cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 7,534 Documents
English Language Listening Proficiency in a Remote Archipelagic Context: A Mixed-Methods Case Study Punggulina Andawaty Tiven; Wenssy Steva Nussy
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13220

Abstract

Developing EFL listening comprehension in isolated territories remains an arduous task due to severe digital divide constraints and minimal target language exposure. Posing a critical need to understand how students navigate these barriers within archipelagic education contexts, this study examined listening proficiency, metacognitive awareness, and environmental obstacles at a frontier satellite campus. Sixty undergraduate students completed an objective listening assessment and a metacognitive questionnaire, supplemented by semi-structured interviews with ten participants experiencing the realities of remote learning. Diagnostic data revealed a moderate-low performance average, where listening scores linked positively with focused attention but dropped significantly when students relied heavily on mental translation. Qualitatively, participants suffered from vocabulary-processing friction, accent anxiety, and internet-disruption fatigue. Ultimately, expanding communication competence in marginalized borders requires transitioning from online-dependent models toward localized, offline-first instructional materials that combine explicit cognitive training with culturally responsive, human-in-the loop AI tools, which are presented here as a practitioner-level framework awaiting empirical validation. Keywords: EFL listening comprehension, metacognitive awareness, archipelagic education, digital divide, remote learning
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Stunting Pada Balita Di Desa Sumbul Tahun 2026 Rianita Siagian; Rio Jenita Sipayung
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting represents a state of chronic undernutrition occurring during the periods of growth and development from early life. Its occurrence can be attributed to various factors, including family and toddler characteristics, as well as inadequate nutrient intake coupled with infectious diseases in children. According to Mutia Nur (2026), 33 provinces recorded stunting prevalence rates among toddlers that exceeded the national average; among them, North Sumatra Province ranked 19th. Based on the Indonesian Nutritional Status Survey (SGGI), North Sumatra Province recorded a stunting prevalence of 21.1%. Kainjaihe is an area located in North Sumatra Province. Kainjaihe recorded a stunting prevalence rate of 16.16% in 2022; this figure is considered high, given the national target of reducing stunting prevalence to 14% by 2024 (Wahdini, 2024). This study aims to identify the factors contributing to stunting among toddlers.The study employed an analytical survey design with a cross-sectional approach. A total sampling technique was used, encompassing the entire population of 55 toddlers. Data analysis was conducted using the Chi-Square test.The results indicate that the factors associated with the incidence of stunting were maternal knowledge (α = 0.05, p = 0.001), parental education (α = 0.05, p = 0.002), and maternal diet during pregnancy (α = 0.05, p = 0.000).The study concludes that all the factors investigated are associated with the incidence of stunting among toddlers.
ASUHAN KEPERAWATAN ANAK An. C DENGAN GANGGUAN SISTEM PENCERNAAN PENYAKIT DEMAM TIFOID DIRUMAH SAKIT TENTARA TK IV.01.07.01 PEMATANGSIANTAR Kiki Amelia; Abdul Basit Lubis
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13244

Abstract

Typhoid fever is an acute infectious disease caused by Salmonella typhi that affects the digestive system. The World Health Organization (WHO) estimates that approximately 9 million cases and 110,000 deaths occur worldwide each year. This study aimed to implement nursing care for a pediatric patient (An. C) diagnosed with typhoid fever. Methods: This study employed a descriptive method using a case study approach involving one pediatric patient who was hospitalized for three days (April 16–18, 2026) at Army Hospital TK IV.01.07.01 Pematangsiantar. Data were collected through interviews, observation, physical examination, and documentation. Results: The nursing care outcomes demonstrated an improvement in the patient's condition after 3 × 24 hours of nursing interventions. The patient's body temperature decreased from 39.3°C to 37.4°C, appetite and nutritional intake improved, and sleep quality became better. Nursing problems, including hyperthermia, imbalanced nutrition: less than body requirements (nutritional deficit), and disturbed sleep pattern, showed improvement according to the expected outcomes and were categorized as partially resolved. Conclusion: Comprehensive nursing care for children with typhoid fever can improve the patient's condition by managing hyperthermia, enhancing nutritional status, and improving sleep patterns. Recommendations: Nurses are expected to monitor the patient's body temperature regularly, maintain adequate nutritional intake, and provide appropriate interventions to improve the patient's sleep quality.
Kekosongan Hukum Dalam Pengelolaan Aset Desa: Studi Di Desa Kota Baru Seberida Kabupaten Indragiri Hilir Eno Saputra; Jamri; Kms Novyar Satriawan
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13248

Abstract

Pengelolaan aset desa merupakan salah satu unsur penting dalam penyelenggaraan pemerintahan desa yang bertujuan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan adanya kekosongan hukum yang mengakibatkan ketidakpastian dalam pengelolaan aset desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kekosongan hukum dalam pengelolaan aset desa serta faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya kekosongan hukum di Desa Kota Baru Seberida, Kabupaten Indragiri Hilir. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan yuridis sosiologis, sedangkan data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi kepustakaan yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat kekosongan pengaturan mengenai mekanisme pemanfaatan, pengamanan, penghapusan, dan pengawasan aset desa sehingga menimbulkan perbedaan penafsiran dalam pelaksanaannya. Selain itu, rendahnya pemahaman aparatur desa terhadap regulasi, kurang optimalnya pembinaan dari pemerintah daerah, serta lemahnya sistem pengawasan turut memperkuat terjadinya kekosongan hukum dalam praktik pengelolaan aset desa. Oleh karena itu, diperlukan penyempurnaan regulasi yang memberikan kepastian hukum serta peningkatan kapasitas aparatur desa agar pengelolaan aset desa dapat dilaksanakan secara efektif, transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
STRATEGI PENGELOLAAN SANITASI LINGKUNGAN BERKELANJUTAN DI KAMPUNG HOBONG DISTRIK SENTANI KABUPATEN JAYAPURA Ancelina Kristina Wambrauw; Bambang Suhartawan; Sarah A. Rumawak
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13250

Abstract

Kampung Hobong merupakan permukiman terapung di Danau Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, yang menghadapi tantangan sanitasi karena pembuangan limbah domestik dilakukan langsung ke badan air. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kondisi eksisting sanitasi lingkungan, menganalisis pengaruhnya terhadap kualitas air Danau Sentani, serta merumuskan strategi pengelolaan sanitasi yang berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan 48 responden di RW 1 Kampung Hobong yang dipilih secara purposive, dilengkapi uji laboratorium kualitas air pada tiga stasiun. Hasil menunjukkan bahwa skor perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan pengetahuan sanitasi masyarakat tergolong baik (masing-masing 84,4% dan 78,8% dari skor maksimal), namun hasil uji laboratorium menunjukkan parameter bakteriologis (E. coli dan total coliform) serta indikator pencemaran organik (BOD, COD, DO, amonium) melampaui baku mutu Permenkes No. 32 Tahun 2017 di seluruh stasiun. Uji korelasi Pearson menunjukkan peran pemerintah dan lembaga terkait memperoleh skor terendah (64,7%) dan berkorelasi kuat dengan partisipasi masyarakat (r = 0,803; p < 0,001), sehingga lemahnya dukungan kelembagaan menjadi faktor penghambat utama sanitasi berkelanjutan. Analisis SWOT dan kerangka Sanitation Safety Planning menghasilkan empat arah strategi: teknis, kelembagaan, pembiayaan, dan pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan penguatan infrastruktur dan kelembagaan sanitasi sebagai prioritas utama tanpa mengabaikan modal perilaku dan partisipasi sosial masyarakat Kampung Hobong.
KAJIAN PENGGUNAAN METODE WEIGHTED ARITHMETIC WATER QUALITY INDEX (WAWQI) UNTUK MENENTUKAN STATUS MUTU AIR DANAU SENTANI JAYAPURA Andrea Karina Marielle Putri Abel; Bambang Suhartawan; Sarah A. Rumawak
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13251

Abstract

Danau Sentani merupakan danau terbesar di Provinsi Papua yang memiliki fungsi ekologis dan sosial-ekonomi penting bagi masyarakat di sekitarnya. Namun, peningkatan aktivitas antropogenik berupa limbah domestik, pertanian, dan keramba jaring apung (KJA) telah menjadi ancaman terhadap kualitas airnya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis kondisi kualitas air Danau Sentani berdasarkan parameter fisika dan kimia; (2) menentukan status mutu air menggunakan metode Weighted Arithmetic Water Quality Index (WAWQI); dan (3) mengidentifikasi parameter yang paling berpengaruh terhadap penurunan kualitas air. Pengambilan sampel air dilakukan pada lima titik lokasi, yaitu Kampung Ifale, Yobeh, Asei Besar, Asei Kecil, dan Jaifuri, dengan sepuluh parameter uji meliputi suhu, pH, kekeruhan, DO, TDS, BOD, COD, nitrat, fosfat, dan amonia. Analisis data menggunakan metode WAWQI mengacu pada baku mutu air kelas II Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter BOD (4,11–8,31 mg/L), COD (77–154 mg/L), dan amonia (0,35–0,42 mg/L) telah melampaui baku mutu pada seluruh lokasi. Nilai WAWQI berkisar antara 113,89 (Jaifuri) hingga 128,38 (Ifale), yang mengklasifikasikan seluruh lokasi dalam status mutu “tidak layak minum” (unsuitable for drinking). Parameter amonia, fosfat, dan BOD secara kumulatif menyumbang lebih dari 96% terhadap nilai WAWQI, dengan amonia sebagai kontributor terbesar (81,58–97,89). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas air Danau Sentani telah mengalami penurunan signifikan akibat pencemaran limbah domestik dan aktivitas keramba jaring apung, sehingga diperlukan upaya pengendalian pencemaran yang terfokus pada pengelolaan limbah domestik dan pengaturan aktivitas perikanan budidaya.
Evaluasi Pola Peresepan Obat Antihipertensi Pada Pasien Rawat Jalan Di UPTD Puskesmas Cinere-Depok Periode Oktober Sampai Desember 2024 La Malihi; Lusy Pratiwi; Niati Ambarsari; Etik Yuliayana
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13571

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular kronis yang sering dialami pasien geriatri akibat penurunan fungsi organ. Tingginya risiko kesalahan peresepan pada kelompok ini mendorong diperlukannya evaluasi pola peresepan obat antihipertensi di UPTD Puskesmas Cinere guna mencegah terapi irasional dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Tujuan: Menganalisis pola peresepan obat antihipertensi pada pasien geriatri di UPTD Puskesmas Cinere berdasarkan komparasi literatur primer dan sekunder. Metode: Penelitian deskriptif retrospektif ini dengan menelaah 788 resep fisik pasien geriatri rawat jalan pengguna antihipertensi periode 1 Oktober–31 Desember 2024. Data karakteristik pasien (usia, jenis kelamin, diagnosis, status pembayaran) dan pola obat dianalisis secara persentase serta dibandingkan dengan standar literatur rasionalitas obat. Hasil: Mayoritas pasien adalah perempuan (70,68%), berusia 60–70 tahun (75,63%), dan menggunakan BPJS (91,37%). Antihipertensi monoterapi yang paling banyak diresepkan adalah Amlodipin/CCB (92,85%), sedangkan kombinasi terbanyak adalah Amlodipin + Captopril (CCB + ACE-I). Seluruh obat diberikan secara oral.Kesimpulan: Pola peresepan antihipertensi baik dosis tunggal maupun dosis kombinasi pada pasien geriatri di UPTD Puskesmas Cinere sudah sesuai dengan literatur panduan. Terapi ini dinilai efektif menurunkan tekanan darah, meningkatkan kualitas hidup, serta meminimalkan risiko jatuh dan stres pada pasien.
Komunikasi Pembangunan Berbasis Literasi Digital: Kerangka Konseptual Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani dalam Pengembangan Desa Wisata Brongkol, Cangkringan Sleman Nina Kusumawati
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digital transformation has reshaped development communication by expanding access to information and strengthening community participation. However, digital literacy disparities remain a major challenge in rural areas, particularly among women who often face limited access to and productive use of digital technologies. In Indonesia, Women Farmers Groups (Kelompok Wanita Tani—KWT) play a strategic role in supporting food security, local economic empowerment, and community-based tourism development. Nevertheless, most empowerment programs continue to emphasize agricultural production and business capacity while paying insufficient attention to development communication supported by digital literacy. Furthermore, previous studies have generally examined digital literacy, women's empowerment, and rural tourism as separate topics, leaving limited conceptual integration among these perspectives. This conceptual paper aims to develop a development communication framework based on digital literacy to empower Women Farmers Groups in supporting the sustainable development of Brongkol Tourism Village, Sleman Regency. The study adopts a qualitative conceptual approach through an extensive literature review of scholarly articles, academic books, government policy documents, and reports from international organizations. The conceptual synthesis integrates Development Communication Theory, Diffusion of Innovations Theory, Digital Divide Theory, and UNESCO's Digital Literacy Global Framework. The proposed framework positions participatory development communication as the central mechanism for enhancing digital competencies through collaborative learning, knowledge sharing, digital content creation, and strategic use of digital media. Strengthened digital literacy is expected to improve the communication capacity of Women Farmers Groups, expand market access for local products, enhance tourism promotion, and increase women's participation in sustainable rural development. The proposed framework contributes to the literature by integrating development communication, digital literacy, women's empowerment, and community-based tourism into a comprehensive conceptual model that can guide the design of more inclusive and sustainable digital empowerment programs in rural communities.
Analisis Kepuasan Pasien Lansia Terhadap Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Sungai Menang Kabupaten Oki Tahun 2026 Laniessa Rinarthani; Nani Sari Murni; Lilis Suryani
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13696

Abstract

Meningkatnya populasi lanjut usia (lansia) menjadi tantangan tersendiri bagi sistem pelayanan kesehatan primer, termasuk dalam pemenuhan kepuasan pasien lansia terhadap pelayanan yang diterima. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan pasien lansia dengan metode Service Quality (SERVQUAL) terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas Sungai Menang Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tahun 2026. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 48 pasien lansia rawat jalan, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen meliputi karakteristik demografi (umur, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan) serta lima dimensi SERVQUAL (tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy), sedangkan variabel dependen adalah kepuasan pasien lansia. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan uji regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden (62,5%) merasa puas terhadap pelayanan kesehatan yang diterima. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan antara umur, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan dengan kepuasan (p=1,000), sedangkan kemampuan fisik/tangible (p=0,001; PR=2,556), keandalan/reliability (p=0,000; PR=4,643), daya tanggap/responsiveness (p=0,002; PR=2,347), dan perhatian/empathy (p=0,000; PR=2,530) terbukti berhubungan signifikan dengan kepuasan, sedangkan jaminan/assurance tidak (p=0,074). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa kemampuan fisik (tangible; OR=0,061) dan keandalan (reliability; OR=0,015) merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kepuasan pasien lansia, dengan model mampu memprediksi kepuasan sebesar 73,2%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kualitas fasilitas fisik dan keandalan pelayanan petugas kesehatan perlu menjadi prioritas utama dalam upaya meningkatkan kepuasan pasien lansia di pelayanan kesehatan primer.
Analisis Berbagai Faktor yang Berhubungan dengan Keterampilan Bantuan Hidup Dasar pada Perawat Puskesmas Pengandonan dan Puskesmas Betung Tahun 2026 Syahril Efendi; Nani Sari Murni; Lilis Suryani
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13697

Abstract

Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan kompetensi esensial bagi perawat di fasilitas pelayanan kesehatan primer dalam penanganan kegawatdaruratan henti jantung, namun berbagai studi menunjukkan masih terdapat kesenjangan antara pengetahuan teoretis dan keterampilan praktis perawat dalam pelaksanaannya, khususnya di wilayah dengan akses rujukan yang terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai faktor yang berhubungan dengan keterampilan perawat dalam melakukan tindakan BHD di Puskesmas Pengandonan dan Puskesmas Betung, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, tahun 2026. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap seluruh perawat pelaksana berjumlah 31 orang yang diambil secara total sampling. Variabel independen meliputi umur, jenis kelamin, lama kerja, pengetahuan, sikap, motivasi, pelatihan, dan kelengkapan sarana prasarana, sedangkan variabel dependen adalah keterampilan perawat dalam melakukan BHD yang dinilai melalui lembar observasi berbasis SOP. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden (80,6%) terampil dalam melakukan tindakan BHD. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan antara umur (p=0,642), jenis kelamin (p=0,159), dan lama kerja (p=0,654) dengan keterampilan perawat, sedangkan sikap (p=0,038; PR=2,212), motivasi (p=0,043; PR=1,636), dan pelatihan (p=0,026; PR=1,826) terbukti berhubungan signifikan, sementara pengetahuan tidak menunjukkan hubungan yang bermakna (p=0,067). Variabel kelengkapan sarana prasarana tidak dapat dianalisis lebih lanjut karena seluruh responden (100%) menyatakan sarana prasarana kurang lengkap. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa motivasi dan pelatihan merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan keterampilan perawat, dengan motivasi sebagai variabel paling dominan (OR=0,088). Model regresi yang diperoleh mampu memprediksi keterampilan perawat sebesar 45,5%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan motivasi kerja dan peningkatan akses pelatihan BHD secara berkelanjutan perlu menjadi perhatian utama dalam upaya meningkatkan keterampilan perawat di fasilitas pelayanan kesehatan primer.