cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 2,145 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 3 (2025)" : 2,145 Documents clear
The Strategi Guru Mengembangkan Pemahaman Konsep Pecahan melalui Media Konkret dalam Pembelajaran Matematika Dasar: Strategi Guru Mengembangkan Pemahaman Konsep Pecahan melalui Media Konkret dalam Pembelajaran Matematika Dasar Mia Audina Musyadad Mia; Agus Jaenal; Rahman Tanjung; Vina Febiani Musyadad; Diah Widiawati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6397

Abstract

Pembelajaran matematika pada tingkat dasar menuntut pendekatan yang mampu menghubungkan konsep abstrak dengan pengalaman konkret siswa, terutama pada materi pecahan yang kerap menjadi sumber kesulitan konseptual dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam mengembangkan pemahaman konsep pecahan melalui penggunaan media konkret serta menelaah bentuk implementasi dan dampaknya terhadap konstruksi pemahaman siswa. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi lapangan, di mana data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan analisis dokumen pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Falah Kecamatan Majalaya Kabupaten Karawang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan serangkaian strategi berbasis aktivitas manipulatif, representasi bertahap, dan pengaitan dengan situasi kontekstual sehingga siswa mampu memaknai pecahan sebagai bagian dari keseluruhan sebelum beralih pada simbol dan operasi matematis. Penggunaan media konkret seperti potongan kertas, benda kelas, serta alat peraga buatan guru terbukti membantu proses visualisasi konsep, meningkatkan keterlibatan belajar, dan memfasilitasi transisi pemahaman dari pengalaman nyata menuju representasi abstrak. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa pembelajaran pecahan yang dirancang secara sistematis melalui pengalaman langsung mampu memperkuat proses internalisasi konsep pada siswa sekolah dasar. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kompetensi pedagogik guru dalam merancang dan memanfaatkan media konkret sebagai strategi pembelajaran konseptual, serta perlunya dukungan kelembagaan agar praktik serupa dapat diadopsi secara lebih luas dalam pembelajaran matematika dasar.
Persepsi Guru Dan Orang Tua Terhadap Program Mbg Setelah Muncul Kasus Keracunan:Kajian Qs. Anfal Ayat 27 Dan Qs. Al Maidah Ayat 32 Tati Lasmita; Hendri Purnama Sari; Uswatun Hasanah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6401

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang bertujuan meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat, terutama anak-anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui. Namun, munculnya kasus keracunan pada pelaksanaan awal program ini menimbulkan beragam tanggapan dari masyarakat, termasuk guru dan orang tua. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk persepsi dari sikap guru serta orang tua terhadap keberlanjutan program MBG setelah kasus tersebut, dengan menggunakan pendekatan studi literatur (library research). Kajian ini menyoroti nilai-nilai amanah, tanggung jawab, dan kehati-hatian dalam kebijakan publik melalui perspektif QS. Al-Anfal ayat 27 dan QS. Al-Maidah ayat 32. Hasil kajian menunjukkan bahwa persepsi guru dan orang tua tetap tinggi terhadap tujuan program MBG, namun terdapat dorongan kuat untuk memperketat sistem pengawasan, uji kelayakan pangan, dan evaluasi rantai distribusi. Nilai-nilai Islam dalam dua ayat tersebut memberikan dasar etis bahwa amanah dan perlindungan jiwa merupakan prinsip utama dalam setiap kebijakan publik, termasuk dalam pelaksanaan program MBG di lingkungan pendidikan.
Implementasi Konsep Sabar Dalam Pendidikan Qs. Al-Baqarah 153 Siti Sumartini; Lasni Sutri; Uswatun Hasanah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6402

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk membahas implementasi nilai sabar dalam dunia pendidikan dengan mengacu pada QS. Al-Baqarah ayat 153. Ayat ini menjadi landasan yang kuat untuk memahami bagaimana kesabaran dapat diterapkan dalam dunia pendidikan mulai dari sikap, perilaku, atau cerminan seseorang untuk menahan diri, mengendalikan emosi, dan bertahan dalam menghadapi situasi sulit. Tujuan dari pembahasan ini adalah untuk mengidentifikasi bagaimana implementasi sabar yang digunakan dalam dunia Pendidikan melalui Q.S. Al-Baqarah : 153. Penelitian ini menggunakan tiga pendekatan melalui tafsir ibn-katsir, Al-maraghi, dan Al-Misbah. Metode pembahasan dalam artikel ini menggunakan metode kepustakaan dengan menganalisis berbagai tafsir klasik maupun kontemporer serta literatur pendidikan Islam. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa konsep sabar memiliki relevansi tinggi dengan proses pembelajaran, baik dari sisi guru, peserta didik, maupun lingkungan Pendidikan melalui tiga pendekatan yang digunakan yiatu, melalui tafsir ibn-katsir, Al-maraghi, dan Al-Misbah. Sabar berperan dalam meningkatkan ketekunan, pengendalian emosi, serta membentuk karakter resilien. Kesimpulannya, dalam implementasi sabar di sekolah dapat diwujudkan melalui keteladanan guru, pembiasaan disiplin, internalisasi nilai, serta pembelajaran berbasis karakter.
Konsep Kebhinekaan Dalam Kajian Al-Quran Surah Al-Hujurat Ayat 13 Ziaulhak Ziaulhak; Sepriyansyah Sepriyansyah; Uswatun Hasanah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6403

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kebhinekaan dalam perspektif Al-Qur’an dengan fokus pada surat Al-Hujurat ayat 13. Ayat tersebut menegaskan bahwa perbedaan bangsa, suku, dan identitas manusia merupakan sunnatullah yang dimaksudkan agar manusia saling mengenal, bukan untuk menimbulkan diskriminasi maupun perpecahan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Surah Al-Hujurat ayat 13 mengandung tiga prinsip utama dalam membangun kebhinekaan, yaitu: pengakuan terhadap realitas keberagaman manusia sebagai bagian dari ciptaan Allah, pentingnya membangun relasi sosial berdasarkan prinsip saling mengenal (ta‘aruf) untuk memperkuat persaudaraan dan kerja sama; serta penegasan bahwa ukuran kemuliaan manusia bukanlah identitas sosial, melainkan ketakwaan kepada Allah SWT. Temuan ini relevan dengan kondisi masyarakat Indonesia yang plural, di mana konsep kebhinekaan dalam Al-Qur’an dapat menjadi landasan etis dan teologis bagi penguatan toleransi, persatuan, dan harmoni sosial. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam memperkaya khazanah kajian tafsir tematik Al-Qur’an sekaligus kontribusi praktis dalam membangun nilai-nilai kebangsaan yang berlandaskan spiritualitas Islam. Kajian ini menegaskan bahwa kebhinekaan bukanlah ancaman, melainkan rahmat yang harus dikelola dengan prinsip persaudaraan universal.
Memulihkan Adab Murid Terhadap Guru: Tantangan Pendidikan Islam Di Indonesia Titi Oktarina Sambadha; Erly Zahara; Uswatun Hasanah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6404

Abstract

Penelitian ini mengkaji tantangan yang dihadapi dalam memulihkan adab murid terhadap guru di Indonesia dan dampaknya terhadap kualitas pendidikan. Adab yang baik antara murid dan guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang harmonis dan efektif, yang pada gilirannya mendukung proses pembelajaran yang optimal. Namun, saat ini terdapat berbagai faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi penurunan adab tersebut, di antaranya pengaruh media sosial, pergeseran nilai budaya, serta kurangnya pemahaman agama yang mendalam di kalangan siswa. Pengaruh media sosial yang membawa kebebasan berekspresi tanpa batas sering kali mengarah pada ketidaksopanan dan kurangnya penghormatan terhadap otoritas guru. Pergeseran nilai budaya yang lebih mengutamakan kebebasan pribadi juga turut berperan dalam mengurangi rasa hormat terhadap guru. Penelitian ini mengidentifikasi beberapa faktor yang mempengaruhi rendahnya adab murid, termasuk pengaruh keluarga, masyarakat, dan teknologi. Keluarga, sebagai lembaga pertama yang mengajarkan nilai-nilai moral, berperan besar dalam pembentukan karakter anak. Namun, tidak semua keluarga menyadari pentingnya pendidikan adab. Masyarakat yang kurang menghargai profesi guru turut memperburuk kondisi ini, karena menganggap guru sebagai pekerjaan biasa. Teknologi dan media sosial juga berperan dalam mengubah persepsi dan sikap murid terhadap guru, dengan mengurangi rasa hormat yang seharusnya diberikan kepada mereka. Dalam penelitian ini, penulis menawarkan berbagai solusi untuk memperbaiki adab murid di sekolah, seperti memperkuat pendidikan karakter di sekolah, memperbaiki komunikasi antara sekolah dan orang tua, serta mengembangkan kebijakan pendidikan yang menekankan nilai adab dalam kurikulum. Kerjasama antara guru, orang tua, masyarakat, dan pemerintah sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik. Dengan upaya ini, diharapkan kualitas pendidikan di Indonesia dapat meningkat, menghasilkan generasi yang cerdas, berbudi pekerti, dan menghormati otoritas, terutama guru.
Memulihkan Adab Murid Terhadap Guru: Tantangan Pendidikan Islam Di Indonesia Titi Oktarina Sambadha; Erly Zahara; Uswatun Hasanah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6406

Abstract

Penelitian ini mengkaji tantangan yang dihadapi dalam memulihkan adab murid terhadap guru di Indonesia dan dampaknya terhadap kualitas pendidikan. Adab yang baik antara murid dan guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang harmonis dan efektif, yang pada gilirannya mendukung proses pembelajaran yang optimal. Namun, saat ini terdapat berbagai faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi penurunan adab tersebut, di antaranya pengaruh media sosial, pergeseran nilai budaya, serta kurangnya pemahaman agama yang mendalam di kalangan siswa. Pengaruh media sosial yang membawa kebebasan berekspresi tanpa batas sering kali mengarah pada ketidaksopanan dan kurangnya penghormatan terhadap otoritas guru. Pergeseran nilai budaya yang lebih mengutamakan kebebasan pribadi juga turut berperan dalam mengurangi rasa hormat terhadap guru. Penelitian ini mengidentifikasi beberapa faktor yang mempengaruhi rendahnya adab murid, termasuk pengaruh keluarga, masyarakat, dan teknologi. Keluarga, sebagai lembaga pertama yang mengajarkan nilai-nilai moral, berperan besar dalam pembentukan karakter anak. Namun, tidak semua keluarga menyadari pentingnya pendidikan adab. Masyarakat yang kurang menghargai profesi guru turut memperburuk kondisi ini, karena menganggap guru sebagai pekerjaan biasa. Teknologi dan media sosial juga berperan dalam mengubah persepsi dan sikap murid terhadap guru, dengan mengurangi rasa hormat yang seharusnya diberikan kepada mereka. Dalam penelitian ini, penulis menawarkan berbagai solusi untuk memperbaiki adab murid di sekolah, seperti memperkuat pendidikan karakter di sekolah, memperbaiki komunikasi antara sekolah dan orang tua, serta mengembangkan kebijakan pendidikan yang menekankan nilai adab dalam kurikulum. Kerjasama antara guru, orang tua, masyarakat, dan pemerintah sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik. Dengan upaya ini, diharapkan kualitas pendidikan di Indonesia dapat meningkat, menghasilkan generasi yang cerdas, berbudi pekerti, dan menghormati otoritas, terutama guru.
Analisis Kasus Guru Dituntut Orang Tua Dalam Menegakkan Disiplin (Studi Kasus Viral Di Media Sosial) Ida Fitri; Else Meina; Uswatun Hasanah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6407

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang fenomena Guru Dituntut Orang Tua yang viral di media sosial dalam upaya penegakkan disiplin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kasus tersebut, khususnya bagaimana persepsi masyarakat, pihak sekolah, dan orang tua terhadap tindakan guru dalam menegakkan aturan disiplin.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui dokumentasi berita online, dan unggahan media sosial. Analisis dilakukan dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memahami pola interaksi, konflik, serta dampak sosial dari kasus yang viral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus guru dituntut orang tua tidak hanya mencerminkan perbedaan persepsi tentang disiplin, tetapi juga memperlihatkan adanya perubahan relasi antara guru dan orang tua yang dipengaruhi oleh media sosial. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kebijakan pendidikan, khususnya terkait komunikasi antara sekolah dan orang tua, serta strategi penegakan disiplin yang lebih adaptif di era digital.
Parlay Dalam Dunia Taruhan Modern: Tren, Pola, Dan Perilaku Bettor Arin Wibowo; Indra Mukti Abam; Uswatun Hasanah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6408

Abstract

Artikel ini membahas fenomena parlay dalam dunia taruhan modern dengan menyoroti tren pertumbuhannya, pola penyusunan taruhan, serta perilaku bettor dalam konteks budaya digital. Menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur dan observasi daring, penelitian menemukan bahwa popularitas parlay meningkat seiring kemudahan akses platform judi online, promosi digital, serta bias psikologis yang memengaruhi pengambilan keputusan bettor. Parlay dipandang menarik karena potensi keuntungan besar, tetapi justru memiliki risiko kegagalan tinggi. Temuan ini menunjukkan perlunya literasi risiko bagi pengguna serta pentingnya regulasi yang lebih ketat terhadap praktik taruhan digital.
Transformation of the Central Leadership Movement of the Islamic Student Association (PP. HIMA PERSIS) for the 2025-2028 Period: A Grand Narrative Model in Building a Powerful and Sustainable Organization Sholahudin Hasan; Faizal Rizqi Syawalludin; Aldi Surizkika
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6415

Abstract

The Islamic student organization movement in Indonesia faces significant challenges amid digital disruption, shifting socio-political landscapes, and economic uncertainty. HIMA PERSIS responds to these challenges by formulating a comprehensive movement concept in its 2025–2028 work program. This article aims to formulate and analyze the grand narrative model of the transformation of the HIMA PERSIS movement as a conceptual framework for building a robust and sustainable organization. This study employs a qualitative approach and analyzes the 2025–2028 HIMA PERSIS Central Leadership concept paper, which is then combined with literature on Islamic social movements, cadre Development, and value-based organizational governance. The analysis shows that the document constructs a grand narrative of transformation across five main pillars: organizational and cadre transformation, research and technology transformation, economic and entrepreneurial transformation, political and social transformation, and international movement transformation. A grand narrative of HIMA PERSIS unites these five pillars as a cadre movement rooted in Islamic values, responsive to changing times, and oriented towards independence and sustainability. This article proposes a conceptual model of the grand narrative that can serve as a reference for strategic planning, strengthening movement identity, and systematic program management. In practical terms, HIMA PERSIS and other Islamic student organizations can use this model to formulate a more integrated, measurable, and globally relevant long-term direction for their movements.
Implementasi Etika Profesi Akuntansi dalam Praktik Keuangan: Studi Kasus pada Perusahaan Publik di Indonesia Uli Greace Ananda Sitorus; Novi Elmilawaty; Nurul Aulia Rizki; Nana Wahyuni; Eka Novika br bukit; Romadu Simanullang; Dito Aditia Darma Nst
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6416

Abstract

Penelitian ini membahas implementasi etika profesi akuntansi dan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dalam praktik keuangan perusahaan publik di Indonesia. Melalui studi literatur yang berfokus pada jurnal-jurnal nasional terbitan 2020–2025, penelitian ini mengkaji bagaimana penerapan standar dan kode etik akuntansi memengaruhi kualitas laporan keuangan serta tingkat kepercayaan pemangku kepentingan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap SAK dan etika profesi berperan penting dalam meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan keandalan informasi finansial. Sebaliknya, pelanggaran etika berdampak negatif pada kredibilitas perusahaan, meningkatkan risiko manipulasi laporan keuangan, dan menurunkan kepercayaan investor. Penelitian ini menegaskan bahwa integritas profesi akuntansi merupakan unsur penting dalam merealisasikan tata kelola perusahaan yang baik dan keberlanjutan bisnis.