cover
Contact Name
Zainal Abidin
Contact Email
jurnal.ngarsa@gmail.com
Phone
+6285236214368
Journal Mail Official
jurnal.ngarsa@gmail.com
Editorial Address
Jl. Mataram No. 1 Mangli, Kaliwates, Jember, Jawa Timur, Indonesia 68136.
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
NGARSA: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
ISSN : 27759776     EISSN : 2775782X     DOI : https://doi.org/10.35719/ngarsa.v1i1
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom merupakan jurnal yang menerbitkan artikel-artikel hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat dalam penerapan berbagai bidang keilmuan (multidisiplin), antara lain sosial, agama, pendidikan, budaya, ekonomi, politik, dan lain-lain.
Articles 137 Documents
Pengembangan Kesenian Hadrah Sebagai Upaya dalam Membentuk Karakter Islami Para Pemuda Desa Sumber Canting Dahimatul Afidah; Rizky Faradila; Moh. Bahtiar Lupi; Muhammad Dliyaul Lami
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 2 No. 2 (2022): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v2i2.120

Abstract

Artikel ini membahas mengenai kesenian Islam yang berupa kegiatan hadrah yang dibentuk oleh peneliti dengan memanfaatkan potensi Sumber Daya Manusia di desa Sumber Canting. Penelitian dilaksanakan ketika pandemi Covid, sehingga dalam penelitian ini terdapat beberapa kendala yang salah satu poin pentingnya yakni tidak adanya izin untuk mengumpulkan masyarakat guna memperkenalkan program kerja yang akan dilaksanakan. Sumber Daya Manusia terbanyak di desa tersebut berupa pemuda, yang mana para pemuda kurang mendapat perhatian khusus dalam hal kegiatan yang akan berdampak positif untuk kedepannya. Sehingga dengan alasan tersebut, pemuda yang masih memiliki semangat yang menggebu-gebu diharap mampu mengembangkan kesenian hadrah di desa Sumber Canting. Selain itu, kesenian hadrah juga merupakan sebuah media untuk berdakwah melalui musik. Dengan aktivitas yang baru ini, pemuda Sumber Canting lebih memiliki jiwa keagamaan yang kuat. Sebab, didalam kesenian hadrah tidak hanya belajar mengenai musik akan tetapi terdapat sholawat ,penguatan mental dan skill. Maka pemilihan pemuda dalam pelestarian kesenian hadrah ini merupakan pilihan yang sangat tepat. Jika dilihat, akhir-akhir ini banyak sekali pemuda pengangguran dan hanya bermain game serta bermedia sosial. Waktu yang mereka gunakan terbuang begitu saja tanpa adanya timbal balik yang bersifat positif bagi mereka. Adapun penelitian ini berupa penelitian kualitatif dengan metode yang digunakan yakni metode ABCD (Asset Based Community Development). Metode ini merupakan metode yang digunakan untuk menemukan potensi dalam setiap elemen kehidupan berupa aset.
Optimalisasi Penggunaan Marketplace Untuk Meningkatkan Hasil Penjualan Gula Aren Desa Banjar Kecamatan Licin Kabupaten Banyuwangi Abd Mukti Ali; Nasirudin Al Ahsani
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 3 No. 1 (2023): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v3i1.121

Abstract

Desa Banjar merupakan desa yang terletak di Kecamatan Licin Kabupaten Banyuwangi. Desa Banjar memiliki luas 82946 Ha dan memiliki jumlah penduduk 2.917 jiwa. Desa Banjar memiliki empat Dusun yang terdiri dari Dusun Krajan, Salakan, Putuk dan Rembang. Desa Banjar merupakan desa yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani. Desa Banjar memilki potensi yang cukup besar mulai dari kegiatan UMKM seperti kopi utek, dan produksi gula aren. Dimana salah satu dusun yang ada di desa Banjar yakni di Dusun Rembang memproduksi gula aren sebagai usaha yang dikelola langsung oleh masyrakat setempat. Sehingga usaha tersebut masih sangat sederhana dikarenakan  minimnya peralatan yang digunakan berdampak pada kurang optimalnya proses produksi. Dan juga dalam proses penjualan gula aren ini masih belum bisa dijangkau oleh masyarakat luar daerah karena pemasaran yang sederhana hanya dititipkan di toko-toko terdekat saja atau membuat gula aren jika ada pesanan sehingga produksi gula aren belum berkembang. Maka dari itu era yang semakin canggih ini penggunaan Marketplace atau platform pasar online sebagai upaya dalam meningkatkan penjualan produksi gula aren ini. Marketplace ini dikelola dan dibantu oleh anggota Karang Taruna sehingga bisa memudahkan warga yang ingin menjual produknya. Dalam penelitian bahwa untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di desa perlu adanya trobosan baru dengan menggunakan marketplace sebagai wadah bagi masyarakat mempromosikan dan menjual gula aren sehingga dapat dikenal oleh masyarakat umum. Dengan adanya pengelolaan secara maksimal diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang ada Desa Banjar Kecamatan Licin Kabupaten Banyuwangi. Kata Kunci :Optimalisasi; Marketplace; Penjualan Gula Aren Banjar village is a village located in the slippery District of Banyuwangi Regency. Banjar village has an area of 82946 Ha and a population of 2,917 inhabitants. Banjar village has four hamlets consisting of krajan, Salakan, Putuk, and Rembang Hamlets. Banjar is a village where the majority of the population works as farmers. Banjar village has considerable potential ranging from MSME activities such as utek coffee, and palm sugar production. One of the hamlets in Banjar village, Rembang Hamlet, produces palm sugar as a business managed directly by the local community. So, the business is still very simple because the lack of equipment used has an impact on the less optimal production process. Also, the process of selling palm sugar is still not reachable by people outside the region because simple marketing is only deposited in the nearest stores or making palm sugar if there is an order, so the production of palm sugar has not developed. Therefore, this increasingly sophisticated era of the use of marketplaces or online market platforms is an effort to increase sales of palm sugar production. This Marketplace is managed and assisted by members of the youth so that it can make it easier for people who want to sell their products. The research shows that to increase economic growth in the village, there needs to be a new breakthrough by using the marketplace as a forum for people to promote and sell palm sugar so that it can be known by the general public. The maximum management is expected to increase economic growth in the village of Banjar, the slippery Sub-District of Banyuwangi. Keywords: Optimization; Marketplace; Palm Sugar Sales on
AREN: antara Kearifan Lokal dan Persaingan Global (Studi Ekofeminisme terhadap Perempuan di Alam Desa Campoan, Kecamatan Mlandingan, Kabupaten Situbondo) Tia Oktaviani Safitri; Evi Resti Dianita
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 1 No. 2 (2021): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v1i2.126

Abstract

Palm sugar is a local product that is in demand in the global market. In Indonesia, the palm sugar industry is mostly done by the cold hands of women, especially in the villages. This fact is one of the clear evidence that dual role and emancipation have actually been formed naturally along with the awareness that women must participate in helping the economy of their families. This also happened in Campoan Village, where the palm sugar was found as home industry, which was directed by women. This fact showed us how a rural community unconsciously became the epicenter of feminism movement. This paper will discuss how the dual role of women in Campoan Village as the processors of palm sugar whose daily activities are close to nature and contribute to maintain environmental quality and nature sustainability. Exploration of the role of women in the context of rural development is an exotic thing to study. This is what makes this topic worthy of research.
Pemberdayaan Perempuan Masyarakat Tolaki Berbasis Home Industri melalui Kerajinan Kain Perca sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Keluarga Ipandang Ipandang
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 1 No. 1 (2021): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v1i1.146

Abstract

Pemberdayaan didenfinisikan sebagai proses dimana pihak yang tidak berdaya bisa mendapatkan kontrol yang lebih banyak terhadap kondisi atau keadaan dalam kehidupanya. Kontrol ini meliputi kontrol terhadap berbagai macam sumber (mencakup fisik dan intelektual) dan ideologi meliputi (keyakinan, nilai dan pemikiran).Metode yang digunakan yaitu 1] metode pendampingan 2] langkah langkah tahapan pendampingan, hasil yang diharapkan 1] bisa bedampak pada masyarakat 2] bisa berdampak pada keilmuan,pembahasanya 1] isu dan fokus pemberdayaan, 2] tujuan, 3] alasan memilih dampingan, 4] kondisi subjek dampingan, 5] output pendampingan yang diharapkan, diseminasinya yaitu 1] mitra SDM, 2] supplier, 3] lokasi, 4] eksperimen, 5] spesifikasi produk, 6] segmentasi pasar. Pemberdayaan perempuan menjadi strategi penting dalam meningkatkan peran dan potensi diri agar lebih mampu untuk mandiri dan berkarya. Dengan adanya pemberdayaan wanita berbasis home industri dalam mengkreasikan kain perca, diharapkan mampu meningkatkan taraf perekonomian masyarakat dari yang awalnya lemah menjadi satu atau dua tingkat lebih tinggi dari level sebelumnya, sekaligus menekan angka / prosentase terbuangnya waktu untuk hal yang kurang positif dan tidak berdaya guna (ngerumpi) menjadi waktu yang produktif, kreatif dan inovatif. Empowerment is defined as a process whereby parties who are powerless can gain more control over the conditions or circumstances in their lives. This control includes control over a variety of sources (including physical and intellectual) and ideology includes (beliefs, values ​​and thoughts). The method used is 1) mentoring method 2) step by step stages of mentoring, expected results 1) can have an impact on society 2 ] can have an impact on science, the discussion is 1] issues and focus on empowerment, 2] objectives, 3] reasons for choosing assistance, 4] conditions for assisted subjects, 5] expected output of assistance, dissemination, namely 1] HR partners, 2] suppliers, 3] location, 4] experiment, 5] product specification, 6] market segmentation. Empowering women is an important strategy in increasing the role and potential of themselves so that they are more able to be independent and work. With the empowerment of women based on the home industry in creating patchwork, it is expected to be able to increase the economic level of the community from initially weak to one or two levels higher than the previous level, as well as to reduce the number / percentage of time wasted on things that are less positive and useless (huddling) is a productive, creative and innovative time.
Pendampingan Program Kerajinan Tangan Ramah Lingkungan Dan Pembentukan Sidodadi Craft di Desa Sidodadi Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi Nasobi Niki Suma; Muhammad Alif Fathul Muna; Ana Lutfiya Mita Rosyidah
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 1 No. 2 (2021): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v1i2.152

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) telah dilaksanakan selama 1 bulan sejak 1 Februari sampai 1 Maret 2021. Desa yang menjadi tujuan KKN berada di Desa Sidodadi. Kegiatan KKN yang telah dilakukan dimuli dengan observasi desa, perencanaan program kerja, konsultasi kepada pihak DPL dan pelaksanaan prorgam yang akan direncanakan. Program KKN selain sebagai sarana pelatihan dan pembelajaran mahasiswa, juga menjadi peluang mahasiswa untuk terjun langsung dan merasakan keluh kesah dimasyarakat. Dan Desa Sidodadi terletak di Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi. Desa Sidodadi dipimpin oleh Kepala Desa yang bernama Bapak Sidik Wibisono. Dan di Desa Sidodadi terdiri dari 2 dusun antara lain, Dusun Curahsawo dan Dusun Krajan. Untuk sumber mata pencaharian masyarakat Desa Sidodadi mayoritas adalah petani, nelayan, buruh dan pedagang. Dimana potensi yang bisa kami kembangkan di Desa Sidodadi salah satunya yaitu berangkat dari Aset Individu, yaitu banyaknya individu di desa yang memiliki keahlian atau kemampuan membuat kerajinan namun belum terkespos dan terasah secara maksimal. sehingga aset-aset yang ada juga kami visualisasikan untuk mempermudah warga memahami dan mengetahui potensi apa saja yang mayoritas warga sidodadi miliki, seperti pembuatan kerajinan yang sudah kami kembangkan. Dan tujuan penelitian ini yaitu untuk: 1. Mengetahui pemetaan aset desa Sidodadi, 2. Menganalisis program tepat sasaran di desa Sidodadi , 3. Menjalankan program
Mengembangkan Potensi Lokal Dalam Mewujudkan Desa Tangguh Bencana COVID 19 di Desa Patemon Kecamatan Pakem Kabupaten Bondowoso Dwi Hastuti; Sobri Jamil; Hesti Rima Desinta
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 1 No. 2 (2021): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v1i2.154

Abstract

The impact of the Covid 19 pandemic has weakened society from various aspects, including economic, social, educational and cultural aspects. So That, community empowerment efforts are needed to realize a Disaster Resilient Village against the Covid 19 pandemic. The Community Service program carries the theme of developing local potential to create a disaster resilient village in Patemon Village, Pakem District, Bondowoso Regency. The empowerment model used is the Asset Based Communities Development (ABCD) method. The program implemented includes development in the economic sector with digital marketing of ubimadu, potato crackers, gold and handicrafts (besek, furniture and sangkarayam), in education sector with teaching movement at Kindergarten Pertiwi and at Madrasah Takmiliyah Awwaliyah Hidayatullah, and making a reading garden, and in the social and healthy sector doing clean movement together on Friday, gymnastic together , share the mask to public and constructing a covid disaster resilient post. The results of the evaluation of the program get rate are very good (47%), good (40%), and enough (13%). Local potential development has helped Patemon community to advance the patemon village both from an economic, educational, social and healty. Keywords: local potential, covid-resilient village, Asset Based Communities Development (ABCD).
Pendidikan Sebagai Sarana Peningkatan Perekonomian Keluarga Pada Peserta PKH Tegalwangi Kecamatan Umbulsari: Education as Medium of Improving the Family Economy For PKH Participants in Tegalwangi Village Umbulsari District Laila Khusnah
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 2 No. 1 (2022): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v2i1.155

Abstract

Education is able to affect the level of the community's economy. Linier with the low level of public education, the knowledge and skills of the community are also low and then the income they obtain tends to be low. Most of the PKH participants in Tegalwangi village are elementary school graduates and work as farm laborers. They tends to think that to send their children to higher education requires a lot of money. It is not surprising that they are apathetic to support their children to get the highest possible education. Therefore, it is necessary to provide counseling in order to give understanding and motivation to them that obtaining education to the highest level can be achieved with scholarships and the many benefits obtained when children they are highly educated, one of which is to improve the family's economy. Counseling is done by lecture and dialogue methods. Counseling is carried out in groups consisting of 10 groups with each group consisting of 20 people and counseling is delivered in turns. The activity was carried out with full enthusiasm from the participants as evidenced by the many questions they asked. From here they can finally understand that higher education is not as expensive as they think and they also understand how important education is in improving the family's economy. Pendidikan dapat mempengaruhi tingkat perekonomian masyarakat. Linier dengan rendahnya tingkat pendidikan masyarakat, ilmu pengetahuan dan keterampilan masyarakat juga rendah sehingga ini berimplikasi pada ragam pekerjaan yang dapat dilakukan cenderung kasar dan berpenghasilan rendah. Sebagian besar peserta PKH desa Tegalwangi itu adalah lulusan SD dan bekerja sebagai buruh tani. Mereka cenderung berpikir bahwa untuk menyekolahkan anak hingga Perguruan Tinggi membutuhkan banyak biaya. Tidak heran jika mereka apatis untuk mendukung anak-anak mereka mengenyam pendidikan setinggi mungkin. Oleh karenanya perlu memberikan penyuluhan yang bertujuan untuk memberikan pemahaman dan motivasi kepada mereka bahwa mengenyam pendidikan hingga tingkatan tertinggi dapat diraih dengan beasiswa serta banyaknya manfaat yang diperoleh ketika anak-anak mereka berpendidikan tinggi salah satunya adalah dapat meningkatkan perekonomian keluarga. Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah dan Tanya jawab. Penyuluhan dilakukan secara berkelompok yang terdiri dari 10 kelompok dengan masing-masing kelompok beranggotakan 20 orang dan penyuluhan disampaikan secara bergiliran. Kegiatan dilakukan dengan antusias penuh dari peserta dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan mereka. Dari sini mereka akhirnya dapat memahami bahwa pendidikan tinggi tidak semahal yang mereka pikirkan dan merekapun paham betapa pentingnya pendidikan dalam meningkatkan perekonomian keluarga.
Media Informasi Dan Perempuan Dalam Menghadapi Industri 4.0: Pengabdian Masyarakat Desa Ngemboh Kecamatan Ujung Pangkah Kabupaten Gresik Jawa Timur Suharnanik Suharnanik; Sucahyo Tri Budiono; Yudi Harianto; Ahmad Sufaidi
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 1 No. 2 (2021): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v1i2.156

Abstract

Media informasi memiliki peranan dalam mengubah persepsi perempuan tentang industri 4.0. Pelatihan pengembangan perempuan dalam menghadapi industri 4.0 ini dilakukan dalam rangka tugas tri dharma perguruan tinggi diantaranya mencakup pengabdian dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam hal ini kami mendampingi para perempuan dalam pelatihan menghadapi industri 4.0. Pelatihan tersebut berisi tentang bagaimana membuat email, membuka account untuk memasarkan produk tertentu serta membuat konten kreatif dengan metode copywriting. Tujuan dari peningkatan kapasitas perempuan dalam menghadapi industri 4.0 ini adalah agar perempuan mampu bersaing dan mengembangkan usaha mandiri dari potensi daerahnya masing-masing. Kegiatan ini dilakukan di desa Ngemboh Kabupaten Gresik Jawa Timur. Metode yang dilakukan adalah pendekatan partisipasi warga masyarakat dengan melibatkan institusi pemerintah desa sebagai penyelenggaranya dan memfasilitasi kegiatan tersebut. Metode tersebut dianggap paling efektif dalam mendorong perubahan secara masif karena ada pihak tokoh masyarakat yang dilibatkan serta mampu menjaga untuk keberlanjutan dari apa yang telah diberikan selama pelatihan pengembangan tersebut. Hasil dari kegiatan tersebut mendapat respon yang cukup positif dengan dukungan para tokoh masyarakat terbukti dengan antusiasme perempuan dalam merespon selama pelatihan dan banyak bertanya terkait keadaan wilayahnya yang sulit untuk memasarkan produk lokalnya agar diketahui dunia luar.
Pemanfaatan Lahan Pekarangan melalui Kegiatan Kebun Gizi di Desa Sumber Malang, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso Aprilya Fitriani; Siti Muawanah
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 1 No. 2 (2021): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v1i2.158

Abstract

Kebun Gizi merupakan progam berbasis masyarakat sebagai upaya pemenuhan kebutuhan buah dan sayur dengan memanfatkan lahan pekarangan maupun media lain seperti hidroponik atau menggunakan media paralon. Dalam melakukan kegiatan kebun gizi mahasiswa mengadakan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat dan perangkat Desa Sumber Malang. Penyuluhan dan sosialisasi kebun gizi dilakukan pada tanggal 24 Februari 2021 di balai Desa Sumber Malang dengan mengumpulkan perangkat desa dan sebagian masyarakat Desa Sumber Malang Bersama mahasiswa KKN. Kegiatan ini disambut dengan baik oleh masyarakat Desa Sumber Malang sehingga banyak yang tertarik untuk membudidayakan kebun gizi yang berbasis hidroponik. Tujuan penyuluhan dan sosialisasi kebun gizi adalah mengajak masyarakat desa untuk hidup sehat, memanfaatkan lahan yang sempit, lebih dari itu dapat meringankan dan membantu perekonomian masyarakat yang ada di Desa Sumber Malang. Metode pelaksanaan dalam kegiatan ini diawali dengan penyampaian materi dan penanaman tanaman hidroponik dan pupuk cair, selanjutnya praktek langsung kepada perangkat desa dan sebagian masyarakat Desa Sumber Malang mengenai cara mengelola kebun gizi yang baik dan benar. Hasil dari adanya penyuluhan dan sosialisasi kebun gizi ini diharapkan bisa memberikan motivasi yang baik bagi masyarakat untuk menciptakan hidup yang sehat dan bersih, memanfaatkan lahan yang sempit serta dapat meringankan dan membantu perekonomian masyarakat yang ada di Desa Sumber Malang.
Upaya Menumbuhkan Budaya Literasi Siswa Sekolah Dasar melaui Perpustakaan Berbasis Rumah Ibadah Rafiq Rajabi; Irvan Nauval; Nida Milatul Hamidah; Anita Rahmawati; Risma Nurfitria; Abidah Hindiyana Ulinuha; Dewi Shinta Nuriyah; Lutfi Tri Wardani; Andalia Arista Nugraeni; Alvina Yurizqi Salsabila; Salsabila Faradisa Nuris; Nurul Huda; Mohamad Abdul Rozak; Abdul Rosyid; Dinita Choirunnisa; Annisa Annisa; Pipin Ariska; Inayah Maharani Meidy; Ahmad Royani
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 1 No. 2 (2021): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v1i2.160

Abstract

Budaya literasi ternyata belum cukup dikenal di kalangan siswa sekolah dasar. Literasi yang seharusnya menjadi makanan sehari-hari, seakan hanya menjadi pelengkap, khususnya di era pandemic ini. Melalui literasi jendela pengetahuan dibuka, wawasan menjadi lebih luas. Oleh karena itu, sudah seharusnya literasi menjadi sebuah budaya atau kebiasaan sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya menumbuhkan budaya literasi pada siswa sekolah dasar melalui perpustakaan berbasis rumah ibadah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Teknik Pengumpulan data melalui wawancara dan observasi dengan subjek penelitian meliputi santri-santri di TPQ Nurul Hidayah Desa Kampung Anyar, Banyuwangi. Melalui peneitian ini dapat disimpulkan bahwa perpustakaan berbasis rumah ibadah memberikan dampak yang sangat baik terhadap meningkatnya budaya literasi pada santri-santri di TPQ Nurul Hidayah ini. Beberapa factor yang menghambat budaya literasi di kalangan siswa sekolah dasar adalah gadget, kurangnya motivasi, dan minimnya buku yang ada. Adanya perpustkaan berbasis rumah ibadah dimaksudkan untuk membantu menanggulangi beberapa factor yang menghambat budaya literasi pada siswa sekolah dasar ini

Page 3 of 14 | Total Record : 137