cover
Contact Name
Laila Ngindana Zulfa
Contact Email
progress@unwahas.ac.id
Phone
+62248505680
Journal Mail Official
progress@unwahas.ac.id
Editorial Address
PKPI2 FAI Universitas Wahid Hasyim JL. Menoreh Tengah X / 22, Sampangan, Gajahmungkur, Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50232, Indonesia Handphone: +626281327592589 Email: pkpi2@unwahas.ac.id
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas
ISSN : 23386878     EISSN : 26203243     DOI : http://dx.doi.org/10.31942/pgrs
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas — if translated into English: Progress Journal: A Medium for Creativity and Intellectuality — published by the Center for the Study and Development of Islamic Sciences or called “Pusat Kajian dan Pengembangan Ilmu-ilmu Keislaman” (PKPI2) of Islamic Faculty, Wahid Hasyim University Semarang as a medium for the development of Islamic education sciences, include: teacher training and contemporary thoughts on Islamic education, also moderate and multicultural Islamic education.
Articles 126 Documents
KONSEP FITRAH DAN IMPLIKASINYA DALAM PENDIDIKAN Achmad Munib
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v5i2.2611

Abstract

AbstractThe global view of Islam states that fitrah is an innate naturaltendency from birth. The creation of something existed for the firsttime and the natural structure of mankind from the beginning of hisbirth had a naturally innate religion namely the religion ofmonotheism. Islam as a religion of nature is not only in accordancewith the instincts of human religiosity, it even supports the growthand development of nature. This makes his existence intact with hisperfect personality.Fitrah is good potential, but this potential is useless if it is notused in certain forms of proficiency. According to education experts,cultivating these hidden potentials is the main task of education,which is transforming those potentials into skills that can be enjoyedby humans.Keyword: konsep fitrah, PendidikanAbstrakPandangan Islam secara global menyatakan bahwa fitrahmerupakan kecenderungan alamiah bawaan sejak lahir. Penciptaanterhadap sesuatu ada untuk pertama kalinya dan struktur alamiahmanusia sejak awal kelahirannya telah memiliki agama bawaansecara alamiah yakni agama tauhid. Islam sebagai agama fitrah tidakhanya sesuai dengan naluri keberagamaan manusia, bahkanmenunjang pertumbuhan dan perkembangan fitrahnya. Hal inimenjadikan eksistensinya utuh dengan kepribadiannya yangsempurna.Fitrah adalah potensi yang baik, tetapi potensi tersebut tidakberguna jika tidak digunakan dalam bentuk kemahiran-kemahirantertentu. Menurut ahli pendidikan, mengolah potensi-potenai (fitrah)yang tersembunyi tersebut merupakan tugas utama pendidikan, yaitumerubah (transform) potensi-potensi itu menjadi kemahirankemahiran yang dapat dinikmati oleh manusia.Kata kunci: konsep fitrah, Pendidikan
PENERAPAN PEMBELAJARAN BACA TULIS AL-QUR’AN DENGAN MENGGUNAKAN METODE AL-HUSNA DI SD NEGERI CANDIREJO Bekti Taufiq Ari Nugroho; Mustaidah Mustaidah
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v9i1.4459

Abstract

Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, yaitu penelitiankualitatif yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya. Metode ini digunakan untuk menganalisis data mengenai obyek penelitian yaitu SD Negeri Candirejo, serta untuk menyimpulkan data-data di lapangan yang berhubungan dengan pelaksanaan metode Al-Husna dalam pembelajaran membaca Al-Qur`an. Hasil penelitiannya adalah Penerapan metode Al-Husna di SD Negeri Candirejo, mempunyai ciri khas tersendiri yaitu dengan pendekatan Klasikal dan Individual. Pendekatan metode Al-Husna dilaksanakan dengan 3 tehnik yaitu: 1) Tehnik 1 (tartil yaitu Tartil ialah mentajwidi huruf dan mengenal dimana harus waqaf); 2) Tehnik 2 (guru membaca siswa menirukan); 3) Tehnik 3 guru dan siswa sama-sama membaca dengan kaidah rasm utsmani. Evaluasi dalam tilawati ini dilakukan setiap 3 bulan sekali untuk kenaikan jilid. Sedangkan untuk kenaikan halaman setiap di akhir pertemuan sebelim pulang, dengan ketentuan dari pendidik, dan sesuai pedoman pelaksanaan imtihan.
Humanisme Pendidikan Islam dalam Serial Anime Naruto Azami, Tomi
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v11i2.9234

Abstract

The phenomenon of dehumanization still often occurs in the world of education, in the form of bullying, exclusion and superiority over others. This is an inhumane action and has deviated from Islamic teachings, so it needs to be corrected. The process of humanism in Islamic education can be done in various ways, one of which is through the Naruto anime series. This research aims to analyze the humanist value of Islamic education or the human values contained in the Naruto Anime series. This research is a type of qualitative literature study. So research data is obtained from journals, books and other documents related to research. Meanwhile, the data analysis technique in this research uses pragmatic content analysis. The results of the research show that there are humanist values of Islamic education in the Naruto series which are dominated by hablum mina annas values. In the Naruto series, a process of becoming (becoming) and self-perfection as an individual (self-improvement) is shown. There are six main things that are the focus of humanism in Islamic Education namely, (1) common sense, (2) individualism towards independence, (3) thirst for knowledge, (4) pluralism education, (5) contextualism which is more concerned with functions than symbols, and (6) a balance between reward and punishment.
KESIAPAN KETERAMPILAN GURU SAINS DALAM PENGGUNAAN DAN PENGELOLAAN LABORATORIUM DI MAN SE KOTA SEMARANG Linda Indiyarti Putri
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v4i1.1729

Abstract

Hakikat mata pelajaran IPA (Sains) terdiri dari tiga unsur utama yaitu produk, proses ilmiah, dan pemupukan sikap. IPA sebagai produk bukan hanya pengetahuan tentang alam yang disajikan  dalam bentuk fakta, konsep prinsip atau hukum, akan tetapi juga sebagai proses ilmiah melalui metode untuk mengetahui dan memahami gejala-gejala alam sehingga diharapkan mampu menumbuhkan sikap ilmiah yang tertanam pada diri peserta didik. Tanggungjawab yang harus dilaksanakan oleh Guru IPA terkait dengan hakikat pembelajaran IPA tidak hanya sebagai perancang, pelaksana serta evaluator pembelajaran di kelas saja, akan tetapi kesiapan untuk memiliki keterampilan dalam menggunakan fasilitas dan mengelola laboratorium IPA juga menjadi tantangan tersendiri bagi guru IPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan keterampilan guru Sains dalam penggunaan dan pengelolaan laboratorium. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi. Hasil data kemudian dianalisis menggunakan analisis data kualitatif yang mengacu pada Miles dan Huberman, yaitu reduction, display, conclusion and verification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru IPA di MAN se kota Semarang memiliki kesiapan dalam menggunakan dan mengelola laboratorium.Kata Kunci ; keterampilan, pengelolaan dan Laboratorium
PENDIDIKAN ISLAM PLURALIS-MULTIKULTURAL UPAYA MENANGKAL ANARKISME DALAM PENDIDIKAN Taslim Sahlan; Laila Ngindana Zulfa
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v6i2.2540

Abstract

AbstracIndonesia is a multicultural and multireligious country. Therefore, it isnecessary to study the development model of religion that emphasizes thelearning model with the overriding goal of combating violence, poverty,corruption, manipulation and the like. Many events anarchism (hardness)and terrorism in the name of Islam, invite the questions that it is true thatIslam as a religion rahmatanlil 'alamin. For these conditions, the concept ofIslamic education-based pluralist-multicultural is an offer that is absolutelynecessary, in order to create conditions more progressive in terms oftolerance.Keywords: Islamic Education, Pluralist-Multicultural, Anarchism.AbstrakIndonesia merupakan negara dan bangsa yang multikultural danmultireligius, oleh sebab itu perlu adanya model pengembanganpembelajaran agama yang menekankan kepada model pembelajaran dengantujuan utama yaitu memerangi kekerasan, kemiskinan, korupsi, manipulasidan sejenisnya. Merebaknya peristiwa anarkisme (kekerasan) dan terorismeyang mengatasnamakan Islam, mengundang pertanyaan benarkah Islamsebagai agamarahmatan lil ‘alamin. Untuk kondisi tersebut, koseppendidikan Islam berbasis pluralis-multikultural merupakan tawaran yangmutlak perlu, supaya tercipta kondisi yang lebih progesif dalam artiantoleransi.Kata kunci: Pendidikan Islam, Pluralis-Multikultural, Anarkisme.
PELAKSANAAN PROGRAM PENGEMBANGAN INTELEKTUAL BAGI SISWA DI ASRAMA MAN 2 BOYOLALI M Ghofar Ismail; Siti Khoiriyah
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v8i2.3959

Abstract

Abstract The purpose of this study was to determine the implementation of intellectual development programs for students in the dormitory of MAN 2 Boyolali. This research used a qualitative descriptive approach which was conducted in March-June 2017 at the MAN 2 Boyolali Dormitory. Collecting data using the method of observation, interviews and documentation. The results of this study can be concluded as follows: (1) The implementation of the intellectual development program is carried out for boarding students of MAN 2 Boyolali. (2) Types of intellectual development programs: Foreign language development through Muhadhoroh, FTMP, General Sciences. (3) Using modern constructivist intellectual development methods, CTL, GLC, in addition to modern methods equipped with modern media to keep up with the times and supporting infrastructure (4) For example, at FTMP, students are asked to find and present a short story, and make short stories , making articles, opinions, editing a work, then exposing it on the internet and looking for many who comment or comment, write poetry, fiction and non-fiction, what stands out is scientific writing, until students in the dormitory win the writing of high school level scientific papers in Boyolali district. So that students in the dormitory in carrying out scientific papers are not so difficult. The implementation of intellectual development programs for students in dormitories has a positive effect on MAN 2 Boyolali. Keywords : Intellectual Development Program, Students, Dormitories Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan program pengembangan intelektual bagi siswa di asrama MAN 2 Boyolali. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan pada bulan maret-juni 2017 di Asrama MAN 2 Boyolali. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Pelaksanaan program pengembangan intelektual dilaksanakan untuk siswa asrama MAN 2 Boyolali. (2) Jenis-jenis program pengembangan intelektual: Pengembangan Bahasa asing melalui muhadhoroh, FTMP, Ilmu Umum. (3) Menggunakan metode pengembangan intelektual secara modern konstruktivisme, CTL, GLC, selain metode modern dilengkapi dengan media yang modern demi mengikuti perkembangan zaman dan sarana prasarana yang mendukung (4) Misalkan pada FTMP, siswa disuruh mencari dan mempresentasikan suatu cerpen, dan membuat cerpen, membuat artikel, opini, mengedit suatu karya, lalu mengekspos di internet dan mencari banyak yang mengkomen atau mengelike, menulis puisi, fiksi dan non fiksi, yang menonjol adalah karya tulis ilmiah, hingga siswa di asrama menjuarai penulisan karya ilmiah tingkat SMA satu kabupaten Boyolali. Sehingga siswa di asrama dalam mengerjalan karya tulis ilmiah tak begitu kesulitan. Pelaksanaan program pengembangan intelektual bagi siswa di asrama berpengaruh positif untuk MAN 2 Boyolali. Kata kunci : Program Pengembangan Intelektual, Siswa, Asrama
PERAN EKSTRAKURIKULER KEAGAMAAN DALAM MEMBENTUK KARAKTER INTEGRITAS SISWA DI SD AL-KHAIRIYYAH KOTA TEGAL TAHUN PELAJARAN 2021/2022 Munib, Achmad; Rois, Nur
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v10i2.7708

Abstract

Abstrak:Pendidikan karakter merupakan salah satu aspek yang penting diajarkan demi mencegah krisis moral diIndonesia. Dalam hal ini, pemerintah memberikan dukungannya melalui program Penguatan PendidikanKarakter (PPK). Diantara karakter yang menjadi prioritas untuk dikembangkan adalah karakter integritas.Kegiatan ektrakurikuler keagamaan dinilai mampu mendukung pelaksanaan pendidikan karakter karenaajaran agama yang berupa teoritis dalam mapel PAI akan diparktikkan secara langsung. Hasil daripenelitian ini adalah: (1) Pelaksanaan ekstrakurikuler keagamaan yang include di KBM yaitu: TPQ,Tahfidzul Qur’an dan Takhasus Diniyah. Sedangkan ekstrakurikuler keagamaan yang dilaksanakan di luarKBM yaitu: Tilawah. Pelaksanaan ekstrakurikuler TPQ, Tahfidzul Qur’an dan tilawah menggunakanmetode demonstrasi. Hal ini dinilai efektif karena guru dapat mengetahui kemampuan siswa secaralangsung. Sedangkan ekstrakurikuler takhasus diniyah menerapkan metode pembiasaan. (2) Pelaksanaankegiatan ekstrakurikuler keagamaan berperan dalam pembentukkan karakter integritas siswa di SD AlKhairiyyah Kota Tegal. Ekstrakurikuler TPQ, tahfidzul qur’an dan tilawah dapat membentuk karakterbekerja keras, bertanggungjawab, mandiri serta percaya diri. Ekstrakurikuler takhasus diniyah dapatmembentuk karakter displin dan komitmen mentaati peraturan. (3) Faktor penghambat pelaksanaanekstrakurikuler keagamaan adalah kemampuan siswa yang berbeda dan keadaan anak yang sudah lelah.Faktor pendukungnya adalah: semua pengajar sudah kompeten pada bidangnya, respon orang tua yangbaik dan penilaian masyarakat baik.Kata Kunci: Peran, Ekstrakurikuler Keagamaan, Karakter IntegritasAbstract:Character education is an important aspect to be taught in order to prevent a moral crisis in Indonesia. Inthis case, the government provides its support through the Strengthening Character Education (PPK)program. Among the characters that are a priority to develop is the character of integrity. Religiousextracurricular activities are considered capable of supporting the implementation of character educationbecause religious teachings in the form of theoretical in maple PAI will be practiced directly. The results ofthis study are: (1) Implementation of religiousextracurricular activities that include in KBM, namely: TPQ,Tahfidzul Qur'an and Takhasus Diniyah. Meanwhile, religious extracurricular activities that are carried outoutside the KBM are:Recitations. Implementation of TPQ extracurriculars, Tahfidzul Qur'an and recitationsusing the demonstration method. This is considered effective because the teacher can know the ability ofstudents directly. While special extracurriculars apply the habituation method. (2) The implementation ofreligious extracurricular activities plays a role in the formation of the integritycharacter of students at AlKhairiyyah Elementary School, Tegal City. TPQ extracurriculars, tahfidzul qur'an and recitations can formthe character of working hard, being responsible, independent and confident. Extracurriculars specializingin diniyah can form the character of discipline and commitment to comply with regulations. (3) The inhibitingfactors for the implementation of religious extracurriculars are the different abilities of students and thecondition of children who are tired. The supporting factors are: all teachers are competent in theirfields, goodparental responses and good community ratings.Keywords: Role, Religious Extracurriculars, Integrity Character
OPTIMALISASI MEDIA PEMBELAJARAN ( BUKTI NYATA PENANAMAN NILAI AGAMA DAN LANGKAH PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM ) Muhammad Akhsanul Husna
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v1i1.1428

Abstract

Media pembelajaran merupakan sarana yang esensial dalam proses komunikasi, dimana peranannya untuk menyampaikan pesan dan materi yang diolah oleh pengirim pesan kepada penerima pesan. Dalam kacamata pendidikan, media berfungsi sebagai sarana penjelas dan pembantu untuk memahami materi yang disampaikan dalam proses interaksi dan komunikasi yang terjadi dalam pembelajaran. Media bisa berbentuk audio, visual, maupun audiovisual, dimana penggunaannya disesuaikan dengan tingkat kebutuhan pada pembelajar, juga tingkat psikologi belajar pada usia mereka. Urgensitasnya perlu mendapatkan perhatian yang serius di lingkup pendidikan agama Islam, dimana dalam pendidikan agama Islam sering terjadi proses pembelajaran klasikal (konvensional), tanpa ditemukannya media yang tepat dan inovatif. Padahal spirit penggunaan media telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Ketika proses dakwah beliau dan penanaman nilai – nilai agama Islam. Bahkan Al Qur’an dalam ayat – ayat-Nya menganjurkan untuk memilih media yang sesuai guna mencapai tujuan dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam hal pendidikan. Pemakaian media yang tepat dan inovatif akan menciptakan minat belajar siswa, menyambungkan pesan secara emosional, meningkatkan daya ingat, dan semua itu merupakan kondisi psikologis pembelajar yang sudah semestinya menjadi fokus perhatian setiap pendidik. Karena pembelajar adalah tolak ukur keberhasilan suatu proses pembelajaran secara komprehensif. Kata Kunci : Media, Pembelajaran Agama, Penanaman Nilai
NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM BUDAYA SADRANAN DI DESA NGIJO KECAMATAN GUNUNGPATI KOTA SEMARANG Nur Cholid; Rois Fauzi
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v8i1.3441

Abstract

Abstract Despite the development of increasingly modern era, traditional ceremonies which are a noble culture still play an important role in the society live. One of them is Nyadran culture, it has meaning for society since it contains Islamic moral values. This culture is an acculturation of Javanese-Hindu culture with Islam. Islamic education plays an important role in human life. We as Muslims should apply the Islamic values in our daily lives as a guide to reach happiness living in the world and the hereafter. Many teenagers in high school age are reluctant to carry out congregational prayers in mosques, they prefer hanging out and riding out their motorbikes, parents' advice is no longer ignored. This is a moral decline in society that appears today. This research is a qualitative-descriptive. The techniques of data collection were interviews, documentation and observation. Data analysis techniques were data reduction, data presentation, conclusion and verification. Meanwhile, to test the validity of the data, we used data triangulation and member checking techniques. The results of this study showed that the Nyadran culture is a process of sending prayers to ancestors who have passed away. This culture has been conducted by the society from generation to generation from their ancestors. The ceremony is held in Rajab, Thursday wage night Friday Kliwon. The first process that society do in this tradition is cleaning the grave, then praying together on Wednesday evening which starts at 24.00, followed by slaughtering goats on Thursday morning, after that the core of Nyadran process is praying together, recitation and distribution of food and meat goat Keywords: The Islamic Values of Sadranan Culture Abstrak Meskipun perkembangan zaman semakin modern, upacara tradisional yang merupakan budaya luhur masih memegang peranan penting bagi sebagian masyarakat dalam kehidupannya. Upacara tradisional yang memiliki makna serta nilai-nilai pendidikan Islam didalamnya salah satunya adalah budaya Nyadran. Budaya nyadran merupakan akulturasi budaya Jawa-Hindu dengan Islam. Pendidikan Islam sangat berperan penting dalam kehidupan manusia. Nilai-nilai ajaran Islam seharusnya kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai pedoman untuk menuju kebahagiaan dunia dan akherat. Semakin merebaknya sistem perjudian di wilayah Ngijo, anak seusia SMP sampai SMA enggan untuk melaksanakan melaksanakan sholat berjamaah di masjid, mereka lebih suka untuk nongkrong dan motor-motoran, nasehat orang tua sudah tidak dihiraukan lagi. Inilah salah satu bentuk kemerosotan akhlak di masyarakat yang muncul saat ini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif-deskritif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi. Untuk menguji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data dan member check. Hasil penelitian menunjukan bahwa budaya nyadran adalah suatu proses mengirimkan doa kepada para leluhur yang sudah meninggal dunia yang sudah berlangsung secara turun temurun dari nenek moyang. Waktu pelaksanaannya pada bulan Rajab, hari kamis wage malam Jum’at kliwon. Proses tradisi nyadran yang diawali dengan besik kubur atau membersihkan pemakaman, kemudian berdoa bersama pada hari rabu malam yang dimulai pukul 24. 00, dilanjutkan dengan pemotongan kambing pada hari kamis pagi, setelah itu inti dari nyadran yaitu doa bersama, pengajian dan pembagian makanan dan daging kambing. Kata Kunci : Nilai-Nilai Pendidikan Islam, Budaya Sadranan
IMPLEMENTASI PENGGUNAAN AKUN BELAJAR.ID DALAM PEMBELAJARAN JARAK JAUH PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI Ariana Setyo Sejati; Laila Ngindana Zulfa; Nur Rois
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v10i1.6588

Abstract

ABSTRACTThe launch of a learning.id account which is expected to help learning activities, but in reality there are still many schools that do not activate a learning.id account and do not use the facility as well as possible. SMPN 1 Mranggen is one of the schools in Demak Regency where most of the educators, teaching staff and students have activated a learning.id account.The formulation of this research is to find out how the preparation, process and results of the Implementation of the Use of Learning Accounts. Id in Distance Learning in Islamic Religion and Moral Education Subjects at SMPN 1 Mranggen. The purpose of this study was to describe the preparation, process and results of the implementation of the Implementation of the Use of Learning Accounts. Id in Distance Learning in Islamic Religion and Character Education Subjects at SMPN 1 Mranggen. This research is a phenomenological qualitative research. The data in this study were obtained from observations, interviews, and documentation.The results of this study indicate that the application of learning accounts. en for distance learning in the subject of Islamic Religious Education and good manners in the subjects of Islamic Religious Education and manners at SMPN Mranggen are (1) the implementation of the learning.id account has been carried out at SMP N 1 Mranggen according to the plan. The plan begins by forming a special team that handles learning.id accounts, (2) In implementing distance learning on Islamic Religious Education subjects, educators and students have taken advantage of the features contained in the learning.id account, (3) Constraints The problem faced in implementing the learning.id account implementation for educators is the lack of mastery of knowledge about the use of information technology, while for students the obstacles are caused by a weak internet signal, limited internet quota, and student mastery in utilizing features. contained in the program. learning.id account and lack of student knowledge in changing settings on cellphones to change personal accounts to learning.id accounts.The conclusion from the research on the implementation of the use of learning.id accounts in distance learning in the subjects of Islamic Religious Education and Morals at SMPN 1 Mranggen shows that they have carried out learning activities by utilizing the learning.id account by using the google classroom, google meet, google form and google features. DriveKata Kunci: Implementation, belajar.Id, Distance Learning, PAI

Page 2 of 13 | Total Record : 126