cover
Contact Name
Riayatul Husnan
Contact Email
husnansitubondo@gmail.com
Phone
+6285259357344
Journal Mail Official
husnansitubondo@gmail.com
Editorial Address
Dusun Langsatan, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
JIEMAN: Journal of Islamic Educational Management
ISSN : 2716246X     EISSN : 27162451     DOI : https://doi.org/10.35719/jieman.v5i1
Core Subject : Education,
Jieman: Journal of Islamic Educational Management is a peer-reviewed journal to discuss new findings in the Islamic educational management field. This journal is publishing original empirical research articles and theoretical reviews on Islamic educational management. The specific scopes are ranged from but not limited to: - Leadership in Islamic Education - Islamic Education Policy - Management of Curriculum and Instruction in Islamic Education - Human Resource Management in Islamic Education - Management of Public Relation in Islamic Education - Islamic Education Financing - Islamic Education Marketing - Organizational Culture in Islamic Education - Conflict Management in Islamic Education - Management of Guidance and Counseling in Islamic Education - Management of Infrastructure and Facilities in Islamic Education This journal warmly welcomes contributions from scholars with related disciplines. Novelty and recency of issues, however, are the priority in publishing.
Articles 83 Documents
Implementasi Presensi Elektronik untuk Meningkatkan Kedisiplinan Guru dan Pegawai di Sekolah Dasar Islam Maulidatul Khasanah; Walid Fajar Antariksa
JIEMAN: Journal of Islamic Educational Management Vol. 3 No. 2 (2021): JIEMAN: Journal of Islamic Educational Management
Publisher : The Faculty of Education and Teaching Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/jieman.v3i2.82

Abstract

Beberapa lembaga pendidikan telah menerapkan sistem presensi elektronik model fingerprint untuk meningkatkan kedisiplinan pegawai dan guru. Penerapan presensi elektronik dengan model fingerprint memiliki kelebihan dalam pencatatan dibanding presensi manual. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan implementasi presensi elektronik di sekolah dan dampaknya dalam meningkatkan kedisiplinan pegawai dan guru. Lokasi dalam penelitian ini adalah di sebuah sekolah dasar Islam di Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang dipakai adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sistem presensi fingerprint adalah sangat mudah. Pengelola Sekolah juga membuat beberapa aturan agar sistem presensi ini dapat berjalan dengan optimal. Evaluasi tentang kehadiran dilakukan tiap bulan. Guru dan pegawai yang tidak hadir atau tercatat terlambat akan mendapatkan sanksi dari sekolah. Penerapan presensi elektronik di sekolah dasar Islam adalah sudah baik dalam meningkatkan kedisiplinan guru dan pegawai di sekolah. Kata Kunci: presensi elektronik, kedisiplinan, guru, pegawai Abstract Several educational institutions have implemented fingerprint attendance systems to discipline employees and teachers. The application of fingerprint attendance has advantages in recording compared to manual attendance. This study aims to explain the implementation of electronic attendance in schools, explain the results of the evaluation, and explain how the impact on disciplining employees and teachers. The location of this research is at SD Islam in Malang. This research uses a qualitative approach with a case study approach. Data collection techniques used are interviews, observation, and documentation. The results show that the use of the fingerprint presence system is very easy. School management also makes several rules and evaluation programs so that the attendance system can run optimally. Evaluation of attendance was carried out every month. Teachers and employess who were absent or regestered late would be punished by the school. The application of electronic attendance is that it has been good in disciplining teachers and employees.
Duties and Responsibilities of the Principal in Madrasa towards Teachers’ Professionalism Development Totok Sudarmanto; Abd. Muis; Mundir Mundir; Zainal Abidin
JIEMAN: Journal of Islamic Educational Management Vol. 4 No. 1 (2022): JIEMAN: Journal of Islamic Educational Management
Publisher : The Faculty of Education and Teaching Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/jieman.v4i1.91

Abstract

The purpose of this study was to describe the role of the principal as a leader and manager in developing teacher professionalism. This research uses a case study approach. Data was obtained by observation, interviews, and document review. Data analysis used interactive analysis consisting of data reduction, data presentation, and conclusions. This research resulted in three findings. First, as the innovator, duties and responsibilities of madrasah principals are enriching insight and related information about madrasa, opening a new madrasa program, restructuring madrasah, conducting reinforcement, developing the professionalism of teachers individually and in teams, managing the physical environment, and performing alternation. Second, as the motivator, duties and responsibilities of madrasa principals are provide a spiritual approach, apply the motto of ki hadjar dewantara motto "ing ngarso sung tulodho, ing madya mangun karso, tut wuri handayani, encourage teachers to improve their educational qualifications, provide rewards, initiate discipline, strengthen the friendship, and improve teacher welfare, provide recreation, pay attention to subordinates' conditions, and resolve conflicts. Third, as the administrator, duties and responsibilities of the madrasa principals are constructing job description and job specifications, constructing job description and job specifications, allocating all of the resources in the madrasa, assigning a capable person to lead a group of people, coordinating the performance of teachers and staff within madrasa, arranging program scheduling in madrasa, collaborating with other parties. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran kepala sekolah sebagai pemimpin dan manajer dalam mengembangkan profesionalisme guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Data diperoleh dengan observasi, wawancara, dan telaah dokumen. Analisis data menggunakan analisis interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menghasilkan tiga temuan. Pertama, sebagai inovator, tugas dan tanggung jawab kepala madrasah adalah untuk menambah wawasan dan informasi terkait madrasah, membuka program madrasah baru, restrukturisasi madrasah, melakukan penguatan, mengembangkan profesionalisme guru secara individu maupun tim, dan mengelola lingkungan fisik, melakukan pergantian. Kedua, sebagai motivator, tugas dan tanggung jawab kepala madrasah adalah untuk memberikan pendekatan spiritual, menerapkan semboyan Ki Hadjar Dewantara “Ing ngarso sung tulodho, ing madya mangun karso, tut wuri handayani, mendorong guru untuk meningkatkan kualifikasi pendidikannya, memberikan penghargaan, memprakarsai disiplin, mempererat silaturrahmi, dan meningkatkan kesejahteraan guru, memberikan rekreasi, memperhatikan kondisi bawahan, dan menyelesaikan konflik.  Ketiga, sebagai administrator, tugas dan tanggung jawab kepala madrasah adalah membuat deskripsi pekerjaan dan spesifikasi pekerjaan, mengalokasikan semua sumber daya yang ada di madrasah, menugaskan orang yang cakap untuk memimpin sekelompok orang, mengkoordinir kinerja guru dan staf di lingkungan madrasah, menyusun jadwal program di madrasah, dan bekerjasama dengan pihak lain.
Implementasi Kebijakan Sertifikasi Guru dalam Meningkatkan Kinerja Guru di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal Sukarno Sukarno; M. Munadi; Abdul Matin
JIEMAN: Journal of Islamic Educational Management Vol. 3 No. 2 (2021): JIEMAN: Journal of Islamic Educational Management
Publisher : The Faculty of Education and Teaching Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/jieman.v3i2.93

Abstract

Guru mempunyai peran sebagai profesional. Jabatan ini menuntut peningkatan kecakapan dan mutu keguruan secara berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kebijakan sertifikasi guru di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal. Selain itu, penelitian ini akan melihat faktor-faktor apakah yang menghambat implementasi kebijakan sertifikasi guru, serta implementasi kebijakan sertifikasi guru terhadap peningkatan kinerja guru di Kantor Kementerian Agama Kabupatan Tegal. Penelitian ini menggunaka metode deskriptif kualitatif. Teknik analisis data menggunaka model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan sertifikasi guru di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal berjalan dengan baik.  Berdasarkan model implementasi kebijakan Edward III yang terdiri atas empat variabel yakni komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi, maka hanya sumber daya pada dimensi staf pengelola belum mampu menjabarkan petunjuk kepala seksi dan struktur birokrasi pada dimensi kecepatan dan ketepatan pengiriman berkas yang masih perlu ditingkatkan. Faktor penghambat implementasi kebijakan sertifikasi guru di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal adalah kecenderungan staf pengelola menunggu perintah dan kurang  inisiatif.  Melalui program peningkatan kualitas kinerja guru tersebut terutama terhadap program sertifikasi guru, guru mampu meningkatkan terhadap penguasaan kompetensi sebagai agen pembelajaran  meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi professional, semua itu akan berdampak pada perbaikan kinerja guru. Kata Kunci: kebijakan pemerintah, sertifikasi guru, kinerja guru Abstract Teachers have a role as professionals. This position demands the continuous improvement of skills and quality of teacher training. This research aims to describe the implementation of teacher certification policy in the Religious Affairs Office of the District Tegal. In addition, this study will look at what factors hinder the implementation of teacher certification policies, as well as the implementation of teacher certification policies towards improving teacher performance at the Religious Affairs Office of the District Tegal. This study uses qualitative descriptive methods. Data analysis techniques use interactive models. The results showed that the implementation of the teacher certification policy in the Religious Affairs Office of the District Tegal runned well.  Based on the Edward III policy implementation model consisting of four variables, namely communication, resources, disposition, and bureaucratic structure, only resources in the managing staff dimension have not been able to describe the instructions of the head of the section and bureaucratic structure on the dimensions of speed and accuracy of file delivery that still need to be improved. The inhibiting factor in the implementation of teacher certification policies in the Religious Affairs Office of the District Tegal is the tendency of managing staff to wait for orders and lack initiative. Through the teacher performance improvement program, especially against teacher certification programs, teachers are expected to be able to improve the mastery of competence as a learning agent including pedagogical competence, personality competence, social competence, and professional competence, all of which will have an impact on improving teacher performance.
Implementasi Manajemen Sarana Prasarana Pendidikan di Madrasah Aliyah Swasta Nur Rahmi Sonia
JIEMAN: Journal of Islamic Educational Management Vol. 3 No. 2 (2021): JIEMAN: Journal of Islamic Educational Management
Publisher : The Faculty of Education and Teaching Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/jieman.v3i2.95

Abstract

Artikel ini menjelaskan mengenai hasil implementasi manajemen sarana prasarana pada sebuah Madrasah Aliyah (MA) swasta di Beton, Ponorogo, Jawa Timur. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara triangulasi yang dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi dari sumber yang sama, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan.  Hasil penelitian ini adalah bahwa implementasi manajemen sarana prasarana di MA ini terdiri dari proses perencanaan, pengadaan, pemeliharaan dan pengawasan. Pertama, perencanaan terdiri dari kegiatan penyusunan daftar kebutuhan, estimasi biaya, menetapkan skala prioritas dan menyusun rencana pengadaan. Kedua, pengadaan terdiri dari pembelian, penerimaan hibah, penyewaan, pinjaman dan rekondisi. Ketiga, pemeliharaan dilakukan dengan cara membentuk tim pemeliharaan, menyusun daftar pemeliharaan, menentukan jadwal pemeliharaan secara rutin dan berkala, dan evaluasi pemeliharaan. Keempat, pengawasan dilakukan melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana melaporkan hasil pengawasan kepada kepala sekolah, penyusunan laporan pengawasan, dan pelaporan kepada pihak yayasan setiap enam bulan sekali dan setahun sekali. Kata Kunci: manajemen sarana prasarana pendidikan, Madrasah Aliyah Abstract This article is to explain the results of the implementation of infrastructure management at a private Madrasah Aliyah, Beton, Ponorogo, East Java. The type of research used in this research is qualitative research with a case study approach. The data collection technique in this study was carried out by triangulation which was carried out using observations, interviews and documentation from the same source.  While the data analysis techniques used are data collection, data reduction, data display, and drawing conclusions. The results of this study are that the implementation of infrastructure management at this madrasah consists of the planning, procurement, maintenance and supervision processes. First, planning consists of preparing a list of needs, estimating costs, setting priorities and compiling a procurement plan. Second, procurement consists of purchasing, receiving grants, leasing, lending and reconditioning. Third, maintenance is carried out by forming a maintenance team, compiling a maintenance list, determining routine and periodic maintenance schedules, and evaluating maintenance. Fourth, supervision is carried out through the vice principal for infrastructure reporting the results of supervision to the principal, preparing supervision reports, and reporting to the foundation once a month and once a year.
Islamic Boarding School’s Curriculum Management Modernization Abd. Muis Zaini; Hepni Hepni; Titiek Rohanah Hidayati
JIEMAN: Journal of Islamic Educational Management Vol. 4 No. 1 (2022): JIEMAN: Journal of Islamic Educational Management
Publisher : The Faculty of Education and Teaching Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/jieman.v4i1.97

Abstract

Islamic boarding schools, also known as pesantren, as educational institutions are required to revitalize and renew its nature to survive in this modern era. Islamic boarding schools are currently dealing with the modernization flow marked by the rapid pace of changes within informational technology. Therefore, Islamic boarding schools need to change the format, form, orientation, and methods of education without changing the vision, mission, and orientation of the pesantren itself. Among those aspects, the curriculum is the one that needs to be continuously updated. This research focuses on the response of the pesantren's curriculum adaptation efforts to face modernization. One of the Islamic boarding schools that have implemented curriculum modernization is the Madinatul Ulum Islamic Boarding School Cangkring, Jenggawah, in Jember. The method used in this study was descriptive qualitative by implementing a case study approach. The results of this study suggest that Madinatul Ulum Islamic Boarding School Cangkring Jenggawah has sought to modernize its curriculum development. Some of the efforts made are; first, planning which is carried out with accurate considerations of several elements such as philosophical foundations, materials, learning management, teacher training, and learning systems. Second, the implementation was done by combining modern and traditional methods. Third, the evaluation was carried out through educative, instructional, diagnostic, and administrative. Pesantren sebagai lembaga pendidikan diharuskan mengadakan revitalisasi dan pembaharuan guna bertahan di era modern. Dalam perkembangan zaman, pesantren saat ini berhadapan dengan arus modernisasi yang ditandai dengan cepatnya laju informasi dan teknologi. Karena itu, pesantren harus melakukan perubahan format, bentuk, orientasi dan metode pendidikan dengan catatan tidak sampai merubah visi, misi dan orientasi pesantren. Diantara yang secara signifikan terus diperbaharui adalah kurikululum. Penelitian ini menfokuskan pada proses responupaya adaptasi kurikulum pesantren dalam menghadapi arus modernisasi. Salah satu pesantren yang sudah menerapkan modernisasi kurikulum yakni Pondok Pesantren Madinatul Ulum Cangkring Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember. Metode yang dipakai adalah deskriptif kualitatif dan menggunakan pendekatan studi kasus. Berdasarkan kajian yang dilakukan, temuannya dapat dikonklusikan bahwa kurikulum di Pesantren Madinatul Ulum Cangkring Jenggawah telah mengupayakan modernisasi pengembangan kurikulum. Beberapa diantaranya adalah dengan beberapa langkah pertama, perencanaan dilakukan dengan pertimbangan akurat pada beberapa element seperti dasar filosopis, materi, manajemen pembelajaran, pelatihan guru, dan sistem pembelajaran. Kedua, pelaksanaan dilakukan dengan memadukan metode modern dan tradisional. Ketiga, evalusi dilakukan dengan edukatif, intruksioal, diagnosis dan adiministratif.
Challenges in Development TEVT Leadership in Malaysia Norhaidi Nordin; Muhammad Faizal A. Ghani
JIEMAN: Journal of Islamic Educational Management Vol. 4 No. 1 (2022): JIEMAN: Journal of Islamic Educational Management
Publisher : The Faculty of Education and Teaching Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/jieman.v4i1.105

Abstract

Currently, Malaysia has 88 Vocational Colleges, which mainly offer programs in the field of Technical and Vocational Education and Training (TVET). It implies that leaders will have various behaviors in leading Vocational Colleges to enhance student learning. Consequently, developing a quality leadership style among Vocational College leaders would be difficult. Thus, this article explores the challenges of developing TVET leadership among Vocational College leaders. A qualitative method was implemented to collect data through face-to-face interviews among six Vocational College leaders. The data were analyzed using thematic analysis methods. The findings of this study reported that the challenges to developing a quality leadership style among Vocational College leaders are as follows: (a) negative attitude of leaders, (b) lack of leadership competence, (c) rapidly changing educational policies, (d) formation of organizational structure less adherence to the TVET's vision, (e) less control over leader behavior, (f) less collaborative among stakeholders and (g) leaders who are less concerned with diversity factors. The findings of this study can make stakeholders, especially policymakers and leaders of Vocational Colleges, aware of the need to identify the cause of an issue for resolution. Saat ini, Malaysia memiliki 88 Sekolah Kejuruan, yang sebagian besar menawarkan program di bidang Pendidikan dan Pelatihan Teknik dan Kejuruan (TVET). Ini menyiratkan bahwa akan ada keragaman perilaku di antara para pemimpin Sekolah Kejuruan untuk meningkatkan pembelajaran siswa. Dengan demikian akan sulit untuk mengembangkan gaya kepemimpinan yang berkualitas di antara para pemimpin Sekolah Menengah Kejuruan. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi tantangan dalam mengembangkan kepemimpinan TVET di kalangan pimpinan Sekolah Kejuruan. Metode kualitatif digunakan untuk mengumpulkan data melalui wawancara tatap muka antara enam pimpinan Sekolah Menengah Kejuruan. Analisis data menggunakan metode analisis tematik. Temuan penelitian melaporkan bahwa tantangan untuk mengembangkan kualitas gaya kepemimpinan di kalangan pemimpin Sekolah Kejuruan adalah sebagai berikut: (a) sikap negatif pemimpin, (b) kurangnya kompetensi kepemimpinan, (c) kebijakan pendidikan yang selalu berubah, (d) pembentukan struktur organisasi yang kurang sesuai dengan visi TVET, (e) kurang mengontrol perilaku pemimpin, (f) kurang kolaboratif antar pemangku kepentingan, dan (g) pemimpin kurang peduli dengan faktor keragaman. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada para pemangku kepentingan, khususnya pengambil kebijakan dan pimpinan Sekolah Kejuruan tentang perlunya mengidentifikasi akar permasalahan kepemimpinan untuk tujuan pemecahannya.
Decision-Making Policies of Leaders within Islamic Boarding School’s Institute to Improve Formal Education Managerial’s Quality Syarif Ali AlQadrie
JIEMAN: Journal of Islamic Educational Management Vol. 4 No. 1 (2022): JIEMAN: Journal of Islamic Educational Management
Publisher : The Faculty of Education and Teaching Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/jieman.v4i1.107

Abstract

The rationale of the research context in this study is mainly related to the fact that there is such a significant impact of the decision-making procedure taken by leaders in Islamic Boarding School, mostly known as pesantren, to improve the quality of managerial activities in formal educational institutions. Islamic boarding school institutes that oversee formal educational institutions have different strategies and decision-making with targeted goals and distinctive considerations in regulating the decisions to be reached. This study focuses on the design, implementation, and evaluation of decision-making. This study used a descriptive qualitative approach. The data were collected through observation, documentation, and interviews. The data analysis used is data reduction, data presentation, and data verification. The results showed that: first, the decision-making design consisted of steps like forming a team, identifying needs analysis, program designing, employing program socialization, and undergoing process evaluation, while the focus of the decision-making design was to improve the quality of management. Second, the implementation of decision-making procedures from the leaders can be seen in improving the quality of human resources, where they fixed and highlighted this particular aspect as they are directly related to the quality of school management. Third, the leaders' evaluation process was done directly and indirectly through some discussion. The evaluation standard used is the evaluation undergoes the process within the decision is implemented and at the impact of the decision to measure how significant it is.  Penelitian ini dilatarbelakangi karena adanya pengambilan keputusan pimpinan yayasan yang dalam kaitannya meningkatkan mutu pengelolaan di lembaga pendidikan formal. Yayasan yang menaungi lembaga pendidikan formal memiliki strategi dan pengambilan keputusan yang berbeda dengan tujuan yang terarah dan adanya sebuah pertimbangan khusus dalam menetapkan keputusan yang akan direalisasikan. Kajian ini difokuskan pada desain, implementasi dan evaluasi pengambilan keputusan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini pendekatan kualitatif deskriptif. Untuk mengumpulkan data digunakan beberapa metode yaitu, observasi, dokumentasi dan wawancara. Sedangkan analisis datanya yakni reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, desain pengambilan keputusan terdiri dari langkah-langkah berupa pembentukan tim, analisis kebutuhan, rancangan program, sosialisasi program, evaluasi proses, sedangkan bentuk desain pengambilan keputusan pimpinan yayasan dalam meningkatkan mutu pengelolaan. Kedua, pada Implementasi pengambilan keputusan dari pimpinan yayasan terlihat pada peningkatan mutu SDM, dimana pimpinan yayasan membenahi dan fokus pada SDM. Karena bagi pimpinan yayasan hal yang terkait langsung dengan pengelolaan sekolah yakni terletak pada SDM yang berkualitas. Ketiga, evaluasi dari pimpinan yayasan yakni secara langsung dan tidak langsung dan selalu dimusyawarahkan.  Standar evaluasi yang digunakan yakni pada evaluasi ketika dilakukan saat proses maupun akhir dari keputusan tersebut dan mengukur seberapa jauh pengambilan keputusan tersebut
The Effect of Price and Place on Decision Making to Stay at the Entrepreneurs Student Boarding School Nurul Islam 2 Jember Dani Hermawan; Syarifatul Maulidiyah
JIEMAN: Journal of Islamic Educational Management Vol. 4 No. 1 (2022): JIEMAN: Journal of Islamic Educational Management
Publisher : The Faculty of Education and Teaching Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/jieman.v4i1.113

Abstract

It begins with the conflict of marketing of Islamic boarding schools (pesantren) around Jember city. The problem is from the marketing aspect used to customers in settled decision making. This research aims to 1) know how the marketing mix of education services price and place PPME Nuris 2 Jember, 2) to know how decision making settles in PPME Nuris 2 Jember, and 3) to test whether the marketing mix of price (X1) and place (X2) education services has a significant influence on decision making to settle in PPME Nuris 2 Jember. This research uses the quantitative method. So, data analysis uses multiple linear regression analysis using SPSS Version 16. The results showed that 1) The average marketing mix of category services strongly agreed with 49%, 2) decision-making on average category strongly agreed with 46%, dan 3) there is a significant influence of the marketing mix of price and place with the results of the T-test partially priced 0.12 < 0.05 and place 0.000 < 0.05. It means that the two variables have a partial effect, and the F test with a value of F-counting 59,996 > F-table 3.07 means that the two variables have a simultaneous effect on settled decision making. Studi ini berawal dari konflik pemasaran pesantren di sekitar kota Jember. Permasalahannya adalah dari aspek pemasaran yang digunakan kepada pelanggan dalam pengambilan keputusan yang pasti. Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mengetahui bagaimana bauran pemasaran harga dan tempat jasa pendidikan PPME Nuris 2 Jember, 2) untuk mengetahui bagaimana pengambilan keputusan yang terjadi di PPME Nuris 2 Jember, dan 3) untuk menguji apakah bauran pemasaran harga (X1) dan tempat (X2) pelayanan pendidikan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengambilan keputusan untuk menetap di PPME Nuris 2 Jember. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Jadi, analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan SPSS Versi 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) rata-rata bauran pemasaran kategori jasa sangat setuju sebesar 49%, 2) pengambilan keputusan ditetapkan pada kategori rata-rata sangat setuju sebesar 46%, dan 3) terdapat pengaruh yang signifikan bauran pemasaran harga dan tempat dengan hasil uji T secara parsial harga 0,12 < 0,05 dan tempat 0,000 < 0,05 artinya kedua variabel berpengaruh secara parsial, dan uji F dengan nilai F-hitung 59.996 > F-tabel 3,07 artinya kedua variabel berpengaruh secara simultan terhadap pengambilan keputusan menetap.
Curriculum Development Of Leading Programs In Realizing The Potential And Character Of Students At Madrasah Aliyah M. Hanif Satria Budi
JIEMAN: Journal of Islamic Educational Management Vol. 5 No. 1 (2023): JIEMAN: Journal of Islamic Educational Management
Publisher : The Faculty of Education and Teaching Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/jieman.v5i1.116

Abstract

In improving the quality of education, the curriculum of superior programs in madrasahs also contributes to producing quality graduates on a national scale. This is also a form of concern for educational institutions in dealing with weak human resources and morale of students in educational institutions. For this reason, the entire potential of education must be directed to achieve a progressive level of quality educational development, both quantitatively and qualitatively. This research method is qualitative using descriptive methods. The result of this research is the existence of a superior program curriculum, including 1) acceleration of tahfidz; learners can memorize the Qur'an in a school and cottage environment quickly and precisely, 2) acceleration of English; learners can fully complete the English material from basic to proficient so that in communication and language strictures dare to compete, 3) acceleration of the yellow book; students as students can easily learn and understand the classic books of salaf scholars, so that school graduates can fill out the taklim majlis or continue to a higher level at the Islamic boarding school.   Dalam meningkatkan kualitas pendidikan, kurikulum program unggulan yang ada di madrasah turut andil untuk mencetak lulusan yang berkualitas dalam skala nasional. Hal ini juga sebagai bentuk kepedulian lembaga pendidikan dalam menangani lemahnya sumber daya manusia dan moral peserta didik yang ada di lembaga pendidikan. Untuk itu, seluruh potensi pendidikan harus diarahkan untuk mencapai tingkat perkembangan pendidikan yang berkualitas secara progresif, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah adanya kurikulum program unggulan antara lain 1) akselerasi tahfidz; peserta didik dapat menghafalkan Al-Qur’an dalam lingkungan sekolah dan pondok dengan cepat dan tepat, 2) akselerasi bahasa inggris; peserta didik dapat dengan lengkap materi bahasa inggris dari dasar hingga mahir sehingga dalam komunikasi dan ketata bahasaan berani bersaing, 3) akselerasi kitab kuning; peserta didik sebagai santri dapat dengan mudah mempelajari dan memahami kitab-kitab klasik ulama salaf,, sehingga lulusan sekolah sudah bisa mengisi majlis taklim atau melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi lagi di pondok pesantren.
Supervision Activities of the Principal in Achieve Effective Online Learning with a Parental Supervision Approach Mokhamad Yaurizqika Hadi; Nur Ittihadatul ummah
JIEMAN: Journal of Islamic Educational Management Vol. 4 No. 1 (2022): JIEMAN: Journal of Islamic Educational Management
Publisher : The Faculty of Education and Teaching Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/jieman.v4i1.117

Abstract

From 2020 until 2022, Indonesia's Covid 19 pandemic became an epidemic. The government issued a policy in this case, educational institutions to eliminate face-to-face learning activities and learning with online learning. In its implementation, of course, there are many obstacles, especially since most students find it difficult to follow the bold learning process. This article analyzes the problems that occur in bold learning and describe effective bold learning with the involvement of the principal as a school supervisor to maximize school resources, in this case, parents with a Parental Supervision approach. This study uses a comparative qualitative research method with a qualitative approach. The results of this study found that in the implementation of online learning, there were at least three problems, namely, the lack of supporting facilities. Second, mastery of technology is not optimal. Third, the role of the principal as a school supervisor is not maximized in the process of supervising bold learning. Therefore, the role of the principal as a school supervisor is essential who can encourage parental involvement in the Parental Supervision approach to realize effective bold learning. Dari tahun 2020 hingga 2022, pandemi Covid 19 di Indonesia menjadi epidemi. Pemerintah mengeluarkan kebijakan dalam hal ini lembaga pendidikan untuk meniadakan kegiatan pembelajaran tatap muka dan pembelajaran dengan pembelajaran online. Dalam pelaksanaannya tentunya banyak mengalami kendala terutama karena sebagian besar siswa merasa kesulitan untuk mengikuti proses pembelajaran yang berani. Artikel ini menganalisis permasalahan yang terjadi dalam pembelajaran berani dan mendeskripsikan pembelajaran berani yang efektif dengan keterlibatan kepala sekolah sebagai pengawas sekolah untuk memaksimalkan sumber daya sekolah, dalam hal ini orang tua dengan pendekatan Pengawasan Orang Tua. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif komparatif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menemukan bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran online setidaknya terdapat tiga permasalahan yaitu kurangnya fasilitas penunjang. Kedua, penguasaan teknologi yang belum optimal. Ketiga, peran kepala sekolah sebagai pengawas sekolah belum maksimal dalam proses pengawasan pembelajaran yang berani. Oleh karena itu, peran kepala sekolah sebagai pengawas sekolah sangat penting yang dapat mendorong keterlibatan orang tua dalam pendekatan Pengawasan Orang Tua untuk mewujudkan pembelajaran berani yang efektif.