cover
Contact Name
Nurina Ayu
Contact Email
ipi.unup@gmail.com
Phone
+6285875406417
Journal Mail Official
sciline.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sultan Agung No.42, Karangklesem, Purwokerto Selatan, Banyumas, Jawa Tengah
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Scientific Timeline
ISSN : -     EISSN : 27763935     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Scientific Timeline is focusing on the field of science and technologies that are studied in Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto. Agriculture, Farm, Fisheries and basic sciences of Maths and Biology are some of them with addition of Food Technology and Agricultural Biosystem Engineering. This journal is scoping articles from reports of analysis, studies, research, to application of theories, material development, and also some reviews.
Articles 31 Documents
KONSENTRASI BOD DAN COD PADA PERAIRAN KURAU, KABUPATEN BANGKA TENGAH Farah Fiolen; Irma Akhrianti; Mohammad Agung Nugraha
Scientific Timeline Vol. 3 No. 01 (2023)
Publisher : UNU Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurau Waters is located in Koba District, Central Bangka Regency which is used for residential activities, fish auction places (TPI), capture fisheries, tourism, and fishing boat docks. This activity has the potential to produce organic waste, whether it has been through a wastewater treatment plant or not. Excess organic matter can cause problems. The purpose of this study was to determine the concentration of BOD and COD in the waters of the Kurau Estuary and to determine the status of BOD and COD pollution based on the relationship between BOD and COD concentrations to the Macrozoobenthos Diversity Index. Laboratory analysis of BOD using titration method and COD using closed reflux method spectrophotometrically. Concentrations of Biochemical Oxygen Demand (BOD) and Chemical Oxygen Demand (COD) in the waters of the Kurau Estuary, Central Bangka Regency have concentration values ranging from 3.10 to 6.80 mg/L and 33.00 – 116.00 mg/L. The status of organic pollution in the waters of the Kurau Estuary is in unpolluted status.
PERAMALAN JUMLAH PENDUDUK DESA PANDAK TAHUN 2022 DENGAN METODE EXPONENTIAL SMOOTHING Ita Maemanah; Noor Sofiyati
Scientific Timeline Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : UNU Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penduduk merupakan sasaran sekaligus pelaksana pembangunan penduduk di Indonesia. Pertumbuhan penduduk yang pesat akan mempunyai efek ekonomi, sosial, dan politik serta pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan, kualitas lingkugan tempat tinggal. Desa Pandak merupakan salah satu desa di Kecamatan Sumpiuh dengan luas wilayah 2792 km2 . Untuk membantu perencanaan pembangunan di desa Pandak yang akan datang dapat menggunakan metode peramalan penduduk. Berdasarkan penelitian diperoleh data jumlah penduduk mengalami kenaikan dari tahun ke tahun, sehingga metode yang digunakan untuk meramalkan jumlah penduduk Desa Pandak tahun 2022 adalah metode double exponential smoothing. Tujuan dari perhitungan nilai mean absolute error (MAE) dan mean square error (MSE) adalah meminimumkan kesalahan meramal, maka nilai alpha ( α ) yang dipilih adalah 0,05 dengan peramalan jumlah penduduk Desa Pandak pada tahun 2022 adalah 3320 orang. Hasil peramalan ini dapat digunakan sebagai acuan Pemerintah Desa Pandak untuk menentukan pembangunan dan peningkatan sumber daya manusia Desa Pandak 2022.
The Distribution of Total Suspended Solid (TSS) and Sediment Texture in Matras Coastal Waters, Bangka Regency Yesi Sagita; Aditya Pamungkas; Irma Akhrianti
Scientific Timeline Vol. 3 No. 01 (2023)
Publisher : UNU Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the distribution (TSS) of total suspended solids, the distribution of sediment texture and determine the relationship between TSS with currents and sediment texture with wave height. The station determination technique used is purposive sampling. The time of sampling was carried out in April 2022 in Matras Coastal Waters, Bangka Regency. TSS concentrationanalyzed in the laboratory with the total suspended solid Gravimetry method and sediment texture using pipetting method. The results obtained are the TSS concentration values ranging from 4-420 mg/l. Based on Government Rules No. 22 of 2021, several stations on Matras Beach have passed sea water quality standards. Then the mat waters have various types of sedimentary textures, namely the percentage of sand ranging from46.07-96.82%, mud percentage ranged from 1.24-22.10%, clay percentage ranged from 1.94-35.20% and fine sediment (mud + clay) ranged from 3.18-53, 93%.Then the relationship between TSS and Current Velocity shows the sig value > 0.05 meaning that the effect is not real/significant (p= 0.076) and the relationship has a weak effect (r = 0.706) and the coefficient of determination (R² = 0.498). While fine sediment with waves shows the value of sig (p= 0.675) > 0.05 meaning that it has no real or significant effect and has a weak effect (r = 0.195) and the coefficient of determination (R^2) is 0.038.
Pengaruh Pengaturan Jarak Tanam dan Defoliasi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis (Zea Mays Saccharata Sturt.) Bagus Nur Rochman; Bayu Handoko; Gita Anggraeni
Scientific Timeline Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : UNU Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sweet corn was people’s favorite among the public because it had a sweet taste and high nutritional value. Limited land ownership encourages efforts to increase plant populations without reducing yields by using narrow spacing and defoliation treatments. The research aimed to determine the best spacing for high plant density, the best defoliation technique, and the effect of interaction between spacing treatments and defoliation techniques on sweet corn plants. The results showed that spacing at high density could increase the production and productivity of sweet corn was 20 x 40 cm. Defoliation of sustain 2 and 3 could increase the cob volume. Spacing and defoliation treatments did not interact because the spacing was still optimal.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK RIMPANG KENCUR (Kaempferia galaga L) PADA BAKTERI Escherichia coli Aditya Trinanda Utama; Indah Sulistiyawati; Muhammad Falah
Scientific Timeline Vol. 3 No. 01 (2023)
Publisher : UNU Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak terkontrol dapat menimbulkan terjadinya resistensi terhadap bakteri patogen. Pemanfaatan tanaman sebagai obat tradisional berfungsi sebagai alternatif untuk mengurangi resiko tersebut. Kencur adalah salah satu dari beberapa jenis tumbuhan yang dapat dikembangkan sebagai tanaman obat. Komponen yang terkandung didalam kencur antara lain saponin, flavonoid, polifenol dan minyak atsiri. Flavonoid sebagai kelompok terbesar dari senyawa fenolik yang memiliki mekanisme kerja dengan memberikan efek antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak rimpang kencur (Kaempferia galanga L.) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan mengetahui konsentrasi efektif ekstrak rimpang kencur (Kaempferia galanga) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Pengujian aktivitas antibakteri dalam penelitian ini menggunakan metode difusi cakram. Konsentrasi ekstrak rimpang kencur yang digunakan 25%, 50%, 75% dan 100%. Pengukuran diameter zona hambat menjadi parameter utama. Uji ANOVA One Way pada taraf siginifikansi 5% dan uji lanjut BNT (Beda Nyata Terkecil) digunakan dalam analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak rimpang kencur dapat menghambat pada konsentrasi optimum 100% dengan zona hambat maksimal 20-24 mm.
BIOSORPSI LOGAM BERAT CADMIUM PADA BERBAGAI KONSENTRASI AWAL DAN TINGKAT PERTUMBUHAN ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) Nuning Vita Hidayati; Suryati; Agung Dhamar Syakti
Scientific Timeline Vol. 3 No. 01 (2023)
Publisher : UNU Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang biosorpsi logam berat Kadmium (Cd) pada berbagai konsentrasi awal dan tingkat pertumbuhan eceng gondok (Eichhornia crassipes)” telah dilakukan. Biosorpsi dengan memanfaatkan tumbuhan air merupakan metode alternatif untuk menanggulangi dampak pencemaran perairan. Pencemaran perairan oleh logam berat menimbulkan efek negatif bagi kualitas air, biota air, dan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar penyerapan, konsentrasi awal dan tingkat pertumbuhan optimum serta kadar logam berat Cd oleh eceng gondok dan untuk membandingkan hasil biosorpsi dengan baku mutu yang berlaku. Penelitian biosorpsi logam Cd oleh eceng gondok ini telah dilakukan pada variasi konsentrasi awal dan tingkat pertumbuhan eceng gondok. Perlakuan berupa pencampuran 200 g eceng gondok ke dalam larutan CdNO3 pada konsentrasi logam 2,5; 5; 7,5; dan 10 mg/L serta tingkat pertumbuhan muda, sedang, dan tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biosorpsi logam Cd oleh eceng gondok dipengaruhi oleh konsentrasi awal dan tingkat pertumbuhan eceng gondok. Penyerapan logam Cd oleh eceng gondok sebesar 66,41% pada konsentrasi logam 2,5 mg/L dan tingkat pertumbuhan muda. Konsentrasi logam Cd hasil absorpsi (0,409 ppm) melebihi baku mutu. Eceng gondok dapat menjadi alternatif untuk mengurangi limbah mengandung logam berat Cd sebelum memasuki perairan dengan metode biosorpsi.
PARAMETER RUMEN TERHADAP TONGKOL JAGUNG AMOFER MENGGUNAKAN STARTER KOMERSIAL DAN UREA PADA LEVEL YANG BERBEDA SECARA IN VITRO Restuti Fitria; Novita Hindratiningrum
Scientific Timeline Vol. 3 No. 01 (2023)
Publisher : UNU Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aimed to evaluate the levels of addition of M21 Decomposer (MD) and urea (U) to fermented products (concentrations of VFA and NH3) in the rumen. This research used an experimental method with a completely randomized design (CRD). The treatment in this research was the addition of MD and U at different levels (R0 = corn cob without amofer / control; R1 = corn cob amofer with 0.04% MD + 3% U; R2 = corn cob amofer with 0.06% MD + 3% U; R3 = corn cob amofer with 0.04% MD + 5% U; and R4 = corn cob amofer with 0.06% MD + 5% U). The results showed that treatment had no significant effect (P> 0.05) on the concentration of VFA and NH3. However, the results showed that the NH3 concentration tended to increase along with the increasing addition of urea. The conclusion is that the addition of MD and U at the level used has not been able to increase the concentration of VFA and NH3.
HUBUNGAN ANTARA KERAPATAN Rhizophora sp. DENGAN KELIMPAHAN MAKROZOOBENTOS DI MANGROVE TRITIH KULON CILACAP JAWA TENGAH Atin Prihatin; Nur Laila Rahayu; Eti Wahyuningsih
Scientific Timeline Vol. 3 No. 01 (2023)
Publisher : UNU Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wisata Hutan Payau Tritih Kulon merupakan penyangga Kawasan Segara Anakan yang dilindungi. Sebagian besar tanaman mangrove yang berada di Wisata Hutan Payau Tritih Kulon yaitu Rhizophora sp. Bioindikator yang biasa diamati di kawasan ini adalah makrozoobentos yang hidup di dasar perairan ataupun melekat pada pepohonan mangrove. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengkaji tentang kerapatan Rhizophora sp. dan kelimpahan Makrozoobentos serta hubungan antara Rhizophora sp. dengan Makrozoobentos di Mangrove Tritih Kulon, Cilacap. Metode penelitian menggunakan metode survei dengan 3 stasiun. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan November–Desember 2022. Analisis dilakukan secara deskriptif dan regresi menggunakan software Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan Rhizophora sp. di mangrove Tritih Kulon, Cilacap sekitar 1.625–2.167 ind/ha. Kelimpahan makrozobentos setiap stasiun berkisar antara 189–296 ind/m2. Kerapatan Rhizophora sp. dengan kelimpahan makrozoobentos memiliki hubungan positif dengan persamaan y=0,0221x + 35,365.
Short Communication : Ikan Asing Parachromis managuensis (Günther 1867) di Bendungan Wonorejo Tulungagung Dadiono, Muh. Sulaiman
Scientific Timeline Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : UNU Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan predator asing di perairan Indonesia sangat berbahaya terhadap ekosistem lokal, ikan predator asing dapat menjadi predator utama dan dapat menyebabkan tidak seimbangan rantai makanan. Dari penelitian ini kami melaporkan keberadaan ikan predator asing dari spesies Parachromis managuensis (Günther 1867) yang berasal dari perairan Amerika Tengah yang tertangkap di Bendungan Waduk Wonorejo, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Metode identifikasi spesies ikan Parachromis managuensis menggunakan pendekatan pengamatan morfologi berdasarkan Kullander dan Hartel (1997). Temuan ini merupakan sebuah catatan penting spesies Parachromis managuensis di Waduk Wonorejo sebagai langkah awal pengawasan ekosistem perairan waduk agar tetap seimbang. Deskripsi tentang morfologi dari spesies Parachromis managuensis yang tertangkap terdapat dalam pembahasan.
REGRESI LOGISTIK BINER UNTUK MENGKLASIFIKASIKAN CARA BELAJAR MAHASISWA MENURUT SUMBER BELAJARNYA Rizki, Nanda Arista; Mumtaza, Mutiara; Dewi, Carolina Fadia; Syahlafandi, Dhira
Scientific Timeline Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : UNU Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat model regresi logistik biner yang dapat mengklasifikasikan cara belajar Mahasiswa berdasarkan sumber belajarnya. Data diambil dari 111 Mahasiswa program studi pendidikan matematika Universitas Mulawarman. Sumber belajar yang menjadi variabel prediktor merupakan pilihan ganda majemuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mahasiswa yang menjadikan YouTube sebagai sumber belajarnya berpeluang untuk belajar secara mandiri sebesar 2,232 kali lebih besar dari pada belajar matematika berkelompok. Sementara Mahasiswa yang menjadikan buku cetak sebagai sumber belajarnya berpeluang untuk belajar secara kelompok sebesar 1,968 kali lebih besar dari pada belajar matematika mandiri. Nilai skor F1 tertinggi terletak pada pembagian data 90:10 yaitu sebesar 0,643. Skor AUC untuk model regresi logistik biner yang digunakan adalah sebesar 0,611.

Page 3 of 4 | Total Record : 31