cover
Contact Name
Fajar Hidayanto
Contact Email
fajarhidayanto94@gmail.com
Phone
+6285745886288
Journal Mail Official
jamp@unmerpas.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Merdeka Pasuruan Jl. Ir. H. Juanda No.68, Tapaan, Kec. Bugul Kidul, Kota Pasuruan, Jawa Timur 67129
Location
Kab. pasuruan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan
ISSN : 2581043X     EISSN : 25978683     DOI : http://dx.doi.org/10.51213/jamp.v6i1
This journal publish articles is a scientific journal that can contain scientific writings related to research in the field of Agrotechnology and Agricultural Science which includes the fields of genetics, plant breeding, seed technology, pests, weeds and diseases, cultivation of crops, plant biotechnology, plant microbiology, plant breeding, post harvest-handling, hydroponics system, soil science, soil fertility, evaluation and suitability of agricultural land
Articles 88 Documents
Pengaruh Lama Pengomposan Serbuk Gergaji Kayu Jati (Tectona grandis L.) dan Dosis EM 4 Terhadap Efisiensi Unsur Hara Serta Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kubis Bunga (Brassica oleracea L.)Var. Dataran Rendah Ummi Roidah Ulfah Hamzah; Retno Tri Purnamasari; Sri Hariningsih Pratiwi
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 3, No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui pengaruh lama pengomposan serbuk gergaji kayu jati dan dosis EM4 terhadap efisiensi pemupukan pada tanaman kubis bunga dataran rendah. Penelitian dilaksanakan di Desa Purut Kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo Kota pasuruan dengan ketinggian 4,5 m dpl, pada bulan Februari – Agustus 2018. Penelitian disusun secara faktorial. Faktor pertama lama pengomposan (L) dengan level yaitu; L1= 1 bulan, L2= 2 bulan, L3= 3 bulan dan fakor kedua dosis EM4 (D) dengan level yaitu; D1= 10%, D2= 20%, D3= 30%, sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang masing-masing kombinasi diulang tiga kali.Hasil penelitian menunjukkan terjadi interaksi antara perlakuan lama pengomposan dengan dosis EM4 pada tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, parameter analisis pertumbuan dan panen. Hasil penelitian menunjukkan efisiensi yang lebih tinggi terdapat pada kombinasi lama pengoposan 2 bulan dengan dosis EM420% yaitu sebesar 76% pada unsur hara nitrogen dan efisiensi unsur hara phosphor sebesar 54,84%. Kombinasi lama pengomposan 2 bulan dengan dosis EM4 20% menunjukkan nilai produksi tertinggi yakni 15,97 ton.Ha-1dan hasil terendah terdapat pada kombinasi lama pengomposan 1 bulan dengan dosis EM4 20% yaitu 9,79 ton.Ha-1.
Pemanfaatan Jerami Padi (Oryza sativa) dan Kulit Nangka (Artocarpus heterophyllus) Sebagai Pupuk Organik dengan Pemberian Dosis Urin Kambing dan Effective Microorganism 4 (EM4) Zanuarriansyah Nur Hidayat; A. Zainul Arifin; Sri Hariningsih Pratiwi
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 5, No 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan dosis urin kambing dan EM4 yang diberikan akan mempercepat proses pengomposan jerami padi dan kulit nangka. Penelitian telah dilaksanakan di Desa Karang Sentul Rangge Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan dengan ketinggian tempat ± 4 mdpl, suhu rata-rata 28o – 33oC pada bulan Mei-Juli 2020. Penelitian terdiri dari tiga perlakuan yang diulang sebanyak enam kali dengan perlakuan P1 : 1 kg jerami dan 1 kg kulit nangka + urin kambing 5 ml + EM4 5 ml, P2 : 2 kg jerami dan 2 kg kulit nangka + urin kambing 10 ml +  EM4 10 ml dan P3 : 3 kg jerami dan 3 kg kulit nangka + urin kambing 15 ml + EM4 15 ml.Hasil pengamatan menunjukkan bahwa perlakuan P2: 2 kg jerami dan 2 kg kulit nangka + urin kambing 10 ml + EM4 10 ml menunjukkan hasil yang terbaik pada pengamatan warna akhir pengomposan yaitu coklat kehitaman, volume penyusutan dan pH tinggi dan tekstur lebih halus dibandingkan perlakuan lainnya. Perlakuan P2: 2 kg jerami dan 2 kg kulit nangka + urin kambing 10 ml + EM4 10 ml menghasilkan bau seperti tanah, suhu akhir pengomposan 33oC,kelembaban 53%, pH 6,3, warna coklat kehitaman dan bertekstur halus, serta volume penyusutan sebesar 4000 cm3.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Dua Varietas Kedelai Hitam (Glycine soya Benth) Terhadap Variasi Jarak Tanam Dewi Mas'ula; Retno Tri Purnamasari; Sri Hariningsih Pratiwi
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 2, No 1 (2018): JUNI 2018
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil dua varietas kedelai hitam terhadap variasi jarak tanam. Penelitian dilaksanakan di Desa Kebotohan Kec. Kraton Kab. Pasuruan pada ketinggian 50 mdpl dengan jenis tanah vertisol. Suhu rata-rata 29°C-37°C dengan curah hujan rata-rata 50 mm per bulan pada bulan April - Juli 2017.Penelitian ini disusun secara faktorial. Faktor pertama adalah varietas kedelai hitam yaitu varietas Detam 3 Prida dan varietas Detam 4 Prida. Faktor kedua adalah jarak tanam yaitu jarak tanam 40 cm x 10 cm, jarak tanam 40 cm x 15 cm dan jarak tanam 40 cm x 20 cm. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang masing-masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak empat kali.Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara perlakuan varietas dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil dua varietas kedelai hitam pada semua parameter pengamatan. Hasil perlakuan dua varietas menunjukkan tidak berbeda nyata sedangkan pada perlakuan jarak tanam, hasil tertinggi pada jarak tanam 40 cm x 10 cm sebesar 3,64 ton ha-1, diikuti jarak tanam 40 cm x 15 cm sebesar 2,64 ton ha-1 serta hasil terendah pada jarak tanam 40 cm x 20 cm sebesar 2,33 ton ha-1.
Pengaruh Pemberian Dosis Pupuk Kandang Kambing dan Pupuk Anorganik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays var.saccharata Sturt.) Viki Ashari; A. Zainul Arifin; Sulistyawati Sulistyawati
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 4, No 1 (2020): JUNI 2020
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang kambing dan pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Percobaan dilakukan di lahan sawah Desa Krapyakrejo Kecamatan Gading Rejo Kota Pasuruan. Percobaan dimulai dari bulan Maret - Juni 2018.Metode penelitian yang digunakan yaitu metode Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang diuji adalah dosis pupuk kandang kambing yang dikombinasikan dengan pupuk anorganik terdiri dari 5 perlakuan, yaitu: P0 = 0 ton ha-1 pukan+ 100% anorganik, P1 = 10 ton ha-1 pukan + 75% anorganik, P2 = 15 ton ha-1 pukan + 50 % anorganik, P3 = 20 ton ha-1 pukan + 25% anorganik dan P4 = 20 ton ha-1 pukan + tanpa anorganik dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali dengan jarak tanam 80 cm x 20 cm.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pupuk kandang kambing dan pupuk anorganik memberikan pengaruh nyata pada fase vegetatif tetapi tidak berpengaruh nyata pada fase generatif. Hasil lebih baik diperoleh pada perlakuan 20 ton ha-1 pupuk kandang kambing yang dikombinasikan dengan 25% pupuk anorganik.
Analisis Penyebab Rendahnya Produksi Gula Merah Siwalan di Desa Karduluk Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep Hopid, Hopid; Ridwan, Ach. Royhanur; Hamzah, Amir; Rahman, Sindi Arista; Wahyuni, Purwati Ratna
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 7, No 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jamp.v7i2.89

Abstract

Pohon siwalan memberikan manfaat yang besar bagi sebagian besar petani di Desa Karduluk, dari pohon inilah penghasilan diperoleh dengan cara menyadap mayang siwalan sehingga keluar air nira yang kemudian diolah menjadi gula merah yang banyak diminati oleh konsumen sebagai bahan tambahan makanan dan minuman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab rendahnya produksi gula merah dan menemukan strategi dalam mengatasi faktor penyebab menurunnya produksi gula merah. Penentuan sampel menggunakan snowball sampling dan metode analisis data yang digunakan adalah diagram fishbone dengan pendekatan kualitatfi deskriptif. Hasil penelitian menemukan terdapat tiga akar penyebab menurunnya produksi gula merah yaitu pekerja (tidak ada penerus sebagai penyadap dan pengolah), bahan baku (kapasitas produksi harian terbatas), dan teknik pengolahan (teknik penyadapan dan pengolahan nira siwalan masih tradisional). Adapun strategi yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu menumbuhkan minat pemuda sebagai generasi penerus pada pertanian dengan meningkatkan nilai tambah, melakukan pemasaran lewat media sosial dan aplikasi starup. Menciptakan bibit siwalan hasil kultur jaringan berumur genjah dan pendek serta penggunaan peralatan yang lebih modern untuk efisiensi dan peningkatan produksi
Pertumbuhan dan Hasil Pakcoy (Brassica rapa L.) Pada Lama Fermentasi dan Dosis Bokashi Daun Lamtoro (Leucaena leucocephala L.) M. Aris Anggo Budi S; Sulistyawati Sulistyawati; M. Zainul Arifin
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 1, No 1 (2017): JULI 2017
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi dan dosis bokashi daun lomtoro yang tepat agar diperoleh pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy yang optimal. Penelitian dilaksanakan di desa Klampisrejo, kec. Kraton, kab. Pasuruan pada ketinggian 6,7 m dpl dengan rerata curah hujan 1600mm/tahun pada bulan Juni hingga September 2015.Penelitian disusun secara faktorial. Faktor pertama adalah lama fermentasi yaitu; 5 hari, 10 hari dan 15 hari serta faktor kedua adalah dosis bokashi yaitu; 10 ton ha-1, 15 ton ha-1 dan 20 ton ha-1 sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang masing-masing kombinasi diulang tiga kali.Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara perlakuan lama fermentasi dan pemberian dosis bokashi daun lamtoro pada semua parameter pengamatan. Produksi tertinggi terdapat pada perlakuan lama fermentasi 15 hari yaitu sebesar 17,20 ton.ha-1, diikuti lama fermentasi 10 hari sebesar 13,57 ton.ha-1 dan hasil terendah pada lama fermentasi 5 hari sebesar 9,80 ton.ha-1, sedangkan pada perlakuan dosis bokashi daun lamtoro, hasil tertinggi terdapat pada pemberian dosis bokashi 20 ton.ha-1 sebesar 15,67 ton.ha-1, diikuti pemberian dosis bokashi 15 ton.ha-1 sebesar 13,64 ton.ha-1 serta hasil terendah pada dosis bokashi 10 ton.ha-1 sebesar 11,25 ton.ha-1.
Kajian Limbah Lumpur dan Kompos Limbah Perkotaan Untuk Tanaman Sawi (brassica rapa var. Parachinensis) pada Sistem Urban Farming Haryanta, Dwi; Rudianto, Rudianto
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 6, No 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jamp.v6i2.75

Abstract

Tanah endapan/lumpur dan tumbuhan air enceng gondok sebagai hasil normalisasi fungsi selokan, sungai dan waduk serta meningkatnya jumlah sampah organik menjadi masalah besar di daerah perkotaan. Di sisi lain dalam pengembangan pertanian perkotaan masyarakat membeli tanah taman dan kompos yang didatangkan dari luar kota. Penelitian bertujuab untuk melakukan kajian pemanfaatan bahan-bahan limbah organik yang selama sebagai beban yang merugikan menjadi media tanam dalam pengembangan pertanian perkotaan. Penelitian menggunakan percobaan faktorial dengan perlakuan faktor pertama adalah asal tanah endapan/lumpur perairan terdiri dari endapan/lumpur dari sungai, dari waduk, selokan jalan raya dan tanah taman sebagai pembanding. Perlakuan faktor dua adalah konsentrasi (jumlah) kompos dari sampah organik perkotaan yang terdiri dari konsentrasi 10%, 20%, 30%, dan pembanding tanpa penambahan kompos. Hasil percobaan menunjukkan tidak ada interaksi antara perlakuan faktor pertama dan faktor kedua. Perlakuan asal tanah endapan/lumpur perairan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi, dan tanah endapan/lumpur dari selokan jalan raya merupakan media terbaik. Perlakuan penambahan kompos sampah organik perkotaan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi, dan konsentrasi 20% (v/v) merupakan perbandingan terbaik sebagai media tanam sawi. Tanah endapan/lumpur perairan dan kompos sampah organik perkotaan dapat dimanfaatkan sebagai media urban farming, sebagai pengganti tanah taman dan kompos yang selama ini didatangkan dari luar kota.
Respon Dua Varietas Bawang Merah (Allium Ascolonicum L.) Terhadap Pemberian Pupuk Organik Kascing dan Pupuk Anorganik Idi Afrili Adam; Mohamad Nasirudin; Yudhy Wardhani
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 3, No 2 (2019): DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang respon dua varietas bawang merah terhadap pemberian pupuk organik kascing dan pupuk anorganik, telah dilaksanakan mulai bulan Juni 2019 sampai Agustus 2019 pada musim kemarau di Desa Megaluh, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang dengan ketinggian ± 38 m di atas permukaan laut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui varietas yang paling respon terhadap pemberian pupuk organik kascing dan anorganik, untuk mengetahui efisiensi pemberian pupuk organik kascing dan anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah dan untuk mengetahui interaksi antara varietas tanaman bawang merah dengan pemberian pupuk organik kascing dan anorganik. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah varietas bawang merah yang terdiri dari dua varietas yaitu VF (varietas Filipina) dan VB (varietas Bauji), faktor kedua adalah pemberian pupuk organik kascing dan anorganik yang terdiri dari enam level yaitu P1 (100% Kascing dan 0% Anorganik), P2 (100% Kascing dan 25% Anorganik), P3 (100% Kascing dan 50% Anorganik), P4 (100% Kascing dan 75% Anorganik), P5 (100% Kascing dan 100% Anorganik), P6 (0% Kascing dan 100% Anorganik).Hasil penelitian menunjukkan bahwa Varietas Filipina memberikan respon yang lebih baik dari pada varietas Bauji terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, diameter umbi, bobot berangkasan basah dan bobot berangkasan kering. Perlakuan pemberian pupuk organik kascing dan anorganik berbeda tidak nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, diameter umbi, bobot berangkasan basah dan bobot berangkasan kering. Terdapat interaksi yang tidak nyata antara perlakuan varietas dengan pemberian pupuk organik kascing dan anorganik.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Caisim (Brassica juncea L.) pada Jenis dan Konsentrasi POC yang Berbeda Indra Nugraha; Selvy Isnaeni; Arrin Rosmala
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 5, No 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemupukan merupakan penambahan unsur-unsur hara dalam tanah yang dapat meningkatkan produksi kesuburan tanah dan mutu hasil tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis POC serta untuk mengetahui konsentrasi POC yang optimal terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman caisim (Brassica juncea L.).Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2020 – Desember 2020 di lahan Rusunawa Universitas Perjuangan Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Bahan yang diuji yaitu benih caisim. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 10 perlakuan dan 8 ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian jenis dan konsentrasi POC yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman caisim (Brassica juncea L.) berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman, berat segar, dan produktivitas sedangkan pada parameter lainnya tidak berpengaruh nyata. Konsentrasi POC yang optimal yaitu POC dedaunan dengan konsentrasi 1 ml/polybag yang memberikan tinggi tanaman 29,66 cm, POC dedaunan dengan konsentrasi 2 ml/polybag yang memberikan berat segar 128,75g, dan POC dedaunan dengan konsentrasi 2 ml/polybag yang memberikan produktivitas 14,3 ton/ha.
Pengaruh Kombinasi Urea dan Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Sawi Hijau (Brassica juncea L.) Tina Andriani; Retno Tri Purnamasari; Sri Hariningsih Pratiwi
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 2, No 2 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pemupukan urea dan pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau. Penelitian dilaksanakan dilahan sawah di Desa Kedawung Kulon, Kec. Grati, Kab. Pasuruan pada ketinggian ± 4 m dpl. Jenis tanah adalah alluvial dengan curah hujan 20 mm/bulan serta suhu 24-32ºC dengan kelembaban 60-80 %. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Agustus-Oktober 2018. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok non faktorial yang terdiri dari kombinasi pemupukan urea dan POC. Kombinasi perlakuan yaitu : P1 : Urea 100 kg ha-1 + POC 5 ml L-1, P 2 : Urea 100 kg ha-1 + POC 10 ml L-1, P3 : Urea 100 kg ha -1 + POC 15 ml L-1, P4 : Urea 150 kg ha -1 + POC 5 ml L-1, P5 : Urea 150 kg ha-1 + POC 10 ml L-1 dan P6 : Urea 150 kg ha-1 + POC 15 ml L-1. Masing-masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak empat kali.Hasil penelitian menunjukkan kombinasi pupuk urea dan pupuk organik cair dengan dosis urea 150 kg ha-1 + POC 15 ml L-1 mampu memberikan pertumbuhan dan hasil yang lebih baik pada semua parameter pengamatan. Hasil sawi pada perlakuan kombinasi pupuk urea 150 kg ha-1 + POC 15 ml L-1 memberikan hasil lebih tinggi sebesar 12,68 ton ha-1. Hasil yang lebih rendah terdapat pada kombinasi pupuk urea 100 kg ha-1 + POC 5 ml L-1 sebesar 10,22 ton ha-1.