cover
Contact Name
Sepky Mardian
Contact Email
jurnal@sebi.ac.id
Phone
+6281382516267
Journal Mail Official
jurnal@sebi.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Bojongsari No. 63, Depok, Jawa Barat 16517
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Islam (JAKIs)
ISSN : 23382783     EISSN : 25493876     DOI : https://doi.org/10.35836/jakis
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Islam (JAKIs) is a scholarly journal published by the Department of Islamic Accounting, Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI (STEI SEBI). The JAKIs publishes twice a year in April and October. The journal has been publishing scholarly papers since 2013. All submitted papers will be reviewed by journal editors and if it is matched with the journal scope, the paper will be then sent to our peer-reviewers. The journal is SINTA 4 accredited by the Ministry of Research, Technology and Higher Education Republic of Indonesia No. 28/E/KPT/2019 on September 26th, 2019 (Valid until September, 2024) JURNAL AKUNTANSI DAN KEUANGAN ISLAM accepts original manuscripts in the field of Islamics Accounting and Finance, including research reports, application of theory, critical studies and literature reviews. The spread of Islamics Accounting and Finance include: 1. Islamic accounting, 2. Auditing and corporate governance, 3. Accounting and tax regulation and policy for Islamic institutions, 4. Shari’ah auditing and corporate governance, 5. Fnancial and non-financial performance measurement and 6. Disclosure in Islamic institutions and organizations.
Articles 124 Documents
Singapore And Sustainable Finance: Successful Models In Policy Implementation And Best Practices, Compare With Indonesia Fadhillah, Fadhillah; Agung, Wahyu Dwi
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Islam Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : SEKOLAH TINGGI EKONOMI ISLAM SEBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35836/jakis.v12i2.748

Abstract

Singapore stands out among ASEAN countries for its notable accomplishments in sustainable finance. Singapore is the sole ASEAN country featured in the top 15 rankings of the thirteenth edition of the Global Green Finance Index. Therefore This study aims to find the determining factors for Singapore's success in the implementation of sustainable finance. This research uses qualitative methods and literature review approaches. Upon examining the reports and official websites from the Financial Services Authority (OJK) (Indonesia) and the Monetary Authority of Singapore (MAS) (Singapore), it is evident that Singapore has implemented similar initiatives as Indonesia in addressing its three key issues; lack of knowledge and involvement in the financial sector, standardization of green categorization, and support and collaboration for business opportunities. Both countries have implemented national campaigns, published green taxonomies, and fostered public-private partnership to address these issues. In this study, a new finding was revealed in terms of culture financial understanding. Singapore lacks particular rules pertaining to the promotion of financial literacy. However, Singapore boasts a far greater financial literacy rate compared to other ASEAN countries. The high level of financial literacy certainly has positive influences on the implementation of sustainable finance. Singapura menjadi negara ASEAN terbaik karena prestasinya dalam hal keuangan berkelanjutan. Singapura adalah satu-satunya negara ASEAN yang masuk ke dalam peringkat 15 besar berdasarkan Global Green Finance Index edisi ketiga belas. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan faktor penentu kesuksesan Singapura dalam implementasi keuangan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan literatur rview. Berdasarkan laporan dan situs web resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) (Indonesia) dan Otoritas Moneter Singapura (MAS) (Singapura) terbukti bahwa Singapura telah menerapkan strategi serupa seperti Indonesia dalam mengatasi tiga masalah utamanya; kurangnya pengetahuan dan keterlibatan di sektor keuangan, standardisasi kategori hijau, serta dukungan dan kolaborasi untuk peluang bisnis. Kedua negara tersebut telah menerapkan kampanye nasional, menerbitkan taksonomi hijau, dan membina kemitraan publik-swasta untuk mengatasi masalah ini. Dalam penelitian ini, sebuah temuan baru terungkap dalam hal budaya terkait pemahaman keuangan. Singapura tidak memiliki aturan khusus yang berkaitan dengan promosi literasi keuangan. Namun, Singapura memiliki tingkat literasi keuangan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya. Tingginya tingkat literasi keuangan tentunya memberikan pengaruh positif terhadap penerapan keuangan berkelanjutan.
Persepsi Pengelola dan Nasabah Terhadap Implementasi Kepatuhan Syariah pada BMT Muamalah Mandiri Depok Sarah, Siti; Firman, Muhammad Asmeldi
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Islam Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : SEKOLAH TINGGI EKONOMI ISLAM SEBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35836/jakis.v12i2.728

Abstract

This research aims to reveal the perceptions of managers and customers regarding the implementation of sharia compliance. The object of this research is the Sharia Savings and Loans and Financing Cooperative BMT Muamalah Mandiri Depok. This research uses qualitative descriptive analysis with interview. The results of the research show that through six indicators for assessing the supervision of the sharia supervisory board, namely integrity, competence, financial reputation, duties and obligations, product supervision based on sharia principles, and concurrent positions are in accordance with sharia principles. However, there are obstacles in the supervision process, because the management and customers have minimal knowledge of sharia. Therefore, sharia education is needed from the sharia supervisory board. Riset ini bertujuan untuk mengungkapkan persepsi manajer dan nasabah terhadap penerapan kepatuhan syariah. Objek penelitian ini adalah Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT Muamalah Mandiri Depok. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui enam indikator penilaian pengawasan dewan pengawas syariah yaitu integritas, kompetensi, reputasi keuangan, tugas dan kewajiban, pengawasan produk berdasarkan prinsip syariah, dan rangkap jabatan sudah sesuai dengan prinsip syariah. Namun, terdapat kendala dalam proses pengawasan, karena pengelola dan nasabah yang minim pengetahuan syariah. Sehingga, perlu edukasi syariah dari dewan pengawas syariah.
Sustainable Finance Initiatives In The Developing-8 Countries: Focus And Priorities In The Country Level Jajang, Jajang
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Islam Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : SEKOLAH TINGGI EKONOMI ISLAM SEBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35836/jakis.v12i2.831

Abstract

This research aims to analyze the initiatives adopted by the D-8 countries in responding to the issue of sustainable finance. To achieve this goal, the research is designed using a qualitative literature review approach. In this research, data were obtained from the official websites of relevant national authorities, previous studies, and other reliable data sources. Research found that, at the organizational level, although there are no specific initiatives regarding sustainable finance, the initiatives taken have included sustainability dimensions, namely economic, social, and environmental dimensions. However, at the national level, each the D-8 countries have their own focus and priorities in responding to sustainable finance issues.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis inisiatif yang diambil oleh negara-negara D-8 dalam menanggapi isu keuangan berkelanjutan. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian dirancang dengan menggunakan pendekatan tinjauan literatur kualitatif. Dalam penelitian ini, data diperoleh dari situs resmi otoritas nasional terkait, penelitian sebelumnya, dan sumber data lain yang dapat dipercaya. Penelitian menemukan bahwa, pada level organisasi, meskipun belum ada inisiatif khusus mengenai keuangan berkelanjutan, namun inisiatif yang diambil sudah mencakup dimensi keberlanjutan, yaitu dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan. Sedangkan di tingkat nasional, masing-masing negara D-8 mempunyai fokus dan prioritas masing-masing dalam menanggapi isu keuangan berkelanjutan.
Pencegahan Perilaku Disfungsional Auditor dalam Konsep Kejujuran Al-Ghazali Amelia, Khaliza; Setiyaningsih, Titik Agus
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Islam Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : SEKOLAH TINGGI EKONOMI ISLAM SEBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61111/jakis.v13i1.859

Abstract

This study aims to analyze the practice of an auditor's dysfunctional behavior through the concept of honesty from Al-Ghazali's perspective—dysfunctional behavior, such as premature sign-off and underreporting of time. A qualitative method with an Islamic paradigm and a Sufism approach will be used to examine how the value of honesty can be a solution in preventing dysfunctional behavior. Data related to dysfunctional behavior was obtained through semi-structured interviews with experienced auditors. The results showed external factors that cause dysfunctional auditors, such as client demands, superior orders, limited auditee data, time pressure, internal factors such as auditor experience, auditor professionalism, and lack of understanding of professional ethical standards. This causes auditors to contradict Al-Ghazali's concept of honesty, (1) honesty in desire ('azm), (2) honesty in words, (3) honesty in actions, (4) honesty in intentions and desires. If one is embedded in the auditor, it can help form a professional and integrity auditor. In conclusion, auditors who instill honesty values and apply them in audit practice can be an effective strategy in preventing dysfunctional behavior and improving the quality and independence of auditors in carrying out their duties. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik perilaku disfungsional auditor melalui konsep kejujuran perspektif Al-Ghazali. Perilaku disfungsional, seperti premature sign off dan underreporting of time. Menggunakan metode kualitatif dengan paradigma Islam dan pendekatan tasawuf, untuk mengkaji bagaimana nilai kejujuran dapat menjadi solusi dalam pencegahan perilaku disfungsional. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan auditor berpengalaman terkait perilaku disfungsional. Hasil penelitian menunjukkan faktor eksternal yang menyebabkan disfungsional auditor, seperti tuntutan klien, perintah atasan, keterbatasan data dari auditee, tekanan waktu, serta faktor internal seperti pengalaman auditor, profesionalisme auditor, dan kurangnya pemahaman terhadap standar etika profesi. Hal tersebut menyebabkan auditor bertentangan dengan konsep kejujuran Al-Ghazali, (1) jujur dalam hasrat (‘azm), (2) jujur dalam perkataan, (3) jujur dalam perbuatan, (4) jujur dalam niat dan keinginan. Apabila salah satunya tertanam dalam diri auditor, dapat membantu membentuk auditor yang profesional dan berintegritas. Kesimpulan, auditor yang menanamkan nilai-nilai kejujuran dan menerapkan dalam praktik audit, dapat menjadi strategi efektif dalam mencegah perilaku disfungsional, serta meningkatkan kualitas dan independensi auditor dalam menjalankan tugasnya.  
Keuangan Syariah Bertransformasi: Literasi dan Inklusi Digital untuk Memerangi Jebakan Pinjaman Online Ilegal Ismahani, Nur; FW Pospos, Ade Fadillah; Maulana, Zefri
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Islam Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : SEKOLAH TINGGI EKONOMI ISLAM SEBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61111/jakis.v13i1.875

Abstract

The purpose of this study is to analyze the role of financial literacy and digital financial inclusion in reducing the risk of individual involvement in illegal online loans. The research method used is qualitative. Data were collected through surveys, literature reviews, and in-depth interviews with 12 informants. The study's results found that understanding digital financial literacy and Islamic financial principles contributed to increasing awareness of the risks of illegal online loans. In addition, digital financial inclusion offers wider access to safe and transparent financial services. The limitation of the study is the limited scope of informants. Further research is expected to use mixed methods to obtain more comprehensive results.Studi ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi keuangan dan inklusi keuangan digital dalam mengurangi risiko keterlibatan individu dalam pinjaman online ilegal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan data yang dikumpulkan melalui survei, tinjauan literatur dan wawancara mendalam terhadap 12 informan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemahaman terhadap literasi keuangan digital dan prinsip-prinsip keuangan syariah berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran individu terhadap risiko pinjaman online ilegal. Selain itu, inklusi keuangan digital memberikan akses yang lebih luas terhadap layanan keuangan yang aman dan transparan. Namun, penelitian ini masih memiliki keterbatasan dalam cakupan sampel yang terbatas dan kurangnya data kuantitatif untuk mendukung temuan kualitatif. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk mangadopsi pendekatan metode campuran dengan melibatkan lebih banyak sampel dan baragam guna memperoleh hasil yang lebih komprehensif.
Pengaruh Literasi Keuangan, Edukasi Sekolah Pasar Modal, dan Gaya Hidup Generasi Z terhadap Minat Berinvestasi Saham Syariah Rifani, Devi; Soemitra, Andri; Nurlaila, Nurlaila
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Islam Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : SEKOLAH TINGGI EKONOMI ISLAM SEBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61111/jakis.v13i1.877

Abstract

Generation Z, known as digital natives, now dominates the student population and shows a growing interest in investments, especially Islamic stocks. However, the low level of financial literacy is still a major challenge. This study aims to analyze the effect of financial literacy, Capital Market School (CMS) education, and lifestyle on interest in investing in Islamic stocks among UIN North Sumatra students. The quantitative method was used by distributing questionnaires to 91 students who are members of the KSPMS Golden UINSU Sharia Investment Gallery. The results showed that partial financial literacy and SPM education positively and significantly affect interest in investing. In contrast, lifestyle has a significant negative impact, indicating that a consumptive lifestyle reduces investment interest. Simultaneously, the three variables significantly affect interest in investing in Islamic stocks. This study concludes that students with good financial literacy, who have participated in capital market education, and have a frugal lifestyle tend to be more interested in investing. Future research should add variables such as religiosity, social influence, and use of fintech, as well as consider mixed methods or longitudinal studies to get more comprehensive results.Generasi Z yang dikenal sebagai digital natives kini mendominasi populasi mahasiswa dan menunjukkan ketertarikan yang meningkat terhadap investasi, khususnya saham syariah. Namun, rendahnya tingkat literasi keuangan masih menjadi tantangan utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan, edukasi Sekolah Pasar Modal (SPM), dan gaya hidup terhadap minat berinvestasi saham syariah pada mahasiswa UIN Sumatera Utara. Metode kuantitatif digunakan dengan menyebarkan kuesioner kepada 91 mahasiswa anggota Galeri Investasi Syariah KSPMS Golden UINSU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial literasi keuangan dan edukasi SPM memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat berinvestasi, sementara gaya hidup menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan, mengindikasikan bahwa gaya hidup konsumtif menurunkan minat investasi. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap minat berinvestasi saham syariah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mahasiswa dengan literasi keuangan yang baik, telah mengikuti edukasi pasar modal, serta memiliki gaya hidup hemat cenderung lebih berminat untuk berinvestasi. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel seperti religiusitas, pengaruh sosial, dan penggunaan fintech, serta mempertimbangkan metode campuran atau studi longitudinal guna mendapatkan hasil yang lebih komprehensif.
The Effectiveness of the Distribution of Zakat, Infaq and Sadaqah Funds by BAZNAS: A Comparative Study of South Kalimantan and West Java Provinces in 2019–2023 Fitriyani, Yuli; Putriana, Astia; Abdillah, M. Riduan; Machfiroh, Ines Saraswati; Hadiani, Yasir
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Islam Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : SEKOLAH TINGGI EKONOMI ISLAM SEBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61111/jakis.v13i1.852

Abstract

The effective and targeted distribution of zakat and infaq/sadaqah is the biggest challenge faced by zakat management bodies. This research was conducted to determine the level of effectiveness and performance of BAZNAS in distributing zakat and infaq/sadaqah using activity ratios, by comparing BAZNAS of South Kalimantan Province and BAZNAS of West Java Province. This study is different with previous studies in terms of providing a broader picture by comparing the effectiveness and performance of the distribution of Zakat and Infaq/Sadaqa funds in two provinces with contrasting Muslim population characteristics, namely West Java Province as the province with the largest Muslim population, and South Kalimantan Province which is in 14th position. The research method uses a type of quantitative descriptive data with secondary data, namely fund change reports for the period 2019-2023.  The research results show that BAZNAS of South Kalimantan Province and BAZNAS of West Java Province have distributed zakat and infaq/sadaqah funds very effectively, based on the Zakat Allocation Ratio and Infaq and Sadaqah Ratio which obtained values 90%.  The performance of BAZNAS of South Kalimantan Province in distributing ZIS funds has been excellent, based on the six ratios used, achieving a value 1. Meanwhile, at BAZNAS West Java Province, out of the six ratios used, only two ratios were categorized as not good, namely the Infaq Sadaqah Turnover Ratio and the Average of Days Infaq Sadaqah Outstanding in 2020 and 2022.  This is because, in those years, the collected infaq/sadaqah funds could not be distributed properly, as the funds disbursed were lower than the funds collected, causing the funds to remain idle for too long. This study indicates that the effectiveness of zakat institutions is not always influenced by the great potential of the population of the people in the region but depends on internal management and institutional distribution strategies.Pendistribusian zakat dan infaq/sadaqah yang efektif dan tepat sasaran merupakan tantangan terbesar yang dihadapi oleh lembaga pengelola zakat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat efektivitas dan kinerja BAZNAS dalam menyalurkan zakat dan infaq/sadaqah menggunakan rasio aktivitas, dengan membandingkan BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan dan BAZNAS Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini berbeda dengan penelitian sebelumnya dalam hal memberikan gambaran yang lebih luas dengan membandingkan efektivitas dan kinerja penyaluran dana Zakat dan Infaq/Sadaqah di dua provinsi dengan karakteristik penduduk muslim yang kontras, yaitu Provinsi Jawa Barat sebagai provinsi dengan penduduk muslim terbesar, dan Provinsi Kalimantan Selatan yang berada pada posisi ke-14. Metode penelitian menggunakan jenis data deskriptif kuantitatif dengan data sekunder yaitu laporan perubahan dana periode 2019-2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan dan BAZNAS Provinsi Jawa Barat telah menyalurkan dana zakat dan infaq/sadaqah dengan sangat efektif, berdasarkan Nisbah Alokasi Zakat dan Nisbah Infaq dan Sedekah yang memperoleh nilai 90%. Kinerja BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan dalam menyalurkan dana ZIS sudah sangat baik, berdasarkan keenam rasio yang digunakan memperoleh nilai 1. Sementara itu, pada BAZNAS Provinsi Jawa Barat, dari keenam rasio yang digunakan, hanya dua rasio yang masuk kategori kurang baik, yaitu Rasio Perputaran Infaq Sedekah dan Rata-rata Hari Beredar Infaq Sedekah tahun 2020 dan 2022. Hal ini dikarenakan pada tahun-tahun tersebut dana infaq/sadaqah yang terkumpul belum dapat tersalurkan dengan baik, karena dana yang disalurkan lebih kecil dari dana yang terhimpun, sehingga dana tersebut terlalu lama menganggur. Penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas lembaga zakat tidak selalu dipengaruhi oleh besarnya potensi jumlah penduduk suatu daerah, tetapi tergantung pada manajemen internal dan strategi penyaluran lembaga.
Evaluasi Kinerja Keuangan PT Bank Syariah Indonesia dengan Pendekatan Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, dan Capital Fadhil, Muhammad Irsyad; Nurlaila, Nurlaila; Rahmani, Nur Ahmadi Bi
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Islam Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : SEKOLAH TINGGI EKONOMI ISLAM SEBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61111/jakis.v13i1.871

Abstract

The banking sector has a strategic and essential role to support the economic development of a country. Therefore, banks must be able to manage their operations efficiently in order to maintain customer trust. As a reference for basic tools for authorities to formulate effective supervisory strategies using the provisions of POJK No.4/POJK.03/2016 to assess bank health assessments. This study examines PT Bank Syariah Indonesia (BSI), recognized as the leading Islamic bank in Indonesia, to assess its financial condition using the RGEC method (Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, and Capital) over the 2021-2023 period. The research adopts a quantitative approach and uses descriptive secondary data analysis. The results indicate that BSI is in an "Excellent Health" category, achieving a composite rating of (PK-1). In 2021, the composite score reached 90%, with a slight decline to 87.5% during 2022 2023. These findings reflect high operational efficiency, solid profitability, and sufficient capital adequacy to manage risks effectively. In summary, BSI demonstrated outstanding financial performance throughout its initial three years. Dunia perbankan berperan sebagai salah satu pilar yang memegang kontribusi besar dalam perkembangan ekonomi suatu negara. Bank dengan tata kelola yang unggul perlu menjaga kepercayaan nasabah dalam menabung. Berdasarkan peraturan yang tercantum dalam POJK No. 4/POJK.03/2016, penilaian kesehatan bank berperan sebagai alat yang krusial bagi otoritas dalam merumuskan strategi pengawasan yang efektif. Bank Syariah Indonesia (BSI) dipilih sebagai objek penelitian karena merupakan Lembaga perbankan syariah dengan skala terbesar di Indonesia. Tujuan dari kajian ini untuk mengukur stabilitas keuangan BSI dengan menggunakan metode RGEC (Penilaian Risiko, Manajemen Perusahaan, Profitabilitas, dan Cadangan Modal) pada tahun 2021-2023. Metodologi yang digunakan bersifat kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif berbasis data sekunder. Hasil kajian menunjukkan bahwa BSI berada dalam kondisi "Sangat Sehat" dengan Kategori komposit terbaik (PK-1). Pada tahun 2021, Hasil penilaian komposit mencapai 90%, sedangkan pada tahun 2022-2023 sebesar 87,5%. Temuan ini mencerminkan efisiensi operasional, profitabilitas yang baik, serta kualitas dan kecukupan modal yang memadai dalam menghadapi risiko. Secara keseluruhan, BSI berhasil menunjukkan kinerja keuangan yang unggul selama tiga tahun pertama operasinya.
Intermediasi Sosial Bank Sumut Syariah KCP Perdagangan terhadap Pemberdayaan UMKM Syariah Qodriyah, Nurul Ni'mah; Anggraini, Tuti; Nasution, Juliana
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Islam Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : SEKOLAH TINGGI EKONOMI ISLAM SEBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61111/jakis.v13i2.891

Abstract

The long-term role of Islamic banking as a social intermediation institution is often criticized for failing to reflect the true essence of Islamic financial principles. As a result, Islamic banks are frequently perceived as not significantly different from conventional banks, particularly in addressing the fundamental socio-economic issues of society. This study aims to analyze the implementation of social intermediation based on sharia principles at Bank Sumut Syariah KCP Perdagangan and examine its contribution to the empowerment of micro-enterprises. This research employs a descriptive qualitative approach, with primary data collected through in-depth interviews. The findings indicate that Bank Sumut Syariah has carried out its social intermediation role effectively through financing schemes such as murabahah and musharakah, as well as savings products including general muamalat savings, student savings, Hajj savings, and deposits. The micro-financing procedures involve several stages from application to monitoring. This study fills a gap in the literature by examining local Islamic banking practices and provides insights into accountability and contributions to microeconomic empowerment.Peran jangka panjang perbankan syariah sebagai lembaga intermediasi sosial kerap dikritik karena dinilai belum mencerminkan esensi sejati dari sistem keuangan Islam. Akibatnya, perbankan syariah sering dianggap tidak berbeda secara signifikan dari perbankan konvensional, terutama dalam menjawab persoalan fundamental masyarakat. Bertujuan untuk menganalisis implementasi intermediasi sosial berbasis syariah pada Bank Sumut Syariah KCP Perdagangan serta mengkaji kontribusinya terhadap pemberdayaan usaha mikro, penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data primer melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bank Sumut Syariah telah menjalankan fungsi intermediasi sosial dengan cukup baik melalui pembiayaan berbasis akad murabahah dan musyarakah, serta produk simpanan seperti tabungan muamalat dan tabungan haji. Prosedur pembiayaan mikro melibatkan tahapan mulai dari pengajuan hingga monitoring. Temuan ini mengisi kekosongan literatur mengenai praktik intermediasi sosial di unit perbankan syariah daerah dan memberikan wawasan mengenai akuntabilitas serta kontribusi nyata terhadap penguatan ekonomi masyarakat kecil.
The Interaction of Green Banking Initiative, ESG Disclosure, and Environmental Performance on Net Income of the Strongest Banks in Asia Bimantara, Andika Rendra; Hastuti, Ely Windarti; Maulana, Hartomi; Rahmanita, Fahmilia
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Islam Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : SEKOLAH TINGGI EKONOMI ISLAM SEBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61111/jakis.v13i2.860

Abstract

Today's environmental issues require quick and precise handling. Although it is not the leading actor of natural damage, the banking sector must still practice sustainable development without releasing its function as a profit institution. This study uses a quantitative method with content analysis on the annual report and the Sustainability Report of 10 Islamic banks, which were sampled using purposive sampling as the sampling technique—data analysis techniques using panel data analysis. The results of the study are partially mixed results. Green Banking and environmental performance variables each negatively affect the Net Income variable, with each t value lower than the t table value and a significance value greater than 0.05. In contrast, the effect between the ESG Disclosure variable and the Net Income variable is positive and significant. This results is similar to the simultaneous test results. Simultaneously, the Green Banking, ESG Disclosure, and Environmental Performance variables have a positive and significant effect on the Net Income variable. It can be concluded that if Islamic Banking wants to achieve an optimal level of profitability while in line with sustainable development practices, then Islamic Banking can strive for these three elements simultaneously. That is, carrying out Green Banking practices, disclosing ESG practices, and maximizing environmental performance. Isu lingkungan hidup di masa kini membutuhkan penanganan-penanganan yang cepat dan tepat. Meskipun bukan sebagai aktor utama kerusakan alam, sektor Perbankan tetap harus mempraktikkan Pembangunan berkelanjutan tanpa melepaskan fungsinya sebagai lembaga profit. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis konten pada laporan tahunan dan Sustainability Report sejumlah 10 bank Islam yang menjadi sampel dengan purposive sampling sebagai Teknik sampelnya. Teknik analisis data menggunakan panel data analysis. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa secara parsial terdapat hasil yang beragam. Variabel Green Banking dan performa lingkungan masing-masing berpengaruh negatif terhadap variabel Net Income dengan masing-masing nilai t hitung lebih rendah dari nilai t tabel serta nilai signifikansi yang lebih besar dari 0.05. Berbeda halnya dengan pengaruh antara variabel Pengungkapan ESG terhadap variabel Net Income yang berpengaruh positif dan signifikan. Hasil ini serupa dengan hasil uji secara simultan. Secara simultan, variabel Green Banking, Pengungkapan ESG, dan Performa Lingkungan berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Net Income. Sehingga dapat disimpulkan jika Perbankan Islam hendak mencapai Tingkat profitabilitas yang optimal sekaligus sejalan dengan praktik Pembangunan berkelanjutan, maka Perbankan Islam dapat mengupayakan ketiga elemen ini secara bersamaan. Yaitu menjalankan praktik Green Banking, mengungkapkan praktik ESG, serta memaksimalkan performa lingkungannya

Page 12 of 13 | Total Record : 124