cover
Contact Name
Fajar Hidayanto
Contact Email
fajarhidayanto94@gmail.com
Phone
+6285745886288
Journal Mail Official
jamp@unmerpas.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Merdeka Pasuruan Jl. Ir. H. Juanda No.68, Tapaan, Kec. Bugul Kidul, Kota Pasuruan, Jawa Timur 67129
Location
Kab. pasuruan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan
ISSN : 2581043X     EISSN : 25978683     DOI : http://dx.doi.org/10.51213/jamp.v6i1
This journal publish articles is a scientific journal that can contain scientific writings related to research in the field of Agrotechnology and Agricultural Science which includes the fields of genetics, plant breeding, seed technology, pests, weeds and diseases, cultivation of crops, plant biotechnology, plant microbiology, plant breeding, post harvest-handling, hydroponics system, soil science, soil fertility, evaluation and suitability of agricultural land
Articles 88 Documents
Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor, L.) Dengan Berbagai Jenis Pupuk Kandang Sasi Pestarini; Sri Ustanti Wahyuningsih; Sri Hariningsih Pratiwi
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 1, No 1 (2017): JULI 2017
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sorgum merupakan tanaman serealia yang potensial untuk dibudidayakan dan dikembangkan, khususnya pada daerah-daerah marginal dan kering di Indonesia. Sorgum merupakan salah satu komoditi yang diharapkan menjadi bahan pangan alternatif untuk mengurangi kebutuhan beras nasional. Produksi sorgum di Indonesia masih sangat rendah, bahkan secara umum produk sorgum belum banyak tersedia di pasar sehingga upaya untuk meningkatkan produksi sorgum perlu dikembangkan salah satunya dengan pemberian jenis pupuk kandang yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pupuk kandang yang tepat agar diperoleh pertumbuhan dan hasil tanaman sorgum yang optimal. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Desa Kawisrejo, Kec. Rejoso Kab. Pasuruan dengan ketinggian ± 4 m dpl dengan pH tanah ± 6 – 6,5 pada bulan Juli – Oktober 2013.Penelitian terdiri dari empat perlakuan yaitu pupuk an-organik dengan dosis sesuai rekomendasi (kontrol) (P0), pupuk kandang ayam dengan dosis 10 ton ha-1 (P1), pupuk kandang kambing dengan dosis 10 ton ha-1 (P2) dan pupuk kandang sapi dengan dosis 10 ton ha-1 (P3) yang disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan masing – masing diulang enam kali.Hasil penelitian menunjukkan produksi sorgum tertinggi terdapat pada perlakuan pemberian pupuk kandang ayam dengan hasil sebesar 2,83 ton.ha-1, diikuti pemupukan kandang sapi sebesar 2,79 ton.ha-1, pemupukan kandang kambing dengan hasil sebesar 2,65 ton.ha-1 dan hasil terendah pada tanaman kontrol tanpa pupuk kandang sebesar 2,50 ton.ha-1.
Respon Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays L. Saccharata Sturt.) Terhadap Pemberian Pupuk Nitrogen Dan Pemangkasan Daun Bagian Bawah Aliansyah, Amir Fahmi; Pratiwi, Sri Hariningsih; Sulistyawati, Sulistyawati
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 6, No 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jamp.v6i2.77

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pemberian pupuk N dan jumlah pemangkasan daun bagian bawah yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian dilaksanakan di Desa Mulyorejo, Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan dengan ketinggian 12,5 m dpl, pada bulan Februari April 2021. Tanah yang digunakan memiliki pH 5,8 dengan kandungan C-Organik 1,4 %, N 0,01 %, P2O5 78,5 ppm, dan K2O 391 ppm. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) empat perlakuan dan enam ulangan, dengan perlakuan sebagai berikut : P1 : Urea 200 kg ha?? + 3 helai daun P2 : Urea 200 kg ha?? + 4 helai daun P3 : Urea 300 kg ha?? + 3 helai daun P4 : Urea 300 kg ha?? + 4 helai daun. Data yang diperoleh dari penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam (uji F), apabila terdapat pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji BNT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk N (urea) dan pemangkasan daun bagian bawah memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Pemberian pupuk N 300 kg ha-1 dan pemangkasan daun bagian bawah 3 helai memberikan bobot tongkol tertinggi 16,39 ton ha -1 diikuti dengan perlakuan pemberian pupuk N 300 kg ha-1 dan pemangkasan daun bagian bawah 4 helai menghasilkan bobot tongkol 15,46 ton ha-1 dan pada perlakuan pemberian pupuk N 200 kg ha-1 dan pemangkasan daun bagian bawah 4 helai menghasilkan bobot tongkol 14,51 ton ha-1 dan hasil terendah pada perlakuan pemberian pupuk N 200 kg ha-1 dan pemangkasan daun bagian bawah 3 helai menghasilkan bobot tongkol 13,33 ton ha-1.
Pengaruh Herbisida dan Penyiangan Pada Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.) Varietas Bululawang Fany Yustian Kristiyanto; Anggi Indah Yuliana; Yudhy Wardhani
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 3, No 2 (2019): DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tebu merupakan tanaman yang banyak dibudidayakan di Indonesia baik diusahakan oleh perkebunan rakyat maupun perkebunan besar. Tebu ditanam sebagai penghasil gula yang dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan kalori, bahan pengawet, industri, bahan farmasi, dan juga menambah cita rasa. Gula pasir dikonsumsi secara langsung oleh masyarakat, juga digunakan sebagai bahan baku industri pengolahan makanan dan minuman. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan herbisida Amexone 500 SC dan penyiangan gulma pada pertumbuhan vegetatif tanaman tebu varietas bululawang di Kebun Bibit Daerah Mlaten, Desa Sukosari, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan pada ketinggian 49 m dpl pada Oktober 2017 sampai Januari 2018. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari sembilan perlakuan dan diulang tiga kali. Perlakuan yang diuji yaitu P0: tanpa pengendalian gulma; P1: penyiangan secara manual dilakukan setiap 2 minggu sekali (bebas gulma); P2: penyiangan secara manual dilakukan 4 minggu setelah tanam (MST) dan 8 MST; P3: penyiangan secara kimia dengan dosis 1,0 l ha-1 dilakukan 4 MST; P4: penyiangan secara kimia dengan dosis 1,5 l ha-1 dilakukan 4 MST; P 5: penyiangan secara kimia dengan dosis 1,0 l ha-1 dilakukan 8 MST; P6: penyiangan secara kimia dengan dosis 1,5 l ha-1 dilakukan 8 MST; P7: penyiangan secara kimia dengan dosis 1,0 l ha-1 dilakukan 4 MST dan 8 MST; P8: penyiangan secara kimia dengan dosis 1,5 l ha-1 dilakukan 4 MST dan 8 MST.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P1 (penyiangan secara manual dilakukan setiap 2 minggu sekali/bebas gulma) menghasilkan jumlah anakan, tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah daun tertinggi pada 12 minggu setelah tanam (MST). Pengendalian gulma di tanaman tebu dengan perlakuan penyiangan secara manual dilakukan setiap 2 minggu sekali mampu meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman tebu varietas bululawang dibandingkan perlakuan yang lain.
Identifikasi Gulma Cabai (Capsicum frutescens) dan Terong (Solanum melongena L.) di Lahan Pertanian Nia Agus Lestari; Chitra Dewi Yulia Christie
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 5, No 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah sebuah negara agraris, mayoritas penduduknya banyak yang bekerja sebagai petani dan komoditas pertaniannya sangat beragam. Komoditas tersebut diantaranya terdapat tanaman pangan dan hortikultura. Hortikultura sendiri memiliki banyak jenisnya yakni tanaman sayur, buah, bunga dan obat-obatan. Salah satu jenis dari hortikultura yang banyak ditanam dan diminati oleh petani ialah tanaman cabai (Capsicum frutescens) dan terong (Solanum melongena L.), hanya saja dalam proses budidayanya petani seringkali mengalami banyak kendala, diantara kendala tersebut ialah gulma. Kehadiran gulma atau tumbuhan liar dapat menjadi kompetitor pada tanaman yang dibudidayakan petani.Identifikasi dan pengenalan terhadap jenis gulma menjadi penting sebagai langkah awal pengendalian gulma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis gulma di lahan pertanian desa Kawedusan kecamatan Plosoklaten kabupaten Kediri. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif yang dilaksanakan dengan jalan melakukan penjelajahan secara bebas di lahan pertanian yang terletak di desa Kawedusan, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri yang telah ditanami komoditas hortikultura yakni tanaman cabai dan terong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tanaman cabai terdapat 11 jenis gulma dari 8 famili berbeda dan dari tanaman terong terdapat 10 jenis gulma dari 8 famili berbeda.
Efek Pemangkasan Pucuk Bibit dan Dosis Nitrogen Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Cabai Merah Keriting (Capsicum annum L.) Ade Irma Yuda; Retno Tri Purnamasari; Sri Hariningsih Pratiwi
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 2, No 2 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemangkasan pucuk bibit dan dosis nitrogen terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai merah keriting. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Februari - Agustus 2018 di lahan sawah Desa Gondang Wetan Kec. Gondang Wetan Kab. Pasuruan pada ketinggian tempat ± 5 mdpl. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan yang masing-masing diulang enam kali. Perlakuan yang diuji adalah pemangkasan pucuk bibit yang dikombinasikan dengan berbagai dosis unsur hara nitrogen (ZA), dengan empat level yaitu: Po= tanpa pemangkasan + ZA 800 kg ha-¹ (kontrol), P1= Pemangkasan + ZA 700 kg ha-¹, P2= Pemangkasan + ZA 800 kg ha-¹ dan P3= Pemangkasan + ZA 900 kg ha-¹.Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pemangkasan pucuk bibit yang dikombinasikan dengan pemupukan nitrogen berupa pupuk ZA berpengaruh nyata pada komponen pertumbuhan dan hasil. Hasil bobot segar buah hektar-1 yang lebih tinggi terdapat pada perlakuan pangkas+ZA 800 kg ha-1 yaitu sebesar 13,45 ton ha-1, diikuti oleh perlakuan pangkas+ZA 700 kg ha-1 sebesar 12,81 ton ha-1, perlakuan pangkas+ZA 900 kg ha-1 sebesar 12,06 ton ha- 1 dan perlakuan tanpa pangkas+ZA 800 kg ha-1 menghasilkan bobot segar buah sebesar 11,33 ton ha-1.
Pengaruh Penggunaan Mesin Akselerator Terhadap Perkecambahan Benih Terung (Solanum melongena L.) Varietas F1 HITAVI Shitta Fauzatul Ulum
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 4, No 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan mesin akselerator terhadap perkecambahan benih terung Varietas F1 Hitavi. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL). Dengan empat perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan tersebut terdiri dari adalah pemeraman di dalam mesin akselerator perkecambahan, perlakuan A jangka waktu pemeraman 24 jam, perlakuan B selama 48 jam, perlakuan C selama 72 jam dan perlakuan D selama 96 jam dan perlakuan sampai dengan E selama 120 jam di dalam suhu ruang. Jumlah bahan tanam yang digunakan sebanyak 5 x 100 = 500 benih.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tidak ada perbedaan pertumbuhan dalam penggunaan mesin akselerator perkecambahan terhadap percepatan perkecambahan terung. Pengaruh penggunaan mesin akselerator belum mampu meningkatkan perkecambahan pada perkecambahan terung.
Pengaruh Lama Fermentasi Serbuk Gergaji dan Limbah Baglog Jamur Sebagai Campuran Media Tanam Pada Pertumbuhan dan Hasil Kubis (Brassica oleraceae var. Capitata L.) Amin Machfirdaus K.W; Sulistyawati Sulistyawati; Sri Hariningsih Pratiwi
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 1, No 2 (2017): DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi serbuk gergaji dan limbah baglog jamur sebagai campuran media tanam pada pertumbuhan dan hasil kubis. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Gading Rejo Kec. Gadingrejo, Kota Pasuruan pada ketinggian tempat ± 4 m dpl pada bulan April- Agustus 2015 dengan jenis tanah aluavial/ liat berpasir dan rata-rata curah hujan 1.337 mm tahun-1.Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan lima perlakuan media yang diujikan terdiri dari; M1: tanah, M2: tanah (1) + pasir (1) + limbah baglog Fer. 10 hari (2) , M3: tanah (1) + pasir (1) + limbah baglog Fer. 14 hari (2), M4: tanah (1) + pasir (1) + serbuk gergaji Fer. 10 hari (2), M5: tanah (1) + pasir (1) + serbuk gergaji Fer. 14 hari (2) dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak lima kali.Hasil penelitian menunjukkan perlakuan media limbah baglog dengan lama fermentasi 14 hari menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman kubis yang lebih tinggi dan tidak berbeda dengan media tanah saja. Media limbah baglog jamur dengan lama fermentasi 14 hari memiliki bobot krop lebih tinggi yaitu sebesar 0,56 kg tanaman-1, media tanah memiliki bobot krop 0,54 kg tanaman-1. Media limbah baglog jamur dengan lama fermentasi 10 hari memiliki bobot krop sebesar 0,44 kg tanaman-1, media serbuk gergaji dengan lama fermentasi 14 hari memiliki bobot krop 0,40 kg tanaman-1 dan media serbuk gergaji dengan fermentasi 10 hari memiliki bobot krop yang lebih rendah yaitu sebesar 0,39 kg tanaman-1.
Pengaruh Perbedaan Varietas dan Dosis Pupuk Kalium pada Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) Margi Agung; Sulistyawati Sulistyawati; Retno Tri Purnamasari
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 4, No 1 (2020): JUNI 2020
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian telah dilaksanakan di Desa Sumbersuko, Kec. Gempol, Kab. Pasuruan, ketinggian tempat 200 mdpl dengan suhu harian rata-rata 22-25ºC, bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk kalium pada dua varietas ubi jalar. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok dengan delapan perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan merupakan kombinasi dari varietas Sari dan Cilembu dengan dosis pupuk KCl, sebagai berikut: P1: Varietas Sari+KCl 80 kg ha-1, P2: Varietas Sari+KCl 120 kg ha-1, P 3: Varietas Sari+KCl 160 kg ha-1, P4: Varietas Sari+KCl 160 kg ha-1, P5: Varietas Cilembu+KCl 80 kg ha-1, P6: Varietas Cilembu+KCl 120 kg ha-1, P7: Varietas Cilembu+KCl 160 kg ha-1 dan P8: Varietas Cilembu+KCl 160 kg ha-1.Parameter pengamatan meliputi panjang sulur, jumlah daun, luas daun, panjang umbi, diameter umbi, jumlah umbi tanaman-1, bobot umbi tanaman-1 dan bobot umbi ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kalium berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi ubi jalar, baik varietas Sari maupun Cilembu. Perlakuan P4 (Varietas Sari + KCl 160   kg ha-1) menghasilkan panjang sulur, jumlah daun tanaman-1, luas daun, panjang umbi, diameter umbi, jumlah umbi tanaman-1, bobot umbi tanaman-1 dan bobot umbi ha-1 terbaik.
Aplikasi Pupuk Organik Cair Dari Limbah Organik Perkotaan Pada Tanaman Melon (Cucumis melo L) Haryanta, Dwi; Weni, Novita Dwi
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 7, No 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jamp.v7i1.82

Abstract

Produk buah melon organik yang dihasilkan dari sistem pertanian perkotaan mandiri akan berkontribusi pada terwujudnya keamanan pangan bagi masyarakat perkotaan. Penelitian bertujuan mempelajari penggunaan pupuk organik cair (POC) yang berasal dari limbah organik perkotaan dalam budidaya melon dengan sistem urban farming.Penelitian menggunakan percobaan faktorial, dengan perlakuan faktor satu adalah jenis bahan baku yaitu P0 : kontrol, P1 : POC dari limbah sayuran; P2 : POC dari limbah buah; P3 : POC dari limbah kecambah; P4 : POC dari ampas tebu; P5 : POC dari limbah ikan lele; P6 : POC dari limbah darah sapi, dan P7 : POC dari campuran bahan 1 s/d 6; sedangkan perlakuan factor II adalah kosentrasi POC terdiri 3 level yaitu: K1: 0,3 % = 3 ml/liter larutan; K2: 0,6 % = 6 ml/liter larutan; dan K3: 0,9 % = 9 ml/liter larutan. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada interaksi antara perlakuan jenis bahan baku POC dengan perlakuan konsentrasi POC pada semua variabel pertumbuhan dan hasil melon. Perlakuan faktor tunggal jenis bahan baku POC tidak berpengaruh nyata terhadap semua variabel , demikian juga perlakuan konsentrasi POC tidak berpengaruh nyata terhadap semua variabel percobaan. Secara nominal angka terlihat bahwa tanaman yang diberi POC lebih bagus dibandingkan dengan kontrol. Percobaan dengan tanaman melon perlu disiapkan lebih cermat lagi, khususnya dalam mengantisipasi variabilitas sifat dasar tanaman dan pengaruh faktor lingkungan. Penelitian aplikasi POC pada tanaman melon kisaran konsentrasi perlu diperlebar mulai konsentrasi 1% sampai dengan 25%.
Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Selada Hijau (Lactuca sativa L.) Terhadap Pemberian Pupuk Organik Kascing Prayoga, Yogi; Pratiwi, Sri Hariningsih; Sulistyawati, Sulistyawati
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 6, No 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jamp.v6i1.73

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan dosis pupuk kascing yang tepat agar mendapatkan pertumbuhan dan hasil tanaman selada keriting hijau (Lactuca Sativa) yang tinggi. Penelitian ini dilaksanakan di lahan sawah di Kelurahan Purutrejo Kec. Purworejo Kota Pasuruan pada bulan April Juli 2021. Penelitian disusun menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor, yang terdiri atas empat perlakuan dan enam ulangan yaitu P0 = (0 ton.ha-1), P1 = Dosis pupuk kascing 4,5 ton.ha-1, P2 = Dosis pupuk kascing 5,5 ton.ha-1, P3 = Dosis pupuk kascing 6,5 ton.ha-1. Data yang diperoleh dari penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis ragam, apabila terdapat pengaruh nyata, maka dilanjut dengan uji BNT 5%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan pemberian dosis pupuk kascing berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada keriting hijau. Peningkatan dosis pupuk kascing memberikan hasil meningkat pada komponen pertumbuhan, analisis pertumbuhan dan komponen hasil. Pemberian dosis pupuk kascing 6,5 ton.ha-1 menghasilkan bobot segar hektar-1 tertinggi sebesar 25,98 ton, diikuti dosis pupuk kascing 5,5 ton.ha-1 sebesar 35,57 ton, dosis pupuk kascing 4,5 ton.ha-1 sebesar 31,67 ton.ha-1 dan terendah pada 0 ton.ha-1 (kontrol) sebesar 24,19 ton.ha-1.