cover
Contact Name
Dr. Sandra Hermanto, M.Si
Contact Email
hermantokimia@uinjkt.ac.id
Phone
+6285220042401
Journal Mail Official
kimia@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
VALENSI
ISSN : 24606065     EISSN : 25483013     DOI : 10.15408/jkv
Core Subject : Science,
Jurnal Kimia Valensi is a biannual and peer-reviewed open access journal published by Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. This journal covering all aspect of chemistry.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 425 Documents
Aplikasi Urease dari Biji Kacang Tolo (Vigna unguiculata ssp unguiculata L.) untuk Biosensor Urea zusfahair zusfahair; Dian Riana Ningsih; Amin Fatoni; Vika Aprilia Puspitarini
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI Volume 5, No. 1, May 2019
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.044 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v5i1.8776

Abstract

Penggunaan urease dalam analisis urea yang digabungkan dengan suatu transduser disebut biosensor urea.Tujuan penelitian adalah menentukan kadar urea dengan metode biosensor urea berbasis urease biji kacang tolo yang diamobilisasi pada matrik alginat dan dideteksi secara kolorimetri menggunakan indikator bromtimol biru. Penelitian dimulai dengan isolasi urease dari biji kacang tolo (Vigna unguiculata ssp unguiculata L.), kemudian diamobilisasi menggunakan metode penjebakan dengan natrium alginat, setelah mencampur larutan urease dengan natrium alginat, diteteskan dalam larutan CaCl2 sampai terbentuk urease alginat. Beads urease alginat direaksikan dengan urea menghasilkan ion amonium, selanjutnya ditambahkan indikator bromtimol biru dan perubahan warnanya diukur menggunakan spektrofotometer. Kinerja analitis biosensor urea ditentukan melalui penentuan waktu reaksi enzimatis, keberulangan analisis, keberulangan pembuatan dan pengujian senyawa penganggu dengan konsentrasi urea 4mM, serta penentuan linearitas, batas deteksi, dan batas kuantifikasi dengan konsentrasi urea 0.05; 1; 3; 7; dan 15 mM. Hasil penelitian menunjukkan beads urease alginat bisa digunakan berulang sampai 8 kali. Kinerja analitis beads urease alginat menghasilkan respon yang linier pada rentang 0.05-15 mM dengan koefisien korelasi sebesar 0.9981, batas deteksi sebesar 0.8 mM dan batas kuantifikasi sebesar 2.67 mM. Keberulangan pembuatan beads urease alginat menghasilkan nilai koefisien variasi sebesar 6%. Analisis tidak terganggu dengan keberadaan asam askobat 0.05 mM dan asam urat 0.4 mM. Kata kunci: Amobilisasi urease, beads alginat, biosensor, biji kacang tolo, spektrofotometri. The use of urease in the urea analysis which combined with a transducer is called urea biosensor. Research aimed to determine urea level using urea biosensor method based on urease from black-eyed pea that immobilized on alginate matrix and detected by colorimetric using bromothymol blue indicator. The research began with urease isolation from black-eyed pea (Vigna unguiculata ssp unguiculata L.), and then it immobilized utilizing the trapping method with sodium alginate, after mixing urease solution with sodium alginate, it is dripped in CaCl2 solution until alginate urease beads formed. Alginate urease beads reacted with urea to produce ammonium ion, then it’s added with indicator bromothymol blue, and the color changes were measured using a spectrophotometer. ­The analytical performance of urea biosensor is determined by enzymatic reaction time, repeated analysis, repeatability of fabrication and calibration of disturbing compound with concentration of urea 4 mM, also linearity, limit of detection and limit of quantification with concentration of urea 0.05, 1, 3, 7 and 15 mM. The results showed that alginate urease beads could repeatedly be used until eight times. The analytical performance of alginate urease beads including a linear response in the range of 0.05 mM-15 mM with the correlation coefficient of 0.9981, the detection limit of 0.8 mM and the quantification limit of 2.67 mM. The repeatability of fabrication alginate urease beads produced the coefficient of variation value of 6%. The presence of 0.05 mM ascorbic acid and 0.4 mM uric acid.was not disrupted the analysis. Keywords: urease immobilization, alginate beads, biosensor, black-eyed pea, spectrophotometry.
Penyerapan Ion Logam Kadmium Dan Tembaga Oleh Genjer (Limnocharis flava) Nurhasni Nurhasni
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi VOLUME 1, NO.1, NOVEMBER 2007
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (943.463 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v1i1.210

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang penyerapan ion logam kadmium dan tembaga olehgenjer (limnocharis flava) dengan metode dinamis. Dari hasil penelitian didapatkan kondisioptimum penyerapan pada pH 5, ukuran partikel 180 μm, dan suhu pemanasan 90o C.Kapasitas penyerapan untuk Cd(II) adalah 17,71 mg ion logam/g sorben, sedangkan untukCu(II) adalah 17,45 mg ion logam/ g sorben. Ion logam yang telah diserap dielusi denganHNO3 dan EDTA dengan recovery 63,44-100%. Penyerapan ion logam kadmium dantembaga pada kondisi optimum yang diaplikasikan pada air limbah laboratorium kimiamempunyai kapasitas penyerapan masing-masing adalah 0,030 dan 0.013 mg ion logam/ gsorben.
Peningkatan Kemurnian Radiokimia Iodium-125 Produksi PRR dengan Natrium Metabisulfit dan Reduktor Jones Maiyesni Maiyesni; Mujinah Mujinah; Witarti Witarti; Dede K Dede K; Triani W Triani W; Trianto Trianto
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 3, No.1, Mei 2013
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.526 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v3i1.331

Abstract

Radioisotop 125iodium cukup dikenal luas manfaatnya, diantaranya adalah sebagai perunut (tracer) kit RIA/IRMA untuk deteksi in-vitro berbagai penyakit, sebagai sumber radiasi dalam brachytherapy penyakit kanker, sebagai perunut binding assay dalam berbagai penelitian bioteknologi. Beberapa tahun lalu untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri 125I masih diimpor. BATAN, telah memiliki fasilitas produksi radioisotop 125I, tetapi sampai dua tahun terakhir selain efisiensi produksi belum optimal, kualitas produk belum memenuhi persyaratan untuk banyak keperluan di atas. 125I yang digunakan pada bidang kesehatan  dalam bentuk larutan Na125-I harus memiliki kemurnian radiokimia tinggi (>95 %) agar mendapatkan hasil penandaan yang baik. Dengan demikian perlu dilakukan peningkatan kemurnian radiokimia 125I- dengan mengurangi pengotor radiokimia yang berasal pengotor ion iodat dan ion periodat. Pada penelitian ini digunakan Na2S2O5 dan reduktor Jones untuk mereduksi ion iodat dan ion periodat menjadi ion iodida. (Na125-I) produksi PRR-BATAN sampai batas yang diharapkan. Pada percobaan ini diperoleh kemurnian radiokimia 125I- 91,49 % dengan penambahan Na2S2O5 0,1 N volume 6 uL, dan 95,16% dengan volume 8 uL. Penggunaan Na2S2O5 dengan konsentrasi 0,3 N volume 2 uL diperoleh kemurnian radiokimia 99 % sedangkan volume 4 uL, 6 uL, dan 8 uL menghasilkan kemurnian radiokimia 100 %. Sedangkan penggunaan reduktor Jones menghasilkan kemurnian radiokimia 125I- yaitu 99,83 %. Kata Kunci: iodium-125, kemurnian radiokimia, Na2S2O5, reduktor Jones, iodat.
Dammarane-Type Triterpenoids from The Stembark of Aglaia argentea (Meliaceae) Ace Tatang Hidayat; Kindi Farabi; Ida Nur Farida; Kansy Haikal; Nurlelasari Nurlelasari; Desi Harneti Putri Huspa; Rani Maharani; Unang Supratman; Yoshihito Shiono
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI Volume 4, No. 1, Mei 2018
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.204 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v4i1.7065

Abstract

Two dammarane-type triterpenoids, 20S,24S-epoxy-3α,25-dihydroxydammarane (1) and 3α-acetyl-20S,24S-epoxy-3α,25-dihydroxydammarane (2), have been isolated from the stembark of Aglaia argentea. The chemical structure of compounds (1 and 2) were identified by spectroscopic evidences including UV, IR, 1D-NMR, 2D-NMR and MS as well as by comparing with previously reported spectral data. Those compounds were isolated from this plant for first time. Compounds (1 and 2) showed cytotoxic activity against P-388 murine leukemia cells with IC50 values of 23.96 and 8.14 mM, respectively.DOI:http://dx.doi.org/10.15408/jkv.v4i1.7065
Pengolahan Limbah Cair Batik menggunakan Fotokatalis TiO2-Dopan-N dengan Bantuan Sinar Matahari Kapti Riyani; Tien Setyaningtyas; Dian Windy Dwiasih
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 2, No.5, November 2012
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.133 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v2i5.301

Abstract

Studi penggunaan fotokatalis TiO2-dopan-N untuk pengolahan limbah cair batik telah dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi nilai BOD dan COD pada limbah cair batik menggunakan sinar matahari sebagai sumber energi. Sebagai sumber nitrogen untuk pembuatan fotokatalis TiO2-dopan-N adalah urea. Limbah cair batik berasal dari salah satu industri batik di Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah. Penelitian ini dimulai dengan pembuatan fotokatalis TiO2-N, dengan perbandingan molar TiO2:urea adalah 95:5 dan 90:10. Selanjutnya TiO2 standar; TiO2–dopan-N (95:5); dan N-dopan TiO2 (90:10) dikarakterisasi menggunakan XRD dan DRS. Hasil penelitian menunjukkan puncak kristal TiO2 anatase standar, TiO2-dopan-N (95:5) dan TiO2-dopan-N (90:10) berturut-turut pada 2θ = 25,5794°, 2θ = 25,5398° dan 2θ = 25,7286°. Energi celah pita TiO2 anatase standar, TiO2-dopan-N (95:5), dan TiO2-dopan-N (90:10) berturut-turut adalah 3,342 eV, 3,337 eV dan 3,268 eV. Uji aktivitas fotokatalis dilakukan menggunakan sinar matahari sebagai sumber energinya dengan lama penyinaran 5 jam. Penambahan Urea pada fotokatalis TiO2 akan meningkatkan aktivitas fotokatalis, perbandingan molar TiO2 : Urea optimum pada perbandingan 90:10, dengan persen penurunan BOD dan COD berturut-turut sebesar 48,4 % dan 72,73 %.
Pembentukan Hidrogen dari Air Secara Fotokatalitik oleh Serbuk TiO2 yang Didoping Nitrogen Febrina Arfi; Hermansyah Aziz; Admin Alif
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI Volume 2, No. 2, November 2016
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.005 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v2i2.3077

Abstract

Abstrak   Kesadaran terhadap ancaman krisis energi karena kebutuhan yang sangat besar dan pencemaran lingkungan yang terjadi, maka perlu dilakukan penelitian untuk menghasilkan sumber energi alternatif. Hidrogen merupakan energi alternatif yang dapat digunakan sebagai bahan bakar, ramah lingkungan, dan dihasilkan dari sumber yang melimpah di bumi  yaitu air. Salah satu metode yang dipakai untuk memproduksi gas hidrogen adalah metode fotolisis. Katalis yang digunakan adalah TiO2 yang didoping N, tujuannya mempelajari pengaruh variasi perbandingan TiO2/N terhadap aktifitas fotokatalitik pembentukan hidrogen. Hasil penelitian memperlihatkan produksi gas menggunakan TiO2/N pada kondisi optimum terjadi pada perbandingan 4:6 yang menghasilkan gas 2.2 mL. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa TiO2 doping N dapat membantu pembentukan gas secara fotokatalitik.   Kata kunci : Fotolisis, katalis, doping, fotokatalitik Abstract The awareness about energy crisis is rising quickly. Consider to the very fast growing need of energy and the environmental impact caused by the conventional energy, so that the research about renewable energy as an alternative energy resource is very urgent. Therefore, the research to produce hydrogen as an alternative energy resourse was conducted. Hydrogen can be used as a green fuel which can be extracted from water, a huge amount of resource on the earth. In this research, the photolysis method was used. Nitrogen-doped TiO2 catalyst was used in order to analyse the influence of variational ratio of TiO2/N to the photocatalytic process of hydrogen production. The result shows that the optimum condition in producing gas using TiO2/N occured at the ratio 4:3 which produced as much as 2.2 ml gas. From this result can be concluded that Nitrogen-doped TiO2 supports the extraction of gas in photocatalytic process.   Keywords: Photolysis, catalys, doped, photocatalytic   DOI: http://dx.doi.org/10.15408/jkv.v0i0.3077
Analisis Tingkat Kerusakan Lemak Nabati dan Lemak Hewani Akibat Proses Pemanasan Sandra Hermanto; Anna Muawanah; Prita Wardhani
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 1, No.6, Mei 2010
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.776 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v1i6.237

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas dan tingkat kerusakan lemak nabati dan lemakhewani akibat proses pemanasan pada suhu tinggi. Beberapa lemak nabati dan lemak hewani yangdijadikan sampel dalam penelitian ini meliputi minyak goreng curah, minyak goreng kemasan, minyakikan, margarine, lemak babi, lemak sapi, lemak ayam dan minyak zaitun. Masing-masing sampeldipanaskan pada suhu 110oC selama 30 menit, selanjutnya stabilitas dan tingkat kerusakannnyadianalisis dengan mengukur kadar radikal bebas melalui analisis malondialdehid dengan metodekolorimetri dan komposisi asam lemak jenuh (saturated fatty acid), asam lemak tak jenuh tunggal(mono unsaturated fatty acid) serta asam lemak tak jenuh ganda (poly unsaturated fatty acid) denganmenggunakan Gas Chromatography Mass Spectrofotometry (GCMS). Hasil penelitian menunjukkanbahwa kandungan radikal bebas sebagai parameter kerusakan lemak pada masing-masing sampelrelatif berbeda dimana pada minyak ikan dihasilkan radikal bebas sebesar 40 μmol/L, sedangkan padaminyak goreng curah sebesar 25 μmol/L, minyak goreng kemasan 20 μmol/L, margarine 16 μmol/L,minyak zaitun 30 μmol/L, lemak ayam 37 μmol/L, lemak sapi 18 μmol/L dan lemak babi 31 μmol/L.Hasil analisa GCMS menunjukkan bahwa kandungan asam lemak jenuh terbesar diperoleh padasampel lemak sapi (65.53%), sedangkan asam lemak tidak jenuh ganda terbesar diperoleh pada minyakikan sebesar 30.24%. Hal ini mengindikasikan bahwa tingkat kerusakan lemak pada masing-masingsampel sangat dipengaruhi oleh kandungan awal asam lemak tak jenuh ganda yang terdapat padamasing-masing sampel seperti pada minyak ikan dimana komposisi asam lemak tidak jenuh gandarelatif lebih besar dibandingkan dengan yang lain.
Penentuan Hidrokuinon dalam Sampel Krim Pemutih Wajah secara Voltammetri Menggunakan Screen Printed Carbon Electrode (SPCE) Ani Mulyasuryani; Alfita Savitri
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI Volume 1, No. 2, November 2015
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.284 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v0i0.3145

Abstract

Hydroquinone in whitening face cream has been banned since 2008, but is still found facial bleaching creams containing hydroquinone. Therefore, in this study have been developed voltammetric method for the determination hydroquinone in face whitening cream. This study has been carried out optimization of pH and measurement conditions. Optimizationof pH has been done in cyclic voltammetry, while the optimization of measurement carried out by differential pulse voltammetry. In this study, using a screen printed carbon electrode with a three electrode system. The results showed that the increase in pH causes a decrease in the anodic peak potential (Epa) of hydroquinone. The optimum conditions resulted at pH 2 in which the anodic current (Ipa) is the highest. The optimum condition resulted at high pulse 200 mV and scan rate at 15 mV/sec. The linear regression concentration is 1-100 μM, limit of detection is 0.015 μM and sensitivity is 0.0652 μM/µA. The results showed that the concentration of hydroquinone in the face whitening cream samples ranged from 0 to 0.02%DOI :http://dx.doi.org/10.15408/jkv.v0i0.3145.
Studi In Silico Senyawa Alkaloid Herba Bakung Putih (Crinum Asiaticum L.) pada Penghambatan Enzim Siklooksigenase (COX) Rizky Arcinthya Rachmania; Hariyanti Hariyanti; Ririh Zikriah; Aditya Sultan
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI Volume 4, No. 2, November 2018
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.027 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v4i2.7686

Abstract

Inflammation is a response to tissue injury involving the physiological process of cyclooxygenase enzyme activation which has two isoforms, cyclooxygenase-1 (COX-1) and cyclooxygenase-2 (COX-2) enzymes. The use of anti-inflammatory drugs of Non Steroidal Anti Inflammatory (AINS) and steroid groups has side effects in long-term use. The objective of this study was to find out eight active white herbic alkaloid compounds (Crinum asiaticum L.) to be used as anti-inflammatory by inhibiting COX-1 and COX-2 enzymes. Molecular docking method for the prediction of complex structures of proteins called ligand-protein docking using the PLANTS 1.2 software. where the lowest ChemPLP score which is free energy is the molecular tethering parameter. The herbaceous white herbaceae compound obtained the lowest CHEMPLP score of hippadine -83.3684 Kcal / mol and pratorimin -83.2661 Kcal / mol and aspirin comparator -67.3292 Kcal / mol and paracetamol -66.3535 Kcal / mol. Molecular docking in COX-2 shows lycobetaine -87.3991 Kcal / mol is lower than that of the celecoxib -85.3729 Kcal / mol comparator against the cyclooxygenase-2 receptor (COX-2). These results show that the white lycopene alkaloid compounds hyppadine, pratorimin and lycobetaine have better affinity and stability than the comparative compounds. The results of drug scans, hippadin, pratorimin and lycobetaine have the criteria for oral preparations. It can be concluded that herbaceous  white herbaceae are predicted to have potential as anti-inflammatory compounds.  
Esterifikasi Asam Lemak Bebas Dari Minyak Goreng Bekas Isalmi Aziz; Siti Nurbayti; Badrul Ulum
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Valensi Volume 2, No.2, Mei 2011
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.061 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v2i2.201

Abstract

Minyak goreng bekas dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan biodiesel. Kadar asam lemakbebas yang tinggi dalam minyak goreng bekas menyebabkan perlunya dilakukan pretreatmentterhadap bahan baku. Asam lemak bebas dapat diturunkan kadarnya dengan mereaksikan minyakgoreng bekas dengan metanol (reaksi esterifikasi). Pada reaksi esterifikasi didapatkan kondisi optimal: waktu reaksi 2,5 jam, suhu 60 oC dan konsentrasi katalis asam sulfat 0,25 %. Pada kondisi ini asamlemak bebas dapat diturunkan kadarnya dari 2,5 % menjadi 1,1%.

Page 10 of 43 | Total Record : 425


Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Jurnal Kimia VALENSI, Volume 11, No. 2, November 2025 Jurnal Kimia VALENSI, Volume 11, No. 1, May 2025 Jurnal Kimia VALENSI, Volume 10, No. 2, November 2024 Jurnal Kimia VALENSI, Volume 10, No. 1, May 2024 Jurnal Kimia VALENSI Volume 9, No. 2, November 2023 Jurnal Kimia VALENSI Volume 9, No. 1, May 2023 Jurnal Kimia VALENSI Volume 8, No. 2, November 2022 Jurnal Kimia VALENSI Volume 8, No. 1, May 2022 Jurnal Kimia VALENSI Volume 7, No. 2, November 2021 Jurnal Kimia VALENSI Volume 7, No. 1, May 2021 Jurnal Kimia VALENSI Volume 6, No. 2, November 2020 Jurnal Kimia VALENSI Volume 6, No. 1, May 2020 Jurnal Kimia VALENSI Volume 5, No. 2, November 2019 Jurnal Kimia VALENSI Volume 5, No. 1, May 2019 Jurnal Kimia VALENSI Volume 4, No. 2, November 2018 Jurnal Kimia VALENSI Volume 4, No. 1, Mei 2018 Jurnal Kimia VALENSI Volume 3, No. 2, November 2017 Jurnal Kimia VALENSI Volume 3, No. 1, Mei 2017 Jurnal Kimia VALENSI Volume 2, No. 2, November 2016 Jurnal Kimia VALENSI Volume 2, No. 1, Mei 2016 Jurnal Kimia VALENSI Volume 1, No. 2, November 2015 Jurnal Kimia VALENSI Volume 1, No. 1, Mei 2015 Jurnal VALENSI Volume 4, No. 2, November 2014 Jurnal Valensi Volume 4, No.1, Mei 2014 Jurnal Valensi Volume 3, No.2, November 2013 Jurnal Valensi Volume 3, No.1, Mei 2013 Jurnal Valensi Volume 2, No.5, November 2012 Jurnal Valensi Volume 2, No.4, Mei 2012 JURNAL Valensi Volume 2, No. 3, November 2011 Jurnal Valensi Volume 2, No.2, Mei 2011 Jurnal Valensi Volume 2, No.1, November 2010 Jurnal Valensi Volume 1, No.6, Mei 2010 Jurnal Valensi Volume 1, No.5, November 2009 Jurnal Valensi Volume 1, No.4, Mei 2009 Jurnal Valensi Volume 1, No.3, November 2008 Jurnal valensi Volume 1, No.2, Mei 2008 Jurnal Valensi VOLUME 1, NO.1, NOVEMBER 2007 More Issue