cover
Contact Name
Zainal Abidin
Contact Email
jurnal.ngarsa@gmail.com
Phone
+6285236214368
Journal Mail Official
jurnal.ngarsa@gmail.com
Editorial Address
Jl. Mataram No. 1 Mangli, Kaliwates, Jember, Jawa Timur, Indonesia 68136.
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
NGARSA: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
ISSN : 27759776     EISSN : 2775782X     DOI : https://doi.org/10.35719/ngarsa.v1i1
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom merupakan jurnal yang menerbitkan artikel-artikel hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat dalam penerapan berbagai bidang keilmuan (multidisiplin), antara lain sosial, agama, pendidikan, budaya, ekonomi, politik, dan lain-lain.
Articles 129 Documents
Pemanfaatan dan Pengolahan Limbah Kotoran Sapi Menjadi Pupuk Organik dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Desa Buwek Abd Halim Asis; Indah Nur Hafifah; Inggit Ima Wati; Lailatul Anisa P; Masruroh Zain; Mega Arofatul Jannah; M.Fiqgra Ilham A; Moh. Faisol; Muhamad Zainaul Arifin; Nadia Dwi Fatmawati; Nurul Aini; Putri Ayu Amalia; Sofyana Ilmi Alif; Qoriatus Sa'diyah
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 2 No. 2 (2022): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v2i2.307

Abstract

Pemanfaatan dan pengolahan limbah kotoran menjadi pupuk organik bertujuan untuk menghasilkan suatu produk olahan yang memiliki nilai tambah dibandingkan dengan sebelum dilakukan pengolahan. Pengolahan limbah sapi ini dilatarbelakangi dengan kurangnya kesadaran masyarakat Desa Buwek tentang pengolahan limbah sapi dan manfaatnya bagi tanah kering. Alternatif solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut dengan pemanfaatan dan pemanfaatan limbah sapi pupuk. Tujuan dari program ini adalah dapat memanfaatkan limbah sapi sehingga dapat digunakan sebagai pupuk organik, sebagai media tanam polybag atau pawon urip karena kondisi tanah Desa Buwek termasuk tanah kering dan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Buwek. Metode yang digunakan adalah proses menjelajahi area sasaran yakni Desa Buwek, kemudian dilanjutkan dengan observasi dan wawancara langsung antara kami dari KKN posko 85 Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember dengan masyarakat. Setelah kami melakukan penyuluhan kepada masyarakat bersama Unit Dinas Pertanian Unit Pelaksana Teknis Balai Penyuluhan Pertanian (UPT-BPP) Kecamatan Randuagung, mengatur jadwal penyuluhan, kemudian melakukan penyuluhan tentang pemanfaatan dan pengolahan limbah sapi menjadi pupuk organik. Hasil dari program pemberdayaan masyarakat ini adalah masyarakat Desa Buwek dapat mengembangkan program pembuatan pupuk organik dari limbah pertanian dan memanfaatkan pupuk organik sebagai media tanam untuk membuat pawon urip atau polybag sebagai upaya berkelanjutan dari program pengembangan.
Pengembangan Pariwisata Melalui Pokdarwis dalam Persepektif Ethnolinguitik di Desa Tambong Kecamatan Kabat Kabupaten Banyuwangi Inayatul Mukarromah; Habbibatur Rohmah
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 3 No. 1 (2023): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v3i1.313

Abstract

Fakta Secara Empiris bahwa rendahnya pengetahuan masyarakat tentang pariwisata sehingga mereka tidak tertarik untuk mengembangkan potensi wisata di desanya. Masyarakat belum bisa memahami bahwa dengan mengembangkan potensi wisata di desanya bisa memberikan dampak positif bagi perekonomian mereka. Tujuan dalam penelitian yaitu Pengembangan Pariwisata Melalui Pokdarwis Di Desa Tambong Kecamatan Kabat Kabupaten Banyuwangi Pendekatan Ethnolinguitik Di Masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi dengan model Ethnolinguitik. Pendekatan etnolinguistik adalah pendekatan yang dilakukan dimana peneliti juga terkadang tinggal di desa Tambong, berkumpul dengan warga, berdiskusi dengan bahasa oseng yang mereka gunakan dalam kesehariannya , mengikuti rutinitas warga dan lainnya. Terdapat tiga kesimpulan antara lain; 1) Langkah Pokdarwis desa Tambong dalam mengembangkan desa wisata yaitu mengadakan adannya pendampingan khusus baik dari Pokdarwis Desa Tambong, Asosiasi Pokdarwis Kabupaten, Disbudpar kabupaten yang membidangi ekonomi kreatif dan destinasi serta budaya, pendampingan dengan para akademisi dari dosen yang kompeten. Pendampingan akademisi dilaksanakan melalui MOU antara desa dan lembaga perguruan Tinggi yang dituju. 2) Hambatan Pokdarwis dalam pengembangan desa wisata di desa Tambong antara lain; a) belum terlaksana pembangunan destinasi wisata secara maksimal, b) kurang solidnya kepengurusan Pokdarwis itu sendiri, c) belum adanya kematangan dan kedewasaan dalam berorganisasi, d) terlalu banyak konsep yang diwacanakan untuk membangun desa wisata sehingga lokus utama untuk pembanguan destinasi wisata baik jangka pendek, menengah, panjang belum jelas, e) minimnya SDM masyarakat terhadap kesadaran wisata, f) belum adanya Perdes yang mengikat untuk menguatkan keorganisasian Pokdarwis, 3) Upaya yang dilakukan Pokdarwis dalam menghadapi hambatan pengembangan destinasi wisata adalah menjalin kolaborasi dengan para pengusaha-pengusaha kelompok ekonomi mikro, para petani, pengrajin yang berada di desa setempat, investor lainnya, pemerintah, masyarakat serta Perguruan Tinggi. Kata Kunci: Pengembangan Pariwista; Pokdarwis Ethnolinguistic The empirical fact is that the community has low knowledge about tourism, so they are not interested in developing tourism potential in their village. People have not been able to understand that developing tourism potential in their village can have a positive impact on their economy. The research aims to develop Tourism through Pokdarwis in Tambong Village Kabat District Banyuwangi Ethnolinguitik approach in the community. This study used qualitative methods. This research approach uses an ethnographic approach with an Ethnolinguistic model. The ethnolinguistic approach is an approach that is done where researchers also sometimes live in Tambong village, gather with residents, discuss using language they use in their daily lives, and follow the routine of residents and others. There are three conclusions among others: 1) step Pokdarwis Tambong Village in developing village tourism is to hold special assistance from Pokdarwis Tambong Village, Pokdarwis District Association, Disbudpar district in charge of creative economy and destinations as well as culture, assistance with academics from competent lecturers. Academic service is carried out through an MOU between the village and the intended higher education institution. 2) Pokdarwis obstacles in the development of tourist villages in Tambong village, among others; a) the development of tourist destinations has not been implemented to the maximum, b) the lack of solid management of the Pokdarwis itself, c) the lack of maturity and maturity in organization, d) too many concepts are discussed to build tourist villages so that the primary locus for the development of tourist destinations in the short, medium, long term is not precise, e) the lack of, 3) the efforts made by Pokdarwis in dealing with obstacles to the development of tourist destinations are to collaborate with entrepreneurs from microeconomic groups, farmers, artisans in local villages, other investors, governments, communities and universities. Keywords: Tourism Development; Pokdarwis; Ethnolinguistic
Pendampingan Pembelajaran Pasca Pandemi Guna Memaksimalkan Lingkungan Pendidikan di Dusun Daleman Demak Muchammad Alfian Alfarin; Anggun Riska Indriyani; Rahman Adi Nugroho; Muhammad Widadul Umam
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 2 No. 2 (2022): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v2i2.319

Abstract

Abstract Around 2020 the world was hit by an outbreak of the COVID-19 virus disease, all countries including Indonesia were affected by this outbreak. The COVID-19 outbreak has had major impacts on several aspects of people's lives in Indonesia, one of which is education. Education in Indonesia, which was originally conducted face-to-face, has been transformed into online learning from home. This of course aims to break the chain of spread of COVID-19. The existence of an online learning system from home certainly brings good and bad impacts for students in Indonesia, one of which is that some students find it difficult or even unable to master the material taught by the teacher during the learning process. Such cases were also found in children in Batursari village, Mranggen sub-district, Demak district. An effective method to overcome this problem is by way of mentoring children's learning by adults. This mentoring method is quite effective if it is combined with existing technological developments because the use of this technology can have a positive impact on children's learning regarding general knowledge as long as it is carried out accompanied by adults. Learning is not only related to school, and the subjects taught but learning for children can be done by playing. In the midst of technological advances, now gadgets as a communication tool can also be used by children to play games, it can hone children's creativity with notes when playing games, children must be accompanied by adults so that they use gadgets correctly and not abused. Keywords : Pandemic, Education, Learning Assistance Abstrak Pada sekitar tahun 2020 dunia dilanda dengan wabah penyakit virus COVID-19, seluruh negara termasuk Indonesia terdampak oleh wabah ini. Wabah COVID-19 ini membawa berbagai dampak yang besar bagi beberapa aspek kehidupan masyarakat di Indonesia, salah satunya yaitu Pendidikan. Pendidikan di Indonesia yang awalnya dilakukan dengan tatap muka secara langsung diubah menjadi pembelajaran online dari rumah. Hal ini tentunya bertujuan untuk memutus rantai penyebaran COVID-19. Adanya sistem pembelajaran secara online dari rumah tentunya membawa dampak baik dan buruk bagi para pelajar di Indonesia, salah satunya yaitu beberapa siswa sulit bahkan tidak bisa untuk menguasai materi yang diajarkan oleh guru pada saat proses pembelajaran. Kasus seperti itu juga ditemukan pada anak-anak di desa Batursari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak. Metode yang cukup efektif untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan cara pendampingan belajar anak oleh orang dewasa. Metode pendampingan ini cukup efektif jika diigabungkan dengan perkembangan teknologi yang ada karena penggunaan teknologi tersebut dapat membawa dampak positif bagi pembelajaran anak terkait pengetahuan umum selama hal tersebut dilakukan dengan didampingi oleh orang dewasa. Pembelajaran tidak hanya terkait dengan sekolah, dan mata pelajaran yang diajarkan tetapi pembelajaran terhadap anak dapat dilakukan dengan cara bermain. Di tengah kemajuan teknologi sekarang gadget sebagai alat komunikasi juga dapat digunakan oleh anak untuk bermain game, hal tersebut dapat mengasah kreativitas anak dengan catatan pada saat bermain game, anak harus didampingi oleh orang dewasa supaya menggunakan gadget dengan benar dan tidak disalahgunakan. Kata Kunci : Pandemi, Pendidikan, Pendampingan Belajar
Pemberdayaan Perempuan UMKM Melalui Digital Marketing di Desa Jombang Kecamatan Jombang Asnawan Asnawan; Delfi Masrurotul Alfiana; Halimatus Sa'diyah; Muhammad Deni Efendi; Siti Aliyatul Azizah; Taufikur Rohman
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 2 No. 2 (2022): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v2i2.320

Abstract

Pengabdian ini berjudul pemberdayaan perempuan UMKM melalui digital marketing di Krajan I Desa Jombang Kecamatan Jombang Kabupaten Jember. Tujuan umum dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan secara praktis terkait pengetahuan-pengetahuan tentang strategi pemasaran yang efektif dan efisien guna meningkatkan usaha yang digalakkan oleh pelaku UMKM khususnya yang berada di Dusun Krajan I Desa Jombang Kecamatan Jombang. Perempuan yang mayoritas adalah pelaku UMKM, khususnya UMKM pengolahan krupuk yang menjadi ciri khas Desa Jombang, mereka diberdayakan melalui UMKM dan digital marketing. Metode yang digunakan adalah metode survei, teknik deskriptif dan penyampaian materi secara langsung serta simulasi dan diskusi mengenai manajemen, digitalisasi marketing, pemasaran produk dan peningkatan penjualan bagi pelaku UMKM yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Kesimpulan dari pengabdian kepada masyakat ini adalah adanya upaya untuk melakukan pendampingan dan manajemen dalam pengembangan digitalisasi marketing yang berorientasi pada peningkatan penjualan UMKM khususnya yang berada di Dusun Krajan I Desa Jombang Kecamatan Jombang.  
Transformasi Home Industry Es Krim Parem Jamu (ESEMMU) melalui Pendampingan Digital Marketing pada Era Pandemi COVID-19 di Kelurahan Kadipaten Kabupaten Ponorogo Ilham Cahyanto; Unun Roudlotul Janah
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 3 No. 2 (2023): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v3i2.332

Abstract

Jamu merupakan obat herbal tradisional yang mengandung bahan-bahan alami dan memiliki beranekaragam khasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit serta warisan budaya asli Indonesia yang berkembang di masyarakat secara turun-temurun dan bisa digunakan untuk keperluan kesehatan. Setelah terjun di lokasi pengabdian penulis menemukan sebuah aset yang berpotensi untuk dilakukan pemberdayaan. Setelah dilakukan wawancara dan observasi ternyata pelaku home industry belum pernah memasarkan produknya melalui media digital, sejauh ini teknik pemasaran yang dilakukan hanya di sekitar Kelurahan Kadipaten melalui berjualan keliling bersepeda dan belum adanya inovasi menciptakan produk lain dari olahan minuman jamu. Tujuan dari pengabdian ini yakni memberikan program terobosan baru dengan melakukan pendampingan digital marketing dan pembuatan inovasi produk Es Krim Parem Jamu (ESEMMU) pada pelaku usaha, harapan untuk ke depannya dapat menambah keahlian dalam memasarkan produk dan menambah jenis produk pada home industri jamu tradisional milik Ibu Siti Aminah yang berlokasi di Kelurahan Kadipaten. Metode yang digunakan dalam pengabdian yakni pendekatan Asset Based Community - Driven Development (ABCD). Hasil pengabdian menunjukkan bahwa home industry telah memiliki akun di media digital untuk memasarkan produknya, tercetusnya produk Es Krim Parem Jamu (ESEMMU) yang siap dikembangkan dan meningkatnya skill dalam inovasi produk. Kata Kunci: Pemberdayaan; Digital Marketing; Inovasi Produk; Home Industry; ABCD Jamu is a traditional herbal medicine containing natural ingredients that have various properties to cure various diseases as well as the original Indonesian cultural heritage that developed in the community for generations that are used for health purposes. After plunging in the location of the service, the author found an asset that has the potential to be empowered. After conducting interviews and observations, it turns out that home industry players have never marketed their products through digital media, so far the marketing techniques carried out are only around the Duchy Village through selling around cycling and there is no innovation in creating other products from processed herbal drinks. The purpose of this service is to provide a new breakthrough program by providing digital marketing assistance and making innovations for ice cream parem jamu (esemmu) products for business actors, hoping that in the future they can add expertise in marketing products and add types of products to Mrs. Siti Aminah traditional herbal home industry is located in the Kadipaten Village. The method used in the service is the Asset Based Community - Driven Development (ABCD) approach. The results of the service show that the home industry already has an account in digital media to market its products, the emergence of the Parem Jamu ice cream product (ESEMMU) which is ready to be developed and increased skills in product innovation. Keywords: Empowerment, Dgital Marketing, Product Innovation, Home Industry, ABCD
Revitalisasi Pertanian Berkelanjutan Transformasi Kotoran Sapi Menjadi Solusi Hijau Mengatasi Ketergantungan Pupuk Kimia Di Desa Kesilir Laila Khusnah; Nur Rohma Lailiyah; Saify Imdad; Felia Masruroh
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 3 No. 2 (2023): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v3i2.336

Abstract

Populasi ternak sapi di desa Kesilir memiliki potensi yang sangat besar. Dalam hal ini sapi menghasilkan limbah kotoran yang sebenarnya bermanfaat bagi masyarakat petani desa Kesilir, namun belum terfikirkan oleh masyarakat. Padahal kotoran sapi berpotensi sebagai bahan dasar pembuatan pupuk organik, yang dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan masyarakat dalam penggunaan pupuk kimia di bidang pertanian. Oleh karena itu, pembuatan pupuk organik perlu terus disosialisasikan kepada masyarakat khususnya petani di pedesaan yang kekurangan informasi dan teknologi. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah, 1) untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang manfaat dan bahan-bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan pupuk organik, 2) untuk melakukan pelatihan kepada warga desa Kesilir dalam melakukan proses pembuatan pupuk organik dari kotoran sapi. Program pengabdian ini dilakukan dengan metode ABCD (Asset Based Community Development), yang diawali dengan menggali potensi yang ada di desa untuk kemudian dikembangkan, yaitu potensi banyaknya peternak sapi beserta kotorannya dan luasnya lahan pertanian. Pengembangan dilakukan dengan memberikan pemahaman mengenai manfaat pupuk organik melalui pelatihan serta praktik pembuatannya sehingga bisa lebih mudah untuk diterapkan oleh warga. Hasil pengabdian ini antara lain masyarakat mengetahui dan faham tentang manfaat pupuk organik pada lahan pertanian, diantaranya dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia, dan dapat meningkatkan unsur hara dalam tanah. Warga akhirnya juga mengerti bahwa pembuatan pupuk organik dari kotoran sapi membutuhkan bahan tambahan berupa sekam, molase, Em4, dan air. Adapun warga yang mengikuti pelatihan pembuatan pupuk organik ini adalah warga yang tergabung dalam kelompok-kelompok petani di desa Kesilir. Pelatihan ini dilakukan sebagai inisiasi kepada warga dalam pembuatan pupuk organic, merekapun antusias dalam melaksanakan pelatihan. Kata Kunci: Pemanfaatan Kotoran Sapi; Pupuk Organik; Pupuk Kimia The cattle population in Kesilir village has enormous potential. In this case, cows produce manure waste which is actually beneficial for the farming community in Kesilir village, but which the community has not yet thought about. In fact, cow dung has the potential to be a basic ingredient for making organic fertilizer, which can be an alternative to reduce people's dependence on the use of chemical fertilizers in agriculture. Therefore, organic fertilizer production needs to continue to be socialized to the public, especially farmers in rural areas who lack information and technology. The purpose of this community service is, 1) to provide outreach to the community about the benefits and materials needed to make organic fertilizer, 2) to provide training to Kesilir village residents in carrying out the process of making organic fertilizer from cow dung. This service program is carried out using the ABCD (Asset Based Community Development) method, which begins by exploring the potential that exists in the village to then be developed, namely the potential for the large number of cattle breeders and their dung and the size of agricultural land. Development is carried out by providing an understanding of the benefits of organic fertilizer through training and practice in making it so that it can be easier for residents to apply. The results of this service include the community knowing and understanding the benefits of organic fertilizer on agricultural land, including reducing the use of chemical fertilizers and increasing nutrients in the soil. Residents finally understood that making organic fertilizer from cow dung requires additional materials in the form of husks, molasses, Em4 and water. The residents who took part in the training in making organic fertilizer were residents who were members of farmer groups in Kesilir village. This training was carried out as an initiation for residents in making organic fertilizer, they were enthusiastic in carrying out the training. Keywords: Utilization Of Cow Dung; Organic Fertilizer; Anorganic Fertilizer
Pendampingan Efektif Dalam Perolehan Nomor Induk Berusaha (NIB) Melalui Kolaborasi Koperasi BMT Bina Tanjung Jember Halimatus Sya'diyah; Fadilatul Hasanah; Ahmadiono Ahmadiono; Ud Hulul Mukarom
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 3 No. 2 (2023): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v3i2.405

Abstract

Pasar Tanjung Jember dari tahun ke tahun mengalami pertumbuhan. Artinya, UMKM membutuhkan izin usaha dari pemerintah agar dilindungi secara hukum. Kegiatan penganbdian masyarakat ini  dilakukan karena tidak adanya tenaga pelaku UMKM Pasar Tanjung dalam pembuatan Nomor Induk Usaha yang Dapat Dikenali dan tidak adanya pemahaman tentang cara pembuatan Nomor Induk Usaha (NIB) melalui melalui Online Single Submission (OSS). Tujuannya untuk memudahkan proses Online Single Submission (OSS) bagi usaha kecil dan menengah (UKM) di Pasar Tanjung. Mentoring dan observasi adalah dua metode yang digunakan. Menyampaikan teori, membuat izin perusahaan, dan mengirimkan surat legalitas usaha adalah bagian dari mewujudkan gerakan ini. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di pasar Tanjung menunjukkan peningkatan akses OSS terhadap data tentang legalitas dan pendaftaran usahanya. Usaha kecil dan menengah (UKM) mendapat manfaat dari dorongan pemerintah, ketersediaan keuangan, keamanan perusahaan, dan bantuan pertumbuhan.  Kata Kunci: UMKM; NIB; Pendampingan; Online Single Submission (OSS) The Tanjung Jember market has experienced growth from year to year. This means that MSMEs need a business license from the government to be legally protected. This community service activity was carried out because there were no staff from Tanjung Pasar UMKM actors in making Recognizable Business Numbers and there was no understanding of how to make Business Numbers (NIB) through Online Single Submission (OSS). The aim is to assist Tanjung Market MSMEs in creating accounts and managing legality through the Online Single Submission (OSS) procedure. Observation and advocacy are two approaches taken. Delivering theories, creating business licenses, and submitting business legality letters are all part of putting this movement into action. This action has led to an increase in the amount of data concerning the legitimacy and registration of businesses in Tanjung's MSME market's OSS account. As a result, MSMEs receive government endorsement, financial resources, legal security, and help in growing their businesses. Keywords : UMKM; NIB; Assistance; Online Single Submission (OSS)
Pemanfaatan Kekayaan Hayati Untuk Meningkatkan Imunitas Tubuh Di Desa Bangunrejo Sukorejo Ponorogo Asna Zultiva Rahmawati; Faninda Novika Pertiwi
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 3 No. 2 (2023): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v3i2.414

Abstract

Desa Bangunrejo, kecamatan Sukorejo, kabupaten Ponorogo memiliki salah satu keanekaragaman hayati yaitu tanaman kunyit. Kunyit merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat, antara lain sebagai bumbu dapur dan juga pewarna makanan. Kunyit merupakan salah satu jenis remoah-empah dengan nama latin curcuma domestica ini sudah dibudidayakan sejak zaman dahulu. Tanaman kunyit ini selain menjadi pewarna alami yang memiliki banyak kandungan dan khasiat, tanaman ini juga merupakan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Kunyit dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisonal yang berguna untuk meningkatkan imunitas tubuh di Desa Bangunrejo. Tujuan pengabdian ini yaitu memberikan informasi terhadap masyarakat khususnya pemanfaatan bahan obat tradisional di lingkungan sekitar. Masyarakat bangunrejo sangat antusias selama proses pengabdian ini berlangsung. Metode pengabdian yang dilakukan yaitu metode pelatihan dan sosialisasi melalui media poster. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pelatihan yang telah dilakukan mampu diterapkan di keluarga masing-masing. Setelah dilakukannya kegiatan pengabdian ini, diperoleh hasil 70% dari 10 KK (Kepala Keluarga) mengalami dampak positif terhadap pemanfaatan tanaman kunyit khususnya terhadap imunitas tubuh. Ketika merasa imunitas tubuh menurun maka dengan mengkonsumsi obat tradisional yang telah dihasilkan maka tubuh akan lebih sehat kembali. Melimpahnya kekayaan hayati yang ada akan sia-sia apabila tidak dirawat dan dimanfaatkan secara optimal. Kata Kunci: Imunitas; Kekayaah Hayati; Obat Tradisional Bangunrejo, Sukorejo, Ponorogo district has one type of biodiversity, namely the turmeric plant. Turmeric is a plant that has many benefits, including as a kitchen spice and also a food coloring. Turmeric is a type of spice with the Latin name Curcuma domestica and has been cultivated since ancient times. Apart from being a natural dye which has many ingredients and benefits, this turmeric plant is also a Family Medicinal Plant (TOGA). Turmeric can be used as a traditional medicine which is useful for increasing body immunity in Bangunrejo Village. The aim of this service is to provide information to the community, especially the use of traditional medicinal ingredients in the surrounding environment. The Bangunrejo community was very enthusiastic during this dedication process. The service method used is the ABCD method. The results of the service show that the training that has been carried out can be applied in each family. After carrying out this service activity, 70% of the 10 families (heads of families) experienced a positive impact on the use of turmeric plants, especially on the body's immunity. When you feel that your body's immunity is decreasing, by consuming the traditional medicine that has been produced, your body will be healthier again. The abundance of existing biological riches will be wasted if they are not cared for and utilized optimally. Keywords: Immunity; Biological Wealth; Traditional Medicine
Gerakan Literasi Desa (Gelisa) Untuk Meningkatkan Minat Baca Anak-Anak Di Desa Bloro Kecamatan Besuki Kabupaten Situbondo Abdul Karim; Khairul Umam; Ahmad Rhomadhanil Abidin; Niken Nurcahyati; Saroh Riskiatin
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 3 No. 2 (2023): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v3i2.415

Abstract

Rendahnya tingkat literasi di masyarakat pedesaan dapat disebabkan oleh sejumlah faktor. Beberapa faktor utama yang memengaruhi literasi di pedesaan mencakup akses terbatas terhadap pendidikan, keterbatasan sumber daya ekonomi, dan kurangnya kesadaran literasi. Dimana permasalahan yang terjadi saling terkait dan saling mempengaruhi satu sama lain. Oleh karena itu, peneliti melaksanakan kegiatan Gerakan literasi desa (Geliasa) di Desa Bloro Kecamatan Besuki. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membangun kesadaran masyarakat terkait pentingnya literasi bagi pengembangan kualitas hidup mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), dengan tahapan analisis permasalahan, pelaksanaan kegiatan Gelisa, evaluasi kegiatan, dan perencanaan tindak lanjut. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan berbagai metode, seperti wawancara, observasi, dokumentasi, serta focus group discussion (FGD) bersama pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan orang tua. Hasil penelitian ini menunjukkan beberapa temuan kunci: 1) Membangun Kesadaran Masyarakat melalui Gerakan Literasi Desa (Gelisa): a) Sosialisasi kegiatan Gelisa kepada Masyarakat, b) Pelaksanaan kegiatan Gelisa dengan fokus pada membaca dan bermain bagi anak-anak, c) Kerjasama aktif antara Pemerintah Desa dalam penyediaan fasilitas literasi dengan perpustakaan Daerah. 2) Dampak Pelaksanaan Gerakan Literasi Desa (Gelisa) di Desa Bloro: a) Antusiasme anak-anak terhadap kegiatan Gelisa. b) Kesadaran pemerintah desa untuk mendirikan perpustakaan desa dan merancang kegiatan literasi berkelanjutan. c) Peningkatan kesadaran orang tua akan pentingnya literasi bagi perkembangan anak-anak. Gerakan Literasi Desa (Gelisa) di Desa Bloro telah memberikan kontribusi positif terhadap meningkatnya kesadaran literasi di kalangan masyarakat pedesaan. Evaluasi kegiatan ini menjadi dasar untuk perencanaan tindak lanjut guna memastikan kelangsungan dan efektivitas program literasi di masa mendatang. Kata Kunci: Pengabdian Masyarakat; Literasi Desa; Kesadaran Masyarakat Several factors can cause the low level of literacy in rural communities. Some main factors influencing literacy in rural areas include limited access to education, limited economic resources, and lack of literacy awareness. Where the problems that occur are interrelated and influence each other. Therefore, researchers carried out village literacy movement (Geliasa) activities in Bloro Village, Besuki District. This activity aims to raise public awareness regarding the importance of literacy for developing their quality of life. The research method used is Participatory Action Research (PAR), with stages of problem analysis, implementation of Gelisa activities, activity evaluation, and follow-up planning. Researchers used various methods to collect data, such as interviews, observation, documentation, and focus group discussions (FGD) with village government, community leaders, and parents. The results of this research show several key findings: 1) Building Community Awareness through the Village Literacy Movement (Gelisa): a) Socialization of Gelisa activities to the community, b) Implementation of Gelisa activities with a focus on reading and playing for children, c) Active collaboration between Village Government in providing literacy facilities with regional libraries. 2) Impact of Implementing the Village Literacy Movement (Gelisa) in Bloro Village: a) Children's enthusiasm for Gelisa's activities. b) Village government awareness to establish village libraries and design sustainable literacy activities. c) Increasing parental awareness of the importance of literacy for children's development. The Village Literacy Movement (Gelisa) in Bloro Village has increased literacy awareness among rural communities. Evaluation of this activity becomes the basis for follow-up planning to ensure the future literacy program's continuity and effectiveness. Keywords: Community Service; Village Literacy; Citizen's Awareness
Pendampingan Sertifikasi Halal Produk Makanan Usaha Mikro dan Kecil Melalui Website SIHALAL Setyowati, Ratna Dewi; Cahyani, Putri Gita; Annisa, Nurul; Ulya, Husna Ni’matul
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 4 No. 1 (2024): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v4i1.424

Abstract

Understanding halal products in the digital era makes people smarter in choosing the products they want to buy. The importance of a product having halal certification will make it a branding tool in itself so that it will generate public trust in using the product. Bekare Village, Bungkal District, Ponorogo Regency, has many micro and small businesses as one of the community's jobs besides being farmers. However, they do not yet realize the importance of having protection tools that have been established by law, such as halal certification. The aim of this service is to provide an understanding of halal certification and help people obtain halal certificates. This service uses the service-learning method, namely applying the knowledge possessed by students and lecturers to the local community. This service succeeded in transforming the knowledge of the Bekare Village community regarding halal certification. They originally had the principle that the important thing was to sell the product and get their capital back. Currently they realize the importance of halal certificates for marketing and developing their business products. This service also succeeded in facilitating four micro and small businesses in obtaining halal certificates from the Ministry of Religious Affairs. Keywords: Assistance with halal certification, Self declare, Food products, Micro and Small Enterprises Abstrak: Pemahaman produk halal di era yang serba digital menjadikan masyarakat semakin pandai memilih produk yang akan dibelinya. Pentingnya suatu produk yang memiliki sertifikasi halal akan menjadikan alat branding tersendiri sehingga akan menghasilkan kepercayaan masyarakat dalam menggunakan produk tersebut. Desa Bekare, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, memiliki banyak usaha mikro dan kecil sebagai salah satu pekerjaan masyarakat di samping sebagai petani. Namun, mereka belum menyadari pentingnya memiliki alat perlindungan yang telah ditetapkan UU seperti sertifikasi halal. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberi pemahaman tentang sertifikasi halal dan membantu masyarakat memperoleh sertifikat halal. Pengabdian ini menggunakan metode service-learning yaitu menerapkan pengetahuan yang dimiliki para mahasiswa dan dosen kepada masyarakat setempat. Pengabdian ini berhasil mentransformasi pengetahuan masyarakat Desa Bekare mengenai sertifikasi halal. Mereka semula berprinsip bahwa yang penting produk terjual habis dan memperoleh modal kembali. Saat ini mereka menyadari pentingnya sertifikat halal bagi pemasaran dan pengembangan produk-produk usaha mereka. Pengabdian ini juga berhasil menfasilitasi empat usaha mikro dan kecil dalam memperoleh sertifikat halal dari Kementerian Agama. Kata kunci: Pendampingan sertifikasi halal, Self declare, Produk makanan, Usaha Mikro dan Kecil

Page 6 of 13 | Total Record : 129