cover
Contact Name
Zainal Abidin
Contact Email
jurnal.ngarsa@gmail.com
Phone
+6285236214368
Journal Mail Official
jurnal.ngarsa@gmail.com
Editorial Address
Jl. Mataram No. 1 Mangli, Kaliwates, Jember, Jawa Timur, Indonesia 68136.
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
NGARSA: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
ISSN : 27759776     EISSN : 2775782X     DOI : https://doi.org/10.35719/ngarsa.v1i1
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom merupakan jurnal yang menerbitkan artikel-artikel hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat dalam penerapan berbagai bidang keilmuan (multidisiplin), antara lain sosial, agama, pendidikan, budaya, ekonomi, politik, dan lain-lain.
Articles 129 Documents
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Pengolahan Pisang dan Singkong Di Dusun Ledok Kabupaten Banyuwangi Abdul Choliq; Iqdatul Amalia; Qurrotun Aini
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 1 No. 2 (2021): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v1i2.29

Abstract

ABSTRAK Dusun Ledok Desa Jelun, Licin, Banyuwangi memiliki banyak potensi hasil pertanian maupun tegalan yang belum terkelola dengan baik. Terutama yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Kehadiran mahasiswa IAIN Jember yang sedang melakukan KKN berhasil mengedukasi masyarakat setempat. Yaitu, melatih warga mengolah hasil buminya yang berlimpah menjadi lebih bernilai ekonomis. Hasil bumi seperti pisang dan singkong yang semula hanya dikonsumsi untuk kebutuhan sendiri, akhirnya diubah menjadi kripik dengan berbagai varian rasa. Warga mendapat pelatihan mengolah pisang dan singkong menjadi keripik aneka rasa dari mahasiswa. Bahkan, warga juga diajari cara memasarkan kripik aneka rasa itu secara online maupun offline. Melalui pelatihan pengolahan dan pemasaran kripik aneka rasa ini bisa menambah penghasilan baru atau penghasilan tambahan bagi warga setempat. Termasuk bisa memberi pekerjaan ibu-ibu maupun warga yang tidak memiliki pekerjaan. Sekaligus, kripik pisang dan singkong aneka rasa ini menjadi oleh-oleh khas produksi warga Dusun Ledok. Kehadiran mahasiswa melakukan pengabdian telah membawa perubahan sosial ekonomi bagi warga Dusun Ledok. Warga masyarakat tidak hanya bekerja menjadi petani tetapi juga bisa memproduksi kripik pisang dan singkong yang bisa memberi nilai tambah ekonomis.
Optimalisasi Adidaya Pemerintah Desa dalam Pemberdayaan Masyarakat dan Penyuluhan Kripik Pelepah Pisang (Studi Kasus Desa Pakel Kecamatan Licin Kabupaten Banyuwangi) Ahmad Badrus Sholihin; Ahmad Kamiludin; Adelia Khumayroh; Yulia Nur Astutik; Elda Rizky Febriantie; Dicky Rahmat Aprilianto; Silvi Ika Wijayanti; Saifulloh Farid Arif; Haris Mafadi; Ubaidillah Mu’izzi Ulum; Ghovinda Dwi Anugerah; Kholishotul Maghfiroh; Irmayatul Kinnanah; Lilik Ismatur Rohmah; Zakiatul Ainiyah; Farel Almer Reyhan
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 1 No. 2 (2021): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v1i2.32

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peranan pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat salah satunya yakni dengan memperjuangkan kembali lahan yang dikuasai oleh pihak lain yang merugikan masyarakat setempat. Dukungan pemerintah sangat mempengaruhi perjuangan masyarakat dalam memenuhi hak- hak yang seharusnya dikelola sendiri oleh masyarakat, kebijakan dan keputusan yang diterapkan akan mempengaruhi hasil dari pejuangan yang dilakukan tersebut. Metode penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian desktiptif analitik. Data diambil melalui proses wawancara, studi pustaka, dokumentasi dan observasi. Perjuangan masyarakat yang tidak kunjung usai membuat perekonomian masyarakat menjadi terganggu, lahan yang awalnya dikelola oleh masyarakat sekarang dikuasai oleh pihak lain. Masyarakat yang bekerja di perkebunan tersebut diberhentikan karena ikut dalam perjuangan kepemilikan lahan. Untuk membantu perekonomian masyarakat khususnya di bidang kewirausahaan penulis mengadakan penyuluhan kripik pelepah pisang dalam menciptakan usaha mandiri masyarakat. Penulis berinisiatif untuk meracycle pelepah pisang yang tidak dimanfaatkan masyarakat menjadi kripik yang enak untuk dikonsumsi. Penyuluhan ini bertujuan untuk membantu masyarakat berinovasi menciptakan produksi baru yang dapat menarik konsumen dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. This study aims to describe the role of the government in community empowerment, one of which is by fighting for land controlled by other parties which is detrimental to the local community. Government support greatly influences the struggle of the community in fulfilling the rights that should be managed by the community themselves, the policies and decisions that are implemented will affect the results of the struggle carried out. This research method is a type of qualitative research. The type of research used in this research is descriptive analytic research. The data were collected through the process of interviews, literature study, documentation and observation. The people's struggle that never ends has disturbed the community's economy, the land that was originally managed by the community is now controlled by other parties. The people working on the plantations were dismissed for taking part in the struggle for land ownership. To help the community's economy, especially in the field of entrepreneurship, the writer held counseling on banana leaf chips in creating community independent businesses. The author took the initiative to recycle banana leaf that are not used by the public into delicious chips for consumption. This counseling aims to help people innovate to create new products that can attract consumers and have high economic value.
Pemberdayaan Masyarakat dengan Memanfaatkan Sampah Non Organik Menjadi Barang yang Bernilai Ekonomis di Desa Petung Kecamatan Pakem Kabupaten Bondowoso: Community Empowerment by Utilizing Non Organic Waste Into Goods of Economic Value in Petung Village, Pakem, Bondowoso Moh. Muhdhori; Muhammad ‘Aenur Rosyid; Silfia Jamilatur Rohmah
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 2 No. 1 (2022): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v2i1.36

Abstract

Each region is inseparable from problems originating from the community it self, as well as impacts from outside the community environment. The problems of an area must have their own characteristics, so what happens in an area requires extra handling from those who have responsibility, in this case the village officials and from the community organizations. Because the handlers will not be able to be optimal if only the responsible person works, the refore it is necessary to have awareness and desire from the community regarding changes in the community environment. As with the problem of non-organic waste in Petung Village, Pakem Bondowoso, especially household waste, namely plastic waste. With the increase in the volume of non-organic waste, waste management or waste that does not use environmentally friendly methods and techniques, besides having a negative impact on health, also has an impact on environmental sustainability ecosystems, both settlements, forests, rice fields, rivers and lauatan. Utilization of non-organic waste is one thing that can be done by the community in preserving the environment and at the same time becoming an item of economic value for the community. Setiap daerah tidak lepas dari masalah yang berasal dari masyarakat itu sendiri, maupun dampak dari luar lingkungan masyarkat tersebut. Permasalahan dari suatu daerah tersebut pastilah mempunyai ciri khas tersendiri maka hal yang terjadi pada suatu daerah tersbut perlu adanya penanganan ekstra dari pihak yang memiliki tanggung jawab, dalam hal ini adalah aparatur desa maupun dari swadaya masyarakat tersebut. Sebab penangan tidak akan bisa optimal jika yang bertanggung jawab saja yang bekerja, oleh sebab itu perlu adanya kesadaran dan keinginan dari masyarakat tersebut mengenai perubahan lingkungan masyarkat. Seperti halnya masalah sampah non organik yang berada di desa Petung Kecamatan Pakem Kabupaten Bondowos, khususnya sampah rumah tangga yakni sampah plastik. Meningkatnya volume sampah non orgamik, maka pengelolaan limbah atau sampah tersebut yang tidak menggunakan metode dan teknik yang ramah linkungan selain berdampak negatif terhadap kesehatan juga berdampak terhadap ekosistem kelestarian lingkungan, baik pemukiman,hutan,sawah, sungai dan lauatan. Pemanfaatan sampah non organik adalah salah satu yang bisa dilakukan oleh masyarkat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan sekaligus menjadi sebuah barang yang bernilai ekonomis bagi masyarakat tersebut.
Pembangunan Infrakstruktur Desa Untuk Meningkatkan Potensi UMKM Dan Desa Wisata Di Desa Banjar Banyuwangi Muhammad Muizul Hanani; Nasirudin Al Ahsani
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 3 No. 2 (2023): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v3i2.46

Abstract

Permasalahan infrastruktur desa dapat bervariasi dan tergantung pada kondisi setiap daerah. Beberapa permasalahan umum yang sering dihadapi dalam konteks infrastruktur desa melibatkan: Kurangnya akses jalan yang baik, membuat transportasi dan mobilitas masyarakat sulit. Minimnya infrastruktur telekomunikasi, yang dapat membatasi akses informasi dan komunikasi Masyarakat, dan Desa-desa mungkin menghadapi tantangan terkait perubahan iklim, seperti banjir atau kekeringan. Menanggapi permasalahan ini, diperlukan perencanaan dan implementasi kebijakan yang bijaksana, sumber daya yang memadai, serta partisipasi aktif masyarakat untuk memastikan pembangunan infrastruktur desa yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan ABCD (Asset-Based Community Development). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pembangunan infrastruktur desa di Desa Banjar, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Gula Aren. Selain itu, pembangunan infrastruktur juga memiliki dampak positif terhadap akses masyarakat desa dalam mengelola potensi desa wisata. Kata Kunci: Infrakstruktur; UMKM; Desa Wisata Village infrastructure problems can vary and depend on the conditions of each region. Some common problems often faced in the context of village infrastructure involve: Lack of good road access, making transportation and community mobility difficult. There is a lack of telecommunications infrastructure, which can limit community access to information and communications, and villages may face challenges related to climate change, such as floods or drought. Responding to this problem requires wise policy planning and implementation, adequate resources, and active community participation to ensure sustainable development of village infrastructure. This research uses the ABCD (Asset-Based Community Development) approach. The results of this research show that the development of village infrastructure in Banjar Village, Licin District, Banyuwangi Regency, aims to increase community participation in Palm Sugar Micro, Small and Medium Enterprises (UMKM) activities. Apart from that, infrastructure development also has a positive impact on village community access to managing village tourism potential. Keywords: Infrastructure; UMKM; Tourism Village
Pemberdayaan Masyarkat Melalui Peningkatan Mutu Desa Wisata, Pendidikan Agama Dan Ekonomi Di Desa Banjar Fahmi Baharuddin; Nasirudin Al Ahsani
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 3 No. 2 (2023): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v3i2.48

Abstract

Desa Banjar merupakan Desa yang terletak di Kecamatan Licin Kabupaten Banyuwangi. Desa Banjar memiliki luas 829,46 Ha dan memiliki jumlah penduduk 2.917 jiwa. Desa Banjar memiliki empat Dusun yang terdiri dari Dusun Krajaan, Dusun Salakan, Dusun Putuk, Dusun Rembang. Secara geografis letak Desa Banjar berada di wilayah yang berpotensi sekali sebagai desa wisata sebagai bukti yang konkret harga tanah di Desa Banjar meroket dan banyak investor-investor luar kota yang menanamkan modalnya di Desa Banjar. UMKM juga potensi yang dapat di kembangkan di desa Banjar karena Desa Banjar ini memiliki Makanan dan juga minuman yang khas yang menjadi ikon Desa Banjar yaitu nasi lemeng, kopi uthek, dan gula aren. Tujuan pengabdian kali ini adalah untuk memecahkan permasalahan melalui potensi-potensi yang ada di lokasi KKN, pada kesempatan pengabdian kali ini untuk melancarkan program kegiatan kami di bantu oleh Pemerintah Desa dan Karang Taruna. Pada hasil pengabdian kami memberikan terobosan baru untuk perekonomian Desa Banjar yaitu mengoptimalkan pemasaran baik dari segi wisata dan juga produksi UMKM dengan membuat Infrastruktur penunjuk arah baik tempat wisata maupun produksi UMKM yang berada di Desa Banjar khususnya Dusun Rembang. Kata Kunci: Wisata; Pendidikan; UMKM Banjar Village is a village located in Licin District, Banyuwangi Regency. Banjar Village has an area of 829.46 hectares and has a population of 2,917 people. Banjar Village has four hamlets consisting of Krajaan Hamlet, Salakan Hamlet, Putuk Hamlet, Rembang Hamlet. Geographically, the location of Banjar Village is in an area that has the potential to become a tourist village as concrete evidence that land prices in Banjar Village have skyrocketed and many out-of-town investors have invested in Banjar Village. MSMEs also have the potential to be developed in Banjar Village because Banjar Village has special food and drinks that have become the icons of Banjar Village, namely lemeng rice, uthek coffee, and palm sugar. The purpose of this service this time is to solve problems through the potentials that exist in the KKN location, on this occasion of service to launch our program of activities assisted by the Village Government and Youth Organization. In the results of our dedication, we provide a new breakthrough for the economy of Banjar Village, namely optimizing marketing both in terms of tourism and also UMKM production by making direction infrastructure for both tourist attractions and UMKM production located in Banjar Village, especially Dusun Rembang. Keywords: Tourism; Education; UMKM
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Lingkungan Di Desa Blimbing Kecamatan Besuki Situbondo Bagas Satria Wicaksono; Siti Alfiyah
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 3 No. 1 (2023): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v3i1.71

Abstract

Desa Blimbing merupakan Desa yang terletak di Kecamatan Besuki Kabupaten Situbondo. Desa Blimbing memiliki luas 829,46 Ha dan memiliki jumlah penduduk 2.917 jiwa. Desa Blimbing memiliki empat Dusun yaitu terdiri dari Dusun Krajan, Kesambi, Sagaran, dan Sarkojuk. Desa Blimbing merupakan desa yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani. Desa Blimbing juga memiliki potensi dan ciri khas yang cukup besar mulai dari UMKM, beberapa wisata, serta ciri khas makan dan minuman. Sebagai suatu daerah yang memiliki potensi yang sangat bagus maka salah satu yang perlu ditingkatkan adalah  kebersihan dan penataan lingkungan. Berangkat dari hal tersebut, maka pengabdian ini berfokus untuk Peningkatan kesadaran masyarakat sekitar wisata terhadap kebersihan lingkungan, Untuk itu dalam kegiatan ini dilakukan trobosan baru yakni pengembangan dan peningkatan potensi yang ada di Desa Blimbing Kecamatan Besuki Kabupaten Situbondo untuk wisata.  Hasil dari pengabdian adalah semakin meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan Dusun sagaran melalui kegiatan kerja bakti dan pengerukan saluran irigasi. Kata Kunci : Kebersihan Lingkungan; Kesadaran Masyarakat; Lingkungan Bersih Blimbing Village is located in Besuki District, Situbondo Regency. Blimbing village has an area of 829.46 Ha and a population of 2,917 inhabitants. Blimbing Village has four hamlets: Krajan, Kesambi, Sagaran, and Sarkojuk Hamlets. Blimbing village is a village where the majority of the population work as farmers. Blimbing Village also has considerable potential and characteristics ranging from MSMEs and several tours, as well as eating and drinking characteristics. As an area that has excellent potential, one that needs to be improved is cleanliness and environmental management. Departing from this, this service focuses on increasing community awareness around tourism and environmental cleanliness; for this reason, in this activity, a new breakthrough is made, namely the development and improvement of existing potential in Blimbing Village, Besuki District, Situbondo Regency for tourism.  The result of the service is the increasing awareness of the community to maintain the cleanliness of the Sagaran Hamlet environment through charitable work activities and dredging irrigation canals. Keywords: Environmental Cleanliness; Public Awareness; Clean Environment
Optimalisasi Pariwisata Sendang Seruni di Desa Tamansari Kabupaten Banyuwangi Muzayyin Muzayyin; M. Saufin Farizi; Moh Faisal Ulil Firmansyah; iara Yumna Dini Faradillah Sodik; Rizka Nafi’ah; Eka Lailatul Faricha; Zahrotul Istiqomah; Olivia Fellichasary Arimbi Putri; Ika Nur Afifi; Imroatus Soleha; Sinta Nuriyah; Kismatur Rohmah; Hamidatul Rodiah; Alivia Febriyanti; Azizatul Lubaba
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 1 No. 1 (2021): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v1i1.78

Abstract

Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu kabupaten yang memiliki banyak destinasi wisata, salah satunya wisata alam Sendang Seruni yang terletak di Desa Tamansari. Wisata Sendang Seruni dirasa sangat berpotensi dalam hal meningkatkan pembangunan ekonomi masyarakat sekitar seperti meningkatkan pendapatan masyarakat, pendapatan daerah, dan memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah menyelesaikan permasalahan yang ada di wisata Sendang Seruni sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dengan peningkatan kualitas pelayanan sarana dan prasarana yang ada. Dalam penelitian kali ini peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif, yang mana penelitian dilakukan dengan cara wawancara dengan narasumber serta melakukan observasi sebagai penunjang penelitian serta menggunakan analisis Strength, Weakness, Opportunity, dan Threat (SWOT), sehingga hasilnya dapat dipahami dengan mudah. Hasil dari pembahasan ini dapat menjawab permasalahan dan mengoptimalkan kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara di Sendang Seruni dengan memberikan program inovatif berkelanjutan, yaitu memanfaatkan kondisi alam yang ada menjadi wisata alam dan edukasi dengan memanfaatkan digitalisasi tanaman dan filosofinya melalui sistem QR Code. Selain itu, program pembuatan papan nama gazebo Sendang Seruni yang dapat memudahkan wisatawan yang datang ke Sendang Seruni.
Membangun Kesadaran Masyarakat Dalam Peluang Bisnis Ikan Hias Dan Sektor Pariwisata Desa Annisa Ahya Az-Zahra; Lailatul Badriyah; Uswatun Hasanah
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 3 No. 1 (2023): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v3i1.84

Abstract

Kampoeng ikan adalah wisata alami yang identik dengan budidaya ikan hias, terbentuk dari kesadaran masyarakat yang tinggi untuk merubah lingkungan sekitar menjadi lebih baik. Cara budidaya yang dilakukan cukup unik dengan merubah saluran irigasi yang dulunya disalah gunakan menjadi tempat budidaya ikan hias yang lebih menarik dan tertata rapi, dan budidaya juga dilakukan di persawahan tanaman padi yang berdampak baik untuk padi yang dapat menghasilkan beras organik tanpa bahan kimia atau nama lainnya “mina padi”. Selain untuk merubah saluran irigasi dan lingkungan sekitar kampoeng ikan hadir untuk memajukan perekonomian warga sekitar yang sudah pasti akan mendapatkan imbas baik dari adanya wisata kampoeng ikan ini. Metode yang kami gunakan untuk penelitian ini adalah metode ABCD yang dimana kami berkolaborasi langsung dengan masyarakat untuk menyelesaikan problematika yang belum terpecahkan. Terjun langsung kepada masyarakat untuk berkerjasama memecahkan masalah yang terjadi. Hasil dari temuan ini bahwa kampoeng ikan akan tetap bertahan karena adanya kesadaran yang tinggi akan lingkungan berdampak positif pada perekonomian dan sektor pariwisata desa. Kata Kunci: Kampung Ikan Hias; Mina Padi; Pariwisata Desa   Kampoeng ikan is natural tourism that is synonymous with ornamental fish farming, formed from high public awareness to change the surrounding environment for the better. The way of cultivation is quite unique by changing irrigation channels that were once abused into a more attractive and neatly arranged ornamental fish farming, and cultivation is also carried out in rice fields, which has a good impact on rice that can produce organic rice without chemicals or other names “mina padi.” In addition to changing irrigation channels and the environment around kampong ikan, it is present to promote the economy of local residents, who will definitely get a good impact from this kampong ikan tourism. The method we used for this study is the ABCD method, in which we collaborate directly with the community to solve unsolved problems. Plunge directly into the community to work together to solve the problems that occur. The result of this finding is that Kampoeng Ikan will survive because the high awareness of the environment has a positive impact on the village's economy and tourism sector. Keywords: Ornamental Fish Village; Mina Padi; Village Tourism
Upaya Peningkatan Kebersihan Desa Melalui Edukasi Bakti Lingkungan di Desa Banjar Siti Halimatus Sa’diyah; Nasirudin Al Ahsani; Hapidi Hapidi
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 1 No. 2 (2021): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v1i2.99

Abstract

Desa Banjar merupakan salah satu desa yang terletak di kecamatan Licin Kabupaten Banyuwangi yang terdiri dari 4 Dusun yaitu Dusun Rembang, Dusun Putuk, Dusun Salakan, dan Dusun Krajan. Adapun luas wilayah desa Banjar adalah 829,46 Ha. Desa Banjar merupakan desa yang memiliki ciri khas tersendiri yakni nasi lemeng dan kopi utek. Serta desa banjar juga memiliki tempat wisata yaitu "sriwulung" yang terletak di dusun Rembang dan "agro wisata" yang terletak di dusun Putuk. Dari potensi yang cukup luar biasa yang dimiliki desa Banjar, terdapat beberapa hal yang masih perlu ditingkatkan salah satunya adalah dalam hal kebersihan. Dalam melakukan pengabdian ini kami dibantu oleh kepala desa, kepala dusun Banjar, karangtaruna, serta di bantu oleh kekompakan masyarakat dusun Rembang. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan Dimana ketika masyarakat sadar lingkungan pasti dapat meningkatkan potensi yang ada di desa Banjar serta dapat menumbuhkan pertumbuhan ekonomi. Adapun hasil dari pengabdian ini adalah semakin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan yang tentunya meningkatakan kebersihan di desa Banjar. Kata Kunci: Kebersihan Desa, Bakti Lingkungan, Desa Banjar
Pemanfaatan Website Desa Sebagai Media Komunikasi Masyarakat Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Desa Sumber Canting Wringin Bondowoso Dahimatul Afidah; Ina Ismayawati; Nabila Ro’yi
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 3 No. 1 (2023): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v3i1.115

Abstract

Peradaban saat ini telah memasuki era revolusi industry 4.0 yang dicirikan dengan digitalisasi setiap unsur kehidupan. Peradaban 4.0 sudah semestinya menjangkau seluruh elemen masyarakat. Akan tetapi faktanya, tidak semua tempat telah terjamah peradaban 4.0. Salah satu tempat yang tidak terjamah peradaban 4.0 adalah Desa Sumber Canting, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso. Oleh karena itu, peneliti tergugah untuk melakukan pemberdayaan terhadap masyarakat desa dalam hal ini adalah perangkat desa melalui pemanfaatan teknologi informasi. Hasil yang diperoleh selama pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini antara lain peningkatan wawasan terkait website dan social media serta teknik penulisan berita. Kata Kunci: Peradaban 4.0; Website Desa; Media Komunikasi Civilization today has entered the industrial 4.0 revolution of which is characterized by a digitization of every element of life. Civilization 4.0 is supposed to cover all elements of society. The fact is, however, not all places have been explored in civilization 4.0. One of the unexplored areas of civilization 4.0 is the canting source village, wringin district, bondowoso county. Hence, researchers moved to perform empowerment of village communities in this regard is a rural tool through the use of information technology. Results obtained during these public works of devotion include increased insight on websites and social media as well as in news writing techniques. Keywords:Civilization 4.0; Village Website; Communication Media

Page 2 of 13 | Total Record : 129