cover
Contact Name
Laila Ngindana Zulfa
Contact Email
progress@unwahas.ac.id
Phone
+62248505680
Journal Mail Official
progress@unwahas.ac.id
Editorial Address
PKPI2 FAI Universitas Wahid Hasyim JL. Menoreh Tengah X / 22, Sampangan, Gajahmungkur, Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50232, Indonesia Handphone: +626281327592589 Email: pkpi2@unwahas.ac.id
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas
ISSN : 23386878     EISSN : 26203243     DOI : http://dx.doi.org/10.31942/pgrs
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas — if translated into English: Progress Journal: A Medium for Creativity and Intellectuality — published by the Center for the Study and Development of Islamic Sciences or called “Pusat Kajian dan Pengembangan Ilmu-ilmu Keislaman” (PKPI2) of Islamic Faculty, Wahid Hasyim University Semarang as a medium for the development of Islamic education sciences, include: teacher training and contemporary thoughts on Islamic education, also moderate and multicultural Islamic education.
Articles 126 Documents
UPAYA MENINGKATKAN 7K DI SEKOLAH MELALUI KEGIATAN REUSE, REDUCE, DAN RECYCLE (3R) DI SMP NEGERI 1 TEGOWANU KABUPATEN GROBOGAN TAHUN PELAJARAN 2010/2011 Hartanto .
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v1i1.1424

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilandasi oleh sebuah kenyataan bahwa kebersihan di SMP Negeri 1 Tegowanu Kabupaten Grobogan selama ini tidak dapat maksimal. Sampah berserakan di mana-mana. Tempat sampah yang sudah tersedia tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal. Kamar mandi/WC siswa terlihat kotor dan bau tidak sedap. Di beberapa lokasi halaman, pekarangan, dan kebun sekolah terlihat kotor karena bekas untuk membakar sampah. Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah (1) Apakah dengan program kegiatan Reuse, Reduce, dan Recycle (3R) dapat meningkatkan 7K di SMP Negeri 1 Tegowanu, dan (2) seberapa besar peningkatan 7K setelah dilaksanakan program kegiatan Reuse, Reduce, dan Recycle (3R) di SMP Negeri 1 Tegowanu. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah (a) untuk memperoleh informasi yang akurat apakah melalui program kegiatan Reuse, Reduce, dan Recycle (3R) dapat meningkatkan 7K di SMP negeri 1 Tegowanu dan (b) untuk memperoleh informasi yang akurat mengenai besarnya peningkatan 7K setelah dilaksanakannya kegiatan program kegiatan Reuse, Reduce, dan Recycle (3R) di SMP Negeri 1 Tegowanu. Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan sekolah (PTS). Teori yang dipakai dalam penelitian ini meliputi teori-teori tentang hasil belajar, hal-hal yang mempengaruhi hasil belajar, pengertian 7K, pengertian 3R dalam pengelolaan sampah, penciptaan budaya bersih di sekolah, dan dampak lingkungan sekolah terhadap hasil belajar siswa. Penelitian berlangsung selama dua siklus. Tiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data penelitian diperoleh dengan pengamatan dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melalui kegiatan 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle), 7K di SMP Negeri 1 Tegowanu meningkat.
PENGEMBANGAN MODUL TERMOKIMIA DENGAN PENDEKATAN INKUIRI TERPADU PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK MENINGKATKAN LOGIKA SISWA Teguh Wibowo
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v3i3.2455

Abstract

AbstrakBeredarnya bahan ajar kimia yang kurang mampu memberikan makna dalamproses pembelajaran, mengakibatkan siswa semakin jenuh dan bosan mempelajarimateri yang ada di dalam bahan ajar. Sementara itu pembelajaran sekarangmenitikberatkan pada kegiatan siswa, sedangkan guru diposisikan sebagaifasilitator. Pembelajaran ini diharapkan dapat meningkatkan keikutsertaan danmenimbulkan rasa keingintahuan dalam belajar, memperbaiki pengertian dan polapikir, serta membantu siswa untuk mengembangkan logika. Penelitian inimerupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk menghasilkan modulkimia yang baik pada materi termokimia. Hasil penelitian pengembangan modul inimenunjukkan bahwa (1) Terdapat perbedaan logika siswa pada kelas eksperimendan kelas kontrol, hal ini ditunjukkan dengan rata-rata nilai evaluasi termokimiakelas eksperimen sebesar 73,08 dan kelas kontrol sebesar 64,56 dan dengansignifikansi 0,000 (< 0,05). (2) Modul kimia berpendekatan Inkuiri yangdikembangkan efektif untuk membantu penerapan nilai pendidikan karakter. Halini ditunjukkan dengan adanya peningkatan sikap siswa di setiap pertemuannyapada kelas eksperimen.Kata kunci: Modul termokimia, inkuiri terpadu, karakter, logikaAbstractCirculation of chemistry teaching materials that are less able to provide meaning inthe learning process, resulting in more saturated and bored students learn thematerial that is in teaching materials. While the current study focused on theactivities of students, while the teacher is positioned as a facilitator. Learning isexpected to increase participation and generate curiosity in learning, improveunderstanding and mindset, as well as helping students to develop logic. This researchis a development that aims to produce a good chemistry module on thermochemicalmaterial .. The results show that the development of this module (1) There aredifferences in the logic students in the experimental class and control class, as shownby the average value of the evaluation of thermochemical class experiment at 73.08and 64.56 for the control class and the significance of 0.000 (<0.05). (2) ModuleInquiry berpendekatan chemistry developed to help implement effective charactereducation values. This is indicated by an increase in students&#39; attitudes at everymeeting in the experimental class.Keywords: Thermochemical modules, integrated inquiry, character, logic
PARADIGMA BERPIKIR GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA DISRUPSI Mirza Mahbub Wijaya
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v7i2.3099

Abstract

Abstract This paper discusses the paradigm of thinking of PAI teachers in the era of disruption. Science as the main capital that must be held by a teacher. In this era of disruption, of course there must be an effort to develop Islamic knowledge located in the hands of PAI teachers. A PAI teacher may be passive. He must always think, research and make various efforts for the development of Islamic science in the midst of globalization. In this way, the task of the chosen strategy is to develop scientific integration that can be taken to develop knowledge that has been less able to dialogue with religion. Paying attention to relations between science without sacrificing autonomy between each discipline and paying attention to the religious dimension of the Indonesian nation. This paper is expected to contribute in developing a theoretical framework and practical strategies in the development of science in Indonesia. Keywords: Paradigm, Islamic Education, Teacher
TRADISI KHIDMAH DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Samsudin Samsudin; Anis Tyas Kuncoro
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v10i1.6383

Abstract

Salah satu tradisi yang lahir dari pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua di Indonesia adalah Khidmah, yaitu sikap kerelaan santri mengabdikan diri kepada kyai untuk meneguhkan proses tafaqquh fi al-din di pesantren. Tradisi ini sejalan dengan konsep pendidikan Islam yang berorientasi pada proses internalisasi dan penanaman adab (pengetahuan, karakter dan tindakan) pada diri manusia. Pesantren Rohmatullah Cokro Grabag Magelang merupakan pesantren yang memiliki corak unik dalam penanaman nilai-nilai Islam melalui sinergi antara pembelajaran dan pengkhidmatan. Deskripsi tradisi Khidmah yang telah berlangsung puluhan tahun ini dikaji dalam perspektif pendidikan Islam. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian lapangan (field research). Dalam pelaksanaannya menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif analisis dengan metode pengumpulan data menggunakan wawancara, pengamatan, serta penelaahan dokumen studi dokumenter yang antara satu dengan yang lain saling melengkapi, memperkuat dan menyempurnakan. Hasilnya, corak tradisi khidmah yang dikembangkan pesantren Rohmatulloh berorientasi pada nilai-nilai pendidikan, kepemimpinan dan ketrampilan. Pengembangan tradisi khidmah ini sekaligus menjadi fenomena baru di lingkungan pesantren dalam rangka menyiapkan sumberdaya manusia yang unggul.
PERAN KEPALA MADRASAH SEBAGAI EDUCATOR, MOTIVATOR, INOVATOR DAN SUPERVISOR UNTUK MENINGKATKAN PROFESIONALITAS GURU PAI Sahri .
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v6i1.2202

Abstract

AbstrakKepala Madrasah merupakan orang yang memiliki tenaga fungsional guru yang bertugas sebagai pemimpin dilembaga pendidikan, yang menyelenggarakan sebuah kegiatan belajar mengajar sehingga terjadinya interaksi antara seorang murid dan guru. Akan tetapi, kepala madrasah masih belum melaksanakn tugasnya dengan baik. Apabila Madrasah ingin mencapai tujuan yang direncanakan, seorang kepala madrasah harus menciptakan dan menjadikan guru sebagai guru yang professional serta bertanggungjawab atas pembelajaran. Dengan adanya guru yang professional, dalam kegiatan belajar mengajar akan menjadi mudah, efektif dan efisien serta memiliki output yang luar biasa baik segi ilmu umum maupun ilmu agama. Oleh karena itu, maka madrasah membutuhkan guru PAI yang berkualitas dan professional. Karena dengan adanya guru yang professional akan menjadikan madrasahan lebih disiplin. Oleh sebab itu, seorang kepala madrasah sebagai educator, motivator, innovator dan supervisor dalam lembaga pendidikan dituntut untuk memfasilitasi dan mengambangkan serta melengkapi kebutuhan agar menjadi guru yang profesional. Kata Kunci :Kepala Madrasah, motivator, Inovator, Profesional guru        Abstract The principal is a person who has a functional position as teacher and served as a leader in educational institutions, which organizes a teaching and learning activities so that the interaction between student dan teacher are occur. However, the principal still has not done a good job. If the school want to achieve its intended purpose, a principal must create dan make the teacher to be a professional teacher and responsible for learning. With the existence of a professional teacher in teaching and learning acitivities will be easy, effective and efficient and has a remarkable output. Therefore, the school requires Islamic education teacher whose qualified and professional. Because with the existence of a professional teacher will make the school more disciplined. Therefore, a principal as an educator, motivator, innovator and supervisor in educational institution is required to facilitate, develop and complement the need to become a professional teacher.Keyword:  Principal, Motivator, Innovator, Teacher professional.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PEMBELAJARAN PAI DI SD NEGERI CANDIREJO Bekti Taufiq Taufiq Ari Nugroho; Mustaidah .
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v7i1.2722

Abstract

AbstracUtilization of Information Technology for Learning Islamic Education (PAI) in SD Negeri Candirejo can be grouped into three functions, namely: a) Independent / classical learning media; 2) InformationTechnology that is used for learning aids; 3) Information Technology relatedas a source of learning (learning resurces). Development of learningprograms at SD Negeri Candirejo, namely: a) Behavioral technologyprogram stage; b) Stage instructional technology; c) Stage performancetechnology. SD Negeri Candirejo, needs to use and maximize learning mediathat can support the development of Islamic religious education itself. PAIteachers at Candirejo Public Elementary School will play a role inmanaging the entire learning process by creating learning conditions in sucha way that each child can learn effectively and efficiently. Starting fromchoosing materials, theories, methods, techniques, strategies and learningmedia. As an assessment of student learning outcomes (evaluator of studentlearning), teachers are required to play a role in continuously following thelearning outcomes achieved by students from time to time. As a director oflearning (teacher of learning), the teacher has a role to always generate,maintain, and increase the motivation of students to learn and as a guide inlearning.Keywoard: Utilization of Information Technology, Learning PAIAbstrakPemanfaatan Teknologi Informasi untuk Pembelajaran PendidikanAgama Islam (PAI) di SD Negeri Candirejo dapat dikelompokkan ke dalamtiga fungsi, yaitu: a) Media Pembelajaran mandiri/klasikal; 2) TeknologiInformasi yang dimanfaatkan untuk alat bantu pembelajaran; 3) TeknologiInformasi yang terkait sebagai sumber belajar (learning resurces). Pengembangan program belajar di SD Negeri Candirejo yaitu: a) Tahap programbehavioral technology; b) Tahap instructional technology; c) Tahapperformance technology.PROGRESS – Volume 7, No. 1, Juni 2019 1Jurnal Pendidikan Agama Islam Universitas Wahid HasyimSD Negeri Candirejo, perlu menggunakan dan memaksimalkan mediapembelajaran yang dapat menunjang terhadap pengembangan pendidikanagama Islam itu sendiri. Guru PAI di SD Negeri Candirejo akan berperanmengelola seluruh proses pemeblajaran dengan menciptakan kondisi-kondisibelajar sedemikian rupa sehingga setuiap anak dapat belajar secara efektifdan efisien. Mulai dari memilih materi, teori, metode, teknik, strategimaupun media pembelajaran. Sebagai penilai hasil belajar siswa (evaluatorof student learning), guru dituntut untuk berperan secara terus-menerusmengikuti hasil-hasil belajar yang dicapai oleh siswa dari waktu ke waktu.Sebagai pengarah belajar (director of learning), guru berperan untuk senantiasa menimbulkan, memelihara, dan meningkatna motivasi siswa untuk belajar dan sebagai pembimbing dalam belajar.Kata Kunci: Pemanfaatan Teknologi Informasi, Pembelajaran PAI
AKTIVITAS DAN HABITUASI KEAGAMAAN SISWA SDIT NIDAUL HIKMAH Khikayah Khikayah; Heru Prastyo
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v9i1.4458

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dan habituasi serta kontribusi keagamaan Siswa SDIT Nidaul Hikmah Tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah termasuk penelitian kualitatif. Pengumpulan data ini menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis data interaktif, yaitu : reduksi data, display data, dan kesimpulan atau verifikasi Hasil penelitian memaparkan bahwa aktifitas keagamaan yang dilakukan di SDIT Nidaul Hikmah Kota Salatiga Tahun 2018 berupa: ceramah keagamaan, PHBI dan pengamalan ajaran agama berupa: shalat dhuha, tahfidz, dan shalat berjamaah (Dhuhur, dan Azhar). Aktivitas keagamaan berkontribusi bagi diri siswa antara lain :1) menanamkan pembiasaan beribadah, 2) menumbuhkan kedisiplinan, dan membiasakan siswa hidup dekat dengan agama, 3) pembiasaan anak berperilaku sesuai nilai- nilai ajaran Islam, jujur, bertanggung jawab dan berkarakter. Kesimpulan penelitian ini adalah aktivitas dan habituasi memberikan kontribusi yang positif pada diri siswa di SDIT Nidaul Hikmah yang berupa kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab dan perilaku sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam.
Relevansi Tradisi Buwuh dengan Pelestarian Nilai-Nilai Pendidikan Insani (Studi Kasus di Desa Bantrung Kecamatan Batealit Kabupaten) Khoiriyyah, Fitriyyatul; Sukarman, Sukarman
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v11i2.9837

Abstract

This research aims to examine the relevance of the buwuh tradition in Bantrung Village, Batealit District, Jepara Regency with the values of human education. This research is a type of qualitative field research with a case study approach. Data collection techniques in this research are observation, interviews and documentation. Data analysis is carried out by grouping, coding, reducing and presenting data in the form of descriptive analysis. The results of the research show that the buwuh tradition in Bantrung Village, Batealit District, Jepara Regency is a form of preserving culture and traditions that have been carried out from generation to generation. Meanwhile, the relevance of the buwuh tradition in Bantrung Village, Batealit District, Jepara Regency with the values of human education, includes: the values of tawazun (balance), justice, trustworthiness, honesty, ta'awun (mutual assistance), ukhuwah (brotherhood), and tasamuh (tolerance). The positive and negative impacts of the buwuh tradition in Bantrung Village, Batealit District, Jepara Regency with the values of human education, include: a) remembering God's blessings, b) helping each other by giving alms, emphasizing brotherly relationships, creating an attitude of helping each other, establishing harmonious relations between communities. Meanwhile, the negative impacts of the buwuh tradition include; burdening someone, being burdened with debt, returning buwuhan, problems in the economy.
THE RECONSTRUCTION OF THE TEXTS IN ENGLISH BIOLOGY TEXTBOOK ENTITLED ANIMAL TAXONOMY Gadis Herningtyasari
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v4i1.1730

Abstract

This study aims to describe the errors are found in English Biology Textbook entitled Animal Taxonomy. By using Qualitative Descriptive method, this study classifies the errors based on Dulay, Burt, and Karshen (1982) method about Error Analysis, namely Omission, Addition, Misformation, and Misordering. From the results of the study, it was found that some categories of errors in which Omission Error is caused by the missing of items that need to complete the phrases or sentences. Then, addition error in which the addition of unnecessary items in the phrase or sentences. The next is Misformation refers to wrong form of words. The last is Misordering refers to incorrect placement of a morpheme or a group of morpheme. The errors are found in English Biology Textbook entitled Animal Taxonomy are caused by the different rules of grammar such as the construction of adjective and noun phrase, grammatical endings, the use of tenses, and the use of articles between two languages. From this output, it can be seen that Omission and Misordering are the dominant errors in English Biology Textbook entitled Animal Taxonomy. Therefore, it is necessary to reconstruct the text in English Biology Textbook entitled Animal Taxonomy to make it useable. Key words: Errors, English Biology Textbook, qualitative descriptive method.
METODE DISKUSI DALAM PEMEBELAJARAN KITAB KUNING KLASIK DALAM PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA Muhammad Ahsanul Husna
Jurnal Progress: Wahana Kreativitas dan Intelektualitas Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/pgrs.v6i2.2541

Abstract

AbstracDiscussion Method On Learning Classical Books to Improving ReadingSkills. Essay. Muhammad AhsanulHusna. The yellow book is a classic bookthat written by scholars' salaf, and use arabic language, without harakat(punctuation), without a description of the local language.Compiled inbrownish yellow sheets, containing various scientific disciplines, bothreligious and non-religious, among boarding schools. The method mostclsssical of yellow book learning is known as the Bandongan term, which isto sharpen the yellow text with a beard meaning and written by Arabic Pegonas a local language. Kyai told directly to students, and satri wrote what wassaid by the Kyai. This learning system is a monologue, there is no directdialogue with the santri, except the explanation of Kyai that related with theyellow book that is being read.Key words: Learning Classic Books, Improving Reading SkillsAbstrakMetode Diskusi Dalam Pemebelajaran Kitab Kuning Klasik DalamPeningkatan Keterampilan Membaca. Essay. Muhammad Ahsanul Husna.Kitab kuning adalah kitab klasik yang ditulis oleh para ulama’ salaf, yangdituangkan dalam bahasa Arab, tanpa harakat (tanda baca), tanpa keteranganbahasa lokal. Disusun dalam lembaran-lembaran berwarna kuningkecokelatan, berisi berbagai disiplin ilmu pengetahuan, baik keagamaanmaupun non keagamaan, diajarkan dikalangan pondok pesantren. Medotepembelajaran kitab kuning paling klasik dikenal dengan istilahBandongan,yaitu mengasahi teks kitab kuning dengan makna jenggot bertuliskan ArabPegon dalam ejaan bahasa lokal setempat. Disampaikan secara langsung olehKyai dihadapan para santri, yang menulis apa yang diucapkan oleh Kyai.Sistem pembelajaran ini monolog, tidak terjadi dialog dengan santri secaralangsung, kecuali penjelasan Kyai yang berhubungan dengan teks kitabkuning yang sedang dibaca.Kata Kunci: Pemebelajaran kitab kuning Klasik, Keterampilan Membaca

Page 4 of 13 | Total Record : 126