cover
Contact Name
Fikri Mahmud
Contact Email
jurnal.alqudwah@uin-suska.ac.id
Phone
+6281371668324
Journal Mail Official
jurnal.alqudwah@uin-suska.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Ushuluddin UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Jl. H.R. Soebrantas No. 155 KM 18, Simpang Baru Panam, Pekanbaru 28293 PO.Box. 1004 Telp. 0761-562051 Fax. 0761-562051
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Al-Qudwah: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hadis
Core Subject : Religion, Social,
Al-Qudwah is a journal published by the Quran and Tafsir Science Study Program and the Hadith Science Study Program, Faculty of Ushuluddin, State Islamic University Sultan Syarif Kasim Riau. The journal Al-Qudwah is published twice a year in January-June and July-December. Al-Qudwah is a journal that contains articles and scientific works about Quranic and Hadith Studies, Contemporary Quranic Exegesis Studies, and Quranic Manuscripts Studies.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2024): December" : 7 Documents clear
Call for Boycott of Pro-Israel Products in MUI Fatwa: An Analysis of Tafsīr Maqaṣidi Fitrah, Annisa; Saiin, Asrizal; M. Radiamoda, Anwar
Al-Qudwah Vol 2, No 2 (2024): December
Publisher : UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/alqudwah.v2i2.29786

Abstract

This research analyzes the call to boycott Israeli products issued by the Indonesian Ulema Council (MUI) from the perspective of maqāṣidic exegesis (tafsīr maqaṣidi). The maqāṣidic approach in interpreting the Qur'an emphasizes the objectives of Sharia (maqāṣid al-sharī'ah), which include the preservation of religion (ḥifẓ al-Dīn), preservation of life (ḥifẓ al-Nafs), preservation of intellect (ḥifẓ al-'Aql), preservation of wealth (ḥifẓ al-Māl), and preservation of the state (ḥifẓ al-Daulah). The MUI's fatwa committee supports the boycott as a form of solidarity, aligning with the principles of justice and humanity in Islam, while also challenging the genocide committed by Israel against the Palestinian people. This paper is a type of library research, utilizing descriptive-analytical analysis. The findings of this research affirm that the boycott is viewed as an act of "amr ma'ruf nahi munkar," an effort to prevent wrongdoing and promote goodness. In the context of ḥifẓ al-Nafs, this boycott aims to protect human life and dignity from oppression. In the context of ḥifẓ al-'Aql, the boycott raises awareness among Muslims about global political and humanitarian issues. From the aspect of ḥifẓ al-Māl, the boycott encourages the ethical use of wealth and supports products not involved in oppression. Lastly, from the perspective of ḥifẓ al-Daulah, the boycott contributes to maintaining domestic stability and influencing foreign policy that supports peace. Moreover, the MUI fatwa on boycotting Israeli products is consistent with the maqāṣid al-sharī'ah, emphasizing the importance of such actions in achieving the welfare of the Muslim community and global society.Abstrak: Penelitian ini menganalisis seruan boikot produk Israel yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dari perspektif tafsīrmaqaṣidi. Pendekatan maqashidi dalam menafsirkan Al-Qur'ān menekankan pada tujuan syariah (maqashid syariah), yaitu ḥifẓ al-Dīn(pemeliharaan agama), ḥifẓ al-Nafs (memelihara jiwa/kehidupan), ḥifẓ al-'Aql (memelihara akal), ḥifẓ al-Mal (memelihara harta), dan ḥifẓal-Daulah (memelihara negara). Komisi fatwa MUI mendukung pemboikotan sebagai bentuk solidaritas dan sejalan dengan prinsip keadilan dan kemanusiaan dalam Islam sekaligus menantang genosida yang dilakukan oleh Israel terhadap rakyat Palestina. Tulisan ini termasuk penelitian kepustakaan (library research), dan menggunakan analisis deskriptif-analitik. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa boikot ini dipandang sebagai tindakan amar makruf nahi mungkar, sebuah upaya untuk mencegah kemungkaran dan mempromosikan kebaikan. Dalam konteks ḥifẓ al-Nafs, pemboikotan ini bertujuan untuk melindungi nyawa dan martabat manusia dari penindasan. Dalam konteks ḥifẓ al-'Aql, boikot meningkatkan kesadaran di kalangan umat Islam tentang isu-isu politik dan kemanusiaan global. Dari aspek ḥifẓ al-Mal, boikot mendorong penggunaan harta secara etis dan mendukung produk-produk yang tidak terlibat dalam penindasan. Terakhir, dari sisi ḥifẓ al-Daulah, boikot berkontribusi dalam menjaga stabilitas dalam negeri dan mempengaruhi kebijakan luar negeri yang mendukung perdamaian. Di sisi lain, fatwa MUI tentang pemboikotan produk Israel selaras dengan maqaṣid al-syari’ah, yang menekankan pentingnya tindakan tersebut dalam mencapai kesejahteraan masyarakat muslim dan masyarakat global.
Transformasi Tafsir Al-Qur’an di Era Media Digital: Analisis Metodologi Tafsir dalam Channel Youtube "Kajian Tafsir Al-Ma’rifah" Yuningsih, Hartati; Ghany, Abdul
Al-Qudwah Vol 2, No 2 (2024): December
Publisher : UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/alqudwah.v2i2.29123

Abstract

The transformation of Qur'anic exegesis methodology through digital platforms has revolutionized the way the science of tafsir is conveyed and received by the public. The limitations of accessibility and interactivity in traditional methods, which rely on oral and written explanations, have necessitated a new, more engaging, and interactive approach through digital technology. The purpose of this research is to analyze and evaluate the methodology of Qur'anic interpretation used in the tafsir studies on the YouTube channel "Kajian Tafsir Al-Ma'rifah" by Musthafa Umar. This study is descriptive qualitative research utilizing a literature review method. Primary data was collected from the tafsir study videos on the "Kajian Tafsir Al-Ma'rifah" YouTube channel, while secondary data was obtained from textbooks, scholarly articles, and relevant tafsir books. The findings of the research indicate that the use of visual and audio elements in the tafsir videos enhances understanding and information retention among the audience. Additionally, interactive features such as comments, likes, and shares create a dynamic dialogue between the interpreter and the audience, strengthening engagement and participation in the learning process. Digital technology, through platforms like YouTube, not only facilitates access to Qur'anic exegesis but also enriches its delivery methods, making it more inclusive and effective in reaching a global audience. This research contributes to the literature on the transformation of tafsir methodology in the digital era and provides practical recommendations for the development of dakwah through digital platforms.Abstrak: Transformasi metodologi penyajian tafsir Al-Qur'an melalui platform digital telah mengubah cara penyampaian dan penerimaan ilmu tafsir di kalangan masyarakat. Keterbatasan aksesibilitas dan interaktivitas dalam metode tradisional yang mengandalkan penjelasan lisan dan tulisan mendorong perlunya pendekatan baru yang lebih menarik dan interaktif melalui teknologi digital. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengevaluasi metodologi penafsiran Al-Qur'an yang digunakan dalam kajian tafsir di channel YouTube Kajian Tafsir Al-Ma'rifah oleh Musthafa Umar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan. Data primer diambil dari video-video kajian tafsir di channel YouTube Kajian Tafsir Al-Ma'rifah, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku-buku teks, artikel ilmiah, dan kitab-kitab tafsir yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan elemen visual dan audio dalam video tafsir meningkatkan pemahaman dan retensi informasi di kalangan audiens. Selain itu, fitur interaktif seperti komentar, like, dan share menciptakan dialog yang dinamis antara penafsir dan audiens, memperkuat keterlibatan dan partisipasi dalam proses pembelajaran. Teknologi digital melalui platform seperti YouTube, tidak hanya mempermudah akses terhadap tafsir Al-Qur'an tetapi juga memperkaya metode penyampaiannya, membuatnya lebih inklusif dan efektif dalam menjangkau audiens global. Penelitian ini berkontribusi pada literatur tentang transformasi metodologi tafsir di era digital dan memberikan rekomendasi praktis bagi pengembangan dakwah melalui platform digital.
Identifikasi Naskah dan Telaah Aspek Tekstologis Manuskrip Mushaf Al-Qur’an Syekh Musthofa Lasem Ulfah, Maria
Al-Qudwah Vol 2, No 2 (2024): December
Publisher : UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/alqudwah.v2i2.29627

Abstract

This study aims to investigate the physical attributes and textual features of the Qur’anic manuscript attributed to Shaykh Musthofa, which is housed at the Museum Islam Nusantara in Lasem, Rembang Regency, Central Java. The investigation is driven by the importance of Qur’anic manuscripts as historical evidence documenting the dissemination of Islam throughout the Malay–Indonesian region, as well as their role as written heritage that reflects the cultural and intellectual richness of Indonesian Muslim communities. The study focuses on the script style (rasm), the classification of Makki and Madani surahs, the naming of surahs, the number of verses in each surah, and the presence of waqf marks. The research employs a qualitative method with a descriptive-analytical approach applied to a single manuscript and utilizes a critical edition framework consistent with philological research on religious texts. The results indicate that Qur’anic writing traditions in the archipelago had achieved considerable advancement by the nineteenth century, as evidenced by the diverse and detailed application of waqf and tajwīd signs in the Shaykh Musthofa manuscript. This manuscript demonstrates certain inconsistencies in the use of waqf marks, adheres predominantly to Uthmani script conventions with notable exceptions concerning ḥadhf al-ḥurūf and mā fīhi qirā’atan wa kutiba ‘alā iḥdāhumā, and exhibits variations in verse counts, Makki–Madani classifications, and surah titles relative to the Indonesian Standard Mushaf. These findings imply that the manuscript tradition in the archipelago not only facilitates the transmission of the sacred text but also embodies local innovation in adapting and contextualizing the Qur’an within the cultural and aesthetic paradigms of Indonesian Muslim society.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi karakteristik fisik dan aspek tekstologi manuskrip mushaf Al-Qur’an Syekh Musthofa yang tersimpan di Museum Islam Nusantara, Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya manuskrip mushaf Al-Qur’an sebagai jejak penyebaran Islam di Nusantara serta sebagai warisan tulis yang memperlihatkan kekayaan budaya dan intelektual masyarakat Muslim Indonesia. Fokus penelitian diarahkan pada bentuk rasm, pengkategorian makki–madani, penamaan surat, jumlah ayat dalam setiap surat, serta keberadaan tanda waqaf. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik deskriptif-analitis terhadap naskah tunggal dengan pendekatan edisi kritis sebagaimana diterapkan dalam studi filologi manuskrip keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas penulisan Al-Qur’an di Nusantara telah berkembang pesat sejak abad ke-19, dibuktikan dengan variasi dan kelengkapan tanda waqaf serta tajwid dalam manuskrip Syekh Musthofa. Manuskrip ini memiliki inkonsistensi dalam penulisan tanda waqaf, mengikuti rasm Utsmani dengan pengecualian pada aspek ḥadzf al-ḥuruf dan ma fīh qirā’atan wa kutiba ‘alā ihdāhumā, serta menunjukkan perbedaan jumlah ayat, kategori makki–madani, dan penamaan surah dibandingkan Mushaf Standar Indonesia. Temuan ini mengimplikasikan bahwa tradisi penyalinan mushaf di Nusantara tidak hanya merepresentasikan transmisi teks suci, tetapi juga kreativitas lokal dalam mengolah dan menyesuaikan Al-Qur’an dengan konteks budaya dan estetika masyarakat setempat.
Dialektika Tafsir dan Kemajuan Pengetahuan Sidik Jari dalam Al-Qur’an: Aplikasi Tafsir Kontekstual Abdullah Saeed Nurmansyah, Ihsan; Dana, Nur Rahma
Al-Qudwah Vol 2, No 2 (2024): December
Publisher : UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/alqudwah.v2i2.29662

Abstract

This paper discusses the contextualization of fingerprints in the Qur'an, specifically in Surah Al-Anfal, verse 12, and Surah Al-Qiyamah, verse 4. Each person's fingerprints are unique, even among identical twins, and they remain unchanged over time, unlike other organs that may change. The aim of this study is to examine how scholars have interpreted the reference to fingerprints in the Qur'an across different eras and how the concept of fingerprints indicated in the Qur'an can be applied in the contemporary context. The analysis employs Abdullah Saeed's contextual approach. The research concludes that: first, linguistically, the term "banan" refers to the tips of the fingers. It is mentioned with reference to fingers rather than other body parts because fingers are the smallest and most complex bones and were the last body parts created. From a micro-macro perspective of asbab an-nuzul, fingerprints are related to the disbelief of the disbelievers regarding Allah's ability to resurrect and identify individuals from the grave, distinguishing one person from another. Second, interpretations of the term "banan" by scholars across generations present two views. One view is that Allah has the power to perfectly reconstruct human fingers. The other view explains that human fingerprints can be relied upon for identity investigation in criminal cases. Third, in the context of modern advancements, fingerprints are now used not only for criminal identification but also in technology fields, such as security systems and digital authentication.Abstrak: Tulisan ini membahas kontekstualisasi sidik jari dalam Al-Qur’an, yakni Surah Al-Anfal ayat 12 dan Surah Al-Qiyamah ayat 4. Sidik jari yang dimiliki oleh setiap manusia ternyata berbeda antara satu orang dengan lainnya, bahkan pada orang yang kembar identik sekalipun. Selain itu, sidik jari pun tidak akan pernah berubah seiring berjalannya waktu, tidak seperti organ lain yang mengalami perubahan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana penafsiran para ulama tafsir dari masa ke masa dalam memahami isyarat sidik jari dalam Al-Qur’an dan bagaimana pemanfaatan sidik jari yang diisyaratkan dalam Al-Qur’an pada konteks masa kini. Teori analisis yang digunakan ialah pendekatan kontekstual Abdullah Saeed. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: pertama, secara analisis linguistik, kata banan itu berarti ujung jari. Disebutkan dengan jari-jemari daripada anggota tubuh lainnya, karena jari-jemari adalah tulang yang paling kecil dan rumit serta anggota badan yang terakhir diciptakan. Dilihat dari asbab an-nuzul mikro-makro, sidik jari punya keterkaitan dengan keraguan orang kafir terhadap kemampuan Allah yang dapat membangkitkan kembali manusia dari kubur dan mengidentifikasinya serta membedakan antar satu individu dengan individu yang lain. Kedua, penafsiran ulama dari generasi ke generasi terhadap kata banan ini terdapat dua pandangan. Pandangan yang menyebutkan bahwa Allah berkuasa menyusun kembali jari-jemari manusia dengan sempurna. Dan pandangan yang menjelaskan bahwa sidik jari manusia dapat diandalkan untuk penyelidikan identitas dalam kasus kriminal. Ketiga, kontekstualisasi, dengan kemajuan teknologi saat ini, sidik jari kini tidak hanya digunakan untuk identifikasi dalam bidang kriminalistik saja, tetapi juga dalam bidang teknologi, seperti sistem keamanan dan autentikasi digital.
Islam dan Kepemimpinan Perempuan: Prototipe Leadership Ratu Balqis Perspektif Tafsir Al-Azhar Setiawati, Poppy; Nur, Afrizal; Khairiah, Khairiah; Amin, Saidul
Al-Qudwah Vol 2, No 2 (2024): December
Publisher : UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/alqudwah.v2i2.27172

Abstract

Women's leadership remains a subject of debate within the Islamic world, leading to various movements advocating for women's rights to be equal to men's. On the other hand, the perception that women prioritize emotions over logic has contributed to the notion that women are unsuitable for leadership roles. However, in reality, many women have proven themselves capable of leading institutions, organizations, and even nations. The Qur'an narrates a story of female leadership through the figure of Queen Balqis, who ruled the kingdom of Saba'. The purpose of this article is to explore the leadership prototype of Queen Balqis as depicted in Buya Hamka's Tafsir Al-Azhar. This research is a library-based study, with the primary data source being the Tafsir Al-Azhar, as well as secondary sources, including books and articles relevant to the research. The results of this study reveal that, from Hamka's perspective, Queen Balqis' leadership prototype embodies several key characteristics that are both relevant and valuable in the context of modern leadership. Analysis of Hamka's works, particularly Tafsir Al-Azhar, reveals that Queen Balqis possessed the following leadership qualities: first, wisdom and democracy. Hamka highlights how Queen Balqis demonstrated intelligence and wisdom in leading her people. Her decision to test the wisdom of Prophet Solomon by sending gifts reflects her ability to think democratically. Second, a diplomatic and peace-loving leader, Hamka, emphasizes that diplomacy is evident when a leader skillfully influences their followers to accept desired agreements and negotiations. Third, an intelligent and meticulous leader: Queen Balqis is portrayed as a smart, quick-thinking, cautious, and meticulous leader in making decisions. These three qualities in Queen Balqis make her a worthy role model for female leaders today.Abstrak: Kepemimpinan wanita masih menjadi suatu perdebatan dalam dunia Islam, akibatnya banyak timbul gerakan-gerakan yang menjunjung hak-hak wanita agar bisa disetarakan dengan laki-laki. Di sisi lain karakter wanita yang mengedepankan rasa dari pada logika membuat wanita seakan tidak layak menjadi pemimpin. Padahal kenyataannya banyak perempuan mampu menjadi pemimpin di suatu lembaga, organisasi bahkan negara. Di dalam Al-Qur’an terdapat kisah tentang kepemimpinan wanita yaitu kepemimpinan Ratu Balqis yang memimpin sebuah negeri bernama Saba’. Tujuan artikel ini untuk mengetahui prototipe leadership Ratu Balqis dalam Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pustaka, data primer dalam penelitian ini adalah kitab Tafsir Al-Azhar, sedangkan data sekunder adalah buku-buku dan artikel yang relevan dengan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prototipe kepemimpinan Ratu Balqis dalam perspektif Hamka mencerminkan beberapa karakteristik utama yang relevan dan berharga dalam konteks kepemimpinan modern. Analisis terhadap karya-karya Hamka, terutama tafsir Al-Azhar, mengungkapkan bahwa Ratu Balqis memiliki sifat-sifat kepemimpinan berikut: pertama, kebijaksanaan dan demokratis: Hamka menyoroti bagaimana Ratu Balqis menunjukkan kecerdasan dan kebijaksanaan dalam memimpin rakyatnya. Keputusan Balqis untuk menguji kebijaksanaan Nabi Sulaiman dengan mengirimkan hadiah menunjukkan kemampuannya untuk berpikir demokratis. Kedua, pemimpin yang diplomatis dan cinta damai, diplomasi seorang pemimpin dapat dilihat ketika ia pandai mempengaruhi orang-orang yang dipimpin supaya bisa menerima suatu kesepakatan dan perundingan yang diinginkan. Ketiga, pemimpin yang cerdas dan teliti, Ratu Balqis adalah pemimpin yang cerdas, berpikir cepat, bersikap hati-hati dan teliti dalam memutuskan suatu perkara. Tiga kriteria tersebut ada dalam diri Ratu Balqis yang layak dijadikan role model oleh para pemimpin perempuan saat ini.
The Activity of Sab’u al-Munjiyat Recitation on TMI al-Amien Prenduan Islamic Boarding School for Girls: The Perspective of Anthropology Theory Muhyin, Nabila Fajriyanti; Ningrum, Velida Apria; Aziz, Ach. As'ad Abdul
Al-Qudwah Vol 2, No 2 (2024): December
Publisher : UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/alqudwah.v2i2.29272

Abstract

This article aims to reveal the practice of reciting Sab’u al-Munjiyat carried out at Pondok Pesantren Tarbiyatul Mu’allimin al-Islamiyah (TMI) Putri al-Amien Prenduan, Sumenep, Madura. In daily routines, the students are required to participate in the recitation of Sab’u al-Munjiyat after the congregational Asr prayer. Sab’u al-Munjiyat consists of seven selected surahs from the Qur'an: Surah Al-Sajdah, Yasin, Al-Dukhan, Al-Waqi'ah, Al-Mulk, Al-Insan, and Al-Buruj. This research is a field study and uses a qualitative research method. Data collection was performed through observation, interviews, and document analysis. Data analysis was conducted using the anthropological approach of Heddy Shri Ahimsa-Putra. The findings indicate that the tradition of reciting Sab’u al-Munjiyat at Pondok Pesantren TMI al-Amien Prenduan originated from an innovation by the student organization (ISTAMA), which is based on the transmission of prophetic traditions that can still be preserved today. This is supported by numerous hadiths that describe the virtues of reciting these surahs. The structure of the recitation tradition at Pondok Pesantren TMI Putri al-Amien Prenduan can be classified into two structures: the subject structure and the structure of the Sab’u al-Munjiyat recitation. The function of this recitation tradition is to understand and seek the benefits of these seven chosen surahs, to seek safety, and to contribute to the development of Qur’anic character among the students.Abstrak: Artikel ini bertujuan untuk mengungkap kegiatan pembacaan sab’u al-munjiyat yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Tarbiyatul Mu’allimin al-Islamiyah (TMI) Putri al-Amien Prenduan, Sumenep, Madura. Dalam kesehariannya para santri diwajibkan untuk mengikuti kegiatan pembacaan sab’u al-munjiyat usai salat ashar berjamaah. Sab’u al-munjiyat merupakan kumpulan tujuh surah pilihan di dalam Al-Qur’an, yakni al-Sajadah, Yasin, al-Dukhan, al-Waqi’ah, al-Mulk, al-Insan, dan al-Buruj. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan dan dikaji menggunakan metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Selanjutnya analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan antropologi Heddy Shri Ahimsa-Putra. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi pembacaan sab’u al-munjiyat di Pondok Pesantren TMI al-Amien Prenduan bermula dari salah satu inovasi program pengurus organisasi santri (ISTAMA), yang memiliki landasan sebagai bentuk transmisi dari tradisi kenabian yang masih dapat dilestarikan hingga generasi saat ini. Hal tersebut berlandaskan dari banyaknya hadis-hadis yang menjelaskan keutamaan tentang seseorang yang membaca surah-surah tersebut. Adapun struktur yang terdapat dalam tradisi pembacaan yang ada di Pondok Pesantren TMI Putri al-Amien Prenduan dapat diklasifikasikan menjadi dua struktur, yaitu struktur subjek dan struktur pembacaan sab’u al-munjiyat, sedangkan fungsi dari tradisi pembacaan sab’u al-munjiyat untuk mengetahui dan mengharapkan fadilah dari tujuh surah pilihan, mengharapkan keselamatan, serta upaya dalam pembentukan karakter qur’ani dalam diri para santri.
Mediatisasi Hadis Melalui Musik sebagai Sarana Dakwah dalam Kanal Youtube Gontor TV Reza, Raja Fahrul; Irfan, Irfan
Al-Qudwah Vol 2, No 2 (2024): December
Publisher : UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/alqudwah.v2i2.29376

Abstract

This article discusses the phenomenon of the mediatization of Hadith as a means of Islamic preaching (dakwah) in the digital era, focusing on the Gontor TV YouTube channel as a case study. Gontor TV upholds the values embedded in the principles, motto, and “panca jiwa” of pesantren, ensuring that its preaching is educational, informative, and persuasive. This media channel contributes significantly to spreading Islamic teachings through various creative content, one of which is music. The message in this music is sourced from sacred texts, namely the Qur'an and the Hadith of the Prophet. This article is qualitative research using a descriptive qualitative approach and applying content analysis to examine the mediatization of Hadith as preaching content delivered through music on the Gontor TV YouTube channel. The research shows that the Hadith presented in the lyrics and music videos are displayed in various forms, such as excerpts from the matn without the complete isnad, sometimes including the mukharrij and its translation. These excerpts are then inserted into the lyrics, at the beginning or end of the music video, either in Arabic or Latin script. The Hadith are read textually, as there is no use of Hadith or other elements requiring contextual reading. Preaching through music on this YouTube channel has important implications in modern, multicultural, and heterogeneous societies, such as strengthening the internalization of religious messages, influencing the characteristics of musicians, increasing interest in music with Islamic nuances, being a form of creative and innovative dakwah, fostering interactions that strengthen religious life and Islamic identity, and serving as a medium for transmitting religious messages.Abstrak: Tulisan ini membahas tentang fenomena mediatisasi hadis sebagai sarana dakwah di era digital dengan mengambil objek kajian pada kanal Youtube Gontor TV. Gontor TV menjunjung tinggi nilai-nilai yang tertuang di dalam prinsip, motto, dan panca jiwa kepesantrenan sehingga penyajian dakwahnya harus memiliki sifat edukatif, informatif dan persuatif. Media ini ikut berkontribusi besar dalam mendakwahkan ajaran-ajaran Islam yang disampaikan melalui berbagai konten-konten kreatif, salah satunya musik. Pesan dari musik tersebut bersumber dari teks suci yaitu Al-Qur’an dan hadis Nabi. Tulisan ini merupakan jenis penelitian kualitatif (studi pustaka) dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan menerapkan metode analisis konten dalam menganalisis mediatisasi hadis sebagai konten dakwah yang disampaikan melalui musik sebagai bajunya di kanal Youtube Gontor TV. Penelitian ini menunjukkan bahwa hadis-hadis yang tersaji dalam lirik musik dan video klip tersebut ditampilkan dalam berbagai bentuk seperti, potongan matan, tanpa sanad lengkap, terkadang menyertakan mukharrij dan terjemahannya. Potongan matan tersebut kemudian disisipkan dalam liriknya, di awal atau akhir video klip dengan tulisan Arab ataupun latinnya. Hadis-hadis tersebut dibaca secara tekstual, dikarenakan tidak ada penggunaan hadis atau lainnya yang mengharuskan pembacaan secara kontekstual. Dakwah dengan musik di kanal Youtube ini memilik implikasi yang penting di tengah masyarakat modern, multikultural dan heterogen seperti; menguatkan penjiwaan makna terhadap pesan agama, mempengaruhi karakteristik musisi, meningkatkan minat kepada musik dengan nuansa Islami, salah satu bentuk dakwah kreatif dan inovatif, interaksi yang memperkuat kehidupan beragama dan identitas ke-Islaman, serta sarana transmisi pesan agama.

Page 1 of 1 | Total Record : 7