Food and Agro-industry (FAGI) Journal is the journal under the faculty of Agricultural Technology, Universitas Teknologi Sumbawa. The journal is published twin a year (December and July) and contains articles on Food Microbiology, Health and Nutrition, Food Processing, Process Technology, System Engineering, and Environmental Management.
Articles 37 Documents
STUDI KELAYAKAN USAHA PRODUK TEH CELUP CASCARA-JAHE MERAH Indah Nalurita; Fuad Sauqi Isnain
The Journal of Teknologi Pangan Vol 3 No 2 (2022): Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering
Publisher : Faculty of Agricultural Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan produk baru membutuhkan suatu studi kelayakan usaha. Studi kelayakan usaha adalah penelitian terhadap rencana usaha untuk menganalisis kelayakan usaha dilakukan dan melihat proyeksi keuntungan maksimal untuk waktu yang tidak ditentukan. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui kelayakan pengembangan usaha ditinjau dari aspek finansialnya dan memprediksi keuntungan yang akan didapatkan pada pengembangan produk teh celup cascara-jahe merah. Analisis kelayakan finansial yang digunakan yaitu Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (B/C Rasio), Internal Rate of Return (IRR), Break Event Point (BEP) dan Payback Period (PBP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan produk cascara jahe merah celup layak dijalankan berdasarkan analisis finansial dengan nilai NPV sebesar Rp 388.277.344, IRR 48%, B/C rasio 1,13, BEP 97.990.767 unit, dan PBP 1,7 tahun.
ANALISIS SENSORI PRODUK SOSIS SAPI KOMERSIAL MENGGUNAKAN PRINCIPLE COMPONENT ANALYSIS Ni Wayan Putu Meikapasa; Lalu Danu Prima Arzani
The Journal of Teknologi Pangan Vol 3 No 2 (2022): Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering
Publisher : Faculty of Agricultural Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakteristik sensori menjadi salah satu faktor penentu tingkat penerimaan konsumen terhadap produk sosis. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran perbedaan karakteristik sensori sosis sapi komersial. Penelitian ini menggunakan tiga jenis sosis sapi berbeda merk (SG, SV, SV) yang diambil dari produsen berbeda. Pengujian atribut sensori dilakukan oleh 75 panelis. Atribut sensori yang diujikan adalah tekstur, warna, aroma, mouthfeel dan meaty produk. Data dianalisis menggunakan One Way Analysis of Variance (ANOVA) dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 % (?=0.05) dan dilanjutkan uji Duncan. Selanjutnya, untuk mengetahui variabel penentu atribut sensori pada produk menggunakan analisis multivariat dengan Principal Component Analysis (PCA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk sosis sapi merek "SV" memiliki korelasi yang kuat dengan atribut sensori mouthfeel dan sosis sapi merek "SB" memiliki korelasi yang kuat dengan atribut meaty dan aroma serta memiliki nilai korelasi yang dekat dengan atribut tekstur. Sosis merek "SG" memiliki korelasi yang kuat pada atribut sensori warna namun berkorelasi negatif dengan nilai sensori tekstur.
pengujian karakteristik alat perajang porang Jufri Efendi Solin; Mikhratunnisa
The Journal of Teknologi Pangan Vol 3 No 2 (2022): Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering
Publisher : Faculty of Agricultural Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Porang (Amorphophallus muelleri) merupakan jenis tumbuhan berumbi yang tumbuh secara alami di hampir semua hutan di Indonesia. Porang biasanya tumbuh di daerah dengan vegetasi sekunder, kebun, hutan jati, dan tepi hutan desa. Tanaman Porang umumnya dapat tumbuh pada semua jenis tanah. Seiring berkembangnya teknologi yang semakin canggih dan kebutuhan akan mesin-mesin yang dapat meningkatkan produksi hasil pertanian dan pengrajin makanan ringan khususnya produk olahan dari umbi-umbian. Oleh karena itu, diperlukan alat yang memudahkan dalam pengolahan industri makanan ringan dengan hasil yang optimal dan harga yang relatif murah. Karakteristik alat ukur merupakan pengukuran secara menyeluruh (persiapan, pelaksanaan dan analisis) yang bisa diandalkan keberhasilannya. Seseorang tidak akan dapat merancang pengukuran dengan benar tanpa mengetahui arti dari karakteristik alat ukur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik alat perajang porang. Hasil proses pengujian kapasitas pemotong sebanyak 818.836 kg/jam. Kemudian, pada hasil ketebalan rata-rata adalah 5.6854 mm. Hasil persentase bahan yang rusak sebanyak 0.0744%. Dan hasil persentase bahan yang tertinggal dalam alat adalah 0.026%.
PENILAIAN DIMENSI TUBUH SEBAGAI SALAH SATU PREDIKSI KEKURANGAN NUTRISI PADA IBU MENYUSUI DAN BAYINYA DI KECAMATAN MOYO HULU Ratna Nurmalita Sari; Dwi Aprilian Nur Putri; Lukman Azis
The Journal of Teknologi Pangan Vol 3 No 2 (2022): Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering
Publisher : Faculty of Agricultural Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menyusui merupakan salah satu cara pemberian makan secara langsung dari ibu ke bayi. Bayi yang baru dilahirkan direkomendasikan untuk disusui secara eksklusif minimal enam bulan sampai dengan dua tahun. Kerentanan nutrisi terhadap ibu menyusui dan bayi berdampak pada kekurangan nutrisi seperti kekurangan magnesium, vitamin B6, folat, kalsium, dan seng. Prediksi stunting dapat dilakukan dengan pengukuran dimensi tubuh bayi seperti lingkar kepala, tinggi badan (TB) dan berat badan (BB). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dimensi tubuh sebagai salah satu metode prediksi kekurangan nutrisi pada ibu menyusui dan bayinya di Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional study yang dilakukan pada 15 ibu menyusui dan bayinya. Penilaian dilakukan dengan menggunakan Aplikasi WHO Anthro. Hasil dari penelitian menunjukkan ibu menyusui di Kecamatan Moyo Hulu memiliki rerata IMT 21,95 %. Hal ini menunjukkan bahwa ibu menyusui di Kecamatan Moyo Hulu memiliki IMT yang normal. Bayi diukur dalam 3 kategori antropometri yakni BMI-for-Age-Z score (BAZ), Height-for-Age-Z score (HAZ), dan Weight-for-Age-Z score (WAZ). BAZ pada bayi di Kecamatan Moyo Hulu terdapat 2 kategori, yakni obesitas dengan rerata 26,67%, dan normal dengan rerata 73,33%. HAZ pada bayi ada 2 kategori juga, yakni kategori normal dengan rerata 53,33% dan kerdil sampai sangat kerdil dengan rerata 46,67%. WAZ pada bayi ada 3 kategori, yakni normal dengan rerata 86,67%, kurus dengan rerata 6,67%, dan sangat kurus dengan rerata 6,67%.
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI SELAI BENGKUANG DENGAN PENAMBAHAN KULIT BUAH NAGA MERAH SEBAGA PEWARNA ALAMI Nadya Mara Adelina; Wasiatul Maghfiroh; Bidadari Kiara Ramadhani Lubis; Nabila Kilka Ramadhan
The Journal of Teknologi Pangan Vol 3 No 2 (2022): Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering
Publisher : Faculty of Agricultural Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bengkuang (Pachyrhizus erosus) memiliki potensi yang besar untuk dapat dikembangkan menjadi produk olahan, seperti selai, karena nilai gizinya yang tinggi. Namun, produk yang dihasilkan dari bengkuang cendrung memiliki karakteristik sensori yang kurang disukai, terutama pada parameter warna. Kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) merupakan limbah yang mengandung berbagai zat gizi seperti serat, vitamin C, dan antosianin. yang merupakan pigmen berwarna merah. Pemanfaatan limbah kulit buah naga merah sebagai pewarna alami pada selai bengkuang bertujuan untuk meningkatkan penerimaan sensori dan meningkatkan zat gizi produk. Penelitan ini menggunakan empat formula selai bengkuang dengan perbedaan rasio penambahan kulit buah naga. Penambahan rasio kulit buah naga secara signifikan menurunkan kadar air dan pH produk selai yang dihasilkan. Sedangkan nilai total padatan terlarut, kandungan vitamin C, kadar antosianin, dan aktivitas antioksidan meningkat seiring dengan meningkatkan penggunaan rasio kulit buah naga pada selai. Pada uji organoleptik, formula 40% bengkuang dan 60% kulit buah naga memiliki skor yang paling tinggi (suka-sangat suka) di semua parameter yang diujikan (warna, rasa, aroma, tekstur, keseluruhan). Formula ini memiliki karakteristik yaitu memiliki warna merah keunguan, kadar air 21.67%, nilai pH 3.27, total padatan terlarut 65.14%, kadar antosianin 2.70 mg/100gram, kadar vitamin C 42.77 mg/100 gram, dan IC50 terhadap senyawa radikal DPPH 44.52 mg/mL. Pembuatan selai bengkuang dengan penambahan kulit buah naga ini diharapkan dapat memaksimalkan penggunaan bengkuang yang masih terbatas dan memberikan nilai tambah terhadap limbah kulit buah naga yang dihasilkan.
MUTU TAPAI BERAS KETAN PUTIH DENGAN PENAMBAHAN BUAH NAGA SEBAGAI PEWARNA ALAMI Hana Nita Isnaini; Adi Saputrayadi; Desy Ambar Sari
The Journal of Teknologi Pangan Vol 3 No 2 (2022): Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering
Publisher : Faculty of Agricultural Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tapai merupakan makanan tradisional yang masih banyak dijumpai di tengah masyarakat yang dibuat melalui proses fermentasi dengan menggunakan bantuan ragi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak buah naga merah terhadap mutu tapai beras ketan putih yang disukai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan penambahan ekstrak buah naga merah  pada pembuatan tapai beras ketan putih  yang terdiri atas 5 (lima) perlakuan yaitu: P1=15%, P2=20%, P3=25, P4=30 dan P5=35%. Parameter yang signifikan diuji lanjut menggunakan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf  nyata 5%. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa penambahan ekstrak buah naga merah berpengaruh secara nyata terhadap sifat kimia parameter kadar alkohol, kadar gula reduksi, tingkat keceraan (L) dan sifat organoleptik skor nilai tekstur, rasa dan warna, tetapi tidak berpengaruh secara nyata terhadap Niai pH dan skor nilai aroma Tapai beras ketan putih yang diamati. Perlakuan terbaik dalam pembuatan tapai beras ketan putih dengan penambahan ekstrak buah naga merah didapatkan pada perlakuan P4 (penambahan ekstrak buah naga merah 30%) dengan kadar alkohol 8,79%, kadar gula reduksi 24,73%, Nilai pH 3,57 dan tingkat kecerahan (L) 47,16 dengan rasa suka, warna sangat merah, aroma agak beraroma tapai dan tekstur agak lembek
KAJIAN RASIO BUBUR SALAK (Salacca edulis) DENGAN BUBUR WORTEL (Daucus carota L.) TERHADAP SIFAT KIMIA DAN ORGANOLEPTIK SIRUP SALAK Muhammad Faisal; Suwati; Syirril Ihromi; Hutasoit Hutasoit
The Journal of Teknologi Pangan Vol 3 No 2 (2022): Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering
Publisher : Faculty of Agricultural Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah salak merupakan buah tropis yang tersebar di Asia tenggara secara khusus Indonesia, yang dapat digunakan sebagai bahan pembuatan minuman. Kombinasi dengan bahan lain untuk memperkaya kandungan gizi sirup yang dihasilkan seperti penambahan dengan buah wortel diperlukan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kombinasi penambahan bubur salak, wortel dan gula terhadap kadar gula reduksi, kadar beta karoten dan sifat organoleptik sirup salak. Penelitian ini menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan perlakuan dua faktor yaitu faktor  I terdiri dari 4 level yaitu : W1 = Tanpa perbandingan bubur wortel (100 % bubur salak), W2 = 90 % Bubur salak + 10 % bubur wortel, W3 = 80 % Bubur salak + 20 % bubur wortel dan W4 = 70 % Bubur salak + 30 % bubur wortel. Sedangkan faktor II terdiri dari 2 level yaitu : G1 = kosentrasi gula 25 % dan G2 = Kosentrasi gula 50%. Sehingga didapatkan 8 kombinasi perlakuan. Masing-masing perakuan diulang sebanyak 2 kali sehingga didapatkan 16 unit percobaan. Analisis parameter yang dilakukan meliputi kadar gula reduksi, kadar betakaroten, warna, aroma dan rasa. Data pengamatan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam pada taraf nyata 5 % dan diuji lanjut dengan menggunakan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada tingkat yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi penambahan bubur salak dan wortel dengan konsentrasi gula berpegaruh nyata terhadap warna dan aroma sirup salak, sedangkan kadar gula reduksi, kadar beta karoten dan uji rasanya berpengaruh tidak nyata. Perlakuan W2G2 (450 gr bubur salak + 50 gr bubur wortel) dan konsentrasi gula 50% memberikan hasil yang terbaik pada uji organoleptik sirup salak
ANALISIS MUTU FISIK MASKER WAJAH LOTO MOTONG KHAS SUMBAWA Shafwan Amrullah; Fauzi Fakhriadi Fauzi
The Journal of Teknologi Pangan Vol 3 No 2 (2022): Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering
Publisher : Faculty of Agricultural Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SSalah satu contoh kosmetik adalah masker wajah yang merupakan masker kecantikan yang berwujud sediaan gel, pasta, atau serbuk yang dioleskan pada wajah untuk membersihkan dan mengencangkan kulit wajah. Di Indonesia banyak sekali produk kecantikan yang menggunakan bahan-bahan alami sebagai bahan dasar dalam pembuatannya, khususnya di Kabupaten Sumbawa. Masker Loto Motong adalah masker wajah tradisional (alami) yang sering digunakan oleh masyarakat Sumbawa. Sampai saat ini belum ada penelitian terkait mutu masker wajah Loto Motong khas Sumbawa, maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu fisik dari masker wajah Loto Motong khas Sumbawa. Penelitian terdiri dari 2 tahapan yaitu proses pembuatan masker dan analisis mutu fisik masker wajah Loto Motong. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa rata-rata daya sebar yaitu 7.2 cm, rata-rata daya serap air yaitu 8 ml, ukuran partikel yaitu 0.250 mm, bersifat homogen, rata-rata kadar kelembaban yaitu 9.8%, dan rata-rata daya lekat yaitu 12.22 detik. Sehingga secara mutu fisik masker wajah Loto Motong khas Sumbawa cukup baik untuk dijadikan sebagai kosmetik tradisional untuk perawatan kulit
ANALISIS MANAJEMEN RANTAI PASOK DI PERUM BULOG SUB DIVRE SUMBAWA PRODUK PERTANIAN JENIS BERAS Muliana; Shafwan Amrullah
The Journal of Teknologi Pangan Vol 3 No 2 (2022): Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering
Publisher : Faculty of Agricultural Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, sektor pertanian berperan penting dalam perekonomian nasional. Salah satu produk pertanian yang berperan penting yaitu padi Karena Kabupaten Sumbawa Besar termasuk salah satu penyuplai beras atau padi ke beberapa daerah, sehingga apabila mengalami penurunan tingkat produksi dan produktivitas padi di Kabupaten Sumbawa secara drastis, maka akan mempengaruhi ketersediaan pangan bagi sebagian besar daerah yang membutuhkan. maka perlu dilakukan sebuah prediksi untuk mengetahui bagaimana gambaran masa depan apakah hasil produksi padi di kabupaten Sumbawa Besar mengalami kenaikan atau penurunan. Manajemen rantai pasok adalah tinjauan secara menyeluruh dan pengelolaan yang terpadu, terintegrasi dan saling terkait mulai dari hulu (input produksi) sampai ke hilir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen rantai pasok di Perum Bulog Sub Divre Sumbawa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Sumbawa. Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif, agar peneliti dapat menggali lebih luas dan mendalam mengenai manajemen rantai pasok. Manajemen rantai pasok pada Perum Bulog Sub Divre Sumbawa belum berjalan dengan optimal, hal ini dapat dilihat dari pengadaan beras dan penjualan beras yang masih belum stabil dari tahun 2019-2021. Penjualan beras medium di Perum Buog Sub Divre Sumbawa pada tahun 2019 mencapai 442.604 Kg, pada tahun 2020 penjualan mencapai 730, 615 Kg, dan pada tahun 2021 mencapai 170.520 Kg.
PERUBAHAN KADAR AIR DAN ASAM LEMAK BEBAS PADA TAHAP KLARIFIKASI MINYAK SAWIT Riski Darma; Novriaman Pakpahan
The Journal of Teknologi Pangan Vol 3 No 2 (2022): Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering
Publisher : Faculty of Agricultural Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indikator yang umum digunakan untuk mengevaluasi mutu minyak sawit mentah adalah kadar air dan asam lemak bebas. Penelitian ini dimaksudkan untuk mempelajari perubahan kadar air dan asam lemak bebas pada tahap klarifikasi dan mengevaluasi proses pengolahan minyak sawit mentah di PT Socfin Indonesia Kebun Seunagan. Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel di beberapa titik akhir stasiun pengolahan yaitu vibrating screen, continuous settling tank, oil tank dan vacuum dryer. Selanjutnya, sampel juga diambil dari oil tank dan vaccum dryer dengan periode waktu yang berbeda (1 jam, 2 jam, 3 jam dan 4 jam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sawit mentah pada tahap akhir klarifikasi memiliki kadar air dan asam lemak bebas sebesar 0,12 % dan 2,25%. Nilai tersebut memenuhi standar mutu PT Socfindo dan SNI. Kadar air menurun secara eksponensial selama proses pengolahan di oil tank dan vaccum dryer. Penurunan kadar air di oil tank mengikuti fungsi y = 0,3519x-0,213 dan di vaccum dryer mengikuti fungsi y = 0,253x-0,532. Selanjutnya, penurunan asam lemak bebas juga terjadi secara eksponensial di vaccum dryer dengan fungsi y = 2,3355x-0,03. Persaman fungsi tersebut dapat digunakan untuk memprediksi waktu proses yang dibutuhkan oil tank dan vaccum dyer untuk menghilangkan air dan asam lemak bebas.

Page 3 of 4 | Total Record : 37