JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Merupakan platform publikasi jurnal Karya suatu hasil penelitian orisinil atau tinjauan Pustaka yang ditulis oleh mahasiswa. Ruang lingkup karya yang diterbitkan mencakup Multidisiplin Ilmu diantaranya yaitu: Ilmu Sosial Humaniora, Pertanian, Kesehatan, Peternakan, perikanan, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Teknik Elektro dan Informatika, Desain Komunikasi Visual, Sistem Informasi, Ilmu Komunikasi, Agama, Teologi, Keperawatan, Kebidanan, Pengabdian, EBisnis, Komputer Akuntansi, Bahasa, Sastra, Seni, Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis. Ekonomi: Ekonomi Publik, Ekonomi Internasional, Perbankan dan Lembaga Keuangan Ekonomi Pembangunan, Ekonomi Moneter, Ekonomi Keuangan. Manajemen bisnis dan perbankan: Manajemen keuangan dan kekayaan, Pemasaran, Manajemen Sumber Daya Manusia, Manajemen Strategis, Operasi, Kewirausahaan, Etika Perbankan, Operasi dan Manajemen Perbankan. Akuntansi: Akuntansi Sektor Publik, Perpajakan, Akuntansi Keuangan, Akuntansi Manajemen, Auditing, dan Sistem Informasi Akuntansi Jurnal ini terbit 1 tahun 6 kali (Februari, April, Juni, Agustus, Oktober, Desember)
Articles
730 Documents
Peran Strategis Pengawas Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Berdasarkan PermenPANRB Nomor 7 Tahun 2026
Kuswahyuningsih Kuswahyuningsih;
Imronah Imronah;
Piryati Piryati;
Sirojul Huda;
A Subkhan Ali;
Purwito Tomo
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 4 (2026): Agustus
Publisher : Kampus Akademik Publiser
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61722/jipm.v4i4.2850
Penelitian ini bertujuan menganalisis peran strategis pengawas sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan berdasarkan PermenPANRB Nomor 7 Tahun 2026. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara guru, observasi, dan studi dokumen pada enam madrasah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran strategis pengawas sekolah tampak melalui supervisi akademik dan supervisi manajerial. Supervisi akademik membantu guru menata perangkat ajar, memilih strategi pembelajaran, menggunakan asesmen, dan mengevaluasi proses belajar sesuai kebutuhan peserta didik. Supervisi manajerial membantu madrasah menggunakan data, mengevaluasi program, dan menyusun tindak lanjut peningkatan mutu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengawas sekolah memiliki peran penting dalam menghubungkan kebijakan, mutu pembelajaran, dan tata kelola pendidikan secara terarah dan berkelanjutan
Kepemimpinan Pengawas Sekolah dalam Mengimplementasikan PermenPANRB Nomor 7 Tahun 2026 untuk Meningkatkan Mutu Satuan Pendidikan
Edi Sutopo;
Suranto Suranto;
Joni Setiyawan;
Siti Mafrukhah;
Slamet Fatkhuri;
Nurhakimah Siwi Handayani
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 4 (2026): Agustus
Publisher : Kampus Akademik Publiser
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61722/jipm.v4i4.2851
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepemimpinan pengawas sekolah dalam mengimplementasikan PermenPANRB Nomor 7 Tahun 2026 untuk meningkatkan mutu satuan pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi dan wawancara semiterstruktur. Penelitian dilakukan dengan melibatkan konteks enam satuan pendidikan, yaitu MTs Negeri 1 Grobogan, MTs Negeri 2 Boyolali, MTs Negeri 8 Kebumen, MTs Negeri 4 Magelang, MTs Mambaul Ma’arif Belik Pemalang, dan MTs Muhammadiyah Pontren Imam Syuhodo Sukoharjo. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan pengawas sekolah berperan sebagai penghubung antara PermenPANRB Nomor 7 Tahun 2026 dan praktik peningkatan mutu madrasah. Peran tersebut tampak melalui pemetaan kebutuhan madrasah, komunikasi kebijakan, dan penyusunan program pengawasan berbasis data. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pengawasan kolaboratif menjadi strategi penting dalam implementasi regulasi. Strategi tersebut dilakukan melalui supervisi reflektif, tindak lanjut bertahap, dan pendampingan sesuai konteks madrasah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi PermenPANRB Nomor 7 Tahun 2026 dapat mendukung peningkatan mutu satuan pendidikan apabila pengawas sekolah mampu mengintegrasikan regulasi, data, supervisi, refleksi, tindak lanjut, dan kolaborasi dalam satu alur kerja pengawasan mutu yang terarah dan berkelanjutan
Strategi Implementasi PermenPANRB Nomor 7 Tahun 2026 untuk Meningkatkan Efektivitas Pengawasan Akademik dan Manajerial
Agus Triyadi;
Siti Nurhidayati;
Kuntoro Kuntoro;
Mudofir Mudofir;
Supriyati Supriyati;
Munaseh Munaseh
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 4 (2026): Agustus
Publisher : Kampus Akademik Publiser
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61722/jipm.v4i4.2852
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi PermenPANRB Nomor 7 Tahun 2026 dalam penguatan peran pengawas sekolah sebagai penjamin mutu pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di MI Hidayatul Mubtadiin Harjosari Kidul Adiwerna Tegal, MI Raudlatul Muta’alimin Lemahduwur Adiwerna Tegal, MIS Al Falah Brebes, MIN 6 Brebes, MI Miftahul Afkar Bumiayu Brebes dan MI Al Hidayah Pulogading Brebes. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PermenPANRB Nomor 7 Tahun 2026 dilaksanakan melalui penyusunan program kepengawasan sesuai kebutuhan satuan pendidikan, pelaksanaan supervisi akademik dan manajerial, pendampingan implementasi kurikulum, pembinaan guru dalam komunitas belajar, serta evaluasi program peningkatan mutu berbasis data. Kebijakan ini memperkuat peran pengawas sekolah sebagai pembina profesional, fasilitator refleksi, dan mitra strategis kepala madrasah serta guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Faktor pendukung implementasi meliputi komitmen kepala madrasah, partisipasi aktif guru, budaya mutu sekolah, dan koordinasi yang baik antara pengawas dengan warga madrasah. Adapun kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan waktu supervisi, tingginya beban kerja pengawas, banyaknya satuan pendidikan binaan, perbedaan karakteristik sekolah, serta keterbatasan sarana pendukung berbasis teknologi dan data.
Paradigma Baru Pengawasan Pendidikan Berdasarkan PermenPANRB Nomor 7 Tahun 2026
Ahmad Munir Effendi;
Narwati Narwati;
Yuniyati Yuniyati;
Hasmi Fidiyarti;
Jaenudin Jaenudin;
Siswogo Siswogo
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 4 (2026): Agustus
Publisher : Kampus Akademik Publiser
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61722/jipm.v4i4.2853
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepemimpinan pengawas sekolah dalam mengimplementasikan PermenPANRB Nomor 7 Tahun 2026 untuk meningkatkan mutu satuan pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi dan wawancara semiterstruktur. Penelitian dilakukan dengan melibatkan konteks enam satuan pendidikan, yaitu MTs Negeri 1 Grobogan, MTs Negeri 2 Boyolali, MTs Negeri 8 Kebumen, MTs Negeri 4 Magelang, MTs Mambaul Ma’arif Belik Pemalang, dan MTs Muhammadiyah Blimbing Sukoharjo. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan pengawas sekolah berperan sebagai penghubung antara PermenPANRB Nomor 7 Tahun 2026 dan praktik peningkatan mutu madrasah. Peran tersebut tampak melalui pemetaan kebutuhan madrasah, komunikasi kebijakan, dan penyusunan program pengawasan berbasis data. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pengawasan kolaboratif menjadi strategi penting dalam implementasi regulasi. Strategi tersebut dilakukan melalui supervisi reflektif, tindak lanjut bertahap, dan pendampingan sesuai konteks madrasah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi PermenPANRB Nomor 7 Tahun 2026 dapat mendukung peningkatan mutu satuan pendidikan apabila pengawas sekolah mampu mengintegrasikan regulasi, data, supervisi, refleksi, tindak lanjut, dan kolaborasi dalam satu alur kerja pengawasan mutu yang terarah dan berkelanjutan
INTEGRASI METODE TAFSIR TEMATIK DAN PEMAHAMAN HADIS DALAM MENJAWAB PROBLEMATIKA PENDIDIKAN ISLAM KONTEMPORER
Efa Amallia;
Cahyo Tri Atmojo
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 4 (2026): Agustus
Publisher : Kampus Akademik Publiser
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61722/jipm.v4i4.2854
Pendidikan Islam kontemporer menghadapi berbagai tantangan yang berasal dari perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, globalisasi, serta perubahan sosial budaya. Kondisi tersebut menuntut adanya pendekatan yang mampu menjadikan ajaran Islam tetap relevan terhadap dinamika zaman. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi metode tafsir tematik (tafsir maudhu'i) dan pemahaman hadis sebagai pendekatan dalam menjawab problematika pendidikan Islam kontemporer. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari Al-Qur'an, hadis, kitab tafsir, kitab syarah hadis, dan berbagai literatur akademik mengenai pendidikan Islam. Analisis dilakukan melalui reduksi data, kategorisasi tema, interpretasi, dan sintesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi tafsir tematik dan pemahaman hadis menghasilkan kerangka pendidikan Islam yang lebih komprehensif karena menghubungkan nilainilai Al-Qur'an dengan implementasi praktis yang dicontohkan Nabi Muhammad saw. Pendekatan ini mampu memberikan solusi terhadap persoalan pendidikan karakter, literasi digital, moderasi beragama, profesionalisme pendidik, serta penguatan akhlak peserta didik. Dengan demikian, integrasi kedua pendekatan tersebut menjadi model pengembangan pendidikan Islam yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa mengabaikan prinsip-prinsip syariat.
Kajian Literatur Perencanaan dan Implementasi Jaringan FTTH Berbasis GPON pada Daerah Belum Terjangkau Infrastruktur Telekomunikasi
Alfhadila Alfhadila;
Yulindon Yulindon
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 4 (2026): Agustus
Publisher : Kampus Akademik Publiser
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61722/jipm.v4i4.2856
Pemerataan akses layanan broadband merupakan salah satu tantangan utama dalam pengembangan infrastruktur telekomunikasi, khususnya pada daerah yang belum terjangkau jaringan komunikasi. Teknologi Fiber to the Home (FTTH) berbasis Gigabit Passive Optical Network (GPON) telah berkembang sebagai solusi jaringan akses yang mampu menyediakan kapasitas transmisi tinggi, efisiensi penggunaan infrastruktur, serta kualitas layanan yang memenuhi kebutuhan komunikasi modern. Meskipun demikian, implementasi teknologi tersebut pada wilayah yang belum terlayani masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan infrastruktur pendukung, kondisi geografis, rendahnya kepadatan pelanggan, dan tingginya biaya pembangunan jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan penelitian mengenai perencanaan dan implementasi jaringan FTTH berbasis GPON serta mengidentifikasi kecenderungan penelitian, kesenjangan penelitian, dan peluang pengembangan implementasi jaringan pada daerah yang belum terjangkau infrastruktur telekomunikasi. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan tahapan identifikasi, seleksi, ekstraksi data, analisis, dan sintesis terhadap artikel ilmiah yang dipublikasikan pada periode 2020–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa penelitian terdahulu didominasi oleh pembahasan mengenai perancangan jaringan, evaluasi parameter teknis, seperti link power budget, rise time budget, dan redaman, serta implementasi jaringan pada wilayah yang telah memiliki infrastruktur telekomunikasi dasar. Sebaliknya, penelitian yang secara khusus mengkaji strategi perencanaan dan implementasi FTTH berbasis GPON pada daerah yang belum terjangkau infrastruktur telekomunikasi masih relatif terbatas. Kajian ini memberikan kontribusi melalui sintesis komprehensif terhadap penelitian terdahulu serta identifikasi aspek-aspek yang perlu dipertimbangkan dalam pengembangan jaringan FTTH berbasis GPON pada wilayah underserved, sehingga dapat menjadi referensi bagi penelitian lanjutan maupun perumusan strategi pembangunan jaringan broadband yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Analisis Kelayakan Perancangan Jaringan FTTH Menggunakan Teknologi GPON
Mutiara Muthmainnah Nasution;
Yulindon Yulindon
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 4 (2026): Agustus
Publisher : Kampus Akademik Publiser
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61722/jipm.v4i4.2877
Meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan internet berkecepatan tinggi mendorong penyedia layanan telekomunikasi untuk mengembangkan jaringan akses yang andal dan berkapasitas besar. Fiber to the Home (FTTH) berbasis Gigabit Passive Optical Network (GPON) merupakan salah satu teknologi yang banyak diterapkan karena mampu menyediakan layanan broadband dengan pemanfaatan infrastruktur yang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan perancangan jaringan FTTH menggunakan teknologi GPON berdasarkan parameter Link Power Budget (LPB) dan Rise Time Budget (RTB). Penelitian dilakukan melalui studi literatur, perancangan jaringan, perhitungan parameter, serta evaluasi performansi berdasarkan standar ITU-T G.984. Hasil analisis menunjukkan bahwa rancangan jaringan FTTH memenuhi persyaratan teknis dari sisi redaman optik maupun kualitas transmisi sinyal. Nilai Link Power Budget masih berada di bawah batas redaman maksimum yang diizinkan, sedangkan Rise Time Budget memenuhi batas waktu naik sinyal yang dipersyaratkan sehingga jaringan dinyatakan layak untuk mendukung layanan broadband. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis LPB dan RTB merupakan tahapan penting dalam mengevaluasi kualitas rancangan jaringan FTTH berbasis GPON sebelum diimplementasikan. Kata kunci: Fiber to the Home, Gigabit Passive Optical Network, Link Power Budget, Rise Time Budget, Serat Optik.
ANALISIS KELAYAKAN BISNIS DITINJAU DARI ASPEK PEMASARAN DAN KEUANGAN PADA WARKOP LUXFERRELOUNGE
Ali Safran Pasaribu;
M Ziqhri Anhar Nasution
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 4 (2026): Agustus
Publisher : Kampus Akademik Publiser
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61722/jipm.v4i4.2878
This study aims to qualitatively analyze the business viability of Warkop Luxferrelounge, specifically focusing on its operational financial management framework and marketing strategy implementation to mitigate the risk of structural failure. A descriptive qualitative approach utilizing a single case study method was employed. Data were collected through in-depth interviews and passive participant observation involving the owner, employees, and customers; validity was verified via triangulation, and analysis was conducted using the Miles and Huberman interactive model. The results indicate that the business is viable from a marketing perspective, achieved by implementing an inclusive hybrid concept and relying on organic marketing strategies driven by Electronic Word-of-Mouth (e-WOM) rather than incurring heavy paid promotion costs. Financially, the business demonstrates positive viability and resilience through disciplined governance, including the strict separation of business and personal accounts, Standard Operating Procedures (SOPs) for daily cash reconciliation, and projections for daily raw material procurement to prevent waste. In conclusion, Warkop Luxferrelounge is a highly viable MSME entity that exhibits strong resilience amidst market saturation. The study demonstrates that the sustainability of culinary MSMEs in the modern era does not necessarily depend on massive promotional budgets but rather hinges on accurately targeting market niches, maintaining cash flow transparency, and upholding managerial discipline.
Analisis Pengaruh Rekonfigurasi Antena terhadap Cross-Feeder pada Jaringan LTE
Dinda Kurnia Illahi;
Yulindon Yulindon
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 5 (2026): Oktober
Publisher : Kampus Akademik Publiser
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61722/jipm.v4i5.2766
Kualitas layanan pada jaringan seluler sangat dipengaruhi oleh konfigurasi perangkat jaringan dan kestabilan perpindahan koneksi pengguna antar sel. Salah satu permasalahan yang dapat terjadi di lapangan adalah kesalahan instalasi antena yang menyebabkan arah pancaran sinyal tidak sesuai dengan perencanaan jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rekonfigurasi antena dalam menangani permasalahan cross-feeder pada site JKB733M41 Tegalgarden-PTI. Metode penelitian dilakukan melalui pengamatan kondisi jaringan, proses rekonfigurasi antena, serta analisis data performa jaringan sebelum dan sesudah perbaikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa setelah dilakukan rekonfigurasi antena terjadi peningkatan kualitas jaringan. Nilai throughput kategori sangat baik meningkat dari 84,98% menjadi 92,38%, sedangkan kategori throughput buruk menurun dari 4,55% menjadi 3,10% atau berkurang sebesar 1,45%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa rekonfigurasi antena mampu memperbaiki performa jaringan dan meningkatkan kualitas layanan yang diterima pengguna.
Analisis Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar
Liana Liana;
Adi Putra Suramana Gurusinga;
Putri Dwi Grace Cecilia Damanik;
Shinta Pratiwi Cibro;
Indra Yeremia Lubis;
Rodo Amantuah Sitanggang;
Marta Angelina S. Telaumbanua
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 5 (2026): Oktober
Publisher : Kampus Akademik Publiser
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61722/jipm.v4i5.2922
This study aims to analyze and compare Indonesian language learning in the 2013 Curriculum and the Merdeka Curriculum at the elementary school level. The research employed a library research method with a qualitative descriptive approach. The data sources consisted of official government documents, the Regulation of the Minister of Education and Culture Number 37 of 2018 concerning Core Competencies and Basic Competencies, the Merdeka Curriculum Learning Outcomes document, as well as relevant books and scientific journal articles. Data were collected through documentation studies of various literature sources. The focus of the study included the comparison of learning objectives, curriculum structure, learning approaches, the roles of teachers and students, and assessment systems in both curricula. The data were analyzed using descriptive comparative analysis through the stages of data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that the 2013 Curriculum implements text-based learning with a structure of Core Competencies and Basic Competencies organized by grade and semester, whereas the Merdeka Curriculum adopts phase-based Learning Outcomes that are more flexible, student-centered, and provide teachers with greater autonomy in designing instruction and implementing project-based learning. In conclusion, although the two curricula differ in curriculum structure, learning approaches, and assessment systems, they share the same goal of developing students’ Indonesian language competencies effectively in accordance with learners’ needs and contemporary educational demands.