cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 7,356 Documents
“AUDIT SEKTOR PUBLIK SEBAGAI ISU UTAMA UNTUK MEREALISASIKAN GOOD GOVERNANCE” Lasminar Lusia Sihombing; Redempta Elfrida Panjaitan
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13050

Abstract

Negara seharusnya melaksanakan apa yang menjadi tuntutan yang signifikan, transparansi dan akuntabilitas dari masyarakat dalam mengelola keuangan negara, sehingga terjadi perubahan reformasi dari birokrasi yang sudah ada dan sedang berjalan dalam ranah pemerintahan. Penelitian ini berfungsi dalam menganalisis peran strategis audit sektor publik sebagai instrumen utama untuk melaksanakan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Metode penelitian yang dilakukan adalah kualitatif deskriptif melalui pendekatan studi kepustakaan (literature review), dengan menganalisa regulasi-regulasi, teori akuntansi sektor publik dan penelitian-penelitian sebelumnya yang relevan. Penelitian ini menjelaskan bahwa audit sektor publik mencakup audit tentang keuangan, kinerja, audit untuk tujuan tertentu, bukan sekedar formalitas, tetapi pilar krusial dalam mendeteksi pemberantasan korupsi, transparansi anggaran, ekonomis, efisiensi dan efektivitas untuk sumber daya yang ada dengan cara objektif, independen dengan menghadapi berbagai tantangan, seperti auditor yang memiliki kompetensi yang terbatas, bagian politik yang ikut mengintervensi, dan realisasi dari kenyataan yang terjadi serta kelemahan dalam menindaklanjuti Rekomendasi Hasil Pemeriksaan (RHP). Kesimpulan dari Penelitian ini adalah Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), auditor, pemerintah, masyarakat harus sama-sama memiliki sinergi yang kuat, sehingga esensi dari good governance dapat terlaksana dengan cara optimal
TINJAUAN KRIMINOLOGIS DALAM KASUS PELECEHAN SEKSUAL OLEH OKNUM ANGGOTA KEPOLISIAN PADA ANAK SAAT MENYELESAIKAN MASALAH TILANG (Studi Kasus di Kantor Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kota Kupang Kota) Yusuf Alberto Gusman Hamburg; Orpa G. Manuain; Rudepel Petrus Leo
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13051

Abstract

Sexual abuse of children committed by law enforcement officers constitutes an abuse of authority that not only violates criminal law but also undermines public trust in the police institution. This study aims to analyze the criminological factors contributing to child sexual abuse committed by police officers and to examine the measures undertaken to address such offenses. The research employed an empirical legal method using a criminological approach. Data were collected through interviews, literature review, and analysis of relevant legislation, and were analyzed qualitatively. The findings indicate that the crime is influenced by internal factors, including uncontrolled sexual impulses, offender rationalization, and abuse of power, as well as external factors such as unequal power relations, weak institutional supervision, situational opportunities, and the vulnerability of child victims. Countermeasures consist of pre-emptive, preventive, and repressive approaches, including strengthening professional ethics, enhancing internal supervision, implementing strict standard operating procedures, enforcing criminal and disciplinary sanctions, and providing legal protection and psychological recovery for victims. These integrated measures are expected to prevent future abuses of authority while ensuring effective legal protection for children.
STRATEGI GURU DALAM MENGATASI SISWA YANG MENGALAMI KESULITAN BELAJAR MEMBACA DI KELAS III MI NW DASAN BARU Saharudin Saharudin; Abdul Aziz; Nurhasanah Nurhasanah
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13053

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya siswa kelas III MI NW Dasan Baru yang mengalami kesulitan belajar membaca, yang ditandai dengan rendahnya kemampuan mengenal huruf, membaca kata dan kalimat sederhana, kurang lancarnya membaca, serta rendahnya pemahaman terhadap isi bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi yang digunakan guru dalam mengatasi kesulitan belajar membaca siswa, serta mengidentifikasi kendala dan solusi yang dilakukan guru dalam mengatasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas guru kelas III dan empat orang siswa yang mengalami kesulitan belajar membaca. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian diuji keabsahannya menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik, serta dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan beberapa strategi, yaitu: (1) bimbingan belajar secara individual; (2) pembiasaan membaca sebelum pembelajaran dimulai; (3) penggunaan media kartu huruf dan kartu kata; (4) latihan membaca secara berulang-ulang; (5) pemberian motivasi dan penguatan positif; serta (6) pemberian tugas membaca di rumah. Kendala yang dihadapi guru meliputi perbedaan kemampuan membaca antarsiswa, rendahnya minat baca, kurangnya rasa percaya diri siswa, keterbatasan waktu pembelajaran, serta keterbatasan media dan bahan bacaan. Guru mengatasi kendala tersebut melalui pendampingan khusus, pemberian motivasi berkelanjutan, penyediaan bahan bacaan sederhana, dan kerja sama dengan orang tua. Penerapan berbagai strategi tersebut menunjukkan hasil yang positif terhadap perkembangan kemampuan membaca siswa.
Penerapan psikologi pendidikan dalam mengenali sifat dan tingkah laku siswa Nurul hikmah; Saharuddin Saharuddin; Abdul aziz
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13054

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan psikologi pendidikan dalam mengenali sifat dan tingkah laku siswa kelas IV MI NW Penginem Lauk Tahun Pelajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru kelas sebagai informan utama. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan psikologi pendidikan membantu guru dalam memahami karakteristik, sifat, dan tingkah laku siswa secara lebih mendalam melalui observasi yang berkelanjutan, komunikasi yang efektif dengan siswa, kerja sama dengan orang tua, pemberian bimbingan dan motivasi sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa, serta penciptaan lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif. Penerapan tersebut memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran karena guru mampu menentukan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik setiap siswa, sehingga interaksi belajar menjadi lebih efektif dan perkembangan akademik maupun sosial siswa dapat berkembang secara optimal. Dengan demikian, penerapan psikologi pendidikan memiliki peran yang penting dalam membantu guru mengenali sifat dan tingkah laku siswa sebagai dasar dalam menciptakan pembelajaran yang efektif dan berpusat pada peserta didik.
Pentingnya Mata Kuliah Metode Penelitian dalam Meningkatkan Kemampuan Penelitian Mahasiswa di Perguruan Tinggi Zul Qiram; Ulfira Ulfira; Ningrum Trija Kesuma
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13058

Abstract

Metode penelitian merupakan salah satu mata kuliah yang memiliki peran penting dalam pendidikan tinggi. Mata kuliah ini bertujuan membekali mnahasiswa dengan kemampuan memahami konsep penelitian ilmiah, menyusun proposal penelitian,mengumpulkan data, menganalisis data, serta menyusun laporan penelitian sesuai kaidah ilmiah. Artikel ini bertujuan menjelaskan pentingnya mata kuliah metode penelitian dalam meningkatkan kompetensi akademik mahasiswa.Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research)dengan menganalisis berbagai buku, jurnal, dan sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran metode penelitian mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, analitis, objektif, dan sistematis mahasiswa. Selain itu,mata kuliah ini menjadi dasar utama dalam penyusunan skripsi maupun penelitian ilmiah lainnya.Oleh karena itu, metode penelitian merupakan mata kuliah yang wajib dikuasai oleh setiap mahasiswa sebagai bekal dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas.
Pengaruh Kepemimpinan Work Life Balance, dan Komunikasi Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Generasi Z pada Perusahaan Manufaktur di Majalengka Intan Kharisma Dewi; Diana Putri; Diana Nopiar Fitriani; Sri Wahyuni
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13062

Abstract

Abstract Job satisfaction is one of the key factors determining an organization's success in maintaining employee productivity and loyalty. In today's increasingly dynamic work environment, particularly within manufacturing companies employing Generation Z workers, factors such as leadership, work-life balance, and communication are believed to play significant roles in enhancing employee job satisfaction. Generation Z is recognized for having characteristics that differ from previous generations, particularly regarding expectations of the work environment, work-life balance, and open, collaborative communication patterns. This study aims to examine the influence of leadership, work-life balance, and communication on the job satisfaction of Generation Z employees in manufacturing companies located in Majalengka Regency. The research adopts a quantitative approach using a survey method by distributing questionnaires to Generation Z employees working in manufacturing companies in Majalengka. The sampling technique employed is purposive sampling, with the number of respondents determined based on the requirements of the research analysis. The data are analyzed using multiple linear regression with the assistance of statistical software and supported by validity and reliability tests of the research instruments. The findings are expected to indicate that leadership, work-life balance, and communication have a positive effect on the job satisfaction of Generation Z employees. This study is expected to contribute to the development of human resource management knowledge and serve as a reference for manufacturing companies in designing strategies to improve employee job satisfaction. Abstrak Kepuasan kerja merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan organisasi dalam mempertahankan produktivitas dan loyalitas karyawan. Dalam lingkungan kerja yang semakin dinamis, khususnya pada perusahaan manufaktur yang mempekerjakan karyawan Generasi Z, berbagai faktor seperti kepemimpinan, work-life balance, dan komunikasi diduga memiliki peran penting dalam meningkatkan kepuasan kerja karyawan. Generasi Z dikenal memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya, terutama dalam hal ekspektasi terhadap lingkungan kerja, keseimbangan kehidupan kerja, serta pola komunikasi yang terbuka dan kolaboratif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kepemimpinan, work-life balance, dan komunikasi terhadap kepuasan kerja karyawan Generasi Z pada perusahaan manufaktur di Kabupaten Majalengka. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada karyawan Generasi Z yang bekerja pada perusahaan manufaktur di Majalengka. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden yang disesuaikan dengan kebutuhan analisis penelitian. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak statistik serta didukung oleh uji validitas dan reliabilitas instrumen penelitian. Hasil penelitian diharapkan menunjukkan bahwa kepemimpinan, work-life balance, dan komunikasi berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja karyawan Generasi Z. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu manajemen sumber daya manusia serta menjadi bahan pertimbangan bagi perusahaan manufaktur dalam merancang strategi peningkatan kepuasan kerja karyawan.
Motif Batik Gajah Oling Sebagai Identitas Kebudayaan Masyarakat Kabupaten Banyuwangi Ahmad Adam Maulana; Widhyasmaramurti
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13064

Abstract

Pengakuan batik Indonesia sebagai warisan nonbendawi oleh UNESCO pada 2009, memunculkan beragam motif lokal di Indonesia. Batik Gajah Oling dari kabupaten Banyuwangi adalah salah satunya. Motif ini merupakan motif batik tertua dan terkenal di kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang Motif Batik Gajah Oling sebagai identitas kebudayaan di tengah masyarakat kabupaten Banyuwangi. Motif batik Gajah Oling menjadi identitas kebudayaan kabupaten Banyuwangi dilihat berdasarkan Teori Kearifan Lokal (Meliono, 2011), Teori Ekonomi Ganda (Itagaki, 1968), dan Teori Transmisi kebudayaan (Tilaar, 1999). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan korpus data berupa motif batik Gajah Oling yang dapat ditemui di berbagai sektor kehidupan masyarakat kabupaten Banyuwangi. Hasil penelitian menunjukkan motif batik Gajah Oling merupakan salah satu identitas kebudayaan kabupaten Banyuwangi karena eksistensi motif ini sudah menyatu dengan kearifan lokal masyarakat kabupaten Banyuwangi. Motif batik Gajah Oling ini juga mampu menghasilkan profit ekonomi bagi masyarakat maupun pemerintah daerah. Motif ini juga tidak bersifat eksklusif di kabupaten Banyuwangi saja, akan tetapi sudah dikenal hingga level nasional dan internasional. Pengaplikasian motif batik Gajah Oling dalam unsur kemasyarakatan didukung dengan hasil transmisi kebudayaan yang berawal dari motif kain dan berkembang ke berbagai produk kreatif lainnya sehingga mempertegas argumen penelitian ini bahwa batik tersebut adalah bagian dari penanda identitas masyarakat kabupaten Banyuwangi.
Analisis Ketercapaian Jam Pelajaran Dalam Pelatihan Untuk Mengukur Kompetensi Personel RSPAD Gatot Soebroto Tahun 2026 Asep Rusman I S; Efi Diklat
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13065

Abstract

Latar Belakang: Keterampilan, dan pengetahuan guna menjaga daya saing serta memenuhi tuntutan profesionalisme. Terutama dalam bidang teknologi saat ini, sumber daya manusia dituntut untuk menguasai di seluruh bidang, terutama dalam bidang yang dimilikinya harus dikembangkan. Peningkatan mutu sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan merupakan strategi penting dalam organisasi kesehatan maupun institusi pendidikan. Pelatihan tidak hanya menekankan pada materi yang diberikan, tetapi juga ketercapaian jam pelajaran yang telah ditetapkan sebagai standar. Pakar SDM terkemuka, Paul Hersey dan Kenneth Blanchard (pencipta model Situational Leadership), menyatakan bahwa pelatihan yang tepat mampu meningkatkan kompetensi dan kinerja sebesar 60% hingga 80% umumnya merujuk pada konsep manajemen kinerja. Tujuan Penelitian: Menganalisis ketercapaian jam pelajaran dalam pelatihan untuk mengukur kompetensi personel. Metode Penelitian: Desain yang digunakan adalah Cross sectional atau potong lintang yaitu penelitian yang dilakukan pada variabel independen dan dependen secara bersamaan (transversal) tanpa melihat hubungan variabel berdasarkan perjalanan waktu. Populasi dalam penelitian ini adalah dengan pengambilan sampel pada personel RSPAD Gatot Soebroto yaitu nakes, nakes lainnya dan non nakes sesuai dengan kriteria inklusi dimana personel yang mengikuti pelatihan untuk mencapai target jam pelajaran selama pertahun, dimana jumlah total 3800 orang. Metode pemilihan sampel pada penelitian ini menggunakan cara non probability sampling jenis convenient sampling, menggunakan rumus Slovin, dengan jumlah sampel 362 responden. Hasil Penelitian: Distribusi frekuensi dengan ketercapaian jam pelajaran pelatihan personel RSPAD Gatot Soebroto dengan jam > 20 JP sebanyak 194 responden orang (53,6%) lebih tinggi bila dibandingkan dengan < 20 jam yaitu sebanyak 168 responden (46,4%), dan dengan Gambaran penilaian pada kompetensi personel setelah mengikuti pelatihan berada dalam kategori cukup sebanyak 187 orang (51,7%). α= 0,05 artinya ada pengaruh variabel dependen kompetensi personel setelah mengikuti pelatihan terdapat hubungan yang signifikan antara jumlah jam pelajaran dalam pelatihan yang diikuti dengan tingkat kompetensi personel. Sehingga dapat dikatakan semakin tinggi ketercapaian jam pelajaran ≥ 20 JP Kesimpulan dan Saran: Ada pengaruh antara jumlah jam pelajaran dalam pelatihan yang diikuti dengan tingkat kompetensi personel. Sehingga dapat dikatakan semakin tinggi ketercapaian jam pelajaran ≥ 20 JP. sebanyak 194 responden orang (53,6%). Lakukan evaluasi berkala terhadap metode dan materi pelatihan untuk memastikan ketercapaian jam pelajaran optimal dan kompetensi peserta.
Formulasi Dan Uji Stabilitas Sediaan Body Scrub Kombinasi Beras Ketan Hitam (Oryza Sativa Var. Glutinosa) Dan Ekstrak Kayu Secang (Caesalpinia Sappan L.) Umi Hani Azizzah; Sintia Fira Lestari; Nadia Dwi Oktaviani; Afi Sania Rosanti
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Radikal bebas dapat merusak kolagen dan elastin kulit, menyebabkan keriput dan kulit kusam. Efek ini dapat dicegah dengan antioksidan alami, seperti yang terkandung dalam beras ketan hitam (Oryza sativa var. glutinosa) dan kayu secang (Caesalpinia sappan L.). Kedua bahan alam ini berpotensi dikembangkan menjadi sediaan body scrub yang bermanfaat untuk perawatan kulit.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi stabilitas serta karakteristik mutu fisik sediaan body scrub dari kombinasi beras ketan hitam dan ekstrak kayu secang.Metode: Penelitian eksperimental laboratorium dengan sembilan formula yang terdiri dari variasi konsentrasi beras ketan hitam (5%, 7%, 9%) dan ekstrak kayu secang (1%, 3%, 5%). Kayu secang diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, pH, homogenitas, daya sebar, daya lekat, viskositas, stabilitas, dan uji hedonik.Hasil: Ekstrak kayu secang yang diperoleh memiliki rendemen 12,27% dan positif mengandung alkaloid, flavonoid, dan tanin. Semua formula body scrub menunjukkan karakteristik semi padat, beraroma vanilla, dan memenuhi standar mutu fisik yang baik untuk pH (7,5-7,9), homogenitas, daya sebar (5,3-6,2 cm), daya lekat (>4 detik), viskositas (20.000-32.666 cPs), serta stabil selama 6 siklus uji. Formula 9 (ekstrak kayu secang 5%) merupakan formula yang paling disukai panelis. Analisis statistik menunjukkan variasi konsentrasi berpengaruh signifikan terhadap pH (p<0,05), namun tidak berpengaruh signifikan terhadap daya sebar, daya lekat, dan viskositas (p>0,05).Kesimpulan: Kombinasi beras ketan hitam dan ekstrak kayu secang dapat diformulasikan menjadi sediaan body scrub yang memenuhi persyaratan mutu fisik dan stabil. Formula 9 (ekstrak kayu secang 5%) paling disukai panelis.
Pengaruh Motivasi Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai BP3IP Danau Sunter Jakarta Utara Khofifah Najwa Ariani; Heri Kuswara
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13067

Abstract

Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai pada Balai Besar Pendidikan Penyegaran dan Peningkatan Ilmu Pelayaran (BP3IP) Danau Sunter, Jakarta Utara. Bahan dan metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian terdiri atas 35 pegawai, dan seluruh populasi dijadikan sampel menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 20. Pengujian hipotesis meliputi uji koefisien determinasi (R²), uji simultan (uji F), dan uji parsial (uji t). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan motivasi kerja dan disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, ditunjukkan oleh nilai Fhitung sebesar 16,920 yang lebih besar daripada Ftabel sebesar 3,28. Secara parsial, motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (t = 2,994; p = 0,005). Disiplin kerja juga menunjukkan pengaruh positif terhadap kinerja pegawai (t = 1,752; p = 0,089). Selain itu, nilai koefisien korelasi (R = 0,717) menunjukkan hubungan yang kuat antara variabel independen dengan kinerja pegawai. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,484 menunjukkan bahwa 48,4% variasi kinerja pegawai dapat dijelaskan oleh motivasi kerja dan disiplin kerja, sedangkan 51,6% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Kesimpulan: Motivasi kerja dan disiplin kerja memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja pegawai. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan motivasi kerja serta mempertahankan disiplin kerja diharapkan mampu meningkatkan kinerja pegawai dan mendukung tercapainya tujuan organisasi.