cover
Contact Name
Moh. Fathoni
Contact Email
jurnaladalah@gmail.com
Phone
+6285328075686
Journal Mail Official
jurnaladalah@gmail.com
Editorial Address
Jl. Mataram No.1, Karang Miuwo, Mangli, Kaliwates, Jember, East Java, Indonesia 68136
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Al'Adalah
This journal aims to publish original research articles on Islam and Muslims, especially Islamic thoughts, doctrines, and practices oriented toward moderation, egalitarianism, and humanity. The journal articles cover integrated topics on Islamic issues, including Islamic philosophy and theology, Islamic culture and history, Islamic politics, Islamic law, Islamic economics, and Islamic education, engaging a multidisciplinary and interdisciplinary approach. Therefore, this journal receives original research articles from any country and region concerned with Islam and Muslim.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 16 No. 2 (2013)" : 20 Documents clear
KRITIK ATAS NALAR KRITIS PLURALISME AGAMA Faizin
Al'Adalah Vol. 16 No. 2 (2013)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejarah perjalanan panjang kehidupan manusia, ternyata, salah satu sisinya dipenuhi dengan rasa, sikap, dan tindakan ketidak-akuran, saling sikut, saling gencet, saling melukai, bahkan saling bunuh. Penghalalan darah atas yang lain yang dianggap berbeda paham dan kelompok menjadi saksi hidup yang tidak mungkin dipungkiri adanya. Salah satu faktor pendukung utama dari kenyataan ini adalah sikap dan tindakan yang menganggap diri dan kelompoknyalah yang paling benar. Sementara yang berbeda dengannya adalah salah, sesat, kafir, dan oleh karenanya layak apabila darahnya dialirkan. Padahal, kehidupan yang tenteram dan damai adalah impian setiap manusia. Dan oleh karenanya, manusia yang beradab merasa selalu terpanggil untuk mewujudkannya.
AGAMA DAN KEBERAGAMAAN: SEBUAH KLARIFIKASI UNTUK EMPATI Haris
Al'Adalah Vol. 16 No. 2 (2013)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The nature of religion has been endlessly discussed by philosophers, theologians, psychologists, and sociologists. They look at different aspects of religion as their interests and their purposes differ. Therefore, they formulate variety of definition of religion. Religion is seen to be difficult to define. But it is necessary to have a clear definition of religion as a starting point for religious studies. This paper discuss the definitions of religion given by the schoolars and then give a clear definition as an attemp to build up tolerant. Religion is not the same with religious beliefs and practices or religious experiences.
AGAMA DAN SOLIDARITAS SOSIAL: TAFSIR ANTROPOLOGI TERHADAP TRADISI RASULAN MASYARAKAT GUNUNG KIDUL DIY Isfironi
Al'Adalah Vol. 16 No. 2 (2013)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modern live not always change social behavior be individual. However on the contrary give us a loyalty to traditional tenet that have communal characteristic. Traditional festival of Rasulan in Gunung Kidul Region suspicion that solidarity are preference of people in spite of the world has change. Mechanic solidarity be strong background of Popularity of this tradition in whole region. Rasulan tradition are respons of people on Gunung Kidul about modernization process that disposed neglect and disparage intimate interaction both people in public sphere that more and more limited. In a functional manner, the tradition that namely as ‘selametan’ have traditional and religion motives. Plant and harvest period are two important momentum by farmer people in Gunung Kidul. First,that is a certain that need to thank God and second as modesty expression. Rasulan tradition done alike party or festival that beginned prayer that lead by Imam. In many place done more big, even was agenda by tourism official duty of Gunung Kidul Regency. Another, done by families and them relative brother with replacement. Rasulan have been popular tradition with offering motive for destination is in order that avoided from danger live and confirm social solidarity. By rasulan tradition we can obtained meaning an social intelligent on response about aroud environment change that be able threaten social existence and social order harmoy without reject social change that impossible to avoided.
AGAMA POPULER: POTRET GERAKAN FPI DALAM TATAPAN BUDAYA Achmad
Al'Adalah Vol. 16 No. 2 (2013)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper describes how the process freedom of expression by religious groups that often struggle to rekindle the spirit of an impact on the birth of conflict and violence. The main anxiety is the basis of this book is a portrait of FPI activities or actions that are often spread the virus a virus of violence that are smuggled into the language of jihad and struggle. For FPI, jihad as will always be in contact with the violence and destruction. To read the objective reality of the FPI movement , the authors use the approach culture to communication-oriented. In the eyes of intercultural communication, FPI has been done by incorporating the cultural hegemony of the culture wars even thugs who often fly the flag of violence and destruction.
KRITIK PARADIGMA TEOLOGI ISLAM KLASIK: MEMBANGUN HERMENEUTIKA PEMBEBASAN MENURUT HASAN HANAFI Tauhedi
Al'Adalah Vol. 16 No. 2 (2013)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paradigma teologi Islam klasik tidak lagi mampu menjawab tantangan-tantangan kontemporer sebab perkembangan peradaban Barat mampu mengusai dunia Islam sehingga umat Islam terbelakang. Diantara pemikir Islam mencoba masuk ke dunia pemikiran Barat adalah Hasan Hanafi dengan gaya berpikir kiri Islam revolusioner. Dia mengkritik pemikiran Islam klasik berdasarkan hermeneutika pembebasannya dengan langkah kritik historis, kritik edietis dan kritik praksis. Hermeneutika yang digunakan adalah hermeneutika teoritis perspektif Gadamer dan hermeneutika fenomenologi perspektif Edmund Huserl sehingga corak berpikirnya Hasan Hanafi bercorak teks ke realitas, akidah ke rovolusi, dan dari logo ke praksis. Paradigma yang di usung adalah paradigma humanistik sehingga pemahamannya bercorak praksis. Maka model paradigma nalar keislaman Hasan Hanafi bercorak Islam antroprosentris-tranformatif yang berpusat pada pengangkatan derajat manusia, bukan membela Tuhan melainkan semata-mata membela kemanusiaan dari penindasan, eksploitasi dari kekuasaan penindas untuk mengangkat taraf kehidupan manusia yang manusiawi.
SISTEM SEBAGAI FILSAFAT DAN METODOLOGI UNTUK ANALISIS DALAM PANDANGAN JASSER AUDA Mursalim
Al'Adalah Vol. 16 No. 2 (2013)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinamika perubahan sosial kemasyarakatan, khususnya di dunia Islam dan pada umumnya di seluruh kawasan dunia senantiasa bergerak progresif, bahkan cenderung agresif. Umumnya umat muslim mengklaim bahwa Islam adalah agama universal dengan watak rahmatan lil ‘alamin. Namun fakta mengungkapkan bahwa tidak jarang umat muslim yang bertindak kontraproduktif terhadap klaim tersebut dengan membuat instabilitas dunia yang semestinya damai. Berhadapan dengan fakta bahwa dunia terus mengalami perubahan dan sepak terjang umat muslim yang kontraproduktif tersebut, maka klaim Islam sebagai agama universal menuntut kiranya ajaran Islam harus tetap diupayakan untuk selalu relevan dengan perkembangan zaman dan Islam diupayakan menjadi agama yang ramah terhadap peradaban dunia. Jasser Auda adalah pemikir muslim kontemporer yang mencoba merespon dengan cerdas gagasan untuk selalu merefresh ajaran Islam di tengah perkembangan zaman. Gagasan inti Jasser Auda adalah tentang maqhasid al-syari’ah. Dalam pandangannya syariah diturunkan ke muka bumi membawa tujuan-tujuan mulia, yaitu kemaslahan bagi seluruh alam semesta. Untuk mendukung pemikirannya tersebut, Jasser Auda dengan serius mengadopsi teori-teori pendekatan sistem dari para pakar teori sistem yang berasal dari Barat. Jasser Auda berhasil meramu teori pendekatan sistem untuk menguatkan pemikirannya tentang maqhasid al-syariah yang sebelumnya juga telah dikembangkan oleh para sarjana muslim.
RANGGAWARSITA DAN KESUSASTERAAN JAWA ISLAM Arifin
Al'Adalah Vol. 16 No. 2 (2013)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesusasteraan Jawa Islam berkembang pesat pada masa Kerajaan Mataram dan Kartasura. Pada masa ini bermunculan karya-karya sastra baru yang bercorak Islam. Paling tidak ada tiga pujangga istana yang dikenal memiliki karya tulis di antaranya adalah Yasadipura I, Yasadipura II dan Ranggawarsita. Karya-karya tulis yang dihasilkan mencerminkan perpaduan antara budaya Jawa dengan budaya Islam. Salah satu karya besar dari Ranggawarsita adalah Serat Wirid Hidayat Jati, yang berisi ajaran-ajaran ketuhanan, dianggap sebagai salah satu karya sastra terbesar dari kesusasteraan Jawa Islam.
HISTORISITAS FILSAFAT ISLAM: DARI ADOPSI, MITASI DAN PRODUKSI Maftukhin
Al'Adalah Vol. 16 No. 2 (2013)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Filsafat Islam memiliki jejak sejarah yang panjang. Pertumbuhan dan perkembangannya dipengaruhi oleh filsafat Yunani, tetapi kemudian membentuk karakteristik filsafat khas. Perkembangan filsafat Islam menandai cepatnya perkembangan kebudayaan Islam. Alih kebudayaan dari Yunani ke dunia Islam dibidani oleh penerjemahan di masa Harun Al-Rasyid. Transmisi budaya Yunani—Arab adalah proses yang kompleks. Proses ini melalui beberapa tahap. Pertama, upaya mendapatkan ilmu dan filsafat Yunani diperoleh melalui penerjemahan dari bahasa Yunani dan Syiria ke bahasa Arab. Kedua, bermunculannya se-jumlah besar pemikir Muslim yang berkomitmen penuh terhadap pandangan Hellenistik tentang alam materi dan pikiran. Ketiga, aplikasi filsafat, tipe pemikiran, dan wacana yang terdapat dalam tahap kedua, ke dalam konteks kalam sehingga muncul apa yang dikenal sebagai dokter-faqih, antronom-astrolog-muwaqqit dan matematikawan-faradi.
SPIRITUAL LEADERSHIP, KEPUASAN KERJA, DAN PRESTASI KERJA Thayib
Al'Adalah Vol. 16 No. 2 (2013)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era global saat ini, kehidupan masyarakat terasa lebih kompleks dengan berbagai persoalan yang harus dihadapi dan diselesaikan yang bukan tidak mungkin mempengaruhi kualitas kerja. Sehingga, pemimpin suatu organisasi dituntut mampu mempengaruhi tidak hanya pada kepuasan kerja tetapi juga prestasi kerja. Hanya, kepemimpinan organisasi cenderung berorientasi pada standardisasi, formalisasi, dan sentralisasi yang tidak cukup mampu mengantisipasi perubahan selain tidak mendukung kebermaknaan hidup. Akibatnya, banyak orang bekerja hanya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dan status, bukan karena mencintai pekerjaan itu sendiri dan menemukan makna hidup. Disinilah diperlukan orientasi kepemimpinan baru dalam suatu organisasi, yaitu kepemimpinan spiritual (spiritual leadership) agar tercipta spiritualitas dalam diri pekerja. Spiritualitas di tempat kerja bukan bermakna agama atau pengganti agama, dan juga bukan perihal mengajak orang untuk mengikuti sistem keyakinan tertentu, melainkan pemahaman diri pekerja sebagai makhluk spiritual yang jiwanya memerlukan asupan di tempat kerja. Spiritual leadership merupakan kemampuan yang dimiliki seorang pemimpin memotivasi dirinya dan orang lain guna mencapai tujuan organisasi. Kemampuan memotivasi tersebut berkaitan dengan spiritualitas yang dimiliki seorang pemimpin. Oleh sebab itu, kebutuhan kepemimpinan dalam domain spiritual di tempat kerja telah menjadi penting bagi organisasi dalam rangka meningkatkan prestasi kerja. Tanpa adanya spiritualitas, menyebabkan “penyakit jiwa” yang berdampak pada prestasi kerja individu, misalnya penurunan motivasi, produktivitas, kesejahteraan spiritual, serta kepuasan kerja. Kepuasan kerja mencerminkan sebuah kondisi psikologis atas kesenangan atau ketidaksenangan tergantung dari terpenuhi atau tidak terpenuhi kebutuhan yang diinginkan dan sesuai atau tidak sesuai kebutuhan antara yang diharapkan dengan nilai yang diperolehnya secara riil.
PEMIKIRAN IKHWAN AS SHAFA: DEKOLONILASI EPISTEMOLOGI MODERN? Resensi Buku ”Epistemologi Ikhwan As Shafa” (Muniron) Asnawan
Al'Adalah Vol. 16 No. 2 (2013)
Publisher : LP2M IAIN Jember (now UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adapun buku yang ditulis Dr. Muniron berjudul ”Epistemologi Ikhwan As Shafa” Buku ini semula adalah bagian desertasi yang ditempuh di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dan buku naskah tersebut diterbitkan oleh penerbit STAIN Jember Press dan Pustaka Pelajar. Penulisan karya ini terdorong adanya rasa keprihatinan terhadap pemikir Islam dalam menghadapi perubahan yang terjadi di era reformasi, dengan memberikan berbagai gagasan baru, yang secara keseluruhan akan diuraikan dalam buku ini dan terbagi dalam enam bagian.

Page 1 of 2 | Total Record : 20